Rabu, 10 Desember 2008

[daarut-tauhiid] Alangkah Indahnya Hidup Dengan System Bagi Hasil

Oleh : Alihozi
Http://alihozi77.blogspot.com

Kesulitan likuiditas di industri perbankan sekarang ini belum mereda,
mungkin sampai pada tahun 2009 nanti kondisinya masih akan seperti
itu. Tak sedikit bank yang masih terus mencari duit untuk
mempertahankan dan memperbesar posisi dana pihak ketiganya dengan
berbagai cara, dari memberikan hadiah, berbagai fasilitas dan juga
tentunya menaikkan tingkat suku bunga simpanan. Ada kemungkinan banyak
bank yang berani menawarkan bunga melebihi batas bunga penjaminan dari
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sekarang ini cuma 10% untuk
nasabah yang jumlah uangnya besar. Hal ini disebabkan karena derasnya
kucuran kredit industri perbankan dan kucuran kredit ini tidak
diimbangi dengan pasokan dana masyarakat yang masuk ke industri
perbankan.

Perang suku bunga terjadi di kalangan perbankan nasional, kondisi ini
tentu tidak mengenakkan buat perbankan, karena harus mengeluarkan
biaya yang besar untuk mempertahankan atau menarik dana nasabah yang
akhirnya perbankan nasional menaikkan tingkat suku bunga untuk
pinjaman (kredit). Naiknya tingkat suku bunga kredit tsb tentu saja
bisa memberatkan sector riil atau anggota masyarakat dalam usahanya
membayar kewajibannya ke sector perbankan, yang juga ditambah dengan
daya beli masyarakat saat ini yang sedang mengalami penurunan.

Bagusnya sekarang kondisi perbankan nasional sekarang lebih kuat
menghadapi krisis financial global daripada saat terjadinya krisis
ekonomi tahun 1997-1998 ini bisa dilihat dari tingkat kepercayaan
masyarakat saat ini yang masih tinggi kepada perbankan nasional.
Tetapi kalangan perbankan nasional harus tetap waspada karena
dikhawatirkan tingkat suku bunga yang tinggi akan menaikkan tingkat
kredit macet (NPL) karena sector riil atau anggota masyarakat bisa
sewaktu –waktu gagal (macet) membayar kewajibannya kepada perbankan.

Contoh tingginya tingkat fluktuatif (volatilitas) sistem bunga yang
diterapkan perbankan konvensional tsb karena salah satu penyebabnya
adalah system bunga merupakan subsistem dari system ekonomi kapitalis
yang tidak berazaskan keadilan tetapi berazaskan materialisme yang
mana sangat memanjakan para deposan (pemilik dana). Para deposan
dibuat untuk tidak ikut menanggung resiko dari usaha bank konvensional
yang sewaktu-waktu bisa mengalami kerugian (kegagalan), mereka dibuat
tidur nyenyak dengan janji-janji pasti mendapatkan bunga dari uang
(dana) yang disimpan di bank konvensional.

Padahal di dunia ini tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui apa
yang akan terjadi dengan pasti pada hari esok, hanya Allah,SWT yang
mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada hari esok. Kita
bisa melihat contohnya dengan terjadinya krisis financial global saat
ini yaitu maksud dari bank-bank Eropa membeli surat utang lembaga
keuangan AS yang beresiko tinggi (Credit Default Swaps) untuk
mendapatkan bunga tinggi yang nantinya akan dibayarkan kepada nasabah
deposannya. Bukannya bunga tinggi yang didapat justru dana yang
ditanamkan di lembaga-lembaga keuangan AS tsb tidak bisa kembali.

Kalau saya analogikan system bunga seperti meminum syrup yang sangat
manis, orang yang meminumnya terus menerus ketagihan manisnya sampai
akhirnya secara tiba-tiba bisa mendatangkan berbagai penyakit kepada
orang tsb seperti sakit gigi dan sakit diabetes yang parah.. Setelah
terkena berbagai penyakit tsb, kesadarannya sudah datang terlambat,
kondisi penyakitnya telah ikut merepotkan anggota keluarganya yang lain.

Mengapa saya analogikan seperti itu, karena system bunga menjadikan
para deposan tidak perduli apabila bank tempat ia menyimpan tidak
sanggup membayar tingkat suku bunga yang telah dijanjikan, seperti
pada krisis perbankan tahun 1997-1998 yang mana bank konvensional
banyak yang mengalami kondisi negative spread sehingga menimbulkan
kepanikan di kalangan para deposan (krisis kepercayaan) yang berujung
pada rush.

Kondisi tsb berbeda dengan bank syariah yang memakai system ekonomi
syariah dengan subsistem bagi hasilnya, walaupun seperti meminum jamu
yang rasanya pahit tetapi untuk jangka panjang sangat menyehatkan
tubuh. Bagaimana tidak pahit rasanya di saat kalangan bank
konvensional memberikan suku bunga s/d 70%, tingkat bagi hasil yang
diberikan oleh bank syariah pada saat itu hanya sekitar 8%. Tetapi
pada akhirnya nasabah bank syariah tidak mengalami kepanikan seperti
yang dialami nasabah bank konvensional karena bank syariah tidak
mengalami kondisi negative spread dan juga karena keyakinan nasabah
bank syariah akan bahaya system bunga yang ribawi.

Alangkah indahnya hidup ini andaikan seluruh perbankan nasional kita
memakai system ekonomi syariah dengan subsistem bagi hasilnya bukan
hanya sebagi alternative tetapi juga sebagai solusi dari krisis
financial global. Sayangnya kapan hidup saat ini menjadi indah bagi
semua orang dengan system ekonomi syariah, karena sebagian besar
anggota masyarakat kita secara sadar atau tidak sudah terjebak kepada
system ekonomi kapitalis dengan segala subsistemnya seperti uang
kertas (fiat money), cadangan giro wajib minimum (fractional reserve
requirement) dan system bunga (interest).

Andaikan ingin keluar dari system ekonomi kapitalis tsb misalnya dari
subsystem bunganya saja, amatlah sukar dan payah sekali, ini bisa
dilihat dari banyaknya anggota masyarakat yang hanya menjadi penonton
dan pengkritik produk-produk dan kinerja bank syariah akan tetapi pada
dataran implementatifnya masih memakai system bunga yang ribawi bukan
sebagai pelaku ekonomi syariah seperti menjadi nasabah bank syariah.

Wallahu'alam
Al-Faqir

©Alihozi 01 Desember 2008
Komentar dan saran atas tulisan artikel ini bisa disampaikan ke
http://alihozi77.blogspot.com atau sms ke 0813-882-364-05.

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Yahoo! Groups

Stay healthy

and discover other

people who can help.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: