oleh Fithratuddin
-----------------------
22 Desember adalah hari yang diperingati oleh sebagian besar bangsa
kita sebagai hari ibu. Hari yang tidak hanya sekadar seremonial belaka,
tetapi hari yang setiap harinya harus kita peringati sembari berbakti
kepada sang ibunda tercinta.
Yah, Ibu, sosok manusia yang pertama kali menyapa ku ketika hadir di
dunia. Sosok wanita, yang tak henti-hentinya berada di belakang saya,
di saat saya butuh dukungan dan tempat bersandar. Beliau berada di
depan, ketika saya butuh panduan dan bimbingan serta nasihat. .
Ibu, hati ini terasa mekar ketika mendengar suaramu yang mulai serak
walaupun hanya di ujung telepon selular. Suaramu yang serak tidak
tergantikan dengan suara orang lain walaupun lebih merdu dan indah..
Setahun yang lalu, di saat Ramadhan, kudengar kabar dari adik, kalau
engkau mengalami kecelakaan. Gemuruh hati di kala itu begitu tak bisa
kukendalikan. Rasa sedih, rasa rindu berkecamuk menjadi satu, sehingga
di sujud-sujud ku wajahmu senantiasa hadir. Setahun sebelumnya anakmu
ini pamit untuk menjemput rezeki di kota jakarta ini. Hanya tautan
komunikasi yang senantiasa menyambung tali silaturahim di antara kita. .
Ketika kabar sedih itu datang, tak kuasa kaki ini ingin melangkah
pulang ke rumah, menemuimu, mendekapmu, membantumu…Tapi lagi-lagi suara
serak itu bernada "Jangan
Nak, insya Allah mama masih kuat". Yah, saya
tahu di kala itu, engkau sedang menahan perihnya sakit yang engkau
derita. Di saat itu, engkau sedang menangis karena rasa sakit yang tak
tertahankan, tapi lagi-lagi engkau masih mau menyembunyikannya dari
penglihatan anak-anakmu. .
Di saat operasi menjelang, engkau hanya meminta agar didoakan supaya
Allah memberikan kekuatan dan kesehatan. Padahal tidak hanya itu,
engkau butuh selain itu tapi tidak kau utarakan. Di saat itu, siang dan
malam ku hanya dihiasi dengan keingintahuan mendengar kabar dari mu,
ibu….
Di saat liburan pun, waktu 10 hari tidaklah cukup untuk menggantikan
saat dimana saya tidak bisa berada di sampingmu ketika engkau sakit. Di
saat itu pulang kembali ke jakarta adalah waktu-waktu yang sulit.
Meninggalkanmu dengan sakit yang masih engkau rasakan.
Ramadhan 1429 Hijriyah, tepat setahun setelah engkau menjalani
operasi. Kini kondisimu sudah mulai membaik walaupun rasa sakit itu
kadang terasa. .
Ibu, sosok perempuan yang tidak tergantikan oleh siapapun dalam
hidupku. Sosok yang senantiasa hadir sebagai solusi di setiap masalah
yang lagi saya alami. .
Ibu, engkaulah tempat persinggahan hatiku. Ketika ingin bicara dengan ayah, maka engkaulah orang pertama yang saya beritahu. .
Ibu, engkaulah palabuhan hatiku, di saat kapal harapan ini karam,
maka engkaulah tempat berlabuhku. Di saat hidup ini terasa samar dan
hampa, maka engkaulah yang menjadi pelita penyemangat. Engkau selalu
hadir di saat saya membutuhkan. Engkau senantiasa mendengarkan setiap
kesah dari anakmu ini. .
Lautan luas yang membentang di antara kita, bukanlah jarak yang jauh untuk sampainya doa-doa darimu di setiap waktu. .
Maka pantaslah ketika Rasulullah SAW menempatkan sosok ibu sebagai
orang pertama yang harus kita cintai, hormati dan sayangi sepanjang
waktu..
Teriring doa dan rindu dariku, anakmu yang masih sering nakal, untuk
sosok perempuan yang nun jauh disana, tetapi selalu lekat dalam doa dan
hati. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur yang berkah bagi
engkau, ibuku, pelabuhan hatiku, pelita penyemangatku. .
Kalibata, Dzulhijjah
sumber:eramuslim.com
-----------------------------------------------------------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar