Messages In This Digest (8 Messages)
- 1a.
- Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang Nurs From: febty f
- 1b.
- Re: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang From: Hasanuddin
- 1c.
- Re: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang From: Nursalam AR
- 2.
- [Catcil] Seminar Motivasi Breaking The Limits From: Mimin
- 4a.
- Re: [Artikel] Ada yang Keliru di "Indonesia Mencari Bakat" From: bugar_jira
- 5.
- (Inspirasi) Melanjutkan 'Tugas Sekolah' TREVOR From: ~ Made Teddy Artiana ~
- 6a.
- Re: [kabinet-eska] Mohon Doanya untuk Pernikahan Kami [Budi Santoso From: Nursalam AR
Messages
- 1a.
-
Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang Nurs
Posted by: "febty f" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Tue May 11, 2010 3:34 am (PDT)
Meski terlambat, fety turut mengucapkan bela sungkawa mas nur..
InsyaAllah diberikan balasan yang terbaik untuk keluarga yang ditinggalkan..
salam,
febty
- 1b.
-
Re: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang
Posted by: "Hasanuddin" hasanuddin@mykisel.com
Tue May 11, 2010 7:18 am (PDT)
Kami dari Makassar turut berduka cita, semoga amal ibadah beliau diterima di
sisi Nya...Amin
From: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
[mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups. ] On Behalf Of Syafaatus Syarifahcom
Sent: Tuesday, May 11, 2010 11:15 AM
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] Re:Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya
Kakak Perempuan Dari Abang Nursalam AR
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
turut berduka cita ata meninggalnya kakak Mas Nur, Mab Nurlaela,
semoga arwah belia diterima di sisiNya dengan pahala syahid. amiin..
**maaf telat banget...
----- Original Message -----
From: Nursalam AR <mailto:nursalam.ar@gmail.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, May 11, 2010 9:57 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re:Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak
Perempuan Dari Abang Nursalam AR
Assalammu'alaikum wr.wb.
Untuk Mbak Ugik, Mbak Indar, Asma Sembiring, Mimin, Kang Dani dan
terutama Fiyan (yang sudah menyebarluaskan informasi ini), terima
kasih banyak ya atas doa dan penghiburannya. Juga terima kasih banyak
untuk anggota milis Sekolah Kehidupan lainnya yang menyampaikan
belasungkawa via FB atau japri. Semoga Allah membalas kebaikan sahabat
semua dengan kebaikan berlimpah.
FYI, kakak saya, Nurlaela AR, wafat pada Kamis, 6 Mei 2010 sekitar
pukul 1 siang di RS Graha Permata Ibu (Beji, Depok Baru) dalam operasi
caesar anak ketiganya, Mumtaz (yang juga ikut meninggal dunia). Kak
Ella (panggilan saya untuknya) memang baru 6 bulan tinggal di Depok,
tepatnya di Jl. Cagar Alam. Dan ia dimakamkan di Pengadegan (di
samping kuburan ayah, ibu dan kakak saya), Jakarta Selatan pada Jumat,
7 Mei 2010 (ba'da sholat Jumat).
Jujur, kami sekeluarga di Pengadegan baru mendapat kabar kematiannya
pada Kamis, pukul 2.30 siang. Meski, menurut kabar dari suaminya, Kak
Ella sudah muntah darah (konon karena tekanan darah tinggi) dan masuk
RS GPI tersebut pada Rabu sore. Dan ia sempat kehabisan darah dalam
operasi caesar tersebut. Selama proses kehamilan anak ketiganya ini
(yang merupakan anak laki-laki yang ditunggu-tunggu selama 10 tahun
karena 2 anaknya yang berusia 10 dan 5 tahun adalah perempuan), kakak
saya tersebut sudah sering pingsan dan mengalami gangguan kesehatan.
Terlebih 1 pekan sebelum wafatnya kakak saya (yang hamil 9 bulan)
sekeluarga melakukan perjalanan jauh dengan mobil Jakarta-Pagar Alam,
Sumsel. Diduga karena kelelahan tersebut yang menyebabkan kondisinya
terus memburuk hingga masuk RS dan meninggal dunia.
Meski pahit memang, terutama dengan masalah komunikasi yang ada, kami
dari pihak keluarga dan terutama saya pribadi mau tak mau harus ikhlas
dan rela (meski sangaaaat berat) karena kami yakin -- sesuai hadis
Nabi -- bahwa wafatnya seorang ibu sewaktu melahirkan merupakan jihad
yang dihitung pahala syahid akhirat. Dan bayi yang turut wafat
dipilihkan Allah sebagai malaikat pendamping di surga. Amin, allahumma amin.
Demikian sekelumit cerita di balik kematian kakak saya. Semoga menjadi
ibroh dan hikmah bagi kita semua. Terima kasih sekali lagi atas doa
dan penyemangatnya. Jazakumullah khoirol jaza'.
wassalammu'alaikum wr.wb.
Nursalam AR
On 5/8/10, bujang kumbang <bujangkumbang@yahoo.co. id
<mailto:bujangkumbang%40yahoo. co.id> > wrote:
> Sebagai sahabat aye ucapin turut bela
> sungkawa atas meninggalnya Kakak perempuan dari abang aye Bang Nursalam
> AR.Aye hanya bisa ucapin turut prihatin dan doa semoga almarhumah
> diberikan kelapangan kuburnya dan dimasukan ke dalam orang-orang yang
> mencintai Rasul dan TuhanNya...Amin. Terima kasih!
>
> Sumber dari Facebook:
> Nursalam Ar Inna lillahi
> wa inna ilaihi roji'un. Kakak saya, Nurlaela, wafat Kamis siang (6/5) di
> Depok dan dimakamkan di Pengadegan (Jaksel) ba'da Jumatan.....
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
--
- Nursalam AR -
Blog: www.kintaka.wordpress. com
Facebook: www.facebook.com/nursalam. ar
"The difference between the right word and the almost right word is
the difference between lightning and the lightning bug."
(Mark Twain)
- 1c.
-
Re: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak Perempuan Dari Abang
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue May 11, 2010 8:01 pm (PDT)
Untuk Fety (Jepang) dan Mas Hasanuddin (Makassar), terima kasih banyak
atas doa dan penghiburannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi
kalian berdua dan keluarga.
Di saat duka memang sepotong doa dan penguatan sudah sangat berarti...
Tabik,
Nursalam AR
On 5/11/10, Hasanuddin <hasanuddin@mykisel.com > wrote:
> Kami dari Makassar turut berduka cita, semoga amal ibadah beliau diterima di
> sisi Nya...Amin
>
>
>
> From: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> [mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups. ] On Behalf Of Syafaatus Syarifahcom
> Sent: Tuesday, May 11, 2010 11:15 AM
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] Re:Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya
> Kakak Perempuan Dari Abang Nursalam AR
>
>
>
>
>
> Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
>
> turut berduka cita ata meninggalnya kakak Mas Nur, Mab Nurlaela,
>
> semoga arwah belia diterima di sisiNya dengan pahala syahid. amiin..
>
>
>
> **maaf telat banget...
>
> ----- Original Message -----
>
> From: Nursalam AR <mailto:nursalam.ar@gmail.com >
>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
>
> Sent: Tuesday, May 11, 2010 9:57 AM
>
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re:Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Kakak
> Perempuan Dari Abang Nursalam AR
>
>
>
>
>
> Assalammu'alaikum wr.wb.
>
> Untuk Mbak Ugik, Mbak Indar, Asma Sembiring, Mimin, Kang Dani dan
> terutama Fiyan (yang sudah menyebarluaskan informasi ini), terima
> kasih banyak ya atas doa dan penghiburannya. Juga terima kasih banyak
> untuk anggota milis Sekolah Kehidupan lainnya yang menyampaikan
> belasungkawa via FB atau japri. Semoga Allah membalas kebaikan sahabat
> semua dengan kebaikan berlimpah.
>
> FYI, kakak saya, Nurlaela AR, wafat pada Kamis, 6 Mei 2010 sekitar
> pukul 1 siang di RS Graha Permata Ibu (Beji, Depok Baru) dalam operasi
> caesar anak ketiganya, Mumtaz (yang juga ikut meninggal dunia). Kak
> Ella (panggilan saya untuknya) memang baru 6 bulan tinggal di Depok,
> tepatnya di Jl. Cagar Alam. Dan ia dimakamkan di Pengadegan (di
> samping kuburan ayah, ibu dan kakak saya), Jakarta Selatan pada Jumat,
> 7 Mei 2010 (ba'da sholat Jumat).
>
> Jujur, kami sekeluarga di Pengadegan baru mendapat kabar kematiannya
> pada Kamis, pukul 2.30 siang. Meski, menurut kabar dari suaminya, Kak
> Ella sudah muntah darah (konon karena tekanan darah tinggi) dan masuk
> RS GPI tersebut pada Rabu sore. Dan ia sempat kehabisan darah dalam
> operasi caesar tersebut. Selama proses kehamilan anak ketiganya ini
> (yang merupakan anak laki-laki yang ditunggu-tunggu selama 10 tahun
> karena 2 anaknya yang berusia 10 dan 5 tahun adalah perempuan), kakak
> saya tersebut sudah sering pingsan dan mengalami gangguan kesehatan.
> Terlebih 1 pekan sebelum wafatnya kakak saya (yang hamil 9 bulan)
> sekeluarga melakukan perjalanan jauh dengan mobil Jakarta-Pagar Alam,
> Sumsel. Diduga karena kelelahan tersebut yang menyebabkan kondisinya
> terus memburuk hingga masuk RS dan meninggal dunia.
>
> Meski pahit memang, terutama dengan masalah komunikasi yang ada, kami
> dari pihak keluarga dan terutama saya pribadi mau tak mau harus ikhlas
> dan rela (meski sangaaaat berat) karena kami yakin -- sesuai hadis
> Nabi -- bahwa wafatnya seorang ibu sewaktu melahirkan merupakan jihad
> yang dihitung pahala syahid akhirat. Dan bayi yang turut wafat
> dipilihkan Allah sebagai malaikat pendamping di surga. Amin, allahumma amin.
>
> Demikian sekelumit cerita di balik kematian kakak saya. Semoga menjadi
> ibroh dan hikmah bagi kita semua. Terima kasih sekali lagi atas doa
> dan penyemangatnya. Jazakumullah khoirol jaza'.
>
> wassalammu'alaikum wr.wb.
>
> Nursalam AR
>
> On 5/8/10, bujang kumbang <bujangkumbang@yahoo.co. id
> <mailto:bujangkumbang%40yahoo. co.id> > wrote:
>> Sebagai sahabat aye ucapin turut bela
>> sungkawa atas meninggalnya Kakak perempuan dari abang aye Bang Nursalam
>> AR.Aye hanya bisa ucapin turut prihatin dan doa semoga almarhumah
>> diberikan kelapangan kuburnya dan dimasukan ke dalam orang-orang yang
>> mencintai Rasul dan TuhanNya...Amin. Terima kasih!
>>
>> Sumber dari Facebook:
>> Nursalam Ar Inna lillahi
>> wa inna ilaihi roji'un. Kakak saya, Nurlaela, wafat Kamis siang (6/5) di
>> Depok dan dimakamkan di Pengadegan (Jaksel) ba'da Jumatan.....
>>
>>
>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>
> --
> - Nursalam AR -
>
> Blog: www.kintaka.wordpress. com
> Facebook: www.facebook.com/nursalam. ar
>
> "The difference between the right word and the almost right word is
> the difference between lightning and the lightning bug."
> (Mark Twain)
>
>
>
>
--
- Nursalam AR -
Blog: www.kintaka.wordpress. com
Facebook: www.facebook.com/nursalam. ar
"The difference between the right word and the almost right word is
the difference between lightning and the lightning bug."
(Mark Twain)
- 2.
-
[Catcil] Seminar Motivasi Breaking The Limits
Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com mine_haway
Tue May 11, 2010 7:18 am (PDT)
Sebuah SMS dari sahabat masuk hari Minggu pagi pukul 05:52:15. SMS itu
mampu menghilangkan kantuk di pagi hari.
Aslm. Pg ini jam 7-8.30 di mesj Pd. Ind. diisi oleh Syekh Ali (org Madinah,
bs bhs. Ind, yg suka isi TPI dg Ust. Yusuf Mansyur) teman manisnya
beribadah. Insya bagus.
Aku bergegas menyetrika, mandi lalu berdandan rapi. Setelah siap pergi, ada
ganjalan yang membuatku urung pergi.
"Bantuin angkat televisi dulu," mau nggak mau aku bantu temen sekamar angkat
televisi, meja dan kardus yang akan dikirim ke Bandung. Sementara pikiranku
melayang ke MRPI (Masjid Raya Pondok Indah).
"Berangkat bareng aku aja, nanti kan lewat menara 165."
Jam delapan lewat, tak kunjung berangkat, aku terancam telat. Sampai di
Menara 165 pukul 08:49. Seminar dimulai pukul sembilan. Alhamdulillah tidak
terlambat.
"Lho nggak ikutan ke Bandung. Mending jalan-jalan ke Bandung. Enak," Huh!
ajakan teman menggoyahkan keputusan.
Hari Sabtu sudah kubulatkan tekad untuk mengikuti seminar motivasi *Breaking
The Limits*. Kebetulan aku sedang berada di bank PIM 1, sekalian transfer ke
rekening Mas Rama <http://ramaditya.com/ >. Sabtu sore temanku mengajak
jalan-jalan ke Bandung. Waduh, dua pilihan yang sulit. Sempat goyah ingin
membatalkan rencana ikut seminar. Oh tidak, aku sudah berhasil menembus
batas eksternal yakni harta, karena biaya seminar ini diluar anggaran
bulanan. Karena batasan eksternal sudah ditakhlukkan, mustinya batasan
internal harus bisa ditembus. Mungkin karena energi yang ditimbulkan oleh
kekuatan do'a Mas Rama, atau karena pertolongan Allah yang menuntun langkah
kakiku sampai ke Menara 165. Aku pikir ke Bandung bisa lain kali, tapi
seminar ini tidak. Ke Bandung dapat capek, senang, kenyang dan bahagia.
Sedangkan dari seminar, apa yang kudapat lebih lengkap. Selain capek,
senang, kenyang, bahagia juga dapat ilmu dan pengalaman menarik.
Pertama kali masuk Menara 165, beradaptasi, cari-cari penunjuk arah Granada
Room. Tapi tidak terlihat olehku. Telepon Mbak Leci dan Mas Rama tidak
nyambung. Aku tahu mereka sibuk mempersiapkan diri. Jadi tak selayaknya aku
ganggu mereka. Sampai akhirnya, kuikuti aliran manusia menuju lantai dua.
Ah ya, benar saja. Terlihat antrian registrasi seminar di lantai dua. Aku
antri lama sekali. Pesertanya banyak juga. Kata Mas Rama ada 1972 setengah
(kurang lebih), entah siapa yang setengah. Peserta sebenarnya sekitar empat
ratus orang. Yang terdiri dari berbagai *range* usia. Mulai anak-anak,
remaja dan dewasa.
Ternyata namaku belum terdaftar. Memang aku mendaftar via SMS pada hari
Jum'at. Akhirnya panitia membuat *nametag* baru untukku. Lalu masuk di
Granada Room. Disambut MC yang ganteng sekali, Mas Rio namanya. Disambut
kerlip bintang disana sini. Dekorasi ruangan dipenuhi bintang-bintangan di
samping kanan kiri,atap dan depan. *Full music*. Hmm..ini seminar atau
pertunjukan musik a.k.a konser? atau acara nobar. Dimeriahkan oleh
Diferensia Band (band tunanetra) dan diberi kesempatan nonton rekaman
perjalanan hidup. Setelah pemutaran video, Mas Rama masuk dengan kostum *star
wars* lengkap dengan *light saber*, didampingi oleh manajernya. Tepuk
tangan meriah menyambutnya.
*I. INTELEKTUAL SESSION *
Kemampuan intelektual sama dengan pola pikir sesuai logika. Kita harus
mengetahui *limits*. Dengan mengenal keterbatasan, kita bisa menembusnya.
Batasan dibagi dua yakni batasan eksternal seperti harta, benda, lingkungan
dan batasan internal seperti nggak percaya diri, males atau minder. Kalau
tidak bisa mengatasi batasan internal, niscaya baasan eksternal tidak bisa
ditembus. Jadi batasan internal justru lebih berbahaya dibanding batasan
eksternal.
Mas Rama bercerita tentang masa lalunya. Bahwa seminar ini ada karena Allah
turunkan visi misi yakni satu rasa OPTIMIS. Berawal dari mimpi diwujudkan
dengan visi misi, sehingga bisa berbagi sepotong roti di seminar ini. Semua
orang diciptakan sempurna, baik berkebutuhan khusus atau tidak, tergantung
pada kita MAU atau TIDAK. Karena menembus keterbatasan ada pada diri kita,
jiwa pahlawan/pejuang ada dalam diri kita. Saat diputar video *My Hero, *sebuah
video olimpiade bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang tidak
bertangan dan berkaki bisa lari, renang, lompat tinggi.
Untuk menghilangkan rasa jenuh, diputar video game Chrono
Cross<http://video.google.com/ >.videoplay? docid=-577931292 7351259774& hl=en#
Surprise saat Mas Rama memainkan serulingnya mengikuti alunan musik Chrono
Cross. Satu lagi surprise dari Mas Rama, saat Diferensia Band memainkan
musik '*Morning
Sunrise*<http://ramaditya.multiply. >'com/journal/ item/136/ Album_Musik_ Terbaru_Ramadity a_The_Musical_ Adventure_ of_Lima_Bidadari
secara* live*. Maksud hati ingin request *evening
sunset<http://ramaditya.multiply. >com/journal/ item/136/ Album_Musik_ Terbaru_Ramadity a_The_Musical_ Adventure_ of_Lima_Bidadari
*, tapi waktu jualah yang membatasi.
Ada satu kejadian menggelitik, saat Mas Rama mengundang personil Diferensia
Band, Mas Barus dan Jaka Ahmad. Sebenarnya Mas Barus sudah memegang mic,
tapi dikasih mic lagi oleh Mas Rama.
"Udah tahu gue buta, nggak bilang kalau sudah pegang mic." Lagian kan Mas
Barus kan juga nggak lihat kalau Mas Rama memberikan mic hihi...
*II. EMOSIONAL SESSION *
Hanya ada dua pilihan. Terus atau tidak, diam atau bergerak. *If you try
maybe you failed, but if you never try you absolutely failed*. Jika kamu
mencoba mungkin kamu gagal, tapi jika tidak pernah mencoba kamu sudah pasti
gagal.
Emosi sama dengan nafsu. Bahasa latinnya *movere *artinya
menggerakkan/bergerak, ditambah akhiran 're' untuk memberi arti bergerak
menjauh.
Kualitas nafsu dibagi tiga yakni :
1. *Lawamah* : nafsu yang banyak mengeluh, menyalahkan dan mencela diri
sendiri. Levelnya apatis, sedih, takut
2. *Amarah * : nafsu rakus (*lust*), marah (*anger*), sombong (*pride*)
3. *Mutmainnah* : Semangat (*courage*), menerima (*acceptance*), damai (*
peace*)
Kalau kita bisa mengelola delapan level, maka kita akan sampai level
sembilan yakni damai. Jadi teringat satu tulisan dalam lukisan tujuh belas
Agustusan yang dipajang di ruang *meeting *kantor tempat kerjaku.
Kadang perdamaian itu berawal dari cinta yang sederhana.
Nafsu, emosi yang berputar-putar dalam kehidupan kita. Jika kita tidak bisa
mengendalikan nafsu lawamah dan amarah, cita-cita akan gagal. Jika fokus
pada level apatis, sedih, takut, rakus, marah dan sombong, *breaking the
limits* tidak akan sempurna. Ubah emosi negatif menjadi positif. Sistem
syaraf seperti sinyal kabel telepon yang menyampaikan pesan otak. Jika otak
memberi pesan sedih makan kita akan sedih. Untuk memberikan pesan positif,
seyogyanya kita pakai kualitas *nafsu mutmainnah.*
*III. SPIRITUAL SESSION *
Dengan mengoptimalkan intelektual dan emosional pasti sukses. Tapi nilai
jika nilai spiritual terlupakan, sukses tidak bertahan lama. Karena visi
misinya betul tapi salah dalam pencapaiannya. Sesi ini dibatasi pada satu
poin spiritual yakni do'a. Bahan pembuat do'a yaitu gelombang energi
pikiran & perasaan (keduanya merupakan kata benda). Do'a itu senjata orang
mukmin. Sesungguhnya do'a dan bala akan bertemu dan keduanya akan bertarung
diantara langit dan bumi (HR Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majid). Bahwa
benarlah bahwa do'a itu penolak bala.
Mas Rama beserta panitia,
Terimakasih atas sepotong roti yang telah diberi
Mimin senang sekali dapat hiburan sekaligus materi
*Let's break the limits*
*Let's say we are breaking the limits *
--
Posted By Mimin to MINESWEET'S
HOME<http://minesweet.blogspot. >atcom/2010/ 05/we-are- breaking- limits.html
5/10/2010 06:38:00 AM
--
http://minehaway.com
http://minesweet.blogspot. com
- 3a.
-
Re: Mohon Doanya untuk Pernikahan Kami [Budi Santoso dan Cussanti]
Posted by: "zhen" zaen_01@yahoo.com zaen_01
Tue May 11, 2010 7:18 am (PDT)
barokallohu laka wa baroka alaika wa jama'a baenakuma fii khoir..
semoga menjadi keluarga sakinag mawaddah wa rohmah...
setelah Bang Raul, mbak sinta dan mas iyan... akhirnya mas budi menyusul
untuk sobat-sobat eska yang belum... semoga disegerakan... amin
- 4a.
-
Re: [Artikel] Ada yang Keliru di "Indonesia Mencari Bakat"
Posted by: "bugar_jira" bugar_jira@yahoo.com bugar_jira
Tue May 11, 2010 7:19 am (PDT)
terima kasih banyak postingannya ini, pak.
bakat memang diperlukan utk menang di kedua ajang TV tsb, walau tentunya harus ada proses pengasahan dan perjuangan keras. tapi menurut geoff colvin, tidaklah perlu menilai terlalu tinggi akan sebuah bakat, sebab para 'non-talent' pun bisa 'unjuk gigi' asalkan MAU bekerja keras melebihi dari waktu dari mereka yg memiliki bakat.
saya jadi ingat akan pebulu tangkis, taufik hidayat yg kemampuan backhand smash-nya belum ada yg menandingi walau seorang lee chong wei-pun. bakat yg dimiliki taufik memang luar biasa tapi secara prestasi chong wei lebih unggul dan stabil. terlihat disini kerasnya latihan dan kemauan utk menjadi terbaik sangat berperan.
jadi menurut saya bila benar2 ingin mencari bakat, ajang lomba tersebut harus diadakan secara spontan. misalkan di pertemuan darat anggota milis SK diadakan lomba memasak yg tanpa diumumkan sebelumnya. kemudian pesertanya dipersyaratkan bukan tukang masak, tetapi minimal pernah memasak walau hanya sekedar masakan yg simple.
pemenang dari lomba tsb adl yg bisa menyajikan 'nasi goreng ala SK' yg punya cita rasa yg paling sedap di antara yg lain. nah, pemenang ini pastilah memiliki 'bakat' memasak yg perlu diasah lebih dalam lg bila ia punya hobi memasak tentunya.
salam sukses selalu,
-jira-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Jonru <jonrusaja@.com ..> wrote:
>
> Ada yang Keliru di "Indonesia Mencari Bakat"
>
> Oleh: Jonru
>
> http://sosbud.kompasiana. com/2010/ 05/05/ada- yang-keliru- di-indonesia- mencari-bakat/
>
> Dalam dua bulan terakhir ini, Trans TV dan Indosiar menyiarkan dua
> acara yang mirip, kalau tidak boleh disebut sama. "Indonesia Mencari
> Bakat" (Trans TV) dan "Indonesia's Got Talent" (Indosiar). Tapi bukan
> kemiripan ini yang hendak kita ulas kali ini :)
>
> Terus terang, saya cukup terusik oleh istilah "bakat" yang mereka
> gunakan. Apalagi sebelum seorang/sekelompok kontestan beraksi di
> panggung, para juri selalu berkata, "Silahkan tunjukkan bakatmu."
>
> Apa sih, bakat itu?
>
> Saya mencoba searching di Google, dan menemukan artikel yang berjudul
> "Cara Menemukan Bakat" di
> http://www.jakartalantern.com/ content/self- development/ 71-cara-menemuka n-bakat.html
>
> Pada artikel ini disebutkan:
>
> "Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada kita
> untuk mengembangkan diri. Bakat itu sendiri berupa pola pikir,
> kepandaian atau kemampuan yang kita miliki sejak lahir."
>
> Dengan kata lain, bakat adalah sebuah POTENSI TERPENDAM yang dimiliki
> oleh seseorang.
>
> Sebagai sebuah POTENSI, dia tak akan ada artinya bila kita tidak
> MENGOLAHNYA. Dalam artikel yang saya link di atas, juga disebutkan:
>
> "Walaupun kita memiliki talenta, jika kita tidak berusaha untuk
> membukanya maka talenta yang diberikan Tuhan akan menjadi sia-sia."
>
> * * *
>
> Nah, kita kembali kepada nama acara "Indonesia Mencari Bakat" dan
> "Indonesia's Got Talent" tadi.
>
> Katakanlah ada seorang peserta yang beraksi di panggung dengan sebuah
> tarian yang sangat memukai, lincah, indah, atraktif, dan membuat semua
> orang terpesona. Lalu semua juri pun memberikan lampu hijau padanya,
> alias dia lolos ke babak berikutnya.
>
> Apakah kesuksesan si penari ini HANYA karena dia punya bakat menari
> yang luar biasa? Apakah ketika dia punya bakat yang besar tersebut,
> dan tidak melakukan apapun untuk mengasahnya, serta merta dia bisa
> tampil sempurna di atas panggung?
>
> Saya yakin jawaban Anda sama: TIDAK MUNGKIN!
>
> Ketika seorang peserta bisa tampil sempurna di atas panggung, maka
> yang kita saksikan bukan sekadar bakat. Yang kita saksikan adalah
> bakat yang telah diolah melalui latihan demi latihan. Dalam proses
> latihan tersebut, si pemilik bakat telah melalui kerja keras yang
> berat, pengorbanan, ujian, kendala, dan seterusnya.
>
> Singkat cerita, atraksi yang kita saksikan di atas panggung, yang
> mungkin hanya berdurasi sekitar dua menit, merupakan hasil dari sebuah
> perjalanan dan perjuangan panjang di masa lalu. Meminjam istilah Tukul
> Arwana, penampilan yang sempurna di atas panggung tersebut merupakan
> hasil dari "kristalisasi keringat" di masa lalu.
>
> * * *
>
> Masalahnya, selama ini kita hanya bisa terpukau melihat atraksi luar
> biasa di atas panggung. Kita lebih sering silau melihat hasil. Kita
> silau melihat orang sukses. Kita merasa kagum bahkan ngefans berat
> terhadap mereka.
>
> Tapi kita lupa bahwa di balik kesuksesan setiap orang, di balik
> atraksi panggung seorang peserta "Indonesia Mencari Bakat" yang sangat
> sempurna, pasti terdapat perjuangan yang sangat panjang, berat,
> berdarah-darah, penuh pengorbanan, di masa lalu.
>
> Dan pemberian nama acara "Indonesia Mencari Bakat" / "Indonesia's Got
> Talent" membuat kondisi ini semakin parah. Nama acara ini, juga konsep
> acaranya yang hanya menampilkan HASIL AKHIR dari perjuangan seorang
> kontestan, bisa makin membuat kita makin percaya bahwa BAKAT SAJA
> SUDAH CUKUP untuk mengantarkan kita menuju sukses.
>
> Maka bagi yang punya bakat, dia merasa puas dengan hal itu, tapi
> kemudian hanya berdiam diri dan menunggu keajaiban.
>
> Sementara bagi yang merasa tak berbakat, dia menyesali diri bahkan
> mungkin menyalahkan Tuhan sambil berkata, "Mengapa Engkau tidak
> memberikan bakat itu kepadaku?"
>
> * * *
>
> "Jadi, kalau nama `Indonesia Mencari Bakat' tidak cocok, harus diganti
> apa dong?"
>
> Mungkin yang paling pas adalah "Indonesia Mencari Keahlian". Tapi
> rasanya kok kurang indah, hehehe
>
> Mungkin nama "Indonesia Mencari Bakat" dan "Indonesia's Got Talent"
> terasa lebih indah dan "menjual". Tapi akibatnya, potensi bias seperti
> yang saya jelaskan di atas, bisa menjadi sangat besar.
>
> Oke deh, semoga kita tidak terpengaruh oleh nama apapun yang digunakan
> oleh para pengelola acara TV. Yang penting kita tetap percaya bahwa
> bakat itu tidak penting. Yang penting adalah kemauan dan kerja keras.
>
> Salam Sukses!
>
> Jonru
>
> NB: Mengenai penting tidaknya bakat dalam meraih sukses, pernah saya bahas di:
>
> http://www.jonru.net/benarkah- anda-tak- punya-bakat- menulis
>
> dan
>
> http://www.jonru.net/menulis- antara-bakat- dan-pilihan- hidup
>
> Silahkan dibaca ya :)
>
> --
> Terima Kasih dan Salam Sukses!
>
> Jonru
> (*) Founder & Moderator Milis Penulis Lepas
> (*) Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
> http://www.SekolahMenulisOnline. com
>
> (*) Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" dan "Cara Dahsyat
> Menjadi Penulis Hebat"
>
> (*) Telp: 0852-1701-4194 / 021-9705-6247
>
> (*) Personal blog:
> http://www.jonru.net
> http://jonru.multiply. com
> .
>
- 5.
-
(Inspirasi) Melanjutkan 'Tugas Sekolah' TREVOR
Posted by: "~ Made Teddy Artiana ~" made.t.artiana@gmail.com
Tue May 11, 2010 7:20 am (PDT)
*Melanjutkan 'Tugas Sekolah' TREVOR*
oleh Made Teddy Artiana, S. Komp
fotografer, penulis dan orang Bali tentunya
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan
http://semarbagongpetrukgareng. blogspot. com/2010/ 05/memutuskan- rantai-eris- goddess-of. html
Ini proyek unik, yang dimulai oleh seorang anak berusia dua belas tahun
bernama Trevor McKinney. Awalnya, hanya sebuah tugas sekolah : bagaimana
membuat hidup menjadi lebih baik lewat langkah nyata. Ide unik milik Trevor
justru membuat tugas sekolah ini jadi gawean besar yang melibatkan dan
memperngaruhi banyak orang.
Ia mendesain sebuah skema berbentuk piramida awalnya dengan tiga kaki
disetiap node mungkin agak mirip dengan MLM, namun piramida yang satu ini
lebih bertumpu pada perbuatan baik dibandingkan hanya sebuah keuntungan.
Trevor memberi nama tugas sekolahnya ini dengan 'Pay it Forward'.
Seperti namanya, gerakan tersebut memiliki aturan sebagai berikut : Siapapun
yang menerima kebaikan harus meneruskan kebaikan itu kepada orang lain, dan
bukan membalas kebaikan itu kepada si pelaku darimana ia mendapatkan
kebaikan.
Maka sang inisiatorpun mulai beraksi, target pertamanya adalah Jerry,
seorang gelandangan. Sepintas lalu, kebaikan yang dilakukan oleh Trevor pada
Jerry seolah bertepuk sebelah tangan, namun disuatu saat, waktu membuat
Jerry akhirnya meneruskan kebaikan itu kepada seorang gadis yang mencoba
ingin membunuh diri disebuah jembatan. Target kedua, adalah gurunya sendiri,
orang yang memberi tugas sekolah Trevor. Demikian seterusnya kebaikan itu
berjalan, sehingga tidak hanya Jerry, Eugune, ibu kandung Trevor dan
neneknya yang merasakan namun juga orang-orang yang tidak dikenal oleh
Trevor. Hingga suatu ketika seorang wartawan bernama Chris Candler mendapat
hadiah mobil dari seseorang, yang ternyata adalah kepanjangan dari piramida
Trevor. Tertarik rasa ingin tahu, Chandler akhirnya mencoba men-tracking
asal muasal kebaikan-kebaikan tersebut, hingga pencariannya menghantarkan ia
kepada 'top of tree' Pay it Forward, yaitu Trevor. Dalam sebuah kesempatan
Chandler mewawancarai Trevor tentang misi Pay It Forward miliknya ini, dari
sanalah diketahui oleh banyak orang yang terkena imbas dari 'tugas sekolah'
Trevor. Dan mereka semua akhirnya berkumpul, dalam sebuah upacara pemakaman
Trevor, yang akhirnya meninggal karena membela seorang temannya.
Film dan novel 'Pay It Forward' ini memang tidak hanya mengharukan karena
menyentuh hati, namun juga sanggup menginspirasi para pemirsanya tentang
arti sebuah kebaikan, betapapun simplenya semua itu terlihat.
Eh jangan-jangan hanya pengaruh segelas susu, sepotong pisang goreng atau
bahkan senyum tulus hidup seseorang bisa sedemikian berubah. Pembantu jadi
presiden. Kuli jadi konglomerat. Anak-anak yang keras kepala jadi berbakti.
Gelandangan jadi dokter. Penjahat keji jadi utusan TUHAN dan lain
sebagai-sebagai-sebagainya.
Jadi keburukan(energi negatif) sebagaimana juga kebaikan(energi positif),
selalu berkelilling mengembara mencari manusia yang bisa dikendarai lalu
kemudian dikuasai pikiran, perkataan dan perbuatannya, dalam usaha untuk
mengokohkan kerajaan mereka masing-masing. Kerajaan kebaikan atau kerajaan
keburukan. Positif atau negatif. Kemulian atau kehinaan. TUHAN atau hantu.
Dalam sebuah janji pasti bahwa siapapun pelakunya, kebaikan atau keburukan
itu pasti akan kembali kepada pemiliknya.
Sepertinya aku harus segera menghentikan tulisan ini disini sementara, untuk
sekedar melakukan check and richeck, dijalur mana saat ini aku berdiri.
Apakah aku perpanjangan tangan Dewi Eris, ataukah aku sedang terlibat proyek
'Pay it Forward' milik Trevor ?
(selesai)
--
from Bali with love,
*Made Teddy Artiana
*http://semarbagongpetrukgareng. blogspot. com
mobile# 081317822720
email# teddyartiana_photograhy@ yahoo.com
MTA di Majalah Human Capital
http://www.portalhr.com/majalah/ edisiterbaru/ bisnis/1id1549. html
MTA di Majalah SWA
http://swa.co.id/2009/08/ made-teddy- artiana/
MTA di Majalah Bahana
http://www.ebahana.com/warta- 2162-Dari- Hobi-Datanglah- Rejeki.html
MTA di Kompas
http://ekonomi.kompasiana. com/2010/ 02/12/testimoni- seorang-mantan- karyawan- bca-resign- dari-tempat- kerjanya
- 6a.
-
Re: [kabinet-eska] Mohon Doanya untuk Pernikahan Kami [Budi Santoso
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue May 11, 2010 8:19 pm (PDT)
Untuk Mas Budi Santoso dan calon istri, barokallahu laka wa baroka
'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoir. Semoga Allah memberkahi kalian
berdua dan mengumpulkan kalian berdua dalam lingkaran kebaikan. Amin,
allahumma amin.
Semoga amal baik dan shodaqoh Mas Budi memperlancar kelancaran acara
hingga Hari-H. Jangan tegang ya waktu akad nikah nanti *ini pengalaman
pribadi* Apalagi di malam pertama,hahaha...*juga pengalaman pribadi
semua pengantin*
Welcome to the club!
Tabik,
Nursalam AR
On 5/7/10, budi santoso <magnifico_99@yahoo.co. > wrote:id
> Assalamu'alaikum warokhmatullohi wabarokatuh
>
> Dengan
> memohon rahmat dan ridho Alloh SWT, perkenankan kami berbagi kabar
> gembira sebagai tanda syukur kami kepada Alloh Ar Rohman, yakni rencana
> kami menggenapkan agama kami dengan pernikahan mengikuti sunnah
> Rasululloh SAW.
>
> Selebihnya silahkan bisa dilihat pada website pernikahan kami:
> http://www.mywedding.com/budicussan ti
>
> Besar harapan kami doa dari sobat sekalian, semoga Alloh melimpahkan
> keberkahan pada pernikahan kami.
>
> Wassalamu'alaikum warokhmatullohi wabarokatuh
>
>
> Hormat kami,
>
>
> Budi dan Cussanti
>
>
--
- Nursalam AR -
Blog: www.kintaka.wordpress. com
Facebook: www.facebook.com/nursalam. ar
"The difference between the right word and the almost right word is
the difference between lightning and the lightning bug."
(Mark Twain)
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar