Messages In This Digest (2 Messages)
- 1a.
- Re: [Catcil] Seminar Motivasi Breaking The Limits From: Ramaditya Skywalker
- 2.
- (catcil) Mind-Therapy : Apakah anda pernah Bingung dan bimbang dalam From: rahmad nurdin
Messages
- 1a.
-
Re: [Catcil] Seminar Motivasi Breaking The Limits
Posted by: "Ramaditya Skywalker" ramavgm@gmail.com
Thu May 13, 2010 4:41 am (PDT)
Alhamdulillah, terima kasih atas reviewnya, Minin! Jadi, nggak
menyesal kan nggak ikut pergi ke Bandung?
Insya Allah seminar serupa akan kembali digelar tahun ini.
Bagi teman-teman yang menginginkan video seminar ini, silahkan hubungi saya.
On 5/11/10, Mimin <minehaway@gmail.com > wrote:
> Sebuah SMS dari sahabat masuk hari Minggu pagi pukul 05:52:15. SMS itu
> mampu menghilangkan kantuk di pagi hari.
>
> Aslm. Pg ini jam 7-8.30 di mesj Pd. Ind. diisi oleh Syekh Ali (org Madinah,
> bs bhs. Ind, yg suka isi TPI dg Ust. Yusuf Mansyur) teman manisnya
> beribadah. Insya bagus.
>
> Aku bergegas menyetrika, mandi lalu berdandan rapi. Setelah siap pergi, ada
> ganjalan yang membuatku urung pergi.
> "Bantuin angkat televisi dulu," mau nggak mau aku bantu temen sekamar angkat
> televisi, meja dan kardus yang akan dikirim ke Bandung. Sementara pikiranku
> melayang ke MRPI (Masjid Raya Pondok Indah).
> "Berangkat bareng aku aja, nanti kan lewat menara 165."
> Jam delapan lewat, tak kunjung berangkat, aku terancam telat. Sampai di
> Menara 165 pukul 08:49. Seminar dimulai pukul sembilan. Alhamdulillah tidak
> terlambat.
> "Lho nggak ikutan ke Bandung. Mending jalan-jalan ke Bandung. Enak," Huh!
> ajakan teman menggoyahkan keputusan.
>
> Hari Sabtu sudah kubulatkan tekad untuk mengikuti seminar motivasi *Breaking
> The Limits*. Kebetulan aku sedang berada di bank PIM 1, sekalian transfer ke
> rekening Mas Rama <http://ramaditya.com/ >. Sabtu sore temanku mengajak
> jalan-jalan ke Bandung. Waduh, dua pilihan yang sulit. Sempat goyah ingin
> membatalkan rencana ikut seminar. Oh tidak, aku sudah berhasil menembus
> batas eksternal yakni harta, karena biaya seminar ini diluar anggaran
> bulanan. Karena batasan eksternal sudah ditakhlukkan, mustinya batasan
> internal harus bisa ditembus. Mungkin karena energi yang ditimbulkan oleh
> kekuatan do'a Mas Rama, atau karena pertolongan Allah yang menuntun langkah
> kakiku sampai ke Menara 165. Aku pikir ke Bandung bisa lain kali, tapi
> seminar ini tidak. Ke Bandung dapat capek, senang, kenyang dan bahagia.
> Sedangkan dari seminar, apa yang kudapat lebih lengkap. Selain capek,
> senang, kenyang, bahagia juga dapat ilmu dan pengalaman menarik.
>
> Pertama kali masuk Menara 165, beradaptasi, cari-cari penunjuk arah Granada
> Room. Tapi tidak terlihat olehku. Telepon Mbak Leci dan Mas Rama tidak
> nyambung. Aku tahu mereka sibuk mempersiapkan diri. Jadi tak selayaknya aku
> ganggu mereka. Sampai akhirnya, kuikuti aliran manusia menuju lantai dua.
> Ah ya, benar saja. Terlihat antrian registrasi seminar di lantai dua. Aku
> antri lama sekali. Pesertanya banyak juga. Kata Mas Rama ada 1972 setengah
> (kurang lebih), entah siapa yang setengah. Peserta sebenarnya sekitar empat
> ratus orang. Yang terdiri dari berbagai *range* usia. Mulai anak-anak,
> remaja dan dewasa.
>
> Ternyata namaku belum terdaftar. Memang aku mendaftar via SMS pada hari
> Jum'at. Akhirnya panitia membuat *nametag* baru untukku. Lalu masuk di
> Granada Room. Disambut MC yang ganteng sekali, Mas Rio namanya. Disambut
> kerlip bintang disana sini. Dekorasi ruangan dipenuhi bintang-bintangan di
> samping kanan kiri,atap dan depan. *Full music*. Hmm..ini seminar atau
> pertunjukan musik a.k.a konser? atau acara nobar. Dimeriahkan oleh
> Diferensia Band (band tunanetra) dan diberi kesempatan nonton rekaman
> perjalanan hidup. Setelah pemutaran video, Mas Rama masuk dengan kostum
> *star
> wars* lengkap dengan *light saber*, didampingi oleh manajernya. Tepuk
> tangan meriah menyambutnya.
>
> *I. INTELEKTUAL SESSION *
> Kemampuan intelektual sama dengan pola pikir sesuai logika. Kita harus
> mengetahui *limits*. Dengan mengenal keterbatasan, kita bisa menembusnya.
> Batasan dibagi dua yakni batasan eksternal seperti harta, benda, lingkungan
> dan batasan internal seperti nggak percaya diri, males atau minder. Kalau
> tidak bisa mengatasi batasan internal, niscaya baasan eksternal tidak bisa
> ditembus. Jadi batasan internal justru lebih berbahaya dibanding batasan
> eksternal.
> Mas Rama bercerita tentang masa lalunya. Bahwa seminar ini ada karena Allah
> turunkan visi misi yakni satu rasa OPTIMIS. Berawal dari mimpi diwujudkan
> dengan visi misi, sehingga bisa berbagi sepotong roti di seminar ini. Semua
> orang diciptakan sempurna, baik berkebutuhan khusus atau tidak, tergantung
> pada kita MAU atau TIDAK. Karena menembus keterbatasan ada pada diri kita,
> jiwa pahlawan/pejuang ada dalam diri kita. Saat diputar video *My Hero,
> *sebuah
> video olimpiade bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang tidak
> bertangan dan berkaki bisa lari, renang, lompat tinggi.
>
> Untuk menghilangkan rasa jenuh, diputar video game Chrono
> Cross<http://video.google.com/ >.videoplay? docid=-577931292 7351259774& hl=en#
> Surprise saat Mas Rama memainkan serulingnya mengikuti alunan musik Chrono
> Cross. Satu lagi surprise dari Mas Rama, saat Diferensia Band memainkan
> musik '*Morning
> Sunrise*<http://ramaditya.multiply. >'com/journal/ item/136/ Album_Musik_ Terbaru_Ramadity a_The_Musical_ Adventure_ of_Lima_Bidadari
> secara* live*. Maksud hati ingin request *evening
> sunset<http://ramaditya.multiply. >com/journal/ item/136/ Album_Musik_ Terbaru_Ramadity a_The_Musical_ Adventure_ of_Lima_Bidadari
> *, tapi waktu jualah yang membatasi.
> Ada satu kejadian menggelitik, saat Mas Rama mengundang personil Diferensia
> Band, Mas Barus dan Jaka Ahmad. Sebenarnya Mas Barus sudah memegang mic,
> tapi dikasih mic lagi oleh Mas Rama.
> "Udah tahu gue buta, nggak bilang kalau sudah pegang mic." Lagian kan Mas
> Barus kan juga nggak lihat kalau Mas Rama memberikan mic hihi...
>
> *II. EMOSIONAL SESSION *
> Hanya ada dua pilihan. Terus atau tidak, diam atau bergerak. *If you try
> maybe you failed, but if you never try you absolutely failed*. Jika kamu
> mencoba mungkin kamu gagal, tapi jika tidak pernah mencoba kamu sudah pasti
> gagal.
> Emosi sama dengan nafsu. Bahasa latinnya *movere *artinya
> menggerakkan/bergerak, ditambah akhiran 're' untuk memberi arti bergerak
> menjauh.
> Kualitas nafsu dibagi tiga yakni :
>
> 1. *Lawamah* : nafsu yang banyak mengeluh, menyalahkan dan mencela diri
> sendiri. Levelnya apatis, sedih, takut
> 2. *Amarah * : nafsu rakus (*lust*), marah (*anger*), sombong (*pride*)
> 3. *Mutmainnah* : Semangat (*courage*), menerima (*acceptance*), damai (*
> peace*)
>
> Kalau kita bisa mengelola delapan level, maka kita akan sampai level
> sembilan yakni damai. Jadi teringat satu tulisan dalam lukisan tujuh belas
> Agustusan yang dipajang di ruang *meeting *kantor tempat kerjaku.
>
> Kadang perdamaian itu berawal dari cinta yang sederhana.
>
> Nafsu, emosi yang berputar-putar dalam kehidupan kita. Jika kita tidak bisa
> mengendalikan nafsu lawamah dan amarah, cita-cita akan gagal. Jika fokus
> pada level apatis, sedih, takut, rakus, marah dan sombong, *breaking the
> limits* tidak akan sempurna. Ubah emosi negatif menjadi positif. Sistem
> syaraf seperti sinyal kabel telepon yang menyampaikan pesan otak. Jika otak
> memberi pesan sedih makan kita akan sedih. Untuk memberikan pesan positif,
> seyogyanya kita pakai kualitas *nafsu mutmainnah.*
>
> *III. SPIRITUAL SESSION *
> Dengan mengoptimalkan intelektual dan emosional pasti sukses. Tapi nilai
> jika nilai spiritual terlupakan, sukses tidak bertahan lama. Karena visi
> misinya betul tapi salah dalam pencapaiannya. Sesi ini dibatasi pada satu
> poin spiritual yakni do'a. Bahan pembuat do'a yaitu gelombang energi
> pikiran & perasaan (keduanya merupakan kata benda). Do'a itu senjata orang
> mukmin. Sesungguhnya do'a dan bala akan bertemu dan keduanya akan bertarung
> diantara langit dan bumi (HR Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majid). Bahwa
> benarlah bahwa do'a itu penolak bala.
>
> Mas Rama beserta panitia,
> Terimakasih atas sepotong roti yang telah diberi
> Mimin senang sekali dapat hiburan sekaligus materi
> *Let's break the limits*
> *Let's say we are breaking the limits *
>
>
> --
> Posted By Mimin to MINESWEET'S
> HOME<http://minesweet.blogspot. >atcom/2010/ 05/we-are- breaking- limits.html
> 5/10/2010 06:38:00 AM
>
>
>
> --
> http://minehaway.com
> http://minesweet.blogspot. com
>
--
"Ramaditya Skywalker: The Indonesian Blind Blogger"
- Eko Ramaditya Adikara
http://www.ramaditya.com
- 2.
-
(catcil) Mind-Therapy : Apakah anda pernah Bingung dan bimbang dalam
Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com rahmadsyah_tcc
Thu May 13, 2010 4:53 pm (PDT)
Assalamu'alaikum wr.wb
Shahabat yang baik, yang hari-harinya terus diisi dengan penuh kebahagiaan,
melalui kerja nyatanya. Mudahan-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan
sekarang selalu terselimuti kepada kita. Bagi shahabat yang belum, segera
Allah bahagiakan, mungkin karena saat ini sedang Bimbang dan bingung
memilih, mungkin.
Bulan lalu seorang shahabat dari Malang, mengirimkan pesan keinbox FB saya.
Dia ceritakan apa yang dia alami dan ingin segera keluar dari masalahnya.
Inti persoalannya "*Bingung dan Bimbang dalam memilih dan mengambil
keputusan*".
*Assalamu'alaikum wr.wb*
*Ana saat ini fresh graduated dari FE Sebuah kampus di kota Malang, saat
ini terkadang ana bimbang, kadang2 suka berubah-ubah- akan masa depan yang
sudah ana tentukan sendiri, apa yang akan ana kerjakan pasca kampus. *
* *
*Sejak 2009 awal dulu ana sudah merencanakan diri untuk menjadi seorang
akademisi, menjadi dosen yang aktif menulis dan mengembangkan mahasiswa, nah
dengan tujuan ana seperti ini ana sudah jauh jauh hari berencana langsung s2
setelah s1 ini akh. *
* *
*Saat ini kondisi ana adalah orangtua ana tidak sanggup untuk membiayai
kuliah ana s2, dan ana harus mencari sendiri, untuk saat ini alhamdulillah
ditawari s2 dari MM FE tempat kampus ana kuliah S1, namun hanya SPP nya yang
gratis, biaya masuk sekitar 7 juta biaya sendiri, *
* *
*Ana sekarang malah berpikir untuk kerja dulu agar mandiri dan baru beberapa
tahun kemudian ana baru melanjutkan s2 (tidak sesuai rencana), *
* *
*Akhi, bagaimana saran antum ? Atau ana mencari kerja di kota malang
sehingga ana bisa disambi kuliah ?*
* *
Shahabat yang baik.
Mungkin kita juga pernah mengalami seperti yang dihadapi oleh teman saya.
Atau bisa juga dalam konteks lain yang membuat kita bingung dan bimbang
dalam memilih untuk mengambil keputusan. Mudah-mudahan tips berikut ini bisa
menyelesaikan dan mencapai tujuan yang kita inginkan dari masalah kita.
Alhamdullillah cara ini cocok dan berhasil untuk saya. Namun, bagi shahabat
belum tentu. Akan tetapi saya yakin mungkin bisa bila dipraktekkan
1. Bismillah doa dan niat, minta petunjuk dari Allah agar yang kita
lakukan sekarang berhasil (terselesaikan masalah kita).
1. Fahami dan sadari bahwa bingung itu dikarenakan *kurang nya kejelasan*.
Muatan emosi antara kedua pilihan yang mau kita putuskan masih sama. Oleh
karena itu,
1. Lakukan analisa untung dan rugi terhadap hal yang kita bimbang
memilihnya. Contoh: Apa keuntungan jika kita kerja, dan apapula ruginya? Apa
keuntungan jika kita lanjut kuliah dan apapula ruginya?
1. Renungilah saat menuliskan untung dan rugi, sehingga kita menemukan
EMOSI yang sangat kuat antara keduanya.
1. Carilah pendukung, referensi atau informasi lain. Untuk menperjelas
kedua hal yang kita bimbangkan dalam memilihnya.
1. Ambillah keputusan, setelah kita benar-benar memahami dan mengetahui
keJELASannya. Sehingga, bila kita ditanyakan apa alasan atau mengapa kita
memutuskan pilihan tersebut, kita dapat menjawab dengan penuh sadar "Karena,
Keuntungan yang kita peroleh, kerugian (resiko) dan efek kedepannya secara
perencanaan manusia (tanpa mendahului Takdir Allah).
1. Setelah memutuskan, tinggalkan menimbang tapi lakukan. Bertindak
terhadap keputusan yang kita ambil.
1. Tambatkan EMOSI kepada keputusan yang telah kita pilih dengan
keYAKINan, "Tugasku sebagai manusia adalah menjalani PROSES, sementara Hasil
merupakan wewenang Allah".
Shahabatku yang baik.
Sebagaimana sama-sama kita yakini, setiap pilihan apapun akan selalu ada
resiko. Tetapi yang membedakan nya adalah cara kita dalam menyikapi resiko
tersebut. Atau malah kita lebih nyaman untuk mengartikannya *resiko sebagai
Feedback dari Allah.* Mudah-mudahan sharing pengalaman ini bisa juga cocok
buat shahabat semua setelah mem*PRAKTEK*annya...
Jakarta 14 mei 2010
--
RAHMADSYAH
Practitioner NLP I 081511448147 I Motivator & Mind-Therapist
www.facebook.com/rahmadsyahI YM ; rahmad_aceh
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar