Senin, 14 Juni 2010

[daarut-tauhiid] Yaa Allah Berkahilah Kami di Bulan Rajab

http://www.dakwatuna.com

Yaa Allah Berkahilah Kami di Bulan Rajab

Oleh: Ulis Tofa, Lc

dakwatuna.com – Hari ini, Jum'at 4 Juli 2008, tepat tanggal 1 Rajab
1429 H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang
dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan
Rajab). Allah swt berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan,
dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di
antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka
janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan
perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi
kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang
yang bertakwa." At Taubah: 36

Fenomena pergantian bulan di mata muslim adalah salah satu sarana
untuk mengingat kekuasaan Allah swt dan dalam rangka untuk mengambil
ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.

Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan
untuk berdo'a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam
harinya. Do'a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ
وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ
وَخَيْرٍ

"Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan
hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada
kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb
ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan." (HR.
Turmudzi)

Shaum di Bulan Rajab

Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya
hukumnya sunnah.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah aw. Bersabda:

"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya)." Abu Dawud, Ibnu Majah, dan
Imam Ahmad.

Rasulullah saw. juga bersabda:

"Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak
pernah bosan hingga kalian bosan".

Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada
hadits, baik sahih, hasan, maupun dha'if yang menerangkan keutamaan
puasa di bulan Rajab.

Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang
mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa.

Ditulis oleh Imam Asy Syaukani dalam Kitabnya, Nailul Authar,
menerangkan bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur As
Sam'ani yang mengatakan bahwa tidak ada hadis yang kuat yang
menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus.

Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana
Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh,
karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat Imam Asy Syaukani, bila semua hadits
yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan
puasa di dalamnya kurang kuat untuk dijadikan landasan, maka
hadits-hadits yang umum, seperti yang disebut di atas, itu cukup
menjadi hujah atau landasan.

Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan
puasa di bulan Rajab.

Do'a Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci
Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut
Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan
Rajab dan bulan Sya'ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

Do'a keberkahan di bulan Rajab. Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw.
mengucapkan, "Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya'baana, Wa
Ballighna Ramadhaana. "Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam
bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami kepada bulan
Ramadhan."

Hadits di atas disebutkan dalam banyak keterangan, seperti dikeluarkan
oleh Abdullah bin Ahmad di dalam kitab Zawaa'id al-Musnad (2346).
Al-Bazzar di dalam Musnadnya -sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyf
al-Astaar- (616). Ibnu As-Sunny di dalam 'Amal al-Yawm Wa al-Lailah
(658). Ath-Thabarany di dalam (al-Mu'jam) al-Awsath (3939). Kitab
ad-Du'a' (911). Abu Nu'aim di dalam al-Hilyah (VI:269). Al-Baihaqy di
dalam Syu'ab (al-Iman) (3534). Kitab Fadhaa'il al-Awqaat (14).
Al-Khathib al-Baghdady di dalam al-Muwadhdhih (II:473).

Memperbanyak amal shaleh, seperti shaum sunnah, terutama di bulan
Sya'ban. Diriwayat oleh Imam al-Nasa'i dan Abu Dawud, disahihkan oleh
Ibnu Huzaimah. Usamah berkata pada Nabi saw.

"Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah)
sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab:
'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan
oleh kebanyakan orang. Di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat
ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku
dalam keadaan puasa." Allahu a'lam

http://www.dakwatuna.com/2008/yaa-allah-berkahi-kami-di-bulan-rajab/


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: