Minggu, 13 Maret 2011

[daarut-tauhiid] ♍ǎu Infaq

 

Assalamualaikum wr wb

Kepada rekan-rekan semua, mohon masukannya. Saya ingin sekali bisa infaq rutin setiap saya mendapatkan penghasilan, †ά̲þï mengapa terlalu banyak pertimbangan dibenak saya ♈άήğ akhirnya saya tidak jadi infaq.
Saya ingin infaq ke pengemis, †ά̲þï saya sering mendengar berita kalau pengemis2 dijakarta αϑα bos nya. Kalau sy memberikan uang ke mereka berarti sy memperkaya bos nya, dan infaq saya jadi sia-sia.
Saya ingin infaq ke anak yatim tetangga rumah, †ά̲þï keluarga besar anak tersebut tergolong anak ♈άήğ mampu. Saya rasa dy tidak akan kekurangan satu apa pun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saya ingin infaq ke tetangga ♈άήğ miskin, †ά̲þï dy masih punya suami dan punya banyak anak laki2 yg sudah besar2. Kalau sy infaq ke dy berarti saya menyetujui sifat malas suami dan anak2 laki2 nya ♈άήğ tidak bekerja.
Kalau ke ibu saya ♈άήğ janda, φϋ mah bukan infaq kan? †ά̲þï memang kewajiban, saya tidak pernah lupa untuk selalu memberikan ke ibu walau diluar pengetahuan suami karna saya pikir uang ♈άήğ saya berikan ke ibu adalah uang hasil kerja saya sendiri.
Gimana baiknya ♈α᪪??

Terima kasih,
Neneng

Powered by Telkomsel BlackBerry®

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: