Jumat, 11 Maret 2011

[daarut-tauhiid] Pendidikan Kita

KELIRUNYA PENDIDIKAN KITA
Oleh : H. Zulkifli Imam Said

Jumat, 11 Maret 2011 02:49

Banyak kita temui orang dewasa meng gurui anak-anak de ngan mengatakan "am bil ibunya", "ambil ayah nya" atau "ambil makanannya". Ketika mendapatkan per la kuan seperti itu anak-anak akan marah dan kesal. Kekesalan dan kejengkelan anak tersebut dibalas oleh orang dewasa itu dengan tertawa terpingkal-pingkal.

Padahal, ini merupakan perbuatan yang sangat salah dan fatal. Bagi kita orang dewasa hal tersebut sekadar olok-olok tetapi bagi si anak yang diolok-olok merupakan satu hal yang sangat menyakitkan sekali. Kebiasaan ini hendaknya ditiadakan.

Alangkah baiknya bila si kecil kita sapa dengan lemah-lembut sambil mengucapkan kata-kata yang membuat dia bahagia bukan malah membuat dia kesal dan sakit hati.

Terlihat juga ada ibu-ibu muda yang 'menipu' anak-anaknya. Kata kanlah si ibu akan bepergian keluar rumah dikarenakan satu keperluan yang teramat penting padahal kondisi ibunya tidak memungkinkan mem bawa anaknya. Ibu ini berputar-putar muka-belakang dan ketika si anak lengah, si ibu tancap gas dan pergi.

Perbuatan ibu ini menghancurkan masa depan anak, karena secara tidak langsung si ibu telah mengajarkan kepada si anak perilaku bohong atau tidak jujur. Alangkah baiknya jika ibu berdialog dengan anak sambil mengatakan, "Ibu tidak dapat memba wa kamu, sayang. Kamu tinggal saja di rumah ya, Nak. Kepergian ibu cuma sebentar dan sangat penting, lagi pula tak boleh bawa anak."

Kalaupun ketika itu si anak menangis, hal itu lebih baik daripada anak ditipu dan alangkah baiknya jika memungkinkan untuk dibawa, ya dibawa tidak ditunggu merengek dulu baru dibawa.

Pada anak usia 12-13 tahun, usia kelas enam SD atau memasuki fase pra-SMP, ibu dan anak hendaklah sudah terbiasa berdialog. Memben tangkan hal-hal yang baik, menun jukkan resiko dari setiap tindakan yang keliru dan salah yang dilakukan. Anak tidak dapat dipaksa. Hasil sebuah paksaan kebanyakan rusak. Juga tidak boleh berbuat sesuka hatinya. Bila di usia ini anak lepas kontrol, anak juga bisa fatal. Kei nginannya untuk bersenang-senang sangat kuat sementara untuk hal yang bermanfaat sangat berat sekali. Di sini perlu sekali pengarahan dan kontrol yang sangat rapi.

Di saat anak berusia 17-20 tahun, selain berbagai godaan, anak remaja juga menghadapi godaan yang sangat berbahaya yaitu lawan jenis. Al-Qur'an memerintahkan manusia menundukkan pandangannya terha dap lawan jenis. Sayangnya di negeri kita ini menundukkan pandangan sulit didapatkan. Di mana-mana dibuka pergaulan bebas, di sekolah, di kantor dan di mana saja. Aki batnya prestasi pendidikan kita menurun. Kemauan belajar dan cinta ilmu sangat sedikit sekali, sedangkan penyakit AIDS dan pergaulan bebas semakin merajalela.

Marilah kita bersama-sama merenungkan dan memikirkan agar pendidikan kita mengacu ke arah yang lebih baik. Semoga Allah  hindarkan kita dari kemurkaanNya.

Sumber :
 http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2391:kelirunya-pendidikan-kita&catid=12:refleksi&Itemid=82

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: