Minggu, 06 Maret 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3337

Messages In This Digest (8 Messages)

Messages

1.

Song Lirics : "When You Believe !!!"

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Sat Mar 5, 2011 10:55 am (PST)



*When You Believe*

Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
Yet now i'm standing here
My heart's so full, i can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought i'd say

They don't always happen when you ask
And it's easy to give in to your fears
But when you're blinded by your faith
Can't see your way through the rain
Honesty will reveal all
When hope is very near.

*
*jangan menyerah kawan,
peperangan ini pasti akan kita selesaikan,
tentu dengan kemenangan.*

--
*What a wonderfull world ! What an exciting journey !!
*
*
Made Teddy Artiana, S. Kom
*
fotografer, penulis & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com
2.

Art-Living Sos 2011 (A-3  GUNJANG-GUNJING

Posted by: "Ietje Guntur" ietje_gun76@yahoo.com   ietje_gun76

Sat Mar 5, 2011 10:56 am (PST)





Dear Allz..

Helllow yellowwww…apakabar ?? Kangen, yaaa…lama juga saya nggak
berkicau-kicau…Tapi percaya deh…saya tetap ingat dan kangen kepada teman-teman
dan sahabat semua.

Biasanya kalau kita sudah lama tidak bersua, tidak bersapa…mesti ada berita baru
atau berita lama yang dipoles untuk dibicarakan. Ujung-ujungnya…hmmm…jadi deh…

Nah, agar pertemuan kita kali ini lebih sedap dan lebih akrab, kita ngobrolin
soal pergunjingan saja, ya…hahahaha…sssttt….Bukannya mau menyaingi berita-berita
di TV dan Koran. Tapi ini kan sekedar bahan diskusi…

Selamat menikmati, ya…semoga berkenan…

Salam hangat,

Ietje S. Guntur


Art-Living Sos 2011 (A-3
Tuesday, March 01, 2011
Start : 3/1/2011 2:53:59 PM
Finish : 3/1/2011 3:49:29 PM


GUNJANG…GUNJING….
“ Setiap orang mengatakan tidak suka bergosip, tapi pada saat lain
mereka menikmati untuk melakukannya” ( kata bijak)


Pagi-pagi. Saya iseng menyalakan televisi. Sambil memainkan ‘remote control’… (
mumpung yang empunya sedang mandi…hihiii…), saya memilih beberapa saluran. Ada
berita pagi. Ada acara music. Ada film kartun. Ada sinetron…( astagaaa…pagi-pagi
sudah sarapan sinetron ?...). Dan pluukkkk … remote control saya terhenti di
acara sejenis infotaintment. Tidak sadar, tangan saya berhenti. Dan mata terpaku
memandang penyaji acara yang cantik manis, dengan luwes membawakan acaranya.

Satu menit, saya terpesona. Dua menit…saya mengikuti pembicaraannya… Tiga
menit…empat menit…hampir saja saya terbuai dengan kalimat-kalimatnya, yang
tersusun indah diiringi dengan senyuman yang manis. Dan..sssttt…berita yang
disampaikannya memang menarik. Mengasyikkan. Itu lhoooo…tentang skandal seorang
selebriti…halaaah…Seru juga nih !

Saya menajamkan kuping. Memasang mata lebar-lebar. Sambil di dalam hati berkata
,” Waaah…ada bahan cerita nih nanti di kantor..!”…Tapi di dalam hati, saya agak
bimbang. Penting nggak sih berita si seleb itu buat saya ? Kira-kira manfaat apa
yang bisa saya peroleh dari berita itu. Coba simak lagi. Sedikiiiiiit saja. Saya
menatap satu menit lagi, sebelum akhirnya memindahkan saluran ke program
lainnya. Mendingan nonton film kartun…hehe…
♥

Di kantor. Saya membuka sebuah suratkabar yang setengah kuning. Beritanya ada
yang normal dan obyektif, tapi ada juga yang agak miring-miring sedikit. Dengan
bahasa yang bombastis, akhirnya pembaca akan terpesona, dan mengikuti berita itu
sampai tamat. Kadang di ujungnya, pembaca akan mengomel ,” Halaaaahhh…berita
kayak begini kok dimuat sich?” Lhaaa…sudah tahu Koran setengah kuning, ya jelas
dong ada berita miring-miringnya…hihiiii…

Saya berusaha untuk tidak berkomentar. Tapi mulut rasanya agak gatal. Setelah
membolak-balik beberapa kali, tak sadar akhirnya saya pun terjerumus memberikan
komentar. Seakan seorang ahli ekonomi yang memahami tentang ekonomi makro dan
ekonomi kerakyatan…

Jadilah…pagi itu dipenuhi dengan diskusi tentang ekonomi…waaww…keren. Yang
buntut-buntutnya dibumbui dengan komentar sok tahu tentang tokoh-tokoh,
pejabat-pejabat, temannya pejabat, kroninya pejabat, kementerian terkait dan
lembaga-lembaga yang mendukung…Seakan-akan kita sangat mengenal mereka. Tidak
lupa, berikut sederet daftar dosa dan skandal-skandalnya…Bujubuneeennggg…!!!
Lengkap juga nih informasi dan hiburan mengenai ekonomi kerakyatan ini…hahaha…
♥

Melihat televisi dan membaca Koran, belakangan ini memang membuat kita jadi
serba salah. Di satu sisi, kita butuh informasi. Tapi di sisi lain, begitu
banyak informasi yang sudah dibumbui dengan kecap-kecap dan penyedap rasa yang
akhirnya menjurus pada penggiringan opini untuk mengumpulkan pendapat.

Bila kita tidak melek-melek mata, melek-melek pikiran, melek-melek
hati…barangkali kita akan begitu saja mudah terhanyut dengan berbagai informasi
yang menjadi berita sehari-hari. Urusan membumbui, membuat sedap berita biasa
menjadi berita luar biasa memang keahlian para ahli komunikasi massa. Dan
sebagai koki komunikasi, mereka tahu banget kebutuhan kita…yaitu bergunjing…hiks
hiks hiks…

Yeaaaah…begitulah…

Hidup kita sehari-hari memang tidak lepas dari saling berkomunikasi. Saling
bertukar informasi. Ketika kita tidak ingin menonjolkan diri sendiri, karena
kuatir dianggap menyombongkan diri, kadang-kadang kita membutuhkan orang ketiga
untuk dibicarakan.

Tidak apa-apa sih kalau kita membicarakan orang lain. Misalnya membicarakan
seorang tokoh atau seorang yang cukup kita kenal karena prestasinya. Itu malah
baik sekali untuk meningkatkan motivasi kita, karena kita tentu ingin menjadikan
beliau itu sebagai model atau panutan. Namun, kadang-kadang…entah bisikan dari
bagian mana di dalam hati kita, tiba-tiba saja kita bisa menyerempet sambil
mengatakan sesuatu yang tidak jelas kaitannya dengan prestasi atau reputasi
orang tersebut.

Kalimat-kalimat seperti ini acapkali menjadi biang kerok pergunjingan yang
sedap.
“ Si Bapak itu sih memang hebat sebagai manajer. Dia bisa mengarahkan bawahannya
sehingga perusahaannya menjadi lebih maju. Tapi…ssttt…udah tahu belum, dia punya
pacar gelap !”…Hmmh…lalu…bla…bla…bla…bagai gayung bersambut, berita itu akan
lebih cepat menyebar dibandingkan dengan prestasi si Bapak tadi.

Atau yang ini . “ Aaachhh…jelas saja dia bisa terkenal. Padahal main filmnya
biasa-biasa saja. Dia kan suka pakai pelet !”

Ini juga . “ Jangan ikutan-ikutan mereka. Nggak bisa dibilangin. Lihat aja,
kalau lagi punya uang, mereka beli barang-barang yang nggak perlu. Kayak orang
yang kelebihan uang saja. Jangan-jangan tuh duit dapat nilep dari mana. Coba deh
pikir, apa mungkin mereka mampu seperti itu ?”

Yang ini juga. “ Jangan suka bergosip. Itu nggak baik. Kayak si Panu tuh,
kerjanya bergunjing melulu. Dia kalau ke Bos bukannya kerja, malahan ngomongin
orang lain. Ngomongin saingannya. Makanya dia cepat naik pangkat. Bisa mengikuti
maunya si Bos. Mendingan kayak kita deh. Kerja kita kan benar. Nggak pernah
gosip-gosip murahan yang gak penting !! “ Gubraaaaak… haaahh…!!!
♥

Bergosip . Bergunjing . Memang bagian dari komunikasi dan interaksi antar
manusia. Kadang, sepandai-pandai kita menahan diri, ada saja situasi yang
membuat kita gatal lidah untuk membicarakan orang lain. Tentunya dari sisi
negatif , yang belum tentu kebenarannya.

Seandainya pun informasi mengenai orang yang kita bicarakan itu benar, tapi
kalau tidak relevan atau terkait dengan pekerjaan atau hidup kita, untuk apa
kita membicarakannya ?

Kadang-kadang bergosip atau bergunjing menjadi semacam bumbu pergaulan. Dari
sekedar pertanyaan basa-basi, kita bisa terjerumus ke dalam gossip dan gunjingan
yang lezat cita rasanya. Konon kata sebagian orang, wanita itu sangat suka
bergunjing. Pertemuan para ibu, arisan atau pun sekedar gaul-gaul di lingkungan
sosial sering dituding menjadi ajang berkembang-biaknya acara pergunjingan
massal. Padahal kan belum tentu juga, ya kalau ibu-ibu doyan gossip atau
pergunjingan. Tapiiiii…coba kita simak .

Dari sekedar basa-basi, saling bertegur sapa seperti ini ,” Apa kabar, bu ?”
“Oh…kabar baik”.

“ Sudah lama tidak kelihatan, bu ?”
“ Ohh…iya nih, baru pulang dari luar negeri!”
“ Waaahhh…enak dong, bu…Seperti ibu-ibu pejabat saja. Ibu Anu tuh..”
“ Aaah…ya, ndak sampai segitulah. Kalau ibu Anu kan bisa ikut fasilitas suami.
Kan suaminya eselon berapa itu. Kalau saya sih ikut program menabung untuk
jalan-jalan.”
“ Iya, ya Bu…memang enak seperti ibu Anu itu. Bisa sering-sering ke luar negeri,
nebeng suami.!”

Lalu cerita tentang Ibu Anu , yang bisa jalan-jalan keluar negeri setiap waktu
akan menjadi topik gunjing-gunjing yang kemudian berkembang menjadi
gunjang-ganjing.
♥

Kembali ke urusan gunjang gunjing…Saya jadi termenung…

Komunikasi adalah bagian dari kehidupan kita. Berinteraksi, berbagi informasi
adalah kebutuhan kita. Tetapi sama dengan semua aspek di dalam kehidupan ini,
kita punya hak untuk memilih, menyaring, dan menggunakan informasi yang penting
bagi kemaslahatan hidup ini.

Gosip atau gunjingan, kadang memang tidak terhindarkan dari tata pergaulan kita.
Tidak berarti pula, kalau kita tidak bergaul, atau membatasi pergaulan , maka
kita akan terbebas dari gunjang gunjing dunia persilatan…hehe… Jangan-jangan,
justru kita yang menjadi bahan empuk dan lezat untuk dijadikan santapan gossip.

Apa pun…kembali kepada diri kita sendiri. Mau nonton info-taintment atau
aib-taintment ? Tinggal pencet remote control pesawat televisi kita. Tapi mau
memanfaatkan televisi, radio, Koran dan berbagai media massa lain untuk menambah
wawasan dan mengisi ruang di dalam pikiran kita, silakan lakukan seleksi dan
filterisasi…

Eeeeeh…ngomong-ngomong…setelah selesai membahas mengenai gunjang-gunjing ini,
enaknya kita ngapain yaaa…??? Hehe…ssstttt…Jangan bilang siapa-siapa…Kita mojok
aja, yuuukkkss….

Jakarta, 1 Maret 2011
Salam hangat (semoga) bebas gunjing…

Ietje S. Guntur

Special note:
Terima kasih untuk sahabat-sahabat gunjang-gunjingku…hehe…Tanpa kalian , hidup
ini terasa sepi…Kenyot, Kuri, Tik2, Kilil…Nonce, Kun, Adith, Monik…thanks atas
inspirasinya, ya…

3.

Bercampur Tapi Berbeda

Posted by: "Aan Sopiyan" ansopiyan_rzi@yahoo.co.id   ansopiyan_rzi

Sat Mar 5, 2011 10:57 am (PST)



IMZ AWARD 2010, RUMAH ZAKAT RAIH GELAR THE BEST FUND RAISING GROWTH 2010
SEKOLAH JUARA, BEST EMPOWERMENT IN EDUCATION PROGRAM IMZ AWARD 2010
LAZ (LEMBAGA AMIL ZAKAT) TERBAIK 2010 VERSI MAJALAH SWA
Terima kasih atas partisipasi dan dukungan Sobat Zakat selama ini. Tidak ada
yang lebih menyenangkan bagi kami, selain memberikan pelayanan yang terbaik bagi
umat ini.

Bercampur Tapi Berbeda
oleh: Rachmatullah Oky Raharjo

Sebuah ungkapan menarik dan sekaligus menggelitik pernah saya baca di sebuah
status facebook seorang teman, "Islam tidak perlu dibela, justru dengan memeluk
Islam saya merasa terbela".

Kalau tidak kita tanggapi secara emosional, kalimat di atas sedikit banyak ada
benarnya. Islam, sebagai ajaran sangatlah sempurna. Selain jaminan langsung dari
Allah dalam dua ayat terakhir yang diturunkan kepada Rasulullah pada haji wada’,
para sarjana modern dari berbagai disiplin ilmu-pun mengakui bahwa sistem
sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan yang dibangun oleh Muhammad adalah
sebuah sistem yang brillian. Meskipun tidak semua kekaguman itu kemudian membuat
para ilmuan modern itu memeluk Islam. Namun, cukuplah pengakuan mereka itu
sebagai bukti bahwa agama ini memang sudah sempurna.

Salah satu kesempurnaan Islam adalah komitmen pembelaannya kepada siapa-pun yang
tulus melaksanakan tata aturan agama dalam kehidupannya. Agama ini mengajarkan
syukur bagi yang kaya, dan sabar bagi si miskin. Agama inilah yang mengajarkan
bagaimana menghormati tamu, tapi juga menegaskan bahwa tamu harus tau diri.
Agama ini tawazzun (keseimbangan), menganjurkan hidup bahagia dunia dan akhirat.
Agama ini melarang umatnya mencari musuh, tapi juga melarang tinggal diam jika
musuh itu datang mengganggu. Maka ketika kita sudah ber-Islam dengan kaffah,
seharusnya kepercayaan diri yang muncul. Kita percaya diri untuk menampakkan
identitas keislaman kita, berani bersaing di segala bidang dengan komunitas
masyarakat lain. Selayaknya kita percaya diri untuk mandiri, sekaligus percaya
diri membangun jaringan kerja sama dengan banyak pihak.

Bukan sebaliknya, kita merasa takut, minder, inferior, atau menghindar dari
kehidupan masyarakat yang plural. Sikap yang demikian, justru akan membuat kita
terasing, jumud (kolot), dan bahkan mundur. Biasanya yang mengikuti sikap-sikap
di atas adalah penganut fanatisme buta, merasa benar sendiri, dan bahkan
destruktif. Golongan ini biasanya merusak, menghancurkan, menghilangkan
simbol-simbol yang dianggap musuh, bukan sekadar karena kebencian, tapi tidak
bisa bersaing dengan mereka. Ibarat cerita seekor serigala yang bercerita kepada
segenap penghuni belantara kalau buah apel itu asam dan pahit, tidak enak
dimakan, dan menyakitkan. Padahal kenyataanya tidaklah demikian. Hal itu terjadi
karena serigala tidak pernah mampu memanjat pohon apel untuk memetiknya. Dia
hanya iri ketika mendengar kera memuji-muji kenikmatan buah apel. Sedangkan
serigala hanya mampu jadi pendengar saja.

Muhammad Abduh, tokoh pergerakan Islam asal Mesir yang lama hidup, belajar,
berbaur, dan bertukar pikiran dengan para ilmuwan dan masyarakat di Perancis
mungkin bisa kita jadikan contoh nyata tentang bagaimana seharusnya kita percaya
diri dengan keislaman kita. Ia adalah seorang pemikir, aktivis pergerakan,
sekaligus pembaharu. Buah pikirannya bukan hanya mempengaruhi perjuangan
pembebasan di Mesir, bahkan lintas negara, termasuk pergerakan Islam di
Indonesia. Komitmennya untuk kebangkitan Islam tidak pernah luntur. Semangatnya
untuk membawa kemajuan Islam tidak pernah pudar. Namun, itu semua sama sekali
tidak menghalangi sosialisasi dia dengan orang lain yang berbeda pemikiran, beda
negara, bahkan berbeda keyakinan. Pergaulannya dengan banyak orang, sama sekali
tidak mengurangi kebanggannya sebagai seorang muslim. Ia tidak juga gagap
-shock cultural- sehingga latah ikut-ikutan budaya masyarakat Perancis yang
liberal. Ia tidak lantas “mengasingkan diri” dari pergaulan, tidak pula takut
atau rendah diri sebagai seorang muslim yang juga kebetulan dari negeri jajahan
Perancis.

Pada suatu jamuan makan malam, Muhammad Abduh nampak akrab dengan rekan-rekannya
di rumah makan Perancis. Sama sekali tidak nampak kegelisahan dari wajahnya
tanda tidak percaya diri. Bahkan ketika rekan-rekannya mentertawakan cara
makannya yang menggunakan tangan, sementara rekan-rekannya yang lain menggunakan
pisau dan garpu. Abduh beralasan, demikianlah yang diajarkan oleh Rasulullah.
Terang saja alasan ini menjadi bahan tertawaan lagi bagi rekan-rekannya itu.

"Jorok sekali nabimu itu, kenapa dia mengajarkan umatnya makan dengan tangan
yang kotor.

Bukankah lebih bersih kalau kau makan sebagaimana kami, dengan sendok, pisau dan
garpu yang bersih?"

Mendengar itu, Abduh sama sekali tidak marah atau malu. Dengan senyum dia
menjawab, "Mengenai hal itu, sesungguhnya aku makan dengan tanganku sendiri.
Tentu aku sendiri yang paling tahu kebersihannya. Yang jelas, tangan ini hanya
aku gunakan untuk menyuapi mulutku sendiri. Sehingga aku sendiri tahu kebersihan
makanan yang masuk kedalamnya. Sedangkan peralatan makan yang kalian gunakan,
entah berapa kali mereka menyuapi mulut orang lain yang kita tidak pernah tahu
kebersihannya dari kuman penyakit bukan?" Sebuah jawaban yang telak, rasional,
dan tidak mosional. Abduh tidak membawa pedang lalu berteriak-teriak membalas
“penghinaan” rekan-rekannya itu terhadap cara makannya. Ia menjawabnya dengan
jawaban logis. Abduh paham bahwa rekanya berbeda keyakinan dengan dia. Adalah
percuma menjelaskan keyakinannya akan sunnah cara makan Rasulullah ini dengan
dalil Alquran ataupun Hadis. Abduh juga mengerti, bahwa Eropa baru saja
mengalami euforia renaisance liberalisme berfikir setelah berabad-abad
terkungkung dalam doktrin gereja. Jawaban yang dia pilih adalah jawaban logis,
yang terbukti membungkam kesombongan rekan-rekan Eropanya itu.

Pada kesempatan lain. Salah seorang rekannya bertanya kepadanya tentang apa
alasan Islam melarang umatnya mengkonsumsi daging babi. "Karena Babi itu
binatang kotor, makan makanan yang kotor, dan hidup di lingkungan yang kotor
pula. Selain itu ada penyakit dalam usus babi yang akan membahayakan manusia
jika mengkonsumsinya," jawab Abduh. "Nah, kau lihat sendiri di peternakanku ini
babi-babi ini dipelahara di kandang yang bersih. Mereka makan makanan yang
bersih dan minum air yang bersih pula. Setiap bulan, mereka di suntik anti
cacing, sehingga tidak membahayakan manusia. Lalu apa Tuhanmu mengijinkan kamu
untuk makan babi dari peternakan ini?" ujar temannya. Abduh tidak serta merta
menjawab pertanyaan ini. Dia meminta rekannya untuk menyediakan dua ekor ayam
jantan, dan satu ekor ayam betina, serta dua ekor babi jantan dan seekor babi
betina. Dengan penuh keheranan, rekan abduh menyanggupi untuk menyediakan
permintaannya. Kemudian Abduh meminta agar ayam betina itu dilepas, kemudian
diikuti seekor ayam jantan. Tidak lama kemudian, nampak sang ayam jantan
bernafsu untuk "mengawini" ayam betina itu. Saat itulah Abduh meminta melepas
ayam Jantan yang satu lagi. Begitu melihat kehadiran "saingannya" itu, ayam
jantan pertama nampak marah. Bulu lehernya berdiri tanda dia merasa terganggu.
Lalu bertarunglah kedua ayam itu hingga mati salah satunya.

Hal yang sama kemudian Abduh minta babi betina dan dua ekor babi jantan dengan
"skenario" yang sama persis dengan ayam sebelumnya. Hasilnya sungguh membuat
orang Perancis itu terkejut. Nampak ketika babi jantan yang kedua dilepaskan,
maka babi jantan yang pertama nampak tidak meras terganggu, bahkan kemudian dia
"mempersilahkan" bahkan membantu babi jantan kedua ini untuk ikut serta
"mengawini" babi betinanya. "Nah, itulah kenapa kami dilarang makan babi. Karena
sifat-sifat babi yang buruk. Tuhan kami ingin memelihara kami dari sifat buruk
itu, sehingga kami masih punya kehormatan untuk melindungi istri-istri kami dari
gangguan orang lain sebagaimana ayam tadi. Kami tidak diajarkan kehilangan
cemburu, sebagaimana babi tadi, lalu mempersilahkan orang lain menyentuh, bahkan
mencium istri kami didepan mata kami sebagaimana kalian melakukanya."

Subhanallah. Betapa indah kalau dakwah dimulai dengan hikmah dan bukan amarah.
Alangkah teduhnya dakwah jika diawali dengan ajakan dan bukan ejekan. Betapa
sejuknya dakwah jika diwujudkan dengan merangkul dan bukan memukul. Sungguh,
kalau demikian yang terjadi kita akan merasakan betapa Islam telah membela,
mengangkat derajat, dan membuat kita bangga. Betapa sempurna agama ini dan
betapa sempurna pula Allah menjaganya.

Maka tugas kita adalah menebarkan keagungan itu sebagai rahmat bagi seluruh alam
dan bukan mengecilkanya yang justru menjauhkan Islam dari umat-Nya. Bercampur,
bergaul, bermasyarakat, bukan berarti harus ikut-ikutan. Kita tetap punya
kebanggan dengan Islam kita, dan itu adalah baju terindah yang kita kenakan.
Bercampur tapi berbeda. Ngeli nangin ora keli kata sunan kalijaga, mengikuti
arus tapi tidak sampai hanyut. Wallahu a’lam.***

Sudahkah kewajiban-kewajiban kita di tahun ini telah diselesaikan dengan
sempurna?

Tunaikan Zakat Tahunan Anda Tahun ini melalui Rumah Zakat.


---
Aan Sopiyan
ZIS Consultant Online
Rumah Zakat | Jalan Turangga No. 25 C Bandung.

E-mail: aan_sopiyan@rumahzakat.org | aan.rumahzakat@gmail.com
YM : ansopiyan_rzi
Phone : +62227332407
Fax : +62227332478
Mobile : +62817435036
www.rumahzakat.org

Menolong Itu Menyenangkan
bersama Rumah Zakat Mari Merangkai Senyum Indonesia

Rekening Donasi :
BCA 094 301 6001
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589

4a.

Re: [Catcil] Judes

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Sat Mar 5, 2011 10:57 am (PST)



kok bangga ya...hahahaha

2011/3/1 Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>

> Hihi...ini judulnya testimoni para judes yah:).
>
> Jujur sekali sih kalian:D
>
> Btw, judes kadang pertanda waspada. Sesuai pada tempatnya sajalah *sok
> bijak mode:ON*
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
> On 1/26/11, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com> wrote:
> > haha jadi inget mas aris solo penah aku maki2 di sms :p
> >
> > mas aris.. mapkan daku :D
> >
> > On 1/24/11, Aprillia Ekasari <april_reto@yahoo.com> wrote:
> >> "Sombong kali kau."
> >>
> >> Pesan singkat yang dilontarkan 087829052042 pukul 20.09 WIB lalu.
> >>
> >> Kalimat itu aku dapatkan setelah menutup telepon dari si empunya nomor
> >> itu.
> >> Aku lupa tadi siapa namanya, ngakunya sih orang Semarang, kalau aku
> nggak
> >> salah dengar.
> >>
> >> ***
> >>
> >> Tadi, aku masih di jalan ketika nomor itu menghubungiku. Begitu ada
> >> kesempatan longgar, karena masih capek menelepon balik, juga karena
> alasan
> >> aku belum tahu itu siapa sebab HP aku beberapa waktu lalu rusak sehingga
> >> nomor-nomor kontak pada hilang, maka aku putuskan untuk mengirim SMS,
> >> bertanya dia siapa dan ada keperluan apa.
> >>
> >> Sekitar 20 menitan kemudian dia menelepon. Suara seorang laki-laki. Aku
> >> tanya dia siapa, eh dia malah nanya balik aku siapa. Jadi, otakku
> langsung
> >> memutuskan bahwa kami tidak saling kenal, buat apa diladeni.
> >>
> >> Kira-kira begini percakapan kami:
> >> Aku: Ini siapa ya?
> >>
> >> Mr. X: Lho, ini siapa ya?
> >>
> >> Aku: Maksudnya apa?
> >>
> >> Mr. X: Kemarin Sabtu kan nelepon saya kan? Waktu itu saya lagi sibuk
> jadi
> >> nggak saya angkat.
> >>
> >> Hah, Sabtu? Kapan aku pernah nelepon-nelepon nomor yang nggak kukenal.
> >> Lagipula HP selalu aku "pegang" tidak ada yang berani otak-atik HP aku,
> >> bahkan bapak dan ibu aku sekalipun. Lagipula, kalau aku menelepon jarang
> >> sekali memakai nomor itu. Kalau nggak memakai nomor yang satunya ya
> pakai
> >> telepon rumah. Nomor yang dia telepon itu lebih banyak kupakai untuk SMS
> >> saja karena ada fasilitas SMS gratisannya.
> >>
> >> Aku: Oh gitu, mungkin salah sambung kali mas, bukan nomor saya, nomornya
> >> mirip.
> >>
> >> Mr. X: Ini mbak siapa ya? Mbaknya dimana?
> >>
> >> Kalau sudah ada orang yang nggak kukenal nanya aku siapa dan aku tinggal
> >> dimana, biasanya judesku kambuh, karena di otakku sudah membentuk kata
> >> "orang kurang kerjaan". Apalagi takut juga dengan berita-berita ada
> >> hipnotis
> >> via telepon-lah, SMS-lah, tau dah. Di samping itu dari dulu kalau
> >> ditelepon
> >> sama laki-laki nggak dikenal, apalagi kalau yang minta kenalan, sudah
> >> kubanting aja itu HP. Ya, tentu saja bantingnya di kasur donk.
> >>
> >> Pernah dulu seorang seniorku di kampus, laki-laki, iseng-iseng menelepon
> >> dengan nomor barunya. Intinya pembicaraannya: ngajak kenalan. Jurus,
> >> "Sorry,
> >> saya lagi sibuk sekarang" dengan cepat aku keluarkan. Sudah deh,
> pokoknya
> >> paling malas bicara dengan orang yang nggak dikenal. Baru pas aku sudah
> >> ngancam akan menutup telepon, dia baru ngaku, "Ini Amir, Pril." "Eh, Mas
> >> Amir, sorry Mas bla bla bla." "Judesnya anak ini..." Katanya.
> >>
> >> Hahaha. Ya, gitu deh. Kadang aku bisa sangat ramah sama orang, tapi
> >> judesku
> >> juga suka kambuh kalau ada telepon-telepon nggak jelas. Jadi, please,
> >> jangan
> >> iseng-iseng gangguin aku via telepon yaaaa...
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Selamat malam semua, ini tulisan pertama saya di tahun 2011 untuk SK.
> >>
> >> Salam,
> >> April
> >>
> >>
> >>
> >
>
>
> --
> Blog : www.nursalam.wordpress.com
> Twitter : http://twitter.com/salamrahman
> LinkedIn : http://id.linkedin.com/in/nursalam
>
> *"We make a living by what we get, but we make a life by what we give." —
> Norman MacEwan*
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply.com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co.id
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
5a.

Re: Pikiran Bawah Sadar Dan Alam Bawah Sadar - Apaan Tuh?

Posted by: "yulia" che_m101@yahoo.com   che_m101

Sat Mar 5, 2011 10:57 am (PST)




blognya bagus buat memotivasi semangat yang turun. pas banget sama kondisi saya sekarang...
makasih ya pa'
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Ikhwan Sopa <ikhwan.sopa@...> wrote:
>
> Dear all, iseng-iseng saya update status bunyinya begini:
>
> *"Dear all, mari kita rapikan dan kita perjelas konsepsi "pikiran bawah
> sadar" dan "alam bawah sadar". Sebelum itu, mohon jawab dulu tiga pertanyaan
> ini. Setelah Isya insya Allah saya lanjutkan: 1. Ketika saya menulis status
> ini, apakah saya "sadar"? 2. Ketika Anda mengendarai mobil atau motor,
> apakah Anda "sadar"? 3. Ketika Anda bermain badminton, apakah Anda "sadar"?"
> *
> http://www.facebook.com/motivasi/posts/10150116236764145
>
> Berhubung ini pakek gambar, dengan kerendahan hati ane mengajak teman-teman
> langsung ke TKP. Di sini:
>
> http://www.facebook.com/notes/ikhwan-sopa/pikiran-bawah-sadar-dan-alam-bawah-sadar-apaan-tuh/10150098618487066
> http://milis-bicara.blogspot.com/2011/02/pikiran-bawah-sadar-dan-alam-bawah.html
>
> Semoga bermanfaat.
>
> Ikhwan Sopa
>

6a.

Re: (Update Donasi Eye Clinic Goes To School Per 26 Feb 2011) Donasi

Posted by: "agus_salims" agus_salims@yahoo.com   agus_salims

Sat Mar 5, 2011 10:58 am (PST)




ini kalau donasi ya? nah kalau cara ngedaftar jadi 'pasien' gimana? daku
ga punya kaca mata euy. please dong, tengkyu...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "c_al_iyan" <yayan_unj@...>
wrote:
>
>
> Pemeriksaan mata gratis dan pemberian kaca mata minus gratis bagi
siswa Sekolah
> dasar
>
> Berikut update donatur program yang sudah masuk:
>
> 20 Feb 2011 Dyah Puji Rp. 12.500,-/rutin perbulan Via Mandiri
> 23 Feb 2011 EVI ANDRIANI Rp. 100.000,- Via Mandiri
> 23 Feb 2011 ParcelBuku Rp. 100.000,-/rutin perbulan Via Mandiri
> 25 Feb 2011 Mas Nursalam Rp. 100.000 Via BCA
> 26 Feb 2011 Hamba Allah Rp. 100.000 Via BCA
>
>
> Donasi selanjutnya masih dinantikan.
> Bagi yang sudah transfer donasi harap konfirmasi
> melalui SMS agar dapat segera di update di milist
> Semoga Amal Ibadahnya diterima dan harta yang
> tertinggal bertambah berkah. AMin
>
> Assalamu'alaykum Wr WB, Salam Eska untuk semuanya
>
> Apa kabar teman-teman ESKA semua, semoga selalu dalam keadaan sehat
wal afiat
> tanpa kekurangan satu apapun.
>
> Di awal tahun 2011 ini, kami dari Departemen Sosial ESKA akan
mengadakan sebuah
> program kolaborasi dengan Yayasan Rumah Peradaban
www.rumahperadaban.org (YRP).
>
> Latar Belakang Program:
>
> Saat ini, di Indonesia ada sekitar 6,6 juta anak-anak sekolah yang
menderita
> kelainan refraksi (kelainan mata, seperti minus dan cylindric) dan
dari jumlah
> itu hanya sedikit saja yang bisa menggunakan kaca mata. Lagi-lagi
karena
> ketidakmampuan dari orang tuanya untuk membelikan kaca mata yang
relatif mahal.
>
> Jika hal ini didiamkan, maka akan berimbas pada menurunnya kualitas
SDM generasi
> muda Indonesia. Menurunnya kualitas SDM generasi muda akan berpengaruh
pada daya
> saing bangsa ini, terutama di era globalisasi saat ini. Bisa
dipastikan
> Indonesia akan terus tertinggal oleh bangsa lain.
>
> Dari latar belakang diatas Dept. Sosial Sekolah Kehidupan dan
Bekerjasama dengan
> Yayasan Rumah Peradaban Menggelar Program, berikut:
>
> Programnya terdiri dari:
>
> 1. Pemeriksaan Mata Gratis dan Pemberian Kaca Minus Gratis bagi Anak
Sekoah
> Dasar atau sederajat. Acara ini akan roadshow setahun penuh dari
februari 2011
> hingga februari 2012. Launching Program akan dilaksanakan pada:
>
> Hari, Tanggal: Sabtu, 12 Maret 2011
> Launching Utama (Acara Puncak): 26 Maret 2011
> Tempat: SDI Tsaqofah & SDI Kharisma,
> Alamat : Jl. Masjid Matraman no 1 Jakarta Pusat
> Peserta: Pemeriksaan Mata : 200 siswa + Guru (untuk setiap sekolah)
>
> Bagaimana Caranya Eska'ers dapat support program ini?
>
> Sobat ESKA dapat membantu donasi uang sebesar Rp. 20.000,-/Pasien
> dana yang terkumpul berapapn besarnya akan di manfaatkan untuk
> pemeriksaan mata bagi satu anak SD dan pembelian 15 Pcs kaca mata
minus gratis
> yang akan dibagikan bagi anak-anak yang terdiagnosa menderita mata
minus.
>
> Sobat ESKA dapat berdonasi berapapun, misal ingin donasi untuk 5 anak
SD
> berarti=
>
> 5 x Rp. 20.000,-/siswa = Rp 100.000 yang di sumbangkan.
>
> Kemana donasinya? Silahkan donasikan ke no rek KETUA PANITIA program
ini Yayan
> Supardjo, Mohon konfirmasi setelah melakukan dnasi untuk mempermudah
pelacakan
> dan update donatur di milist.
>
>
> BCA KCU Buaran Raya Jakarta
> Account Number:
> 6330-494- 610
> an.Yayan Supardjo
>
> Bank Muamalat KCU Fatmawati Jakarta
> Account Number:
> 915-607-1699
> an.Yayan Supardjo
>
> Bank Mandiri KCU Pondok Kelapa Jakarta
> Account Number:
> 00600-06349330
> an.Yayan Supardjo
>
> BNI KCU Rawamangun Jakarta
> Account Number:
> 0171-638924
> an.Yayan Supardjo
>
>
> Program Selanjutnya adalah:
>
> 2. Donasi Buku khusus buku-buku anak-anak Sekolah Dasar
>
> Donasi buku dapat dikumpulkan ke Mbak Novi, bisa dijemput (kalau
banyak)atau
> kirim via pos/kurir. Donasi buku akan di distribusikan ke
sekolah-sekolah tempat
> acara pemeriksaan mata gratis.
>
> Donasi baik buku atau dana dibuka sepanjang tahun, mengingat target
pasien yang
> diperiksa matanya adalah berjumlah 1440 Siswa dan 350 Kaca Mata Minus
Gratis.
>
> Akhir kata kami dari Departemen Sosial ESKA mengucapkan banyak
> terimakasih.Support dan doa bagi program ini sangat dinantikan. Bagi
Sahabat
> Eska yang inginproposal cetak atau share kemilist2 sebelah
dipersilahkan. untuk
> tanya jawab,daftar menjadi relawan atau panitia, konfirmasi donasi
atau info
> mengenaiprogram ini dapat menghubungi:
>
>
> Yayan Supardjo 08159518816
> Ugik Madyo 08563434248
> Novi Khansa 08121894517
>
> Terimakasih,
> Dept Sos ESKA
>

6b.

Re: (Update Donasi Eye Clinic Goes To School Per 26 Feb 2011) Donasi

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Sat Mar 5, 2011 3:21 pm (PST)



Kayaknya Mas Agus harus daftar jadi murid di sekolah yang dapat donasi
dulu deh,hehe...Sorry, just kidding:).

*serius* Fokus program kali ini masih untuk siswa SD.Untuk yang
lain,mungkin menyusul. Barangkali Mas Yayan bisa kasih tanggapan?

tabik,

Nursalam AR

On 3/4/11, agus_salims <agus_salims@yahoo.com> wrote:
>
> ini kalau donasi ya? nah kalau cara ngedaftar jadi 'pasien' gimana? daku
> ga punya kaca mata euy. please dong, tengkyu...
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "c_al_iyan" <yayan_unj@...>
> wrote:
>>
>>
>> Pemeriksaan mata gratis dan pemberian kaca mata minus gratis bagi
> siswa Sekolah
>> dasar
>>
>> Berikut update donatur program yang sudah masuk:
>>
>> 20 Feb 2011 Dyah Puji Rp. 12.500,-/rutin perbulan Via Mandiri
>> 23 Feb 2011 EVI ANDRIANI Rp. 100.000,- Via Mandiri
>> 23 Feb 2011 ParcelBuku Rp. 100.000,-/rutin perbulan Via Mandiri
>> 25 Feb 2011 Mas Nursalam Rp. 100.000 Via BCA
>> 26 Feb 2011 Hamba Allah Rp. 100.000 Via BCA
>>
>>
>> Donasi selanjutnya masih dinantikan.
>> Bagi yang sudah transfer donasi harap konfirmasi
>> melalui SMS agar dapat segera di update di milist
>> Semoga Amal Ibadahnya diterima dan harta yang
>> tertinggal bertambah berkah. AMin
>>
>> Assalamu'alaykum Wr WB, Salam Eska untuk semuanya
>>
>> Apa kabar teman-teman ESKA semua, semoga selalu dalam keadaan sehat
> wal afiat
>> tanpa kekurangan satu apapun.
>>
>> Di awal tahun 2011 ini, kami dari Departemen Sosial ESKA akan
> mengadakan sebuah
>> program kolaborasi dengan Yayasan Rumah Peradaban
> www.rumahperadaban.org (YRP).
>>
>> Latar Belakang Program:
>>
>> Saat ini, di Indonesia ada sekitar 6,6 juta anak-anak sekolah yang
> menderita
>> kelainan refraksi (kelainan mata, seperti minus dan cylindric) dan
> dari jumlah
>> itu hanya sedikit saja yang bisa menggunakan kaca mata. Lagi-lagi
> karena
>> ketidakmampuan dari orang tuanya untuk membelikan kaca mata yang
> relatif mahal.
>>
>> Jika hal ini didiamkan, maka akan berimbas pada menurunnya kualitas
> SDM generasi
>> muda Indonesia. Menurunnya kualitas SDM generasi muda akan berpengaruh
> pada daya
>> saing bangsa ini, terutama di era globalisasi saat ini. Bisa
> dipastikan
>> Indonesia akan terus tertinggal oleh bangsa lain.
>>
>> Dari latar belakang diatas Dept. Sosial Sekolah Kehidupan dan
> Bekerjasama dengan
>> Yayasan Rumah Peradaban Menggelar Program, berikut:
>>
>> Programnya terdiri dari:
>>
>> 1. Pemeriksaan Mata Gratis dan Pemberian Kaca Minus Gratis bagi Anak
> Sekoah
>> Dasar atau sederajat. Acara ini akan roadshow setahun penuh dari
> februari 2011
>> hingga februari 2012. Launching Program akan dilaksanakan pada:
>>
>> Hari, Tanggal: Sabtu, 12 Maret 2011
>> Launching Utama (Acara Puncak): 26 Maret 2011
>> Tempat: SDI Tsaqofah & SDI Kharisma,
>> Alamat : Jl. Masjid Matraman no 1 Jakarta Pusat
>> Peserta: Pemeriksaan Mata : 200 siswa + Guru (untuk setiap sekolah)
>>
>> Bagaimana Caranya Eska'ers dapat support program ini?
>>
>> Sobat ESKA dapat membantu donasi uang sebesar Rp. 20.000,-/Pasien
>> dana yang terkumpul berapapn besarnya akan di manfaatkan untuk
>> pemeriksaan mata bagi satu anak SD dan pembelian 15 Pcs kaca mata
> minus gratis
>> yang akan dibagikan bagi anak-anak yang terdiagnosa menderita mata
> minus.
>>
>> Sobat ESKA dapat berdonasi berapapun, misal ingin donasi untuk 5 anak
> SD
>> berarti=
>>
>> 5 x Rp. 20.000,-/siswa = Rp 100.000 yang di sumbangkan.
>>
>> Kemana donasinya? Silahkan donasikan ke no rek KETUA PANITIA program
> ini Yayan
>> Supardjo, Mohon konfirmasi setelah melakukan dnasi untuk mempermudah
> pelacakan
>> dan update donatur di milist.
>>
>>
>> BCA KCU Buaran Raya Jakarta
>> Account Number:
>> 6330-494- 610
>> an.Yayan Supardjo
>>
>> Bank Muamalat KCU Fatmawati Jakarta
>> Account Number:
>> 915-607-1699
>> an.Yayan Supardjo
>>
>> Bank Mandiri KCU Pondok Kelapa Jakarta
>> Account Number:
>> 00600-06349330
>> an.Yayan Supardjo
>>
>> BNI KCU Rawamangun Jakarta
>> Account Number:
>> 0171-638924
>> an.Yayan Supardjo
>>
>>
>> Program Selanjutnya adalah:
>>
>> 2. Donasi Buku khusus buku-buku anak-anak Sekolah Dasar
>>
>> Donasi buku dapat dikumpulkan ke Mbak Novi, bisa dijemput (kalau
> banyak)atau
>> kirim via pos/kurir. Donasi buku akan di distribusikan ke
> sekolah-sekolah tempat
>> acara pemeriksaan mata gratis.
>>
>> Donasi baik buku atau dana dibuka sepanjang tahun, mengingat target
> pasien yang
>> diperiksa matanya adalah berjumlah 1440 Siswa dan 350 Kaca Mata Minus
> Gratis.
>>
>> Akhir kata kami dari Departemen Sosial ESKA mengucapkan banyak
>> terimakasih.Support dan doa bagi program ini sangat dinantikan. Bagi
> Sahabat
>> Eska yang inginproposal cetak atau share kemilist2 sebelah
> dipersilahkan. untuk
>> tanya jawab,daftar menjadi relawan atau panitia, konfirmasi donasi
> atau info
>> mengenaiprogram ini dapat menghubungi:
>>
>>
>> Yayan Supardjo 08159518816
>> Ugik Madyo 08563434248
>> Novi Khansa 08121894517
>>
>> Terimakasih,
>> Dept Sos ESKA
>>
>
>
>
>

--
Blog : www.nursalam.wordpress.com
Twitter : http://twitter.com/salamrahman
LinkedIn : http://id.linkedin.com/in/nursalam

*"We make a living by what we get, but we make a life by what we give." —
Norman MacEwan*

7.

Kebenaran, Kebaikan, Kegunaan...

Posted by: "Pramono Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Sat Mar 5, 2011 10:59 am (PST)



Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.

Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"

"Tunggu sebentar," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

Filter petama adalah KEBENARAN.

"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?"

"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu."

"Baik," kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.

Filter ke 2, KEBAIKAN.

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?"

"Tidak, malah sebaliknya..."

"Jadi," Socrates melanjutkan, "Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda dan anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih

memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.

Filter ke 3, KEGUNAAN.

Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?"

"Tidak, sama sekali tidak."

"Jadi," Socrates menyimpulkannya, "bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?"

Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat.

Kawan-kawan, gunakan triple filter test setiap kali Anda mendengar sesuatu tentang kawan anda. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu anda terima. Dan apabila anda terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan, dan jangan menyakiti hati orang lain..

Have a nice day....Barakallah Fiikum :)

(Follow @DewoSudrun)

Pramono Dewo
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Bi-polar disorder

Find support

Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Yahoo! Groups

Small Business Group

Improve your business

by community exchange

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: