Sabtu, 12 Maret 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3343

Messages In This Digest (4 Messages)

Messages

1.

TSUNAMI JEPANG:Adakah kabar tentang Sahabat SK (Inga Fety) di Jepang

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Fri Mar 11, 2011 5:24 am (PST)



Dear all,

Menurut kabar, Chiba termasuk daerah di Jepang yang terkena gempa dan
tsunami. Sementara salah satu sahabat SK, Inga Fety dan suaminya Aan
Wahyudi (keduanya beberapa kali ikut acara SK) tengah tugas belajar
untuk program S-2. Adakah kabar tentang mereka? Semoga Allah
melindungi pasutri yang sama-sama peneliti LIPI ini. Amin!

Tabik,

Nursalam AR

---------- Forwarded message ----------
From: rae2405@yahoo.com
Date: Fri, 11 Mar 2011 09:12:51 +0000
Subject: Re: [Jalansutra] Breaking News - Jepang Gempa dan Tsunami
To: Jalan Sutra <jalansutra@yahoogroups.com>

Memang benar, menurut CNN, gempa yg menimpa Jepang, besar sekali, 8,9
SR. Di ikuti dgn Tsunami setinggi 7 meter. Oil refinery di Chiba
terbakar, begitu jg beberapa tempat lainnya. Disneyland kena, begitu
juga Narita airport.
Kereta api lumpuh. Dikabarkan, getarannya terasa sampai di Beijing.

Kemungkinan besar tsunaminya akan menerjang ke Sulut, Papua sekitar pk
18.00. Juga dibeberapa tempat di Asia Pacific lainnya dan Polynesia.

2.

(CATCIL) Saya MEMBACA maka saya BELAJAR, saya MENULIS maka saya BERB

Posted by: "yudhi" yudhi_sipdeh@yahoo.com   yudhi_sipdeh

Fri Mar 11, 2011 10:56 am (PST)





Sesuatu terlihat berbeda oleh orang yang berbeda.

Selama ini saya terlalu asyik dengan diri saya sendiri. Saking asyikyna saya menganggap semua orang adalah sama....
Ho...ho..ho...ternyata begitu banyaknya perbedaan yang ada.

Sesuatu yang saya lihat dengan mata kepala kita sendiri ternyata berbeda dengan apa yang dilihat oleh orang yang berbeda. Padahal sesuatu yang terlihat berbeda itu adalah hal yang sebenarnya sama.
Dengan kedua bola matanya dan otak yang bertengger di kepala, menghasilkan sesuatu yang berbeda:-)
Kata para pakar peneliti manusia ternyata setiap individu itu adalah berbeda...setiap individu adalah unik.

Dengan memahami hasil penelitian para pakar itu maka sesungguhnya saya harus menghargai sesuatu hal yang sama itu ternyata adalah berbeda. Setiap saat dengan sesadar-sadarnya saya harus berusaha menghargai perbedaan yang ada. Terus terang saya sendiri lebih sering lupanya daripada ingatnya. Saya lebih sering terlalu pede (yakin pada diri sendiri) bahwa apa yang saya lihat dan saya utarakan kepada orang lain pasti akan dimengerti 100 % sama plek dengan yang saya maksud.....he..he..he...ternyata sebenarnya dan pastinya adalah tidak 100 % sama.

Para pendiri negara kita ternyata menyadari hal itu dan ternyata juga mereka pelajari kearifan orang tua, nenek moyang kita dahulu. Mereka menyebutnya dengan semboyan "BHINNEKA TUNGGAL IKA"...tulisan ini tertulis pada pita yang dicengkram kuat kedua kaki burung GARUDA yang menjadi lambang negara kita. He..he..he...ternyata Para pendiri negara ini memang benar-benar pakar yang sangat arif dan pintar. Pesan yang singkat namun sangat dalam dan prinsip dalam hidup ini.

Nah...persoalannya adalah bagaimakah menyamakan pandangan yang berbeda-beda ini?
Mungkin harus secara bersama-sama kesadaran ini ada sehingga semua individu akan berusaha ngurangi perbedaan yang ada( sebisanya sedikit mungkin hanya menyisakan perbedaan yang memang sudah kodratnya berbeda dan tidak bisa dikompromikan lagi karena jelas berbeda )....

JUJUR, Saya hanya kadang-kadang ingat kalau ternyata segala sesuatunya dulu dan kini adalah berbeda...
Saya berubah mejadi individu yang berbeda sesuai berubahnya cara pandang saya...akan semakin positif jika berhasil belajar hal positif dan bacaan / tulisan-tulisan yang mencerahkan cara pandang saya. Dengan begitu saya semakin dapat menghargai orang lain dan diri saya sendiri.

Saya membaca maka saya belajar, saya menulis maka saya berbagi :-)

Berikut ini tulisan yang kembali mengingatkan saya dan juga memberikan pelajaran pada saya betapa pintar dan arifnya orang tua kita, para pendiri negara dan pemimpin bangsa kita tercinta:

"BELAJAR DARI AWAN"

(Joyce A. Harvey - Chicken Soup for the Unsinkable Soul)

Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar
keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin
menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang
ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat.
Kendatipun demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.

Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: Siapa pun yang
Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan
bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku.

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata
seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat
jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa
lelah. Naluri pertamaku adalah, 'Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku
kali ini.' Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan
mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung
mengobrol dan, hanya dalam beberapa menit, ia menaruh kepercayaan
kepadaku, dengan berkata, "Ini pertama kali saya naik pesawat. Saya agak
takut."

Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk
sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan
orangtuanya pulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan
pesawat terbang.

"Naik pesawat itu keciiil," kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya.

"Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang
pernah kaulakukan." Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku
bertanya kepadanya, "Pernahkah kau naik roller coaster?"
"Saya senang naik roller coaster!"

"Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan?"
"Oh, ya. Saya seneng sekali." Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura
ketakutan.

"Pernahkah kau naik di depan?" tanyaku lagi dengan wajah pura-pura
merasa ngeri.

"Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!"

"Dan kau tidak merasa takut?"
Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil
mengimbangi aku.

"Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller
coaster.
Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali
bila naik pesawat terbang."

Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, "Betulkah itu?" Aku dapat
melihat bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.

Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya
pesawat itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai
bercerita dengan sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia
mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang seolah-olah telah dilukis di angkasa. "Awan yang ini seperti kupu-kupu, dan yang itu kelihatan seperti seekor kuda!"

Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan
tahun. Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.

Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang
pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga
membintangi iklan untuk radio dan televisi.

Matanya langsung bersinar. "Saya dan adik saya pernah menjadi bintang
iklan televisi."

"Oh, ya? Bagaimana rasanya?"

Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan.

Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil.

Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat
penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar
kecil di belakang.

Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, "Saya menderita distrofi otot.
Adik perempuan saya juga - ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu
sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk
anak-anak yang menderita distrofi otot."

Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara dengan nada yang agak-agak malu, "Tahukah Anda, saya betul-betul khawatir tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya takut ia orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya senang bisa duduk bersebelahan dengan Anda."

Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku
diingatkan tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh
menjadi pengajar, begitu selesai aku justru menjadi siswa.

Sekarang setiap kali aku merasa suntuk - dan itu cukup sering - aku
memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis di angkasa.
Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku
pelajaran itu.

****

Smoga bermanfaat

salam

yudhi


3.

Sebuah "Tapa Bratha Nyepi" yang Tak Disengaja

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Fri Mar 11, 2011 10:56 am (PST)



Sebuah "Tapa Bratha Nyepi" yang Tak Disengaja

by Made Teddy Artiana

Bagi mereka yang belum pernah melewatkan malam nyepi di Bali, maka hari ini
adalah hari tergelap dan tersunyi di Bali.
Seluruh lampu diseluruh penjuru Bali padam, tidak boleh ada seorangpun
keluar rumah dan bunyi-bunyianpun dilarang..

Catatan ini kutulis dalam gelap gulitanya malam Nyepi. Ketika mata ini tidak
juga dapat terpejam, meskipun malam sudah sangat larut.

Sama sekali bukan karena aku tidak terbiasa tidur dalam gelap, namun karena
kegelapan yang sekarang sedang menaungi seluruh Bali ini sungguh-sungguh
bermakna "gelap" dalam arti sebenar-benarnya. Tidak ada cahaya manapun yang
sanggup menuntun mata ini untuk sekedar menghibur hati.

Karena kegelisahaan ini semakin menjadi-jadi, kuputuskan untuk membangunkan
kembali laptop tercinta...that's what friends are for.

Aku tidak sedang melakukan Tapa Bratha, yang memang dilakukan oleh
saudara-saudaraku umat Hindu pada saat malam, di Hari Raya Nyepi. Tidak bisa
tidur, hanya itu persoalanku. Dan dalam kegelapan yang benar-benar pekat
ini, agak susah membedakan apakah mata ini sudah terpejam, ataukah memang
belum terpejam. Hampir tidak ada bedanya. Karena memang sama-sama hitam
pekat.

Entah mengapa, tiba-tiba saja aku merasa sangat tidak berdaya. Jangankan
makan, untuk berjalanpun jadi tidak seleluasa dulu. Beberapa insiden
menjengkelkan melengkapi nya. Benjut karena terantuk kursi makan, itu yang
pertama. Kemudian betapa sulitnya menggunakan senter menemukan dimana aku
meletakkan kameraku tadi. Lalu yang tidak kalah menjengkelkan adalah BB yang
tidak sengaja tertendang olehku.
Dan konyolnya lagi..sedari tadi aku berusaha keras membesarkan mata ini
selebar-lebarnya..hanya untuk melihat telapak tanganku sendiri...mudah
ditebak : gagal maning..Son..gagal maning.

Kegelapan membuat kita merasa tidak berdaya. Mirip dengan keterbatasan yang
kerap kali membuat kita terdiam pasrah, tidak tahu harus berbuat apa.
Kendali yang kita kira tergenggam erat ditangan ini ternyata semu belaka.
Ternyata, dalam gelap kita semua bagaikan orang-orang bodoh yang begitu
bingung ingin berbuat apa.
Agaknya kegelapan juga mengandung kesamaan yang demikian kuat dengan
kehidupan. Keterbatasan yang sama. Ketidaktahuan serupa. Sehingga tidak ada
seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi nanti. Hendak kemana hidup dan
kehidupan ini bergerak. Bahkan, apakah kita masih bernyawa dalam satu menit
kedepan pun, tidak ada satu orang hebatpun dapat memastikannya.

Ternyata kita semua berdiri dalam gelap. Bodoh dan tidak tahu apapun !

Sangat mengherankan jika selama ini kita merasa tahu segalanya. Membusungkan
diri atas nama pengejaran atas segala ambisi, seolah-olah masa depan itu
adalah milik kita. Seolah-olah adalah sebuah kepastian, bahwa semua kerja
susah payah kita itu akan kita nikmati dikemudian hari. Seolah-olah kita
penguasa kehidupan kita sendiri, padahal we know nothing about our future !
Hanya kemarin yang kita miliki, sementara detik pertama setelah sekarang
adalah misteri.

Aku jadi teringat sebuah untaian syair seseorang yang kurang lebih berbunyi
demikian : "Suruhlah terang dan kesetiaan Mu itu datang, supaya aku dituntun
dan dibawa ke gunung Mu yang kudus."

Betapa benarnya syair tersebut.

Dalam kegelapan, ketidatahuan dan misteri hari depan ini, kita sangat
membutuhkan terang dan kesetiaan Sang Khalik untuk dapat berjalan. Terang,
karena memang tanpanya kita akan selalu berjalan dalam gelap gulita kesana
kemari tak tentu arah. Kesetiaan, karena memang dibutuhkan kesabaran ilahi
untuk menuntun orang-orang seperti kita ini. Orang-orang buta sombong yang
tidak pernah menyadari kebutaannya.

(.....menarik nafas panjang.....)

Kini saatnya menghentikan tulisan ini lalu bersujud penuh kesadaran
dihadapan Dia Yang Maha Tahu, sambil berbisik memohon : "Suruhlah terang dan
kesetiaan Mu itu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung Mu yang
kudus".

Terima kasih TUHAN untuk sebuah malam magis yang luar biasa ini..setidaknya
aku belajar banyak justru dalam kegelapan. Disaat sepasang mata lahiriah
kesulitan untuk melihat, maka mata hatipun mengambil alih tugas tersebut.

Meskipun sudah lewat..namun tidak ada salahnya untuk kembali mengucapkan
"Selamat Hari Raya Nyepi" untuk saudara-saudaraku umat Hindu diseluruh dunia
(*)

--
*What a wonderfull world ! What an exciting journey !!
*
*
Made Teddy Artiana, S. Kom
*
fotografer, penulis & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

*Galery & Stock Photo
*http://theBeautyofBelitung.multiply.com
http://fromBaliWithLove.multiply.com
http://LawangSewuKotaTua.multiply.com
http://TriptoPulauPramuka.multiply.com

http://HongkongMacauShenzen.multiply.com
4a.

Re: Mohon doa untuk Fety, suami dan calon bayinya

Posted by: "Novi Khansa" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Fri Mar 11, 2011 11:00 am (PST)



Moga Fety,calon bayinya, serta Aan dilindungi oleh Allah swt, aamiin...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@...> wrote:
>
> Sahabat SK,
>
> Hari ini kita di guncang berita gempa dan tsunami di Jepang. Hingga saat ini
> saya belum bisa kontak ke Inga Fety di Chiba. Mohon doa untuk keselamatan
> Fety dan calon bayinya, serta Aan (suami Fety).
>
> Yang bikin saya nyesek. Fety saat ini sedang mengandung anak, yang sudah
> bertahun-tahun ditunggu. Mohon doanya dari teman-teman semua
>
> --
> Ugik Madyo
> http://ugik.multiply.com
> http://ugiksaja.blogspot.com
>

Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Yahoo! Groups

Small Business Group

Ask questions,

share experiences

Yahoo! Groups

Cat Group

Join a group for

people who love cats

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: