Selasa, 15 Maret 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3346

Messages In This Digest (2 Messages)

1.
(no subject) From: Mied
2.
Belajar Jiwa Menolong dari Bang Bejo From: rahmad nurdin

Messages

1.

(no subject)

Posted by: "Mied" mid_sirait@yahoo.com   mid_sirait

Mon Mar 14, 2011 12:19 pm (PDT)

2.

Belajar Jiwa Menolong dari Bang Bejo

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Tue Mar 15, 2011 12:56 am (PDT)



Assalamu'alaikum wr.wb

Shahabat yang baik, semoga keselamatan, kebahagiaan, cinta dan kasih sayang
selalu bersama Anda. Mudah-mudahan cinta yang ada pada kita, terus-menerus
dapat kita tingkatkan kualitasnya. Cinta dan kasih sayang kepada Allah
berupa perhatian dan kepeduliaan yang kita berikan sesama manusia.

*Menghadiri Walimahan *

Barusan saya bersama istri menghadiri undangan pernikahan Mas Eko, tetangga
sebelah rumah. Di Betawi sudah menjadi lumrah, pesta pernikahan dimulai dari
pagi hari sampai jam 22.00 malam. Seperti 4 Desember 2010 yang lalu saya
mengalaminya. Dengan menunaikan kewajiban undangan menghadiri walimahan,
selain datang dengan rasa gembira sebagai doa bagi penganten, juga bisa
menjadi tempat untuk silaturahim kesesama.

Apalagi saya sebagai warga baru di kampung setu ini. Menghadiri acara
pernikahan atau hajatan, sarana yang tepat untuk menyambung silaturahim
dengan warga. Alhamdulillah, keluarga istri bukan pendatang, melain
keturunan asli. Almarhum Ayah mertua dari Betawi, dan Ibu Mertua dari Jawa.
Jadi, bisa tanya satu persatu warga yang sering saya temui di mushola.
Istripun menyebut satu persatu. Sampai dengan satu orang pemuda.

Tinggi badannya mungkin 168 cm. Badannya tidak kurus dan juga tidak
gemuk. Diselimuti
dengan tubuh kehitaman manis pada dirinya. Menggunakan pakaian kaos oblong
warna hitam. Celana bahan dan sandal jepit. Baju dia masukkan kedalam, dan
dibelakang pinggul kanan, agak keluar bajunya sedikit. Mungkin karena tidak
disadarinya, serta tanpa menggunakan tali pinggang.

Namanya bang Bejo. Saya belum tau persis dari mana asal muasalnya (asli
kelahiran). Sering saya lihat saat shalat jumaat, membantu pengurus mesjid
di parkiran mobil dan motor. Selain itu, saya pernah menjumpai bang Bejo,
saat almarhum baba Aji masih hidup.

*Kebiasaan Menolong Bang Bejo*

Bang Bejo memberi saya pembelajaran hidup, sehingga saya menuliskan sedikit
informasi tentang beliau. Adapun yang membuat saya terkesan, saat istri saya
memberitahu tentang aktivitas dan kebiasaan beliau. "*Orangnya memang
pendiam kak, tetapi saat ada warga yang sedang mengalami musibah atau
membutuhkan bantuan, pasti dia duluan yang akan datang dan membantu dengan
kemampuan tenagannya*".

Ada sesuatu yang tersentak dalam diri saya saat mendengar pemberitahuan itu.
Istri saya kemudian melanjutkan "*Saat almarhum bapak meninggal, sebelum
semua orang datang ke rumah. **Bang Bejo pertama kali sampai untuk bantu
mengangkat kursi, meja serta rapihin rumah*".

Dan dipernikahan Mas Eko pun, saya melihat sendiri, Bang Bejo bantu-bantu
mengangkat, memindahkan dan mengumpulkan piring kotor. Kebiasaan dan budaya
di sini, biasanya yang melakukan itu adalah ahli keluarga atau familiy
pengatin yang hajatan.

*Prinsip Menolong Bang Bejo*

Orangnya memang pendiam. Karena penasaran saya mencari tau lagi tentang
beliau. Rumahnya dimana? Ternyata rumah Bang Bejo ada di sebrang Mesjid
ElSyifa. Walau rumah kontrakan bersama ibu beliau di sana. Tapi biasanya
Bang Bejo tidur di pos ronda atau siapa saja yang mau mengizinkan untuk
merebahkan badannya. Terkadang juga di mesjid atau mushala. Dan aktivitasnya
sehari-haripun saya tidak tau persis, apa yang beliau usahakan. Informasi
tambahan dari istri "*Bang Bejo kalau membantu tidak mau di bayar, tetapi
cukup dikasih makan saja, baginya sudah sangat dan lebih dari cukup*".

Namun terlepas dari siapa dan apa aktivitasnya. Setelah pulang dari
kondangan, hati saya seperti tertusuk. Dipenuhi perasaan malu. Karena,
perbandingan antara sikap, perilaku dan spontanitas saya dengan bang Bejo.
Saya sudah pernah duduk dikursi pendidikan tertinggi. Sudah mengikuti
pembelajaran dan pelatihan tentang memahami dan mengenali manusia. Tetapi,
masih belum spontan untuk membantu sesama. Masih ada rasa ego, masih
menerka-nerka dan menghitung-hitung. Mungkin ini kata-kata bijak "*Terkadang
lebih baik tidak tau apa-apa tidak menjadi siapa, sehingga tidak ada beban
dalam bertindak*".

Kondangan malam ini, selain terjadi* Trance Derivational Seacrh*. Proses
terpanggilnya memori pengalaman saat terindah, pernikahan dengan istri
Desember yang lalu. Saya juga mendapat pembelajaran hidup. Yang belum tentu
saya dapatkan di kampus yang memberikan saya ijazah. Tetapi, saya dapatkan
pada kampus kehidupan.

Terima kasih bang Bejo. *You are my teacher in Life University...*

Cinganjur 12 februari 2011

--
Rahmadsyah Mind-Therapist
*www.terapinlp.com* I* 081511448147* I *YM; rahmad_aceh* I *FB :
rahmadnlp@yahoo.co.id*
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Learn about issues

Find support

Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: