Kamis, 17 Maret 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3348

Messages In This Digest (21 Messages)

Messages

1.

The King's Speech

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Wed Mar 16, 2011 9:08 pm (PDT)



Assalamu'aliakum wr.wb
Shahabat saya yang baik. Semoga kata-kata melalui perantaraan artikel
elektronik ini, menyapa Anda dalam keadaan sehat walafiat. Dalam kesempatan
ini juga, saya mengajak, mari kita luangkan waktu sejenak dengan penuh
khidmat, kita kirimkan doa kepada saudara-saudara kita di Jepang yang sedang
mengalami ujian dari Allah, berupa Gempa & Tsunami, serta ancaman efek
nuklir. Semoga Allah menguatkan hati dan di besarkan kesabaran mereka. Amin.

*Diangkat dari kisah nyata*
The King's Speech. Diangkat dari kisah nyata Raja George VI. Setelah
kematian Ayahandanya, Raja George V (Michael Gambon) dan skandal Raja Edward
VIII (Guy Pearce), Bertie (Colin Firth) yang mengalami kesulitan
berkomunikasi, tiba-tiba dinobatkan sebagai Raja George VI dari Inggris.
Dengan negara di ambang perang dan sangat membutuhkan sosok pemimpin,
istrinya, Elizabeth (Helena Bonham Carter), calon Ratu, meminta agar
suaminya mengikuti terapi bicara bersama Lionel Logue (Geoffrey Rush) yang
eksentrik.

Disinilah kisah ini dimulai. Pertemuan pertama antara Bertie (Colin Firth)
dengan Lionel Logue (Geogrrey Rush), seorang ahli dalam hal terapi bicara,
terutama untuk orang-orang yang tidak terlalu lancar mengucapkan kata-kata
(gagap).

*Rekomendasi untuk para Therapist & Coach*
Selama proses terapi berlangsung, ada beberapa secene yang menarik sehingga
saya memfokuskan diri pada hal tersebut. Karena, proses terapi yang
dilakukan oleh Lionel kepada Bertie, memberikan visual pembelajaran untuk
materi *Coaching* dan *Therapy*<http://www.kursusnlp.com/p/coach-therapy.html>.
Sehingga wajar, seorang teman Trainer & Coach, merekomendasikan film ini
untuk ditonton oleh para praktisi Coach.

Diantara beberapa secene yang menjadi pembelajaran bagi saya sebagai seorang
*Trainer* & *Mind-Therapist* :

*Pertama*. *Percaya kepada kemampuan diri. *

Proses pertemuan perdana antara Bertie dengan Lionel Logue. Di mana Bertie
memiliki keyakinan bahwa masalah yang sedang ia hadapi permanen dan sudah
tidak bisa disembuhkan / diseleasikan. Dengan penuh percaya diri, Lionel
meyakinkan, bahwa tidak ada orang yang terlahir langsung gagap, melainkan
ada peristiwa psikologis yang dialami, sehingga menyebabkan ia sulit
berbicara. Bahkan, Lionel mengatakan "*Aku bisa membuat mu lancar membaca
tanpa gagap dalam waktu hitungan detik*". Kemudian Lionel mengambil sebuah
buku, dan meminta Bertie untuk membacanya. Dan saat membaca, Bertie di
pasangkan headset sambil mendengar musik. Adapun yang terjadi, Bertie
menjadi lancar membaca tanpa gagap.

*Kedua.* *Berikan pertanyaan.*
Lionel sebagai Therapist, lebih banyak mengajukan pertanyaan kepada Bertie.
Sehingga di film ini banyak di berikan contoh-contoh bagaimana mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tanpa ada kesan interview sebagai *gathering
information*nya. Lebih tepatnya, Lionel memposisikan sebagai seorang Coach
untuk membangun awareness kepada Bertie, apa akar masalah yang dia alami.
Dan juga, jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, bisa menjadi metafora
kesembuhan. Seperti, pada saat Lionel meminta kepada Bertie untuk merekatkan
lem pada pesawat mainan anaknya. Kemudian Lionel memlihat Bertie
melakukannya dengan tangan kanan.

Lionel : *Apakah kamu dari dulu menggunakan tangan kanan mu?*
Bertie : *Tidak, aku dulu menggunakan tangan kiri. Namun, saat aku belajar
disekolah, pembimbingku mengatakan aku harus menggunakan tangan kanan.
Karena itu lebih baik. Setelah itu aku berlatih dan sekarang aku bisa
menggunakan tangan kanan.*
Lionel: *Begitu pula dengan Gagapmu.*

*Ketiga*.* Tegas kepada klien* untuk *mematuhi aturan / rule.*
Lionel yakin dengan caranya akan membantu menyelesaikan masalah
Bertie. Sehingga,
proses apapun itu harus dilakukan oleh Bertie. Meskipun dia seorang
bangsawan (seorang Raja). Seperti, Lionel meminta Bertie untuk menggunakan
nama panggilan saat menyapa. Juga mengganggap mereka sebagai teman biasa,
tidak ada jarak antara Raja dan Rakyat nya.

Akhirnya, dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Sang Raja George
VI berhasil mengendalikan masalahnya. Kemudian, pada saat kondisi negara
berada pada situasi tak terelakan perang dengan Jerman. Sang Raja berpidato
lewat radio ke rakyatnya, dengan penuh inspirasi.

Film ini juga memenangkan Colin Firth (Bertie) sebagai Aktor terabik pada
Golden Globe 2011 dan 12 nominasi Piala Oscar 2011.

Ciganjur, 15 Maret 2011

--
Rahmadsyah Mind-Therapist
*www.terapinlp.com* I* 081511448147* I *YM; rahmad_aceh* I *FB :
rahmadnlp@yahoo.co.id*
2.

[Polling] Pilih Layanan Self Publishing Favorit Anda!

Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com   j0nru

Wed Mar 16, 2011 11:30 pm (PDT)



Assallamualaikum,

Teman-teman sekalian,

Saat ini, menerbitkan buku menjadi semakin gampang, terlebih karena
makin banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan self publishing.
Anda bisa menggunakan jasa mereka, menerbitkan buku dengan sangat
mudah.

Dari sekian banyak perusahaan penyedia layanan self publishing di
Indonesia, yang manakah favorit Anda?

Kami dari PenulisLepas.com telah memilih 5 perusahaan yang menurut
kami paling menonjol, yakni:

1. http://www.indie-publishing.com

2. http://www.nulisbuku.com

3. http://www.leutikaprio.com

4. http://halamanmoeka.blogspot.com

5. http://www.redcarpetstudio.net

Yang manakah pilihan favorit Anda?

Ups..
TAK PERLU DIJAWAB DI SINI.
Tapi silahkan isi pollingnya yang telah kami sediakan di http://t.co/ueF4xyN

--
Terima Kasih dan Salam Sukses!

Jonru
(*) Founder & Moderator Milis Penulis Lepas
(*) Founder & Mentor Writers Academy: http://www.WritersAcademyIndonesia.com
(*) Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" dan "Cara Dahsyat
Menjadi Penulis Hebat"
(*) Telp: 0852-1701-4194 / 021-9705-6247
(*) Personal blog: http://www.jonru.net

3.

DICARI NASKAH UNTUK DIBUKUKAN DI BUKU ANTOLOGI MANGGA GOLEK IMPIAN (

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Mar 16, 2011 11:31 pm (PDT)



DICARI NASKAH UNTUK DIBUKUKAN DI BUKU ANTOLOGI MANGGA GOLEK IMPIAN (MGI)
JAKARTA

*DICARI NASKAH UNTUK DIBUKUKAN DI BUKU ANTOLOGI MANGGA GOLEK IMPIAN (MGI)
JAKARTA*

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam rangka menyambut ulang tahun kota Jakarta pada tanggal 22 Juni nanti,
kami segenap crew Mangga Golek Impian (MGI) Club Jakarta mengundang
rekan-rekan untuk meramaikan antologi perdana kami. Berikut beberapa
ketentuannya..

A. Ada 2 kategori penulisan yg di angkat :

1.Mengenal lebih dekat tokoh betawi (seniman), mis: Benyamin, Mpok Nori,
dsb.

2. Menceritakan tradisi budaya betawi, kebiasaan masyarakat betawi, seperti
lenong, tanjidor, roti buaya pada pernikahan betawi, ondel – ondel, tari
topeng, dsb.

B. Bentuk tulisan : Kisah Inspiratif dan Cerpen.

Terdiri dari 15 kisah inspiratif dan 15 cerpen

C. Ketentuan wajib penulisan:

1. Peserta WAJIB menjadi teman Facebook Mgi Clubs Jakarta (
http://www.facebook.com/mgiclubs.jakarta) dan fan page Mangga Golek Impian(
http://www.facebook.com/pages/Mangga-Golek-Impian/195587383802600).

2. Tulisan bertema "Siapa Bilang Betawi Ketinggalan Zaman"

3. Format penulisan : Font Times New Roman, size 12, spasi 1,5,panjang
tulisan 4-6 halaman, kertas A4.

4. Peserta wajib men-tag materi ini (bukan naskah) serta minimal 2 dari 3
logo yang ada dalam materi ini ke Facebook Fiyan Arjun (
http://www.facebook.com/zubeir.elawwabi), Eka Putri Hapsari (
http://www.facebook.com/profile.php?id=1488887780), Lina Astuti(
http://www.facebook.com/na.as2tiE), dan Mgi Clubs Jakarta. Sisanya tag bebas
dan tak terbatas.

5. Naskah lomba dikirim ke email : cc ke: antologimgicjkt@ymail.com; bcc ke:
putrimahmudah05@gmail.com (dalam bentuk attachment, jangan di badan email)

6. Sertakan biodata diri dalam bentuk narasi singkat (bagi yang sudah punya
buku baik antologi maupun solo, sertakan juga daftar buku yang sudah
terbit).

7. Naskah diterima paling lambat tanggal 15 April 2011 pukul 24.00 WIB.

8. Pengumuman naskah terpilih insya Allah tanggal 25 April 2011. Setiap
kategori akan dipilih 3 naskah terbaik untuk mendapatkan bingkisan dari Anju
Online Bookshop.

D. Buku antologi Mangga Golek Impian (MGI) Clubs Jakarta ini di persembahkan
oleh UNSA (Untuk Sahabat) dan Mangga Golek Impian (MGI) Clubs Jakarta.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari groups UNSA (Untuk Sahabat),
Mangga Golek Impian dan Anju Online Bookshop.

Nb: Buku ini akan diramaikan oleh tokoh/seniman berasal dari Betawi (dalam
konfirmasi)

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari groups UNSA (Untuk Sahabat),
Mangga Golek Impian dan Anju Online Bookshop.
4a.

Re: Jangan Bicarakan Kejelekan Orang Lain

Posted by: "daunketumbar@gmail.com" daunketumbar@gmail.com   iip01

Wed Mar 16, 2011 11:39 pm (PDT)



Alhamdulillah, sempat baca postingan ini tadi, terimakasih sudah mengingatkan, insyaallah bermanfaat banget.

Lidah manusia memang tajam bagai pedang ya, tanpa disadari sering melukai sesama. Makanya kata Rasulullah: "berbahagialah orang yg dapat menjaga lisannya"

Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tdk mungkin..

Saya jadi penasaran juga sama novel 5 cm hehe, sama juga, udh dari dulu lihat tp blm berminat beli. Tapi skrg pingin nyari ah ... :-)


Indah ip
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
5.

Hilangnya empati

Posted by: "Kang Uum" uum_m@yahoo.com   uum_m

Wed Mar 16, 2011 11:39 pm (PDT)



Assalamualikum
Teman-temanku di sekolah kehidupan yang selalu belajar dan terus belajar dari kehidupan. Ada satu pertanyaan yang nyangkut di pikiran saya melihat kasus-kasus yang terjadi dalam kehidupan di lingkungan saya. Ada pepatah sunda yang mengatakan "batur jadi dulur, dulur jadi batur" yang artinya kadang dalam masyarakat kita entah itu akibat permasalahan hidup dan bagaimana menyikapinya sehingga orang lain yang dulunya bukan siapa-biasa akibat interaksi kita dengan dia bisa menjadikan dia itu menjadi saudara bahkan lebih erat dibanding saudara kandung, begitu pun sebaliknya saudara kandung yang dulu semenjak kecil kita bermain bareng, mandi bareng, tidur bareng, makan bareng ketika kita dewasa justru menjadi orang lain bahkan musuh kita dalam kehidupan. Ada berbagai faktor yang bisa melatarbelakangi ini, bisa akibat warisan, ketidakadilan orang tua, keadaan ekonomi yang timpang, perhatian keluarga yang berat sebelah, dan lain-lain.
Apakah gerangan yang terjadi kini sehingga bisa membutakan persaudaraan yang sudah lama dijalin?
Bagaimana menurut teman-teman sekalian melihat hal ini. Marilah kita berbagi pendapat mengenai hal ini.

Wassalam

kang.uum

6.

(OOT) Tsunami di Jepang. 8,9 richter.

Posted by: "Robby Hermawan" robby@iwhitesolutions.com   rbhtlkm99

Wed Mar 16, 2011 11:41 pm (PDT)



Ijin sharing. Gempa & Tsunami di Jepang

Bangunan, mobil & manusia tersapu ombak

Streaming live report
http://www.livestation.com/channels/10-bbc-world-news-english
video
http://english.aljazeera.net/watch_now/

diperkirakan sore ini juga menuju Indonesia di sekitar lautan pasifik kira
di daerah Biak, Maluku & Irian.

cek video berikut :

http://www.youtube.com/watch?v=WM3RAn1-4rs

http://www.youtube.com/watch?v=O_kGD-99_ts

let us all pray for Japan.... God gives mercy to Japan!

Thanks..
7.

Doa untuk Teman-teman di Jepang.

Posted by: "Diah Utami Lestari" batikmania@yahoo.com   batikmania

Wed Mar 16, 2011 11:41 pm (PDT)



Doa kami selalu untuk semua rekan dan kerabat yang saat ini ada di Jepang.
Selain mbak Fety, ada juga beberapa teman saya (iya... mereka memang bukan
member milis SK, tapi kan saudara kita juga). Mereka mengabarkan bahwa kondisi
rumah/apartemen porak-poranda (di Tokyo). Yang di Nagoya relatif baik-baik saja
walaupun juga diguncang gempa. Yang bikin sedih, temen-temen di Hokkaido (bagian
utara Jepang), menyeberang salju untuk mengungsi ke masjid dengan membawa
perbekalan makanan sekedarnya. Dan ini masih musim dingin, sedangkan aliran
listrik terputus. Berarti tak ada heater yang bisa dinyalakan. Malam menjelang.
Semoga pertolongan dan bantuan segera datang. Sementara kita yang berada jauh
dari sana hanya bisa mendoakan, semoga Allah SWT menyediakan lindungan-Nya untuk
mereka semua. Amiin.
Wassalaam

Diah Utami

8a.

Bls: [sekolah-kehidupan] Re: Mohon doa untuk Fety, suami dan calon b

Posted by: "Nurul Asmayani Sofyan" uul_bisnisq@yahoo.com   uul_bisnisq

Wed Mar 16, 2011 11:41 pm (PDT)



Assalamu 'alaikum Wr.Wb

Maaf sebelumnya teman-teman SK.Saya seorang murid SK yang sudah beberapa waktu
bergabung di sekolah ini tapi belum berani ke depan kelas untuk memperkenalkan
diri

Nama saya Nurul,saya tinggal bertetangga dengan Inga Fety, di
Inage-ku,Chiba-Shi.Gedung kami berhadapan.
Alhamdulillah, kami di sini sehat dan baik.Tadi 2 kali guncangan besar kami
alami.
Kami sempat berkumpul di hall dormitory kampus beberapa jam, saat bumi masih
belum bisa tenang. Sekarangpun masih goyang.

Fety,Alhamdulillah sehat. Tadi kami meminta Fety untuk menginap saja di rumah
keluarga yang lain. Karena Fety tinggal di lantai 5, dan suaminya (Mas Aan) ada
di Tsukuba. Belum bisa ke Chiba karena kereta tadi belum beroperasi.

Begitu teman-teman.
Tolong bantu do'a ya.
Maaf, berkenalan dengan cara seperti ini

@Fety chan : daijobu yo ^_*
Jawaban sudah diwakili.

Wasalam,
Dari Bumi Chiba

Nurul Asmayani
"Meraih Mimpi diawali dengan mengatasi kemalasan diri sendiri"

http://www.jejakbunda.multiply.com
http://www.hasnafashion.wordpress.com
http://www.facebook.com/nurulasmayani

________________________________
Dari: Novi Khansa <novi_ningsih@yahoo.com>
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Terkirim: Sab, 12 Maret, 2011 04:00:22
Judul: [sekolah-kehidupan] Re: Mohon doa untuk Fety, suami dan calon bayinya

Moga Fety,calon bayinya, serta Aan dilindungi oleh Allah swt, aamiin...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@...>
wrote:
>
> Sahabat SK,
>
> Hari ini kita di guncang berita gempa dan tsunami di Jepang. Hingga saat ini
> saya belum bisa kontak ke Inga Fety di Chiba. Mohon doa untuk keselamatan
> Fety dan calon bayinya, serta Aan (suami Fety).
>
> Yang bikin saya nyesek. Fety saat ini sedang mengandung anak, yang sudah
> bertahun-tahun ditunggu. Mohon doanya dari teman-teman semua
>
> --
> Ugik Madyo
> http://ugik.multiply.com
> http://ugiksaja.blogspot.com
>

9a.

Re: Mohon doa untuk Fety, suami dan calon bayinya

Posted by: "wifa_10" wifa_10@yahoo.co.id   wifa_10

Wed Mar 16, 2011 11:41 pm (PDT)




moga mbak Fety ma keluarga baik2 saja, dan selalu dalam rengkuhan kasihNYa

salam
Wiwik H.
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@...> wrote:
>
> Sahabat SK,
>
> Hari ini kita di guncang berita gempa dan tsunami di Jepang. Hingga saat ini
> saya belum bisa kontak ke Inga Fety di Chiba. Mohon doa untuk keselamatan
> Fety dan calon bayinya, serta Aan (suami Fety).
>
> Yang bikin saya nyesek. Fety saat ini sedang mengandung anak, yang sudah
> bertahun-tahun ditunggu. Mohon doanya dari teman-teman semua
>
> --
> Ugik Madyo
> http://ugik.multiply.com
> http://ugiksaja.blogspot.com
>

10.

[mimbar] Sakinah, Mawahddah, Warahmah...

Posted by: "Pramono Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Wed Mar 16, 2011 11:42 pm (PDT)



Asslm wrwb.

Istilah diatas kita sering dengar, namun barangkali ada teman2 yg belum memahami artinya. Sama pula dengan saya sebenarnya, sehingga saya tertarik ingin mengetahui arti dan makna kata2 yg sering diucapkan tersebut.

Materi ini saya dapat dari sebuah buku. Sekedar sharing saja, jika ada yang kurang dalam penyampaiannya mohon dikoreksi dan sebelumnya saya mohon maaf sebesar2nya...

Mungkin kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan ucapan selamat atau do'a kepada saudara/kerabat/teman yang akan menyempurnakan setengah agamanya dengan suatu kalimat "Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah."

Kalimat tersebut sangat familiar bukan? Kita awali dengan kata "Sakinah". Sakinah merupakan pondasi dari bangunan rumah tangga yang sangat penting. Tanpanya, tiada mawaddah dan warahmah. Kalaupun ada, tidak akan bertahan lama.

Sakinah itu meliputi kejujuran, pondasi iman dan taqwa kepada Allah SWT. Mengapa sakinah begitu penting dalam pernikahan? Seperti kita tahu bahwa pernikahan itu tidak hanya ikatan suci di dunia, melainkan ikatan tersebut akan dipertanggungjawabkan juga di akhirat.

Dalam Al Qur'an pun dikatakan bahwa suatu saat, akan banyak orang yang saling berkasih sayang di dunia, tetapi di akhirat kelak mereka akan bermusuhan, menyalahkan dan saling melempar tanggung jawab. Kecuali orang-orang yang berkasih sayang dilandasi dengan cinta kepada Allah SWT. Itulah sakinah. Sungguh indah bukan, jika suatu ikatan suci dilandasi dengan sakinah.

Kata kedua adalah mawaddah. Mawaddah itu berupa kasih sayang. Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulai dari hewan sampai manusia. Dalam konteks pernikahan, contoh mawaddah itu berupa "kejutan" suami untuk istrinya, begitu pun sebaliknya.

Misalnya suatu waktu si suami bangun pagi-pagi sekali, membereskan rumah, menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Dan ketika si istri bangun, hal tersebut merupakan kejutan yang luar biasa.

Banyak sekali contoh mawaddah yang bisa dilakukan untuk menambah rasa kasih sayang kepada pasangan. Sekedar bocoran untuk suami maupun istri, buatlah jadwal kejutan sehingga rumah tangga akan semakin manis, semakin indah, meskipun ditengah krisis ekonomi (hehe, gak nyambung pisan...)

Nah, kata terakhir adalah warahmah. Warahmah ini hubungannya dengan kewajiban. Kewajiban seorang suami menafkahi istri dan anak-anaknya, mendidik, dan memberikan contoh yang baik.

Kewajiban seorang istri untuk mena'ati suaminya. Intinya warahmah ini kaitannya dengan segala kewajiban.

Maaf bagi yg non muslim, namun saya sekedar ingin menyampaikan bahwa semua tata cara kehidupan telah diatur sedemikian rupa dalam risalah2 yg diajarkan kepada kita, dalam kitab Maha Sempurna.....untuk kita pahami dan kita amalkan.

Semoga ada manfaatnya. Barakallah fiikum..

Pramono Dewo
11a.

Re: Unsubscribe

Posted by: "Aydin Rafif" aydin.rafif@yahoo.com   aydin.rafif

Wed Mar 16, 2011 11:43 pm (PDT)



Mba Ain,

ke sini aja kirimnya: sekolah-kehidupan-unsubscribe@yahoogroups.com

Memangnya mau mundur?

--- On Tue, 2/15/11, airin nisa <jurnalcahaya@yahoo.com> wrote:

From: airin nisa <jurnalcahaya@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Unsubscribe
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tuesday, February 15, 2011, 6:45 AM

Kalau mau unsubscribe bs kirim email kmana y? Tks
Airin Nisa
english freelance translator
|Books|Documents|Press Release|Promotion Materials|etc.|
tweet me at @aforain
fB: ain nisa oktarinda
Powered by HaloWhiteBerry®

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

12.

Sajakku (mulai) Membisu

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Mar 16, 2011 11:43 pm (PDT)



*Sajakku (mulai) Membisu*

*:Sayangku*

sajakku mulai membisu

semenjak ia datang menghampiriku

perlahan

tapi itu pasti

hingga membuatku membatu

dalam mimpimimpiku

(Ilustrasi: Foto Sabrina 4 bulan, anak dari keponakanku)

sajakku mulai menghantu

saat ia mulai bertamu

dengan bertandu awan kelabu

walau aku tahu

tapi tetap saja lisanku berkelu

sajakku mulai membiru

saat jemariku tak mampu

untuk merangkai namaMu

tapi aku ragu

apakah ini benarbenar diriku

atau bayangbayang nafsu

sekali lagi kucari-cari

tahutahu sajakku sedang beradu

padu saling bersikukuh

*Kamis, 10 Maret 2011*

*Pkl. 00,01 dini hari. *

*Kupersembahkan puisi ini untuk "Sayang" yang benar-benar begitu mengerti
dan memahami kekuranganku. I Luv U Sayang. Karena engakaulah cintaku kini
kembali mulai berlabuh. Ah, kenapa kau tidak dari dulu mengenalku, Sayang.*
13.

1500 kali di tolak..!

Posted by: "Pramono Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Wed Mar 16, 2011 11:43 pm (PDT)



Ia lahir dari keluarga miskin di New York, di tangga pintu sebuah sekolah. Akibat proses kelahiran yang kurang lancar, ada kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal.

Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Karena kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak dengan kebutuhan khusus.

Ia mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Ia mengikuti audisi ke mana-mana. Akan tetapi wajahnya yang 'seperti orang cacat mental' dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang kaku, membuat ia selalu ditolak.

Tetapi ia pantang menyerah walau ditolak sebanyak 1500 kali.!
Dia mendapatkan peran pertamanya dengan datang ke sebuah agency pukul 4 sore. Tetapi agen film menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya ketika sang agen datang, ia menemukan si pemuda tetap menunggu.

Akhirnya sang agen tsb tidak tega dan memberinya kesempatan sebagai pemain figuran yang muncul beberapa menit saja.

Ia tidak bisa membayar alat pemanas ketika suhu sangat dingin di New York. Ia terpaksa ke perpustakaan, sekedar untuk mendapatkan suhu hangat.

Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tidak tahan dan selalu memintanya mencari pekerjaan 'sungguhan'. Tetapi ia tetap bersikeras dengan impiannya di dunia akting.

Titik terendah dalam hidupnya adalah saat ia harus menjual Timmy, anjing kesayangannya US$ 25 untuk bisa menyambung hidupnya.

Pemuda tsb adalah: Sylvester Stallone, yang biasa dipanggil 'Sly'.

'Rocky' dan 'Rambo' adalah beberapa film awal yang dibintanginya dan melambungkan namanya sebagai ikon film laga Hollywood hingga kini.

Kadang terasa demikian berat dalam mencapai cita-cita dan impian kita. Seakan seluruh dunia dan orang terdekat tidak mendukung kita.
Di saat seperti itu, ingatlah Sly yang harus mengalami penolakan sampai 1500 kali dan jatuh ke titik terendah dalam hidupnya sebelum perlahan terus persistent merealisasikan impiannya.

Terus persistent & berdoa...barakallah fiikum.


Pramono Dewo
14.

Elang...& 150 hari yang menyakitkan

Posted by: "Pramono Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Wed Mar 16, 2011 11:44 pm (PDT)



Elang merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn. Tapi utk mencapai umur itu seekor elang hrs membuat keputusan besar pd umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yang baru baru tumbuh sempurna. Ia mulai dapat terbang kembali.

Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi..!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN.

Berani membuang kebiasaan2 lama yg mengikat dan melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan membuat kita terlena.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.!!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri...semoga ada manfaatnya, barakallah fiikum.

@DewoSudrun

Pramono Dewo
15.

(OOT) Membutuhkan tenaga pembuat web site

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Wed Mar 16, 2011 11:44 pm (PDT)



Dear Moderator & All,

Sebuah perusahaan IT tengah memerlukan tenaga pembuat web site.
Tenaga-tenaga ini dapat berupa karyawan ataupun jasa lepas.
Mohon mengirimkan email ke teddyartiana_photography@yahoo.com

--
*What a wonderfull world ! What an exciting journey !!
*
*
Made Teddy Artiana, S. Kom
*
fotografer, penulis & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

*Galery & Stock Photo
*http://theBeautyofBelitung.multiply.com
http://fromBaliWithLove.multiply.com
http://LawangSewuKotaTua.multiply.com
http://TriptoPulauPramuka.multiply.com

http://HongkongMacauShenzen.multiply.com
16.

Memahami Bukan Hanya Sekedar Tahu

Posted by: "NLP Into Action" nlpintoaction@gmail.com

Wed Mar 16, 2011 11:44 pm (PDT)



Sumber
http://nlpintoaction.com/aplikasi-nlp/memahami-bukan-hanya-sekedar-tahu/

by Wahyudi Akbar <http://nlpintoaction.com/direktori-praktisi/wahyudi-akbar>

Sabtu dan Minggu kemarin (26-27 Feb 2011), saya mengalami pembelajaran NLP
di padepokan Subang, tempat dimana tetua – tetua NLP di Indonesia bersemedi,
Pak Saiful Bachri (Kang Puhong) dan dr. Stephanus Tamzil (Bos Ngapusi).

Melalui tulisan ini saya ingin berbagai akan apa yang saya pelajari disana.
Dalam pembelajaran disana, saya mendapatkan pemahaman bahwa untuk menjadi
ahli dalam sebuah bidang ilmu, saya perlu benar-benar memahami apa yang saya
pelajari, bukan hanya sekedar tahu; memahami ilmu tersebut sampai
seakan-akan menyatu dalam seluruh tubuh saya, bukan hanya sekedar di kepala
atau diawang-awang.

Pada saat saya benar-benar sudah memahami apa yang saya pelajari maka saya
akan mampu untuk menjelaskannya, ataupun berinovasi dengan pelajaran
tersebut jadi tidak terpaku hanya pada apa yang diajarkan.

Contoh dalam pembelajaran NLP di padepokan Subang, saya memahami bahwa dalam
belajar NLP bukan hanya sekedar belajar *pattern-pattern*, namun filosofi
yang melandasi NLP itu sendiri perlu dipahami dan dimengerti, sehingga dalam
melakukan *Coaching* atau *Therapy* saya tidak terlalu terpaku pada *
pattern-pattern* yang ada, namun saya akan mampu untuk fleksibel dan bahkan
mengkombinasikan *pattern-pattern* yang ada sehingga dapat melakukan *
Coaching* dan *Therapy* yang lebih efektif.

Ada 3 pertanyaan yang saya peroleh di padepokan Subang, yang menurut saya
dapat dipergunakan untuk membantu kita dalam mencari tahu apakah kita sudah
memahami apa yang kita pelajari atau masih hanya sekedar tahu:

1. Apa yang saya *ketahui* tentang ("apa" yang sedang anda pelajari)?
2. Apa yang saya *pelajari *dari ("apa" yang sedang anda pelajari)?
3. Apa yang saya *dapatkan* dari ("apa" yang sedang anda pelajari)?

Jawablah ke 3 pertanyaan diatas dan *jelaskan kepada diri Anda sendiri
sampai Anda tidak yakin dengan jawaban anda sendiri. *Pada saat Anda mampu
untuk menjelaskan sampai Anda sendiri tidak yakin pada kemampuan Anda untuk
menjelaskannya, maka Anda sudah mulai memahami apa yang Anda pelajari dan *pada
saat Anda mulai mampu untuk mempraktekannya maka Anda lebih memahami apa
yang anda pelajari*.

Teruslah mencari cara untuk membuat diri Anda tidak paham dengan apa yang
Anda pelajari, maka Anda akan lebih memahami apa yang anda pelajari.

Salam tahu,

Wahyudi Akbar
17.

NEWS RELEASE: Rumah Zakat Utus Relawan Ke Lokasi Banjur Bandang Aceh

Posted by: "Aan Sopiyan" ansopiyan_rzi@yahoo.co.id   ansopiyan_rzi

Wed Mar 16, 2011 11:45 pm (PDT)



Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Terima kasih untuk moderator yang telah mengizinkan berita ini diposting di
Milist ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin (:



14-Maret-2011
ACEH.Banjir bandang menimpa Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis
(10/3). Rumah Zakat mengutus relawan tim andvance, Sabtu(12/3).

Berdasarkan info yang diperoleh tim advance, banjir bandang menerjang delapan
desa. Dua desa yang mengalami rusak parah yaitu Desa Peunalom 1 dan Peunalom 2.
Desa ini masih terisolasi. Bongkahan batu dan kayu yang tumbang menghalangi
akses kendaraan untuk memasuki dua desa ini. Berdasarkan informasi dari tokoh
masyarakat, jumlah korban yang meninggal masih belum jelas. Sedikitnya 10 warga
dinyatakan meninggal.

Posko-posko pengungsian yang sudah ada baru dari pemerintah Aceh, Ormas politik.
Bantuan yang datang masih menumpuk di posko-posko pengungsian. Masyarakat
setempat menginformasikan bahwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Tangse
ini karena pembalakan liar. Tim relawan Rumah Zakat sudah melakukan persiapan
untuk pendirian posko bantuan. "Pengumpulan bantuan telah kami laksanakan di
kantor Rumah Zakat Cabang Aceh. Beberapa bantuan pakaian layak pakai, sepatu,
tempat tidur, dan bantuan dana telah terkumpul. Bantuan dari donatur insyaallah
akan kami salurkan Rabu(16/3) melalui posko kami di lokasi bencana. Mohon doa
dari segenap masyarakat agar kami dapat mengumpulkan bantuan lebih banyak lagi,"
ujar Budi Syahputra, Branch Manager Rumah Zakat Cabang Aceh.***

Newsroom/Riadhi
Aceh


---
Aan Sopiyan
ZIS Consultant Online
Rumah Zakat | Jalan Turangga No. 25 C Bandung.

e-mail: aan_sopiyan@rumahzakat.org | aan.rumahzakat@gmail.com
YM : ansopiyan_rzi
Phone : +62227332407
Fax : +62227332478
Mobile : +62817435036
www.rumahzakat.org

Menolong Itu Menyenangkan
bersama Rumah Zakat Mari Merangkai Senyum Indonesia

Rekening Donasi :
BCA 094 301 6001
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589

18a.

Bls: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana

Posted by: "sheliya sheliya" finding_sheliya@yahoo.co.id   finding_sheliya

Wed Mar 16, 2011 11:45 pm (PDT)



Terima kasih sahabat atas share kisah nya.
Bolehkah saya share di akun jejaring sosial saya.
Agar memberikan inspirasi dan berbagi semangat dengan saudara dan sahabat2 yang
lain.
Terima kasih.

Salam hangat,
Liya 

________________________________
Dari: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>
Kepada: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
Terkirim: Rab, 16 Maret, 2011 16:19:52
Judul: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana di Jepang)

 
Sahabat SK,

Berikut tulisan dari salah satu mahasiswa Indonesia yang tinggal di
Jepang, dan mengalami bencana gempa dan tsunami di sana. *mungkin
kawannya Mbak Fety*:).

Refleksinya tentang GAMBARU (filosofi Jepang) sangat menyentuh dan
menginspirasi. Semoga bermanfaat.

Tabik,

Nursalam AR

---------- Forwarded message ----------
From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@yahoo.com>
Date: Tue, 15 Mar 2011 22:13:01 -0700 (PDT)
Subject: [jurnalisme] Say YES to GAMBARU! (filsafat Jepang)
To: news Trans TV <news-transtv@yahoogroups.com>

Say YES to GAMBARU!
By Rouli Esther
Pasaribu

Terus
terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di
Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian
sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata
penutup selalu :
motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo,
isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang
bersama-sama) ,
motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain
GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males
atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja.
Menurut
kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai
shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha
abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras"
dan "mengencangkan". Jadi
image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah
apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus
mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu"
(maksudnya
jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran
dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan
ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru,
titik.).

Terus
terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti,
kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.

Bahkan
anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya,
kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja
terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki
karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan,
sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah
bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan
alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya
itu sendiri.

Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw
ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama,
gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).

Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah
penghabisan it's a must!

Gw
bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget
dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan
kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw
tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan
sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga
bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi
di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini
adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar
banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan
karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa
galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.

Bahkan
untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika
stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan
membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban
bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.

Bagaimana
tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh
kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak
punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?

Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala
ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari
juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak
negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening
dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga
disiarkan di TV.
Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar
setiap warga tetap waspada

2.
Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi
bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di
wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan
pemadaman listrik terencana

4. Tips-tips menghadapi bencana alam

5. nomor telepon call centre bencana alam
yang bisa dihubungi 24 jam

6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang
terkena bencana

7.
Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang
terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar
bernilai banget harganya)

8.
Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang
dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari
kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo
diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh
hati

9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
*ada
yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi
tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat
pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de
(ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

*Tulisan
di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita
mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana
ini;
Gelap
sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu
bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai
orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala
gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang
bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.

Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas
banget, negeri yang
alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat
baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.

Bisa
dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU.
Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan
dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan.
Hanya,
mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya,
Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada
rumput yang bergoyang... ..

I
guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di
dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan
bisa maju.

Kalau

ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan
persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani
bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.

Jika
diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari
dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau
berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira
setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw
menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau
S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah
nanggung. Begitulah kata beliau.

Sempat
terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international
ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh
sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga
akan bisa survive di sini.
Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan
bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang
menyatakan ngga ada
gunanya gw nuntut ilmu di jepang.

Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.

Mental
gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental
gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go
international dan sejenisnya itu.

Benar,
sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja.
Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar
udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk
memahami semua itu adalah di jepang.

Dan
gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw
mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di
supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan
lagi merasa muak jiwa raga.

Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :

Indonesia
jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro
kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin
wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.

(Saya
ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti
dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang
tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian
semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

18b.

Re: Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana di Jepang)

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Thu Mar 17, 2011 12:01 am (PDT)



Silakan, Mbak Liya:). Semoga banyak manfaatnya. Itu cerita juga saya
dapat dari milis lain kok.

Btw, ini Mbak Sheliya yang di Bandung bukan? Maaf, kalau bukan.
Namanya juga nebak,hehe...

Salam kenal ya.

Tabik,

Nursalam AR

On 3/16/11, sheliya sheliya <finding_sheliya@yahoo.co.id> wrote:
> Terima kasih sahabat atas share kisah nya.
> Bolehkah saya share di akun jejaring sosial saya.
> Agar memberikan inspirasi dan berbagi semangat dengan saudara dan sahabat2
> yang
> lain.
> Terima kasih.
>
> Salam hangat,
> Liya
>
>
>
> ________________________________
> Dari: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>
> Kepada: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
> Terkirim: Rab, 16 Maret, 2011 16:19:52
> Judul: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana di
> Jepang)
>
>
> Sahabat SK,
>
> Berikut tulisan dari salah satu mahasiswa Indonesia yang tinggal di
> Jepang, dan mengalami bencana gempa dan tsunami di sana. *mungkin
> kawannya Mbak Fety*:).
>
> Refleksinya tentang GAMBARU (filosofi Jepang) sangat menyentuh dan
> menginspirasi. Semoga bermanfaat.
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@yahoo.com>
> Date: Tue, 15 Mar 2011 22:13:01 -0700 (PDT)
> Subject: [jurnalisme] Say YES to GAMBARU! (filsafat Jepang)
> To: news Trans TV <news-transtv@yahoogroups.com>
>
> Say YES to GAMBARU!
> By Rouli Esther
> Pasaribu
>
> Terus
> terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di
> Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian
> sampai titik darah penghabisan.
> Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata
> penutup selalu :
> motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo,
> isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang
> bersama-sama) ,
> motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih
> lagi).
>
> Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain
> GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
>
> Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males
> atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja.
> Menurut
> kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai
> shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha
> abis-abisan)
>
> Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras"
> dan "mengencangkan". Jadi
> image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah
> apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus
> mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu"
> (maksudnya
> jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran
> dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan
> ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru,
> titik.).
>
> Terus
> terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti,
> kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.
>
> Bahkan
> anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya,
> kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja
> terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki
> karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan,
> sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah
> bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan
> alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya
> itu sendiri.
>
> Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw
> ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama,
> gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).
>
> Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah
> penghabisan it's a must!
>
> Gw
> bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget
> dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan
> kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw
> tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan
> sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga
> bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi
> di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini
> adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.
>
> Wajaaaaaaar
> banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan
> karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa
> galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.
>
> Bahkan
> untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika
> stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan
> membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban
> bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.
>
> Bagaimana
> tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh
> kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak
> punya harapan.
>
> Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?
>
> Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala
> ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari
> juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak
> negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening
> dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga
> disiarkan di TV.
> Jadi yang ada apaan dong?
>
> Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
>
> 1. Peringatan pemerintah agar
> setiap warga tetap waspada
>
> 2.
> Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi
> bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di
> wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
>
> 3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan
> pemadaman listrik terencana
>
> 4. Tips-tips menghadapi bencana alam
>
> 5. nomor telepon call centre bencana alam
> yang bisa dihubungi 24 jam
>
> 6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang
> terkena bencana
>
> 7.
> Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang
> terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar
> bernilai banget harganya)
>
> 8.
> Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang
> dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari
> kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo
> diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh
> hati
>
> 9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
> *ada
> yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi
> tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat
> pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de
> (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
>
> *Tulisan
> di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita
> mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana
> ini;
> Gelap
> sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu
> bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.
>
> Sebagai
> orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala
> gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang
> bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.
>
> Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas
> banget, negeri yang
> alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat
> baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.
>
> Bisa
> dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU.
> Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan
> dalam hidup.
>
> Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan.
> Hanya,
> mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya,
> Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada
> rumput yang bergoyang... ..
>
> I
> guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di
> dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan
> bisa maju.
>
> Kalau
>
> ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan
> persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani
> bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.
>
> Jika
> diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari
> dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau
> berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.
>
> Kira-kira
> setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw
> menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau
> S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah
> nanggung. Begitulah kata beliau.
>
> Sempat
> terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international
> ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh
> sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga
> akan bisa survive di sini.
> Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan
> bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.
>
> Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang
> menyatakan ngga ada
> gunanya gw nuntut ilmu di jepang.
>
> Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.
>
> Mental
> gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental
> gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go
> international dan sejenisnya itu.
>
> Benar,
> sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja.
> Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar
> udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk
> memahami semua itu adalah di jepang.
>
> Dan
> gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw
> mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di
> supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan
> lagi merasa muak jiwa raga.
>
> Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :
>
> Indonesia
> jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro
> kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin
> wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.
>
> (Saya
> ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti
> dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang
> tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian
> semuanya, orang-orang Jepang).
>
> Say YES to GAMBARU!
>
>
>
>

--
Blog : www.nursalam.wordpress.com
Twitter : http://twitter.com/salamrahman
LinkedIn : http://id.linkedin.com/in/nursalam

*"We make a living by what we get, but we make a life by what we give." —
Norman MacEwan*

18c.

Bls: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana

Posted by: "sheliya sheliya" finding_sheliya@yahoo.co.id   finding_sheliya

Thu Mar 17, 2011 12:42 am (PDT)



Terima kasih Mas Nursalam
Alhamdulillah note tersebut sangat bermanfaat bagi kawan2 saya.
Btw saya bukan Sheliya dari Bandung
Area petualangan saya masih di Jakarta-Bogor saja.
Mungkin suatu saat nanti saya juga akan berkeliaran di Bandung tuk 'ngadem' jua.
hehehe ...

Salam hangat,
Liya

________________________________
Dari: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Cc: finding_sheliya@yahoo.co.id
Terkirim: Kam, 17 Maret, 2011 14:01:12
Judul: Re: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana di
Jepang)

Silakan, Mbak Liya:). Semoga banyak manfaatnya. Itu cerita juga saya
dapat dari milis lain kok.

Btw, ini Mbak Sheliya yang di Bandung bukan? Maaf, kalau bukan.
Namanya juga nebak,hehe...

Salam kenal ya.

Tabik,

Nursalam AR

On 3/16/11, sheliya sheliya <finding_sheliya@yahoo.co.id> wrote:
> Terima kasih sahabat atas share kisah nya.
> Bolehkah saya share di akun jejaring sosial saya.
> Agar memberikan inspirasi dan berbagi semangat dengan saudara dan sahabat2
> yang
> lain.
> Terima kasih.
>
> Salam hangat,
> Liya
>
>
>
> ________________________________
> Dari: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>
> Kepada: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
> Terkirim: Rab, 16 Maret, 2011 16:19:52
> Judul: [sekolah-kehidupan] Fwd: Say YES to GAMBARU! (refleksi bencana di
> Jepang)
>
>
> Sahabat SK,
>
> Berikut tulisan dari salah satu mahasiswa Indonesia yang tinggal di
> Jepang, dan mengalami bencana gempa dan tsunami di sana. *mungkin
> kawannya Mbak Fety*:).
>
> Refleksinya tentang GAMBARU (filosofi Jepang) sangat menyentuh dan
> menginspirasi. Semoga bermanfaat.
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@yahoo.com>
> Date: Tue, 15 Mar 2011 22:13:01 -0700 (PDT)
> Subject: [jurnalisme] Say YES to GAMBARU! (filsafat Jepang)
> To: news Trans TV <news-transtv@yahoogroups.com>
>
> Say YES to GAMBARU!
> By Rouli Esther
> Pasaribu
>
> Terus
> terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di
> Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian
> sampai titik darah penghabisan.
> Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata
> penutup selalu :
> motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo,
> isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang
> bersama-sama) ,
> motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih
> lagi).
>
> Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain
> GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
>
> Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males
> atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja.
> Menurut
> kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai
> shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha
> abis-abisan)
>
> Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras"
> dan "mengencangkan". Jadi
> image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah
> apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus
> mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu"
> (maksudnya
> jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran
> dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan
> ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru,
> titik.).
>
> Terus
> terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti,
> kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.
>
> Bahkan
> anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya,
> kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja
> terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki
> karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan,
> sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah
> bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan
> alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya
> itu sendiri.
>
> Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw
> ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama,
> gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).
>
> Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah
> penghabisan it's a must!
>
> Gw
> bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget
> dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan
> kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw
> tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan
> sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga
> bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi
> di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini
> adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.
>
> Wajaaaaaaar
> banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan
> karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa
> galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.
>
> Bahkan
> untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika
> stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan
> membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban
> bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.
>
> Bagaimana
> tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh
> kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak
> punya harapan.
>
> Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?
>
> Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala
> ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari
> juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak
> negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening
> dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga
> disiarkan di TV.
> Jadi yang ada apaan dong?
>
> Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
>
> 1. Peringatan pemerintah agar
> setiap warga tetap waspada
>
> 2.
> Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi
> bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di
> wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
>
> 3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan
> pemadaman listrik terencana
>
> 4. Tips-tips menghadapi bencana alam
>
> 5. nomor telepon call centre bencana alam
> yang bisa dihubungi 24 jam
>
> 6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang
> terkena bencana
>
> 7.
> Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang
> terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar
> bernilai banget harganya)
>
> 8.
> Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang
> dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari
> kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo
> diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh
> hati
>
> 9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
> *ada
> yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi
> tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat
> pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de
> (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
>
> *Tulisan
> di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita
> mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana
> ini;
> Gelap
> sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu
> bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.
>
> Sebagai
> orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala
> gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang
> bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.
>
> Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas
> banget, negeri yang
> alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat
> baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.
>
> Bisa
> dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU.
> Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan
> dalam hidup.
>
> Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan.
> Hanya,
> mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya,
> Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada
> rumput yang bergoyang... ..
>
> I
> guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di
> dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan
> bisa maju.
>
> Kalau
>
> ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan
> persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani
> bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.
>
> Jika
> diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari
> dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau
> berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.
>
> Kira-kira
> setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw
> menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau
> S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah
> nanggung. Begitulah kata beliau.
>
> Sempat
> terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international
> ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh
> sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga
> akan bisa survive di sini.
> Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan
> bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.
>
> Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang
> menyatakan ngga ada
> gunanya gw nuntut ilmu di jepang.
>
> Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.
>
> Mental
> gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental
> gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go
> international dan sejenisnya itu.
>
> Benar,
> sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja.
> Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar
> udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk
> memahami semua itu adalah di jepang.
>
> Dan
> gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw
> mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di
> supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan
> lagi merasa muak jiwa raga.
>
> Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :
>
> Indonesia
> jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro
> kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin
> wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.
>
> (Saya
> ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti
> dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang
> tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian
> semuanya, orang-orang Jepang).
>
> Say YES to GAMBARU!
>
>
>
>

--
Blog        : www.nursalam.wordpress.com
Twitter  : http://twitter.com/salamrahman
LinkedIn  : http://id.linkedin.com/in/nursalam

*"We make a living by what we get, but we make a life by what we give." â€"
Norman MacEwan*

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

19.

[WAWANCARA] Tamparan untuk Sikap Beragama Bangsa Indonesia

Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com   wartax

Wed Mar 16, 2011 11:51 pm (PDT)



[WAWANCARA]

Tamparan untuk Sikap Beragama Bangsa Indonesia

Arvan Pradiansyah menerbitkan You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan pada trimester akhir tahun 2010 dan memasuki trimester awal 2011 buku ini terus mendapat sambutan positif. Dalam sebulan, buku tersebut sudah cetak ulang, dan hingga kini masih bertahan di display utama banyak toko buku. Sebuah toko buku di Jakarta baru-baru ini masih menyertakan buku tersebut sebagai pilihan dalam "Recommend of the Month" sejak awal tahun 2011. Di media massa mainstream, resensi buku tersebut antara lain muncul di Republika, Seputar Indonesia, Suara Mandiri (NTB), dan Media Indonesia.

Di tengah rapuhnya sikap terhadap keragaman dan fanatisme beragama di Indonesia, buku ini tanpa ragu memprovokasi pembaca betapa kadar spiritualitas orang beragama bisa jadi justru kosong---itu sebabnya mereka suka merasa benar sendiri, intoleran, sampai akhirnya mengamuk dan bertindak brutal. Kita lihat kekerasan atas nama agama terus terjadi secara berlarut-larut, sementara upaya solusinya terasa sukar dipahami terutama oleh pihak-pihak yang bertikai. Lebih gawat lagi, kadang-kadang para pemuka agama tanpa malu menyebarkan kebencian kepada pemeluk agama lain di tempat ibadah, di sela-sela ibadah ritual.

Wawancara dilakukan via email, dijawab oleh Arvan di sela-sela kesibukannya sebagai konsultan sumber daya manusia untuk berbagai perusahaan, penulis, dan pembicara publik---terutama menjadi narasumber talkshow "Smart Happiness" di Smart FM setiap Jumat, pukul 07.00 - 08.00 WIB yang disiarkan ke-20 kota di Indonesia.

/***/

Anwar Holid (AH): Pada Jumat, 15 Oktober 2010 di episode JANGAN BUNUH DIRI acara Kick Andy membagi-bagikan 600 kopi You Are Not Alone kepada pemirsanya. Seperti apa perasaan Anda atas pilihan tersebut?

Arvan Pradiansyah (AP): Tentu saja saya merasa senang sekali. Acara Kick Andy itu kan disiapkan oleh tim yang sangat selektif. Kalau pada akhirnya mereka memilih You Are Not Alone sebagai buku pilihan, itu merupakan apresiasi yang luar biasa kepada saya. Selain itu, acara Kick Andy ini kan secara eksposure-nya kan cukup baik dan diminati oleh banyak pemirsa di Indonesia, jadi penampilan buku You Are Not Alone di Kick Andy mudah-mudahan bisa membuat buku ini makin dikenal, dan yang lebih penting lagi membuat pesan yang ingin saya sampaikan di buku ini dapat menjangkau lebih banyak lagi anggota masyarakat.

AH: Menurut Anda, seserius apa persoalan spiritualitas bagi bangsa Indonesia?

AP: Sangat serius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat religius. Semua orang berduyun-duyun memenuhi rumah ibadah. Bahkan jamaah haji kita merupakan jamaah yang terbesar di dunia. Tapi ternyata menjadi religius tidak serta merta mengubah perilaku kita. Kita masih “juara” dalam hal korupsi, pornografi, dan bajak-membajak. Bahkan tidak ada satu lembaga hukum pun di negara kita yang bebas dari mafia. Ini kan luar biasa sekali. Artinya, ketaatan beribadah ternyata tidak berdampak pada perilaku kita. Kesalehan individu tidak berimbas pada kesalehan spiritual. Padahal inti spiritualitas itu sederhana sekali. Spiritualitas adalah mengenai bagaimana menjadi orang baik. Sangat sederhana bukan?

AH: Sebagian orang ateis juga bisa sangat mendalam membicarakan spiritualitas maupun ketuhanan, misalnya Andre Comte-Sponville dan Friedrich Nietzsche. Apa komentar Anda mengenai hal itu? Spiritualitas seperti apa yang mereka bicarakan? Adakah spiritualitas yang dibicarakan orang ateis itu sama atau berbeda dengan maksud orang beragama?

AP: Menurut hemat saya orang yang ateis itu sesungguhnya adalah orang yang melakukan pemberontakan terhadap organized religion. Penyebabnya bisa banyak hal, misalnya karena keinginan untuk hidup bebas dan tidak terikat. Bukankah agama seringkali (dipersepsikan) membatasi kemampuan berpikir manusia? Bukankah agama seringkali (dipersepsikan) menjejali manusia dengan segala macam dogma yang tidak masuk akal? Jadi pada diri orang yang ateis itu sesungguhnya ada pemberontakan terhadap kemapanan yang diwakili oleh agama, ada benturan antara keinginan untuk berpikir bebas dengan keharusan untuk patuh pada keyakinan dan nilai-nilai tertentu.

Namun jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam sesungguhnya mereka percaya kepada Tuhan, paling tidak Tuhan dalam definisi mereka sendiri. Orang-orang seperti Andre Comte-Sponville misalnya, mengatakan bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Nah, menyebutkan “rohani” saja sesungguhnya sudah menunjukkan indikasi bahwa dia percaya pada sesuatu yang tidak terlihat. Ini sesungguhnya sudah merupakan sedikit indikasi bahwa ia curiga bahwa Tuhan itu ada.

AH: Andre Comte-Sponville mengajukan argumen bahwa spiritualitas bisa dilakukan (dimaknai oleh orang) tanpa Tuhan. Apa komentar Anda?

AP: Memang benar bahwa spiritualitas bisa dimaknai tanpa Tuhan. Inti spiritualitas kan adalah menjadi orang yang baik. Dalam konteks bisnis, spiritualitas berarti melayani orang lain dengan sepenuh hati, dengan segenap jiwa dan raga. Ini tentu saja dapat dilakukan tanpa dikaitkan dengan Tuhan. Namun tanpa dikaitkan dengan Tuhan spiritualitas tidak akan maksimal dan tidak akan sempurna. Kenapa demikian? Karena sesungguhnya dasar dari segala kebaikan itu adalah Tuhan. Tuhan adalah asal muasalnya segala bentuk kebaikan. Bahkan kenapa kita harus melayani orang lain (dengan melakukan pekerjaan) sesungguhnya adalah karena kita meneruskan pelayanan yang diberikan Tuhan kepada kita secara gratis. Tuhan sudah melayani dengan memberikan kehidupan yang begitu indah dan luar biasa kepada kita. Pelayanan ini sulit untuk kita balas karena Tuhan tidak membutuhkan balasan apa pun dari kita. Bukankah dia Yang Maha Kaya? Jadi cara kita membalas pelayanan Tuhan adalah
dengan cara melayani sesama manusia. Inilah yang dilakukan orang di dalam bisnis.

Nah, orang yang melakukan spiritualitas tanpa mengaitkannya dengan Tuhan tidak bisa melihat fenomena ini secara keseluruhan. Paradigmanya kurang lengkap, kurang paripurna. Ibaratnya dia hanya melihat perjalanan hidup ini dari A sampai M, bukan sampai Z.

AH: Menurut Anda, dengan cara apa manusia bisa berhubungan secara ideal dengan Tuhan? Apa lewat doa, menaati perintah Tuhan, atau memeluk agama?

AP: Tentu saja dengan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Tanpa menjalankan ibadah sesuai ajaran agama saya kira manusia tidak akan bisa berhubungan secara ideal dengan Tuhan.

Agama sesungguhnya mengandung dua unsur: Religiositas dan Spiritualitas. Religiositas menurut saya lebih pada tata cara untuk berhubungan dengan Tuhan, sementara Spiritualitas adalah pada “pertemuan” dengan Tuhan itu sendiri. Jadi inti dan hakikat setiap agama sesungguhnya adalah Spiriritualitas yaitu bagaimana berhubungan dan berkomunikasi langsung dengan Tuhan.

Banyak orang yang melakukan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya tapi tetap saja gagal “menjumpai” Tuhan. Mereka rajin beribadah tapi tidak pernah memahami apa maksudnya. Mereka sesungguhnya sedang menjalankan aktivitas ritual yang tidak bermakna lebih selain hanya sebagai menjalankan kewajiban. Mereka hanya takut pada Tuhan di rumah ibadah. Tapi begitu ke luar dari rumah ibadah mereka memasabodohkan Tuhan, menganggap Tuhan itu tidak ada dan tidak hadir dalam kehidupan mereka. Inilah orang yang religius tapi tidak spiritual.

Di lain pihak ada orang yang spiritual tapi tidak religius. Orang ini percaya pada Tuhan tapi tidak menganut ajaran agama apa pun. Mereka ini akan sulit berhubungan dengan Tuhan karena bagaimanapun kita membutuhkan cara dan sarana agar dapat berkomunikasi secara intensif dengan Tuhan. Cara inilah yang diatur oleh ajaran agama.

AH: Ini soal penggunaan istilah asing. Seorang pembaca menanggapi You Are Not Alone sebagai berikut: "Sayang, mirip Rhenald Kasali dan Hermawan Kartajaya, Arvan tidak mengajarkan pembacanya mencintai bahasa Indonesia. Semua judul bukunya berbahasa Inggris. Padahal sang penulis mengajarkan tentang cinta. Kenapa kita enggak pakai judul bahasa Indonesia saja? Misal, "Kita tak sendiri". Atau "7 kaidah kebahagiaan". Saya agak iritasi membaca buku bahasa Indonesia, dikarang oleh orang Indonesia, ditujukan untuk pembaca orang indonesia, tapi bahasanya asing, entah itu Arab, Inggris, atau Belanda." Ini seakan-akan menunjukkan bahwa penulis seperti Anda tidak cinta bahasa Indonesia. Bagaimana komentar Anda?

AP: Menurut saya penggunaan judul buku dengan menggunakan bahasa asing bukanlah persoalan cinta. Ini persoalan efektivitas. Setiap bahasa memiliki nilai rasa yang berbeda. Saya pernah membaca bahwa bahasa Arab memiliki nuansa dan nilai spiritual yang tinggi. Sementara bahasa Inggris lebih solid dalam menyampaikan suatu konsep. Jadi sebuah konsep yang diungkapkan dalam bahasa Inggris akan terdengar lebih padat, compact dan bermakna. Coba saja Anda lihat buku-buku saya. Coba Anda rasakan, mana yang lebih solid: Andalah Sang Pemimpin atau You Are A Leader? Menghargai Setiap Saat atau Cherish Every Moment? 7 Kaidah Kebahagiaan atau The 7 Laws of Happiness. Ini sekali lagi adalah masalah rasa bahasa.

Akan halnya You Are Not Alone, menurut saya bukan hanya masalah rasa bahasa, tetapi juga berkaitan dengan maknanya. Dalam bahasa Indonesia mungkin kita menerjemahkannya dengan “Anda Tidak Sendiri”. Kata “sendiri” dalam bahasa Indonesia bermakna seorang diri, padahal kata “alone” tidak bermakna seorang diri tapi bisa juga berdua, bertiga, maupun dengan banyak orang.

Maksud saya begini, orang yang berselingkuh itu kan ketika sedang berselingkuh pasti berdua, tidak mungkin sendiri. Orang yang korupsi itu juga kan tidak mungkin sendirian, tapi berjamaah. Padahal pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa orang-orang yang selingkuh atau korupsi itu menyangka diri mereka tidak dilihat oleh Tuhan (bukan berarti bahwa mereka sedang sendirian, tapi bahwa mereka sedang jauh dari Tuhan). Karena itu kalimat yang lebih pas untuk menunjukkan hal ini adalah “You Are Not Alone”, bukan “Anda Tidak Sendirian”.

AH: Sebagian pembaca berhati-hati bahwa spiritualitas dikhawatirkan bisa mencampuradukkan atau mengotori keyakinan (iman) terhadap agama. Bagaimana membedakan agama dan spiritualitas? Bagaimana cara You Are Not Alone bisa memberi manfaat mengenai kebertuhanan yang hakiki?

AP: Berhati-hati tentu baik-baik saja. Yang tidak baik itu curiga, karena dalam curiga itu ada berbagai prasangka. Banyak orang menyalahpahami spiritualitas karena tidak memahami apa artinya. Seolah-olah spiritualitas adalah ajaran tanpa agama. Padahal sesungguhnya inti dari setiap ajaran agama itu adalah spiritualitas. Tidak ada agama tanpa spiritualitas. Apa itu spiritualitas? Bagi saya spiritualitas itu adalah rasa terhubung (sense of connection) dengan Tuhan. Masalahnya ada banyak orang yang setelah menjalankan ritual keagamaan masih merasa jauh dengan Tuhan. Indikasinya adalah ketika mereka masih melakukan berbagai kemaksiatan walaupun mereka rajin beribadah, seolah-olah ibadah yang mereka lakukan itu tidak ada bekasnya sama sekali dalam keseharian mereka.

Jadi agama itu selalu berkaitan dengan ajaran dan aktivitas ritual sementara spiritualitas itu adalah keterhubungan dengan Tuhan. Nah, pesan utama dan terpenting yang saya sampaikan dalam You Are Not Alone adalah sebagai manusia kita mempunyai kebutuhan untuk selalu dekat dan terhubung dengan Tuhan. Kita harus menyadari bahwa Tuhan bukanlah sosok yang jauh, yang ada diluar angkasa sana. Tuhan justru ada di dekat kita bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Kalau kita menyadari hal ini maka kita akan selalu optimis, tak pernah merasa sendiri, dan tidak akan melakukan perbuatan yang tercela.

AH: Sejauh pengamatan Anda, adakah komentar negatif terhadap You Are Not Alone? Apa tanggapan mas Arvan terhadap review seperti itu?

AP: Sejauh ini tanggapan terhadap You Are Not Alone sangat positif. Beberapa perusahaan bahkan memesan buku ini dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada para karyawannya. Saya juga banyak mendapatkan tanggapan dari berbagai orang yang merasa tercerahkan setelah membaca buku ini.

Saya juga mendapatkan apresiasi dari teman-teman dari berbagai ajaran agama. Ini merupakan bukti bahwa Tuhan adalah sesuatu yang universal. Tuhan ada dalam diri setiap manusia. Orang bisa saja memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda, tapi Tuhan yang dimaksud ya Dia Dia juga. Dialah Tuhan Yang Satu. Tuhan Yang Maha Kuasa.

AH: Terakhir: apa harapan utama Anda atas terbitnya You Are Not Alone?

AP: Saya berharap buku ini dapat mengubah paradigma masyarakat Indonesia tentang Tuhan. Tuhan itu dekat, bukan jauh. Tuhan ada di mana-mana, bukan hanya di tempat ibadah. Tuhan ada di kantor, di pabrik, di bursa, di instansi pemerintah, di pengadilan, di kejaksaan, di kepolisian, di mana saja kita berada.[]

Anwar Holid, penulis buku Keep Your Hand Moving (GPU, 2010).
KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com

Situs terkait:
http://www.ilm.co.id
http://www.elexmedia.co.id/buku/detail/9789792779189

Copyright © 2010 Anwar Holid

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Cat Owners Group

Connect and share with

others who love their cats

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

Tidak ada komentar: