Jangan Memiliki Karakter Seperti Yahudi
oleh Mashadi
وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ
وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لاَّ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلاَّ
مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَيْسَ عَلَيْنَا
فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ
يَعْلَمُونَ ﴿٧٥﴾ بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللّهَ
يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ﴿٧٦﴾
"Dan di antara Ahlul Kitab ada yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta
yang banyak, dikembalikannya kepadamu, dan di antara mereka ada orang yang
jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya
kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian lantaran
mereka mengatakan, 'Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi'.
Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. Bukan
demikian, sebenarnya siapa yang menempat janji (yang dibuatnya) dan
bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa". (QS.
Ali Imran [3] : 75-76)
Allah Ta'ala memberitahukan kepada kita tentang karakter dan keadaan
orang-orang Yahudi, bahwa di antara mereka ada yang gemar berkhianat.
Berkhianat sudah menjadi karakter mereka. Sepanjang sejarah. Mereka akan
selalu melakukan pengkhianatan terhadap orang-orang Mukmin, dan orang-orang
Yahudi selalu berlaku bathil.
Allah Rabbul Aziz memperingatkan kepada orang-orang Mukmin sifat dan
karakter orang-orang Yahudi, berkaitan dengan harta. Tetapi, karakter
berkhianat itu, bukan hanya terhadap harta semata, tetapi dalam segala
aspek kehidupan. Termasuk dalam pernjanjian dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, hubungan antara orang-orang Mukmin dengan Yahudi itu, tidak
pernah bersifat langgeng, lantaran sikap dan karakter mereka yang suka
berkhianat.
Pandangan orang-orang Yahudi itu, melakukan pengkhianatan dan bersikap
khianat terhadap orang-orang Mukmin, lantaran mereka itu, menganggap
berbuat khianat terhadap orang-orang Mukmin itu, bukanlah suatu tindakan
dosa. Bukanlah kesalahan. Tetapi, sebuah kemestian yang harus mereka
lakukan, agar orang-oran Mukmin, selalu menderita dan kesusahan.
Orang-orang Yahudi, mengatakan, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap
orang-orang ummi". Pengertian 'ummi' itu, bagi mereka, dari sudut pandang
ajaran agama mereka itu, tidak ada dosa bagi orang Yahudi memakan harta
orang 'ummi', yaitu orang Arab, orang-orang Mukmin, dan Allah
menghalalkannya bagi kami. Itulah persepsi orang-orang Yahudi terhadap
orang-orang Mukmin.
Di zaman modern ini, kaum Yahudi menciptakan sistem kufur dan bathil,
seperti riba, bunga, utang dengan bunga-berbunga, yang mengakibatkan
kebangkrutan dan kekacauan.
Seperti sekarang ini, di mana masyarakat dunia menghadapi kekacauan secara
global, akibat sistem riba dan rente, yang mengakibatkan negara-negara yang
menganut sistem riba, rente, itu bangkrut. Ini menjadi tujuan utama Yahudi,
bagaimana komunias di luar golongan Yahudi, bangkrut, dan hanya mereka yang
eksis.
Penduduk dunia sekarang jumlahnya mencapai 7 miliar manusia. Dari 7 miliar
itu, hanya 7 negara yang mendominasi seluruh kehidupan dunia sekarang ini,
yaitu mereka yang tergabung dalam Group 7 Negara Industri. Dari 7 Negara
Industri itu, yang berkuasa hanya 1 persen, dan yang 99 persen, mereka
menjadi budak, yang terus-menerus diperas dan diperpudak oleh mereka yang
berkuasa, melalui sistem yang mereka ciptakan.
Mereka yang berkuasa yang jumlahnya hanya 1 persen itu, tak lain,
orang-orang Yahudi.Orang-orang kaya Yahudi itu, yang menciptakan sistem
ekonomi dunia, yang penuh dengan kekufuran dan kebathilan, seperti riba,
rete, serta berbagai model sistem yang berkembang di dunia Barat, antara
lain yang dijalankan oleh Madog, seorang Yahudi, yang menciptakan model
skema ponzi, yang menghancurkan banyak orang di New York. Dan, Madoq telah
dipenjara selama 150 tahun, akibat kedustaan dan penipuan yang dilakukan.
Allah Azza Wa Jalla berfirman,"Mereka berkata dusta, dan dusta kepada
Allah, padahal mereka mengetahui".
Mereka membuat perkataan (theori) yang dibuat-buat, dan melakukan kedustaan
dengan kesesatan yang nyata. Allah telah mengharamkan memakan harta orang
lain, kecuali dengan cara yang benar. Tetapi, mereka kaum yang suka
berdusta. Orang-orang Yahudi, sebuah kaum yang sudah menjadi karakter dan
watak mereka berdusta.
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Sha'sha'ah bin Yazid, bahwanya seseorang
berkata kepada Ibnu 'Abbas ra, ia berkata:
"Kami memperoleh harta Ahli Dzimmah dalam sebuah peperangan berupa Ayam dan
Kambing. Ibnu 'Abbas berkata, "Lalu apa yang kalian katakan?". Kami
mengatakan, "Tidak ada halangan bagi kami untuk mengambilnya". Ibnu 'Abbas
berkata, "Sungguh itu seperti ucapan Ahli Kitab". "Tidak ada dosa bagi kami
terhadap orang-orang Ummi". Jika mereka telah membayar jizyah, maka tidak
halal bagi kalian harta mereka, kecuali dengan kerelaan hati mereka".
Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutus para Nabi, sebagaimana Allah mengambil
janji dari para Nabi, dan umat mereka, agar menjauhi semua yang diharamkan
oleh Allah, dan mengikuti ketaatan syariah-Nya yang dibawa oleh penutup
para Rasul dan penghulu ummat manusia. "Maka sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertaqwa".
Allah mengabarkan, sesungguhnya orang-orang yang menukar janji mereka
kepada Allah untuk mengikuti Muhammad Shallahu alaihi wassalam, menyebutkan
sifat beliau kepada manusia, dan menjelaskan urusan beliau, serta menukar
sumpah-sumpah dusta mereka yang keji dengan harga yang sedikit dan murah,
berupa kesenangan duniawi yang fana ini. Maka, Allah Ta'ala menegaskan,
"Mereka itu tidak mendapat bagian pahala di Akhirat". Artinya, mereka tidak
mendapatkan pahala, dan tidak mendapatkan apa-apa kelak di Akhirat. Mereka
telah berdusta dan berkhianat kepada Allah Ta'ala.
Di Akhirat nanti Allah tidak akan mengajak mereka berbicara dengan lembut,
dan tidak melihat mereka dengan pandangan kasih sayang. Hadist diriwayatkan
oleh Imam Ahmad, dari Abu Dzar, ia bekata, Rasulullah Shallahu alaihi
wassalam bersabda :
"Tiga macam orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka (dengan
ucapan yang lembut), tidak melihat mereka pada hari Kiamat (dengan
pandangan rahmat), tidak membersihkan mereka (dari dosanya), dan bagi
mereka adzab yang pedih'. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah
mereka?' 'Sungguh rugi dan malang mereka?' Rasulullah mengulangi ucapan
beliau tiga kali, kemudian beliau bersabda, 'Orang Musbil (menjulurkan
pakaiannya di bawah mata kaki), orang yang melariskan dagangannya dengan
sumpah palsu, dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya'."
Selanjutnya Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, bersabda,"Barangsiapa
bersumpah dengan sumpah dusta untuk merampas harta orang lain, niscaya ia
akan bertemu dengan Allah Ta'ala sedang Allah marah kepadanya".
Betapa hari ini pengkhianatan, kedustaan, dan merampas harta orang lain,
disertai cara yang tidak sah, terjadi di mana-mana. Sudah menjadi karakter
dan kebiasaan. Serta tidak dianggap sebagai perbuatan dosa.
Inilah yang menimbulkan fitnah dan kekacauan dalam kehidupan. Manusia tidak
pernah mendapatkan ketenangan dalam hidup mereka. Karena mereka memiliki
sifat dan karakter seperti orang Yahudi, yang gemar berdusta dan
berkhianat. Hanya sekadar ingin mendapatkan kenikmatan duniawi.
Allah Ta'ala mengutuk dan membenci orang-orang Yahudi, terutama karena
Rahib-Rahib merkeka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Inilah
pangkal musibah dan kehancuran. Wallahu'alam.
http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/jangan-memiliki-karakter-seperti-yahudi.htm
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar