*Apakah Air Minum Anda?*
Oleh Syarif Niskala
Air layak minum adalah air yang memiliki derajat keasaman normal (pH 6 - 8),
tidak berasa, tidak berbau, jernih, terbebas dari kontaminan berbahaya dan
benda asing. Pengenalan lebih rinci tentang air minum, walau tidak berasa
dan tidak berbau; ternyata mengandung jumlah mineral tertentu. Jika definisi
ilmiah terlalu sulit diindera, maka cukuplah kita meneguk air yang baru
keluar dari mata air pegunungan dengan konservasi baik. Itulah salah satu
jenis air minum yang disediakan Tuhan untuk manusia di daerah tropis.
Mengapa air tawar? Kita tidak dapat menjawab pertanyaan ini dengan tuntas.
Tapi perkembangan ilmu kesehatan, biologi, dan ilmu pangan dapat menjelaskan
aspek-aspek logisnya.
Dalam reaksi-reaksi kimiawi dan biologi yang terjadi dalam sistem tubuh
kita, air memegang peranan yang sangat vital. Salah satunya adalah menjadi
media pertukaran energi, pertukaran ion, perpindahan molekul, meredam panas,
alat transportasi, dan penyeimbang tekanan osmosa. Rincian ini tidak cukup
untuk memenuhi syarat rasa bahasa kata vital. Tapi untuk menggenapkan,
cukuplah menjadi perhatian kita bahwa dehidrasi (kekurangan air dalam
sistem), merupakan penyebab kematian utama makhluk hidup (manusia termasuk
di dalamnya) di muka bumi ini, apa pun pemicunya (diare, kemarau, udara
panas, kelelahan, dll). Kesimpulan lain yang tidak kalah genting adalah
keberadaan air merupaka petunjuk pertama dugaan adanya kehidupan, demikian
pakem para penjelajah antariksa.
Pelajaran pengetahuan alam sekolah menengah menyimpulkan, banyak reaksi
kimia yang mensyaratkan tingkat keenceran tertentu untuk menjamin proses
reaksi berjalan dengan ideal. Dan beruntungnya, pengencer yang paling
diterima oleh banyak senyawa kimia adalah air. Anda bisa melakukan
percobaan sederhana, bagaimana frustrasinya memasak kacang hijau dengan air
gula. Kacang itu, tidak akan pernah merekah, walau Anda sudah merebusnya
berjam-jam. Itulah rahasia para pedagang bubur kacang hijau, dimana ketika
merebus kacang hijau, gulanya baru akan dimasukkan setelah merekah.
Dalam usus manusia, banyak fenomena perebusan kacang hijau ini. Jika
sebelum, saat, dan sesudah makan, Anda minum air gula (apa pun nama generik
dan merek dagangnya); maka bisa dibayangkan alotnya sistem pencernaan tubuh
Anda dalam mengurai rantai panjang molekul-molekul makanan. Alih-alih
nutrisinya dapat diekstrak, dialirkan, dan diambil manfaatnya, melainkan
'bantat' untuk terbuang bersama faeses atau menjadi gumpalan 'belum berguna'
yang tersimpan secara akumulatif sebagai pemungkin penyimpangan sistemik
dalam jangka panjang.
Ketika 'Nenek' Titik Puspa ditanya mengenai rahasia awet mudanya, salah satu
yang sangat penting adalah kebiasaan selalu minum air putih. Maka, dengan
alasan yang lebih jernih dan logis, mari kita tingkatkan budaya minum air
putih (tawar). Juga sebagai kebaikan yang tinggi dalam menyambut penuh suka
cita (syukur) atas anugerah-Nya. "... dan Kami beri minum kamu dengan air
yang tawar" dalam Al Qur'an surat Al Mursalat (77) : 27.
Sudahkah hari ini kita minum air putih (tawar)?
Semoga catatan sederhana air putih ini, turut menguatkan alasan-alasan Anda
lainnya.
Atau berdamping damai bersama pendapat Anda tentang kebiasaan mengonsumsi
minuman berwarna, berasa, dan beraroma tajam.
Selamat bersyukur atas limpahan nikmat di akhir pekan yang membahagiakan
ini.
Syarif Niskala
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar