Selasa, 19 Mei 2009

[daarut-tauhiid] Fw: Membangun Masyarakat Madani





Membangun Masyarakat Madani
Written by Rahmat Arafah A.
Monday, 18 May 2009
www.nurulyaqin.org

Tubuh umat merupakan satu sosok makhluk hidup, yang dapat menderita penyakit dan gangguan, seperti halnya tubuh seorang individu. Begitu pula halnya pemerintah berusaha memelihara individu dan masyarakat dari ancaman penyakit yang berbahaya dan gangguan buruk, begitu juga syari'at dan peradaban-peradaban yang tinggi berusaha menjaga masyarakat dari penyakit-penyakit sosial dan moral. Sehingga tubuh umat terus terpelihara dari penyakit; kuat, kokoh, dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh vitalitas, mampu menghadapi kesulitan dengan tegar, dapat hidup dengan mulia, tangguh daya tahannya, mulia tujuannya, terpuji akhlak dan nama baiknya, menikmati keamanan yang menyeluruh, dan memiliki kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh manusia. Sehingga dalam ketentraman dan ketinggian ruhani, mereka laksana malaikat langit yang tidak merasakan takut dan kesedihan. Karena mereka telah berusaha dan bertawakkal kepada Allah.

Barangkali, yang menyebabkan kita ketinggalan dari gerbong kehidupan yang mulia dan terhormat adalah, rendahnya perhatian kita terhadap penyakit sosial masyarakat dibandingkan perhatian terhadap upaya mengejar pertumbuhan pendapatan, kekayaan dan berbagai bidang kehidupan masyarakat. Masih banyak dari kita yang berkeyakinan bahwa aspirasi dan kedudukan kita tidak akan dihormati serta tidak akan mendapatkan tempat yang layak, kecuali jika kita telah memiliki semua bentuk kemewahan dan kemegahan dalam kehidupan bangsa-bangsa yang terhormat pada masa kini.

Dapat dikatakan, Islam adalah agama yang paling banyak memberikan perhatian terhadap keseimbangan antara pelbagai kekuatan yang berbeda dalam masyarakat, dan upaya terhadap membangun umat yang kuat, yang tidak memiliki celah-celah kelemahan.

Kalau seandainya kita telaah dan teliti lebih dalam lagi, maka akan didapati bahwa Islam memberikan perhatian dalam terhadap masalah pengaturan kehidupan material manusia atau financial, lebih dari yang diberikan oleh aliran-aliran ekonomi. Islam juga memberikan perhatian dalam masalah meluruskan moral masyarakat, lebih dari perhatian yang diberikan oleh aliran-aliran moral yang ada di dunia ini. Islam menyeleraskan semua dimensi tadi dengan baik, sehingga kita akan mendapati kehidupan yang sangat indah dalam konsep Islam. Muslim yang sejati haruslah tampil kuat dalam seluruh dimensi kehidupannya: kuat ruhaninya, kuat akhlaknya, kuat fisiknya, dan kuat dalam seluruh bidang kehidupan. Alangkah agungnya sabda Rasulullah Saw berikut ini: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada Mukmin yang lemah." (HR. Muslim)

Tidak dipungkiri lagi, saat ini kita mengalami banyak penyakit sosial yang akut. Keberadaannya menyebabkan umat ini tidak mungkin dapat meraih kebangkitannya, dan tidak dapat berjalan dengan baik. Penyakit sosial kita itu berbeda-beda bentuknya, baik dalam lingkup individu, keluarga maupun masyarakat. Penyakit itu melanda semua lapisan masyarakat, baik yang terpelajar maupun kalangan awam, yang tua maupun yang muda, orang kota maupun penduduk pedesaan.

Titik awal untuk mengobati penyakit moral social, sebaiknya dimulai dari lingkup individu; karena individu adalah sel pertama dalam bangunan masyarakat. Gerakan-gerakan reformasi masyarakat harus selalu memulai usahanya dari lingkup individu, bukan dari lingkup masyarakat. Sehingga dengan demikian membuat mereka dapat menjadi pelopor masyarakat dalam mengikuti petunjuk, kebaikan dan istiqamah, inilah yang nanti akan mengantarkan masyarakat mereka kepada kebaikan dan kehidupan social yang bersih.

Rasulullah SAW sendiri tinggal di Mekkah; setelah pengutusan beliau- selama tiga belas tahun memfokuskan diri untuk mendidik dan mengkader individu-individu umat beliau. Sehingga saat binaan beliau telah mencapai puluhan orang, mulailah beliau bergerak untuk membangun negara yang baik, dan peradaban yang baik pula.

Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Ibnu Mas'ud dan para sahabat semacam merekalah yang berperan dalam mendirikan bangunan negara dan peradaban Islam yang cemerlang. Mereka itulah yang diajarkan dan dididik oleh Rasulullah SAW di pelosok-pelosok kota Mekkah, di Darul Arqam, dan di halaman Ka'bah, untuk memperkuat ruhani mereka, menggembleng jiwa mereka, dan meluruskan akhlak mereka. Sehingga saat mereka yang dididik itu mulai berperan dalam membela agama Islam, mereka segera menunjukkan hasil yang demikian besar, dan peran mereka tak tertandingi dalam membawa manusia menuju hidayah Islam.

Untuk mewujudkan individu yang baik, maka didirikanlah sekolah dan universitas, masjid dan tempat ibadah, organisasi masa. Dari sini, maka misi sekolah, masjid dan ormas saling melengkapi satu sama lain. Di masjid, ruh individu itu dibangun, kemudian di sekolah akalnya dikembangkan, sementara di ormas akhlaknya-lah yang dibina. Namun, dibalik itu semua, peranan pendidikan yang diberikan dalam lingkungan keluarga juga sanagt membantu. Oleh karena itu, keberadaan semua institusi tadi secara bersamaan adalah bagian dari kebutuhan primer masyarakat Islam yang sehat, sementara ketiadaan salah satu institusi tadi adalah petunjuk adanya ketidak lengkapan dan kekacauan dalam masyarakat itu.

Sekolah tidak lengkap tanpa keberadaan masjid, dan ormas juga tidak dapat sempurna tanpa adanya sekolah. Orang-orang yang berpendapat bahwa masjid bukanlah bagian pokok dari bangunan masyarakat, mereka mengatakan demikian karena mereka hanya ingin membangun generasi yang berakal namun tidak memiliki ruhani. Sikap mereka itu salah, begitu pula halnya orang yang mengatakan bahwa sekolah bukanlah sesuatu yang penting dalam bangunan masyarakat modern, dan mengatakan bahwa masjid atau ormas tidak membutuhkannya. Karena ruhani tidak dapat hidup tanpa adanya akal, dan akal serta ruhani tidak dapat menjalankan fungsinya jika tidak disertai akhlak yang membimbingnya untuk menjalankan pekerjaan sosial yang menghasilkan dan bermanfaat. Begitu pula dengan pendidikan dalm keluarga, karena keluarga merupakantempat bermulanya setiap anak mendapatkan bimbingan.

Oleh karena itu, setiap kali datang waktu shalat, Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk segera melantunkan adzan, dan bersabda: "Bilal, hiburlah diri kami dengan adzan dan shalat." Sabda Rasulullah SAW mengandung makna kejiwaan yang jauh, yang hanya keluar dari sosok seperti pendidik yang agung itu; Rasulullah SAW. Dalam menceritakan pribadi Rasulullah SAW, para sahabat mengatakan bahwa jika beliau mengalami suatu masalah atau ditimpa kesulitan, beliau segera melaksanakan shalat. Ibrahim bin Adham, salah seorang tokoh sufi terkenal, berkomentar saat ia bangun malam dan melaksanakan shalat sambil bermunajat kepada Rabb-nya, sebagai berikut: "Kami sedang berada dalam kelezatan yang tak terkira, yang seandainya kelezatan itu diketahui oleh para raja, niscaya mereka akan memerangi kami untuk merebutnya".

Ketenangan, kedamaian dan kelezatan seperti itulah yang dibutuhkan oleh dunia kita yang sedang sakit, dan masyarakat kita yang dibebani oleh berbagai depresi, kegelisahan dan penyakit jiwa. Ukuran kebenaran, keadilan dan kemuliaan yang lenyap dalam perilaku para politikus dan pejabat pemerintah, tidak dapat diobati kecuali jika para pejabat dan politikus itu merasakan kelezatan ibadah seperti yang dirasakan oleh masyarakat, dan menemukan ketenangan di hadapan Khaliq-nya yang Maha Agung. [ Penulis: Mahasiswa International Islamic Call College Tripoli Libya]


=================================================
Rasulullah SAW bersabda, "Bila seorang anak Adam wafat, maka amalnya terputus kecuali tiga hal :
[1] Shadaqah jariah ,
[2] Ilmu yang bermanfaat dan
[3] Anak shalih yang mendoakan orang tuanya.
(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi , Nasa'i dan Ahmad)
---- mari kita dukung program pembagunan tpa nurulyaqin untuk anak-anak kita ----

=================================================
Salurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) anda
ke Bank Syariah Mandiri, Capem Cikarang
Acc/No : 005-017-6791
Acc/Name : DKM Masjid NURUL YAQIN
Hotline Bendahara MJNY : 0816-1894727
Hotline Koord. Komitmen Bulanan : 021-70911172
Website : www.nurulyaqin.org
Email : dkm@nurulyaqin.org
=================================================

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: