Sabtu, 09 Mei 2009

[daarut-tauhiid] Jadilah Seperti Mereka …



MEMBALAS KE BURUKAN DENGAN KEBAIKAN.

Membaca kehidupan orang-orang sholeh sungguh menakjubkan. Terlebih
lagi jika mereka adalah generasi terbaik umat ini. Kehidupan mereka
bertabur mutiara hikmah dan pelajaran berharga bagi kehidupan generasi
sesudahnya.

Kitab-kitab sejarah dan sunnah telah menorehkan lembaran-lembaran
emas kehidupan mereka. Beruntunglah orang-orang yang meneladani mereka
dengan baik.

( وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ
وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ)
(التوبة:100)

Artinya, "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk
Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun
ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di
dalamnya. Itulah kemenangan yang besar".

Pertemuan kali ini, kita bersama sebuah kisah menakjubkan yang
dinukilkan kepada kita oleh "kutubussunnah". Kisah yang terjadi antara
dua orang sahabat mulia; Abu Bakr Ash-Shiddiq rodhiyallahu 'anhu.
Manusia paling afdhol setelah para rasul dan nabi. Kholifah Ar-Rosyid
yang pertama semoga Allah meridhoinya. Dan khodim Rasulullah
shollallahu 'alaihi wa sallama. Yang pernah memintanya untuk
menemaninya di surga. Lantas Nabi berkata kepadanya, "Kalau begitu aku
akan mendo'akanmu, tetapi bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak
sujud". Dialah Robi'ah bin Ka'ab Al-Aslamy rodhiyallahu 'anhu.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim di Mustadroknya, ia
berkata, "Ini adalah hadits shohih menurut syarat Muslim dan keduanya
tidak mengeluarkannya". Dari Robi'ah bin Ka'ab Al-Aslamy rodhiyallahu
'anhu ia menuturkan, Rasulullah shollahu 'alaihi wasallama memberiku
sebidang tanah, dan ia juga memberi Abu Bakar sebidang tanah. Lalu kami
berselisih pada sepokok kurma. Ia (Robi'ah) berkata, "Maka datanglah
dunia".

Maka Abu Bakar berkata, "Ini termasuk dalam batas tanahku". Aku pun
menyanggah, "Tidak .. akan tetapi ini termasuk dalam batas tanahku".
Lantas Abu Bakar melontarkan kepadaku kata-kata yang tidak aku sukai.
Dan dia menyesali kata-katanya itu. Maka ia berkata kepadaku, "Hai
Robi'ah, ucapkanlah kepadaku seperti apa yang telah aku katakana
kepadamu sehingga menjadi qishosh". Aku menjawab, "Tidak, demi Allah
aku tidak akan mengatakan kepadamu kecuali yang baik". Abu Bakar
kembali berkata, "Demi Allah, engkau harus mengucapkan kepadaku seperti
ucapanku kepadamu sehingga menjadi qishosh atau aku akan mengadukanmu
kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama".

Aku berkata, "Tidak, aku tidak akan mengatakan kepadamu kecuali yang baik".
Maka Abu Bakar tidak menerima pembagian tanah tersebut, dan ia
mendatangi Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama. Sementara aku
(Robi'ah) mengikuti di belakangnya.
Sekelompok orang dari suku Aslam (suku Robi'ah) berkata, "Semoga
Allah merahmati Abu Bakar. Dia yang telah melontarkan kata-kata itu
kepadamu, kenapa dia yang mengadukanmu kepada Rasulullah?".

Aku berkata, "Tahukah kalian siapa ini? Ini adalah Abu Bakar ..
teman Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama di dalam gua. Orang
yang dituakan oleh kaum muslimin. Jangan sampai ia menoleh dan melihat
kalian membelaku, sehingga dia marah lantas Rasulullah ikut marah
karena kemarahanya, maka Allah akan marah pula karena kemarahan
keduanya. Jika sampai itu terjadi celakalah Robi'ah. Pulanglah
kalian!!".
Robi'ah bergegas menyusul Abu Bakar.

Sesampai Abu Bakar di hadapan Nabi shollallahu 'alaihi wa sallama, ia menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Robi'ah.

Rasulullah berkata kepada Robi'ah, "Hai Robi'ah, ada apa antara kamu dengan Ash-Shiddiq?".

Robi'ah menceritakan apa yang terjadi dan apa yang diucapkan oleh
Abu Bakar kepadanya. Dan keengganannya membalas Abu Bakar dengan ucapan
yang sama.
Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama berkata kepadanya,
"Baiklah, jangan katakan kepadanya seperti yang dikatakannya kepadamu,
akan tetapi katakanlah 'Semoga Allah mengampunimu hai Abu Bakar".

Maka Abu Bakar pergi meninggalkan majelis tersebut sambil menangis …[1]

Subhanallah!

Kisah menakjubkan yang dinukilkah oleh kutubussunah kepada kita. Di
dalamnya terkandung butir-butir pelajaran berharga bagi setiap muslim
yang ingin meneladani generasi emas umat ini.

Entah dari mana kita mulai memetik pelajaran kisah ini. Apakah dari
Rasulullah shollallahu yang adil dan bijaksana; bagaimana beliau
mendengarkan masalah ini dari kedua belah pihak. Dan bagaimana beliau
akhirnya membuat keduanya melewati polemik ini dengan baik.

Ataukah kita mulai dari jiwa besar Ash-Shiddiq rodhiyallahu 'anhu.
Ataukah kita akan membicarakan akhlak Robi'ah dan penghormatannya
terhadap Ash-Shiddiq??
Akar kisah ini adalah apa yang terjadi  di antara dua orang sahabat
yang mulia ini, dan pandangan mereka yang berbeda tentang sebatang
korma yang menjadi pemicu perselisihan kecil antara keduanya.

Dalam kisah ini, Robi'ah menuturkan penyebab terjadinya perselisihan
ini, ia mengatakan   (Dan datanglah dunia …) maksudnya sebab utama
adalah karena perhatian kepada dunia dan perhiasannya. Seolah-olah
Robi'ah rodhiyallahu 'anhu mengatakan kepada kita bahwa dunia dan
perhiasaannya adalah penyebab banyak perselisihan di antara sesama
muslim. Seolah-olah ia mengatakan kepada kita, kenapa harus berselisih,
bertengkar, dan saling memutus hubungan persaudaraan hanya karena
harta, tanah atau warisan dan urusan dunia lainnya?? Sampai kapan dunia
ini menyibukkan kita dari tujuan dan cita-cita yang  mulia?

Dengarkan firman Robb kita Subhanahu wa Ta'ala,

(وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ
أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ
فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ مُقْتَدِراً)

Artinya, "Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan
dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi
subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan
itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha
Kuasa atas segala sesuatu". (Al-Kahfi : 45)

kemudian cobalah ulang lagi membaca dan merenungi penuturan Robi'ah
(Lantas Abu Bakar melontarkan kepadaku kata-kata yang tidak aku sukai.
Dan dia menyesali kata-katanya itu). Tidak diceritakan apa kalimat yang
telah dilontarkan Abu Bakar kepada Robi'ah. Kita yakin tentu kalimat
tersebut tak lebih dari sekedar ketidak sengajaan yang segara di sadari
Abu Bakar dengan penyesalannya atas apa yang telah ia ucapkan. Ini
merupakan 'ibroh yang luar biasa. Seorang yang berjiwa besar  sekalipun
ia dihormati jika keliru segera kembali kepada yang benar. Kemudian
tidak adanya nukilan ucapan Abu Bakar tersebut mengisyaratkan kepada
kita bahwasanya Robi'ah sama sekali tidak memendam dendam. Ia ingin
ucapan Abu Bakar tersebut dilupakan dan tidak diingat …
Abu Bakar rodhiyallahu 'anhu meminta Robi'ah rodhiyallahu 'anhu
membalas ucapannya sebagai qishosh atas perbuatannya. Kedudukannya di
sisi Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama tidak membuatnya
menghinakan dan merendahkan seseorangpun dari kaum muslimin bahkan dia
tidak ingin menyakiti seseorangpun sekalipun itu hanya dengan ucapan
sepele.

Dengan sikap yang mulia ini Ash-Shiddiq mengajarkan kepada kita sifat adil, tawadhu dan tidak sombong.

Di sisi lain juga tergambar jiwa besar  Robi'ah. Ia tidak ingin
membalas kalimat yang tidak disukainya dengan kalimat yang semisal.
Bahkan ia menegaskan (Tidak ..demi Allah aku tidak akan katakan
kepadamu kecuali yang baik). Ini peringatan bagi kita agar kita tidak
membalas keburukan dengan kebaikan. Jangan biarkan syetan mendapatkan
celah untuk merusak mu'amalahmu bersama saudara-saudara dan
sahabat-sahabatmu. Jangan ucapkan dengan lisanmu kecuali yang ucapan
yang baik.

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan". (Al-Mukminun : 96)

Ini juga menjadi 'ibroh yang berharga bagi orang-orang yang
menjadikan lisannya laksana pedang untuk mencaci-maki, mencela,
mengolok-olok, memakan  bangkai saudaranya (ghibah), atau berdusta.

Jangan .. jangan lakukan itu saudaraku!!

Kemudian ia memberikan kepada kita pelajaran lain yaitu 'sabar'. Ia tidak membalas ucapan Abu Bakar .. sama sekali tidak.

Bukankah ini pelajaran bagi kita semua, agar kita mengendalikan
nafsu dan emosi kita. Sangat disayangkan sebagian orang membalas satu
kata dengan dua kali lipat atau bahkan berlebih-lebihan. Masalah sepele
saja memantik emosinya, sehingga menggelegak lalu mencela, memaki dan
melaknat. Lupakah ia wasiat Qudwah-nya shollallahu 'alaihi wa sallama
ketika mewasiatkan salah seorang sahabatnya, "Jangan marah".[2]

Kemudian Abu  Bakar yang menyesali perkataannya, ketika Robi'ah
tidak mau membalasnya ia pergi menemui Rasulullah shollallahu 'alaihi
wa sallama untuk meminta petunjuk dalam masalahnya itu. Ini mengandung
faedah yang agung yaitu meminta bantuan orang yang lain yang bisa
dipercaya dan amanah untuk menjadi penengah dan membantu mendamaikan.

Ketika Robi'ah mengikutinya. Di jalan beberapa orang kaum Robi'ah
berusaha menghalanginya mengikuti Abu Bakar. Seolah-olah mereka
mengatakan kepadanya (bukankah Abu Bakar yang salah kepadamu, dan
engkau yang benar? Kenapa engkau mengikutinya?) dengarkan jawaban yang
sangat dalam maknanya dari Robi'ah (Tahukah kalian siapa ini? Ini
adalah Abu Bakar, ini adalah teman (Rasulullah) di dalam gua .. orang
yang dituakan oleh kaum muslimin!! Jangan sampai ia melihat kalian
membelaku, lalu dia marah, lantas Rasulullah marah karena kemarahannya
maka Allah pun marah karena kemarahan keduanya sehingga binasalah
Robi'ah).

Sungguh akhlak yang tinggi baik perkataan maupun perbuatannya. Budi
pekerti nan luhur dalam bermu'amalah, menghormati dan memuliakan.

Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bagaimana memposisikan
orang lain sesuai dengan kedudukannya. Semoga Allah meridhoimu hai
Robi'ah ketika engkau mengetahui keutamaan orang yang memiliki
kedudukan. Semoga Allah meridhoimu ketika engkau menghormati Abu Bakar
dan memuliakannya. Semoga Allah meridoimu ketika engkau menimbang
permasalahaan dengan timbangan syara'.

Lihatlah …Robi'ah mengetahui kedudukan Abu Bakar di sisi Rasulullah,
maka dia takut kemarahannya karena dia khawatir itu akan menyebabkan
Rasulullah marah lalu menyebabkan Allah juga marah.  Ini yang tidak
terpikirkan oleh kaumnya yang menimbang masalah itu dengan emosi mereka
semata. Dalam masalah ini pelajaran berharga bagi umat, bahwasanya
emosi dan perasaan yang tidak dikontrol dengan batasan-batasan syara'
menyebabkan hasil-hasil yang tidak terpuji.

Lihatlah wahai saudaraku ..apa yang terjadi ditengah umat islam.
Munculnya pemikiran-pemikiran dan perbuatan-perbuatan yang digerakkan
oleh emosi  dan semangat yang  tidak mengikuti rambu-rambu syara'
..sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi ..meledakkan,
menghancurkan dan mengkafirkan.

Saudaraku kaum muslimin … ilmu syar'I yang dibangun di atas pondasi
yang shohih adalah satu-satunya jalan menggapai keselamatan umat dan
kemenangannya. Kita adalah umat  yang memiliki manhaj dan azas yang
jelas. Pilar-pilarnya jelas ..takkan ada yang menggoyahkan baik hawa
yang diikuti atau emosi yg tak terkendali atau semangat yg kosong dari
ilmu syar'I, selama kita berpegang teguh dengan dasar-dasar yang shohih
tadi.
Inilah yang terjadi di antara dua orang sahabat sebelum keduanya
sampai kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama. Adapun yang
terjadi dihadapan Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama. Keduanya
bertemu dihadapan Rasulullah. Dan beliau mendengarkan dari keduanya
dengan seksama. Beginilah Rasulullah dengan para  sahabatnya
rodhiyallahu anhum; mendengarkan mereka, duduk bersama mereka. Mereka
meminta pendapatnya lalu beliau memberikan petunjuk dan saran. Mereka
bertanya beliau menjawab.

Dalam kisah ini, Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama
mendengarkan penuturan keduanya. Dia tidak hanya mendengarkan sepihak.
Ini bentuk keadilan beliau. Setelah beliau mendengar keduanya dan
setelah jelas semua permasalahan, ia menunjukkan kepada Robi'ah yang
lebih baik dari membalas ucapan Abu Bakar, dan beliau mendukungnya
untuk tidak membalas bahkan beliau berkata kepadanya, "Katakan
kepadanya (semoga Allah mengampunimu hai Abu Bakar)".

Robi'ah pun mengucapkannya ..namun jiwa besar Abu Bakar rodhiyallahu
'anhu yang takut kepada Allah tidak sanggup menerimanya sehingga air
matanya mendahului kata-katanya. Dan ia pun pergi dengan menangis
semoga Allah meridhoinya.

Ya Allah .. Alangkah indah dan mengagumkannya kisah ini, penuh
dengan akhlak yang mulia, budi pekerti nan tinggi, saling memaafkan dan
berlapang dada. Allah Ta'ala berfirman,

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ (الشورى: من الآية40(
"Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim".

Semoga Allah memberikan kekuatan dan keteguhan kepada kita untuk meneladani Salafush Sholeh .. Amin.

[1]
Kisah ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (4/58-59) dan Ath-Thobroni
di Al-Mu'jamul Kabir (5/52-530 dan Ibnu Asakir di At-Tarikh (9/583) dan
isnadnya dihasankan oleh Syeikh Al-Albany di As-Silsilah Ash-Shohihah
(no. 3145).
[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu.
sumber : http://abuzubair.net/category/jadilah-seperti-mereka/



__________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: