Sabtu, 09 Mei 2009

[daarut-tauhiid] Karomah Mujahidin



*KAROMAH MUJAHIDIN DAN SYUHADA'*

Source : http://brain-news.blogspot.com

Allah ta'ala telah menyiapkan bagi mujahidin dan orang-orang yang mati
syahid di jalan-Nya berbagai karamah, anugerah, ketinggian maqom, dan
ketinggian kedudukan yang tidak dapat dicapai melalui ibadah-ibadah yang
lain bahkan lewat shalat, zakat, puasa, haji, seta seluruh bentuk ibadah dan
qurobah (pendekatan dari Allah yang lain).

Maka pantaslah jika kaum muslimin yang shadiqin di zaman dan tempat
berlomba-lomba untuk berangkat ke medan-medan jihad dan kancah-kancah
peperangan kapan mereka mendengar seruan jihad, meninggalkan segala harta
benda dunia yang fana dan pasti lenyap di belakang mereka.

Adapun sebagian riwayat yang menerangkan tentang karomah mujahidin dan para
syuhada' di jalan Allah adalah sebagai berikut :

1. Mereka memperoleh pahala yang sangat besar.

Mereka memperoleh pahala yang paling besar, kedudukan yang paling baik, dan
tingkatan yang paling tinggi.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَوقِفُ سَا عَةٍ فِي سَبِيلِ اللهِ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيلَةِ الْقَدْرِ
عَنْدِ الْحَجِرِ اْلأَ سْوَ دِ

"*Berdiri satu jam di jalan Allah adalah lebih baik daripada shalat pada
malam lailatul qadar di samping Hajar Aswad*." (HR. Ibnu Hibban)

Dari Ibnu Abbas ra. dia berkata, bahwasannya Rasulullah keluar menemui para
shahabat ketika mereka sedang duduk-duduk di majelis mereka. Lalu beliau
bertanya,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ النَّا سِ مَنْزِلاً ؟ قَالُوْا : بَلَى يَا رَ
سُوْ لَ الله, قَالَ : رَ جُلٌ أَخَذَ بِرَ أْ سِ فَرْ سِهِ فِي ٍضبِيلِ الله
حَتَّى يَمُوْ تََ أَوْ يُقْتَلَ, أَلاَ أُخْبِرُ كُمْ بِالَّذِ ي يَلِيْهِ ؟
قُلْنَا بَلَى يَا رَ سُوْلَ الله, ٌضالَ : امْرُ ؤٌ مُعْتَزِ لٌ فِي شَعْبِ,
يُقِيْمُ الصَّلاَ ةِ, وَ يُؤْ تِي الزَّ كَاةَ, وَ يَعْتَزِ لُ شُرُوْ رَ
اللنَّا سِ. أَوَ أُخْبِرُ كُمْ بِشَرَّ النَّا سِ؟ قُلنَا : بَلضى يَارَ سُوْ
لَ اللهِ, ٌضا لَ : الَّذِيْ يُسْأَلُ بِاللهِ وَلاَ يُعْطِي

"*Maukah aku beritahukan kepada kalian manusia yang paling baik
kedudukannya?" Mereka menjawab, "Tentu, ya Rasulullah." Beliau berkata :
"Seseorang yang memegang kendali kudanya di jalan Allah sehingga dia mati
atau terbunuh." Tanya beliau. "Tentu ya Rasulullah" sahut mereka, beliau
berkata : "Seseorang yang mengasingkan diri di syi'ib (celah antara dua
bukit), menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyingkir dari kejahatan
manusia. Maukah kalian aku beritahu manusia yang paling jelek?" "Tentu ya
Rasulullah" sahut mereka. Beliau berkata : "Orang yang di mintai dengan
menyebut nama Allah namun dia tidak mau memberi*." (HR. At-Tirmidzi,
An-Nasa'I, dan Ibnu Majah)

2. Amal mereka terus mengalir, dan ia merupakan amalan yang paling utama

Amal mereka merupakan amal yang paling utama, dan dialirkan kepada mereka
pahala dari amal mereka hingga hari kiamat.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةِ خَيْرٌ مِنْ صَيَامِ شَهْرٍ وَ قِيَا مِهِ, وَ إِنْ
مَاتَ فِيهِ جَرَى عَلَيهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ, وَأُجْرِيَ
عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَ مِنِ الَّفَتَّانَ

"*Ribath sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa sebulan dan
berdiri shalat pda malamnya, dan jika ia mati dalam ribth maka terus
dialirkan kepadanya amalan yang bias ia kerjakan, dan terus dialirkan
rezkinya kepadanya, serta diamankan dari siksa kubur*." (HR. Muslim,
Ath-Tirmidzi, An-Nasa'I dan Ath-Thabrani)

Dalam riwayat Ath-Thabrani, ada tambahan, "*Dan ia dibangkitkan pada hari
kiamat sebagai seorang syahid*."

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ مَيَّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلاَّ الْمُرَا بِطُ فِي سَبِيْلِ
اللهِ, لإ فَـإِ نَّـه يُنْمِي لَهُ عَمَلَهُ أِلَى يَوْ مِ القِيَـا مَةِ, وُ
يثؤْ مَنُ مِنْ فِـتْنَـةِ الْقَبْرِ

"*Setiap amal akan terputus dari pemiliknya apabila ia mati kecuali seorang
murabith di jalan Allah, karena sesungguhnya akan ditumbuhkan (dikembangkan)
terus amalnya untuknya hingga hari kiamat, dan dia aman dari fitnah
(pertanyan) kubur*." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Hakim dan Ibnu Hibban)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersbda,

لَيْـسَ شَِيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ قَطْرَ تَيْـنِ وَأَثَرَ يْنِ,
قَطْرَ ةُ دُمُوْ عِ مِنْ خَسْيَـةِ اللهِ وَ قَطْرَةُ دَمٍ تُهرَقُ فِي
سَـبِيْلِ اللهِ, وَأَمَّا اْلأَثَرٌ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَأَثَرُ فَرِ يْضَةٍ
مِنْ فَرَا ءِـضِ اللهِ

"*Tiada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetesan dan dua
bekas, tetesan air mata lantaran takut kepada Allah dan tetesan daah yang
tertumpah di jalan Allah. Adapun dua bekas itu ialah bekas di jalan Allah,
dan bekas faridhah dari faridhah-faridhah Allah*." (HR. At-Tirmidzi)

3. Mereka hidup diberi rizki

Mereka hidup di sisi Rabb mereka serta diberi rizki hingga hari kiamat, oleh
karena itu orang yang syahid tidak dimandikan dan tidak dikafani---tetap
enggan pakaiannya---dan tidak pula dishalati jenazahnya sebagaimanna telah
diterangkan di muka.

Dan dari Masruq ra, dia berkata, "*Kami bertanya kepada Abdullah tentang
ayat ini : *

*"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki."
(QS.Ali Imran 169)*

*Dia menjawab, "Adapun aku, sungguh aku telah menanyakan hal tersebut kepada
Rasulullah saw, yang kemudian belaiu menjawab*,

أَرْ وَا حُهُمْ فِي جَوْ فِ طَيْرٍ خَضْرٍ لَهَا قَنَادِيْلُ مُعَلَّقَةٌ
بِالْعَر ْشِ, تَسْرَ حُ مِنِ الْجَـنَّةِ حَيْثُ سَاءتْ, ثُمَّ تَأْوِي إِلَى
تِلْكَ الْقَنِادِيـْلِ, فِا طَّلَعَ عَلَيْهِمْ اِطْلاَعَةٌ, فَقَالَ : هَلْ
تَشْتَهُوْنَ شَيْـأً؟ قَالُوْا : أَيُّ شَيءٍ نَشْتَهِيْ, وَنَحْنُ نَسرَحُ
مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَِئْنَا؟ فَفَعَلَ ذَلِكَ بِهِمْ ثَلاَثَ مَرَّات,
فَلَمَّا رَ أَنَّهُمْ لَنْ يَتْرَكُوْا مِنْ أَنْ يَسْأَلُوْا قَالثوْا : يَا
رَبَّ, نُرِيْدُ أَنْ تَرُدَّ أَرْوَا حَنَا فِي أَجْـسَامَنَا حَتَّى نُقْتَلَ
فِي سَبِيْلِكَ مَرَّةً ـُخْرَى, فَلَمَّا رَأَى أَنَّ لَيْسَ لَهُمْ حَا جَةً
تُرِ كُوْا

"*Ruh-ruh mereka berada di dalam jasad burung hijau, bagi burung itu ada
lampu-lampu yang menggantung pada 'Arsy, ia bebas terbang ke manapun yang
disukainya, kemudian ia akan kembali lagi bernaung di lampu-lampu tersebut.
Allah mendatangi mereka dan bertanya, "Apakah kalian mengingikan sesuatu?"
"Apalagi yang kami inginkan, sedangkan kami bebas terbang dalam surga sesuka
kami?" jawab mereka. Allah menanyakan hal tersebut terhadap mereka sampai
tiga kali, hingga ketika mereka merasa bahwa mereka tidak akan dilepaskan
daripada ditanya, maka menjawablah mereka, "Wahai Rabb kami, kami ingin
Engkau kembalikan ruh-ruh kami pada jasad-jasad kami sehingga kami dapat
terbunuh lagi di jalan-Mu." Tatkala Allah melihat bahwa mereka sudah tidak
memiliki hajat, maka ditinggalkanlah mereka*." (HR. At-Tirmidzi)

4. Terlindung dari nereka jahannam

Terlindung dari neraka jahannam sejauh tujuh parit, setiap parit (lembarnya)
seperti tujuh langit dan tujuh bumi.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Barangsiapa yang beribath sehari di jalan Allah, maka Allah akan
menjadikan antaranya dengan neraka sejauh tujuh parit, dan setiap parit
(lebarnya) sepaeri tujuh langit dan tujuh bum*i." (Ath-Thabrani)

5. Amal mereka dilipatgandakan dari yang lain

Amal shaleh mereka dilipatgandakan dari amal-amal yang dikerjakan selain
mereka dengan ribuan derajat dan hasanat.

"*Berbahagialah bagi orang yang memperbanyak dzikullah saat berjihad fie
sabilillah, karena ia akan memperoleh dengan setiap kata (yang diucapkannya)
sebanyak tujuh puluh ribu hasanat, setiap hasanat daripadanya dilipatkan
sepuluh kali bersama dengan yang ada padanya di sisi Allah sebagi tambahan*."
(HR.At-Thabrani)

6. Utusan – utusan Allah dan pahala mereka telah dijamin

Mereka adalah utusan-utusan (delegasi) Allah, Allah menyeru mereka dan
mereka memenuhi seruan-Nya, dan Allah telah menjamin pertolongan, pahala dan
surga untuk mereka.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji di Baitullah, dan
orang yang berumrah adalah delegasi (utusan) Allah, Allah menyeru mereka dan
mereka memenuhi seruan-Nya*." (HR.Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan
Ibnu Khuzaimah)

7. Mereka mendapatkan ampunan dan do'a mereka dikabulkan

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Tidaklah kalian suka, Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan
kalian ke dalam surga?" Berperanglah kalian di jalan Allah! Barangsiapa yang
berperang di jalan Allah sekedar waktu orang memerah susu onta, maka wajib
baginya masuk surga*." (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Diampunkan bagi orang yang mati syahid dari semua dosa, kecuali
hutang*."

(HR. Muslim dan Ahmad)

8. Ingin Mati syahid berulang kali

Mereka ingin mati syahid berkali-kali karena melihat keutamaan syahadah.

"*Tiada seorang yang masuk surga ingin kembali lagi ke dunia, meski ia
memiliki seluruh kekayaan yang ada di muka bumi, kecuali orang yang mati
syahid, ia berangan-angan bisa kembali ke dunia kemudian terbunuh dalam
jihad hingga sepuluh kali, lantaran apa yang dilihatnya dari kemuliaan yang
diberikan padanya*." (HR.Al-Bukhori, Muslim dan At-Tirmidzi)

9. Mereka dinaungi para malaikat dan memperoleh pakaian surgawi

Mereka dinaungi para malaikat, memperoleh pakaian surgawi dan mahkota.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Jasad ayahku dibawa kepada Nabi saw, musuh telah mencincang jasadnya. Lalu
diletakkanlah jasad ayahku itu di hadapan beliau. Sementara aku sendiri
pergi untuk menyingkap kain penutup wajahnya, namun kaumku melarangku.
Lantas beliau mendengar jerit tangis seorang wanita—ada yang mengatakan
bahwa ia adalah putri 'Amru atau saudari 'Amru--, maka beliaupun bertanya :
"Kenapa engkau menangis?" Atau mengatakan: "Janganlah engkuu menangis,
sepanjang para malaikat menaunginya dengan sayap-sayapnya*." (HR. Bukhori
dan Muslim)

Datang riwayat dalam sebuah hadits,

"… *Bahwa mula pertama tetes darahnya yang mengering akan menghapuskan
segala perbuatan (dosa) yang dikerjakannya, dan akan turun menjemputnya dua
orang istri dari golongan bidadari bermata jeli, mengusap bekas debu dari
wajahnya seraya mengatakan, "Selamat datang bagimu", dan ia pun membalas
ucapan mereka berdua, 'Selamat datang bagi kalian berdua". Kemudian ia
dipakaiankan seratus buah pakaian dari tenunan Bani Adam, namun bahan
tenunan itu dari tumbuhan surga, andaikata pakaian-pakaian tersebut
diletakkan antara jari-jari niscaya cukup termuat, dan adalah ia mengatakan,
"Aku pernah diberi khabar bahwa pedang itu adalah kunci penbuka surga*."

10. Mereka merasakan kamatian seperti dicubit dan tidak disiksa di dalan
kubur mereka

Kematian bagi mereka hanya terasa seperti dicubit dan mereka tidak disiksa
di dalam kubur mereka, aman dari ketakutan pada hari kiamat dan dari
halilintar, dan mereka melihat tempat-tempat tinggal mereka di dalam surga.

Rasulullah bersabda,

"*Orang mati syahid tiada merasakan sentuhan kematian melainkan hanya
seperti salh seorang di antara kalian merasakan dicubit*." (HR.At-Tirmidzi,
An-Nasa'I, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Dan dalam hadits lain dikatakan,

"… *Dan dia aman dari fitnah kubur, serta akan dibangkitkan Allah pada hari
kiamat dalam keadaan aman dari ketakutan besar (kedahsyatan hari kiamat)*."
(HR.Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

11. Ruh-ruh mereka berada dalam jasad burung

Ruh-ruh mereka berada dalam jasad burung hijau, ia bebas terbang mencari
makan di dalam surga ke manapun yang disukainya.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Sesungguhnya ruh-ruh orang yang mati syahid berada dalam rongga/jasad
burung hijau di beri makan buah-buahan dan pepohonan surga*."
(HR.At-Tirmidzi)

Allah berfirman,

"*Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki*."
(Ali-Imron 169)

12. Dibangkitkan di atas kendaraan kebesaran dan darah mereka mengalir

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Tatkala para hamba berdiri untuk dihisab, datang sekelompok kaum
menyandangkan pedang di atas pundaknya, dan darah mereka mengucur. Mereka
berkerumun di pintu surga… Maka orang-orang bertanya, "Siapa mereka?" Lalu
dijawab, 'Mereka adalah para syahid, mereka hidup dan diberi rezki*."
(HR.Ath-Thabrani)

13. Dikawinkan dengan bidadari serta dapat memberi syafa'at

Disebutkan dalam sebuah hadits,

"…*dan dikawinkan dengan 72 orang bidadari, dan dapat memberi syafa'at
kepada 70 orang dari karib kerabatnya*." (Hr.Ibnu Majah, At-tirmidzi, Ahmad
dan Ath-Thabrani)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Orang yang mati syahid dapat memeberi syafa'at kepada 70 orang keluarganya
*." (HR.Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

14. Dari bawah senjata mereka terletak surga-surga abadi

Dari bawah senjata mereka, terletak surga-surga yang abadi. Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"*Ketahuilah bahwasannya surga itu adalah di bawah bayangan pedang*."
(HR.Al-bukhori, Muslim dan Abu Dawud)

Rasulullah saw. bersabda,

"…*sesungguhnya pedang itu adalah penghapus dosa-dosa*…" (Hr.Ahmad,
Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban)

15. Mereka adalah manusia terbaik yang dicintai Allah dan Allah tersenyum
melihat mereka

Allah berfirman,

"*Sesungguhnya Allah menyukai orang - orang yang berperang di jalan-Nya
dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang
tersusun kokoh*." (Ash-Shaff 4)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "*Tiga golongan manusia
yang Allah tersenyum kepada mereka : 1. Seseorang tatkala ia bangun malam
untuk shalat. 2. Kaum ketika berbaris untuk shalat. 3. Kaum ketika berbaris
untuk peran** g*".*(Isa)*

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Everyday Wellness Zone

Check out featured

healthy living groups.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: