Senin, 18 Mei 2009

[daarut-tauhiid] Mengenal Syafa’at Nabi (1)



Mengenal Syafa'at Nabi (1)
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu 'ala Rosulillah wa 'ala alihi wa
shohbihi ajma'in.
Hari kiamat adalah kehidupan di akhirat yang satu harinya sama dengan
50.000 tahun lamanya. Di sana tidak terdapat bangunan, pohon untuk
berlindung, dan tidak ada pula pakaian yang menutupi badan. Keadaan pada
saat itu saling berdesakan. Allah Ta'ala mengisahkan kejadian pada saat
itu,
"Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan
tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha
Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja." (QS. Thaahaa
[20] : 108)
Hari tersebut adalah hari yang sangat dahsyat. Manusia pada saat itu akan
menemui kesulitan dan kesusahan yang tidak mampu untuk dihilangkan selain
dengan meminta pertolongan kepada Allah Ta'ala melalui syafa'at. Akhirnya,
orang-orang saat itu mendapatkan ilham untuk meminta syafa'at kepada para
Nabi untuk menghilangkan kesulitan mereka saat itu.
Apa itu Syafa'at ?
Ibnul Atsir mengatakan,
"Kata syafa'at telah disebutkan berulang kali dalam hadits Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam baik yang berkaitan dengan urusan dunia
maupun akhirat. Yang dimaksud dengan syafa'at adalah meminta untuk
diampuni dosa dan kesalahan di antara mereka."
Dalam Tajul 'Urus, asy syafi' (الشَّفِيْـعُ) adalah orang yang mengajukan
syafa'at, bentuk jama'/pluralnya adalah syufa'a' (شُفَعَاءُ) yaitu orang
yang meminta untuk kepentingan orang lain agar keinginannya terpenuhi.
Syaikh Sholih Al Fauzan mengatakan,
"Syafa'at secara bahasa diambil dari kata (الشَفْعُ) yang merupakan lawan
kata dari (الوِتْرُ). Sedangkan (الوِتْرُ) adalah ganjil atau tunggal.
Kata (الشَفْعُ) berarti lebih dari satu yaitu dua, empat, atau enam. Dan
(الشَفْعُ) dikenal dengan istilah bilangan 'genap'.
Secara istilah, syafa'at adalah menjadi perantara (penghubung) dalam
menyelesaikan hajat yaitu perantara antara orang yang memiliki hajat dan
yang bisa menyelesaikan hajat."
Agar lebih memahami syafa'at dapat kami contohkan sebagai berikut:
Si A memiliki hajat untuk membangun rumah. Dia tidak memiliki dana yang
cukup. Oleh karena itu, agar bisa mencukupi kebutuhannya dia ingin
meminjam uang pada si B yang terkenal kaya di daerahnya. Namun, si A ini
tidak begitu akrab dengan si B sehingga dia meminta si C untuk jadi
perantara. Akhirnya, si C mengantarkan si A pada si B sehingga keperluan
si A terpenuhi.
Si C yang berlaku sebagai perantara di sini disebut dengan syafi' yaitu
pemberi syafa'at.
Sedangkan syafa'at ketika hari kiamat nanti di antaranya adalah melalui
syafa'at (perantara) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Umat yang
sebelumnya mengalami kesulitan ketika berkumpul di padang masyhar,
akhirnya mendapat pertolongan melalui syafa'at beliau shallallahu 'alaihi
wa sallam.
Syafa'at ini adalah do'a yang beliau shallallahu 'alaihi wa sallam simpan
untuk umatnya di hari kiamat nanti.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Setiap Nabi memiliki do'a (mustajab) yang digunakan untuk berdo'a
dengannya. Aku ingin menyimpan do'aku tersebut sebagai syafa'at bagi
umatku di akhirat nanti." (HR. Bukhari no. 6304)
Selanjutnya kita akan melihat kisah syafa'at Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam –yang dikenal dengan syafa'at al-'uzhma- dalam hadits yang cukup
panjang. Kisah ini terjadi ketika berkumpulnya manusia di padang masyhar.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam disodorkan daging, lalu ditawarkan kepadanya sebesar
satu hasta (dari daging tersebut). Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa
sallam menyantapnya dengan sekali gigitan, lalu beliau shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda,
"Aku adalah sayyid (pemimpin) manusia pada hari kiamat nanti. Apakah
kalian tahu mengapa bisa demikian?
Allah mengumpulkan seluruh makhluk pada hari kiamat di satu tempat yang
luas. Pada saat itu memanggil orang yang jauh dan yang dekat sama saja.
Demikian pula, melihat yang jauh sama dengan melihat suatu yang dekat.
Matahari (pada saat itu) didekatkan. Akhirnya, manusia pada saat itu
berada dalam kesusahan dan kesedihan. Mereka tidak kuasa menahan dan
memikul beban pada saat itu. Lalu ada sebagian orang mengatakan kepada
yang lainnya, "Apakah kalian tidak melihat kesusahan yang menimpa kalian?
Apakah kalian tidak melihat apa yang kalian alami? Apakah kalian tidak
melihat ada orang yang akan memberi syafa'at untuk kalian kepada Rabb
kalian?" Maka sebagian orang berkata kepada yang lainnya supaya mendatangi
Nabi Adam 'alaihis salam.
Kemudian mereka mendatangi (Nabi) Adam. Lalu mereka mengatakan, "Wahai
Adam engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah telah menciptakanmu dengan
tangan-Nya, Dia meniupkan ciptaan ruh-Nya pada dirimu, dan Dia
memerintahkan malaikat untuk sujud kepadamu. Berilah syafa'at untuk kami
kepada Rabbmu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau
melihat yang telah menimpa kami?" Lalu Adam mengatakan, "Sesungguhnya hari
ini Rabbku marah dengan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan
tidak akan marah semisal itu sesudahnya. Dia telah melarangku untuk
mendekati sebuah pohon, namun diriku melanggarnya. Pergilah kalian kepada
selain aku! Pergilah kalian kepada Nuh 'alaihis salam!"
Lalu mereka mendatangi Nuh. Kemudian mereka mengatakan, "Wahai Nuh. Engkau
adalah rasul pertama yang diutus ke bumi . Allah menyebutmu sebagai hamba
yang bersyukur. Berilah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah engkau
melihat keadaan kami? Tidakkah engkau melihat yang telah menimpa kami?"
Lalu Nuh mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya pada hari ini Rabbku
marah dengan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan
marah semisal itu sesudahnya. Do'a yang kumiliki telah kugunakan untuk
mendo'akan kejelekan bagi kaumku. Pergilah kalian kepada Ibrahim!"
Lalu mereka mendatangi Ibrahim 'alaihis salam. Kemudian mereka berkata,
"Engkau adalah Nabi Allah dan kekasih-Nya (kholilullah) dari penduduk
bumi. Berilah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah engkau melihat
keadaan kami? Tidakkah engkau melihat yang telah menimpa kami?" Lalu
Ibrahim berkata kepada mereka, "Sesungguhnya pada hari ini Rabbku marah
dengan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan marah
semisal itu sesudahnya." Lalu beliau menceritakan beberapa kebohongan yang
pernah beliau lakukan. Pergilah kalian kepada selainku! Pergilah kalian
kepada Musa!"
Lalu mereka mendatangi Musa 'alaihis salam. Kemudian mereka berkata,
"Engkau adalah utusan Allah yang Allah memuliakanmu lebih dari manusia
lainnya dengan risalah-Nya dan Dia berbicara langsung padamu. Berilah
syafa'at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami?
Tidakkah engkau melihat yang telah menimpa kami?" Lalu Musa berkata kepada
mereka, "Sesungguhnya pada hari ini Rabbku marah dengan kemarahan yang
belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan marah semisal itu
sesudahnya. Aku sendiri pernah membunuh seseorang, padahal aku tidak
diperintahkan untuk membunuhnya. Pergilah kalian kepada Isa!"
Lalu mereka mendatangi Isa 'alaihis salam. Kemudian mereka berkata,
"Engkau adalah utusan Allah dan engkau berbicara kepada manusia ketika
bayi. Engkau adalah kalimat dari-Nya yang diberikan kepada Maryam dan ruh
yang berasal dari-Nya. Berilah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah
engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau melihat yang telah menimpa
kami?" Lalu Isa berkata kepada mereka, "Sesungguhnya pada hari ini Rabbku
marah dengan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan
marah semisal itu sesudahnya. –Lalu beliau tidak menyebutkan adanya dosa
yang pernah beliau perbuat-. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah
kalian kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam!"
Lalu mereka mendatangiku. Kemudian mereka mengatakan, "Engkau adalah
utusan Allah, penutup para Nabi, Allah telah mengampuni dosamu yang telah
lalu dan akan datang. Berilah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah
engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau melihat yang telah tertimpa
pada kami?"
Kemudian saya (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) pergi menuju
bawah 'Arsy. Lalu aku bersujud kepada Rabbku. Kemudian Allah memberi ilham
padaku berbagai pujian dan sanjungan untuk-Nya yang belum pernah Allah
beritahukan kepada seorang pun sebelumku.
Kemudian ada yang mengatakan, 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu,
mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa'at pasti akan
dikabulkan'. Lalu aku mengangkat kepalaku. Kemudian aku berkata, 'Wahai
Rabbku, umatku, umatku.' Maka dikatakan, 'Wahai Muhammad, suruhlah umatmu
yang tidak dihisab untuk masuk ke surga melalui salah satu pintu surga di
sisi kanan sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua
orang. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Sesungguhnya di
antara dua daun pintu di surga, bagaikan jarak Makkah dengan Hajar atau
bagaikan jarak Makkah dengan Bashroh. (HR. Muslim no. 501)
Beberapa Pelajaran Penting dari Hadits Di Atas:
[Pertama] Syafa'at itu memiliki syarat-syarat sehingga tidak berlaku
secara mutlak. 
[Kedua] Syafa'at itu ada dua macam.
Pertama adalah syafa'at yang dinafikan (ditiadakan) oleh Allah jalla wa
'ala yaitu syafa'at yang diminta tanpa izin Allah. Tidak ada seorang pun
yang dapat memberi syafa'at kecuali dengan izin-Nya. Perhatikanlah
makhluk yang paling utama dan penutup para Nabi -yaitu Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam-, jika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam
ingin memberi syafa'at kepada orang-orang yang mengalami kesulitan di
padang mahsyar pada hari kiamat, beliau tersungkur dan bersujud di hadapan
Allah, beliau memohon kepada-Nya dan menyanjung-Nya. Beliau tidaklah
berhenti bersujud sampai dikatakan padanya,
"Angkatlah kepalamu. Mintalah pasti engkau akan didengar. Berilah syafa'at
pasti akan dikabulkan".
Kedua adalah syafa'at mutsbatah (yang ditetapkan) yaitu syafa'at yang
diberikan kepada orang yang bertauhid. Syafa'at tidaklah bermanfaat bagi
orang-orang musyrik dan orang-orang yang bertaqarub (mendekatkan diri) dan
bernadzar kepada kubur. Perbuatan semacam ini adalah kesyirikan,
syafa'atnya tidak bermanfaat sama sekali.
Perhatikanlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri baru bisa
memberi syafa'at setelah diizinkan oleh Allah.
-bersambung lagi ke pembahasan syafa'at berikutnya-

----------------------------------------------------------
ABN AMRO Bank N.V. is a subsidiary undertaking of The Royal Bank of Scotland Group plc. This message (including any attachments) is confidential and may be privileged. If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorised use or dissemination of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. ABN AMRO Bank N.V, which has its seat at Amsterdam, the Netherlands, and is registered in the Commercial Register under number 33002587, including its group companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt or damage to your system. ABN AMRO Bank N.V. (or its group companies) does not guarantee that the integrity of this communication has been maintained nor that this communication is free of viruses, interceptions or interference.
----------------------------------------------------------

__________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
__________________________________________________________

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: