Messages In This Digest (3 Messages)
- 1a.
- Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris From: david losong
- 1b.
- Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris From: Irwansyah Irwansyah
- 1c.
- Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris From: C. Yoga Haryanto
Messages
- 1a.
-
Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Posted by: "david losong" ddlosong@yahoo.com ddlosong
Tue May 19, 2009 4:48 am (PDT)
Tambahan Lagi (MAAF bukan maksud ingin promosi diri bahwa saya guru yg oke)!. Saya (kebetulan) diminta sekolah tempat saya mengajar menangani 2 siswa (kelas 2 sma) untuk ikut olimpiade fisika tahun ini. Kebetulan kedua anak ini (maaf) basic fisikanya lemah sekali (setelah dites). Saya tak tahu alasan kepala sekolah memilih mereka berdua, padahal saya sudah rekomendasikan siswa lain (kelas pintar). Kedua siswa ini berada di kelas regular (biasa) yg tak pernah saya ajar.
Ketika saya jelaskan fisika dengan "gaya saya", mereka (dua-duanya) bisa tembus hingga babak provinsi (pengumuman bulan juni besok). Asal tahu saja, soal2 tingkat provinsi bagi kebanyakan siswa sma adalah soal "tidak wajar", jawabannya memakai variabel dan bisa sampai 1,5 halaman untuk 1 soal. Dari 7 soal yang diberikan (waktu 2 jam) mereka bisa jawab 3 soal dan sisanya ga lengkap. Kebetulan sekali soal2 yang diujikan kemarin sebagian sudah pernah saya berikan dalam pelatihan.
Ini membuktikan bahwa Guru sangat berperan 100% buat siswa suka/bisa/mengerti fisika atau tidak.
Salam
ddl
--- Pada Sen, 18/5/09, Irwansyah Irwansyah <irwansyah@gmail.com > menulis:
Dari: Irwansyah Irwansyah <irwansyah@gmail.com >
Topik: Re: [FISIKA] sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 18 Mei, 2009, 3:31 PM
Untuk yang belum sadar betapa pentingnya peran guru mungkin bisa nonton film Freedom Writers :)
2009/5/18 david losong <ddlosong@yahoo. com>
Pernyataan saya ditujukan buat SMA, bukan PERGURUAN TINGGI. Karena awal siswa (dengan kemampuan menengah ke bawah) suka fisika dimulai dari SMA. Fisika SMA lebih kompleks dari SMP. Banyak variabel (konsep) fisika yang harus diperkenalkan dan penyelesaian akhir aljabarnya. Ketika siswa sudah punya pemahaman bagus (minimal) di SMA, di perguruan tinggi sudah tidak jadi masalah. Karena itu saya analogikan siswa sma seperti seorang bayi. Banyak anak SMP yang punya prestasi fisika (SAINS) bagus di SMP mengeluh ketika masuk SMA. Betapa ruwetnya!!!! ! Kebetulan saya seorang guru fisika di sebuah SMA swasta di jakarta.
Satu hal lagi, sebagus apapun sebuah buku fisika tetaplah ( seorang murid berkemampuan menengah ke bawah) membutuhkan seorang guru untuk menerangkan dengan jelas dan cepat.
Sekali lagi, Guru
sangat...sangat. ..sangat. ...100% memegang peranan penting: apakah seorang siswa bisa fisika atau tidak.
Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/ pingbox/ - 1b.
-
Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Posted by: "Irwansyah Irwansyah" irwansyah@gmail.com irwansyahadins
Tue May 19, 2009 9:05 am (PDT)
Salut untuk Pak David!!! Semoga anak didiknya bisa lolos di babak
provinsi!!!
Mungkin bisa dishare trik-trik pengajarannya :)
2009/5/19 david losong <ddlosong@yahoo.com >
>
>
> Tambahan Lagi (MAAF bukan maksud ingin promosi diri bahwa saya guru yg
> oke)!. Saya (kebetulan) diminta sekolah tempat saya mengajar menangani 2
> siswa (kelas 2 sma) untuk ikut olimpiade fisika tahun ini. Kebetulan kedua
> anak ini (maaf) basic fisikanya lemah sekali (setelah dites). Saya tak tahu
> alasan kepala sekolah memilih mereka berdua, padahal saya sudah
> rekomendasikan siswa lain (kelas pintar). Kedua siswa ini berada di kelas
> regular (biasa) yg tak pernah saya ajar.
>
> Ketika saya jelaskan fisika dengan "gaya saya", mereka (dua-duanya) bisa
> tembus hingga babak provinsi (pengumuman bulan juni besok). Asal tahu saja,
> soal2 tingkat provinsi bagi kebanyakan siswa sma adalah soal "tidak wajar",
> jawabannya memakai variabel dan bisa sampai 1,5 halaman untuk 1 soal.
> Dari 7 soal yang diberikan (waktu 2 jam) mereka bisa jawab 3 soal dan
> sisanya ga lengkap. Kebetulan sekali soal2 yang diujikan kemarin sebagian
> sudah pernah saya berikan dalam pelatihan.
>
> Ini membuktikan bahwa Guru sangat berperan 100% buat siswa
> suka/bisa/mengerti fisika atau tidak.
>
> Salam
>
> ddl
>
>
- 1c.
-
Re: sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Posted by: "C. Yoga Haryanto" tikusnewton@gmail.com tikusnewton
Tue May 19, 2009 9:05 am (PDT)
Sependapat dengan Pak David bahwa guru berperan, tapi menurut saya tidak
bisa dianggap bahwa 100% siswa akan berhasil bila bersama guru yang brilian.
Memang dari pengalaman saya selama SMA (saya lulus 2 tahun lalu, dari sebuah
SMA swasta di Kab. Magelang), guru memiliki peranan besar dalam
membimbimbing dan memberi motivasi, namun ternyata tidak semua siswa
kemudian menjadi sukses.
Sedikit bercerita, sewaktu saya SMA mengalami beberapa mata pelajaran sama
yang diampu lebih dari satu orang guru (dalam semester sama maupun lain)
yang menurut saya pribadi memiliki kualitas dan cara membimbing yang
berbeda. Yang saya ingin ambil contoh bukan mata pelajaran fisika, melainkan
biologi. Guru pertama, belum lama lulus S.Si Biologi, sedangkan guru kedua
lebih senior, lulusan S.Pd Biologi. Kedua guru ini memiliki gaya mengajar
yang sangat kontras. Guru pertama (mengajar saat kelas X-XI) lebih menyukai
menggunakan buku teks universitas di samping buku teks (Campbell & Reece,
edisi terjemahan), sering juga menampilkan referensi-referensi berbahasa
Inggris, kelas sering digunakan untuk menonton video dari Discovery Channel
tentang proses-proses biologi, dan menggunakan soal-soal analisis dalam
ulangan. Guru kedua (mengajar saat kelas XI-XII) lebih menyukai buku paket,
menyampaikan ulang isi buku paket, berdiri di depan kelas saat mengajar, dan
menggunakan soal-soal hapalan. Secara pribadi saya sangat menyukai gaya
pengajaran guru yang pertama, lengkap dengan contoh-contoh konkret dan
perkembangan terakhir dalam dunia biologi, namun kenyataan yang terjadi
adalah guru tersebut tidak disukai mayoritas siswa karena pada akhirnya
kebanyakan mengeluh tidak bisa memahami materi kelas dan nilai lebih jelek
daripada saat diajar oleh guru kedua.
Pada kenyataannya, guru pertama memiliki pengaruh yang positif terhadap
beberapa siswa dan akhirnya saya memiliki beberapa teman yang kemudian
mengambil kuliah jurusan kedokteran ataupun ilmu biologi dengan kemauan
sendiri karena mereka suka dengan pelajaran biologi. Untuk
olimpiade/kompetisi biologi/kedokteran pun hasilnya lumayan baik, khususnya
teman-teman yang ditunjuk oleh guru pertama (sekitar 50% dari peserta
sekolah, sisanya ditunjuk oleh guru kedua). Uniknya, siswa-siswi tersebut
juga memiliki nilai mata pelajaran lain dan pemahaman bahasa Inggris yang di
atas rata-rata. Di sisi lain pula, cukup banyak teman yang terdampar ke
jurusan IPS bukan karena keinginan, tapi karena pada akhir kelas X tidak
mencapai nilai minimum mata pelajaran biologi. (Faktanya, rentang nilai
tertinggi dan terendah jadi sangat jauh saat diajar oleh guru pertama)
Menurut saya guru pertama kemudian jadi berpengaruh pada membangun motivasi
dari dalam beberapa siswa dan menyaring yang lain. Entah itu karena pengaruh
bahasa Inggris atau bukan, tapi memang materi-materi terbaru/interaktif baru
tersedia dalam bahasa Inggris. Dalam pandangan saya itu bagus karena siswa
jadi memiliki keingintahuan dan niat untuk mendalami, namun hal itu kurang
disukai oleh mayoritas siswa (jadi serupa dengan pengajaran fisika yang
wajib berbahasa Inggris) Patut dicatat bahwa pengalaman ini terjadi di
kelas, yang jumlah siswanya > 30 orang, bukan dalam tim khusus persiapan
olimpiade yang mungkin hanya antara 1-10 orang saja.
Dari pengalaman itu saya menarik kesimpulan bahwa walaupun guru berperan,
namun siswa memiliki keterbatasan dalam menangkap materi. Dalam hal ini
mungkin bukan hanya bahasa yang digunakan dalam pengajaran, tetapi variasi
kemampuan masing-masing siswa menjadi sangat relevan. Pertanyaannya adalah
bagaimana mengatasi berbagai variasi yang terjadi? Menurut saya kembali
bahasa yang digunakan hanya sebagai alat, namun tetap diperlukan pendekatan
yang lebih kepada bagaimana mengajari siswa untuk belajar dalam artian
sesungguhnya.
Salam,
Yoga
--
Christoforus Yoga Haryanto
Computer Engineering '11
Universitas Pelita Harapan
2009 CS/EE Exchange Student
La Trobe University
From: fisika_indonesia@yahoogroups. com
[mailto:fisika_indonesia@yahoogroups. ] On Behalf Of david losongcom
Sent: Tuesday, 19 May 2009 9:48 PM
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Subject: Re: [FISIKA] sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Tambahan Lagi (MAAF bukan maksud ingin promosi diri bahwa saya guru yg
oke)!. Saya (kebetulan) diminta sekolah tempat saya mengajar menangani 2
siswa (kelas 2 sma) untuk ikut olimpiade fisika tahun ini. Kebetulan kedua
anak ini (maaf) basic fisikanya lemah sekali (setelah dites). Saya tak tahu
alasan kepala sekolah memilih mereka berdua, padahal saya sudah
rekomendasikan siswa lain (kelas pintar). Kedua siswa ini berada di kelas
regular (biasa) yg tak pernah saya ajar.
Ketika saya jelaskan fisika dengan "gaya saya", mereka (dua-duanya) bisa
tembus hingga babak provinsi (pengumuman bulan juni besok). Asal tahu saja,
soal2 tingkat provinsi bagi kebanyakan siswa sma adalah soal "tidak wajar",
jawabannya memakai variabel dan bisa sampai 1,5 halaman untuk 1 soal. Dari
7 soal yang diberikan (waktu 2 jam) mereka bisa jawab 3 soal dan sisanya ga
lengkap. Kebetulan sekali soal2 yang diujikan kemarin sebagian sudah pernah
saya berikan dalam pelatihan.
Ini membuktikan bahwa Guru sangat berperan 100% buat siswa
suka/bisa/mengerti fisika atau tidak.
Salam
ddl
--- Pada Sen, 18/5/09, Irwansyah Irwansyah <irwansyah@gmail.com > menulis:
Dari: Irwansyah Irwansyah <irwansyah@gmail.com >
Topik: Re: [FISIKA] sekali lagi tentang mata pelajaran berbahasa inggris
Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 18 Mei, 2009, 3:31 PM
Untuk yang belum sadar betapa pentingnya peran guru mungkin bisa nonton film
Freedom Writers :)
2009/5/18 david losong <ddlosong@yahoo. com>
Pernyataan saya ditujukan buat SMA, bukan PERGURUAN TINGGI. Karena awal
siswa (dengan kemampuan menengah ke bawah) suka fisika dimulai dari SMA.
Fisika SMA lebih kompleks dari SMP. Banyak variabel (konsep) fisika yang
harus diperkenalkan dan penyelesaian akhir aljabarnya. Ketika siswa sudah
punya pemahaman bagus (minimal) di SMA, di perguruan tinggi sudah tidak jadi
masalah. Karena itu saya analogikan siswa sma seperti seorang bayi. Banyak
anak SMP yang punya prestasi fisika (SAINS) bagus di SMP mengeluh ketika
masuk SMA. Betapa ruwetnya!!!! ! Kebetulan saya seorang guru fisika di
sebuah SMA swasta di jakarta.
Satu hal lagi, sebagus apapun sebuah buku fisika tetaplah ( seorang murid
berkemampuan menengah ke bawah) membutuhkan seorang guru untuk menerangkan
dengan jelas dan cepat.
Sekali lagi, Guru sangat...sangat. ..sangat. ...100% memegang peranan
penting: apakah seorang siswa bisa fisika atau tidak.
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar