Sabtu, 09 Mei 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2631

Messages In This Digest (6 Messages)

Messages

1.

Fw: Urgent. Mohon Dukungan Untuk Hutan & Masyarakat Bombana.

Posted by: "Al Faqir Ilmi" alfaqirilmi@yahoo.com   alfaqirilmi

Fri May 8, 2009 6:25 am (PDT)



--- On Thu, 5/7/09, Luluk Uliyah <luluk@jatam.org> wrote:

From: Luluk Uliyah <luluk@jatam.org>
Subject: Urgent. Mohon Dukungan Untuk Hutan & Masyarakat Bombana.
To:
Cc: "media jakarta" <media-jakarta@yahoogroups.com>, kuasa_proletar@yahoo.com, kumoloperjuangan@yahoo.com, lemlitub@yahoo.com, liemsioklan@yahoo.com, "Mayapadaprana" <mayapadaprana@yahoogroups.com>, Media_Nusantara@yahoogroups.com, media-bali@yahoogroups.com, media-jatim@yahoogroups.com, media-sumut@yahoogroups.com, "Mediacare" <mediacare@yahoogroups.com>, mfadjroelrachman@yahoo.com, mwk7777@gmail.com, "nasionalist" <nasional-list@yahoogroups.com>, neneng.kamida@yahoo.com, novie@kompas.co.id, PAN@yahoogroups.com, pantau-komunitas@yahoogroups.com, parapemikir@yahoogroups.com, pembebasan.nasional@gmail.com, pesantren@al-hikam.or.id, ppmuh@indosat.net.id, presidium@alumnigmni.org, priyobudisantoso@yahoo.com
Date: Thursday, May 7, 2009, 4:19 PM

Kawan tercinta,

Sejak Febuari lalu, beberapa kali aksi dilakukan ratusan warga Bombana dan sekitarnya  mengatasnamakan Front Rakyat Bombana Sultra turun ke jalan menuntut pencabutan ijin 12 Kuasa Pertambangan, pengakuan kepemilikan tanah adat dan penolakan intervensi aparat kepolisian di area pertambangan tersebut. Bahkan massa aksi tersebut sampai menduduki kantor Gubernur Sultra sejak 4- 5 Mei 2009. Sebelumnya, dua orang masa aksi dianiaya aparat kepolisian dan satuan Pol PP, pada aksi 22 April 2009 di Kantor Bupati Bombana. Front ini juga didukung mahasiswa Unhalu, STAIN dan Walhi Sulawesi Tenggara.

Kami mohon kesediaan kawan-kawan untuk mencantumkan nama atau organisasinya menjadi pendukung surat mendukung Front Rakyat Bombana, dengan mengirimkan nama, lembaga dan alamat ke email luluk@jatam.org

Kami akan mengirimkan surat ini Jum'at, 8 Mei 2009 jam 3 sore, ditujukan kepada gubenur Sultra dan pihak terkait.

Atau kawan-kawan bisa mengirimkan langsung dengan contoh surat dibawah ini.

Tujuan Surat :

1. Nur Alam, SE
Gubernur Sulawesi Tenggara
Kompleks Bumi Praja Andonuhu
Kendari 93232
Telp (0401) 3191609, 3191606
Fax 0401 3191614

2. Sekretariat Provinsi
Komlpeks Buumi Praja Andonuhu
93232
Tlp (0401) 3191600 - 319160001

3. Sekda Provinsi
Komleks Bumi Praja Andonuhu
93232
Tlp (0401) 3191603 - 3192871

4. Ketua DPRD Provinsi
Sekretariat DPRD Provinsi
Jln. Abd. Silondae
Telp. (0401) 3121333 - Fax 3125318

5. Kapolda Sultra
Jln. Haluoleo No 01 Poasia Kendari,
Tlpn 0401 3190005, Fax 3194093

===============================================
Kepada Yth,
Gubenur Sulawesi Tenggara
Di Kendari

Dengan Hormat,

Kami sangat  prihatin mendengar  konflik-konflik tanah masyarakat dengan perusahaan tambang dan pemerintah di Sulawesi Tenggara.  Paling akhir adalah kasus sengketa tanah Bombana, yang penanganan kasusnya makin memburuk..

Kami mendengar konflik lahan antar masyarakat adat Bombana dengan pemilik Kuasa Pertambangan (KP) PT. Panca Logam, telah memasuki babak serius, karena telah melanggar hak-hak ulayat warga mengelola kawasan tersebut. Bahkan mulai berujung terjadinya kekerasan terhadap warga setempat.

Sungguh sangat disayangkan pengerahan aparat Kepolisian mengusir warga yang menambang emas di kawasan tersebut, dengan alasan melanggar UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Tetapi, malah membiarkan perusahaan tambang skala besar swasta menambang di sana. Inilah yang memicu terjadinya kekerasan. Kami mendapatkan berita,  pada  22 April 2009, ada  dua orang pengujuk rasa harus dilarikan ke Rumah Sakit karena tindakan represif aparat.

Kami mendukung  upaya warga dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Front Rakyat Bombana Bersatu, yang telah melakukan aksi sejak hari Senin, 4 Mei 2009 di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Mereka menuntut penyelesaian konflik lahan (agraria), antara warga dengan pihak perusahaan PT. Panca Logam,

Kami telah melihat dan memiliki pengalaman bekerja pada kasus-kasus pertambangan emas di berbagai tempat di Indonesia. Kami meyakini, tambang rakyat yang tidak dikontrol sebenarnya sama merusaknya dengan tambang skala besar, yang saat ini sudah melakukan kegiatan di Bombana. Oleh karenanya, melihat kondisi yang terjadi di lapangan, maka kami mendesak :

1.    Menuntut Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara  segera membatalkan izin dan operasional pertambangan PT. Panca Logam.

2.    Mendesak Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara segera membentuk tim yang ditugaskan menyelesaikan konflik-konflik agraria akibat pertambangan, yang adil dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

3.    Mendesak dihentikannya pendekatan keamanan dan kekerasan menghadapi warga yang tidak setuju terhadap pertambangan di sana dan segera menarik aparat kepolisian dari kawasan tersebut .

4.    Mendesak Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara segera melakukan pemulihan di  kawasan yang telah rusak karena pengerukan pertambangan di Bombana dan tidak lagi memberikan izin-izin pertambangan baru di semua kawasan-kawasan hutan di Sulawesi tenggara

Tembusan :

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara
Kapolda Sulawesi Tenggara
Arsip

Hormat Kami,

1. Siti Maemunah, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Jl mampang Prapatan II/ 30 jakarta Selatan 12790
2. Riza Damanik,  Koalisi Rakyat Untuk Kedailan Perikanan (KIARA)  Jl Tegal Parang Utara No 43 Jakarta Selatan
3. Luluk Uliyah, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Jl mampang Prapatan II/ 30 jakarta Selatan 12790

2.

(catcil) Cinta Itu keikhlasan

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)



(catcil) Cinta Itu keikhlasan

By: agussyafii

Cinta terkadang membutuhkan keikhlasan menerima. keikhlasan dalam cinta menempatkan diri kita ke dalam diri orang lain. Memahami segenap perasaan dan keinginannya. Itulah yang juga terjadi pada diri seorang pemuda yang baru pulang bekerja di Arab. Pemuda itu menghubungi ayah dan ibunya yang berada dikampung.

'Ayah, ibu..saya akan pulang.' katanya.

'Syukurlah nak..ayah & ibu berbahagia.' jawab kedua orang tuanya.

'Tapi bu..' 'Tapi apa nak?'tanya ibunya.

'Saya akan membawa pulang teman. Teman ini mengalami kecelakaan kerja. Kaki dan tangannya patah. Bolehkah saya membawa ibu?' Kata pemuda itu.

'Kami turut berduka nak atas peristiwa itu, mungkin kita bisa membantunya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak untuknya.' jawab ayahnya.

'Tidak ayah, saya ingin dia hidup bersama kita.'jawab pemuda itu.

'Sudahlah, cepatlah pulang. Kami, ayah dan ibumu sudah rindu pada dirimu nak..urusan yang lainnya nanti kita urusan setelah engkau tiba dikampung halaman.' jawab ayahnya.'

Setelah pembicaraan itu, seminggu kemudian ayah dan ibunya dikampung mendapatkan kabar dari polisi di jakarta bahwa putranya meninggal dunia akibat kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Kedua orang tua itu langsung ke Jakarta diantar ke kamar jenazah untuk mengindentifikasi jenazah anaknya. Mereka mengenali dengan jelas wajah putranya namun betapa terkejutnya mereka, jenazah putranya hanya dengan tangan sebelah dan kaki sebelah.

Wassalam,
agussyafii

--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12431


3.

Fw: Vaksin penyebab AUTIS

Posted by: "yovie novita" yovie.novita@yahoo.com   yovie.novita

Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)




Teman-teman,

ada informasi dari seorang teman yang merupakan orang tua penyandang autis. Semoga sharing ini bermanfaat dan membuat kita semakin mengerti.

Sekedar sharing, sampai dengan saat ini penyebab Autis

belum diketahui secara pasti, karena sifatnya yang sangat

kompleks dan luas sehingga Autis menurut informasi terkini

adalah suatu spektrum yang luas, yang gejalanya dapat

bermacam-macam dan spesifik untuk setiap anak.

Karena sebabnya belum diketahui dengan jelas, sampai

sejauh ini belum ada satu cara yang tepat untuk

menanggulanginya. Yang dapat dilakukan adalah

mengkombinasikan beberapa treatment sesuai dengan

kebutuhan penyandang autis (disebut penyandang bukan

penderita karena autis adalah suatu kelainan, bukan

penyakit).

Salah satu dugaan pencetus (bukan penyebab) adalah

vaksinasi, dicurigai karena kandungan thimerosal yang ada

dalam vaksin yang berfungsi sebagai pengawet vaksin. Namun

sejauh ini tidak berhasil ditemukan korelasi secara klinis

antara vaksinasi dan autis, sehingga masih menjadi

perdebatan yang sangat luas dalam kedokteran.

Karena diduga sifatnya adalah sebagai trigger (pencetus),

maka harus sudah ada prekondisi yang menunjang timbulnya

gejala autis. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ada

kelainan struktur otak pada penyandang autis, sehingga

diduga keras kelainan tersebut sudah mulai terjadi pada

masa kehamilan. Karena sel-sel otak terbentuk pada

trimester pertama kehamilan, tetapi antara satu dengan

lainnya belum terhubung, anda bisa membayangkan seperti

ribuan pulau-pulau kecil yang terisolir satu dengan

lainnya. Setelah lahir tidak ada lagi pembentukan sel-sel

baru, yang terjadi hanyalah proses terjalinnya sel-sel

penghubung yang menghubungkan pulau-pulau tersebut satu

dengan lainnya, seperti jaringan kabel yang dibangun antar

pulau. Banyaknya kabel yang dibangun ini sangat tergantung

pada rangsangan yang diterima anak. Proses pembangunan ini

terjadi sangat pesat pada umur 1 sampai 5 tahun, sehingga

disebut sebagai 'golden period'. Rangsang apapun yang

diterima anak pada periode ini akan sangat mudah diserap,

sehingga sangat dianjurkan untuk memberi banyak rangsangan

pada anak di periode ini. Pasca golden period, jaringan

penghubung sudah terbentuk dengan kompleks, dan sel-sel

yang tidak terhubung atau masih terisolasi akan

dimusnahkan.

Kembali pada hubungan vaksinasi dengan autis, banyak

ditemukan kasus keracunan logam berat (mercury, timbal,

dll) pada penyandang autis, namun kandungan thimerosal

yang ada pada vaksinasi sebetulnya masih jauh lebih

sedikit dari timbunan logam berat yang ada pada tubuh

penyandang autis. Sehingga dicurigai asupan logam berat

berasal dari lingkungan, seperti makanan laut, asap

kendaraan dengan bensin yang mengandung timbal, debu cat

rumah yang mengandung arsenik, dan lain sebagainya. Namun

muncul kembali pertanyaan berikut, pada lingkungan yang

sama mengapa tidak semua anak menjadi autis? Sehingga

dicurigai adanya faktor genetik, tetapi belum dapat

ditemukan korelasi klinis faktor genetik mana yang

berpengaruh pada timbulnya gejala autistik.

Dari sekian banyak temuan di atas, ada hal yang harus

menjadi perhatian, khususnya bagi orang tua yang berencana

untuk memiliki anak. Sebaiknya periksakan kandungan logam

berat sang ibu sebelum hamil, karena kandungan logam berat

yang tinggi akan menghambat pertumbuhan jaringan otak

janin dan ini bersifat permanen. Jika diketahui kandungan

logam berat yang sangat tinggi, maka ibu harus menjalani

proses detoksifikasi dibawah pengawasan ketat oleh dokter.

Menghindari asupan logam berat dari makanan laut, terutama

laut dalam. Sumber lain yang ditengarai sebagai penyumbang

terbesar keracunan merkuri adalah tambalan gigi dari

amalgam yang berwarna hitam. Karena amalgam adalah senyawa

dari merkuri, dan setiap saat mengunyah makanan, amalgam

akan terkikis dan ikut tertelan bersama makanan, sehingga

dalam jangka panjang kandungan merkuri akan makin tinggi.

Saat ini tambalan gigi amalgam sudah ditinggalkan,

digantikan oleh keramik yang berwarna putih.

Bagaimana dengan anak yang sudah lahir dan akan menjalani

vaksinasi? Vaksinasi penting bagi pencegahan

penyakit-penyakit yang fatal seperti polio dan lain-lain.

Sehingga menghindari vaksinasi juga membawa resiko

tersendiri bagi anak

(http://puterakembar a.org/rm/ Alergi4.shtml lalu

http://afie. staff.uns. ac.id/2008/ 12/13/vaksin- mmr-menyebabkan- autis/

serta

http://afie. staff.uns. ac.id/2009/ 01/02/thimerosal -vaksin-menyebab kan-autis/)

Pilihlah vaksinasi yang memang sesuai, artinya beri

vaksinasi jika penyakit tersebut adalah endemik di daerah

anda. Untuk Indonesia, ada empat jenis vaksinasi yang

diwajibkan oleh pemerintah diantaranya DPT-Polio, BCG,

Hepatitis B dan Campak

(http://www.infoibu. com/tipsinfoseha t/jadwalimunisas i.htm).

Tetapi hal penting yang harus selalu diingat adalah,

berikan imunisasi di saat anak berada dalam kondisi sehat

dan fit. Tunda pemberian imunisasi jika anak sedang

mengalami masalah kesehatan.

Itu sekelumit pemahaman saya pribadi disarikan dari

berbagai sumber, mungkin tidak sepenuhnya tepat. Tetapi

ada baiknya direnungkan.

Salam,

Damar

Orang tua anak penyandang autis

> *Vaksin penyebab AUTIS*

>

> Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya

>keponakan.. . atau bahkan

> calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di

>share kepada yang

> masihpunya anak kecil supaya ber-hati2... .....

>








Teman-teman,

4a.

Pendidikan dan Pesantren

Posted by: "radinal88" radinal88@yahoo.co.id   radinal88

Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)



Pendidikan (di) Pesantren
Setiap hari pendidikan nasional, pembicaraan mengenai pendidikan (di) pesantren adalah pembicaraan yang paling jarang mencuat. Jangankan di media massa nasional, media massa lokal pun jarang membicarakannya. Padahal, sebagaimana dikemukakan mayoritas peneliti seperti Karel Steenbrink dan Clifford Geertz, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia.
Berbicara mengenai pendidikan, sebenarnya pendidikan yang paling sesuai dengan harapan UUD 1945 pasal 31 ayat 3 dan UU nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan yang bermodelkan pesantren. Dengan sistem asrama dan figur kyai, system pendidikan sebagai control of attitude dapat berjalan.
Pada pasal tersebut, dijelaskan bahwa fungsi pendidik adalah untuk menghasilkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Dawam Rahardjo mengungkapkan bahwa pendidikan di pesantren sangat memiliki peran besar dalam menciptakan agen-agen pembaharuan sosial, sosialisasi sistem keluarga berencana, gerakan sadar lingkungan, dan perbaikan sarana fisik dan pembangunan desa. Hal-hal demikian tentunya selain menciptakan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Selain itu, pesantren juga merupakan sarana pendidikan yang paling murah dan terjangkau oleh masyarakat.
Lebih jauh dari itu, dengan sistem keteladanan yang ditunjukkan oleh figur kyai dan nilai-nilai agama yang diajarkan di pesantren tersebut, pesantren telah memberikan kontribusi sangat besar bagi pengawalan moral bangsa. Moral yang pada akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Berita terakhir, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), 63% siswa SMP-SMA telah melakukan seks bebas.

Makna Pendidikan
Secara teori, makna pendidikan oleh para ahli didefinisikan sebagai proses pengawalan bagi perkembangan pemikiran, moral, akhlak dan diri. Berbeda dengan pengajaran yang hanya bersifat transfer of knowledge, transformasi keilmuan saja.
Namun realita dilapangan, sering makna dari pendidikan disamakan dengan pengajaran. Walhasil, guru yang merupakan tenaga pendidik merasa telah bertugas jika telah mentransfer ilmu pengetahuannya di kelas. Masuk kekelas, memberikan soal, pulang dan terima gaji.
Hal ini penting untuk dibicarakan mengingat kondisi generasi bangsa yang semakin bobrok. Berita gembira mengenai prestasi gemilang pelajar SMA Indonesia di ajang lomba penelitian dan presentasi tingkat dunia "International Conference of Young Scientist (ICYS) 2009 di Polandia, tidaklah dapat menghapus berita buruk riset BKKBN beberapa bulan yang lalu. Jangan salahkan bila lahir generasi yang intelek tapi tak bermoral.
Seharusnya, pemerintah tanggap mengenai perubahan makna pendidikan ini. Intelektual dan morallah yang menjadi wilayah pendidikan. Bukan intelektual saja. Dan hal inilah yang telah dilakukan pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia. Tak tahu kemana arah pendidikan kita, jika lembaga tertua ini (pesantren) tidak lagi eksis terhadap tujuannya.
Orientasi Terkikis
Dalam sejarahnya, pendirian pesantren sebenarnya hanya berorientasi sederhana, yaitu membentuk SDM santri yang ready for use mengabdi di masyarakat. Saking sederhananya sehingga orientasi tersebut tidak terdokumen dalam bentuk tulisan resmi. Namun, walaupun tidak terdokumen, semua pihak dapat merasakan wujud dan obsesi dari orientasi tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya, bentuk kesehajaan pesantren diatas lambat laun berganti. Belajar yang tadinya dengan sorogan/bandongan diganti dengan klasikal plus kurikulum yang selalu berubah. Kurikulum yang dianggap sebagai ciri modernitas dari pendidikan untuk melejitkan potensi SDM santri, berbalik dalam realita di pesantren. Santri yang dulu siap terjud untuk khidmah terhadap masyarakat, sekarang bisa dihitung dengan jari.
Belum lagi bila kita berbicara mengenai kyai politik atau politik kyai bahkan politik pesantren. Begitu juga orientasi santri yang dulunya adalah ilmu, bergeser menjadi ijazah untuk kelanjutan studinya pasca nyantri.
Tidak ada kata Terlambat
Tidak ada kata terlambat untuk perubahan. Pendidikan di Indonesia seharusnya belajar dari pendidikan pesantren yang tidak bergeser orientasinya. Pengawalan moral, intelektual, pemikiran, dan diri siswa sangatlah penting. Jangan sampai lahir kembali para intelektual yang tak bermoral alias bajingan, yang hanya menyengsarakan. Saatnya!

Radinal Mukhtar Harahap
alumnus PP. Ar-Raudhatul Hasanah Medan

blog
http://kumpulan-q.blogspot.com

YM
radinal88

No HP
081331185527

4b.

Re: Pendidikan dan Pesantren

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Fri May 8, 2009 8:18 pm (PDT)



makasih bu dah share tentang makna pendidikan di pesantren, jadi ingat masa-masa di sana. hehehe....
gara-gara penemuannya Karel Steenbrink dan Clifford Geertz ini sekarang banyak sekolah yang mengadopsi sistem pesantren semisal boarding school dan sebagainya.

sis

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "radinal88" <radinal88@...> wrote:
>
> Pendidikan (di) Pesantren
> Setiap hari pendidikan nasional, pembicaraan mengenai pendidikan (di) pesantren adalah pembicaraan yang paling jarang mencuat. Jangankan di media massa nasional, media massa lokal pun jarang membicarakannya. Padahal, sebagaimana dikemukakan mayoritas peneliti seperti Karel Steenbrink dan Clifford Geertz, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia.
> Berbicara mengenai pendidikan, sebenarnya pendidikan yang paling sesuai dengan harapan UUD 1945 pasal 31 ayat 3 dan UU nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan yang bermodelkan pesantren. Dengan sistem asrama dan figur kyai, system pendidikan sebagai control of attitude dapat berjalan.

5a.

Re: Guru Kehidupan

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Fri May 8, 2009 8:07 pm (PDT)



Benar-benar cerita seorang guru...
senang bacanya bu, ditunggu cerita tentang murid-muridnya lagi ya...

sis

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Diah Utami" <batikmania@...> wrote:
>
> Sedikit curhat. Dalam rangka bulan Mei, di mana ada hari pendidikan nasional, ingin sedikit berbagi tentang perjalanan hidup, belajar dari kehidupan, sekolah terbesar yang masih selalu kujalani.
> Jadi guru adalah cita-citaku sejak dulu. Setelah mendapatkan tentangan dari ibuku sendiri –yang notabene adalah juga seorang guru di sekolah menengah-, aku akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita sebagai guru yang mengajar di sebuah sekolah swasta. Hanya bisa di sekolah swasta, karena aku tak mempunyai latar belakang pendidikan

Recent Activity
Visit Your Group
Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: