Messages In This Digest (6 Messages)
- 1.
- Fw: Urgent. Mohon Dukungan Untuk Hutan & Masyarakat Bombana. From: Al Faqir Ilmi
- 2.
- (catcil) Cinta Itu keikhlasan From: agussyafii
- 3.
- Fw: Vaksin penyebab AUTIS From: yovie novita
- 4a.
- Pendidikan dan Pesantren From: radinal88
- 4b.
- Re: Pendidikan dan Pesantren From: sismanto
- 5a.
- Re: Guru Kehidupan From: sismanto
Messages
- 1.
-
Fw: Urgent. Mohon Dukungan Untuk Hutan & Masyarakat Bombana.
Posted by: "Al Faqir Ilmi" alfaqirilmi@yahoo.com alfaqirilmi
Fri May 8, 2009 6:25 am (PDT)
--- On Thu, 5/7/09, Luluk Uliyah <luluk@jatam.org > wrote:
From: Luluk Uliyah <luluk@jatam.org >
Subject: Urgent. Mohon Dukungan Untuk Hutan & Masyarakat Bombana.
To:
Cc: "media jakarta" <media-jakarta@yahoogroups. >, kuasa_proletar@com yahoo.com , kumoloperjuangan@yahoo.com , lemlitub@yahoo.com , liemsioklan@yahoo.com , "Mayapadaprana" <mayapadaprana@yahoogroups. >, Media_Nusantara@com yahoogroups. , media-bali@yahoogrocom ups.com , media-jatim@yahoogroups. , media-sumut@com yahoogroups. , "Mediacare" <mediacare@yahoogroucom ps.com >, mfadjroelrachman@yahoo.com , mwk7777@gmail.com , "nasionalist" <nasional-list@yahoogroups. >, neneng.kamida@com yahoo.com , novie@kompas.co.id , PAN@yahoogroups.com , pantau-komunitas@yahoogroups. , parapemikir@com yahoogroups. , pembebasan.nasionalcom @gmail.com , pesantren@al-hikam.or. , ppmuh@indosat.id net.id , presidium@alumnigmni.org , priyobudisantoso@yahoo.com
Date: Thursday, May 7, 2009, 4:19 PM
Kawan tercinta,
Sejak Febuari lalu, beberapa kali aksi dilakukan ratusan warga Bombana dan sekitarnya mengatasnamakan Front Rakyat Bombana Sultra turun ke jalan menuntut pencabutan ijin 12 Kuasa Pertambangan, pengakuan kepemilikan tanah adat dan penolakan intervensi aparat kepolisian di area pertambangan tersebut. Bahkan massa aksi tersebut sampai menduduki kantor Gubernur Sultra sejak 4- 5 Mei 2009. Sebelumnya, dua orang masa aksi dianiaya aparat kepolisian dan satuan Pol PP, pada aksi 22 April 2009 di Kantor Bupati Bombana. Front ini juga didukung mahasiswa Unhalu, STAIN dan Walhi Sulawesi Tenggara.
Kami mohon kesediaan kawan-kawan untuk mencantumkan nama atau organisasinya menjadi pendukung surat mendukung Front Rakyat Bombana, dengan mengirimkan nama, lembaga dan alamat ke email luluk@jatam.org
Kami akan mengirimkan surat ini Jum'at, 8 Mei 2009 jam 3 sore, ditujukan kepada gubenur Sultra dan pihak terkait.
Atau kawan-kawan bisa mengirimkan langsung dengan contoh surat dibawah ini.
Tujuan Surat :
1. Nur Alam, SE
Gubernur Sulawesi Tenggara
Kompleks Bumi Praja Andonuhu
Kendari 93232
Telp (0401) 3191609, 3191606
Fax 0401 3191614
2. Sekretariat Provinsi
Komlpeks Buumi Praja Andonuhu
93232
Tlp (0401) 3191600 - 319160001
3. Sekda Provinsi
Komleks Bumi Praja Andonuhu
93232
Tlp (0401) 3191603 - 3192871
4. Ketua DPRD Provinsi
Sekretariat DPRD Provinsi
Jln. Abd. Silondae
Telp. (0401) 3121333 - Fax 3125318
5. Kapolda Sultra
Jln. Haluoleo No 01 Poasia Kendari,
Tlpn 0401 3190005, Fax 3194093
===================== ========= ========= ========
Kepada Yth,
Gubenur Sulawesi Tenggara
Di Kendari
Dengan Hormat,
Kami sangat prihatin mendengar konflik-konflik tanah masyarakat dengan perusahaan tambang dan pemerintah di Sulawesi Tenggara. Paling akhir adalah kasus sengketa tanah Bombana, yang penanganan kasusnya makin memburuk..
Kami mendengar konflik lahan antar masyarakat adat Bombana dengan pemilik Kuasa Pertambangan (KP) PT. Panca Logam, telah memasuki babak serius, karena telah melanggar hak-hak ulayat warga mengelola kawasan tersebut. Bahkan mulai berujung terjadinya kekerasan terhadap warga setempat.
Sungguh sangat disayangkan pengerahan aparat Kepolisian mengusir warga yang menambang emas di kawasan tersebut, dengan alasan melanggar UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Tetapi, malah membiarkan perusahaan tambang skala besar swasta menambang di sana. Inilah yang memicu terjadinya kekerasan. Kami mendapatkan berita, pada 22 April 2009, ada dua orang pengujuk rasa harus dilarikan ke Rumah Sakit karena tindakan represif aparat.
Kami mendukung upaya warga dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Front Rakyat Bombana Bersatu, yang telah melakukan aksi sejak hari Senin, 4 Mei 2009 di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Mereka menuntut penyelesaian konflik lahan (agraria), antara warga dengan pihak perusahaan PT. Panca Logam,
Kami telah melihat dan memiliki pengalaman bekerja pada kasus-kasus pertambangan emas di berbagai tempat di Indonesia. Kami meyakini, tambang rakyat yang tidak dikontrol sebenarnya sama merusaknya dengan tambang skala besar, yang saat ini sudah melakukan kegiatan di Bombana. Oleh karenanya, melihat kondisi yang terjadi di lapangan, maka kami mendesak :
1. Menuntut Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara segera membatalkan izin dan operasional pertambangan PT. Panca Logam.
2. Mendesak Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara segera membentuk tim yang ditugaskan menyelesaikan konflik-konflik agraria akibat pertambangan, yang adil dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.
3. Mendesak dihentikannya pendekatan keamanan dan kekerasan menghadapi warga yang tidak setuju terhadap pertambangan di sana dan segera menarik aparat kepolisian dari kawasan tersebut .
4. Mendesak Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara segera melakukan pemulihan di kawasan yang telah rusak karena pengerukan pertambangan di Bombana dan tidak lagi memberikan izin-izin pertambangan baru di semua kawasan-kawasan hutan di Sulawesi tenggara
Tembusan :
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara
Kapolda Sulawesi Tenggara
Arsip
Hormat Kami,
1. Siti Maemunah, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Jl mampang Prapatan II/ 30 jakarta Selatan 12790
2. Riza Damanik, Koalisi Rakyat Untuk Kedailan Perikanan (KIARA) Jl Tegal Parang Utara No 43 Jakarta Selatan
3. Luluk Uliyah, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Jl mampang Prapatan II/ 30 jakarta Selatan 12790
- 2.
-
(catcil) Cinta Itu keikhlasan
Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)
(catcil) Cinta Itu keikhlasan
By: agussyafii
Cinta terkadang membutuhkan keikhlasan menerima. keikhlasan dalam cinta menempatkan diri kita ke dalam diri orang lain. Memahami segenap perasaan dan keinginannya. Itulah yang juga terjadi pada diri seorang pemuda yang baru pulang bekerja di Arab. Pemuda itu menghubungi ayah dan ibunya yang berada dikampung.
'Ayah, ibu..saya akan pulang.' katanya.
'Syukurlah nak..ayah & ibu berbahagia.' jawab kedua orang tuanya.
'Tapi bu..' 'Tapi apa nak?'tanya ibunya.
'Saya akan membawa pulang teman. Teman ini mengalami kecelakaan kerja. Kaki dan tangannya patah. Bolehkah saya membawa ibu?' Kata pemuda itu.
'Kami turut berduka nak atas peristiwa itu, mungkin kita bisa membantunya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak untuknya.' jawab ayahnya.
'Tidak ayah, saya ingin dia hidup bersama kita.'jawab pemuda itu.
'Sudahlah, cepatlah pulang. Kami, ayah dan ibumu sudah rindu pada dirimu nak..urusan yang lainnya nanti kita urusan setelah engkau tiba dikampung halaman.' jawab ayahnya.'
Setelah pembicaraan itu, seminggu kemudian ayah dan ibunya dikampung mendapatkan kabar dari polisi di jakarta bahwa putranya meninggal dunia akibat kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Kedua orang tua itu langsung ke Jakarta diantar ke kamar jenazah untuk mengindentifikasi jenazah anaknya. Mereka mengenali dengan jelas wajah putranya namun betapa terkejutnya mereka, jenazah putranya hanya dengan tangan sebelah dan kaki sebelah.
Wassalam,
agussyafii
--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot. atau sms 087 8777 12431com
- 3.
-
Fw: Vaksin penyebab AUTIS
Posted by: "yovie novita" yovie.novita@yahoo.com yovie.novita
Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)
Teman-teman,
ada informasi dari seorang teman yang merupakan orang tua penyandang autis. Semoga sharing ini bermanfaat dan membuat kita semakin mengerti.
Sekedar sharing, sampai dengan saat ini penyebab Autis
belum diketahui secara pasti, karena sifatnya yang sangat
kompleks dan luas sehingga Autis menurut informasi terkini
adalah suatu spektrum yang luas, yang gejalanya dapat
bermacam-macam dan spesifik untuk setiap anak.
Karena sebabnya belum diketahui dengan jelas, sampai
sejauh ini belum ada satu cara yang tepat untuk
menanggulanginya. Yang dapat dilakukan adalah
mengkombinasikan beberapa treatment sesuai dengan
kebutuhan penyandang autis (disebut penyandang bukan
penderita karena autis adalah suatu kelainan, bukan
penyakit).
Salah satu dugaan pencetus (bukan penyebab) adalah
vaksinasi, dicurigai karena kandungan thimerosal yang ada
dalam vaksin yang berfungsi sebagai pengawet vaksin. Namun
sejauh ini tidak berhasil ditemukan korelasi secara klinis
antara vaksinasi dan autis, sehingga masih menjadi
perdebatan yang sangat luas dalam kedokteran.
Karena diduga sifatnya adalah sebagai trigger (pencetus),
maka harus sudah ada prekondisi yang menunjang timbulnya
gejala autis. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ada
kelainan struktur otak pada penyandang autis, sehingga
diduga keras kelainan tersebut sudah mulai terjadi pada
masa kehamilan. Karena sel-sel otak terbentuk pada
trimester pertama kehamilan, tetapi antara satu dengan
lainnya belum terhubung, anda bisa membayangkan seperti
ribuan pulau-pulau kecil yang terisolir satu dengan
lainnya. Setelah lahir tidak ada lagi pembentukan sel-sel
baru, yang terjadi hanyalah proses terjalinnya sel-sel
penghubung yang menghubungkan pulau-pulau tersebut satu
dengan lainnya, seperti jaringan kabel yang dibangun antar
pulau. Banyaknya kabel yang dibangun ini sangat tergantung
pada rangsangan yang diterima anak. Proses pembangunan ini
terjadi sangat pesat pada umur 1 sampai 5 tahun, sehingga
disebut sebagai 'golden period'. Rangsang apapun yang
diterima anak pada periode ini akan sangat mudah diserap,
sehingga sangat dianjurkan untuk memberi banyak rangsangan
pada anak di periode ini. Pasca golden period, jaringan
penghubung sudah terbentuk dengan kompleks, dan sel-sel
yang tidak terhubung atau masih terisolasi akan
dimusnahkan.
Kembali pada hubungan vaksinasi dengan autis, banyak
ditemukan kasus keracunan logam berat (mercury, timbal,
dll) pada penyandang autis, namun kandungan thimerosal
yang ada pada vaksinasi sebetulnya masih jauh lebih
sedikit dari timbunan logam berat yang ada pada tubuh
penyandang autis. Sehingga dicurigai asupan logam berat
berasal dari lingkungan, seperti makanan laut, asap
kendaraan dengan bensin yang mengandung timbal, debu cat
rumah yang mengandung arsenik, dan lain sebagainya. Namun
muncul kembali pertanyaan berikut, pada lingkungan yang
sama mengapa tidak semua anak menjadi autis? Sehingga
dicurigai adanya faktor genetik, tetapi belum dapat
ditemukan korelasi klinis faktor genetik mana yang
berpengaruh pada timbulnya gejala autistik.
Dari sekian banyak temuan di atas, ada hal yang harus
menjadi perhatian, khususnya bagi orang tua yang berencana
untuk memiliki anak. Sebaiknya periksakan kandungan logam
berat sang ibu sebelum hamil, karena kandungan logam berat
yang tinggi akan menghambat pertumbuhan jaringan otak
janin dan ini bersifat permanen. Jika diketahui kandungan
logam berat yang sangat tinggi, maka ibu harus menjalani
proses detoksifikasi dibawah pengawasan ketat oleh dokter.
Menghindari asupan logam berat dari makanan laut, terutama
laut dalam. Sumber lain yang ditengarai sebagai penyumbang
terbesar keracunan merkuri adalah tambalan gigi dari
amalgam yang berwarna hitam. Karena amalgam adalah senyawa
dari merkuri, dan setiap saat mengunyah makanan, amalgam
akan terkikis dan ikut tertelan bersama makanan, sehingga
dalam jangka panjang kandungan merkuri akan makin tinggi.
Saat ini tambalan gigi amalgam sudah ditinggalkan,
digantikan oleh keramik yang berwarna putih.
Bagaimana dengan anak yang sudah lahir dan akan menjalani
vaksinasi? Vaksinasi penting bagi pencegahan
penyakit-penyakit yang fatal seperti polio dan lain-lain.
Sehingga menghindari vaksinasi juga membawa resiko
tersendiri bagi anak
(http://puterakembar a.org/rm/ Alergi4.shtml lalu
http://afie. staff.uns. ac.id/2008/ 12/13/vaksin- mmr-menyebabkan- autis/
serta
http://afie. staff.uns. ac.id/2009/ 01/02/thimerosal -vaksin-menyebab kan-autis/)
Pilihlah vaksinasi yang memang sesuai, artinya beri
vaksinasi jika penyakit tersebut adalah endemik di daerah
anda. Untuk Indonesia, ada empat jenis vaksinasi yang
diwajibkan oleh pemerintah diantaranya DPT-Polio, BCG,
Hepatitis B dan Campak
(http://www.infoibu. com/tipsinfoseha t/jadwalimunisas i.htm).
Tetapi hal penting yang harus selalu diingat adalah,
berikan imunisasi di saat anak berada dalam kondisi sehat
dan fit. Tunda pemberian imunisasi jika anak sedang
mengalami masalah kesehatan.
Itu sekelumit pemahaman saya pribadi disarikan dari
berbagai sumber, mungkin tidak sepenuhnya tepat. Tetapi
ada baiknya direnungkan.
Salam,
Damar
Orang tua anak penyandang autis
> *Vaksin penyebab AUTIS*
>
> Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya
>keponakan.. . atau bahkan
> calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di
>share kepada yang
> masihpunya anak kecil supaya ber-hati2... .....
>
Teman-teman,
- 4a.
-
Pendidikan dan Pesantren
Posted by: "radinal88" radinal88@yahoo.co.id radinal88
Fri May 8, 2009 6:26 am (PDT)
Pendidikan (di) Pesantren
Setiap hari pendidikan nasional, pembicaraan mengenai pendidikan (di) pesantren adalah pembicaraan yang paling jarang mencuat. Jangankan di media massa nasional, media massa lokal pun jarang membicarakannya. Padahal, sebagaimana dikemukakan mayoritas peneliti seperti Karel Steenbrink dan Clifford Geertz, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia.
Berbicara mengenai pendidikan, sebenarnya pendidikan yang paling sesuai dengan harapan UUD 1945 pasal 31 ayat 3 dan UU nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan yang bermodelkan pesantren. Dengan sistem asrama dan figur kyai, system pendidikan sebagai control of attitude dapat berjalan.
Pada pasal tersebut, dijelaskan bahwa fungsi pendidik adalah untuk menghasilkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Dawam Rahardjo mengungkapkan bahwa pendidikan di pesantren sangat memiliki peran besar dalam menciptakan agen-agen pembaharuan sosial, sosialisasi sistem keluarga berencana, gerakan sadar lingkungan, dan perbaikan sarana fisik dan pembangunan desa. Hal-hal demikian tentunya selain menciptakan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Selain itu, pesantren juga merupakan sarana pendidikan yang paling murah dan terjangkau oleh masyarakat.
Lebih jauh dari itu, dengan sistem keteladanan yang ditunjukkan oleh figur kyai dan nilai-nilai agama yang diajarkan di pesantren tersebut, pesantren telah memberikan kontribusi sangat besar bagi pengawalan moral bangsa. Moral yang pada akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Berita terakhir, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), 63% siswa SMP-SMA telah melakukan seks bebas.
Makna Pendidikan
Secara teori, makna pendidikan oleh para ahli didefinisikan sebagai proses pengawalan bagi perkembangan pemikiran, moral, akhlak dan diri. Berbeda dengan pengajaran yang hanya bersifat transfer of knowledge, transformasi keilmuan saja.
Namun realita dilapangan, sering makna dari pendidikan disamakan dengan pengajaran. Walhasil, guru yang merupakan tenaga pendidik merasa telah bertugas jika telah mentransfer ilmu pengetahuannya di kelas. Masuk kekelas, memberikan soal, pulang dan terima gaji.
Hal ini penting untuk dibicarakan mengingat kondisi generasi bangsa yang semakin bobrok. Berita gembira mengenai prestasi gemilang pelajar SMA Indonesia di ajang lomba penelitian dan presentasi tingkat dunia "International Conference of Young Scientist (ICYS) 2009 di Polandia, tidaklah dapat menghapus berita buruk riset BKKBN beberapa bulan yang lalu. Jangan salahkan bila lahir generasi yang intelek tapi tak bermoral.
Seharusnya, pemerintah tanggap mengenai perubahan makna pendidikan ini. Intelektual dan morallah yang menjadi wilayah pendidikan. Bukan intelektual saja. Dan hal inilah yang telah dilakukan pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia. Tak tahu kemana arah pendidikan kita, jika lembaga tertua ini (pesantren) tidak lagi eksis terhadap tujuannya.
Orientasi Terkikis
Dalam sejarahnya, pendirian pesantren sebenarnya hanya berorientasi sederhana, yaitu membentuk SDM santri yang ready for use mengabdi di masyarakat. Saking sederhananya sehingga orientasi tersebut tidak terdokumen dalam bentuk tulisan resmi. Namun, walaupun tidak terdokumen, semua pihak dapat merasakan wujud dan obsesi dari orientasi tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya, bentuk kesehajaan pesantren diatas lambat laun berganti. Belajar yang tadinya dengan sorogan/bandongan diganti dengan klasikal plus kurikulum yang selalu berubah. Kurikulum yang dianggap sebagai ciri modernitas dari pendidikan untuk melejitkan potensi SDM santri, berbalik dalam realita di pesantren. Santri yang dulu siap terjud untuk khidmah terhadap masyarakat, sekarang bisa dihitung dengan jari.
Belum lagi bila kita berbicara mengenai kyai politik atau politik kyai bahkan politik pesantren. Begitu juga orientasi santri yang dulunya adalah ilmu, bergeser menjadi ijazah untuk kelanjutan studinya pasca nyantri.
Tidak ada kata Terlambat
Tidak ada kata terlambat untuk perubahan. Pendidikan di Indonesia seharusnya belajar dari pendidikan pesantren yang tidak bergeser orientasinya. Pengawalan moral, intelektual, pemikiran, dan diri siswa sangatlah penting. Jangan sampai lahir kembali para intelektual yang tak bermoral alias bajingan, yang hanya menyengsarakan. Saatnya!
Radinal Mukhtar Harahap
alumnus PP. Ar-Raudhatul Hasanah Medan
blog
http://kumpulan-q.blogspot. com
YM
radinal88
No HP
081331185527
- 4b.
-
Re: Pendidikan dan Pesantren
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Fri May 8, 2009 8:18 pm (PDT)
makasih bu dah share tentang makna pendidikan di pesantren, jadi ingat masa-masa di sana. hehehe....
gara-gara penemuannya Karel Steenbrink dan Clifford Geertz ini sekarang banyak sekolah yang mengadopsi sistem pesantren semisal boarding school dan sebagainya.
sis
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "radinal88" <radinal88@.com ..> wrote:
>
> Pendidikan (di) Pesantren
> Setiap hari pendidikan nasional, pembicaraan mengenai pendidikan (di) pesantren adalah pembicaraan yang paling jarang mencuat. Jangankan di media massa nasional, media massa lokal pun jarang membicarakannya. Padahal, sebagaimana dikemukakan mayoritas peneliti seperti Karel Steenbrink dan Clifford Geertz, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia.
> Berbicara mengenai pendidikan, sebenarnya pendidikan yang paling sesuai dengan harapan UUD 1945 pasal 31 ayat 3 dan UU nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan yang bermodelkan pesantren. Dengan sistem asrama dan figur kyai, system pendidikan sebagai control of attitude dapat berjalan.
- 5a.
-
Re: Guru Kehidupan
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Fri May 8, 2009 8:07 pm (PDT)
Benar-benar cerita seorang guru...
senang bacanya bu, ditunggu cerita tentang murid-muridnya lagi ya...
sis
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Diah Utami" <batikmania@com ...> wrote:
>
> Sedikit curhat. Dalam rangka bulan Mei, di mana ada hari pendidikan nasional, ingin sedikit berbagi tentang perjalanan hidup, belajar dari kehidupan, sekolah terbesar yang masih selalu kujalani.
> Jadi guru adalah cita-citaku sejak dulu. Setelah mendapatkan tentangan dari ibuku sendiri yang notabene adalah juga seorang guru di sekolah menengah-, aku akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita sebagai guru yang mengajar di sebuah sekolah swasta. Hanya bisa di sekolah swasta, karena aku tak mempunyai latar belakang pendidikan
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar