Messages In This Digest (11 Messages)
- 1.
- (rampai) yang tersisa From: Bu CaturCatriks
- 2.
- (etalase) LOMBA MEMBUAT ENDORSEMENT BUKU "LTA" From: Bu CaturCatriks
- 3.
- Artikel: Sebenarnya Apa Sih Bakat Kita Ini? From: dkadarusman
- 4a.
- Re: (catcil) pada setahun pernikahan kami From: hariyanty thahir
- 4b.
- Re: (catcil) pada setahun pernikahan kami From: fil_ardy
- 5.
- [Catcil] Bayi dan Radiasinya From: Kang Dani
- 6.
- [catcil] Susah-susah Gampang, Menulis Bacaan Anak From: kidishom
- 7.
- [catatan kaki] Kampanye Anti Kekerasan From: Matahati Institute
- 8.
- OLEH-OLEH WORLD BOOK DAY 2009 (Catatan Kaki) From: arya noor amarsyah arya
- 9.
- (catcil) Hidup Damai From: agussyafii
- 10.
- (ruang baca) review; Tubuh Anda adalah Dokter Terbaik From: interaktif
Messages
- 1.
-
(rampai) yang tersisa
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Sun May 10, 2009 6:09 pm (PDT)
Yang Tersisa
Oleh Retnadi Nur'aini
Dan yang tersisa adalah lantai halaman Plasa yang kosong, dengan beberapa helai daun kering yang rontok dari pohon beringin tempat kita biasa bercengkerama.
Dan yang tersisa adalah lembar-lembar lapuk catatan hati, yang biasa kita bagi saat kita masih gemar bermimpi di senja hari, sambil berkejaran dengan matahari.
Dan yang tersisa adalah dinding, yang kita berdua tak pernah tahu sejak kapan ia tercipta. Yang bisa kita lakukan setiap harinya hanyalah menyaksikan dinding itu tumbuh membatasi ruang hati, sementara kita hanya bisa meraba-raba ketebalan dan tingkat kedap suaranya.
Dan yang tersisa adalah lambaian selembar sapu tangan. Karena sejak dinding ini mendewasa, itu berarti juga waktunya kita untuk kembali bertumbuh, berlomba-lomba menuju cahaya, meski dengan rute dan peta yang berbeda.
Dan yang tersisa adalah sebentuk ucapan terima kasih. Untuk kebersamaan yang hangat atas satu masa perjalanan yang sangat menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran.
Dan yang tersisa adalah doa, saat akhirnya kita berpisah di persimpangan. Semoga Tuhan selalu menyertai setiap ayunan langkah kala menyusuri jalan terjal yang mendaki.
Dan yang tersisa adalah Cinta, yang selamanya tak akan pudar. Pun kita telah menua dan tiba waktunya untuk tutup usia di belakang halaman rumah kita.
- 2.
-
(etalase) LOMBA MEMBUAT ENDORSEMENT BUKU "LTA"
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Sun May 10, 2009 6:25 pm (PDT)
SEMUA BISA JADI ENDORSER!
Kata siapa endorser harus artis, akademisi, penulis hebat, atau orang terkenal?
Di lomba membuat endorsement atau komentar untuk buku "Let's Talk About: Friendship, Love&Marriage, Ordinary Miracles" ini semua orang bisa jadi endorser.
Caranya:
1. Cari buku Let's Talk About: Friendship, Love&Marriage, Ordinary Miracles di toko-toko buku Gramedia di kotamu (psst, harganya Rp 32 ribu aja. Dijamin nggak bakal bikin kantong bolong!)
2. Baca buku itu sampai halaman terakhir, ulang-ulang sampai nglotok, hehehe.
3. Terus, tulis deh endorsementmu yang mencerminkan ciri khas buku itu. Minimal terdiri atas 1 paragraf, dan maksimal berupa 1 halaman A4.
4. Ketik endorsementmu dalam font TNR 12, spasi 1,5.
5. Lalu, kirim endorsementmu via e-mail dengan attachment ke : halamanmoeka@ gmail.com dan cc ke: punya_retno@ yahoo.com, akil_catur@yahoo. co.id.
6. Cantumkan "LOMBA ENDORSEMENT BUKU LTA" di subjek e-mailmu!
Jangan lupa sertakan juga biodata singkatmu (nama, TTL, alamat, no hp, no rekening).
7. 5 endorser terbaik akan mendapat hadiah Rp75.000,- plus sebuah kaos Lets Talk About. Dan akan diambil juga 5 endorser pilihan/kebijakan penerbit yang akan mendapat masing-masing sebuah kaos Lets Talk About. (Nah, lumayan kan?).
8. Lomba dibuka mulai 1 April 2009 dan ditutup tanggal 30 Mei 2009 dan pengumuman 20 Juni 2009.
So, dapatkan manfaat isi buku Let's Talk About: Friendship, Love&Marriage, Ordinary Miracles dan jadilah endorser tarbaik!
Klik http//:letstalkabout.co.cc
A.n. Halaman Moeka Publishing
-Catur n Retno-
CP. 081325494096/ 0812 10698852
===================== ========= ========= ========= ========= ========= =====
APA KATA MEREKA TTG LTA? (KOMENTAR PEMBACA)
"I'm so speechless! So inspiratif! Aku seakan berkaca pada diriku sendiri Anyway, sukses ya untuk kalian. Bangga punya kesempatan untuk baca buku ini," (Wanda Arsono, Marketing Majalah Tumbuh Kembang, Jakarta)
" bukunya banyak beri aku pelajaran tentang hidup.." (Dyah Zakiati, Jakarta)
"Aaah, I've just read a very good book. Walaupun udah baca di blog, berkali-kali baca tulisan kalian nggak ada abisnya! "After taste"-nya selalu nempel di hati n kepala," (Yena Badruddin, pembuat cover LTA, Jakarta)
"Excellence. Covernya cantiq, isinya ciamik, menunjukkan kecerdasan para penulisnya," (Teha Sugiyo, Trainer&Motivator, Bandung)
"Satu kata: `Good job!'," (Siwi LH, Surabaya)
"Great! Gila, sekarang gua bener-bener ngiri dan semangat nulis lagi!," (Nissa Cita, ex-editor On! Communication, Kediri)
"Gua baru baca yang `Everyday I Love You'. Ya ampun, sampe basah mata gua. Menyentuh banget " (Indri Santoso, Jakarta)
"Great! Padahal gua baru baca setengah buku. Karena sekarang lagi dipinjem cewe gua, hehehe," (Wawan Gunawan, Jakarta)
"Wow, you made my day! Aku suka covernya dan tulisan favoritku: `Mbak Imah' dan `Pada Suatu Ruang Kelas Bernama Pernikahan'. Makasih ya Non!" (Rahartati Bambang, Penerjemah, Ciputat)
"Keren oiy! Direkomen buat yang nyari `makanan jiwa yang sehat'," (Indarwati Harsono, Depok)
"Considerably enlightening," (Rudy G Aswan, Ciawi)
"...terkesima di setiap halamannya.." (Suhadi, Sidoarjo)
"Aku kaya dapet temen curhat yg ngertiin banget kondisi hati aku saat ini, dan banyak dapet pembelajaran. Thanks so much ya..." (Agis Ardhiany)
"The book is wonderful; it tells a series of simple yet meaningful stories about things in life beautifully, it will inspires you to live life to the fullest " (Niken Suryandari, Jakarta)
"Baguuus bgt, gue suka covernya cantik dan isinya bikin gue terharu, krn kalian bisa menuliskan isi hati kalian dgn kalimat2 yg sungguh indah dan buat gue ingin lebih menghargai lagi teman, keluarga dan org2 disekitar gue." (Mirta Widia, Kuala Lumpur, Malaysia)
- 3.
-
Artikel: Sebenarnya Apa Sih Bakat Kita Ini?
Posted by: "dkadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Sun May 10, 2009 9:50 pm (PDT)
Artikel: Sebenarnya Apa Sih Bakat Kita Ini?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Adakah orang yang meragukan keampuhan bakat sebagai modal dasar bagi seseorang untuk meraih kesuksesan? Kelihatannya tidak ada. Karena, kita percaya bahwa jika bisa mengoptimalkan bakat alias talenta kita, maka pastilah kita akan menjadi orang yang sukses. Persoalannya kemudian adalah, bagaimana kita mengidentifikasi dan mengenali apa sesungguhnya talenta kita ini? Bahkan, meskipun umur kita sudah tergolong dewasa, kita tidak benar-benar yakin bahwa kita sudah bekerja pada bidang yang sesuai dengan bakat yang kita miliki. Apakah anda juga merasakan hal sedemikian?
Salah satu hal menarik yang bisa kita saksikan dari kontes-kontes dijaman modern seperti American atau Indonesian Idol, Britain Got Talents, dan kontes serupa lainnya adalah; kita sering dikejutkan oleh orang-orang yang menyimpan bakat tersembunyi didalam dirinya selama berpuluh-puluh tahun. Selama itu, bakat mereka terkubur dalam balutan tubuh masing-masing. Dan tak sesaatpun terbangunkan hingga mereka mengikuti kontes itu.
Dalam salah satu tayangan kontes itu saya menyaksikan seorang lelaki berusia tiga puluhan. Dia mengatakan bahwa cita-citanya adalah untuk melakukan sesuatu yang menjadi alasan terbesar mengapa dia dilahirkan, yaitu; menyanyi. Namun selama ini dia tidak pernah melakukannya karena menurutnya; "saya selalu mempunyai masalah besar dengan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa saya bisa tampil dengan baik". Dari wajah dan tatapan matanya, kita bisa segera tahu bahwa orang ini memang sangat malu dan minder.
Ketika naik keatas panggung menghadapi audiens dan Pak Simon Cowell beserta dua juri lainnya, dia kelihatan benar-benar gugup. "Apa yang akan kamu lakukan disini?" kata salah seorang juri. "Saya akan menyanyikan lagu opera...." katanya dengan nada getar. Semua penonton terdiam, besiap untuk memberikan simpati dan belas kasihan. Sedangkan semua juri mengernyitkan dahi, dan mempersilakan orang itu melakukan apa yang ingin dilakukannya dengan nada enggan.
Sesaat kemudian, musik opera mulai diputar membuat pengunjung semakin mengkhawatirkan nasib sang kontestan saat dikritik oleh juri nanti. Namun, ketika 'bunyi' pertama keluar dari suara vokal lelaki itu, semua pendengar terperangah. Bahkan, sang juri paling sangar sedunia itupun terkejut dan mulai menatap kearahnya dengan tatapan mata kekaguman. Mendengar suaranya yang tidak kalah dengan Luciano Pavarotti itu, pendengar yang terbius mulai menitikkan air mata. Lalu, mereka berdiri dan bertepuk tangan ketika nyanyian itu berakhir. Hingga acara selesaipun penampilannya masih menjadi pembicaraan dimana para juri merumpikannya sebagai salah satu penampilan paling mengejutkan dari kontestan yang sempat disepelekan.
Pada kesempatan lain, saya bertemu dengan salah seorang sahabat yang berpofesi sebagai pengelola radio. Orang ini telah sukses membawa banyak radio yang ditanganinya hingga menjadi bisnis yang menguntungkan dan bergengsi. Ketika saya bertanya; tantangan terberat apa yang pernah dihadapinya? Dia menyebutkan; 'pandangan masyarakat'. Maksudnya, orang-orang disekitarnya yang menganggap bahwa bekerja diradio bukanlah 'bekerja'. Sebab, masyarakat kita sering menganggap bekerja itu identik dengan dasi atau seragam bagus. Atau, memiliki kartu nama bertuliskan perusahaan semacam bank atau perusahaan lain yang memiliki nama besar. Diluar itu; nilai 'bekerja' menjadi berkurang.
Sampai disini, kita sudah mendiskusikan 2 rintangan terbesar yang sering kita hadapi ketika ingin mengoptimalkan bakat yang kita miliki. Pertama adalah rintangan dari dalam diri ketika kita dihambat oleh rasa percaya diri. Kita ragu jika apa yang bisa kita lakukan itu benar-benar bernilai. Dan kedua adalah hambatan dari luar diri kita, ketika kita harus berhadapan dengan stigma yang berlaku dimasyarakat. Mereka menilai rendah orang-orang yang memiliki profesi 'aneh' dan tidak sesuai dengan gambaran profesi yang kebanyakan orang definisikan.
Dan ternyata memang benar bahwa kedua hal itu sangat efektif dalam menggagalkan kita untuk sampai kepada pencapaian tertinggi yang sesunguhnya bisa kita raih. Faktanya, betapa seringnya kita merasa ragu apakah kita akan mendapatkan penghasilan yang memadai jika memilih untuk melakukan apa yang kita yakini sebagai bakat sesungguhnya yang kita miliki. Dan keraguan itu telah membuat kita memilih untuk bekerja pada suatu profesi yang sesungguhnya bisa dikerjakan tanpa bakat khusus. Maka jadilah kita orang yang bekerja pada bidang yang tidak benar-benar kita sukai. Dan kita membiarkan bakat itu terkubur sia-sia.
Betapa seringnya kita merasa takut masyarakat tidak akan bersedia menerima apa yang kita lakukan sesuai dengan bakat kita itu. Padahal, kita semuanya yakin bahwa ketika kita bisa memberi manfaat kepada lingkungan dan masyarakat, maka akan selalu ada tempat yang bersedia menerima kita dengan tangan terbuka. Mungkin, yang perlu kita lakukan adalah menemukan tempat yang tepat itu. Sebab, kita semuanya yakin bahwa setiap manusia dilahirkan dengan sebuah misi yang Tuhan berikan; yaitu berkontribusi kepada dunianya. Dan ketika setiap orang memahami itu, maka mestinya tidak ada lagi kehawatiran yang menghambat seseorang untuk berfokus kepada bakat yang dimilikinya. Dan mendalami kegiatan dan pekerjaan sesuai dengan bakat itu. Sebab, ketika seseorang bekerja sesuai dengan bakatnya; bukan hanya akan melakukannya dengan gembira dan suka cita. Dia juga juga akan menghasilkan karya yang mengesankan. Sebab, salah satu alasan Tuhan memberi kita bakat yang unik dan berbeda-beda adalah; untuk saling memberi manfaat dengan sesama. Satu sama lain.
Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman. com/
Catatan Kaki:
Menemukan apa bakat kita memang tidaklah mudah. Namun, ketika kita menemukan dan memanfaatkannya; kita memiliki peluang untuk berkontribusi lebih maksimal bagi diri kita sendiri, maupun bagi orang-orang disekitar kita.
Jika Anda membutuhkan Artikel Gratis untuk Mading kantor silakan
hubungi kami japri dengan subjek "Artikel Mading" ke dkadarusman@yahoo.com
- 4a.
-
Re: (catcil) pada setahun pernikahan kami
Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com anty_th
Sun May 10, 2009 10:13 pm (PDT)
Duh ... indah ...... banget ^_^
jadi ngiri, hehehe
Selamat ya mbak ......
salam
anty
- 4b.
-
Re: (catcil) pada setahun pernikahan kami
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun May 10, 2009 11:52 pm (PDT)
Swiiit swiiit, muantabs retno
hehehe, selamat hari pernikahan ya
semoga langgeng dan bahagia dunia akhirat ;)
Salam,
DANI
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks" <punya_retno@com ...> wrote:
>
> Pada Setahun Pernikahan Kami
> Oleh Retnadi Nur'aini
>
> Time flies.
>
> Satu tahun telah berlalu, sejak untuk pertama kalinya kami mendaftar dalam ruang kelas bernama Pernikahan ini.
- 5.
-
[Catcil] Bayi dan Radiasinya
Posted by: "Kang Dani" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun May 10, 2009 11:39 pm (PDT)
Mengendong bayi membuat anda merasa besar, kuat, penting, bertanggungjawab, dan benar benar merasa dibutuhkan.
Saya dan Nibras mempunyai hubungan istimewa yang hanya bisa kami rasakan berdua. Meski dalam beberapa hal, saya harus mengakui bahwa dia lebih bergantung pada Bundanya daripada kepada saya.
Saya tidak pernah merasakan begitu percaya diri sebelumnya, ketika harus menggendong bayi. Tidak juga dengan keponakan-keponakan saya yang lain atau siapapun juga dibandingkan rasa percaya diri ketika saya menggendong Nibras. Rentangan tangannya kepada saya ketika dia berada di lantai sungguh membuat saya merasa beruntung, bahwa saya diberikan tugas semenyenangkan itu untuk melindungi mahluk-Nya yang serapuh bayi. Bahwa apa yang saya makan dan hirup, kemudian menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk dapat menumbuhkannya menjadi besar.
Ketika Nibras berlari (merangkak dengan cepat) untuk menghindari si mpus yang mengeok di depan pintu, saya melihat keberanian dalam tawa ketakutannya. Ya, saya meyakini bahwa dia sebenarnya tidak takut pada kucing itu, atau paling tidak, dia memang belum berani. Dan yang membuat saya merasa kuat untuk melindunginya adalah bahwa dia berlari menghampiri saya dan meminta perlindungan. ketika itu, saya akan dengan sigap lebih dahulu menghampirinya kemudian memberika pelukan jagat raya kepadanya sambil berujar pelan: it's gonna be fine, son.
Terkadang saya cemburu melihat betapa penting sosok Bunda buat Nibras. Ketika setiap kali dia bangun dari lelap, tentu saja Bunda adalah kata kunci yang saya terjemahkan dari tangisannya. Hampir tidak ada yang bisa menggantikan. Bahkan untuk sementara. Jika penawar tangisan itu belum datang menghampiri dan memberikan kehangatan, Nibras tidak akan mengurangi raungannya. Pun saya sudah menggendong dan menghiburnya sedemikian rupa. Jika digubah dalam sebuah lagu, mungkin akan jadi seperti ini: Jika kubuka mata ini kuingin selalu ada dirimu, dalam kelemahan hati ini... bersamamu. Aku tegar..
Tentu saja mereka -Nibras dan Bundanya- merupakan tanggung jawab terbesar saya saat ini. Apapun yang terjadi, saya merupakan bahu sandaran mereka yang harus bisa diandalkan dalam kondisi apapun. Tidak ada keraguan untuk menolak sedikit saja tanggung jawab itu. Pun saya masih sering merasa malas ketika harus bergantian merapikan hasil kreasi buah hati kami yang saat ini sudah mulai bertualang di rumah kecil itu, kreasi yang menghasilkan ketidak teraturan di setiap sudut rumah. Saya harus terbiasa sehat ketika badan terasa sakit demi mereka. Harus terjaga meskipun semalaman berteman insomnia. Karena saya bertanggung jawab penuh pada mereka.
Sapaan dan pesan-pesan singkat yang dikirimkan Bundanya pada saya ketika saya berada di kantor, tentang perilaku Nibras selama saya tidak ada, sungguh membuat saya merasa eksis diantara mereka. Ketika Bundanya mengatakan: "cepet pulang ya, Abi? we'll miss you", sungguh membuat saya merasa dibutuhkan.
Jakarta, 11 May 2009
Dani Ardiansyah
www.catatankecil.multiply. com
www.kaostabletspirit.com
- 6.
-
[catcil] Susah-susah Gampang, Menulis Bacaan Anak
Posted by: "kidishom" kidishom@yahoo.com kidishom
Sun May 10, 2009 11:44 pm (PDT)
Susah-susah Gampang, Menulis Bacaan Anak
Siapa peduli bacaan anak? Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dalam benak ketika saya tengah berada di bus Transjakarta sepulang dari acara "Curhat Penulis Bacaan Anak yang digelar dalam rangkaian Word Book Day Indonesia 2009 di Auditorium Museum Bank Mandiri, Jakarta.
Acara ini diselenggarakan oleh Milis Penulis Bacaan Anak, Minggu (10/5/2009), dengan menghadirkan lima pembicara. Mereka boleh dibilang merupakan penulis paling terkemuka di dunia kepenulisan bacaan anak Indonesia saat ini. Sebut saja Ali Muakhir, Benny Rhamdani, Arleen Amidjaja, Renny Yanuar, dan Clara Ng yang lebih dulu dikenal sebagai penulis bacaan dewasa.
Sebelum selesai lagu "I Can't Live" milik Mariah Carey yang beradu keras dengan suara obrolan audiens yang kebanyakan perempuan itu, moderator memulai acara dengan melontarkan pertanyaan bagaimana mengegolkan naskah bacaan anak ke penerbit (buku) dan media (surat kabar, majalah, dan tabloid).
Benny Rhamdani yang bekerja di Divisi Anak dan Remaja (DAR!) Mizan, langsung menjawab dengan mengedepankan perlunya mempertimbangkan kepentingan industri.
"Jangan menulis (buku) yang kita suka, tapi tidak disukai orang lain," katanya. Mengingat dia bekerja di penerbit buku yang harus mempertimbangkan untung-rugi, saya kira wajar saja dia menjawab seperti itu. Walaupun sebenarnya tidak ada larangan jika kita ingin menulis buku yang tidak disukai orang lain.
Industri selalu berkaitan dengan selera pasar. Untuk mengetahuinya, kita harus mengikuti perkembangan: berkunjunglah ke toko buku dan melihat buku apa yang sedang laris, atau judul apa saja yang ada di deretan "buku baru". Selain itu, tidak kalah pentingnya untuk mengenali penulis lain dan mengamati karyanya.
Begitupun untuk menembus media massa. Jika menginginkan tulisan dimuat di media tertentu, kita perlu mengenali karakter media itu: sasaran pembacanya (segmen umur), ketentuan jumlah karakter. Untuk itu kita perlu membeli surat kabar atau majalah itu. Sebenarnya, aturan main ini berlaku di dunia kepenulisan secara umum, tidak hanya bagi penulis bacaan anak.
Sebagai contoh, Renny Yanuar yang selalu tersenyum sehingga saya berpikir senang sekali mempunyai wajah yang disetel seperti itu'dari majalah kreativitas Mombi mengatakan, majalahnya lebih menekankan kepada kekuatan kreativitas, jadi tema apa pun boleh masuk (dimuat).
Selanjutnya, setelah mempelajari selera penerbit dan media massa, tentu saja kita harus mengirimkan karya kita. Pada tahap ini, penulis (terutama pemula) perlu memupuk diri dengan pikiran positif. Arleen Amidjaja yang produktif menulis buku bilingual berpesan, tidak usah pedulikan nasib naskah kita.
"Jangan berpikir, aduuh naskah saya lagi diapaiin yah?" katanya.
Lebih tegas lagi, dengan suara nyaring, Clara Ng mengatakan, "Harus siap ditolak tapi jangan putus asa."
Acara sempat diselingi dengan peregangan lengan mirip gerakan morse ketika Ali Muakhir mendapat giliran berbicara. Dia, yang memegang rekor MURI sebagai penulis bacaan anak paling produktif, mengajak audiens untuk membentuk kata "TULIS" dengan lengan.
Seorang audiens menanggapi bahwa menulis cerita untuk anak tampak lebih gampang dibandingkan dengan menulis cerita remaja atau dewasa. Misalnya, struktur kalimat lebih sederhana. Anggapan ini tampaknya mewakili sebagian besar orang. Namun Clara Ng membantahnya. Dia mengatakan bahwa menulis satu kalimat sederhana untuk anak-anak sama seperti menulis ratusan halaman novel dewasa.
Sementara itu, meskipun tidak menganggap enteng, Arleen Amidjaja mencontohkan cara mudah memperoleh inspirasi cerita. Suatu ketika, dia menulis kata-kata benda dalam satu kelompok kertas dan kata kerja pada kelompok kertas lain. Lalu, dia mengacak-acak kertas itu dan mengambil dua potong secara sembarang. Katanya, dia mendapatkan kata "kursi" dan "menari". Kedua kata itu lantas menjadi judul salah satu buku serial bergambar yang diterbitkan sebuah penerbit besar.
Dari acara curhat itu, saya jadi tahu bahwa penulis bacaan anak bukan cuma menuliskan naskah, tetapi juga memberikan konsep untuk ilustrasi bahkan sampai spesifikasi buku seperti tebal dan jenis kertas. Ini menuntut kita harus berhubungan baik dengan illustrator dan editor, terutama untuk buku anak bergambar.
Lantas apakah cerita untuk anak itu harus selalu bertema cerah, ringan, dan menyenangkan? Seorang audiens berpendapat bahwa anak perlu juga disuguhi cerita berat dan gelap, seperti kesedihan. Pendapat ini didukung oleh Clara Ng yang mengatakan cerita seperti itu akan mendidik anak memiliki manajemen duka.
Berawal dari keprihatinan
Arleen Amidjaja yang berprofesi tetap sebagai staf keuangan mengakui alasannya menjadi penulis bacaan anak untuk memenuhi kebutuhan anaknya. " karena bacaan anak susah dicari, terutama yang bilingual."
Hal senada juga disampaikan oleh Clara Ng. "Sudah punya keinginan dari dulu (untuk menulis bacaan anak). Kenapa buku-buku anak luar negeri lebih bagus bukan cuma ceritanya, tapi juga packaging-nya?" Dia juga menambahkan bahwa Indonesia sangat miskin dalam hal buku anak.
Setahu saya, kondisi seperti ini dialami juga oleh novelis Fira Basuki sehingga dia'bekerja sama dengan putrinya'menulis buku bacaan anak.
Di tengah minimnya bacaan anak dan semakin menyebarnya "racun" televisi, saya berpikir alangkah indahnya jika para orangtua menuliskan dan mendongengkan sendiri cerita untuk anak mereka.***
Moh. Sidik Nugraha
http://catatanmiring.wordpress. com/
- 7.
-
[catatan kaki] Kampanye Anti Kekerasan
Posted by: "Matahati Institute" matahati_institute@ymail.com matahati_institute@ymail.com
Sun May 10, 2009 11:46 pm (PDT)
Rekan-rekan milis.....
Saya adalah pemerhati anak dan psikolog anak
ingin mengadakan kampanye anti bullying di Jakarta.
Kami ingin mengadakan Kampanye ANAK DAMAI INDONESIA
sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan anak, mengingat akhir2 ini
seringkali terjadi kekerasan pada anak di bawah usia 17 tahun bahkan anak 2
tahun pun mengalaminya, baik yang dilakukan oleh temannya, guru, orang tua
maupun orang dewasa lainnya. Oleh karenanya marilah kita bergandeng tangan
untuk memberantas kekerasan pada anak supaya kita tidak merampas harapan hidup
mereka.
Misi ini adalah misi sosial untuk pemberantasan kekerasan pada anak. Sudah
banyak lembaga yang mau bergabung. Siapa lagi yang bersedia ikut menjadi tim ?
Ada yang bisa membantu
mencarikan LSM, sponsor yang bisa terlibat dalam kegiatan ini ? Kami akan
mengadakan kampanye dengan penyebaran spanduk, stiker, merchandise lainnya.
Bisa juga Anda yang mau terlibat ambil bagian
dengan menjadi donatur, kami akan sangat berterima kasih.
Bagi rekan media, dapat ambil bagian di dalam
kegiatan ini.
Siapa yang berminat, mohon cantumkan no. Telpon yang dapat dihubungi dan saya
akan kirimkan proposalnya.
Mohon informasinya.
Terimakasih
Salam Damai,
Lucy
SMARTALENT PSYCHOLOGICAL CARECENTRE
0811 974993 / 021 27 0707 74
- 8.
-
OLEH-OLEH WORLD BOOK DAY 2009 (Catatan Kaki)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Mon May 11, 2009 12:42 am (PDT)
OLEH-OLEH WORLD BOOK DAY 2009
Ramai juga peserta yang hadir dalam sebuah diskusi yang bertemakan "Curhat Para Penulis Cerita Anak". Mulanya terlihat sepi, tetapi begitu matahari semakin meninggi para perserta berdatangan. Hingga ruangan yang digunakan mungkin sudah menampung ratusan peserta.
Diskusi ini merupakan salah satu acara dari World Book Day yang diadakan di Museum Bank Mandiri, Kota.
Para pembicaranya terdiri dari mas Benny Rhamdani, mbak Renny Yaniar, mas Ali Muakhir, mbak Clara Ng dan mbak Arleen.
Diskusi mengenai penulisan buku anak ini akan terasa urgent, bila kita menyadari bahwa jumlah buku-buku anak yang beredar di pasaran masih teramat sedikit. Inilah yang dikatakan oleh salah seorang pembicara yang bernama mbak Arleen.
Mbak Arleen merasa terpanggil untuk menulis cerita anak, karena bacaan untuk anak-anaknya teramat kurang. Mbak bertampang oriental ini mengaku bahwa dia amat gemar membaca. Hobinya berhasil ditularkan ke anak-anaknya. Namun kemudian dia menyadari bahwa buku-buku anak masih teramat kurang. Hal ini disadarinya, setelah mengetahui bahwa hampir seluruh buku-buku anak yang ada di pasaran telah dimiliki anak-anaknya.
"Buku ini sudah ada, buku itu sudah punya," demikian mbak Arleen mengungkapkannya.
"Baik," mbak moderator mencoba membuka diskusi.
"Bagi penulis pemula, bagaimana agar tulisannya dapat menembus penerbit atau media massa?"
Mas Benny yang bekerja di salah satu penerbit angkat bicara. "Bagi seorang penulis, jalan-jalan ke toko buku merupakan sesuatu yang amat, amat dan amat perlu. Di sana, dia dapat melihat buku apa saja yang laku? Buku apa saja yang menjadi best seller,"
"Penerbitan merupakan sebuah industri. Oleh karenanya memperhatikan selera pasar merupakan sesuatu yang penting dipahami oleh para penulis."
"Di samping itu, mas Benny meneruskan penjelasannya, "Memahami buku-buku apa saja yang diterbitkan oleh sebuah penerbit perlu juga diketahui. -Mungkin bahasanya- visi dan misi penerbit perlu juga diketahui."
Sementara itu, mbak Renny sebagai seorang yang bergerak di bidang penerbitan majalah anak juga ikut menambahkan tipsnya. "Kita kirimkan saja tulisan-tulisan kita, tanpa perlu memikirkan apakah tulisan kita akan dimuat atau tidak. Terus, kita coba berkenalan dengan editor majalah yang sedang `diserbu´ oleh kita."
Mendengar penjelasan mbak Renny ini, mas Benny sepertinya ingin sekali menceritakan pengalamannya. Pengalamannya ketika pertama-tama menjadi penulis cerita anak. "Dulu, ketika ingin agar tulisan saya dimuat oleh sebuah majalah, saya kirim banyak tulisan. Dalam satu amplop saya kirim 5 tulisan. Minggu berikutnya seperti itu pula dan seterusnya."
Mbak Arleen pun tidak mau kalah, "Benar kata mas Benny. Bila ditolak di satu majalah, kita kirimkan ke majalah yang lainnya. Intinya media massa diserbu oleh tulisan kita."
Mbak Clara Ng angkat bicara. Penulis novel dewasa dan buku anak-anak ini membuka pembicaraannya dengan pertanyaan, "Siapa yang pernah patah hati? Ditolak cintanya?"
Para peserta diam membisu. Mungkin karena belum memahami arah pertanyaan ini. "Naah.....seorang penulis harus siap tulisannya ditolak oleh penerbit atau media massa, sebagaimana ditolak cintanya."
Acara yang diadakan 10 Mei 2009 ini, nampaknya begitu menyedot para peserta diskusi. Peserta yang terdiri dari para penulis, calon penulis dan penerbit ini begitu antusias melontarkan berbagai pertanyaan.
Salah satunya, seseorang yang mengenakan kaos komunitas Reading Bugs. Dia bertanya, "Di luar negri, hampir semua buku anak mencantumkan usia. Sehingga buku A, cocok untuk anak usia 1-5 tahun misalnya. Buku B cocok untuk anak usia 7-10 tahun. Bagaimana di Indonesia? Sepertinya tidak semua penerbit buku melakukan hal ini."
Mendengar pertanyaan ini mas Benny angkat bicara. "Pencantuman usia terkadang menurunkan minat beli masyarakat. Apalagi bila jarak usia yang dicantumkan terlalu terdekat. Misalnya buku ini cocok dibaca anak berusia 6-7 tahun."
"Selain itu," mas Benny melanjutkan. Terkadang usia yang tercantum sudah agak besar, namun ternyata anak usia yang lebih muda dapat memahaminya. Misalnya tercantum di buku untuk usia 6-7 tahun dan ternyata anak berusia 5 tahun dapat memahami buku itu."
Lain lagi dengan penjelasan mbak Clara Ng. "Sebagai orang tua kita harus berperan aktif dalam memilih buku yang cocok dan pas untuk anak-anak kita. Sebelum membelikan buku untuk anak-anak, saya biasa membacanya terlebih dahulu. Kemudian ditanyakan, apakah mereka berminat atau tidak untuk membacanya."
"Saya tidak begitu rela, bila anak-anak memilih sebuah buku atau bacaan karena keinginan mereka saja. Walau saya terkadang memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih buku yang diinginkan."
Sebuah pertanyaan terlontar, "Jenis buku anak itu terdiri dari apa saja?"
Untuk pertanyaan ini, mas Ali Muakhir menjelaskan, "Ada komik, ada cergam dan lain-lainnya. Untuk cerita yang bergambar, hal yang perlu diperhatikan adalah ungkapan dengan kata-kata harus sesuai dengan gambar yang ada di sana. Misalnya kalau ungkapan kata-katanya, "Ibu pergi ke pasar, maka gambarnya juga harus menunjukkan kata-kata itu."
Kalau saja mas Ali Muakhir teringat dengan kisahnya, mungkin dia akan menambahkan kisahnya ini.
Di dalam blog multiplynya, mas Ali menjelaskan bahwa dia dan istrinya khawatir bahwa anaknya yang ikut serta dalam perjalanan pulang ke Bandung, menjadi rewel dan kerap menangis. Seperti biasa, bila dalam sebuah perjalanan, mas Ali membacakan sebuah cerita.
Lembar pertama dia tidak bereaksi apa-apa. Baru pada lembar-lembar berikutnya dia tertawa-tawa senang.
Seperti biasa pula, dia ingin kembali mengulang lembar-lembar yang membuat dia tertawa, sampai-sampai penumpang yang berada di sekeliling kursiku ikut tertawa mendengar derai tawa Nadaku. Tahu nggak, kalimat apa yang membuat doi tertawa? Cuma sepenggal kalimat, "Suuut ... Plok!!!" suara ketika kue taby keluar dari oven.
Hm, saya lega sekali rasanya bisa membuat dia tertawa hingga kereta menepi di stasiun hall, Bandung.( http://alimuakhir.multiply. Diary "Suuut ... Plok!")com/journal/ item/5
Ternyata keselarasan antara gambar dan kata-kata dan penggunaan kata yang tepat dapat menghibur seorang anak, sehingga dia menjadi tertawa-tawa
Pertanyaan lain adalah, "Bagaimana memilih kata-kata yang tepat untuk anak?"
Mbak Clara menjelaskan, "Perbendaharaan kata seorang anak kecil amat terbatas. Berapa banyak kata yang telah diserap anak-anak usia 5 tahun misalnya. Berapa banyak kata yang telah dipahami oleh anak-anak usia 6 tahun misalnya. Ini harus dipahami oleh seorang penulis cerita anak."
"Selanjutnya kata yang cocok dituliskan oleh seorang penulis dapat dilihat dari ucapan dan pembicaraan anak-anak. Saya biasa mengamati ucapan dan pembicaraan anak-anak saya."
"Jangan lupa, kita dapat mengambil kata-kata yang akrab untuk anak dari buku-buku anak yang telah dibaca."
Salah seorang peserta mengungkapkan, "Biasanya buku atau cerita anak-anak berisi sesuatu yang menggembirakan, sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat anak-anak tertawa. Tapi dalam kehidupan, ada yang nama suka, ada juga duka. Ada yang namanya anugerah, ada pula yang namanya musibah."
"Dalam pikiran saya, anak-anak harus sudah mulai dikenalkan dengan kenyataan hidup ini. Saya sudah berulang kali mengirim tulisan ke berbagai media, dengan tema semacam ini. Bagaimana dengan permasalahan seperti ini?"
Sebelum membahas jawaban dari salah seorang pembicara, saya ingin menceritakan sebuah kisah.
"Di saat keponakan saya (waktu itu usianya baru 7 tahun) menyaksikan peristiwa bencana Tsunami di layar lebar yang ditayangkan oleh Teater Imax, TMII, dia berkomentar, `Kok seperti itu ya? Banyak sekali anak-anak yang menjadi korban.´"
Dia berkomentar demikian setelah menyaksikan betapa banyaknya korban yang berjatuhan dari bencana Tsunami.
Fakta yang saya paparkan di atas ini, memperkuat uraian yang disampaikan oleh mbak Clara Ng.
Mbak Clara menceritakan, "Sewaktu kecil, saya memiliki sepupu yang kebetulan orang tuanya bercerai. Saya masih ingat sekali, ibu saya berpesan agar jangan menanyakan masalah perceraian ini kepada sepupu saya."
"Saya tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kenyataan hidup yang dihadapi sepupu saya. Sehingga menurut saya, kisah atau kenyataan hidup seperti ini perlu disampaikan lewat tulisan. Bagaimana caranya agar anak-anak dapat berempati terhadap teman-temannya yang misalnya memiliki orang tua bercerai."
Sebenarnya yang dituliskan di sini belum semuanya tersampaikan. Oleh karenanya bagi teman-teman maupun pembicara yang menghadiri diskusi ini untuk menambahkannya.
Oh ya, saya pernah membaca sebuah kisah menarik dari mas Ali Muakhir. Kisah ini mungkin akan mendorong para pembaca untuk menjadi seorang penulis cerita anak.
Berikut kisahnya;
Minggu ke-3 di Bulan Ramadhan ini ada dua kejadian yang membuat saya sangat bersyukur dan makin memantapkan langkah saya untuk terus menulis untuk anak-anak. Atau lebih tepatnya makin memotivasi saya untuk berpacu dengan waktu supaya terus menghasilkan tulisan-tulisan terbaik untuk mereka.
Kejadian pertama saat periksa gigi di salah satu dokter di Bandung. Saya biasa membersihkan gigi 6 bulan sekali (supaya gigi tetap bersih dan rapi, hehehe).
Saya tidak sengaja periksa pada dokter tersebut. Saya periksa pada dokter tersebut karena kebetulan saya lewat dan dia masih buka praktik. Saat itu masih ada 3 orang pasien. Saya langsung daftar dan nunggu giliran.
Sambil nunggu ada satu lemari bacaan yang Bu Dokter sediakan. Dari mulai majalah bekas untuk wanita, majalah kesehatan, sampai majalah anak-anak. Tidak ketinggalan pula di pajang buku anak-anak. Saya lihat, ada sebagian judul karya saya.
Biasa, narsis saya langsung kambuh. Saya senyum-senyum dalam hati dan bersyukur buku-buku saya bisa dibaca di sana. Saya nunggu hampir 1 jam saya dipanggil.
Ternyata kejutan yang saya alami tidak berhenti di ruang tunggu, di dalam ruang praktik pun saya mendapat kejutan.
"Bapak Ali Muakhir," Bu Dokter pelan-pelan mengeja nama saya yang tertera di kartu periksa.
"Iya," jawab saya.
Bu Dokter itu melepas kaca matanya, lalu memandangi saya. Saya sampai mengerutkan kening.
"Anda seorang penulis cerita anak?" tanya Bu Dokter beberapa saat kemudian.
Duh, saya yakin banget, pasti saat itu wajah saya berwarna-warni kayak coklat marbel. Bertumpuk perasan membuncah dalam hati. Ternyata ada seorang dokter yang mengingat nama saya. Saya hanya mengangguk dan mengiyakan.
Bu Dokter lalu memeriksa gigi saya. Bu Dokter cerita tentang buku-buku karya saya yang jadi bacaan wajib anak-anaknya waktu masih balita. Saya senyum-senyum menanggapinya, sembari sesekali bilang, "Terima kasih."
Setelah 30 menit lebih, gigi saya akhirnya selesai dibersihkan, saya merasa nyaman. Saya kembali duduk di meja Bu Dokter sambil menunggu resep dari Bu Dokter.
Apa yang terjadi ketika resep itu disodorkan dan saya baca. Saya hampir-hampir tidak percaya dan mungkin hampir-hampir telinga saya membentuk sayap untuk terbang.
"Pak Ali, karena Pak Ali sudah membantu saya membesarkan anak-anak saya dengan keceriaan yang mencerdaskan, saya tidak mau menerima pembayaran pemeriksaan gigi kali ini. Biaya pemeriksaan gratis."
Kisah keduanya silahkan para pembaca membacanya sendiri di (http://alimuakhir.multiply. )com/journal/ item/32/Nikmatny a_Jd_Penulis_ CeritaAnak
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009. Lihat! http://upcoming.yahoo.com/ event/2166746/
- 9.
-
(catcil) Hidup Damai
Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Mon May 11, 2009 1:18 am (PDT)
(catcil) Hidup Damai
By: agussyafii
Didalam kehidupan sehari-hari saya seringkali diberikan nasehat oleh ibu. ibu buat saya bagaikan rembulan yang setiap sinarnya merupakan tutur selalu menyejukkan hati. Pernah saya teringat nasehatnya bahwa jika ingin hidup kita damai, tidaklah berebut benar tapi akuilah kesalahan maka kehidupan rumah tangga, pekerjaan dan kebaradaan kita dilingkungan sekitar terasa hidup dalam kedamaian.
Resep ibu begitu luar biasa manjurnya, pernah saya dan istri bertengkar. Mengakui bahwa saya memang salah membutuhkan kekuatan didalam diri namun begitu mengakui kesalahan membuat suasana ketegangan didalam keluarga kami menjadi mencair.
Di dalam kehidupan sehari hari adakalanya pertengkaran muncul tidak kita duga. Pertengkaran terkadang disulut hal-hal yang sepele mesti tidak perlu diributkan. Kita menjadi mudah dengan mengkambinghitamkan orang lain setiap kali kita melakukan kesalahan. Padahal dengan mengkambinghitamkan orang lain justru membuat hidup kita menjadi resah dan gelisah.
Menelusuri dalam kejernihan batin dan pikiran melihat masalah hidup yang memang harus dihadapi maka terlihat celah bahwa kita terkadang berbuat salah. Kesalahan diri sendiri tertutupi sikap kekecewaan diri kita yang begitu besar sehingga kita tidak sanggup melihat kesalahan diri sendiri.
Hidup ini sungguh indah dan memberikan kedamaian yang hakiki bila melepaskan belenggu menganggap diri yang paling benar dan orang lain pasti salah. Saya teringat nasehat Imam Syafii, 'Diri kita selalu beranggapan bahwa diri kita paling benar, bisa jadi kita salah. Orang lain yang kita anggap salah, bisa jadi benar. Maka kita bisa hidup damai.'
'Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kehadirat Tuhanmu dengan keadaan hati yang ikhlas dan diridhai' (Qs Al Fajr 27-28 ).
Wassalam,
agussyafii
--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot. atau sms 087 8777 12431com
- 10.
-
(ruang baca) review; Tubuh Anda adalah Dokter Terbaik
Posted by: "interaktif" diifaa_03@yahoo.com diifaa_03
Mon May 11, 2009 1:18 am (PDT)
Judul : Tubuh Anda adalah Dokter Terbaik
Pengarang : DR. Husain
A. Bajry. M.D.Ph.D.
Penerbit : Hayati
Qualita
Tahun terbit : 2008
Tebal : 170 hal
"Sehat
itu nilainya lebih mahal daripada dunia seisinya", mungkin sebagian dari kita
sudah tidak asing lagi dengan pepatah ini. Sehat itu memang sangat mahal,
bahkan ada yang mengatakan bahwa orang miskin tidak boleh sakit karena biaya
rumah sakit yang kadang tidak terjangkau oleh mereka. Contoh sederhana jika
kita di suruh memilih antara satu bola mata saja dengan keseluruhan kekayaan
yang kita punya pasti kita akan memilih bola mata tersebut. Kalau kita sakit pasti aktifitas kita menjadi
terganggu, dan kita baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika tubuh
sudah terserang penyakit.
sekarang ilmu kedokteran semakin canggih. Jumlah rumah sakit dan dokter juga semakin banyak.
Industri farmasi dan vaksinasi pencegah penyakit semakin berkembang, penelitian demi penelitian semakin gencar dilakukan dengan
standarisasi teknologi yang jauh lebih baik, tetapi mengapa justru daya tahan
manusia semakin rendah dan orang sehat semakin langkah.
Munculnya berbagai penyakit ini karena
kurangnya kemampuan kita untuk mengkontrol pola makan dan pola hidup. Banyak makanan instan ataupun
junk food ( makanan sampah) yang lebih sering kita konsumsi ketimbang makanan
yang bergizi. Sering ketika kita makan hanya menyusuaikan selera lidah daripada
makanan penuh nutirsi yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Ditambah lagi
ketidakpahaman terhadap tubuh kita sendiri, sehingga ketika tubuh " bicara"
dengan sinyal - sinyal tertentu, seperti mual, pusing, diare ataupun yang lain
kita tidak segera meresponnya.
Banyak dari kita ataupun masyarakat pada
umumnya menganggap bahwa sehat itu identik dengan " obat dan dokter". Kondisi
ini juga diperparah dengan adanya iklan obat - obatan yang memberikan informasi
yang keliru, bahkan cenderung merusak merusak pola pikir masyarakat tentang
makna sehat sesungguhnya.
Kalau menelaah lebih jernih dan mendalam.
Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan bentuk sempurna pada tubuh kita. Tidak hanya bentuk fisiknya
yang indah, tetapi juga kealamihan tubuh kita untuk membentuk sistem imun. Menangkal berbagai macam penyakit yang datang
menyerang.
Husein A. Bajri dalam bukunya Tubuh Anda
Adalah Dokter yang terbaik, mengajak kita untuk sehat dengan kembali ke alam "
Back to the Nature" . memulai dengan makanan yang bergizi yang dibutuhkan oleh
tubuh. Makan berbagai jenis sayuran dan buah - buahan serta rempah yang alami. Mengvariasikan jenis , warna dan rasanya, serta mengurangi makanan yang mengandung banyak zat pengawet, pewarna ataupun
penyedap.
Sebisa mungkin untuk
tidak meminum obat jika tubuh memberikan sinyal - sinyal positif yang disebut
healing process, seperti sakit kepala,
diare, mual, demam ataupun yang lainnya. Gejala - gejala tersebut timbul
sebagai reaksi alami tubuh, disebabkan karena tubuh sedang melakukan
detoksifikasi atau pengeluaran sampah - sampah yang bertumpuk dan hanya
membebani tubuh.
Minum
air putih, minimal 2 liter dalam sehari, karena air sangat dibutuhkan oleh
tubuh. Lebih dari 70 % dari berat sel adalah air sehingga seluruh kegiatan dalam sel berlangsung
dalam lingkungan cair. Air itu ibarat
pelumas yang sangat dibutuhkan tubuh. Kurang minum akan membuat racun sisa
olahan tubuh tertumpuk di dalam sistem tubuh kita dan tidak bisa diangkut ke sistem pembuangan
tubuh, dampaknya tubuh akan mudah berkarat.
berbagai penelitian menyatakan bahwa air ini manfaatnya luar biasa dalam
mencegah berbagai penyakit ringan maupun berat.
Terjalinnya komunikasi yang yang baik antara
tubuh dan pemiliknya juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Semakin kita paham
akan tubuh kita sendiri maka akan terjalin komunikasi antara kita dan tubuh
kita. Sehingga antara sel yang satu dangan yang lain akan menghasilkan
mekanisme tubuh yang begitu menakjubkan. Kapanpun tubuh kita berbicara tentu
kita akan meresponnya dengan baik karena kita tahu apa yang diinginkan tubuh
kita.
Pada beberapa bab di
buku ini, kita juga diajak untuk memahami pencernaan kita seperti lambung, usus
kecil dan usus besar. Mengetahui bagaimana sistem pencernaan kita bekerja sehingga
akan mendapatkan hasil yang maksimal dan juga dipaparkan bagaimana merawat
organ - organ pencernaan agar tidak cepat rusak.
Sebenarnya sehat itu
murah, kalau kita bisa memperlakukan tubuh kita dengan baik. Memberikan makanan
yang seimbang yang diperlukan oleh tubuh, minum air putih yang banyak dan
menjalin komunikasi yang baik dengan
tubuh kita. Berpikir positif itu juga penting agar tidak mudah terserang
penyakit karena kebanyakan penyakit yang kita derita itu sumbernya dari stress
yang berlebihan. Jadi mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.
Dengan gaya bahasa yang sederhana dan jelas
menjadikan buku ini mudah dipahami. Di hampir tiap halaman terdapat pokok
pikiran yang ditulis tebal di dalam kotak sehingga memudahkan pembaca menangkap
ide yang ingin disampaikan penulis dan bagi yang tidak punya banyak waktu untuk
membaca secara keseluruhan , cukup
dengan membaca ide pokok yang ada di dalam kotak dan itu sudah
mewakili. Buku ini juga terdapat gambar
- gambar dengan banyak warna sehingga tidak membuat bosan jika membacanya.
salam
wiwik H.
http://diifaa.multiply. com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar