Messages In This Digest (11 Messages)
- 1.
- SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
- 2a.
- [Etalase] Buku Baru "Hikari No Michi" - Catatan Cinta Mualaf Dari Ne From: Lia Octavia
- 2b.
- Re: [Etalase] Buku Baru "Hikari No Michi" - Catatan Cinta Mualaf Dar From: Bu CaturCatriks
- 3a.
- [catcil] Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku "Hikari No Michi") From: Lia Octavia
- 3b.
- Re: [catcil] Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku "Hikari No Mich From: Bu CaturCatriks
- 4a.
- (rampai) merindukanMu From: Bu CaturCatriks
- 4b.
- Re: (rampai) merindukanMu From: Lia Octavia
- 5.
- (rampai) ruang rindu untukNya From: Bu CaturCatriks
- 6a.
- [catcil] [Sekilas "Hikari No Michi"] - Kisah Di Balik Penulisan "Men From: Lia Octavia
- 6b.
- Re: [catcil] [Sekilas "Hikari No Michi"] - Kisah Di Balik Penulisan From: hariyanty thahir
- 7.
- (Catcil) Silakan Tanya? From: bujang kumbang
Messages
- 1.
-
SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA (CATATAN KAKI)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Tue May 12, 2009 3:28 am (PDT)
SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA
Kesal rasanya bila ada motor yang menghalangi jalan kendaraan saya. Padahal jalan yang terbentang di depan motor itu terbentang luas, tidak ada halangannya. Atau kalau memang ingin jalan perlahan, mungkin lebih baik mengambil jalur lambat.
Kesal dan sedikit menggerutu. Sambil menyalip, saya menengok ke arah motor itu. Ketika terlihat pengendara motor itu juga membonceng seorang atau dua orang anak di samping (mungkin istrinya), kekesalan saya pun langsung surut.
Mengapa? Wajar saja pengendara itu mengendarai motornya dengan lambat. Dia memikirkan keselamatan anak-anaknya. Dia tidak ingin anaknya celaka. Dia tidak ingin perjalanan hidup anaknya terhenti, karena ulah dirinya.
Dalam kondisi yang lain, mungkin kita sering menemukan seorang ibu yang duduk di angkot, kereta atau bis kota sambil menggendong anaknya. Bila kondisi jendela dalam keadaan terbuka, maka sang ibu akan segera menutup jendela itu. Khawatir anaknya masuk angin.
Begitulah kekhawatiran orang tua terhadap anaknya. Mereka tidak ingin anaknya sakit. Mereka tidak ingin anaknya celaka.
Namun samakah kekhawatiran mereka, ketika tayangan-tayangan TV banyak yang tidak mendidik? Ketika di TV banyak menayangkan kekerasan? Samakah kekhawatiran mereka, bila banyak beredar lagu-lagu yang tidak sesuai dengan usia anak-anak kecil? Akibatnya, banyak anak kecil lebih hapal lagu remaja dan orang dewasa daripada lagu-lagu mereka.
Samakah kekhawatiran mereka ketika menyadari jumlah majalah, tabloid dan koran untuk konsumsi orang dewasa lebih banyak daripada untuk konsumsi anak-anak? Samakah kekhawatiran mereka ketika mengetahui jumlah buku anak-anak tidak sebanding dengan buku untuk orang dewasa?
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/ invite/
- 2a.
-
[Etalase] Buku Baru "Hikari No Michi" - Catatan Cinta Mualaf Dari Ne
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue May 12, 2009 6:44 am (PDT)
*
**TELAH TERBIT!
*Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
Negeri Matahari Terbit*
Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah Nur,
Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto dkk)
Tebal : 220 halaman
Penyunting : Azzura Dayana
Penata Letak : Lian Kagura
Design sampul : SindikART Design
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
Cetakan : Pertama, April 2009
Harga : Rp 32.000,-
Ketika hidayah merengkuh, maka jalan cahaya pun terbentang meniti surga...
Jepang, sebuah negeri unik dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, tapi
di satu sisi, tradisi dan budayanya masih sangat kental. Lantas, bagaimana
perkembangan Islam di sana? Seperti apakah perjalanan hidayah para mualafnya
dalam meniti dien Islam, di antara pergulatan modernitas dan tradisi yang
masih mengakar kuat tersebut?
Buku ini merangkum beragam kisah yang mengharukan, inspiratif, juga
mencengangkan. Mengajak kita menelusuri jalan cahaya - hikari no michi - di
negeri matahari terbit...
*******
*Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
*Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa dipesan
dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi beliau
via email **roses_fn@yahoo.com * <roses_fn@yahoo.com >* (baca roses under
score fn et yahoo dot com)*
*
*
- 2b.
-
Re: [Etalase] Buku Baru "Hikari No Michi" - Catatan Cinta Mualaf Dar
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Tue May 12, 2009 4:56 pm (PDT)
alhamdulillah,
selamat ya mbak lia dan teman2 flp jepang:)
buku ini adlah buku yg membuatku menangis terharu dr awal halaman hingga akhirnya.
subhanallah, Cinta memang indah sekali ya...
ps: pas mau ngereview buku, aku sering nandain bagian2 tertentu, trus kulipat ujung halamannya. pas suamiku liat halaman2 yg kutandai di buku ini, beliau komen: "ya ampun Ma, itu mah semuanya!", hehehe.
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Lia Octavia <liaoctavia@com ...> wrote:
>
> *
> **TELAH TERBIT!
>
> *Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
> Negeri Matahari Terbit*
> Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
> Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah Nur,
> Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto dkk)
> Tebal : 220 halaman
> Penyunting : Azzura Dayana
> Penata Letak : Lian Kagura
> Design sampul : SindikART Design
> Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
> Cetakan : Pertama, April 2009
> Harga : Rp 32.000,-
>
> Ketika hidayah merengkuh, maka jalan cahaya pun terbentang meniti surga...
>
> Jepang, sebuah negeri unik dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, tapi
> di satu sisi, tradisi dan budayanya masih sangat kental. Lantas, bagaimana
> perkembangan Islam di sana? Seperti apakah perjalanan hidayah para mualafnya
> dalam meniti dien Islam, di antara pergulatan modernitas dan tradisi yang
> masih mengakar kuat tersebut?
>
> Buku ini merangkum beragam kisah yang mengharukan, inspiratif, juga
> mencengangkan. Mengajak kita menelusuri jalan cahaya - hikari no michi - di
> negeri matahari terbit...
> *******
> *Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
>
> *Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa dipesan
> dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi beliau
> via email **roses_fn@...* <roses_fn@.. .>* (baca roses under
> score fn et yahoo dot com)*
>
>
>
>
>
> *
> *
>
- 3a.
-
[catcil] Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku "Hikari No Michi")
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue May 12, 2009 7:02 am (PDT)
http://www.facebook.com/home. php?#/note. php?note_ id=103543662387& ref=mf
*Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku Hikari No Michi)*
*Oleh Tethy Ezokanzo*
Tadi siang dapat kiriman buku Hikari No Michi (makasih Lia). Gak sabar deh,
langsung aja mojok :)
Baru baca kisah ke-1, hati ini udah berdegup. "Bantulah kami lebih banyak,
ajari kami tentang agama Islam ya." (hal 25)
Itulah kalimat yang dilontarkan Yukie "Nisa" Abe. Allah, masih banyak
saudaraku di belahan dunia lain yang butuh pengajaran. Mereka haus untuk
mengenal Islam. Apa yang harus kukatakan di hadapan-Mu kelak? Sudahkah aku
menunaikan tanggung jawab dakwah?
hiks.. gak ku...ku.. pengen nangis.
Di Jepang, Islam mulai berkembang. Banyak orang Jepang masuk Islam.
Sayangnya, ulama yang bisa membimbing mereka masih sangat.. sangat sedikit.
Ulama asli Jepang masih bisa dihitung jari, gak mungkin bisa menaungi semua
muslim disana. Orang-orang Jepang biasanya memanggil ustadz dari
negara-negara muslim (diantaranya Indonesia) untuk mengajari mereka barang
1-3 bulan, terutama di bulan Ramadhan. Para ustadz ini kemudian menjadi imam
shalat dan mengajari berbagai hal tentang Islam.
Antusias sekali kalau ada pengajian/ceramah... mereka rela menempuh
perjalanan berjam-jam loh.
Namun belakangan ini para ustadz sulit masuk Jepang. Suami kebetulan sering
mengurus keberangkatan para ustadz ini. Ustadznya sih pada siap kapan saja,
dimana saja, berapa lama pun tapi birokrasinya sungguh berbelit. Ada ustadz
dari Kalimantan, Sumatera yang sampai berbulan-bulan ngendon di Jakarta
hanya untuk nunggu visa. Mending kalau berhasil, seringnya malah gagal :(
Ada juga yang berhasil terbang, tapi baru sampai bandara sudah dipulangkan.
Seperti kejadian yang menimpa Maulana Harun dari Bandung. Berbulan-bulan
beliau nunggu visa, eh baru sampai Osaka harus kembali. Sedih deh, kami
sampai nangis.
Eh, tapi kisah itu gak ada di buku Hikari yah ^-^. Hanya gambaran betapa
sulitnya belajar Islam di sana.
Jadi alangkah tangguhnya para mualaf ini mencari kebenaran kemudian
mempelajarinya dan terutama mempertahankannya. Bayangkan dalam lingkungan
yang non muslim, di antara kemajuan teknologi (yang sering membuat terlena,
lupa akan Sang Pencipta) mereka masih bertahan puasa, shalat dan berjilbab.
Mereka berusaha swadaya membangun mesjid, mencari pembimbing agama. Dan
terutama mengajari anak-anak mereka tentang Islam. Supaya lahirlah generasi
muslim yang akan terus menebar cahaya. Jalan kebenaran memang curam dan
berliku tapi begitu indah karena inilah jalan cahaya.. Hikari No Michi!
Pada penasaran? Ayo baca bukunya!
Ada 22 kisah para mualaf yang menakjubkan (6 diantaranya tulisan Tethy
Ezokanzo loh!), plus sejarah singkat Islam di jepang, pernak-pernik
menjalankan Islam di sana.
Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
Negeri Matahari Terbit*
Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah Nur,
Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto dkk)
Tebal : 220 halaman
Penyunting : Azzura Dayana
Penata Letak : Lian Kagura
Design sampul : SindikART Design
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
Cetakan : Pertama, April 2009
Harga : Rp 32.000,-
*Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
*Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa dipesan
dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi beliau
via email **roses_fn@yahoo.com * <roses_fn@yahoo.com >* (baca roses under
score fn et yahoo dot com)*
- 3b.
-
Re: [catcil] Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku "Hikari No Mich
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Tue May 12, 2009 4:53 pm (PDT)
waah,
kupikir ummu thoriq akan cerita ttg abdussalam yg dapet hidayah dr yure, juga nijia-san yg sholat pakai mukena sprei :)
buku ini sungguh2 buku yg indah.
aku sampai nangis bacanya, subhanallah...
salam hangat utk teman2 flp jepang ya, mbak lia :)
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Lia Octavia <liaoctavia@com ...> wrote:
>
> http://www.facebook.com/home. php?#/note. php?note_ id=103543662387& ref=mf
>
> *Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku Hikari No Michi)*
> *Oleh Tethy Ezokanzo*
>
>
>
> Tadi siang dapat kiriman buku Hikari No Michi (makasih Lia). Gak sabar deh,
> langsung aja mojok :)
>
> Baru baca kisah ke-1, hati ini udah berdegup. "Bantulah kami lebih banyak,
> ajari kami tentang agama Islam ya." (hal 25)
> Itulah kalimat yang dilontarkan Yukie "Nisa" Abe. Allah, masih banyak
> saudaraku di belahan dunia lain yang butuh pengajaran. Mereka haus untuk
> mengenal Islam. Apa yang harus kukatakan di hadapan-Mu kelak? Sudahkah aku
> menunaikan tanggung jawab dakwah?
> hiks.. gak ku...ku.. pengen nangis.
>
> Di Jepang, Islam mulai berkembang. Banyak orang Jepang masuk Islam.
> Sayangnya, ulama yang bisa membimbing mereka masih sangat.. sangat sedikit.
>
> Ulama asli Jepang masih bisa dihitung jari, gak mungkin bisa menaungi semua
> muslim disana. Orang-orang Jepang biasanya memanggil ustadz dari
> negara-negara muslim (diantaranya Indonesia) untuk mengajari mereka barang
> 1-3 bulan, terutama di bulan Ramadhan. Para ustadz ini kemudian menjadi imam
> shalat dan mengajari berbagai hal tentang Islam.
> Antusias sekali kalau ada pengajian/ceramah... mereka rela menempuh
> perjalanan berjam-jam loh.
>
> Namun belakangan ini para ustadz sulit masuk Jepang. Suami kebetulan sering
> mengurus keberangkatan para ustadz ini. Ustadznya sih pada siap kapan saja,
> dimana saja, berapa lama pun tapi birokrasinya sungguh berbelit. Ada ustadz
> dari Kalimantan, Sumatera yang sampai berbulan-bulan ngendon di Jakarta
> hanya untuk nunggu visa. Mending kalau berhasil, seringnya malah gagal :(
>
> Ada juga yang berhasil terbang, tapi baru sampai bandara sudah dipulangkan.
> Seperti kejadian yang menimpa Maulana Harun dari Bandung. Berbulan-bulan
> beliau nunggu visa, eh baru sampai Osaka harus kembali. Sedih deh, kami
> sampai nangis.
>
> Eh, tapi kisah itu gak ada di buku Hikari yah ^-^. Hanya gambaran betapa
> sulitnya belajar Islam di sana.
>
> Jadi alangkah tangguhnya para mualaf ini mencari kebenaran kemudian
> mempelajarinya dan terutama mempertahankannya. Bayangkan dalam lingkungan
> yang non muslim, di antara kemajuan teknologi (yang sering membuat terlena,
> lupa akan Sang Pencipta) mereka masih bertahan puasa, shalat dan berjilbab.
>
> Mereka berusaha swadaya membangun mesjid, mencari pembimbing agama. Dan
> terutama mengajari anak-anak mereka tentang Islam. Supaya lahirlah generasi
> muslim yang akan terus menebar cahaya. Jalan kebenaran memang curam dan
> berliku tapi begitu indah karena inilah jalan cahaya.. Hikari No Michi!
>
> Pada penasaran? Ayo baca bukunya!
> Ada 22 kisah para mualaf yang menakjubkan (6 diantaranya tulisan Tethy
> Ezokanzo loh!), plus sejarah singkat Islam di jepang, pernak-pernik
> menjalankan Islam di sana.
>
>
>
>
> Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
> Negeri Matahari Terbit*
> Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
> Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah Nur,
> Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto dkk)
> Tebal : 220 halaman
> Penyunting : Azzura Dayana
> Penata Letak : Lian Kagura
> Design sampul : SindikART Design
> Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
> Cetakan : Pertama, April 2009
> Harga : Rp 32.000,-
>
> *Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
>
> *Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa dipesan
> dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi beliau
> via email **roses_fn@...* <roses_fn@.. .>* (baca roses under
> score fn et yahoo dot com)*
>
- 4a.
-
(rampai) merindukanMu
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Tue May 12, 2009 4:32 pm (PDT)
MerindukanMu *
Oleh Retnadi Nur'aini
Ah,
Aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
seperti tetes hujan yang dibisikkan awan pada langit
Aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
seperti kabut yang sirna sebelum ia sempat mengecup bulir embun
Sungguh aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
seperti sepotong hati yang bercerita,
bahkan sebelum ia sempat menyatakan cinta
* Terinspirasi dari puisi "Aku ingin Mencintaimu dengan Sederhana" karya Sapardi Djoko Damono
- 4b.
-
Re: (rampai) merindukanMu
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue May 12, 2009 7:37 pm (PDT)
Subhanallah.. puisi yang bagus, Mbak Retno.. ^_^
Aku senang banget Mbak Retno juga membuat puisi terinspirasi dari puisinya
Pak Sapardi ya.. ^_^
** Aku ingin mencintai-Mu dengan sederhana
seperti detak jantung dan hembusan nafas
yang setiap saat menyebut nama-Mu, Cinta**
Salam
Lia
2009/5/13 Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com >
>
>
> MerindukanMu *
> Oleh Retnadi Nur'aini
>
> Ah,
> Aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
> seperti tetes hujan yang dibisikkan awan pada langit
>
> Aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
> seperti kabut yang sirna sebelum ia sempat mengecup bulir embun
>
> Sungguh aku ingin merindukanMu dengan sederhana,
> seperti sepotong hati yang bercerita,
> bahkan sebelum ia sempat menyatakan cinta
>
> * Terinspirasi dari puisi "Aku ingin Mencintaimu dengan Sederhana" karya
> Sapardi Djoko Damono
>
>
>
- 5.
-
(rampai) ruang rindu untukNya
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Tue May 12, 2009 5:40 pm (PDT)
Ruang Rindu untukNya
Olwh Retnadi Nur'aini
Ruang rindu saya sederhana saja.
Hanya ada empat dinding bercat hijau warna surga. Dengan langit-langitnya berupa angkasa, tempat Dia menciptakan bulan, bintang, dan matahari, untuk kami pandangi bersama.
Seperti pameran foto, pada ketiga sisi dinding ruang rindu saya tergantung banyak foto berukuran raksasa. Mulai dari foto taman bunga terindah di dunia, foto puncak gunung tertinggi di dunia, foto air terjun terderas di dunia, foto taman laut tercantik dan termegah di dunia, foto palung laut terdalam di dunia. Foto para makhluk hidup tercantik di dunia dengan wajah berkilauan cahaya, yang tengah tersenyum, tertawa, dan jatuh cinta.
Semua foto tentang keindahanNya. Semua foto tentang kedalaman rasa cintaNya. Subhanallah.
Sambil menonton semua foto indah inilah, saya akan menyusuri selasar ruang rindu. Yang diudarai dengan pekat wangi aroma yang membuat saya tersenyum bahagia seketika. Mulai dari aroma tanah basah yang usai diguyur hujan, wangi aroma pie apel yang baru matang dipanggang tetangga, aroma wangi tubuh-tubuh bayi yang manis dan hangat. Sementara sayup-sayup musik melantunkan nada-nada termerdu di dunia. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan sepenuh jiwa dan menggetarkan hati. Kicau burung. Rinai hujan. Desau angin. Denting piano. Gesekan biola. Celoteh bayi yang tengah belajar berkata-kata. Dan kemudian, mencerahkan dunia dengan tawa hangatnya.
Sungguh-sungguh alunan musik termerdu dunia, subhanallah.
Sementara jari-jemari saya menggenggam santai secangkir Cinta yang masih hangat. Sesekali menyesap aroma manisnya, yang jauh lebih nikmat dari anggur terlangka di dunia. Namun tidak seperti anggur, Cinta ini sama sekali tak membuat keseimbangan tubuh saya limbung. Karena secangkir Cinta ini sama sekali tidak memabukkan. Menyesapnya perlahan-lahan justru makin membuka tirai kesadaran, menuntun tangan ke sebuah jalan yang bersimbah cahaya berkilauan.
Ah, dan disinilah saya membangun sebuah ruang pribadi untukNya.
Tempat saya akan mengadu padaNya, bermanja padaNya, atau hanya sekedar bercengkerama denganNya.
"Kita bertemu, di ruang rindu..." (Ruang Rindu, oleh Letto)
- 6a.
-
[catcil] [Sekilas "Hikari No Michi"] - Kisah Di Balik Penulisan "Men
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue May 12, 2009 10:26 pm (PDT)
http://mutiaracinta.multiply. com/journal/ item/244/ Behind_The_ Book_Hikari_ No_Michi_ -_Part_3_ Sri_Zein_ Meguro_Tokyo
BEHIND THE BOOK "HIKARI NO MICHI" PART 3: SRI ZEIN (MEGURO TOKYO)
Kisah dibalik Penulisan "MENJAGA MUTIARA HATI"
Oleh Sri Zein
Tulisan ini dimuat di buku Antalogi Kisah Mualaf yang berjudul Hikari no
Michi. Ide penulisannya terbersit ketika aku ingat mempunyai seorang teman
Indonesia yang kukenal saat ia baru saja enam bulan menikah dengan seorang
mualaf Jepang. Menurutnya akulah orang Indonesia pertama yang ia kenal
selama menginjakkan kaki di Jepang ini.
Kisah ini kutulis berdasarkan hasil interaksi dengan muslimah tersebut.
Wawancara tidak secara langsung aku lakukan. Namun data dan percakapan yang
kutulis ada berkat penuturan yang disampaikan secara langsung kepadaku
selama ini. Dalam persahabatan yang kami jalin tak jarang ia bertanya dan
curhat tentang kondisi keimanan suaminya yang baru memeluk Islam sesaat
sebelum akad nikah dilangsungkan. Saat mendengar curhatnya itulah,
seringkali aku bisa merasakan betapa dalamnya pergulatan batin yang ia
rasakan.
Meski jarak kami berjauhan, namun beberapa kali kami sempat bertatap muka.
Pada saat itulah berbagai hal tentang keislaman suaminya kutahu. Pun juga
melalui telpon sampai berjam-jam kita membahas tentang masalah ini. Tidak
lupa saya berusaha untuk memupuk semangat dan memberinya kiat supaya bisa
meningkatkan keimanan suaminya yang mualaf itu.
Setiap membaca kisah ini, tak dapat kubendung air mataku. Terbayang sesosok
muslimah mungil dengan binar keimanan dimatanya. Terkadang ia tegar dan
punya semangat dan tekat membaja untuk mengajak suaminya berislam. Namun
disisi lain, saat semangatnya kendur dapat kurasakan ada kelelahan diantara
derap langkahnya.
Meski hanya sedikit kisah interaksinya dengan suaminya yang mualaf Jepang
yang kutahu, namun aku tidak mau serta tidak ingin melihatnya tenggelam
dalam arus keputusasaan. Kisah ini kutulis sebagai bentuk penghargaan dan
dukunganku kepadanya supaya ia semakin bangkit dan membulatkan niatnya untuk
kuat membimbing suaminya. Semoga dengan membaca buku ini ia jadi tahu bahwa
ia tidak sendiri dan terinspirasi untuk bangkit mengajak suaminya berislam
secara kaffah. Amien.
Judul buku : Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari Negeri Matahari
Terbit
Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia Octavia, Banyumili,
Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah Nur, Lisman Suryanegara,
Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto dkk)
Tebal : 220 halaman
Penyunting : Azzura Dayana
Penata Letak : Lian Kagura
Design sampul : SindikART Design
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
Cetakan : Pertama, April 2009
Harga : Rp 32.000,-
Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!
Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa dipesan
dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi beliau
via email
roses_fn@yahoo.com (baca roses under score fn et yahoo dot com)
- 6b.
-
Re: [catcil] [Sekilas "Hikari No Michi"] - Kisah Di Balik Penulisan
Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com anty_th
Tue May 12, 2009 11:58 pm (PDT)
Subhanallah ... Smoga bisa menjadi cermin bagi kita smua
Selamat ya mbak lia ...
Salam
anty
- 7.
-
(Catcil) Silakan Tanya?
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Wed May 13, 2009 12:54 am (PDT)
Â
Silakan Tanya?
Fiyan Arjun
Â
Â
Seminggu yang lalu dalam sebuah workhshop penulisan yang saya ikuti bersama para penulis buku best seller terdiri dari Teteh Asma Nadiaâ"begitu saya menyebutnya, Teteh Helvy Tiana Rasa dan Mas Golagong di Pusat Dokumentasi Sastra, H.B. Jassin, TIM , 2-3 Mei 2009 sungguh banyak memberi saya kesan mendalam. Terlebih dalam acara tersebut sungguh terlihat wajah-wajah antusiame peserta untuk ingin menggikutinya dengan seksama.
Â
Â
Begitu juga dalam suasana tersebut tak ada yang saling tahu nama mereka masing-masing. Walau ada itu pun mereka sudah saling tahu sebelumnya. Mungkin ada diantara mereka yang memiliki hubungan persahabatan, kawan dekat, maupun handaitaulan. Terlebih saya yang memiliki daya ingat untuk mengingat bentuk rupa seseorang sangatlah minim. Jadilah sayalah yang sering kali ditanya atau disapa oleh mereka yang kenal saya walau saya sebelumnya tak mengenal merekaâ¦Hehe.
Â
Â
âOh, ini toh yang nickname-nya pake bujangkumbang. Fiyan Arjun, ya?â celutuk salah satu peserta anggota workshop saat istirahat sesi pertama.
Â
Â
âIya, ini saya. Memang kenapa,ya,â jawab saya ramah. Ya, walau sedikit ge-er karena nama saya cukup dikenal jugaâ¦Hehe.
Â
Â
âIya, saya sering kok baca tulisan-tulisan Mas Fiyan di millist ( baca: forum interaksi dunia maya) kayaknya inspiratif bangetâ¦â lanjutnya lagi.
Â
Â
âIya, saya juga sering banget baca tulisannya,â timpal lagi salah satu peserta yang ada di samping tempat kursi saya.
Â
Â
Saya yang mendengar ucapan itu lagi-lagi membuat saya semakin merasakan  ada di atas awang-awang. Cukup bahagia dikarenakan saya menulis tidaklah percuma. Sia-sia. Dikarenakan diantara mereka ada pula yang membaca tulisan saya. Walau saya tahu dari beberapa persen mereka ada yang suka membaca tulisan saya dan juga ada sebagian lagi memalingkan muka. Tapi bagi saya itu tak apa-apa. Mungkin nanti mereka yang berpaling muka juga akan semakin penasaran dengan tulisan sayaâ¦Haha.
Â
Â
âTerima kasih, ya. Saya juga masih belajar kok. Ya, sama-samalah saling mensupport,â kata saya menyemangati mereka yang sudah berbaik hati kepada sayaâ"yang telah membaca tulisan saya dimana-mana.
Â
Â
Sayangnya, acara untuk saling mengenal tanya menanyakan kepada diri masing-masing tidak begitu lama. Hanya sedikit. Terbatas oleh waktu. Dikarenakan acara workshop penulisan akan segera dimulai. Tapi saya itu cukup membuat saya terharu. Ternyata orang semacam saya begini ada juga ya penganggumnya...Hehe.
Â
Â
Boleh Tanya. Asal Jangan Tanya-tanya.
Â
Â
Ternyata soal tanya menanyakan tentang diri (saya) tidak hanya di tempat penulisan workshop yang saya ikuti saja melainkan sampai di luar acara. Itu saya ketahui ketika ada seorang kawan memberitahukan saya bahwa tadi ada yang menanyakan tentang diri saya. Lebih tepatnya menanyakan seperti apa saya ini. Macam orang apakah saya ini? Makhluk dari angkasa luar atau manusia primitif. Nggak kalee!Jangan lebay dehâ¦Hehe.
Â
Â
âTadi ada yang tanya tentang lu tuh, Yan,â ucap kawan sayaâ"yang belum lama saya kenal. (Ingat, belum lama saya kenal betul!).
Â
âBilang apa dia!â tukas saya ingin mengetahui apa yang dilontarkan kepada kawan saya itu.
Â
Â
âYa, saya bilang lu orangnya seperti itu,â jawabnya menjelaskan saya lebih rinci.
Â
Â
âOh, gitu ya?!â kata saya lagi ber-Oâ¦bulat panjang.âTerus apalagi,â lanjut saya lagi. Dan kawan saya diam saja. Tak ada suara lagi. Kebetulan hari itu kawan saya lagi sariawan jadi tak banyak bicara lagi.
Â
Â
Hmm...jika saya melihat peristiwa demi peristiwa seharian penuh hari itu saya jadi ingat kata guru mengaji saya. Saat guru mengaji saya menyampaikan tausyiahnya. Nasehatnya.
Â
Â
âKalau melihat seseorang itu baik atau buruk lihatlah orang yang paling dekat pada orang itu (kawan).â Itulah nasehat yang saya ingat sampai sekarang ini.
Â
Â
Lalu jika saya cerna nasehat itu kembali lagi. Saya jadi geli sendiri. Kenapa?
Â
Â
Nah, andai jika orang yang paling dekat itu sotoy (baca: sok tau) bagaimana? Apa perlu didengarkan juga. Terlebih belum begitu kenal dekat. Belum jadi soulmate. Bisa-bisa jadi meng-ghibah orang. Musuh dalam selimut nantinya. Lebih parah lagikan?
Â
Â
Ingat, rambut boleh hitam. Kulit sama warnanya. Sama-sama berwarna kecoklat-coklatan (kalau sama-sama orang Indonesia , yaâ¦Hehe). Tapi soal hati belum tentu. Ibarat laut terasa asin siapa yang mengasini. Begitu pula manusia. Jadi asal jangan percaya omongan orang yang belum tahu siapa diri orang yang didekatinya. Apakah sudah lama betulu mengenal orang itu? Itu butuh adaptasi dan pengenalan kuhusus. Kecuali dia ikut khusus kepribadianâ¦Hehe.
Â
Jadi bagi saya jika terlalu berpatokan dengan hal-hal yang selama ini sering didengar tapi belum tahu hasilnya. Ya, kalau bisa jangan lagi-lagi dilakukan. Lebih baik ditanyakan langsung saja sama orangnya. Itu lebih baik daripada nanti menfitnah orang lain. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan karakter. Daripada difitnah lebih baik sekalian saja di mutilasiâ¦Haha. Terlebih bagi saya, jika mau ada yang ingin kenal saya lebih lanjut tanyakan saja sama saya langsung jangan orang lain! Silakan tanyaâ¦Boleh apa saja. Tapi, ingat jangan tanya ini-itu. Apalagi menanyakan kapan saya nikah? Ups, off the record!(fy)
Â
Â
Ulujami, 10 Mei 2009
Ya, Allah bila hamba ini terlalu tidak diharapkan mereka. Hamba rela akan menjauhi diri ini. Mungkin itu jalan terbaik bagi hamba yang belum sekaffah dan lebih pandai dari merekaâ¦.
Â
Â
Â
Â
Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya.
Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar