Kamis, 14 Mei 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2636[1 Attachment]

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (16 Messages)

Messages

1a.

Re: [catcil] [Sekilas "Hikari No Michi"] - Kisah Di Balik Penulisan

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed May 13, 2009 6:35 am (PDT)



Amiin.. Terima kasih banyak, Mbak Anty...
Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya...

Salam,
Lia

On 5/13/09, hariyanty thahir <anty_th@yahoo.com> wrote:
>
>
>
> Subhanallah ... Smoga bisa menjadi cermin bagi kita smua
> Selamat ya mbak lia ...
>
> Salam
> anty
>
>
>
2a.

Re: [catcil] Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku "Hikari No Mich

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed May 13, 2009 6:39 am (PDT)



alhamdulillah... terima kasih banyak, mbak retno...
segala puji hanya milik-Nya dan sebuah kehormatan bagi kami semua bahwa mba
retno menyukai buku sederhana ini...

kebetulan beberapa teman-teman flp jepang adalah juga murid sekolah kita
ini, mbak... ada bunda rose, mbak novi, mas setta dll... kita sama-sama
belajar di kelas, mbak ^_^

terima kasih banyak ya...

salam
lia

On 5/13/09, Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com> wrote:
>
>
>
> waah,
> kupikir ummu thoriq akan cerita ttg abdussalam yg dapet hidayah dr yure,
> juga nijia-san yg sholat pakai mukena sprei :)
> buku ini sungguh2 buku yg indah.
> aku sampai nangis bacanya, subhanallah...
> salam hangat utk teman2 flp jepang ya, mbak lia :)
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> Lia Octavia <liaoctavia@...> wrote:
> >
> > http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=103543662387&ref=mf
> >
> > *Bantu Kami Mengenal Islam (Sekilas Buku Hikari No Michi)*
> > *Oleh Tethy Ezokanzo*
> >
> >
> >
> > Tadi siang dapat kiriman buku Hikari No Michi (makasih Lia). Gak sabar
> deh,
> > langsung aja mojok :)
> >
> > Baru baca kisah ke-1, hati ini udah berdegup. "Bantulah kami lebih
> banyak,
> > ajari kami tentang agama Islam ya." (hal 25)
> > Itulah kalimat yang dilontarkan Yukie "Nisa" Abe. Allah, masih banyak
> > saudaraku di belahan dunia lain yang butuh pengajaran. Mereka haus untuk
> > mengenal Islam. Apa yang harus kukatakan di hadapan-Mu kelak? Sudahkah
> aku
> > menunaikan tanggung jawab dakwah?
> > hiks.. gak ku...ku.. pengen nangis.
> >
> > Di Jepang, Islam mulai berkembang. Banyak orang Jepang masuk Islam.
> > Sayangnya, ulama yang bisa membimbing mereka masih sangat.. sangat
> sedikit.
> >
> > Ulama asli Jepang masih bisa dihitung jari, gak mungkin bisa menaungi
> semua
> > muslim disana. Orang-orang Jepang biasanya memanggil ustadz dari
> > negara-negara muslim (diantaranya Indonesia) untuk mengajari mereka
> barang
> > 1-3 bulan, terutama di bulan Ramadhan. Para ustadz ini kemudian menjadi
> imam
> > shalat dan mengajari berbagai hal tentang Islam.
> > Antusias sekali kalau ada pengajian/ceramah... mereka rela menempuh
> > perjalanan berjam-jam loh.
> >
> > Namun belakangan ini para ustadz sulit masuk Jepang. Suami kebetulan
> sering
> > mengurus keberangkatan para ustadz ini. Ustadznya sih pada siap kapan
> saja,
> > dimana saja, berapa lama pun tapi birokrasinya sungguh berbelit. Ada
> ustadz
> > dari Kalimantan, Sumatera yang sampai berbulan-bulan ngendon di Jakarta
> > hanya untuk nunggu visa. Mending kalau berhasil, seringnya malah gagal :(
> >
> > Ada juga yang berhasil terbang, tapi baru sampai bandara sudah
> dipulangkan.
> > Seperti kejadian yang menimpa Maulana Harun dari Bandung. Berbulan-bulan
> > beliau nunggu visa, eh baru sampai Osaka harus kembali. Sedih deh, kami
> > sampai nangis.
> >
> > Eh, tapi kisah itu gak ada di buku Hikari yah ^-^. Hanya gambaran betapa
> > sulitnya belajar Islam di sana.
> >
> > Jadi alangkah tangguhnya para mualaf ini mencari kebenaran kemudian
> > mempelajarinya dan terutama mempertahankannya. Bayangkan dalam lingkungan
> > yang non muslim, di antara kemajuan teknologi (yang sering membuat
> terlena,
> > lupa akan Sang Pencipta) mereka masih bertahan puasa, shalat dan
> berjilbab.
> >
> > Mereka berusaha swadaya membangun mesjid, mencari pembimbing agama. Dan
> > terutama mengajari anak-anak mereka tentang Islam. Supaya lahirlah
> generasi
> > muslim yang akan terus menebar cahaya. Jalan kebenaran memang curam dan
> > berliku tapi begitu indah karena inilah jalan cahaya.. Hikari No Michi!
> >
> > Pada penasaran? Ayo baca bukunya!
> > Ada 22 kisah para mualaf yang menakjubkan (6 diantaranya tulisan Tethy
> > Ezokanzo loh!), plus sejarah singkat Islam di jepang, pernak-pernik
> > menjalankan Islam di sana.
> >
> >
> >
> >
> > Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
> > Negeri Matahari Terbit*
> > Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
> > Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah
> Nur,
> > Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto
> dkk)
> > Tebal : 220 halaman
> > Penyunting : Azzura Dayana
> > Penata Letak : Lian Kagura
> > Design sampul : SindikART Design
> > Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
> > Cetakan : Pertama, April 2009
> > Harga : Rp 32.000,-
> >
> > *Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
> >
> > *Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa
> dipesan
> > dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi
> beliau
> > via email **roses_fn@...* <roses_fn@...>* (baca roses under
> > score fn et yahoo dot com)*
> >
>
>
>
3a.

Re: [Etalase] Buku Baru "Hikari No Michi" - Catatan Cinta Mualaf Dar

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed May 13, 2009 6:39 am (PDT)



alhamdulillah... segala puji hanya milik-Nya..
waah asyiik mbak retno mau membuatkan review buku ini yaaa? ditunggu ya,
mba..
makasih banyak sebelumnya ^_^

salam
lia

On 5/13/09, Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com> wrote:
>
>
>
> alhamdulillah,
> selamat ya mbak lia dan teman2 flp jepang:)
> buku ini adlah buku yg membuatku menangis terharu dr awal halaman hingga
> akhirnya.
> subhanallah, Cinta memang indah sekali ya...
>
> ps: pas mau ngereview buku, aku sering nandain bagian2 tertentu, trus
> kulipat ujung halamannya. pas suamiku liat halaman2 yg kutandai di buku ini,
> beliau komen: "ya ampun Ma, itu mah semuanya!", hehehe.
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> Lia Octavia <liaoctavia@...> wrote:
> >
> > *
> > **TELAH TERBIT!
> >
> > *Judul buku : *Hikari No Michi - Catatan Cinta Mualaf Dari
> > Negeri Matahari Terbit*
> > Penulis : FLP Jepang (Rose FN, Lisza Anggraeny, Lia
> > Octavia, Banyumili, Tethy Ezokanzo, Sri Zein, Ellnovianty Nine, Hifizah
> Nur,
> > Lisman Suryanegara, Bainah Sari Dewi, Mulla Kemalawaty, Takanobu Muto
> dkk)
> > Tebal : 220 halaman
> > Penyunting : Azzura Dayana
> > Penata Letak : Lian Kagura
> > Design sampul : SindikART Design
> > Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (LPPH)
> > Cetakan : Pertama, April 2009
> > Harga : Rp 32.000,-
> >
> > Ketika hidayah merengkuh, maka jalan cahaya pun terbentang meniti
> surga...
> >
> > Jepang, sebuah negeri unik dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat,
> tapi
> > di satu sisi, tradisi dan budayanya masih sangat kental. Lantas,
> bagaimana
> > perkembangan Islam di sana? Seperti apakah perjalanan hidayah para
> mualafnya
> > dalam meniti dien Islam, di antara pergulatan modernitas dan tradisi yang
> > masih mengakar kuat tersebut?
> >
> > Buku ini merangkum beragam kisah yang mengharukan, inspiratif, juga
> > mencengangkan. Mengajak kita menelusuri jalan cahaya - hikari no michi -
> di
> > negeri matahari terbit...
> > *******
> > *Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat di seluruh Indonesia!*
> >
> > *Untuk teman-teman yang berada di Jepang, buku Hikari No Michi bisa
> dipesan
> > dan didapatkan pada Rose F. Nakamura (Fukuoka), silakan menghubungi
> beliau
> > via email **roses_fn@...* <roses_fn@...>* (baca roses under
> > score fn et yahoo dot com)*
> >
> >
> >
> >
> >
> > *
> > *
> >
>
>
>
4.

[karyaku]Titipan Allah

Posted by: "fla cheya" fla_cheya@yahoo.com   fla_cheya

Wed May 13, 2009 7:30 am (PDT)



Pagi itu saya merebus air dan  ketika menaruh panci ke atas kompor hati saya menganjurkan untuk bikin reminder di hp saya, namun saya mengabaikannya. Sekitar satu setengah jam saya asyik di depan komputer dan ketika saya akan menutup pintu samping, saya terperanjak karena air yang saya rebus tinggal sepertiga dan airnya sudah memutih. Subhanallah… betapa hebatnya Allah yang membuat manusia lupa dan ingat akan sesuatu. Saya lihat, besi disekitar lingkaran api itu agak gosong. Saya bersyukur kejadian itu tidak sampai membuat rumah saya terbakar.
 
Yah… Otak… begitu kecil dibanding ukuran kepala, namun fungsinya luar biasa. Subhanallah… Sungguh beruntung bila kita bisa titipan Allah tersebut digunakan dijalan yang Ia ridha. Misalnya digunakan untuk bekerja, hafalan ayat-ayat Al Qur'an dsb dan bukannya berpikir untuk berbuat curang, untuk menjatuhkan orang lain, untuk pamer dsb. Ya Allah… ampunilah kami…
 
"Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri" (Ar Ruum [30]:28)
 
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis" (QS. Al Qamar [54]: 52-53)
 
"Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS. Yaasiin [36]:83)
 
Dilain waktu, rekan kecil saya belajar berhitung dengan jari. Yah… 6 X 8 =48 Dimana  jari yang ditekuk dijumlahkan dan yang berdiri dikali. Subhanallah… metode berhitung yang menakjubkan dan itu menjadi salah satu kelebihan jari "memudahkan belajar berhitung". Dan… bila kita sudah bisa berhitung, hendaknya kita tak hanya pandai menghitung jumlah penghasilan, laba atau total hutang orang lain kepada kita, namun juga sadar akan harta yang dinafkahkan dijalanNya dan berapa berapa pajak yang harus kita bayarkan pada negara? Begitupula dengan tulisan, mungkin kita masih sering sms atau menulis yang tak ada gunanya, bahkan bisa saja tulisan itu menambah dosa kita. Astaghfirullah…
 
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan" (QS. Yaasiin [36]: 65)
 
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? ((QS. Yaasiin [36]: 34-35)
 
Menurut Harun Yahya, "Sidik jari" yang terbentuk pada ujung jari dengan pola nyata pada kulit bersifat sangat unik bagi si empunya. Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda.
 
Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (QS.Al-Qiyaamah [75] : 3-4)
 
Ketika mendengar anak-anak belajar surat tertentu atau doa kadang saya bertanya, "kok ada yang berbeda bacaan yang saya hafal dengan yang mereka hafalkan (misal perbedaan bacaan antara huruf yang ada tasjidnya dan tidak). Dari kejadian itu, saya bertanya,"sebenarnya siapa yang kurang tepat, saya? apakah mereka?"
 
Lalu, saya membuka kembali buku dan melihat bacaan arabnya. Astaghfirullah, kendati bacaan itu sering saya baca, ternyata bacaan saya ada yang kurang sempurna.
 
Yah... Bacaan panjang dibaca pendek atau sebaliknya sudah bisa membuat artinya berbeda, mungkin juga bacaan yang bertasjid dibaca tidak bertasjid atau sebaliknya dan makhroj yang kurang tepat juga bisa membuat arti yang berbeda. Seperti Kha dibaca Ha atau alif dibaca ain, sin dibaca tsa sdb. (bila ada kesalahan, saya minta maaf maklum saya kurang bisa menerjemahkan bahasa arab).
 
Yah... kendati dulu hafal, berjalan dengan waktu meski kelihatan tetap hafal, namun belum tentu benar seutuhnya. Dan, seharusnya, kita menajamkan daya ingat kita dengan membaca buku atau bertanya pada ustadz atau orang yang lebih paham. Seperti halnya ketika belajar bahasa asing yang perlu latihan yang istiqomah, maka belajar tentang agama hendaknya harus lebih istiqomah.
 
Bila kita ada waktu untuk membaca berita, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk belajar agama? bila kita ada waktu untuk melihat Tv, belajar mata pelajaran atau untuk mengembangkan potensi atau mencari nafkah, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk menghafal surat dan doa-doa? Sudah berapa banyakkah doa dan surat yang kita hafal? Tidak malukah dengan anak SD yang hafal lebih banyak surat daripada kita? Ya Allah semoga kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala titipan dariMu... amin
 
Sungguh ketika menulis ini diri saya malu akan perbuatan saya selama ini, begitu banyak kesalahan dan kurang bisa memanfaatkan titipanNya dengan baik. Karenanya, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri saya kembali dan semoga bisa bermanfaat pula untuk saudara semua amin…
 
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali 'Imran [3]:191)
 
"Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti" (Ali 'Imraan [3]:193)
 
"Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)" (QS. An Nuur [24]: 24-25)
 
Sesungguhnya Taufik dan ilmu kebaikan berasal dari Allah dan manusialah yang seringkali salah. Saya mengutip seperti yang tercantum dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi ayat 24, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ya Allah... semoga jiwa, raga, hati dan langkah kami berada dijalan yang lebih Engkau ridha dan semoga kami mampu serta tidak malu kepadaMu dengan penyesalan kelak, ketika harus mempertanggungjawabkan apa yang kami niatkan dan kami perbuat amin...
 
Sweet Home, 7 Mei 2009
Best Regards,
 
 
c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com

5.

(catcil) Masa Kalah Ama Sopir Metromini ya?

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Wed May 13, 2009 5:37 pm (PDT)



(catcil) Masa Kalah Ama Sopir Metromini ya?

By: agussyafii

Siang yang panas ditengah deru bising metromini menambah penuh sesak dada membuat saya terasa pengab. Saya terkadang menikmati laju kendaraan umum, macet dan sesekali bisa bertegur sapa dengan sesama penumpang. Tak lama terdengar suara sopir metromini, sesampai di Kreo terdengar suara Sang sopir Metromini, 'Ucok, oper..oper..'

'Kenapa bang? kan setoran belum dapet nih kita.'tanya Ucok, si kenek.

'Kita sholat dhuhur dulu, rizki kan Alloh yang atur. siapa tau sehabis sholat kita dapat sewa banyak.' kata pak sopir.

Nampak wajah kenek metromini menggelengkan kepala seolah tak memahami jalan pikirannya. gelengan kepala si kenek hampir bisa dipahami sebagai bentuk pikiran masyarakat perkotaan yang terus bekerja yang tidak mengenal kata berhenti. Berhenti sejenak istirahat dan menjalankan ibadah sholat menjadi barang mewah.

'Sopir antik, hari gini masih sempat-sempatnya sholat..bukan malah ngejar setoran.' begitu gerutu kenek metromini.

Mendengar gerutu sikenek ini hampir membuat saya tertawa. Mentertawakan diri saya yang seolah saya itu keneknya. mengejar setoran tak pernah selesai dan tuntas. Hari ini dikerjakan, pekerjaan lainnya menumpuk. Sholat malah terkadang diakhir sampai istri mesti mengingatkan dengan SMS, 'Mas, sudah sholat belum?'

Untuk bisa menjalankan sholat tepat waktu seperti sopir metromini itu membutuhkan kekuatan yang sangat luar biasa didalam dirinya, dia harus mengalahkan hawa nafsu yang bernama setoran. Terlintas dalam pikiran, 'Masa saya kalah ama sopir metromini yak? bisa sholat lebih awal waktu?'

'Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di Sisi Alloh ialah orang yang paling bertaqwa.' (QS, al-Hujurat:ayat 13)

Wassalam,
agussyafii

--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com, http://www.facebook.com/Agus Syafii-Muhamad atau sms 087 8777 12431


6.

(catcil) Perjalanan Yang Indah

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Wed May 13, 2009 5:37 pm (PDT)



(catcil) Perjalanan Yang Indah

By: agussyafii

Pernahkah anda menikmati perjalanan yang indah bersama si buah hati dan anda menikmati disetiap langkahnya mengamati batu, bunga, daun, kambing, ayunan, monyet. Anak-anak mengarungi waktu dengan cara kita sebagai orang dewasa. Buat kita waktu berjalan begitu cepat seolah tanpa henti. Bahkan ada peribahasa, 'berhenti berarti mati' peribahasa menggambarkan orang dewasa hampir tidak mengenal kata berhenti sehinga seringkali kita lupa bagaimana menikmati keindahan yang berada disekeliling kita.

Sementara waktu bagi anak-anak adalah ruang tanpa batas senantiasa baru, menyenangkan dan penuh kejutan. Itulah yang saya lakukan terkadang pagi atau sore, saya suka menikmati perjalanan yang indah bersama Hana. Pernah kami melewati pohon ada seekor monyet yang bergelantungan, Hana mengatakan, 'Ayah, lihat tuh ada temennya ayah..' Mendengar perkataan Hana rasa geli menahan tertawa tak bisa tertahankan.

Perjalanan kami begitu indah. Berkeliling kampung seperti sedang keliling dunia bagi Hana. Bagi Hana setiap tindakan, setiap perilaku hadir dengan keindahan, Kita, orang tua seringkali menatap kehidupan dengan berbagai persepsi yang seringkali kita penuh ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan. Alangkah indahnya kita juga menerima keindahan sebagai anak-anak. Dengan demikian kita merasa nyaman dan yakin bahwa keindahan, cinta, kebahagiaan itu memang ada dan nyata sebagai bagian dari rasa syukur kehadirat Alloh SWT.

'Sungguh, bila engkau bersyukur, sungguh akan Kutambah nikmat untuk mu' (QS. Ibrahim : 14)

Wassalam,
agussyafii

--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com, http://id-id.facebook.com/people/Agus-Syafii-Muhamad/861635703 atau sms 087 8777 12431


7a.

Re: SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA (CATATAN KAKI)

Posted by: "aryadni nataya" aryadni_nataya@yahoo.com   aryadni_nataya

Wed May 13, 2009 8:22 pm (PDT)



Sepertinya belum sama.

Dari yang simpel dan kecil saja. Saya semakin sering melihat anak-anak kecil yang digandeng orangtuanya di sebelah luar. Jadi orang tua di trotoar dan anak di sisi jalan. Saya malah jadi berpikir, 'Kenapa mereka nggak khawatir ya?'

Sama seperti ketika saya melihat sekeluarga yang naik motor malah melawan arus karena malas memutar lewat jalur yang seharusnya. Atau ketika ada sekeluarga naik motor dan anak kecilnya malah dibiarkan berdiri, saya gatal menegur 'Kenapa Anda sebagai orangtua tidak khawatir ya, Pak-Bu?'

Dan ketika seorang Ibu atau Bapak yang sedang berada di tempat rekreasi membiarkan begitu saja dirinya menyerah kepada kemalasan dengan membuang sampah sembarangan. Lagi-lagi saya bertanya, 'Kenapa mereka nggak khawatir ya itu bakal dicontoh anaknya?'

Semakin mengkhawatirkan kalau kita tahu apa yang mereka tidak tahu. Pemborosan energi dari mulai air, listrik, bensin. Pengerusakan lingkungan. Gaya hidup konsumtif. Mengutamakan kenyang dan mengesampingkan gizi ketika makan. Hilangnya jati diri bangsa dan kebudayaan kita. Tidak adanya budi pekerti dan sopan santun. Cara berpikir yang inginnya serba cepat. Hingga hari ini, di tahun Dua Ribu Sembilan ini, masih ada manusia Indonesia yang mengaku beragama tapi tetap susah disuruh mengantri dan bersabar.

Kenapa ya mereka nggak khawatir?

-Nataya Bagya

--- On Tue, 5/12/09, arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co.id> wrote:

From: arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co.id>
Subject: [sekolah-kehidupan] SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA (CATATAN KAKI)
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tuesday, May 12, 2009, 10:27 AM

SAMAKAH KEKHAWATIRAN MEREKA

Kesal rasanya bila ada motor yang menghalangi jalan kendaraan saya. Padahal jalan yang terbentang di depan motor itu terbentang luas, tidak ada halangannya. Atau kalau memang ingin jalan perlahan, mungkin lebih baik mengambil jalur lambat.
Kesal dan sedikit menggerutu. Sambil menyalip, saya menengok ke arah motor itu. Ketika terlihat pengendara motor itu juga membonceng seorang atau dua orang anak di samping (mungkin istrinya), kekesalan saya pun langsung surut.
Mengapa? Wajar saja pengendara itu mengendarai motornya dengan lambat. Dia memikirkan keselamatan anak-anaknya. Dia tidak ingin anaknya celaka. Dia tidak ingin perjalanan hidup anaknya terhenti, karena ulah dirinya.
Dalam kondisi yang lain, mungkin kita sering menemukan seorang ibu yang duduk di angkot, kereta atau bis kota sambil menggendong anaknya. Bila kondisi jendela dalam keadaan terbuka, maka sang ibu akan segera menutup jendela itu. Khawatir anaknya masuk angin.
Begitulah kekhawatiran orang tua terhadap anaknya. Mereka tidak ingin anaknya sakit. Mereka tidak ingin anaknya celaka.
Namun samakah kekhawatiran mereka, ketika tayangan-tayangan TV banyak yang tidak mendidik? Ketika di TV banyak menayangkan kekerasan? Samakah kekhawatiran mereka, bila banyak beredar lagu-lagu yang tidak sesuai dengan usia anak-anak kecil? Akibatnya, banyak anak kecil lebih hapal lagu remaja dan orang dewasa daripada lagu-lagu mereka.
Samakah kekhawatiran mereka ketika menyadari jumlah majalah, tabloid dan koran untuk konsumsi orang dewasa lebih banyak daripada untuk konsumsi anak-anak? Samakah kekhawatiran mereka ketika mengetahui jumlah buku anak-anak tidak sebanding dengan buku untuk orang dewasa?
arnabgaizir. blogspot. com
arnab20.multiply. com

Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!












8.

[rampai] Siang Itu

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed May 13, 2009 9:11 pm (PDT)



*Siang Itu*

:Uri

Daun bulan Maret berguguran lagi
dari pohon mahoni
kala waktu mengetuk jendelamu
dan mengajakmu terbang
siang itu

Daun bulan Maret berjatuhan lagi
kau hanya berdiam diri mendekap bisu
dan masa lalu yang kau tatap
mengajakmu berlari
siang itu

Daun bulan Maret menguning lagi
lalu waktu dan masa berebut masuk
menggelar mimpi dan angan
yang masih terlihat samar
siang itu

Daun bulan Maret mungkin tak bertunas lagi
saat desakan waktu mengaburkan airmata
dan hempasan masa lalu menyesakkan dada
yang kini berluruhan menjadi katakata
siang itu

Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta, 26 Maret 2009 at 4.00 p.m.

http://mutiaracinta.multiply.com
9.

Mimbar (1) : Sebelum Hati Menjadi Keras

Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com   marif_assalman

Wed May 13, 2009 9:59 pm (PDT)




 
Rabu, 13 Mei 2009 pukul 00:08:00
Sebelum Hati Menjadi Keras
Oleh M Arif Assalman

Ketika hujan turun, di sebagian tempat, air hujan menggenang di atas tanah. Di bagian tempat lain, air hujan menyusup masuk ke dalam tanah.

Air yang tergenang di atas tanah, setelah beberapa lama akhirnya mengering oleh panasnya matahari. Adapun tanah yang menyerap air, menjadi semakin subur, lembut, dan tumbuh darinya berbagai jenis tumbuhan dan tanaman.
Tanah yang keras seperti batu, tidak akan bisa menyerap air, karena tidak memiliki celah-celah yang bisa dimasuki air. Sedangkan tanah gembur, dapat dengan mudah menyerap air.

Demikian perumpamaannya. Hati yang lunak dan lembut, akan mudah menerima petunjuk dan kebenaran. Ia akan terbuka dan berlapang menerima nasihat dan kebaikan.

Di dalam hati yang lunak dan lembut, bibit kebaikan memang telah ada dan selalu dirawat pemiliknya, sehingga petunjuk dan kebenaran mendapat celah untuk masuk ke dalam hati.

Adapun hati yang keras bagai batu, sangat sulit menerima petunjuk dan kebenaran. Hati jenis ini telah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan. Ia menolak kebenaran, hingga berapa pun petunjuk yang datang kepadanya, tidak akan bermanfaat. Pintu hatinya telah tertutup oleh kesombongannya sendiri.

''Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.'' (QS Albaqarah [2]: 6-7).

Dalam kehidupan yang kita jalani, sebagian orang ketika datang padanya kebenaran, ia dengan angkuh menolak dan berkata, ''Saya adalah paling benar, pendapat Anda salah.'' Maka, berbicara pada orang seperti ini, tidak akan ada gunanya, karena ia sendiri yang telah menutup pintu hatinya untuk menerima tamu kebenaran.

Amatlah disayangkan sikap orang-orang yang selalu menolak kebenaran dan petunjuk. Karena penolakan mereka, sesungguhnya akan mengantarkan pada kebinasaan dan kehancuran di dunia dan akhirat.

Sebelum hati menjadi keras seperti batu, dari awal kita harus selalu merawatnya, menjaga kesuburannya dengan membiasakan mendengarkan Alquran dan men-tadabburi-nya. Lainnya, membaca sirah Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang saleh, mengingat mati dan bergaul dengan orang-orang saleh yang setiap kata-kata mereka mengandung manfaat dan kebaikan.

Karena, bila hati telah keras, bagaimanakah cahaya petunjuk akan dapat diterima? Bagaimanakah guyuran hujan kebenaran akan dapat diserap dan dipahami? Dan sebelum itu terjadi, sebelum Allah SWT menutup mata hati, mari kita rawat bibit kebaikan dalam diri.
 
http://www.republika.co.id/koran/25
 

10.

[OOT] : SIMPOSIUM GURU

Posted by: "Tata Sutabri" tatasutabri@yahoo.com

Wed May 13, 2009 10:00 pm (PDT)



Mohon izin moderator, untuk mempublish info dibawah ini, terima kasih banyak
 
Ditujukan kepada komunitas GURU
Seluruh Indonesia Khususnya JABODETABEK
 
dalam rangka
Hari Pendidikan & Kebangkitan Nasional
 
 WARUNG ILMU
 
Menyelenggarakan SIMPOSIUM GURU dengan tema :
 
"Bersinergi Membangun Negeri
dengan ICT"
 
Materi SIMPOSIUM :
 
1.     Membangun "e-education networking system" untuk sekolah
    (TK,SD,SMP,SMA,SMK s.d Perguruan Tinggi).
     
2.   Cara Mudah & Cepat, Membuat Bahan Ajar Berbasis
    MULTIMEDIA INTERAKTIF dengan Software CAMTASIA
    Studio 5.0
  
Biaya SIMPOSIUM Rp. 50.000,- per orang,
biaya termasuk :  coffee break, simposium kit, sertifikat & souvenir.
 
TEMPAT TERBATAS !!,
yang mendaftar & konfirmasi lebih dulu akan diprioritaskan.
(Pembayaran TRANSFER ke rekening BCA No. 128-154-2970 a.n Aswibowo Astomo)
 
WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
Hari & tanggal     :  Sabtu, 16 Mei 2009
Waktu                   :  08.30 – 11.30
Tempat                 :  WARMU BUILDING
Perumahan PLN Durentiga - Jl.Sigura-gura No.4 PAV-Jakarta Selatan 12760
Telp. (021) 7073.4887 – e-mail : warungilmu@ymail.com
 
Konfirmasi keikutsertaan silahkan hub. Neni & Bowo
Telp. (021)7073.4887 atau SMS ke 0815.9499.644/ 0818.120.542
kunjungi website kami :  http:/warungilmu. cjb.net
 

11a.

Lomba Cerpen Science Fiction (SIFIC) (HIMAFIS UB)

Posted by: "selvya mulyani" selvyamulyani@yahoo.com   selvyamulyani

Wed May 13, 2009 10:01 pm (PDT)




LOMBA CERPEN SCIENCE FICTION 2009
"Fiksi ilmiah akan memungkinkan kita semua untuk mengupas realitas dan menemukan kebenaran di dalamnya."(Arthur C. Clarke)

Fiksi ilmiah adalah suatu bentuk fiksi spekulatif yang terutama membahas tentang pengaruh sains dan teknologi yang diimajinasikan terhadap masyarakat dan para individual. Di dunia sastra Indonesia, genre yang satu ini agak jarang disentuh. Tetapi di dunia sastra internasional, genre ini adalah genre yang sudah ada sejak pertengahan Abad 19. Jules Verne, yang kerap disebut-sebut sebagai Bapak Fiksi Sains menerbangkan balon udara dalam cerita mengelilingi dunia dengan balon selama delapan belas hari, sebelum Zeppelin menemukan balon udara; membantu NASA meluncurkan Apollo 11 dalam novelnya From The Earth to the Moon. Verne tidak menganggap novel-novelnya hanyalah khayalan. Dia yakin ada ilmuwan yang dapat mewujudkan imajinasi-imajinasinya itu.
Di situlah letak keindahan sebuah fiksi-sains, bercerita melebihi jamannya. Yang patut digaris bawahi adalah pandangan pengarang tentang masa depan tidak hanya berpijak pada sudut pandang imajinasi semata, melainkan juga dari kaca mata ilmu pengetahuan. Berdasarkan kalkulasi akurat tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan dimasa sekarang, pengarang menciptakan sebuah imaji masa depan tentang keadaan masyarakat atau makhluk lain yang berada di luar khayalan manusia di abadnya. Kemudian timbul pula pertanyaan, mengapa di Indonesia masih sedikit penulis fiksi ilmiah? Apakah karena para ilmuwan kita tidak memiliki bakat mengarang dan para pengarang kita tidak punya latar belakang sains.
Menjawab pertanyaan ini maka Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFIS) Universitas Brawijaya, Malang akan mengadakan acara Science Fiction dengan

Tema : Leading our future with imagination

Dengan Sub Tema Sebagai berikut:

- Bagaimana sains merubah masa depan Indonesia
- Mitologi Indonesia dalam Bingkai Sains
- Indonesia tahun 2030

Peserta : Umum

Biaya Pendaftaran : Rp 20.000,00/cerpen

Pembayaran : a.n Selvya Mulyani
Bank BCA KCP Dinoyo
No rek 3150712717

Pengumpulam : 4 Mei - 4 Juni 2009

Persyaratan cerpen yang dilombakan :

- Cerpen harus karya asli penulis/pengarang; bukan terjemahan atau saduran
- Cerpen mengandung unsur sains, pendidikan, tidak bermuatan pornografi dan SARA.
- Cerpen belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lain
- Kertas A4, margin 4-3-3-3 spasi 1,5. Panjang 4 - 8 halaman; Times New Roman font 12
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 judul cerpen sesuai dengan tema
- Pendaftaran Rp. 20.000 / Cerpen
- Karya dikirim dalam bentuk hard copy dan harus disertai soft copy (dalam CD), formulir pendaftaran yang bisa di download pada situs http://himafis.brawijaya.ac.id/sific2009.html dan fotokopi pengenal (KTP/KTM/SIM/ Paspor), dan bukti pembayaran.
- Naskah dikirim ke Panitia Science Fiction (SIFIC) Kesekretariatan Himpunan Mahasiswa Fisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Jl. Veteran no 1 Malang 65145 atau atau bisa melalui email himafis@gmail.com (termasuk biodata, fotokopi pengenal (KTP / KTM / SIM), dan scan bukti pembayaran)
- Batas terakhir pengiriman naskah 4 Juni 2009 (Cap Pos)
- Semua naskah cerpen yang masuk sudah menjadi hak milik panitia
- Dipilih 30 nominator yang cerpennya akan diterbitkan oleh Bisnis2030 Online Publisher (Internet Business Provider)

Webstore: www.bookoopedia.com

Aspek- Aspek yang dinilai adalah :

- Base on Science (30%)
- Kesesuaian dengan tema (25%)
- Unsur-unsur Instrinsik (plot, setting, penokohan dll) (25%)
- Pesan moral (25%)

Hadiah

Hadiah : Juara I Rp 700.000,00 + Piagam + Trophy
Juara II Rp 500.000,00 + Piagam + Trophy
Juara III Rp 300.000,00 + Piagam + Trophy
Bagi 27 nominator yang terpilih akan mendapatkan kenang-kenangan dari panitia.

Dewan juri

1. Evi Widiarti { dari Bisnis2030, PIC Divisi Penerbitan buku POD (Printing On Demand)}
2. Ir. D.J Djoko. H.S M.Phil.,Ph.D (Dosen Fisika, Pelaku seni, dan Pemerhati Social Science)

Contact Person:

1. Selvya Mulyani ( 085731800901 )
2. Irwan ( 085646664052 )
3. Eka ( 085259365207 )

Pengumuman pemenang Juara I, II, III dan nominator akan diumumkan pada acara seminar kepenulisan "Fiksi Ilmiah dalam sastra indonesia" pada tanggal 13 juni 2009 atau bisa langsung dilihat web HIMAFIS : http://himafis.brawijaya.ac.id


12.

[BUKU INCARAN] Berubah atau Mati

Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com   wartax

Wed May 13, 2009 10:02 pm (PDT)




[BUKU INCARAN]

Berubah atau Mati
--Oleh Anwar Holid

Our Iceberg is Melting, Perubahan dan Kesuksesan dalam Berbagai Kondisi
Penulis: John Kotter dan Holger Rathgeber
Penerjemah: Maria Rini
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2007
Halaman: xv + 165
ISBN: 978-979-27-1763-1

Our Iceberg is Melting (John Kotter dan Holger Rathgeber, 2007) merupakan buku menarik berisi fabel modern tentang koloni penguin di Antartika dalam mengambil keputusan saat menghadapi krisis karena ancaman perubahan yang terjadi pada gunung es (iceberg) tempat mereka tinggal.

Fred, penguin dengan rasa ingin tahu dan penuh selidik, suatu hari menemukan bukti bahwa gunung es tempat tinggal koloni selama bertahun-tahun ini ternyata berpotensi hancur. Di bagian bawah dan dalam gunung es itu muncul retakan dan tanda-tanda pencairan berupa kanal dan lubang membentuk gua bermuatan air. Karena tahun-tahun ini suhu terus bertambah rendah, air di dalam gua itu juga akan membeku. Karena zat cair yang membeku akan memuai secara dramatis, gunung es itu pun bisa pecah berkeping-keping.

Fred hanya penguin biasa. Dia bukan anggota pemimpin koloni, bukan kerabat mereka, bahkan lebih sering terlihat sendirian untuk mengamati lingkungan sekitar daripada berkerumun sebagaimana kebiasaan umum penguin. Beruntung salah satu anggota pemimpin koloni bernama Alice mudah ditemui. Awalnya Alice pun ragu dengan keterangan Fred, tapi setelah membuktikan temuan Fred, Alice segera mengajak Fred membicarakan masalah dan masa depan mereka bersama pemimpin koloni, Louis.

Louis tipe pemimpin pada umumnya. Dia berpengalaman, pintar, bijaksana, sabar, cukup tegas, sedikit menjaga jarak, agak konservatif, dan jika perlu menggunakan otoritas untuk mengatur anggota koloni. Meski begitu dia jelas tidak bisa segala-galanya. Hanya penguin senior tertentu sesama anggota pemimpin koloni yang kurang menghormatinya, di antaranya ialah NoNo. Begitu tahu yang terjadi, Louis segera bertindak. Dia mengumpulkan penguin terpilih untuk mengatasi masalah dan perubahan besar dalam koloni tersebut. Selain mereka bertiga, bergabung juga Buddy dan Profesor. Keenam penguin ini masing-masing mewakili karakter tertentu.

Setelah memperhatikan masalah genting itu, keputusannya ialah mereka harus pindah ke gunung es baru yang aman. Tapi persoalannya ternyata cukup rumit bagi koloni. Penguin bukanlah jenis burung pengembara, sementara sebagian mereka---terutama penguin yang bertugas di bagian ramalan cuaca dan lingkungan---menganggap masalah itu dibuat-buat dan tampaknya mustahil gunung es besar yang selama ini mereka tempati bakal ambrol.

Awalnya sebagian besar anggota koloni panik mendengar bahwa bencana besar sedang mengancam mereka, sementara waktu untuk bertindak sudah sangat mendesak. Tapi setelah komite koloni berhasil menciptakan visi tentang masa depan koloni mereka, lantas membentuk Tim Pengintai yang bertugas mengawali pencarian gunung es baru, barulah koloni bisa merasa senasib. Louis meyakinkan agar koloni jangan terikat pada tempat tinggal. Dia menyatakan mereka bisa menemukan gunung es lain sebagai tempat tinggal untuk hidup lebih aman. Persiapan pindah harus dimulai.

Komite mendukung visi itu dengan komunikasi dan informasi secara terus-menerus, terarah, sampai mayoritas anggota koloni terpengaruh dan menerima yang harus mereka lakukan. Bahu-membahu itu melahirkan kondisi luar biasa bagi mereka, sekaligus pembelajaran bagi seluruh anggota koloni. Bahkan penguin kanak-kanak pun bisa berperan langsung dengan mengadakan acara amal bagi anggota Tim Pengintai dan mampu membangkitkan moral secara signifikan.

Fabel ini memaparkan betapa perubahan niscaya terjadi di dalam kehidupan, pada situasi apa pun. Boleh jadi awalnya perubahan hanya diketahui atau dirasakan oleh anggota biasa yang tidak populer. Perubahan itu melahirkan krisis, memaksa adanya pengambilan keputusan, butuh tim untuk menjalankannya, dan perlu strategi yang bisa diandalkan. Mula-mula orang butuh keyakinan ia akan berhasil, setelah itu memerlukan kemenangan nyata. Juga mengejutkan betapa ada kala alternatif jalan ke luar bisa berasal dari pihak lain. Pada kasus koloni penguin, mereka mendapat ide mengembara setelah bertemu dengan burung camar laut.

Reaksi orang terhadap perubahan lain-lain; ada yang menolak, melawan, menghadapinya dengan aksi gagah berani, menghancurkan penghalang-penghalang yang awalnya mustahil dihancurkan, juga perlahan-lahan menemukan taktik cerdik untuk menghadapinya.

Our Iceberg is Melting merupakan buku ketiga John Kotter yang fokus membicarakan perubahan dalam suatu organisasi, dalam hal ini organisasi massa. Dua buku terdahulunya ialah Leading Change dan The Heart of Change. Dia mengajukan proses Delapan Langkah Perubahan yang terdiri dari empat bagian. Dua proses pertama ialah mengatur tingkatan perubahan, lantas memutuskan apa yang akan dilakukan, empat proses intinya ialah mewujudkan perubahan menjadi kenyataan, terakhir menciptakan budaya baru sampai cukup kuat untuk menggantikan tradisi lama.

Kotter dan Rathgeber mendongeng dengan cara sederhana disertai plot menarik. Buku ini mudah sekali dicerna, namun tetap mampu memperlihatkan ketegangan cerita betapa NoNo dengan bandel terus melakukan intrik penolakan terhadap perubahan. Membacanya mirip membuka Chicken Soup for The Soul. Tapi kelebihannya, Kotter dan Rathgeber menyediakan halaman untuk tindakan konkret dalam menghadapi perubahan, termasuk bernegosiasi menghadapi krisis. Memang buku ini dibuat berdasar riset perilaku individu dan organisasi terhadap perubahan.

Yang sedikit menggelikan, kira-kira enam kali kata "frustrasi" muncul di buku ini. Sekali dieja tepat sebagai f-r-u-s-t-r-a-s-i, sisanya salah semua, dieja sebagai f-r-u-s-t-a-s-i. Lagian, buku ini juga tidak mencantumkan editor, seolah-olah mau sengaja menghindari tanggung jawab atas keteledoran tersebut. Ternyata sulit juga mengubah kebiasaan agar disiplin menulis ejaan sebagaimana seharusnya.[]

Anwar Holid, bekerja sebagai editor, penulis, & publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku Bandung. Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

Copyright © 2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Situs terkait:
http://www.elexmedia.co.id

Tag: Dongeng sederhana tentang cara melakukan sesuatu dengan baik di dunia yang terus berubah. (Dari blurb.)

Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@yahoo.com | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.gramedia.com
http://www.mizan.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones

13.

Sunnah-sunnah Fithrah (Masalah Khitan)

Posted by: "Hari Suprapto" suprapto.hari@gmail.com   suprapto_hari

Wed May 13, 2009 10:02 pm (PDT)



, Penulis : Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari
Kategori : Seputar Hukum Islam

Sunnah-sunnah Fithrah (Masalah Khitan)

Islam adalah agama yang sangat memerhatikan kebersihan dan juga kesehatan. Banyak permasalahan yang memiliki pengaruh bagi kebersihan dan kesehatan tubuh tak luput diajarkan dalam agama ini. Satu diantaranya adalah tentang KHITAN, yang telah diakui secara medis memiliki manfaat yang besar.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rasul kita yang mulia -semoga shalawat dan salam tercurah pada beliau- pernah bersabda sebagaimana tersampaikan lewat sahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

"Perkara fithrah itu ada lima -atau lima hal berikut ini termasuk dari perkara fithrah yaitu khitan, istihdad (menghilangkan rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan), mencabut bulu ketiak, menggunting kuku, dan memotong kumis." (HR. Bukhari no. 5889, 5891, 6297 dan Muslim no. 597)

Kelima perkara yang disebutkan dalam hadits ini merupakan beberapa perkara kebersihan yang diajarkan oleh Islam:
Pertama: memotong qulfah (kulit penutup) zakar yang bila dibiarkan (tidak dihilangkan) akan menjadi sebab terkumpulnya najis dan kotoran di daerah tersebut hingga menimbulkan berbagai penyakit dan luka.

Kedua: mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, baik di daerah qubul ataupun dubur , karena bila dibiarkan rambut tersebut akan bercampur dengan kotoran dan najis (seperti kencing, kotoran, dsb), serta bisa menyebabkan thaharah syar'iyyah (seperti wudhu) tidak bisa sempurna.

Ketiga: menggunting kumis, bila dibiarkan terus tumbuh akan menperjelek wajah. Memanjangkannya juga berarti tasyabbuh (menyerupai) dengan Majusi (para penyembah api).

Keempat: menggunting kuku, bila dibiarkan akan terkumpul kotoran di bawahnya hingga bercampur pada makanan, akibatnya timbullah penyakit. Dan juga bisa menghalangi kesempurnaan thaharah (wudhu) karena kuku yang panjang akan menutup sebagian ujung jari.

Kelima: mencabut bulu ketiak yang bila dibiarkan akan menimbulkan bau yang tak sedap.
Kesimpulannya, menghilangkan perkara-perkara yang disebutkan ini merupakan mahasin (kebagusan/keindahan) Islam, yang Islam datang dengan kebersihan dan kesucian, dengan pengajaran dan pendidikan, agar seorang muslim berada di atas keadaan yang terbaik/terbagus dan bentuk yang paling indah. (Taisirul `Allam, 1/78)

Makna Fithrah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaukan dengan fithrah di sini adalah sunnah, demikian dikatakan Al-Imam Al-Khaththabi rahimahullahu dan selainnya. Maknanya, kata mereka, perkara-perkara yang disebutkan dalam hadits di atas termasuk sunnah-sunnah para nabi. Adapula yang berpendapat makna fithrah adalah agama, demikian pendapat yang dipastikan oleh Abu Nu'aim rahimahullahu dalam Al-Mustakhraj.

Abu Syamah rahimahullahu berkata: "Asal makna fithrah adalah penciptaan pada awal permulaannya. Dari makna ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala dinyatakan dalam ayat Al-Qur'an sebagai:

??????? ????????????? ???????????

Maksudnya adalah Dzat yang mengawali penciptaan langit dan bumi (tanpa ada contoh sebelumnya, pent.). Demikian pula dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

????? ?????????? ???????? ????? ???????????

Artinya: Setiap anak yang lahir, ia dilahirkan di atas fithrah. Maknanya: si anak dilahirkan di atas perkara yang Allah Subhanahu wa Ta'ala mengawali penciptaan si anak dengannya. Dalam hadits ini ada isyarat kepada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

???????? ????? ??????? ?????? ???????? ?????????

"Fithrah Allah yang Dia menciptakan manusia di atas fithrah tersebut." (Ar-Rum: 30)
Maknanya: setiap orang seandainya dibiarkan semenjak lahir hingga bisa memandang dengan pikirannya (tanpa dikotori dan dinodai oleh pengaruh-pengaruh dari luar) niscaya akan mengantarkannya ke agama yang benar yaitu tauhid. Yang memperkuat makna ini adalah firman Allah sebelumnya:

???????? ???????? ?????????? ????????? ???????? ????? ??????? ?????? ???????? ?????????

"Tegakkanlah wajahmu kepada agama Allah yang hanif (lurus, condong kepada tauhid dan meninggalkan kesyirikan). (Demikianlah) fithrah Allah yang Dia menciptakan manusia di atas fithrah tersebut." Makna di atas juga diisyaratkan oleh kelanjutan hadits, yaitu:

????? ?????????? ???????? ????? ??????????? ??????????? ?????????????? ??????????????

"Maka kedua orang tuanya yang menjadikan anak tersebut Yahudi atau Nasrani (memalingkan si anak dari fithrahnya, pent.)"

Dengan demikian yang dimaksudkan dengan fithrah dalam hadits yang menjadi pembahasan kita adalah perkara-perkara yang disebutkan dalam hadits ini yang bila dikerjakan maka pelakunya disifati dengan fithrah yang Allah memfithrahkan para hamba di atasnya, menekankan mereka untuk menunaikannya, dan menyukai untuk mereka agar mereka berada di atas sifat yang paling sempurna dan bentuk/penampilan yang paling tinggi/mulia."

Al-Qadhi Al-Baidhawi rahimahullahu berkata: "Fithrah ini merupakan sunnah yang terdahulu yang dipilih oleh para nabi dan disepakati oleh syariat. Seakan-akan fithrah ini merupakan perkara yang sudah seharusnya menjadi tabiat/perangai di mana mereka diciptakan di atas tabiat/perangai tersebut." (Lihat Fathul Bari 10/417, Al-Minhaj 3/139, Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/234-235, Nailul Authar 1/161)

Perkara fithrah ini bila dilakukan akan membaguskan penampilan seseorang dan membersihkannya, sebaliknya bila ditinggalkan dan tidak dihilangkan apa yang semestinya dihilangkan akan menjelekkan rupa dan memburukkan penampilan seseorang. Dia akan dianggap kotor dan tercela. (Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/235)

Apakah Fithrah Sebatas Lima Perkara Ini?
Perkara fithrah tidak sebatas lima perkara ini, hal ini diketahui dengan lafadz: ???? dari kalimat ?????? ???? ??????????? yang menunjukkan tab'idh artinya sebagian, (Ihkamul Ahkam fi Syarhi `Umdatil Ahkam, kitab Ath-Thaharah, bab fil Madzi wa Ghairihi).

Terlebih lagi telah disebutkan dalam hadits-hadits lain, adanya tambahan selain lima perkara tersebut, seperti dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu disebutkan ada 10 hal yang termasuk perkara fithrah yaitu istihdad, mencabut bulu ketiak, menggunting kuku, memotong kumis, memanjangkan jenggot, siwak, berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung (istinsyaq), mencuci ruas-ruas jari dan istinja (cebok) . Dengan demikian penyebutan bilangan 5 atau 10 tidak berarti meniadakan tambahan, demikian ucapan mayoritas ulama ushul. (Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/236)

Hukum Lima Perkara Fithrah Ini
Ulama berbeda pendapat tentang hukum kelima perkara fithrah yang disebutkan dalam hadits ini, ada yang mengatakan sunnah, adapula yang berpendapat wajib. Namun yang kuat dari pendapat yang ada, wallahu a`lam, lima perkara tersebut ada yang hukumnya wajib dan adapula yang sunnah. Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata ketika menerangkan hadits Aisyah tentang 10 hal yang termasuk perkara fithrah: "Mayoritas perkara yang disebutkan dalam hadits tentang fithrah tidaklah wajib menurut ulama, sebagiannya diperselisihkan kewajibannya seperti khitan, berkumur-kumur, dan istinsyaq. Dan memang tidak ada penghalang atau tidak ada yang mencegah untuk menggandengkan perkara wajib dengan selain yang wajib sebagaimana penggandengan ini tampak pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Makanlah buah-buahan hasil panen kalian apabila telah berbuah dan tunaikanlah haknya (zakatnya) pada hari dipetik hasilnya." (Al-An`am: 141)
Mengeluarkan zakat tanaman (apabila mencapai nishabnya) hukumnya wajib sementara memakan hasil tanaman itu tidaklah wajib, wallahu a`lam." (Al-Minhaj, 3/139)
Kita akan sebutkan hukum masing-masing dari lima perkara tersebut dalam perincian pembahasannya berikut ini:

1. KHITAN
Al-Imam Malik, Abu Hanifah, dan sebagian pengikut Al-Imam Asy-Syafi'i berpendapat khitan itu sunnah, tidak wajib. Adapun Al-Imam Asy-Syafi'i, Ahmad dan sebagian Malikiyyah berpendapat hukumnya wajib. Pendapat yang kedua inilah yang rajih/kuat menurut penulis, dengan dasar ketika ada seseorang yang baru masuk Islam, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadanya:

"Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah." (HR. Abu Dawud no. 356, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 2977 dan Irwaul Ghalil no. 79)

Penulis 'Aunul Ma'bud (syarah Sunan Abu Dawud) menyatakan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits di atas menunjukkan wajibnya khitan bagi orang yang masuk Islam dan hal itu merupakan tanda keislamannya.

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: "Yang rajih/kuat menurut kami, hukum khitan adalah wajib. Demikian madzhab jumhur ulama seperti Malik, Asy-Syafi'i, dan Ahmad. Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnul Qayyim. Beliau membawakan 15 sisi pendalilan yang menunjukkan wajibnya khitan. Walaupun satu persatu dari alasan-alasan tersebut tidak dapat mengangkat perkara khitan kepada hukum wajib namun tidak diragukan bahwa pengumpulan alasan-alasan tersebut dapat mengangkatnya. Dikarenakan tidak cukup tempat untuk membawakan semua alasan, maka aku cukupkan dua alasan di antaranya:
Pertama: Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu, (Ikutilah millah Ibrahim yang hanif)."

Sementara khitan termasuk millahnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang kita diperintahkan untuk mengikutinya, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang disebutkan dalam kitab Ibnul Qayyim rahimahullahu tersebut . Alasan ini merupakan argumen yang paling bagus, sebagaimana dikatakan Al-Baihaqi rahimahullahu yang dinukilkan oleh Al-Hafizh rahimahullahu (10/281).

Kedua: Khitan merupakan syiar Islam yang paling jelas dan paling nampak yang dengannya dibedakan antara seorang muslim dengan seorang Nasrani , sampai-sampai hampir tidak dijumpai ada di kalangan kaum muslimin yang tidak berkhitan. (Tamamul Minnah, hal. 69)

Khitan bagi Wanita
Seperti halnya lelaki, wanita pun disyariatkan berkhitan (Al-Mughni, kitab Ath-Thaharah, fashl Hukmul Khitan) sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits berikut ini:
1. Ummu 'Athiyyah Al-Anshariyyah radhiyallahu 'anha mengabarkan bahwa di Madinah ada seorang wanita yang biasa mengkhitan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepadanya:

"Potonglah tapi jangan dihabiskan (jangan berlebih-lebihan dalam memotong bagian yang dikhitan) karena yang demikian itu lebih terhormat bagi si wanita dan lebih disukai/dicintai oleh suaminya." (HR. Abu Dawud no. 5271, dishahihkan dalam Shahih Abi Dawud dan Ash-Shahihah no. 721)

2. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila bertemu dua khitan , sungguh telah wajib mandi ." (HR. Ahmad 6/239, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1261)

3. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat cabang seorang wanita dan khitan yang satu menyentuh khitan yang lain maka sungguh telah wajib mandi." (HR. Muslim no. 349)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata, "Ketahuilah, khitan wanita adalah perkara yang dikenal di kalangan salaf, berbeda halnya dengan apa yang disangka oleh orang yang tidak berilmu. Beberapa atsar berikut ini menunjukkan hal tersebut". Kemudian beliau rahimahullahu menyebutkan tiga atsar:

1. Al-Hasan berkata: 'Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu diundang untuk menghadiri jamuan makan. Lalu ditanyakan, "Tahukah engkau undangan makan untuk acara apakah ini? Ini acara khitan anak perempuan!" 'Utsman berkata:

"Ini perkara yang tidak pernah kami lihat di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." 'Utsman pun menolak untuk menyantap hidangan .

2. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1245 (dan didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dha'if Adabul Mufrad), Ummul Muhajir berkata, "Aku dan para wanita dari kalangan Romawi menjadi tawanan perang. Maka 'Utsman menawarkan agar kami mau masuk Islam, namun tidak ada di antara kami yang berislam kecuali aku dan seorang wanita lainnya. 'Utsman pun memerintahkan, "Khitanilah kedua wanita ini dan sucikanlah keduanya". Setelah itu jadilah aku berkhidmat kepada 'Utsman.

3. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1247 (dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad), Ummu 'Alqamah mengabarkan:
"Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki 'Aisyah dikhitan, maka ditanyakan kepada 'Aisyah, "Bolehkah kami memanggil seseorang yang dapat menghibur mereka?" 'Aisyah mengatakan, "Ya, boleh." Maka aku mengutus seseorang untuk memanggil 'Uday, lalu dia pun mendatangi anak-anak perempuan itu. Kemudian lewatlah 'Aisyah di rumah itu dan melihatnya sedang bernyanyi sambil menggerak-gerakkan kepalanya, sementara dia mempunyai rambut yang lebat. 'Aisyah pun berkata, "Hei, setan! Keluarkan dia, keluarkan dia!" (Lihat Ash-Shahihah, 2/348-349)

Yang perlu jadi perhatian, ada perbedaan hukum khitan lelaki dengan hukum khitan bagi wanita, walaupun ada pendapat di kalangan ulama yang menyamakan (sama-sama wajib). Tampak perbedaan hukum tersebut dalam hadits Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu berikut ini:

"Khitan itu sunnah bagi lelaki dan pemuliaan bagi wanita."

Namun kata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu hadits ini tidak tsabit, karena datang dari riwayat Hajjaj bin Arthah, sementara ia tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, dikeluarkan hadits ini oleh Al-Imam Ahmad dan Al-Baihaqi . Namun ada syahid (pendukung) dari hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin, dari jalan Sa'id bin Bisyr dari Qatadah dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, namun Sa'id ini diperselisihkan. Abusy Syaikh dan Al-Baihaqi mengeluarkannya dari sisi lain dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Al-Baihaqi juga mengeluarkannya dari hadits Abu Ayyub radhiyallahu 'anhu. (Fathul Bari, 10/419)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu menyatakan telah terjadi perselisihan pendapat dalam hukum khitan, dan pendapat yang paling dekat dengan kebenaran menyatakan bahwa khitan itu wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita.

Perbedaan hukum khitan antara laki-laki dan perempuan itu dikarenakan khitan pada laki-laki mengandung maslahat yang berkaitan dengan syarat shalat dan termasuk perkara thaharah (bersuci). Apabila kulup (kulit yang menutupi ujung zakar) tidak dihilangkan, maka air kencing yang keluar tertahan dan terkumpul di kulup tersebut hingga berakibat peradangan pada bagian tersebut, ataupun keluar tanpa sengaja bila zakar itu bergerak, sehingga menajisi. Adapun pada wanita, tujuan khitan adalah meredakan syahwatnya, bukan untuk menghilangkan kotoran. (Majmu' Fatawa wa Rasa`il Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-'Utsaimin 11/117, Asy-Syarhul Mumti', 1/110)

Dengan demikian khitan hanya wajib bagi laki-laki, tidak wajib bagi wanita. Pendapat ini juga yang dipilih oleh Al-Imam Muwaffaquddin Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (Asy-Syarhul Mumti', 1/109)

Hukum Orang yang Tidak Mau Dikhitan
Al-Haitami berkata: "Yang benar jika diwajibkan bagi kita khitan, lalu ditinggalkan tanpa udzur maka pelakunya fasik. Namun pahamilah bahwasanya pembicaraan di sini hanya ditujukan pada anak laki-laki tanpa menyertakan anak perempuan. Laki-laki difasikkan bila meninggalkan khitan tanpa udzur dan lazim dari sebutan fasik tersebut bahwa perbuatan itu termasuk dosa besar." (Az-Zawajir 2/162)

Bagian yang Dikhitan
Khitan pada anak laki-laki dilakukan dengan cara memotong kulup (qulfah) atau kulit yang menutupi ujung zakar. Minimal menghilangkan apa yang menutupi ujung zakar dan disenangi untuk mengambil seluruh kulit di ujung zakar tersebut. Sedangkan pada wanita, dilakukan dengan memotong kulit di bagian paling atas kemaluan di atas vagina yang berbentuk seperti biji atau jengger ayam jantan . Yang harus dilakukan pada khitan wanita adalah memotong ujung kulit dan bukan memotong habis bagian tersebut. (Al-Majmu Syarhul Muhadzdzab 1/349, Fathul Bari 10/420, Nailul Authar 1/162, 165)
Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ketika ditanya mengenai khitan wanita, beliau memberikan jawaban bahwa wanita dikhitan dengan memotong kulit yang paling atas yang berbentuk seperti jengger ayam jantan . (Majmu' Fatawa, 21/114)

Faidah
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu mengatakan, pelaksanaan khitan itu seharusnya dilakukan oleh seorang dokter yang ahli (atau tenaga kesehatan lainnya, pent.) yang mengetahui bagaimana cara mengkhitan. Bila seseorang tidak mendapatkannya maka ia bisa mengkhitan dirinya sendiri jika memang mampu melakukannya dengan baik. Nabi Ibrahim 'alaihissalam mengkhitan dirinya sendiri. Orang yang mengkhitan boleh melihat aurat yang dikhitan walaupun usia yang dikhitan telah mencapai sepuluh tahun, kebolehan ini dikarenakan adanya kebutuhan. (Asy-Syarhul Mumti`, 1/110)

Waktu Khitan
Ada perbedaan pendapat tentang kapan waktu disyariatkannya khitan. Jumhur ulama berpendapat tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan khitan. (Nailul Authar, 1/165)

Al-Imam Al-Mawardi rahimahullahu menjelaskan, untuk melaksanakan khitan ada dua waktu, waktu yang wajib dan waktu yang mustahab (sunnah). Waktu yang wajib adalah ketika seorang anak mencapai baligh , sedangkan waktu yang sunnah adalah sebelum baligh. Boleh pula melakukannya pada hari ketujuh setelah kelahiran. Juga disunnahkan untuk tidak mengakhirkan pelaksanaan khitan dari waktu yang sunnah kecuali karena ada uzur. (dinukil dari Fathul Bari, 10/421)

Ibnul Mundzir rahimahullahu mengatakan, "Tidak ada larangan yang ditetapkan oleh syariat yang berkenaan dengan waktu pelaksanaan khitan ini, juga tidak ada batasan waktu yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan khitan tersebut, begitu pula sunnah yang harus diikuti. Seluruh waktu diperbolehkan. Tidak boleh melarang sesuatu kecuali dengan hujjah dan kami juga tidak mengetahui adanya hujjah bagi orang yang melarang khitan anak kecil pada hari ketujuh." (dinukil dari Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, 1/352)

Namun Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menyebutkan dua hadits yang menunjukkan adanya pembatasan waktu khitan:
Pertama: Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, ia menyatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengaqiqahi cucu beliau Al-Hasan dan Al-Husain, dan mengkhitan keduanya pada hari ketujuh.
Kedua: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, " Ada tujuh perkara yang sunnah dilakukan pada hari ketujuh seorang bayi, yaitu diberi nama, dikhitan."

Kemudian beliau menyatakan bahwa walaupun kedua hadits di atas memiliki kelemahan , namun kedua hadits ini saling menguatkan karena makhraj kedua hadits ini berbeda dan tidak ada dalam sanadnya rawi yang tertuduh berdusta. Kalangan Syafi'iyyah mengambil hadits ini, sehingga mereka menganggap sunnah dilakukan khitan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang anak, sebagaimana disebutkan dalam Al-Majmu' (1/307) dan selainnya. Batas tertinggi dilakukannya khitan adalah sebelum seorang anak baligh. Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: "Tidak boleh bagi si wali menunda dilakukannya khitan anak (yang dibawah perwaliannya) sampai si anak melewati masa baligh." (Tamamul Minnah, hal. 68)

Lebih afdhal/utama bila khitan ini dilakukan ketika anak masih kecil, karena lebih cepat sembuhnya dan agar si anak tumbuh di atas keadaan yang paling sempurna. (Ar-Raudhul Murbi' Syarh Zadil Mustaqni' 1/35, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, Asy-Syaikh Shalih Fauzan 1/34)
Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab

----------------------------------------------------------

Berhiaslah Dengan Sunah-Sunah Fitrah

Kategori: Fiqh dan Muamalah

Saudaraku yang semoga selalu mendapatkan taufik Allah. Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna dan telah mengatur berbagai macam perkara yang akan mendatangkan kebaikan bagi tiap hambanya. Di antaranya, agama ini telah mengajarkan kepada umatnya mengenai sunah-sunah fitrah. Sunah-sunah ini merupakan kebiasaan yang sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu.. Allah tabiatkan pada manusia untuk melakukannya, cenderung kepadanya, menganggapnya sebagai suatu hal yang indah, dan meninggalkannya berarti telah bertolak belakang dengan fitrah manusia atau dapat dikatakan sebagai manusia tidak normal. Maka sangatlah baik sekali jika kita memperhatikan pembahasan berikut ini.

Pengertian Sunah Fitrah

Sunnah Fitrah adalah suatu tradisi yang apabila dilakukan akan menjadikan pelakunya sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan bagi para hambanya, yang telah dihimpun bagi mereka, Allah menimbulkan rasa cinta (mahabbah) terhadap hal-hal tadi di antara mereka, dan jika hal-hal tersebut dipenuhi akan menjadikan mereka memiliki sifat yang sempurna dan penampilan yang bagus.

Hal ini merupakan sunah para Nabi terdahulu dan telah disepakati oleh syariat-syariat terdahulu.. Maka seakan-akan hal ini menjadi perkara yang jibiliyyah (manusiawi) yang telah menjadi tabi'at bagi mereka. (Lihat Shohih Fiqhis Sunah, I/97).

Faedah Mengerjakan Sunah Fitrah

Berdasarkan hasil penelitian pada Al Quran dan As Sunah, diketahui bahwa perkara ini akan mendatangkan maslahat bagi agama dan kehidupan seseorang, di antaranya adalah akan memperindah diri dan membersihkan badan baik secara keseluruhan maupun sebagiannya. (Lihat Shohih Fiqhis Sunah, I/97).

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, bahwa sunah fitrah ini akan mendatangkan faedah diniyyah dan duniawiyyah, di antaranya, akan memperindah penampilan, membersihkan badan, menjaga kesucian, menyelisihi simbol orang kafir, dan melaksanakan perintah syariat. (Lihat Taisirul 'Alam, 43).

Dalil Sunah Fitrah

Sebagian dari sunah fitrah ini dapat dilihat dari hadits-hadits berikut ini:

1.. Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

2. Hadits dari 'Aisyah radhiallahu 'anha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja' (cebok) dengan air." Zakaria berkata bahwa Mu'shob berkata, "Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur." (HR. Muslim no. 261, Abu Daud no. 52, At Tirmidzi no. 2906, An Nasai 8/152, Ibnu Majah no. 293)

Meskipun dalam hadits di atas disebutkan sepuluh hal, namun sunah fitrah tidaklah terbatas pada kesepuluh perkara di atas berdasarkan kaedah "Mahfumul 'adad laysa bil hujjah" yaitu pemahaman terhadap jumlah bilangan tidaklah bisa menjadi hujjah (argumen). Di antara sunah fitrah tersebut adalah:

1.. Khitan
2.. Istinja' (cebok) dengan air
3.. Bersiwak
4.. Memotong kuku
5.. Memotong kumis
6.. Memelihara jenggot
7.. Mencukur bulu kemaluan
8.. Mencabut bulu ketiak
9.. Membasuh persendian (barojim) yaitu tempat melekatnya kotoran seperti sela-sela jari, ketiak, telinga, dll.
10.. Berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), juga termasuk istintsar (mengeluarkan air dari dalam hidung)

Penjelasan Sunah-Sunah Fitrah

Mencukur Bulu Kemaluan (Istihdaad)

Yang dimaksud dengan bulu kemaluan di sini adalah bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan. Dinamakan istihdad (asal katanya dari hadiid yaitu besi-pen) karena hal ini dilakukan dengan sesuatu yang tajam seperti pisau cukur. Dengan melakukan hal ini, tubuh akan menjadi bersih dan indah. Dan boleh mencukurnya dengan alat apa saja, baik berupa alat cukur atau sejenisnya. (Al Mulakhos Al Fiqh, I/37). Bisa pula dilakukan dengan memotong/menggunting, mencukur habis, atau dengan mencabutnya. (Lihat Al Wajiz fii Fiiqhis Sunah wal Kitaabil 'Aziz, 29 dan Fiqh Sunah, 1/37).

Memotong Kumis dan Merapikannya

Yaitu dengan memotongnya sependek mungkin. Dengan melakukan hal ini, akan terlihat indah, rapi, dan bersih. Dan ini juga dilakukan sebagai pembeda dengan orang kafir, (Lihat Al Mulakhos Al Fiqh, 37). Hadits-hadits tentang hal ini terdapat dalam pembahasan 'memelihara jenggot' pada bagian selanjutnya.

Memotong Kuku

Yaitu dengan memotongnya dan tidak membiarkannya memanjang. Hal ini juga dilakukan dengan membersihkan kotoran yang terdapat di bawah kuku. Dengan melakukan hal ini akan terlihat indah dan bersih, dan untuk menjauhi kemiripan (tasyabbuh) dengan binatang buas yang memiliki kuku yang panjang. (Lihat Al Mulakhos Al Fiqh, 38).

Mencabut Bulu Ketiak

Yaitu, menghilangkan bulu-bulu yang tumbuh di lipatan ketiak. Baik dilakukan dengan cara dicabut, digunting, dan lain-lain. Dengan melakukan hal ini tubuh akan menjadi bersih dan akan menghilangkan bau yang tidak enak yang disebabkan oleh keberadaan kotoran-kotoran yang melekat pada ketiak. (Lihat Al Mulakhos Al Fiqh, 38).

Apakah pada keempat sunah fitrah di atas terdapat batasan waktu untuk memotongnya?

Keempat sunah fitrah ini tidak dibatasi dengan waktu tertentu, tetapi batasan waktunya adalah sesuai kebutuhan. Kapan saja dibutuhkan, itulah waktu untuk membersihkan/memotongnya.

Tetapi sebaiknya hal ini tidak dibiarkan lebih dari 40 hari, karena terdapat hadits dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:

"Kami diberi batasan waktu oleh Rasulullah untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, tidak dibiarkan lebih dari 40 hari." (HR. Muslim dan selainnya) (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I/101).

Berkhitan

Berkhitan (ada yang menyebutnya dengan 'sunnat',-pen) adalah memotong kulit yang menutupi kepala/ujung kemaluan bagi laki-laki dan memotong kulit bagian atas kemaluan bagi perempuan. (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I/98). Tujuannya adalah untuk menjaga agar di sana tidak terkumpul kotoran, juga agar leluasa untuk kencing, dan supaya tidak mengurangi kenikmatan dalam bersenggama. (Fiqh Sunah, 1/37).

Berkhitan adalah sunah yang telah ada sejak lama sekali. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

"Ibrahim berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan Al Qodum." (HR. Bukhari, inilah lafadz yang terdapat dalam Shahih Bukhari yang berbeda dalam kitab Fiqh Sunah, -pen)

Syaikh Sayid Sabiq mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al Qodum di sini adalah alat untuk memotong kayu (kampak) atau suatu nama daerah di Syam. (Lihat Fiqh Sunah, 1/37).

- Hukum khitan

Ada 3 pendapat dalam hal ini:

1.. Wajib bagi laki-laki dan perempuan.
2.. Sunah (dianjurkan) bagi laki-laki dan perempuan.
3.. Wajib bagi laki-laki dan sunah bagi perempuan (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I /98).
- Wajibnya Khitan Bagi Laki-Laki

Dalil yang menunjukkan tentang wajibnya khitan bagi laki-laki adalah:

1. Hal ini merupakan ajaran dari Nabi terdahulu yaitu Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan kita diperintahkan untuk mengikutinya. Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Ibrahim -Al Kholil- berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan kampak." (HR. Bukhari)

Allah Ta'ala berfirman,

"Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." (An Nahl: 123)

2. Nabi memerintah laki-laki yang baru masuk Islam dengan sabdanya,

"Hilangkanlah rambut kekafiran yang ada padamu dan berkhitanlah." (HR. Abu Daud dan Baihaqi, dan dihasankan oleh Al Albani). Hal ini menunjukkan bahwa khitan adalah wajib.

3. Khitan merupakan pembeda antara kaum muslim dan Nasrani. Sampai-sampai tatkala di medan pertempuran umat Islam mengenal orang-orang muslim yang terbunuh dengan khitan. Kaum muslimin, bangsa Arab sebelum Islam, dan kaum Yahudi dikhitan, sedangkan kaum Nasrani tidak demikian. Karena khitan sebagai pembeda, maka perkara ini adalah wajib.

4. Menghilangkan sesuatu dari tubuh tidaklah diperbolehkan. Dan baru diperbolehkan tatkala perkara itu adalah wajib. (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I /99 dan Asy Syarhul Mumthi', I/110).

- Khitan Tetap Disyariatkan Bagi Perempuan

Adapun untuk perempuan, khitan tetap disyariatkan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya, "Apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi." (HR. Ibnu Majah, shahih). Hadits ini menunjukkan bahwa perempuan juga dikhitan. Adapun hadits-hadits yang mewajibkan khitan, di dalamnya tidaklah lepas dari pembicaraan, ada yang dianggap dha'if (lemah) dan munkar. Namun hadits-hadits tersebut dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah.

Jika hadits ini dha'if, maka khitan tetap wajib bagi perempuan sebagaimana diwajibkan bagi laki-laki, karena pada asalnya hukum untuk laki-laki juga berlaku untuk perempuan kecuali terdapat dalil yang membedakannya dan dalam hal ini tidak terdapat dalil pembeda. Namun terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa khitan bagi perempuan adalah sunah (dianjurkan) sebagai bentuk pemuliaan terhadap mereka.

Pendapat ini sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya Asy Syarhul Mumthi'. Beliau mengatakan, "Terdapat perbedaan hukum khitan antara laki-laki dan perempuan. Khitan pada laki-laki terdapat suatu maslahat di dalamnya karena hal ini akan berkaitan dengan syarat sah shalat yaitu thoharoh (bersuci). Jika kulit pada kemaluan yang akan dikhitan tersebut dibiarkan, kencing yang keluar dari lubang ujung kemaluan akan ada yang tersisa dan berkumpul pada tempat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit/pedih tatkala bergerak dan jika dipencet/ditekan sedikit akan menyebabkan kencing tersebut keluar sehingga pakaian dapat menjadi najis. Adapun untuk perempuan, tujuan khitan adalah untuk mengurangi syahwatnya. Dan ini adalah suatu bentuk kesempurnaan dan bukanlah dalam rangka untuk menghilangkan gangguan." (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I/99-100 dan Asy Syarhul Mumthi', I/110).

Kesimpulan: Ada perbedaan pendapat tentang hukum khitan bagi perempuan. Minimal hukum khitan bagi perempuan adalah sunah (dianjurkan) dan yang paling baik adalah melakukannya dengan tujuan sebagaimana perkataan Syaikh Ibnu 'Utsaimin di atas yaitu untuk mengurangi syahwatnya.

- Dianjurkan Melakukan Khitan Pada Hari Ketujuh Setelah Kelahiran

Hal ini sebagaimana hadits dari Jabir radhiallahu 'anhu, beliau berkata bahwa, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengaqiqah Hasan dan Husain dan mengkhitan mereka berdua pada hari ketujuh (setelah kelahiran,-pen)." (HR. Ath Thabrani dalam Ash Shogir)

Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma mengatakan, " Ada tujuh sunah bagi bayi pada hari ketujuh, yaitu: pemberian nama, khitan,." (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath)

Kedua hadits ini memiliki kelemahan, namun saling menguatkan satu dan lainnya. Jalur keduanya berbeda dan tidak ada perawi yang tertuduh berdusta di dalamnya. (Lihat Tamamul Minnah, 1/68).

Adapun batas maksimal usia khitan adalah sebelum baligh. Sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim: "Orang tua tidak boleh membiarkan anaknya tanpa dikhitan hingga usia baligh." (Lihat Tamamul Minnah, 1/69).

Sangat baik sekali jika khitan dilakukan ketika anak masih kecil agar luka bekas khitan cepat sembuh dan agar anak dapat berkembang dengan sempurna. (Lihat Al Mulakkhos Al Fiqh, 37). Selain itu, khitan pada waktu kecil akan lebih menjaga aurat, dibanding jika dilakukan ketika sudah besar.

-bersambung insya Allah-

***

Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal (Alumni Ma'had Ilmi)
Dimuroja'ah ulang oleh: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

----------------------------------------------------------

Fitroh-Fitroh Manusia Dalam Kesucian Jasmani

Kategori: Fiqh dan Muamalah

Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk menjalankan seluruh aspek kehidupannya sesuai dengan tuntunan kitabulloh dan sunnah Rosul-Nya. Alloh berfirman, "Dan apa yang telah dibawa oleh Rosul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkan-lah." (Al-Hasyr: 7).

Di antara tuntunan itu adalah tuntunan dalam memelihara kesucian jasmani. Maka dari itu, seorang muslim semestinya melaksanakan tuntunan fitroh yang telah digariskan Alloh melalui lisan Rosul-Nya yaitu: "Lima hal termasuk bagian fitroh, yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), memotong kuku, mencabuti rambut ketiak dan memotong kumis." (HR. Bukhori dan Muslim).

Sabdanya pula, "Sepuluh hal termasuk fitroh: Memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke hidung), memotong kuku, mencuci sela lipatan jari, mencabuti rambut ketiak, mencukur rambut di sekitar kemaluan, dan istinja", perowi berkata: "Saya lupa yang kesepuluh, mungkin kumur-kumur." (HR. Muslim)

Berikut ini beberapa point yang sering dianggap sepele oleh kaum muslimin:

Memotong Kumis (Jangan Sampai Menutup Bibir)

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dan potonglah kumis-kumis." (HR. Bukhari, Muslim). Sabdanya pula, "Barangsiapa yang tidak memotong kumisnya, maka dia bukan termasuk dari (golongan) kami." (Shohih, HR. Tirmidzi). Ibnu Hazm rohimahulloh berkata, " Ada ijma' yang menetapkan bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot (panjang) adalah fardhu." (Tahrim Halq Al Liha)

Memelihara Jenggot dan Tidak Memotongnya

Jenggot adalah rambut yang tumbuh di kedua pipi dan dagu. Jenggot merupakan perhiasan laki-laki yang merupakan lambang kesempurnaan dan membedakan antara laki-laki dan perempuan. Dikatakan demikian sebab perempuan tidak berjenggot. Memeliharanya wajib dan mencukurnya harom, sebab hal ini merubah ciptaan Alloh. Dan perbuatan merubah ciptaan Alloh adalah wangsit dari syaithon, "Akan aku suruh mereka (untuk merubah ciptaan Alloh) lalu mereka merubahnya." (An Nisaa': 119). Perbuatan ini juga merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) perbuatan orang kafir. Rosululloh bersabda, "Selisihilah orang-orang musyrik, perliharalah jenggot dan potonglah kumis." (HR. Bukhori Muslim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Diharamkan mencukur jenggot berdasarkan hadits-hadits yang shohih dan tidak ada seorang ulama pun yang membolehkannya." (Al Ikhtiyarot Al 'Ilmiyyah). Jenggot inilah yang merupakan ciri khas para nabi, para sahabat, orang sholih dulu dan sekarang.

Namun sungguh sangat mencengangkan tatkala sebagian dari kaum muslimin mencela syariat yang mulia ini. Mereka menolak perintah ini dengan berbagai alasan yang lebih rapuh ketimbang sarang laba-laba bahkan menghina orang berjenggot dengan menggelari kambing, teroris, Amrozi dan berbagai julukan jelek lain. Allohu akbar! Ketahuilah, perbuatan mencela syariat adalah termasuk salah satu dari pembatal keislaman! Pantaskah seorang muslim bertindak demikian? Dimanakah nilai ketaatan mereka kepada Rosululloh?

Menggosok Gigi/Bersiwak

Mengosok gigi atau bersiwak sangatlah dianjurkan, selain untuk kebersihan dan kesehatan, juga mempunyai nilai ibadah yang sangat diridhai Alloh. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, "Siwak itu mensucikan mulut dan (mendatangkan) Keridhoan Ar-Robb." (HR. Ahmad, An Nasai, Bukhori secara mu'allaq). Bersiwak disunnahkan pada beberapa waktu diantaranya setiap kali hendak wudhu, hendak sholat, membaca Al Qur'an, ketika bangun di malam hari dan beberapa waktu lain. Rosululloh bersabda, "Seandainya bukan karena khawatir memberatkan umatku, tentu kusuruh mereka bersiwak setiap hendak shalat." (HR. Bukhori, Muslim).

Sabdanya pula, "Seandainya bukan karena khawatir memberatkan umat, tentu kuperintahkan mereka bersiwak (pada setiap wudhu)." (HR. Bukhori, Ahmad, An-Nasai).

Hudzaifah rodhiyallohu 'anhu berkata: "Adalah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bilamana bangun malam beliau menggosok giginya dengan siwak." (HR. Bukhari, Muslim).

Bahkan dalam keadaan berpuasa beliau juga bersiwak. Amir bin Robi'ah berkata, "Tidak terhitung saya melihat Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersiwak dalam keadaan puasa." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi berkata derajad hadits ini hasan)

***
14.

(catcil) Rumah Cinta

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Wed May 13, 2009 10:36 pm (PDT)



(catcil) Rumah Cinta

By: agussyafii

'kak Agus Syafii, Nanti malam saya mau ke rumah Amalia ya? Kangen nih ama adek-adek.' Kata Ika malam itu. Ika salah satu murid ngaji. Setelah lulus SMA, Ika mengelola warteg bersama ibu. Pernah Ika datang membawa peralatan sekolah untuk dibagikan kepada anak-anak Amalia. 'Di rumah Amalia saya menemukan cinta..' tuturnya.

Rumah Amalia adalah rumah cinta. Rumah berkumpul untuk semua anak-anak. Anak-anak membutuhkan cinta. rumah Amalia sumber cinta bagi anak-anak. Setiap malam dirumah Amalia senantiasa hadir dengan warna.

Dirumah Amalia tempat kami mendidik anak-anak untuk menjadi satu generasi yang memahami bahwa hidup itu indah dengan cinta. Cinta itu pemberian Alloh dan hanya untuk Alloh. Cinta sekaligus menjadi sebuah kekuatan kita dalam melakukan kebaikan.

Salah satu perbuatan baik adalah membantu orang lain. Membantu dan menolong orang lain berarti melakukan sesuatu bagi sesama. Membantu orang lain merupakan satu cara paling effektif bagi anak-anak untuk menemukan cinta di dalam dirinya. Dengan membantu orang lain mereka belajar tentang fitrah dirinya dan hubungan sosial dengan orang lain. menolong orang lain akan membuat anak-anak merasa lebih berharga dan memiliki prestasi. Itulah yang dirasakan Ika, 'Di Rumah Amalia saya menemukan cinta.'

'Ya Alloh, Ya Rabb, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.'

Wassalam,
agussyafii

--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com, http://id-id.facebook.com/people/Agus-Syafii-Muhamad/861635703 atau sms 087 8777 12431


15.

Diklat Jurnalistik Intensif 2009

Posted by: "sulisstyawan atalanta" atalantadegradasi@yahoo.com   atalantadegradasi

Wed May 13, 2009 10:46 pm (PDT)

[Attachment(s) from sulisstyawan atalanta included below]

"Diklat Jurnalistik Intensif 2009"
Pemrakarsa: ICRC DIY-Jateng, PPWI-DIY, BEM UNY &
Transformasi Insitute

Lembaga Kajiandan Komunitas Penulisan yang tergabung dalam Intan of
Cultural Research Centre (ICRC) DIY-Jateng bekerjasama dengan Departemen
Komunikasi & Informasi (Depkominfo) BEM REMA UNY, dan Transform Institute
UNY pada Minggu, 17 Mei 2009, bakal menggelar "Diklat Jurnalistik
Intensif 2009" .
Diklat jurnalistik ini diselenggarakan secara spesial
sebagai totalitas komitmen ICRC DIY-Jateng dalam memperjuangkan hak publik dalam
menyampaikan ide kritis, unek-unek,
suara wacana, serta agar bisa menjadi penulis populer dan jurnalis—tanpa
meninggalkan profesi lama. Diklat jurnalistik ini diperuntukkan bagi kalangan
umum (mahasiswa/pelajar, guru, dosen, PNS, penulis, staf humas, staf TU, pewarta
warga, pensiunan, polisi, tentara, karyawan, petani, pedagang, tukang becak,
dan beragam profesi lain) tanpa membedakan SARA.
Berbeda dengan model diklat jurnalistik lainnya, direncanakan ada 7 (tujuh) pembicara
(sejumlah pemimpin redaksi surat kabar dan tabloid, dosen, novelis, penyair, kolomnis,
dan penulis senior) yang siap jadi pembicara dalam diklat ini. Secara detail, acara "Diklat Jurnalistik Intensif 2009" ini digelar pada:
Hari/Tgl : Minggu, 17 Mei 2009
Pukul : 08.00-16.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat Universitas Negeri
Yogyakarta (UNY).
Kampus UNY, Jln. Colombo No 1 yogyakarta

Para pembicara profesional yakni:
1. Drs. Octo Lampito, M.Pd (Pimred SKH Kedaulatan Rakyat Jogja dan Ketua Umum PWI DIY)
Tema
: Profesi Wartawan dan Mengintip Model Perekrutan Wartawan
1. YB. Margantoro (Redaktur Senior Harian Pagi Bernas Jogja)
Tema:
Rahasia Sukses Membikin Berita bagi Wartawan Pemula
1. Wilson Lalengke, M.A, M.Sc (Ketua Umum PPWI, Pimred Tabloid ExploreIndonesia, Staf DPD RI)
Tema: Lika-liku Bisnis Tabloid dan T(P)antangan Wartawan
di Masa Kini
1. Sutirman Eka Ardhana (Pimred Koran Malioboro Express)
Tema: Menjadi Wartawan Pemilu, Asyik Emangnya?
1. Drs. Achmad Munif (Novelis, Cerpenis, Dosen UIN Sunan Kalijaga Jogja dan APMD)
Tema
: Novelis, Profesi Elitis Menuju Kaya
1. Mustofa W. Hasyim (Penyair Jogjakarta, Dewan Seni dan Budaya PP Muhammadiyah)
Tema: Cara Membikin Puisi Populer agar Laku di Media Massa
1. Supadiyanto, S.Sos.I (Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia, Mantan Wartawan Jawa Pos Radar Solodan Rakyat Merdeka)
Tema:Kiat Menulis Artikel di Berbagai Koran, Tips Jadi Pewarta Andal
1. Moderator : Styawan (Kolumnis di Berbagai Media Massa, sekjend PPWI-DIY & Pegiat CEUS UNY)

Seluruh peserta bakal mendapatkan multifasilitas berupa makalah,co-card dan
koran, sertifikat diklat, makan siang, snack, serta doorprize buku-buku jurnalistik.
Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk mendapatkan layanan konsultasi
terkait dunia jurnalistik dan kepenulisan.
Bagi yang berminat mengikuti diklat ini, diharapkan
segera mendaftarkan diri di stan pendaftaran yakni: Gedung Business Centre
Kopma UNY (Front Office) Karangmalang Yogyakarta (0274) 584134; Warpostel Kopma UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (0274) 554779;
serta Warpostel Kopma UGM Yogyakarta (0274) 519943 hingga 16 Mei 2009
(jam kerja). Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi 085868391622 (Ata)

Semoga diklat ini bermanfaat bagi publik.

Attachment(s) from sulisstyawan atalanta

1 of 1 Photo(s)

16.

(Ruang Baca)  Ketika Anjing Bercita-cita Jadi Manusia

Posted by: "kidishom" kidishom@yahoo.com   kidishom

Wed May 13, 2009 11:58 pm (PDT)



Judul Panjang: The Art of Racing in The Rain
Judul Pendek: ENZO
Penulis: Garth Stein
Penerjemah: Ary Nilandari
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Tebal: 408 halaman
Terbit: I, April 2009

Ketika Anjing Bercita-cita Jadi Manusia

"Tangan adalah jendela jiwa manusia."—Garth Stein

Pramoedya Ananta Toer—dalam salah satu novelnya—menulis: "Cerita … selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya, biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa atau hantu." Begitupun novel The Art of Racing in the Rain karya Garth Stein ini (untuk edisi bahasa Indonesia, Penerbit Serambi memberi judul pendek ENZO). Meskipun bernarator seekor anjing bernama Enzo, di dalamnya kita akan menemukan cerita kemanusiaan. Apalagi sebagai penutur dia sering menggunakan kata "aku" sehingga mau-tidak mau pembaca harus rela sementara waktu "menjadi" seekor anjing berjiwa manusia. Namun, yang teristimewa dari novel ini, Enzo ingin menjadi manusia, sebuah cita-cita yang tidak pernah terpikirkan oleh kita yang tahu-tahu lahir sebagai manusia.

Ketika kita memiliki cita-cita, kita akan merintis jalan untuk mencapainya. Misalnya, kita ingin menjadi dokter, maka kita akan memperhatikan secara saksama apa saja yang perlu dilakukan untuk menjadi dokter terbaik. Enzo yang berhasrat dan yakin akan lahir kembali sebagai manusia mengamati setiap kata dan perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untungnya, sewaktu masih kecil dia dipungut oleh Denny Swift yang berprofesi sebagai pembalap pemula berbakat. Entahlah, seandainya Enzo diadopsi oleh seorang perampok, ceritanya mungkin akan sangat jauh berbeda.

Enzo mulai memiliki gagasan "gila" untuk menjadi manusia setelah dia menonton tayangan National Geographic di televisi. Menurut tayangan itu, di Mongolia, ketika seekor anjing mati, dia dikuburkan di tempat tinggi di atas bukit sehingga tidak ada orang yang akan menginjak kuburannya. Konon, sang pemilik berbisik kepada binatangnya bahwa dia berharap anjing itu akan lahir kembali sebagai manusia.

"Aku mengetahuinya dari acara National Geographic, jadi aku percaya itu benar. Tidak semua anjing akan terlahir kembali sebagai manusia, kata mereka (baca: National Geographic); hanya mereka yang sudah siap. Dan aku siap." (Hal. 136)

Komedi dan Tragedi
Jika ada binatang yang menentang Teori Evolusi Darwin, itu pasti anjing bernama Enzo. Dia kesal karena Darwin menganggap manusia berkerabat dengan kera—padahal seharusnya dengan anjing. Dia lantas mendukung argumennya dengan sebuah bukti.

"Bulan purnama muncul. Kabut menggantung pada batang terendah pohon cemara. Manusia itu melangkah keluar dari sudut tergelap dan mendapati dirinya mulai berubah menjadi … seekor monyet? Kurasa tidak." (Hal. 32)

Di halaman lain, Enzo dengan polosnya berkata, jika diberi seperangkat komputer, dia akan berkarya seperti Stephen Hawking. Bahkan, sebagai seekor anjing, dia mengaku sedikit gila karena dia mulai belajar jalan seperti manusia.

Garth Stein memasukkan tokoh Eve sebagai istri Denny. Kehadiran Eve sempat membuat Enzo cemburu. Namun karena anjing itu sudah telanjur bercita-cita menjadi manusia yang baik, dia pun memutuskan untuk memperbaiki hubungan dengan istri majikannya itu. Enzo berkata, "Aku selalu ingin mencintai Eve sebagaimana Denny mencintainya, tapi aku tidak pernah berhasil karena aku takut. Dialah hujanku. Dialah unsur tak terduga bagiku …. Namun, … seorang pembalap seharusnya merangkul hujan." (Hal. 63)

Dalam cerita ini, Eve membawa unsur tragedi karena setelah melahirkan putrinya Zoë, dia terserang kanker otak. Dan coba tebak siapa yang pertama kali mengetahui penyakit yang diderita perempuan itu? Sudah pasti Enzo!

Pada suatu hari, ketika Denny sedang balapan dan di rumah hanya ada Eve, Zoë, serta Enzo, Eve tiba-tiba terserang sakit yang tak tertahankan. Dia muntah-muntah seperti akan mengembalikan seluruh isi perutnya keluar.

"Kenapa aku, Enzo?" tanya Eve meskipun dia tahu Enzo tidak memiliki jawaban. Lagipula itu pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Namun itulah yang membuat anjing pemikir itu frustrasi. Dia tahu jawabannya karena dia bisa mengendus ada yang salah dalam kepala Eve, tetapi dia tidak bisa mengatakannya dalam bahasa manusia. "Seperti kayu lapuk, jamur, pembusukan," katanya tentang bau kanker di otak Eve.

Tragedi terparah menimpa keluarga Denny ketika Eve terpeleset di sungai saat keluarga kecil itu berlibur. Bukan hanya itu, kepalanya pun membentur batu. Dari sini, jalan cerita keluarga yang sepertinya akan bahagia ini berbelok. Setelah pulang dari rumah sakit, Eve terpaksa tinggal di rumah orangtuanya yang kurang menyukai hubungan dia dengan Denny. Eve tinggal di sana sampai dia meninggal dunia meskipun dia sangat ingin berkumpul dengan anak dan suaminya, juga anjingnya

Tragedi kedua datang dari Annika, gadis remaja-dewasa yang mengagumi Denny. Pengarang menyimpan awal konflik Annika-Denny ini di bagian cerita ketika Eve masih hidup dan menjabarkannya secara lebih dalam setelah sang pembalap ditinggal istrinya. Gadis remaja ini membuat Denny harus berurusan dengan pengadilan atas tuduhan pemerkosaan. Untungnya, Enzo bisa bersaksi di hadapan hakim dan membebaskan majikannya.

Seni balapan, seni kehidupan
Garth Stein dengan cerdik memilih salah satu tokoh ceritanya sebagai pembalap karena filosofi hidup pembalap bisa menjadi teladan yang baik bagi kita. Sebagai contoh, saya kutipkan bagian dari halaman 68 dan 69.

Idealnya, seorang pengemudi atau pembalap adalah tuan dari segala sesuatu di sekitarnya …. Tapi kita tidak hidup di dunia ideal. Dalam dunia kita, terkadang kejutan terjadi, kesalahan dilakukan, insiden dengan pengemudi lain terjadi, dan si pengemudi harus bereaksi ….

Jika berlebihan, akan terjadi putaran ke arah sebaliknya, dan pusingan kedua ini jauh lebih cepat dan lebih berbahaya.

Judul buku ini terinspirasi oleh performa pembalap legendaris Ayrton Senna pada Grand Prix Eropa 1993. Ketika itu, Sirkuit Donington Park Inggris diguyur hujan sepanjang balapan berlangsung, dan Senna memulai balapan di posisi kelima dan berhasil finish sebagai juara kedua setelah Damon Hill. Sementara itu, bagi penggemar F1 nama Enzo akan mengingatkan pada sosok Enzo Ferrari, pendiri tim balap Scuderia Ferrari.

Terus terang, ketika membaca novel ini, saya merasakan kehangatan jiwa yang sama seperti saat menonton film Forrest Gump atau membaca Life of Pi. ***

Moh. Sidik Nugraha
http://catatanmiring.wordpress.com/

Recent Activity
Visit Your Group
Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Group Charity

Citizen Schools

Best after school

program in the US

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: