Sabtu, 16 Mei 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2638

Messages In This Digest (9 Messages)

1.
(catcil) Menikmati Keindahan From: agussyafii
2a.
Re: Oishisou... From: Diah Utami
3.
Persiapan Pulang From: Diah Utami
4a.
Bls: [sekolah-kehidupan] Surat Cinta Untuk Calon Suamiku From: nazhimah al-mahdiah
5a.
Re: [catcil] Dengan Menikah, Bisa Berubah From: novi_ningsih
6.
[catcil] Surat untuk Adinda From: ifan yudianto
7.
Mimbar (2) : Ciri-ciri Orang Jatuh Cinta From: M.Arif As Salman
8a.
KORBAN MIRAS OPLOSAN KEMBALI BERTAMBAH (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
8b.
KORBAN MIRAS OPLOSAN KEMBALI BERTAMBAH (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya

Messages

1.

(catcil) Menikmati Keindahan

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Fri May 15, 2009 8:38 am (PDT)



(catcil) Menikmati Keindahan

By: agussyafii

Kala kehidupan begitu keras bagai roda berputar tanpa henti ditengah deru ambisi, keinginan dan haus akan kemenangan bisa dipastikan keindahan hampir terbilang sulit menghampiri diri kita.

Itulah sebabnya setiap sore pulang kerja lebih awal berkumpul dengan istri dan Hana, buat saya lebih mudah untuk bisa menikmati keindahan dalam hidup. Keindahan saya juga terasa lebih nikmat kala Hana mengingatkan dengan hapalannya hadis-hadis pendek yang setiap hari terus bertambah. Salah satu hadis favorit Hana adalah 'Tabassamuka Li Akhika Shodaqoh' 'Senyummu terhadap saudaramu adalah shodaqoh.'(HR At-Tirmidzi).

'Cobalah taburkan senyuman sebanyak mungkin kepada setiap saudaramu' begitulah Baginda Nabi mengajarkan kepada kita, sebab setiap senyuman yang kita taburkan kebanyak orang maka sebanyak itulah senyuman yang kita dapatkan. Sebanyak mungkin kita mendoakan orang lain, sebanyak itulah berkah yang kita terima.

Berkah inilah yang melahirkan sikap hormat kita terhadap diri sendiri dan juga hormat kita terhadap orang lain kemudian memunculkan cahaya keindahan dimanapun kita berada. Ketika kita di rumah, di kantor, dijalanan semuanya menjadi terasa indah.

Mari..kita menikmati keindahan hari ini.

Wassalam,
agussyafii

--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com, http://id-id.facebook.com/people/Agus-Syafii-Muhamad/861635703 atau sms 087 8777 12431

2a.

Re: Oishisou...

Posted by: "Diah Utami" batikmania@yahoo.com   batikmania

Fri May 15, 2009 8:39 am (PDT)



Silakan, mbak Lia. Saya malah akan senang sekali. Jadi ingin berbagai satu episode lain nih. Saya posting segera deh di milis ini juga. Insya Allah.
Wassalaam

D. Utami
http://batikmania. multiply. com

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Lia Octavia <liaoctavia@...> wrote:
>
> Subhanallah... aku benar-benar tersentuh dengan pengalaman Mbak Diah ini.
> Aku minta ijin, apakah aku boleh copas tulisannya Mbak Diah ini untuk di pengantar woro-woro buku Hikari No Michi di milis-milis?
> Walau tidak menggambarkan isi bukunya, namun, suasana kehidupan di Jepang yang diceritakan oleh Mbak Diah sangat membantu sekali bagi mereka yang belum tahu kehidupan di sana terutama bagi umat muslim.
> Apakah sekiranya Mbak Diah mengijinkan? Terima kasih banyak sebelumnya, Mbak...
>
> Salam
> Lia

3.

Persiapan Pulang

Posted by: "Diah Utami" batikmania@yahoo.com   batikmania

Fri May 15, 2009 8:40 am (PDT)



Menjelang akhir masa tinggalku di Jepang, tentu saja banyak persiapan yang harus dilakukan. Di masa itulah baru kusadari mengenai pentingnya persiapan untuk melakukan perjalanan pulang. Yang paling merepotkan adalah persiapan barang-barang untuk dibawa pulang.
Sebetulnya, urusan angkut-angkut barang dari tempat kos untuk pulang ke rumah lagi, bukan masalah asing buatku. Sudah beberapa kali aku jadi anak kos, dan selain memindahkan berbagai perabot dan pernak-pernik dari rumah, tentu saja hal yang sama juga kulakukan dalam proses sebaliknya. Tapi tentu saja ada perbedaan yang sangat besar dalam hal ini. Ketika bolak-balik jadi anak kos, aku hanya perlu transportasi sekitar satu-dua jam untuk sampai ke tempat kos, dan aku selalu bisa kembali kapan saja untuk menjemput barang yang tidak bisa kubawa sekaligus. Kendaraan untuk transportasi, tanpa banyak kesulitan bisa kudapat dengan minta bantuan kakak ipar yang masih tinggal di kawasan Bandung, dan tim `bala bantuan' untuk pengangkut barang juga bisa dikatakan selalu tersedia. Pendeknya, no problem.
Tapi `masa kos' kali ini lain, soalnya aku tinggal selama 1,5 tahun di Jepang, dan selama itu sudah cukup untuk membuatku menambah berbagai barang untuk membuat kehidupan di negeri orang ini berjalan dengan lancar. Pendeknya, kamar kos atau apartemen tempat tinggal terakhirku itu fully furnished and comfortable to live in. Tapi masalahnya sekarang, adalah hal yang tidak mungkin untuk membawa semua barang pulang ke Indonesia karena benturan beberapa masalah. Ada barang yang memang tidak akan bisa kupakai di Indonesia, misalnya barang-barang elektronik yang memiliki perbedaan daya listrik. Tape-recorder ataupun rice cooker yang jadi peralatan standar di sini tentu saja harus ditinggal di Jepang, selain karena memang di Indonesia barang serupa sudah tersedia di rumah.
Selain itu, Jepang-Indonesia bukan suatu jarak yang dekat untuk ditempuh. Segala hal harus dipersiapkan dengan matang, jangan sampai ada yang terlupa atau tertinggal. Rasanya ingin membawa pulang semua barang, karena nilai kenangannya, tapi tentu saja hal ini pun tidak mungkin. Terlalu memberatkan! Terutama bila semuanya harus kubawa sediri, karena jasa kuli angkut tidak tersedia di Jepang! Wah! Hal ini membuatku berpikir berkali-kali untuk meringkaskan barang bawaan.
Sebagian barang kuhibahkan pada teman yang mau menampung. Maklum, barang-barang second hand biasanya tidak diminati. Rice cooker dan vacuum cleaner kutitipkan pada seorang teman, dengan pesan agar bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Futon (kasur gulung) dan karpet listrik kukirim pada seorang teman di Tokyo yang juga baru pindahan. Sebagian barang yang tidak penting tentu saja harus dikategorikan sebagai sampah yang harus dibuang. Sebagian lain kukirim dalam paket terpisah, terutama untuk barang yang `tidak terlalu berharga'. Bagiku, tentu semua barang sangat berharga karena nilai sejarahnya. Bagi orang lain mungkin tidak sedemikian besar nilainya. Barang lain yang betul-betul penting tentu saja kuupayakan untuk dibawa sendiri, untuk menghindari resiko rusak atau hilang dalam perjalanan. Persiapan pulang kali ini harus lebih rapi karena aku tidak akan kembali lagi ke Jepang. Pulang kali ini bukan untuk berlibur, jadi apartemen harus kutinggalkan dalam keadaan bersih, jangan sampai ada barang yang terlupa atau tertinggal, karena aku tidak akan mungkin untuk datang lagi hanya untuk menjemput seperai atau apapun yang terlupa untuk dibawa.
Di titik inilah aku baru memikirkan pentingnya persiapan untuk pulang yang sesungguhnya, pulang ke tempat ruh berasal. Selama ini aku hanya berpikir bahwa ajal itu pasti, dan suatu saat aku pun akan dijemputnya. Tapi persiapan lahir-batin belum kulakukan dengan sungguh-sungguh. Bila persiapan untuk pulang ke negara asal saja sedemikian `rapinya', mengapa persiapan untuk pulang ke akhirat nanti tidak (atau mungkin belum) kupersiapkan dengan rapi juga? Padahal justru itulah yang lebih penting.
Apa yang harus `kubuang'? Dosa-dosa yang kulakukan harus disucikan. Hal-hal yang jelek, sikap dan tingkah laku yang tidak benar harus dibuang untuk tidak dilakukan lagi. Apa yang bisa `kukirim' sedikit demi sedikit? Amal-amal harian yang relatif ringan untuk dilakukan tentu harus jadi kebiasaan. `Benda' apa yang betul-betul penting untuk kubawa, sebagai `oleh-oleh' untuk Sang Pencipta. Amal terbaik saja, yang disertai kesungguhan melakukannya.
Pengalaman tinggal di negeri orang membawaku pada pemikiran yang mendalam mengenai arti pulang yang sebenarnya. Semoga aku bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk kepulanganku ke akhirat kelak. Amiin.

D. Utami
http://batikmania. multiply. com

4a.

Bls: [sekolah-kehidupan] Surat Cinta Untuk Calon Suamiku

Posted by: "nazhimah al-mahdiah" nazhimah7989@yahoo.co.id   nazhimah7989

Fri May 15, 2009 8:42 am (PDT)



Kalau kata lagu ed-Coustik
"Nantikanku di Batas Waktu"
Tapi ane...
"Carikanku di batas Waktu"
Hihihihi ^_^

________________________________
Dari: humairayusuf <humaira_ys@yahoo.com>
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 15 Mei, 2009 16:14:00
Topik: Re: [sekolah-kehidupan] Surat Cinta Untuk Calon Suamiku

Subhanallah. ..Semoga Alloh segera menjawab harapan-harapanmu dan mungkin harapan berjuta muslimah pada calon suaminya ?? Sudah kah ada untukmu,...semoga Ya,...cepat tercapai. Tulisan ini indah ukhti....menginspir asi...duh jadi romantis ya...

wass

Humaira yusuf (http://syifahumaira .multiply. com)

--- On Thu, 5/14/09, nazhimah7989 <nazhimah7989@ yahoo.co. id> wrote:

From: nazhimah7989 <nazhimah7989@ yahoo.co. id>
Subject: [sekolah-kehidupan] Surat Cinta Untuk Calon Suamiku
To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
Date: Thursday, May 14, 2009, 3:38 PM

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; "Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan."
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Wassalamu'alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh…

Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com
5a.

Re: [catcil] Dengan Menikah, Bisa Berubah

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Fri May 15, 2009 9:33 am (PDT)



@pak yudi & mas yons
aamiin...

hehehehe, moga suatu hari bisa ngundang pak yudi, mas yons dan temen2 eska lain...
aamiin...

@nia
nia bisa dapat payung cantik atau mug ganteng, nih kayaknya
ga di mana2 komen :P

katanya, sih aku susah gemuk juga karena suka begadang :D

@ mas nur
makasi ya sharingnya :)
entah kenapa waktu itu kepikir nulis ini setelah kakak dan istrinya tinggal di sini... Kok, kayaknya beda dan berubah... Iseng aja ngamatin...
wuiiih, banyak hal yang musti dipelajari dan persiapkan, donk :D
heheheh, so sabar aja nunggu undangannya, hehe :D

salam

Novi

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Nursalam AR <nursalam.ar@...> wrote:
>
> Hihi..topiknya jadi berubah ya:). Emang Novi mau ngundang nikahan
> ya?Kapan?;p. Btw, menikah memang mengubah seseorang. Tadinya bujangan jadi
> suami atau istri. Awalnya sendiri sekarang berdua. Bahkan nanti bertiga atau
> bersekian. Yang jelas yang berubah adalah beban tanggung jawab. Tanggung
> jawab tsb membawa banyak efek: psikologis (sebagai suami atau istri),
> kepemimpinan (sebagai kepala atau ratu rumah tangga), ekonomis (nambah beban
> yang harus dihidupi, bukan cuma perut sendiri;), sosiologis (diperhitungkan
> dalam tatanan kemasyarakatan, contoh: mulai diundang dalam rapat-rapat
> RT,hehe..).
>
> Dari sekian banyak efek tersebut macam-macam pula tantangannya (lebih enak
> bilang 'tantangan' ketimbang 'hambatan') yang bikin "hidup lebih hidup".
> Dukanya, kalo mental kita tidak siap dengan segenap tantangan tsb, atau
> justru punya harapan terlalu besar. Sukanya, ada banyak pelajaran batin yang
> jadi hikmah ('ibroh, kata ikhwan). Juga pelajaran fisik (belajar betulin
> genteng, sedikit2 elektro untuk betulin lampu dan elektronik yg rusak -- kan
> tidak mungkin selalu panggil tukang reparasi mengingat kondisi kas yg harus
> terkendali;D) dan pelajaran emosi (belajar bernegosiasi dan berkompromi).
> Jadi, menikah bukan cuma persiapan finansial yang penting. Bekal kematangan
> emosi juga perlu disiapkan tuh, Nov. Meski terkesan klasik, baca-baca buku
> parenting dan persiapan nikah, memang layak dilakukan.
>
>
> Ditunggu undangannya,huehehe...
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
> -ditulis berdasarkan kisah nyata seorang suami dan ayah dari bayi 6 bulan
> -;p-
>
>
>
> On 5/15/09, Nia Robie' <musimbunga@...> wrote:
> >
> >
> >
> > jiaaaaa!! kalo urusan nikah2an! langsung kayak api :P
> > hihi...
> > mau koment lagi ah:
> >
> > semnagt ya bu;)
> > biar ndut kayak aku;)
> >
> > Pada 15 Mei 2009 14:32, Yon's <kolumnis@...> menulis:
> >
> >>
> >>
> >> ditunggu undanganya yah
> >> ok ok ok :-)
> >>
> >> salam
> >> yon's
> >>
> >> Pada 15 Mei 2009 13:41, yudhi mulianto <yudhi_sipdeh@...> menulis:
> >>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>> he.he..he...
> >>>
> >>> setujuh banget sama mba Novi :-)
> >>>
> >>> Dengan Menikah, Bisa Berubah. Tapi sepertinya Mpok Novi mendambakan yang
> >>> Bertanggung Jawab ya :-D
> >>>
> >>> Semoga mba Novi segera mendapatkan seperti yang diharapkan. amin
> >>>
> >>> Dan kita diundang untuk ikut makan enak...lho makan enaaak?
> >>> maksudnya ditraktir sama mba Novi :-)
> >>>
> >>> salam dari kakak
> >>>
> >>> --- On Fri, 5/15/09, novi khansa' <novi_ningsih@...<novi_ningsih%40yahoo.com>>
> >>> wrote:
> >>>
> >>> From: novi khansa' <novi_ningsih@... <novi_ningsih%40yahoo.com>>
> >>> Subject: [sekolah-kehidupan] [catcil] Dengan Menikah, Bisa Berubah
> >>>
> >>> "Dengan Menikah, Bisa Berubah"
> >>>
> >>>
> >>> Ini hanya pendapatku sebagai pengamat. Mungkin lain lagi pendapat
> >>> teman-teman yang sudah menikah, hehe...
> >>>
> >>> novi_khansa' kreatif
> >>>
> >>> ~Graphic Design 4 Publishing~
> >>> YM : novi_ningsih
> >>> http://akunovi. multiply. com> http://novikhansa. rezaervani. com/
> >>>
> >>>
> >>>
> >>
> >>
> >>
> >> --
> >> ==================
> >> ~ http://yons.web.id~
> >> pekerja media | penikmat buku
> >>
> >>
> >>
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> -"A long journey begins with one small step" (Chinese proverb) -
> Nursalam AR
> Translator & Writer
> 0813-10040723
> 021-92727391
> www.nursalam.multiply.com
> YM ID: nursalam_ar
> Facebook: nursalam ar
> Ingin belajar menulis & menerjemahkan?
> ke www.pensilmania.multiply.com aja!
>

6.

[catcil] Surat untuk Adinda

Posted by: "ifan yudianto" ifanxlv@yahoo.com   ifanxlv

Fri May 15, 2009 6:06 pm (PDT)



Disana adindaku berjuang menimba ilmu. Berbekal keimanan dindaku bertahan pula dari godaan hawa nafsu. Sempat aku bayangkan hidup di kos yang jauh dari pengawasan orang tua, saat dimana kebebasan berada di depan mata.
Dulu aku juga seorang anak kos, kualami betapa dasyatnya godaan tentang iman. Kos yang penuh damai tiba-tiba bisa terusik oleh kedatangan anak muda yang bejat akhlak moralnya. Kutahu darinya bahwa mudah untuk mempermainkan hati gadis yang keperawanannya di ujung tanduk. Gadis bodoh pintaku, betapa mudah mereka tergiur bujuk rayuan gombal.

Adindaku di pulau seberang sana, janganlah dinda tergoda mulut manis pria. Akan ada seribu kebohongan tentang mereka, mereka senantiasa menunggumu lemah dinda. Kumohon, jagalah dirimu dinda, pertebal imanmu dengan beribadah kepada-NYA. Hanya kepada-NYA lah kita berlindung, dan hanya dari-NYA lah kita diberi keselamatan. Dunia luar begitu kejam dinda, carilah teman-teman yang akhlaknya mulia. Belajar dan berjuanglah meraih cita-cita.

Dari seorang kakak

Untuk adinda tersayang.

7.

Mimbar (2) : Ciri-ciri Orang Jatuh Cinta

Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com   marif_assalman

Fri May 15, 2009 10:11 pm (PDT)




Anton-bukan nama sebenarnya-terlihat begitu bahagia, langit mukanya cerah memantulkan keceriaan. Beberapa hari yang lalu ia mendapat kiriman surat dari seorang wanita yang telah ia khitbah sebelum berangkat ke Mesir. Dan surat tersebut adalah surat yang ke-4.
 
Setiap kali mendapat kiriman surat, setiap kali itu juga Anton nampak ceria dan bersemangat, seakan-akan ia sedang merasakan sebuah kebahagiaan yang sulit untuk dibendung. Surat tersebut ia baca berulang kali, kadang terlihat air matanya menetes, karena kuatnya hembusan angin kerinduan di padang sahara hatinya. Kadang ia terlihat merenung, mencoba hidup di alam lain, mengikuti tarian pikirannya dan memutar ulang memori masa lalu ketika masih di Indonesia. Dan kalau sedang dalam keadaan seperti itu Anton sangat pantang untuk diganggu.
 
Surat-surat yang datang dari kekasih hati dan pujaan hati tersebut selalu ia jaga, ia letakkan di tempat yang baik. Dan ketika gejolak kerinduan memenuhi ruang hatinya, membumbung tinggi di alam cakrawala jiwanya, Anton kembali membaca surat-surat yang datang dari kekasih hatinya.
 
Saat ditanya sudah berapa kali ia membaca surat-surat dari kekasih hatinya tersebut, ia menjawab, "Sudah lebih dari sepuluh kali". Kemudian ia mengatakan, "Hal itu belumlah bisa mengobati sakit rindu yang saya rasakan. Setiap kali saya membaca, setiap kali itu juga kerinduan saya bertambah," lanjut Anton.
 
Penyakit rindu Anton nampak semakin kronis, dari hari ke hari ia semakin suka merenung.
Kisah Anton dan laki laki yang kasmaran lainnya sudah sering kita dengar dan mungkin diantara kita pernah mengalami seperti yang dirasakan Anton. Ketika seseorang yang sedang jatuh cinta mendapat kiriman surat dari sang pacar atau calon, apa reaksi yang terjadi dalam hatinya? Berbagai rasa bergejolak.
 
Surat cinta ternyata bisa menggugah hati, membangkitkan kerinduan, mendorong semangat, menumbuhkan kepercayaan diri, merubah suasana dan membuat terlena. Surat cinta seperi air laut yang semakin diminum tidak bisa menghilangkan rasa haus. Surat cinta bagaikan lecutan halus bagi jiwa yang sedang lemah.
 
Bagai bahan bakar api cinta yang mulai meredup. Bagaikan pelita ketika sang kekasih masih samar-samar meniti jembatan cinta menuju ke seberang jalan. Surat cinta adalah nyanyian jiwa, suara hati, ungkapan kerinduan dan hembusan angin sorga. Surat cinta adalah gambaran kanvas hati sang kekasih, lukisan jiwa dan bingkasan rindu.
 
Ia adalah ayat-ayat cinta. Yang bila di dalamnya disebutkan nama kekasih, bergetarlah hati si pemilik cinta dan ketika dibacakan padanya ayat-ayat tersebut bertambahlah rasa cinta dan gejolak kerinduan untuk bertemu sang kekasih hati.
 
Membaca surat cinta merupakan hobi yang sedang jatuh cinta, pekerjaan tanpa upah dan gaji. Membaca surat cinta adalah petualangan menuju ke alam penuh kasih dan kerinduan. Anton membaca surat cinta dengan penuh rasa haru, rindu dan khusyuk. Bahkan karena derasnya aliran sungai kerinduan dalam hatinya, air matanya harus tumpah. Cinta yang kuat dan besar telah meraih hatinya, dan bahkan memperbudak jiwanya.
 
Adakah suasana yang kita rasakan ketika membaca ayat-ayat Allah sebagaimana yang dirasakan oleh Anton dan orang-orang yang jatuh cinta lainnya ketika membaca surat dari sang kekasih? Adakah jiwa bergetar dan kerinduan kita berjumpa dengan Allah semakin bertambah sehingga karena kuatnya kerinduan tersebut tergerak hati untuk cepat meninggalkan dunia agar bisa bertemu dengan Allah, kekasih hati yang abadi?
 
Sesungguhnya diantara ciri-ciri sifat orang-orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama Allah, bergetarlah hati mereka, dan ketika dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah, bertambahlah iman mereka. Mereka adalah orang- orang beriman yang sesungguhnya. Bergetarnya hati dan kuatnya ombak kerinduan yang melanda samudera hati adalah karena hati telah dikuasai oleh cinta pada yang dicintai. Semakin kuat rasa cinta itu bergejolak dalam hati semakin kuatlah getaran itu terasa.
 
Para pecinta sejati tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan sang kekasih. Sesungguhnya keinginan yang sulit untuk dibendung adalah ingin selalu berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman. Begitulah semestinya hati orang-orang beriman, orang yang mengaku mencintai Penguasa jiwanya, Pencipta dirinya dan yang selalu tanpa pernah henti melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
 
Benarkah kita mencintai Allah dengan sebenarnya? Ataukah kata-kata itu hanya penghias bibir dan kebohongan belaka? Adakah hati ini bergetar ketika disebutkan pada kita nama Allah? Adakah iman kita bertambah ketika dibacakan pada kita ayat-ayat Allah?
Kisah Anton di atas sedikit banyaknya bisa kita ambil darinya pelajaran bahwa rasa cinta yang hadir, tumbuh subur dan bersemi dalam hati bisa membuat seseorang selalu dilanda kerinduan untuk bertemu dengan sang kekasih hati. Dan ketika mendengar nama sang kekasih, hati bergetar dan dorongan cinta semakin bertambah.
 
Allah adalah Pencipta kita. Pencipta alam semesta. Allah yang memberi kita kehidupan, memberi kita rezki dan begitu banyak nikmat yang telah Allah limpahkan pada kita. Dan nikmat yang paling besar yang Allah anugerahkan pada hamba-Nya adalah nikmat iman dan islam, yang dengannya manusia akan selamat hidup di dunia dan di akhirat.
Sesungguhnya Allah yang maha kekal lah yang lebih pantas untuk kita cintai dengan makna cinta yang sesungguhnya. Kepada-Nyalah kerinduan itu hendaknya diperuntukan, rasa cinta itu diberikan. Dan air mata itu ditumpahkan.
 
Semoga bisa menjadi renungan kita bersama, insya Allah.
 
http://www.eramuslim.com/oase-iman/ciri-ciri-orang-jatuh-cinta.htm
 
 

8a.

KORBAN MIRAS OPLOSAN KEMBALI BERTAMBAH (CATATAN KAKI)

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Sat May 16, 2009 2:43 am (PDT)




Korban tewas akibat pesta minuman keras oplosan yang terjadi di Kota Tegal, Jawa Tengah, hingga Jumat (15/5) terus bertambah menjadi 18 orang.
Lima korban kritis masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah dan Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda Kota Tegal, kata Kepolresta Tegal AKBP Ahmad Husni melalui Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu di Tegal, Jumat.
 (http://id.news.yahoo.com/antr/20090515/tid-korban-tewas-minuman-oplosan-bertamb-f9ffe45.html)
Tapi berita yang didengar hari ini (16/5-2009), menyatakan korban miras oplosan ini telah mencapai 21 orang.
Sudah banyak sekali korban yang berjatuhan. Ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Satu nyawa melayang bukan merupakan hal yang sepele. Satu nyawa yang melayang sama saja dengan melayangnya nyawa seluruh umat manusia.  Lihat ayat di bawah ini;
"Oleh karena itu Kami tetapkan  (suatu hukum) bagi Bani Israil, barangsiapa membunuh seseorang, bukan orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia." (QS Al-Maidah (5):32)
Jelas sekali, hilang satu nyawa manusia sama saja dengan hilangnya nyawa seluruh manusia. 21 orang yang menjadi korban berarti sama dengan berapa nyawa yang hilang?
 Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapakah yang harus bertanggung jawab?
Para korban merupakan orang-orang yang ikut berpesta miras oplosan. Mereka sama-sama 'menenggak' miras oplosan secara berjama'ah. Tidak ada satu pun diantara mereka yang memperingatkan atau mencegah tindakan ini.
Bukan itu saja, nampaknya kegemaran mereka terhadap miras sudah sedemikian rupa. Sehingga miras yang hanya berisikan alkohol, nampaknya tidak cukup. Mereka memerlukan miras dengan kreasi baru, miras dengan daya fly yang cepat dan cukup bertahan lama.
Selain itu, tidak ada dalam diri mereka masing-masing, pencegah. Kesadaran bahwa minuman keras itu berbahaya bagi akal dan tubuh, sepertinya telah hilang. Apalagi kesadaran mengenai minuman keras dipandang dari sudut Islam, mungkin tidak berbekas sedikitpun.
Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, perlu penanganan yang cepat. Perlu penanganan yang berskala besar. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Tegal. Peristiwa ini juga terjadi di Semarang.
Menarik minuman keras dari pasaran saja tidak cukup, bila sumbernya juga tidak ditindak.  Bila minuman keras tidak pernah diberantas, maka akan muncul berbagai oplosan miras dengan kreasi-kreasi barunya. Kemudian akan muncul korban-korban baru. Inikah yang diinginkan?
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com
8b.

KORBAN MIRAS OPLOSAN KEMBALI BERTAMBAH (CATATAN KAKI)

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Sat May 16, 2009 2:44 am (PDT)




Korban tewas akibat pesta minuman keras oplosan yang terjadi di Kota Tegal, Jawa Tengah, hingga Jumat (15/5) terus bertambah menjadi 18 orang.
Lima korban kritis masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah dan Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda Kota Tegal, kata Kepolresta Tegal AKBP Ahmad Husni melalui Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu di Tegal, Jumat.
 (http://id.news.yahoo.com/antr/20090515/tid-korban-tewas-minuman-oplosan-bertamb-f9ffe45.html)
Tapi berita yang didengar hari ini (16/5-2009), menyatakan korban miras oplosan ini telah mencapai 21 orang.
Sudah banyak sekali korban yang berjatuhan. Ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Satu nyawa melayang bukan merupakan hal yang sepele. Satu nyawa yang melayang sama saja dengan melayangnya nyawa seluruh umat manusia.  Lihat ayat di bawah ini;
"Oleh karena itu Kami tetapkan  (suatu hukum) bagi Bani Israil, barangsiapa membunuh seseorang, bukan orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia." (QS Al-Maidah (5):32)
Jelas sekali, hilang satu nyawa manusia sama saja dengan hilangnya nyawa seluruh manusia. 21 orang yang menjadi korban berarti sama dengan berapa nyawa yang hilang?
 Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapakah yang harus bertanggung jawab?
Para korban merupakan orang-orang yang ikut berpesta miras oplosan. Mereka sama-sama 'menenggak' miras oplosan secara berjama'ah. Tidak ada satu pun diantara mereka yang memperingatkan atau mencegah tindakan ini.
Bukan itu saja, nampaknya kegemaran mereka terhadap miras sudah sedemikian rupa. Sehingga miras yang hanya berisikan alkohol, nampaknya tidak cukup. Mereka memerlukan miras dengan kreasi baru, miras dengan daya fly yang cepat dan cukup bertahan lama.
Selain itu, tidak ada dalam diri mereka masing-masing, pencegah. Kesadaran bahwa minuman keras itu berbahaya bagi akal dan tubuh, sepertinya telah hilang. Apalagi kesadaran mengenai minuman keras dipandang dari sudut Islam, mungkin tidak berbekas sedikitpun.
Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, perlu penanganan yang cepat. Perlu penanganan yang berskala besar. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Tegal. Peristiwa ini juga terjadi di Semarang.
Menarik minuman keras dari pasaran saja tidak cukup, bila sumbernya juga tidak ditindak.  Bila minuman keras tidak pernah diberantas, maka akan muncul berbagai oplosan miras dengan kreasi-kreasi barunya. Kemudian akan muncul korban-korban baru. Inikah yang diinginkan?
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Yahoo! Groups

Join people over 40

who are finding ways

to stay in shape.

Yahoo! Groups

Auto Enthusiast Zone

Love cars? Check out the

Auto Enthusiast Zone

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: