Kyai Nur Fathoni Zein
Kembangkan Panti untuk Orang Gila
* Oleh Moh Anhar
BERGELUT setiap hari dengan orang-orang yang telah hilang akal menjadi
aktivitas sehari-hari Kiai Nur Fathoni Zein, pengasuh Panti
Rehabilitasi Sakit Jiwa Nurussalam.
Bertempat di Ngepreh, Sayung, Demak, sudah lebih dari 12 tahun ia
mengembangkan tempat penampungan orang-orang gila. Bermula dari sebuah
gubug bambu, kini tempat penampungan itu berdiri megah dan bersih
dengan jumlah pasien penderita hingga 250 orang.
Umumnya orang gila di jalanan yang hidupnya sudah dianggap tidak
memiliki masa depan akan tidak dipedulikan. Namun bagi Pak Nur, sapaan
akrabnya, bersama santrinya justru sengaja menyusuri Jl Semarang -
Demak untuk mencari orang-orang gila lalu diurusnya. Pada awal
pencarian tahun 1997 itu, ia berhasil menemukan tujuh orang penderita.
Lambat laun panti itu mulai dikenal hingga akhirnya secara getok tular
menjadi jujugan warga yang memiliki anggota keluarga sakit jiwa untuk
ditampung di panti tersebut. ''Bermula dari rasa kasihan kepada
mereka, kami tergerak hatinya untuk mendirikan panti rehabilitasi,''
kata pria kelahiran 21 Januari 1970 itu.
Saat ditemukan banyak dari mereka yang berpenampilan tidak karuan.
Bahkan ada pula penghuni panti perempuan yang saat ditemukan dalam
kondisi hamil. Sudah ada lima bayi yang dilahirkan di panti itu. ''Dua
di antaranya sudah ada yang mengadopsi.''
Ia menuturkan kisah awal pendirian panti. Suatu kali ia pernah
kerepotan saat mengendari Vespa yang mogok di tanjakan daerah
Ngaliyan. Padahal saat itu istrinya, Siti Maisyaroh Alhafidzah sedang
hamil. Karena saat itu yang ditemui orang gila, maka iapun tetap
memintai tolong untuk mendorong.
Berhasil melintasi tanjakan, ia ingin mengucapkan terima kasih kepada
orang gila tersebut. Namun ia merasa heran karena sudah tidak terlihat
lagi. Sejak saat itu terbukalah niatnya untuk mendirikan panti
rehabilitasi, yang sebelumnya sudah ada pondok pesantren yang
dikembangkannya.
Pada Religi
Untuk rehabilitasi, panti itu lebih menitikberatkan pada religi dan
alternatif seperti, ramuan jamu, terapi pijat, dan terapi air. Selama
dua kali dalam seminggu ada petugas Puskesmas yang melakukan
pemeriksaan kesehatan fisik. Pasien yang sudah sembuh ada yang diambil
keluarganya serta ada yang diangkat menjadi santri, pengurus panti,
serta penghafal Alquran.
Dalam pengelolaannya, panti itu dibawah naungan Yayasan Al Fathoni
Nurussalam. Lembaga yang didirikan awal mula yakni pondok pesantren
dan berkembangan memiliki lembaga pendidikan RA (setingkat TK). Secara
perlahan berkembang dengan didirikannya MI (setingkat SD) dan setahun
terakhir sudah ada MTs (setingkat SMP).
Bantuan Pemerintah turut andil dalam pengembangan lembaga pendidikan
tersebut. Bahkan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan yayasan untuk
memberikan tempat tampungan bagi orang gila yang ditemukan di ibukota
negara itu.
Meski demikian pengembangan lembaga itu hanya tergantung pemerintah.
Untuk menghidupi, pondok itu mengembangkan usaha sendiri, yakni
peternakan ayam yang kini mencapai 36 ribu ekor. Dari usaha itu bisa
dihasilkan Rp 60 juta selama 35 hari sekali.
Selain itu juga ternak ikan lele yang bisa menghasilkan 2 ton dalam
jangka waktu 3 bulan. Saat ini Pondok juga merintis penanaman cabai
yang merupakan bantuan dari pemerintah. (18)
sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/05/12/109199/Kembangkan-Panti-untuk-Orang-Gila-
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar