Jumat, 18 Maret 2011

[daarut-tauhiid] Antara The Sydney Morning Herald, The Age dan Bom Utan Kayu

Antara The Sydney Morning Herald, The Age dan Bom Utan Kayu

Jakarta menjadi kalang kabut. Marah dan kecewa. Sampai-sampai Ibu Ani
menitikkan air mata. Semuanya itu gara-gara pemberitaan dua Koran Australia
The Sydney Morning Herald dan The Age, yang membuat head line dengan tuduhan
bahwa Presiden SBY, melakukan "abused of power". Sebutan Presiden SBY
melakukan "abused of power" itu membuat Jakarta mendidih.

Betapa tidak. Kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Australia disuguhi dengan
suguhan yang sangat menyakitkan tenggorokkan. Di mana Presiden SBY dituduh
dengan melakukan "abused of power", yaitu melakukan internvensi terhadap
jaksa dan hakim, isterinya memperkaya diri, dan mantan Wapres Yusuf Kalla,
juga dituduh menggunakan uang jutaan dolar untuk mendapatkan dukungan dari
partai Golkar, yang kemudian Golkar menjadi alat pemerintah selama periode
2004-2009.

Tetapi, sesungguhnya dari mana sumber berita yang digunakan oleh dua Koran
Australia itu? Sumbernya dari Wikileaks, dan Wikileaks mendapatkan bocoran
dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di Jakarta. Inilah yang menjadi
persoalan.

Mengapa isi kawat Wikileaks itu harus dibocorkan oleh The Syddney Morning
Herald dan The Age, dan menjadi sebuah 'head line'? Keruan saja beritu itu
menjadi masalah besar, dan selama ini tidak ada media di Jakarta, yang
pernah menyentuh sampai ke pusat kekuasaan. Apalagi, Presiden dikonotasikan
dengan korupsi dan penyalah gunaan kekuasaan.

Pemberitaan dua media Australia itu membuat krisis politik, khususnya
hubungan antara Jakarta-Washington, bahkan Presiden Barack Obama yang
dijadwalkan akan berbicara melalui telpon dengan Presiden SBY pun, akhirnya
dibatalkan. Tak kalah penting lagi, seorang pejabat Deplu AS di Washington,
berkaitan dengna peristiwa itu mengundurkan diri. Presiden Obama yang akan
berbicara dengan Presiden SBY, berkaitan dengan konferensi East Asia Summits
akhirnya dibatalkan. Inilah insiden diplomatik antara Jakarta-Washington,
yang akan mempengaruhi hubungan dua negara.

Adakah pembocoran yang dilakukan Wikileaks terhadap isi kawat diplomatik
itu, karena memang terjadi perubahan sikap Washintong terhadap Presiden SBY?
Adakah pemerintahan SBY sudah dianggap tidak lagi dapat membawa misi
kepentingan AS? Sehingga,harus dibocorkan kawat diplomatik yang sangat
sensitip itu? Pembocoran isi kawat diplomatik oleh Wikileaks itu, sejatinya
dapat memicu krisis politik, dan akan semakin memorosotkan kredibelitas
pemerintahan dan pribadi SBY, yang belakangan ini terus merosot dukungannya.

Situasi politik di Jakarta belakangan ini memang semakin tidak nyaman. Hiruk
pikuk dengan reshuffle yang merupakan 'the battle field' antara kekuatan
politik yang ada dalam koalisi sangat berhawa panas. Meskipun, sampai
sekarang Presiden tidak berani mengambil tindakan reshuffle untuk melakukan
perubahan yang dituntut Partai Demokrat.

Indonesia memang tidak terlalu penting bagi AS, dilihat dari segi ukuran
ekonominya,yang masih dibawah prediksi sebagai kekuatan ekonomi 'middle',
yang akan dapat menjadi mitra strategis ekonomi AS. Mungkin AS juga tidak
melihat posisi penting Indonesia dalam mengatasi krisis regional yang ada
sekarang ini, khususnya dengan kepemimpinan Presiden SBY. Washington secara
dini seakan memberikan 'warning', kemungkinan pergantian kekuasaan yang akan
dapat memberikan kenyamanan bagi Washintong, khususnya di Asean ini.

Di tengah-tengah meledaknya kasus Koran The Sydney Morning Herald Tribune
dan The Age, yang mencerca Presiden SBY, tiba-tiba meledak "paket bom" di
Utan kayu, di kantor Radio 68 H, yang merupakan tempat "Mas Gun" (Gunawan
Muhamad) dan dedengkot JIL (Jaringan Islam Leberal), Ulil Abshor yang
sekarang menjadi nakhoda (ketua) di Partai Demokrat. Kemudian Kapolda DKI
Jakarta, Irjen Pol Sutarman, mengatakan perang melawan teroris belum
berakhir.

Kemudian hingar bingar tentang berita yang memojokkan Presiden SBY dari The
Sydney Morning Herald dan The Age terkubur, orang sibuk lagi memikirkan
ancaman teroris. Wallahu'alam.

http://www.eramuslim.com/editorial/antara-the-sydney-morining-herald-tha-age-dan-bom-utan-kayu.htm


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: