Messages In This Digest (9 Messages)
- 1.1.
- File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
- 2.
- Renungan Hari Ini From: Udo Yamin Majdi
- 3.
- Kantor atau Rumah ? From: mowsaku
- 4a.
- Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah? From: satriyo
- 4b.
- Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah? From: Nursalam AR
- 4c.
- Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah? From: Nursalam AR
- 5.
- Artikel: Mendambakan The Best Place To Work For From: Dadang Kadarusman
- 6.
- Berkarya Di Usia Tua From: Dewo
- 7.
- ORANG ISLAM WAJIB BERUSAHA JADI KAYA From: Dewo
Messages
- 1.1.
-
File - Moderator Sekolah Kehidupan
Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sun Jun 12, 2011 3:22 am (PDT)
(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email
Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,
Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.
1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE
2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.
Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.
Salam Hormat,
Moderator Bersama
- 2.
-
Renungan Hari Ini
Posted by: "Udo Yamin Majdi" ibnu_majdi@yahoo.com ibnu_majdi
Sun Jun 12, 2011 4:46 pm (PDT)
Renungan Hari Ini
===
Lalat meskipun di taman bunga, tetap saja mencari sampah. Sebaliknya, kumbang walaupun di tempat sampah, tetap saja mencari madu di bebungaan. Begitu juga manusia, pendosa walaupun dalam Rumah Ibadah, tetap saja melakukan kemaksiatan, sebaliknya orang baik meskipun di tempat maksiat, ia tetap akan melakukan keta'atan. Termasuk jenis manakah diri kita? (UDO YAMIN MAJDI)
===
========
Salam SMART & Tabik
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Udo Yamin Majdi
# Mentor Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler dan Terpadu)
# Founder dan pengelola Milis wordsmartcenter@yahoogroups. , www.wordsmartcentercom .com dan www.wordsmartcenter .net
# Blog Pribadi: http://udoyamin.multiply. com/
# No HP: +6282124417561
# YM & FB: ibnu_majdi & udoyaminmajdi
- 3.
-
Kantor atau Rumah ?
Posted by: "mowsaku" mowsaku@yahoo.com mowsaku
Mon Jun 13, 2011 12:21 am (PDT)
Unik, aneh, ekstrim, ngaco, atau nggak HRD banget. Itulah mungkin
komentar yang akan muncul ketika melihat cara para karyawan bekerja pada
suatu perusahan di luar negeri sana.
Karena letaknya di dekat pantai, aturan perusahaan membolehkan
karyawannya berseluncur kapanpun bahkan pada jam kerja sekalipun. Tak
jarang terdengar tangis bayi karyawan yang dibawa ke ruang kantor. Dan
jangan salah, itu suasana di kantor loh, tapi.. kok seperti dirumah saja
?.
Sang pemilik perusahaan memang mengkondisikan kantor mejadi lebih
manusiawi hingga tak jauh seperti suasana di rumah para karyawan. Dalam
salah satu pidatonya, sang CEO mengatakan,
"Kami ingin menjadikan samar/ tidak jelas antara mana suasana kantor
dan mana suasana rumah, sedang bekerja atau sedang bermain, ketika para
karyawan beraktivitas di kantor kami "
Berani menciptakan suasana kerja seperti itu ?
Salam Motivacoms
Sumber : www.motivacoms.com
- 4a.
-
Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
Posted by: "satriyo" satriyo.boedi@gmail.com satriyo_as
Mon Jun 13, 2011 12:26 am (PDT)
Mas Amrullah,
Sila lihat posting dan komen di wall facebook saya berisi tulisan mas
Nur yg sdh saya tambahkan refrensi hadisnya. Maaf dr BB saat ini susah
mengakses fb saya itu :-(
Satriyo
On 6/10/11, bintang_maha_putra@yahoo. co.id
<bintang_maha_putra@yahoo. > wrote:co.id
> Mas Nur,
> Klo boleh tahu, mohon bunyi haditsnya seperti apa? Siapa perawinya? Makasih
>
> Regards,
>
>
> Yozar F. Amrullah
>
> Dikirim dari Yozar.ReMixer RainbowBerry® smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >
> Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Date: Tue, 7 Jun 2011 17:17:51
> To: sekolah kehidupan<sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
> Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Cc: Nursalam AR<nursalam.ar@gmail.com >
> Subject: [sekolah-kehidupan] Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>
> Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>
> Oleh Nursalam AR
>
>
> Iya, bolehkah?
>
> Demikian suatu pertanyaan yang mengemuka di sebuah milis lain.
> Menarik, karena yang punya argumentasi mengemukakan pendapatnya
> disertai hadis Nabi Muhammad SAW tentang dilarangnya menisbatkan nama
> suami di belakang nama istri seperti yang banyak dilakukan orang saat
> ini. Misalnya, istri mantan presiden AS,Bill Clinton, yang menisbatkan
> nama suaminya di belakang namanya menjadi Hillary Rodham Clinton.
>
> Di sebuah artikel lain yang pernah saya baca, praktik penisbatan nama
> suami seperti itu dianggap sebagai bentuk dominasi patriarki
> (kekuasaan lelaki) atas perempuan.
>
> Hemat saya, soal nama, khusus untuk kaum perempuan apalagi ibu-ibu
> memang unik. Di
> lingkungan sekitar rumah saya yang baru (yang baru ditempati 5 bulan
> ini), istri saya biasa
> dikenal dengan 3 nama: Umminya Alham (nama anak saya), Mamanya Alham
> dan Bu Nursalam. Nama aslinya sendiri (Yuni) tenggelam:D.
>
> Pernah ibu-ibu tetangga bilang ke istri saya,"Ih,ibu kok kemarin
> dipanggil ga nengok?"
>
> Karena istri saya keliatan bingung, ia menambahkan,"Itu, waktu saya
> panggil 'Bu Nur..Bu Nur'." Oalah, pantas saja istri saya tak nengok.
> Ia kira yang dipanggil orang lain.
>
> Yah, itulah budaya di masyarakat. Tapi secara pribadi saya setuju
> dengan hadis tersebut tentang penisbatan nama suami tersebut (emang
> kudu yah kalo Muslim mah. Terserah jika ummat agama lain):D. Saya
> sendiri membebaskan istri saya untuk menggunakan namanya sendiri, Yuni
> Meganingrum, baik di formulir formal atau akun jejaring sosial
> sekalipun. Dan bukan Yuni Salam atau Yuni Rahman.
>
> Sebab, lepas dari 'ancaman' hadis tersebut, salah satu hikmah
> pelarangan penisbatan nama suami tersebut adalah pembebasan atau
> pengakuan Islam atas hak identitas perempuan. Di masa jahiliyah,
> sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, perempuan biasa dianggap sebagai
> barang atau aset, yang bisa diwariskan ke anak atau diberikan kepada
> orang lain. Perempuan tak punya hak secuil pun termasuk hak identitas
> atas namanya sendiri.
>
> Hikmah lainnya, juga tentang keajegan. Jika dinisbatkan pada ayah kan
> jelas dan tak berubah. Karena tak ada bekas ayah atau bekas anak.
> Namun, yang ada bekas istri atau bekas suami. Kasus seperti ini pernah
> terjadi atas penyanyi Elya Khaddam yang terkenal dengan lagu 'Boneka
> India'.
>
> Konon di awal karirnya ia pakai nama Elya Agus, sesuai nama ayahnya.
> Namun karirnya biasa saja. Setelah menikah dan pakai nama Elya
> Khaddam, karirnya melejit dengan hits lagu 'Boneka India' tersebut.
> Beberapa tahun setelah tenar, ia bercerai dengan Khaddam.
> Memang tak ada persoalan soal penggunaan nama 'Khaddam' karena Elya
> pun masih menggunakannya hingga bertahun-bertahun setelah cerai.
> Belakangan ia kembali ke nama aslinya 'Elya Agus'.
>
> Kasus lain yang serupa juga terjadi pada artis sinetron Firdha Razak
> yang dulu ngetop dengan sinetron awal 90-an "Opera Tiga Jaman" di
> RCTI. Saat ngetop ia adalah istri Razak Satari, seorang produser di
> RCTI. Setelah bercerai, ia pun masih pakai nama itu karena sudah
> merupakan trademark atau label keartisan. Meski kemudian setelah
> menikah dengan seorang bule Jerman ia berganti nama menjadi Firdha
> Kussler.
>
>
>
> --
> www.nursalam.wordpress. com
>
>
--
Sent from my mobile device
- 4b.
-
Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Mon Jun 13, 2011 12:32 am (PDT)
Terima kasih, Mas Satriyo. Jika berkenan, di-share juga ya alamat
FB-nya,biar yang lain tahu:).
salam,
Nursalam AR
On 6/10/11, satriyo <satriyo.boedi@gmail.com > wrote:
> Mas Amrullah,
> Sila lihat posting dan komen di wall facebook saya berisi tulisan mas
> Nur yg sdh saya tambahkan refrensi hadisnya. Maaf dr BB saat ini susah
> mengakses fb saya itu :-(
>
> Satriyo
>
> On 6/10/11, bintang_maha_putra@yahoo. co.id
> <bintang_maha_putra@yahoo. > wrote:co.id
>> Mas Nur,
>> Klo boleh tahu, mohon bunyi haditsnya seperti apa? Siapa perawinya?
>> Makasih
>>
>> Regards,
>>
>>
>> Yozar F. Amrullah
>>
>> Dikirim dari Yozar.ReMixer RainbowBerry® smartphone
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >
>> Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
>> Date: Tue, 7 Jun 2011 17:17:51
>> To: sekolah kehidupan<sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
>> Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
>> Cc: Nursalam AR<nursalam.ar@gmail.com >
>> Subject: [sekolah-kehidupan] Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>>
>> Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>>
>> Oleh Nursalam AR
>>
>>
>> Iya, bolehkah?
>>
>> Demikian suatu pertanyaan yang mengemuka di sebuah milis lain.
>> Menarik, karena yang punya argumentasi mengemukakan pendapatnya
>> disertai hadis Nabi Muhammad SAW tentang dilarangnya menisbatkan nama
>> suami di belakang nama istri seperti yang banyak dilakukan orang saat
>> ini. Misalnya, istri mantan presiden AS,Bill Clinton, yang menisbatkan
>> nama suaminya di belakang namanya menjadi Hillary Rodham Clinton.
>>
>> Di sebuah artikel lain yang pernah saya baca, praktik penisbatan nama
>> suami seperti itu dianggap sebagai bentuk dominasi patriarki
>> (kekuasaan lelaki) atas perempuan.
>>
>> Hemat saya, soal nama, khusus untuk kaum perempuan apalagi ibu-ibu
>> memang unik. Di
>> lingkungan sekitar rumah saya yang baru (yang baru ditempati 5 bulan
>> ini), istri saya biasa
>> dikenal dengan 3 nama: Umminya Alham (nama anak saya), Mamanya Alham
>> dan Bu Nursalam. Nama aslinya sendiri (Yuni) tenggelam:D.
>>
>> Pernah ibu-ibu tetangga bilang ke istri saya,"Ih,ibu kok kemarin
>> dipanggil ga nengok?"
>>
>> Karena istri saya keliatan bingung, ia menambahkan,"Itu, waktu saya
>> panggil 'Bu Nur..Bu Nur'." Oalah, pantas saja istri saya tak nengok.
>> Ia kira yang dipanggil orang lain.
>>
>> Yah, itulah budaya di masyarakat. Tapi secara pribadi saya setuju
>> dengan hadis tersebut tentang penisbatan nama suami tersebut (emang
>> kudu yah kalo Muslim mah. Terserah jika ummat agama lain):D. Saya
>> sendiri membebaskan istri saya untuk menggunakan namanya sendiri, Yuni
>> Meganingrum, baik di formulir formal atau akun jejaring sosial
>> sekalipun. Dan bukan Yuni Salam atau Yuni Rahman.
>>
>> Sebab, lepas dari 'ancaman' hadis tersebut, salah satu hikmah
>> pelarangan penisbatan nama suami tersebut adalah pembebasan atau
>> pengakuan Islam atas hak identitas perempuan. Di masa jahiliyah,
>> sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, perempuan biasa dianggap sebagai
>> barang atau aset, yang bisa diwariskan ke anak atau diberikan kepada
>> orang lain. Perempuan tak punya hak secuil pun termasuk hak identitas
>> atas namanya sendiri.
>>
>> Hikmah lainnya, juga tentang keajegan. Jika dinisbatkan pada ayah kan
>> jelas dan tak berubah. Karena tak ada bekas ayah atau bekas anak.
>> Namun, yang ada bekas istri atau bekas suami. Kasus seperti ini pernah
>> terjadi atas penyanyi Elya Khaddam yang terkenal dengan lagu 'Boneka
>> India'.
>>
>> Konon di awal karirnya ia pakai nama Elya Agus, sesuai nama ayahnya.
>> Namun karirnya biasa saja. Setelah menikah dan pakai nama Elya
>> Khaddam, karirnya melejit dengan hits lagu 'Boneka India' tersebut.
>> Beberapa tahun setelah tenar, ia bercerai dengan Khaddam.
>> Memang tak ada persoalan soal penggunaan nama 'Khaddam' karena Elya
>> pun masih menggunakannya hingga bertahun-bertahun setelah cerai.
>> Belakangan ia kembali ke nama aslinya 'Elya Agus'.
>>
>> Kasus lain yang serupa juga terjadi pada artis sinetron Firdha Razak
>> yang dulu ngetop dengan sinetron awal 90-an "Opera Tiga Jaman" di
>> RCTI. Saat ngetop ia adalah istri Razak Satari, seorang produser di
>> RCTI. Setelah bercerai, ia pun masih pakai nama itu karena sudah
>> merupakan trademark atau label keartisan. Meski kemudian setelah
>> menikah dengan seorang bule Jerman ia berganti nama menjadi Firdha
>> Kussler.
>>
>>
>>
>> --
>> www.nursalam.wordpress. com
>>
>>
>
> --
> Sent from my mobile device
>
--
www.nursalam.wordpress. com
- 4c.
-
Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Mon Jun 13, 2011 12:40 am (PDT)
Mas Yozar Amrullah dan Mas Galih,
Berikut dalil hadisnya.
Sabda Nabi SAW:
ãóäö ÇÏóøÚóì Åöáóì ÛóíúÑö ÃóÈöíåö Ãóæú ÇäúÊóãóì Åöáóì ÛóíúÑö
ãóæóÇáöíåö¡ ÝóÚóáóíúåö áóÚúäóÉõ Çááåö æóÇáãóáÇóÆößóÉö æóÇáäóøÇÓö
ÃóÌúãóÚöíäó¡ áÇó íóÞúÈóáõ Çááåõ ãöäúåõ íóæúãó ÇáÞöíóÇãóÉö ÕóÑúÝðÇ
æóáÇó ÚóÏúáÇð
"Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan
dirinya kepada yangg bukan walinya, maka baginya laknat Allah,
malaikat, dan segenap
manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang
wajib maupun yang sunnah."
Diriwayatkan oleh Muslim dalam al-Hajj (3327), dan Tirmidzi dlm al-Wala' wal
Habbah bab Ma ja'a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616)
dari hadis Ali bin Abi Tholib.
Mudah-mudahan Mas Satriyo bisa menambahkan, jika ada referensi hadis yang lain.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Tabik,
Nursalam AR
On 6/10/11, bintang_maha_putra@yahoo. co.id
<bintang_maha_putra@yahoo. > wrote:co.id
> Mas Nur,
> Klo boleh tahu, mohon bunyi haditsnya seperti apa? Siapa perawinya? Makasih
>
> Regards,
>
>
> Yozar F. Amrullah
>
> Dikirim dari Yozar.ReMixer RainbowBerry® smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >
> Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Date: Tue, 7 Jun 2011 17:17:51
> To: sekolah kehidupan<sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
> Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Cc: Nursalam AR<nursalam.ar@gmail.com >
> Subject: [sekolah-kehidupan] Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>
> Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?
>
> Oleh Nursalam AR
>
>
> Iya, bolehkah?
>
> Demikian suatu pertanyaan yang mengemuka di sebuah milis lain.
> Menarik, karena yang punya argumentasi mengemukakan pendapatnya
> disertai hadis Nabi Muhammad SAW tentang dilarangnya menisbatkan nama
> suami di belakang nama istri seperti yang banyak dilakukan orang saat
> ini. Misalnya, istri mantan presiden AS,Bill Clinton, yang menisbatkan
> nama suaminya di belakang namanya menjadi Hillary Rodham Clinton.
>
> Di sebuah artikel lain yang pernah saya baca, praktik penisbatan nama
> suami seperti itu dianggap sebagai bentuk dominasi patriarki
> (kekuasaan lelaki) atas perempuan.
>
> Hemat saya, soal nama, khusus untuk kaum perempuan apalagi ibu-ibu
> memang unik. Di
> lingkungan sekitar rumah saya yang baru (yang baru ditempati 5 bulan
> ini), istri saya biasa
> dikenal dengan 3 nama: Umminya Alham (nama anak saya), Mamanya Alham
> dan Bu Nursalam. Nama aslinya sendiri (Yuni) tenggelam:D.
>
> Pernah ibu-ibu tetangga bilang ke istri saya,"Ih,ibu kok kemarin
> dipanggil ga nengok?"
>
> Karena istri saya keliatan bingung, ia menambahkan,"Itu, waktu saya
> panggil 'Bu Nur..Bu Nur'." Oalah, pantas saja istri saya tak nengok.
> Ia kira yang dipanggil orang lain.
>
> Yah, itulah budaya di masyarakat. Tapi secara pribadi saya setuju
> dengan hadis tersebut tentang penisbatan nama suami tersebut (emang
> kudu yah kalo Muslim mah. Terserah jika ummat agama lain):D. Saya
> sendiri membebaskan istri saya untuk menggunakan namanya sendiri, Yuni
> Meganingrum, baik di formulir formal atau akun jejaring sosial
> sekalipun. Dan bukan Yuni Salam atau Yuni Rahman.
>
> Sebab, lepas dari 'ancaman' hadis tersebut, salah satu hikmah
> pelarangan penisbatan nama suami tersebut adalah pembebasan atau
> pengakuan Islam atas hak identitas perempuan. Di masa jahiliyah,
> sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, perempuan biasa dianggap sebagai
> barang atau aset, yang bisa diwariskan ke anak atau diberikan kepada
> orang lain. Perempuan tak punya hak secuil pun termasuk hak identitas
> atas namanya sendiri.
>
> Hikmah lainnya, juga tentang keajegan. Jika dinisbatkan pada ayah kan
> jelas dan tak berubah. Karena tak ada bekas ayah atau bekas anak.
> Namun, yang ada bekas istri atau bekas suami. Kasus seperti ini pernah
> terjadi atas penyanyi Elya Khaddam yang terkenal dengan lagu 'Boneka
> India'.
>
> Konon di awal karirnya ia pakai nama Elya Agus, sesuai nama ayahnya.
> Namun karirnya biasa saja. Setelah menikah dan pakai nama Elya
> Khaddam, karirnya melejit dengan hits lagu 'Boneka India' tersebut.
> Beberapa tahun setelah tenar, ia bercerai dengan Khaddam.
> Memang tak ada persoalan soal penggunaan nama 'Khaddam' karena Elya
> pun masih menggunakannya hingga bertahun-bertahun setelah cerai.
> Belakangan ia kembali ke nama aslinya 'Elya Agus'.
>
> Kasus lain yang serupa juga terjadi pada artis sinetron Firdha Razak
> yang dulu ngetop dengan sinetron awal 90-an "Opera Tiga Jaman" di
> RCTI. Saat ngetop ia adalah istri Razak Satari, seorang produser di
> RCTI. Setelah bercerai, ia pun masih pakai nama itu karena sudah
> merupakan trademark atau label keartisan. Meski kemudian setelah
> menikah dengan seorang bule Jerman ia berganti nama menjadi Firdha
> Kussler.
>
>
>
> --
> www.nursalam.wordpress. com
>
>
--
www.nursalam.wordpress. com
- 5.
-
Artikel: Mendambakan The Best Place To Work For
Posted by: "Dadang Kadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Mon Jun 13, 2011 1:02 am (PDT)
Artikel: Mendambakan The Best Place To Work For
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Dalam terminology management ada yang kita sebut sebagai âthe best place to work forâ. Makanya banyak perusahaan yang berlomba untuk berebut predikat sebagai âtempat terbaik untuk bekerjaâ itu. Implikasinya tentu sangat besar, karena talenta-talenta terbaik pasti akan tertarik kepada perusahaan terbaik seperti halnya laron-laron yang mengerubungi lampu terang dimalam yang kelam. Bagaimana dengan lingkungan kerja yang buruk? Jangankan talenta terbaik dari luar, yang sudah ada di dalam pun pada ingin hengkang. Kalaupun Anda ingin ikut hengkang, kan tidak mudah untuk mendapatkan tempat kerja baru seperti yang Anda dambakan. Bahkan boleh jadi, Anda keluar dari tempat kerja yang buruk, lalu masuk ke perusahaan yang lingkungan kerjanya lebih buruk lagi.
Banyak orang yang mengira bahwa nama besar perusahaan, tingginya gaji yang ditawarkan, dan lokasi elit gedung perkantoran merupakan jaminan sebuah perusahaan untuk bisa menjadi tempat terbaik itu. Realitanya tidaklah demikian. Indikasi tempat terbaik untuk bekerja tidak diukur oleh aspek-aspek fisik seperti itu, melainkan oleh sebuah ciri sederhana. Apakah itu? The best place to work for itu cirinya; orang-orang yang bekerja disana merasa senang dan bahagia. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar mewujudkan tempat kerja yang menyenangkan, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:
1. Anda sendirilah yang bisa mewujudkannya. Keliru jika Anda masih mengira bahwa menjadikan perusahaan sebagai âthe best place to work forâ adalah tanggungjawab top management. Sudah banyak bukti bahwa management hanya bisa memfasilitasi dengan mengeluarkan seperangkat kebijakan dan sarana yang dibutuhkan. Banyak perusahaan yang menagementnya sudah baik pun tidak berhasil mewujudkannya. Mengapa demikian? Karena hanya karyawan yang bisa menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, bukan management. Apakah karyawannya mau memanfaatkan fasilitas dan kebijakan yang telah disediakan oleh management atau tidak; itulah yang paling menentukan. Jadi tengoklah kedalam diri Anda, karena Anda sendirilah yang bisa mewujudkannya.
2. Berperan secara aktif untuk mewujudkannya. Peran seperti apa yang bisa membantu perusahaan menjadi âtempat terbaik untuk bekerjaâ itu? Peran aktif. Kita tahu bahwa yang namanya peran itu berarti bertindak secara aktif. Anehnya, kita sering memilih untuk pasif dan mengharapkan orang lain yang menciptakan suasana yang kita inginkan. Padahal, ukuran apakah tempat kerja kita menyenangkan atau tidak itu adanya dalam hati kita. Bagaimana mungkin kita bisa senang ditempat kerja jika kita membiarkan kertas-kertas bertumpuk-tumpuk tak karuan di meja kerja kita, misalnya. Bahkan sekretaris Anda pun tidak akan mungkin bisa membereskannya untuk Anda. Jadi berperanlah secara aktif karena ada bagian-bagian tertentu yang hanya Anda sendiri yang bisa melakukannya.
3. Menjadi sahabat yang baik untuk rekan kerja. Bayangkan Anda bekerja dengan bayaran yang tinggi. Namun tak seorang pun yang bersedia menjadi sahabat baik bagi Anda. Enak apa tidak ya tinggal lama-lama disana? Sebagai mahluk sosial, kita memerlukan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan interpersonal itu. Sepi hidup Anda jika hanya mementingkan diri sendiri. Begitu juga teman-teman Anda. Sekarang coba bayangkan seandainya Anda memiliki sahabat atau teman yang bisa Anda ajak untuk saling berbagi perasaan dan gagasan. Betapa indahnya hidup kita, bukan? Bahkan sekalipun pekerjaan sedang banyak, kita tetap senang karena ada sahabat disamping kita. Dan karena persahabatan itu bersifat dua arah; maka Andalah yang harus terlebih dahulu menjadi sahabat yang baik untuk rekan kerja.
4. Bekerjasama dengan para atasan. Sangat sulit untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan bersama orang-orang yang tidak mau bekerjasama. Disatu sisi kita menuntut perbaikan-perbaikan lingkungan kerja, namun disisi lain kita memposisikan diri untuk berseberangan dengan para atasan. Padahal, bukan hanya Anda yang menginginkan lingkungan kerja yang menyenangkan itu. Atasan Anda pun demikian. Jadi, daripada terus menjadi lasykar oposisi, lebih baik Anda bekerjasama dengan para atasan untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan yang didambakan bersama. Karena tanpa kerjasama yang konstruktif dari Anda, tidak akan pernah ada atasan yang bisa membantu Anda menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.
5. Bawalah keindahan dari rumah Anda ketika berangkat ke kantor. Saya ingin mengajak untuk menjadikan suasana di rumah Anda sebagai model dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Untuk itu, Anda harus terlebih dahulu menciptakan suasana di rumah Anda sendiri yang menyenangkan. Sebab jika suasana di rumah Anda sendiri berantakan, maka akan sangat sulit bagi Anda untuk membangun suasana yang menyenangkan di kantor. Namun, jika Anda sudah berhasil menciptakan suasana yang sejuk dan indah di rumah, maka Anda memiliki model faktual tentang suasana seperti apa yang ingin Anda ciptakan di tempat kerja.
Menjadikan kantor sebagai tempat terbaik untuk bekerja itu bukanlah proyek yang sulit, jika kita benar-benar menginginkannya. Dan berkomitmen untuk mewujudkannya. Jika Anda belum bisa mewujudkannya di tingkat korporat pun, Anda masih bisa menciptakannya di tingkat unit kerja Anda. Jika di tingkat unit kerja pun Anda masih kesulitan, maka Anda bisa mewujudkan tempat kerja yang menyenangkan di ruang kerja Anda sendiri. Karena ruang kerja Anda, adalah tempat terbaik bagi Anda untuk bekerja.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman - 10 Juni 2011
Catatan Kaki:
Mengharapkan orang lain untuk menjadikan tempat kerja Anda menyenangkan adalah sebuah kemustahilan.
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.
Follow DK on Twitter @dangkadarusman
- 6.
-
Berkarya Di Usia Tua
Posted by: "Dewo" pdewo@yahoo.com pdewo
Mon Jun 13, 2011 1:33 am (PDT)
(Dari group Facebook: Motivasi & Inspirasi II)
" BERKARYA DI USIA TUA "
Pepatah Cina mengatakan bahwa Jahe semakin tua semakin Pedas.
Banyak manusia yg berkarya besar bukan pada usia produktifnya, melainkan pd masa tuanya.
Dengan keterbatasan fisik di masa tua, mereka tetap bisa berkarya.
Berikut ini contoh dari mereka yang mengukir prestasi di usia yang sudah sangat tua:
* Winston Churchill menjadi seorg Perdana Mentri pd usia 81 th.
* Clara Barton memimpin palang Merah Internasional pd usia 83 th. * Robert Frost menulis puisi2 termasyurnya pd usia 80 th.
* Oliver Wendell Holmes menjadi Hakim Agung pd usia 90 th.
* Connie Mack memimpin tim pemenang baseball pd usia 88 th.
* Toscanini menjadi seorg Konduktor Orkestra ternama di dunia pd usia 87 th.
* Arsitek Frank Lloyd Wright menghasilkan karya terbaiknya pd usia 86 th. * John Wesley msh berkhotbah dgn bersemangat pd usia 88 th. * Saat Kanselir Conrad Adenauer dari Jerman berusia 90 th, kondisinya semakin buruk. Dokter pribadinya angkat tangan & berkata " Aku bukan tukang sihir , Tuan . Aku tdk dpt membuat Tuan menjadi muda kembali ." Adenauer menjawab , Aku tdk memaksa engkau mengubahku menjadi muda kembali . Yg aku kehendaki adalah terus menjadi semakin tua .".
Bagi yang diatas 40 tahun. terus berpendar2 meluaskan cahaya karya2 kita...
Bagi yang dibawah 40 tahun, malulah jika kalah semangat, mudah menyerah, mudah patah semangat dengan yang lebih tua...:)
Pramono Dewo
- 7.
-
ORANG ISLAM WAJIB BERUSAHA JADI KAYA
Posted by: "Dewo" pdewo@yahoo.com pdewo
Mon Jun 13, 2011 1:34 am (PDT)
(Dikutip dari tulisan di group facebook: MOTIVASI & INSPIRASI)
ORANG ISLAM WAJIB BERUSAHA MENJADI KAYA....
Wah, ngeledek nih judulnya, berarti orang miskin itu bukan Islam dong ?, lho iya, bisa jadi orang itu gak ngerti Islam dan gak meneladani tokoh-tokoh Islam termasuk Nabi SAW dan para Sahabatnya. Bukannya Nabi SAW dan para Sahabatnya itu miskin buktinya pernah kelaparan ?! siapa bilang ? pernah sih miskin, tapi Cuma sebentar yaitu ketika masa diembargo/diboikot oleh Kaum Kafir di Makkah. Tapi coba kita lihat fakta sejarah :
- Nabi menjadi Pedagang sejak usia 12 tahun dan menjadi Pengusaha selama 25 tahun.
- Beliau berdagang ke Luar Negeri setidaknya 18 kali, menjangkau Syiria, Yaman, Bashra, Iraq, Yordania dan Bahrain
- Nabi Menyerahkan puluhan Unta muda untuk Mas Kawin Beliau
- Beliau juga Memiliki banyak unta perah dan 20 untanya pernah dirampas oleh Uyainah bin Hishn
- Beliau memilii unta pilihan (Al-Qoshwa) dan Keledai pilihan untuk memudahkan perjalanan dan perjuangan
- Hanya saja gaya hidup Beliau sangat-sangat sederhanan, makanya beliau hanya memakai pakaian, alas tidur dan makanan ala kadarnya.
Adakah para Sahabat Nabi yang tidak kaya ? diantara empat Sahabat Nabi yang tidak kaya hanyalah Ali bin Abi Thalib yang tidak kaya, tapi beliau sangat-sangat kaya Ilmu.
- Umar bin Khattab mewariskan 70.000 properti senilai Triliunan rupiah.
- Ustman bin Affan mewariskan property sepanjang Aris dan Khaibar senilai triliunan rupiah
- Abu Bakar mensedekahkan seluruh harta kekayaannya juga bernilai triliunan rupiah.
Bagaimana dengan Sahabat yang lain ? diantara 10 Sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk Sorga ternyata hamper semuanya orang kaya salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf, meski beliau sering sedekah besar-besaran namun Beliau masih mewariskan harta senilai triliunan rupiah.
Istri Kesayangan Nabi SAW Khadijah ternyata jauh lebih kaya daripada Nabi SAW
Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para Pedagang, mereka adalah orang-orang kaya. Pendiri NU Hasyim Asy'ari dan Muhammadiyah KH.Ahmad Dahlan adalah Saudagar yang kaya raya. Serikat Dagang Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan Negeri ini adalah sekumpulan orang-orang kaya.
Jadi kalau ada seorang Muslim yang membiarkan dirinya terus-terusan miskin berarti dia telah mengkhianati para teladannya termasuk mengkhianati Rosulullah SAW. Lho kok gitu ? lha iyalah, coba kita lihat lagi pesan Nabi SAW dan Umar bin Khatthab berikut ini :
Suatu waktu Umar bertanya kepada seseorang yang sudah lanjut usia " apa menghalangimu mengelola dan menanami tanah pekaranganmu ini ? ", maka dijawablah " aku ini sudah tua renta, mungkin besok aku sudah wafat ", lantas Umar menanggapinya agar orang tua itu segera menanami tanahnya dan Umarpun sempatkan membantu menanami tanah itu.
Soal kerja, Umar sering menasehati " Cukupilah dirimu niscaya Agamamu akan lebih terpelihara, dan kamu akan lebih mulia ", Umar bukan hanya menasehati, bahkan setiap usai sholat shubuh umar langsung bergegas menuju kebunnya di Juruf, ia berusaha memenuhi kebutuhan dirinya.
Terkait dengan ini Nabi SAW, juga berwasiat " diantara dosa-dosa, ada dosa yang dapat terhapus dengan puasa dan sholat, ia hanya bisa dihapus dengan susah payah mencari nafkah ", wasiat beliau lainnya " Allah menyukai hambanya yang berkarya dan terampil, sesiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan Pejuang di Jalan Allah", jadi kerja ternyata bentuk ibadah tertinggi.
Umar juga mengajak para pekerja/karyawan untuk memiliki pendapatan tambahan, kurang lebih nasehatnya begini :" jika keluar gaji, maka sebagian belikan kambing, demikian juga gaji selanjutnya ", intinya Umar mengajak para karyawan agar memiliki asset/investasi produktif yang bisa mencetak uang terus-menerus. Umar juga mengajak orang-orang berdagang dengan nasehatnya " Berdagang itu merupakan sepertiga harta", Umar sendiri memiliki asset 70.000 properti senialai triliunan rupiah.
Allah sendiri Maha Kaya Raya dan selalu memberikan Kekayaan dan Kecukupan kepada kita semua, gak pernah Allah SWT menyuruh kita miskin, gak percaya cari dalilnya ( sampai gagak ubanan gak akan pernah ketemu ) lha wong kita diperintahkan Zakat dan memperbanyak Sedekah, diperintahkan untuk Haji dan Umroh serta dianjurkan membiayai orang lain untuk Haji dan Umroh, disuruh menuntut ilmu dan membiayai kegiatan keilmuan, harus menafkahi keluarga dan mencukupkan ahli waris, menyantuni orang tua yang sudah sepuh, orang-orang fakir miskin serta anak yatim, menegakkan ekonomi syari'ah dan membangun sarana ummat, meningkatkan bargaining position ummat Islam dan mengembangkan Dakwah dan Syi'ar Islam, semuanya itu perlu dana yang besar, lha kok kita mau bergembira ria dan bersantai ria dengan kemiskinan.
Masih gak percaya, kalo kita itu wajib kaya ?, kita lihat lagi nasehat Nabi SAW berikut : " Kefakiran itu dekat sekali dengan Kekafiran ", " Allah lebih menyukai Muslim yang kuat iman dan nafkahnya dari pada muslim yang lemah ". coba kita analisis juga isi ayat An-Najm : 43-48 berikut ini :
Allahlah yang menjadikan tertawa dan menangis
Allahlah yang menjadikan kematian dan kehidupan,
Allahlah yang menjadikan laki-laki dan perempuan
Allahlah yang memberikan kekayaan dan kecukupan (bukan kemiskinan),
Jadi Allah hanya memberi kita Kekayaan dan Kecukupan, hidup kita ini sebenarnya selalu dimuliakan dan dimanja oleh Allah SWT, lha kalo kita miskin ? itu pasti karena salah kita sendiri. Masih mau membantah ? mari kita telaah lagi ayat-ayat berikut ini :
" Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami Mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi Saksi ".(An-Nisa :79 )
" Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas." ( Yaasin :19 )
" Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah Memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)"..(Asy- Syuro : 30)
" Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar ".
(An-Nisa :9 )
Gimana? Cukup ?, bandelnya kita itu gak mau niru Nabi SAW, padahal perbedaan kita dengan Nabi SAW itu Cuma SEDIKIT saja, makanya kita gak kaya-kaya ! gak percaya ? kita lahat lagi yang ini :
- Nabi itu sedikit-sedikit beribadah, kita sedikit ibadahnya
- Nabi itu sedikit-sedikit sedekah, kita sedikit sedekahnya
- Nabi itu sedikit-sedikit sholat sunnah, kita sedikit sholat sunnahnya
- Nabi sedikit tidurnya, kita sedikit-sedikit tidur
- Nabi sedikit makannnya, kita sedikit-sedikit makan terus
- Nabi itu sedikit bicaranya, kita sedikit-sedikit bicara bahwkan bicarakan orang
Nah, kan Cuma sedikit tho bedanya ? harusnya kita bisa niru Nabi dong ! he he he
Naaah, bagaiman kita menjadi KAYA ???. Korupsi ???..atau dengan cara2 ISLAM??...dengan BerSEDEKAH kah ??
Bagaimana SEDEKAH berakibat dahsyat kepada peningkatan KeKAYAan kita..???
Nah tunggu tulisan berikutnya...
Pramono Dewo
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar