Kamis, 06 Agustus 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2761[2 Attachments]

Messages In This Digest (12 Messages)

1a.
(Catcil) Potong rambut From: galih@asmo.co.id
1b.
Re: (Catcil) Potong rambut From: Lia Octavia
1c.
Re: (Catcil) Potong rambut From: novi_ningsih
1d.
Re: (Catcil) Potong rambut From: veby
1e.
Re: (Catcil) Potong rambut From: patisayang
1f.
Re: (Catcil) Potong rambut From: Nursalam AR
1g.
Re: (Catcil) Potong rambut From: galih@asmo.co.id
2a.
ARTIKEL YANG MENGGEMPARKAN !!! From: dr Dito
2b.
Re: ARTIKEL YANG MENGGEMPARKAN !!! [2 Attachments] From: Ramaditya Skywalker
3.
(Rampai) Tuhan dan sajak-sajak kalam From: Satya Aditya
4a.
"Istirahat?" From: radinal88
4b.
Re: "Istirahat?" From: veby

Messages

1a.

(Catcil) Potong rambut

Posted by: "galih@asmo.co.id" galih@asmo.co.id

Wed Aug 5, 2009 11:26 pm (PDT)



POTONG RAMBUT
Sebuah kisah sedih di awal bulan.


Dalam soal memotong rambut saya sring merasa tidak puas dengan hasil
potongan si tukang cukur. Entah itu dicukur di asgar (Asli Garut) ataupun
di salon saya sering merasa kecewa dengan hasilnya. Selalu saja tidak
sesuai dengan apa yang saya inginkan.

Lagi, untuk yang sekian kali saya merasa tidak sesuai dengan model rambut
saya sekarang. Aneh, dan selalu memicu tawa bagi siapa saja yang
melihatnya. Benar-benar menghancurkan rasa percaya diri.

Semalam saya mencukur rambut di sebuah salon. Sengaja saya memilih salon
mengingat tingkat kegagalannya lebih kecil dibandingkan tempat-tempat
cukur selain salon. Di salon umumnya memliki teknik memotong yang baik dan
tidak asal potong seperti selain salon, tapi ini menurut saya.

Sengaja saya memilih salon yang sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja
saya mulai merasa cocok mengingat dua kali potong rambut hasilnya tidak
begitu mengecewakan.

Saya pun menuju meja recepcionist untuk mendaftar nama saya. Seperti biasa
saya hanya memilih paket potong rambut saja tanpa perawatan-perawatan yang
lain. Maklum budget potong rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.

Seperti biasa sebelum dipotong rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal
yang wajar. Setelah itu saya dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan
dipotong rambut. Tidak lama datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya
pikir inilah sang eksekutor bagi rambut saya malam ini.

Sang eksekutor berbeda dengan yang biasa memotong rambut saya. Saya
melihat kesamping ternyata orang yang biasa memotong rambut saya sedang
memotong rambut pelanggan yang lain. Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi
entah kenapa pada saat itu terpikirkan bahwa jika orang baru yang memotong
rambut aka hasilnya akan lain.

Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah model rambut yang katanya
sesuai dengan permintaan saya. Oh my God, itu gumam saya dalam hati. Aneh
benar model rambut, pendek tidak karuan dan tampak jadul. Weleh-weleh,
pertanda kurang baik nih kalau seperti ini.

"Mbak, kok kurang bagus ya?" tanyaku kepada sang eksekutor.
"Iya, sih!" Jawab sang eksekutor.
"Gubraks!" Diiyakan lagi.
"Ya udah, pinggirnya ditipiskan saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak
mau modelnya seperti mandarin." Pinta saya.

Beraksilah sang eksekutor itu memangkas rambut saya di semua bagian. Tidak
berapa lama dia memperlihatkan lagi hasil kerjanya.

Fiyuh.....
Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi tambah gak karuan. Potongannya
tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!

Melihat model rambut saya yang sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes
rasanya. Mau dipaksakan untuk dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis
dan saya memiliki sesuatu di kepala ini yang harus saya sembunyikan.

Akhirnya saya terpaksa menerima model yang tidak saya inginkan ini.
Kemudian saya menuju kasir dan ternyata jumlah yang harus saya bayar lebih
dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak ada yang beda antara potong rambut
yang sebelumnya dengan yang sekarang. Ya sudah saya bayarkan dan pergi
tanpa meberikan tips pada si pemotong rambut.

Terbayang deh apa yang akan terjadi keesokan hari di kantor. Ledak tawa
akan memenuhi telinga saya.

Pagi ini dikantor, apa yang saya khwatirkan terjadi. Seharusnya saya
berfikir yang lebih positif sehingga efek yang terjadi juga positif.
Karena sudah terpikirkan hal-hal yang negatis maka terjadilah.

"Gal, cukur rambut gak paka kaca ya?"
"Gal, kok rambutnya gak sama antara yang kiri dan kanan? Terus bagian
atasnya kok begitu?"
"Galih potong rambutnya yang gratisan sih....begitu deh hasilnya."

Banyak lagi komentar-komentar yang membuat percara diri saya makin anjlok.
Akhirnya saya memutuskan untuk memakai topi selama saya dikantor. Saya
pikir itu ide yang terbaik daripada mendengan ocehan-ocehan perusak
percaya diri.

Aduh....hei rambut cepatlah panjang lagi........


Cibitung, 06 Agustus 2009

1b.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed Aug 5, 2009 11:39 pm (PDT)



Kang Galih, aku tersenyum-senyum membaca catcilmu kali ini... Pengalaman
salah potong rambut yang dulu pernah juga kualami membuat aku mengeramas
rambutku setiap hari agar cepat panjang lagi ^_^
Walau kini memakai kerudung, aku tetap memerhatikan model rambut
yang dipotong oleh stylist dan perawatannya tentunya... selain dianggap sbg
mahkota, rambut juga berperan penting dalam membentuk image tampilan
seseorang.. ^_^

Semoga rambut kang Galih cepat panjang ya... (keramas ajah tiap hari ^_^)

Salam
Lia

p.s.: jadi pengen liat Kang Galih nih hehehehehe

On 8/6/09, galih@asmo.co.id <galih@asmo.co.id> wrote:
>
>
>
>
> POTONG RAMBUT
> Sebuah kisah sedih di awal bulan.
>
>
> Dalam soal memotong rambut saya sring merasa tidak puas dengan hasil
> potongan si tukang cukur. Entah itu dicukur di *asgar* (Asli Garut)
> ataupun di salon saya sering merasa kecewa dengan hasilnya. Selalu saja
> tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan.
>
> Lagi, untuk yang sekian kali saya merasa tidak sesuai dengan model rambut
> saya sekarang. Aneh, dan selalu memicu tawa bagi siapa saja yang melihatnya.
> Benar-benar menghancurkan rasa percaya diri.
>
> Semalam saya mencukur rambut di sebuah salon. Sengaja saya memilih salon
> mengingat tingkat kegagalannya lebih kecil dibandingkan tempat-tempat cukur
> selain salon. Di salon umumnya memliki teknik memotong yang baik dan tidak
> asal potong seperti selain salon, tapi ini menurut saya.
>
> Sengaja saya memilih salon yang sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja
> saya mulai merasa cocok mengingat dua kali potong rambut hasilnya tidak
> begitu mengecewakan.
>
> Saya pun menuju meja *recepcionist* untuk mendaftar nama saya. Seperti
> biasa saya hanya memilih paket potong rambut saja tanpa perawatan-perawatan
> yang lain. Maklum *budget* potong rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.
>
> Seperti biasa sebelum dipotong rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal
> yang wajar. Setelah itu saya dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan
> dipotong rambut. Tidak lama datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya
> pikir inilah sang eksekutor bagi rambut saya malam ini.
>
> Sang eksekutor berbeda dengan yang biasa memotong rambut saya. Saya melihat
> kesamping ternyata orang yang biasa memotong rambut saya sedang memotong
> rambut pelanggan yang lain. Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi entah
> kenapa pada saat itu terpikirkan bahwa jika orang baru yang memotong rambut
> aka hasilnya akan lain.
>
> Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah model rambut yang katanya
> sesuai dengan permintaan saya. *Oh my God*, itu gumam saya dalam hati.
> Aneh benar model rambut, pendek tidak karuan dan tampak *jadul*.
> Weleh-weleh, pertanda kurang baik nih kalau seperti ini.
>
> �Mbak, kok kurang bagus ya?� tanyaku kepada sang eksekutor.
> �Iya, sih!� Jawab sang eksekutor.
> �Gubraks!� Diiyakan lagi.
> �Ya udah, pinggirnya ditipiskan saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak
> mau modelnya seperti mandarin.� Pinta saya.
>
> Beraksilah sang eksekutor itu memangkas rambut saya di semua bagian. Tidak
> berapa lama dia memperlihatkan lagi hasil kerjanya.
>
> Fiyuh.....
> Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi tambah gak karuan. Potongannya
> tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!
>
> Melihat model rambut saya yang sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes
> rasanya. Mau dipaksakan untuk dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis dan
> saya memiliki sesuatu di kepala ini yang harus saya sembunyikan.
>
> Akhirnya saya terpaksa menerima model yang tidak saya inginkan ini.
> Kemudian saya menuju kasir dan ternyata jumlah yang harus saya bayar lebih
> dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak ada yang beda antara potong rambut yang
> sebelumnya dengan yang sekarang. Ya sudah saya bayarkan dan pergi tanpa
> meberikan tips pada si pemotong rambut.
>
> Terbayang deh apa yang akan terjadi keesokan hari di kantor. Ledak tawa
> akan memenuhi telinga saya.
>
> Pagi ini dikantor, apa yang saya khwatirkan terjadi. Seharusnya saya
> berfikir yang lebih positif sehingga efek yang terjadi juga positif. Karena
> sudah terpikirkan hal-hal yang negatis maka terjadilah.
>
> �Gal, cukur rambut gak paka kaca ya?�
> �Gal, kok rambutnya gak sama antara yang kiri dan kanan? Terus bagian
> atasnya kok begitu?�
> �Galih potong rambutnya yang gratisan sih....begitu deh hasilnya.�
>
> Banyak lagi komentar-komentar yang membuat percara diri saya makin anjlok.
> Akhirnya saya memutuskan untuk memakai topi selama saya dikantor. Saya pikir
> itu ide yang terbaik daripada mendengan ocehan-ocehan perusak percaya diri.
>
> Aduh....hei rambut cepatlah panjang lagi........
>
>
> Cibitung, 06 Agustus 2009
>
>
1c.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Wed Aug 5, 2009 11:43 pm (PDT)




:D
Turut berduka ya,lih :D

hehehehe...
jadi pengen liat model rambut galih sekarang...

*kumat iseng...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, galih@... wrote:
>
> POTONG RAMBUT
> Sebuah kisah sedih di awal bulan.
>
>
> Dalam soal memotong rambut saya sring merasa tidak puas dengan hasil
> potongan si tukang cukur. Entah itu dicukur di asgar (Asli Garut) ataupun
> di salon saya sering merasa kecewa dengan hasilnya. Selalu saja tidak
> sesuai dengan apa yang saya inginkan.
>
> Lagi, untuk yang sekian kali saya merasa tidak sesuai dengan model rambut
> saya sekarang. Aneh, dan selalu memicu tawa bagi siapa saja yang
> melihatnya. Benar-benar menghancurkan rasa percaya diri.
>
> Semalam saya mencukur rambut di sebuah salon. Sengaja saya memilih salon
> mengingat tingkat kegagalannya lebih kecil dibandingkan tempat-tempat
> cukur selain salon. Di salon umumnya memliki teknik memotong yang baik dan
> tidak asal potong seperti selain salon, tapi ini menurut saya.
>
> Sengaja saya memilih salon yang sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja
> saya mulai merasa cocok mengingat dua kali potong rambut hasilnya tidak
> begitu mengecewakan.
>
> Saya pun menuju meja recepcionist untuk mendaftar nama saya. Seperti biasa
> saya hanya memilih paket potong rambut saja tanpa perawatan-perawatan yang
> lain. Maklum budget potong rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.
>
> Seperti biasa sebelum dipotong rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal
> yang wajar. Setelah itu saya dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan
> dipotong rambut. Tidak lama datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya
> pikir inilah sang eksekutor bagi rambut saya malam ini.
>
> Sang eksekutor berbeda dengan yang biasa memotong rambut saya. Saya
> melihat kesamping ternyata orang yang biasa memotong rambut saya sedang
> memotong rambut pelanggan yang lain. Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi
> entah kenapa pada saat itu terpikirkan bahwa jika orang baru yang memotong
> rambut aka hasilnya akan lain.
>
> Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah model rambut yang katanya
> sesuai dengan permintaan saya. Oh my God, itu gumam saya dalam hati. Aneh
> benar model rambut, pendek tidak karuan dan tampak jadul. Weleh-weleh,
> pertanda kurang baik nih kalau seperti ini.
>
> “Mbak, kok kurang bagus ya?” tanyaku kepada sang eksekutor.
> “Iya, sih!” Jawab sang eksekutor.
> “Gubraks!” Diiyakan lagi.
> “Ya udah, pinggirnya ditipiskan saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak
> mau modelnya seperti mandarin.” Pinta saya.
>
> Beraksilah sang eksekutor itu memangkas rambut saya di semua bagian. Tidak
> berapa lama dia memperlihatkan lagi hasil kerjanya.
>
> Fiyuh.....
> Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi tambah gak karuan. Potongannya
> tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!
>
> Melihat model rambut saya yang sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes
> rasanya. Mau dipaksakan untuk dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis
> dan saya memiliki sesuatu di kepala ini yang harus saya sembunyikan.
>
> Akhirnya saya terpaksa menerima model yang tidak saya inginkan ini.
> Kemudian saya menuju kasir dan ternyata jumlah yang harus saya bayar lebih
> dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak ada yang beda antara potong rambut
> yang sebelumnya dengan yang sekarang. Ya sudah saya bayarkan dan pergi
> tanpa meberikan tips pada si pemotong rambut.
>
> Terbayang deh apa yang akan terjadi keesokan hari di kantor. Ledak tawa
> akan memenuhi telinga saya.
>
> Pagi ini dikantor, apa yang saya khwatirkan terjadi. Seharusnya saya
> berfikir yang lebih positif sehingga efek yang terjadi juga positif.
> Karena sudah terpikirkan hal-hal yang negatis maka terjadilah.
>
> “Gal, cukur rambut gak paka kaca ya?”
> “Gal, kok rambutnya gak sama antara yang kiri dan kanan? Terus bagian
> atasnya kok begitu?”
> “Galih potong rambutnya yang gratisan sih....begitu deh hasilnya.”
>
> Banyak lagi komentar-komentar yang membuat percara diri saya makin anjlok.
> Akhirnya saya memutuskan untuk memakai topi selama saya dikantor. Saya
> pikir itu ide yang terbaik daripada mendengan ocehan-ocehan perusak
> percaya diri.
>
> Aduh....hei rambut cepatlah panjang lagi........
>
>
> Cibitung, 06 Agustus 2009
>

1d.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "veby" vbi_djenggotten@yahoo.com   vbi_djenggotten

Wed Aug 5, 2009 11:59 pm (PDT)



hahahahahaha...lucu!!!
sumpah lucu!!!
letak lucunya:
ternyata orang eska ada yang metroseksual juga...
hahahahaha...

dulu saya pernah ke salon (jaman kuliah), soalnya rambut masih gondrong (sekarang tetep)...dan waktu di salon diejek ama mbak2 sebelah,
"ih, cowok kok nyalon"....
habis itu saya kapok buat nyalon...
dan memilih motong rambut by my self...

hehehehe
salam...

--- On Wed, 8/5/09, galih@asmo.co.id <galih@asmo.co.id> wrote:

From: galih@asmo.co.id <galih@asmo.co.id>
Subject: [sekolah-kehidupan] (Catcil) Potong rambut
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Cc: ketik_galih@yahoo.co.id, lydia@asmo.co.id
Date: Wednesday, August 5, 2009, 11:09 PM

 

POTONG RAMBUT

Sebuah kisah sedih di awal bulan.

Dalam soal memotong rambut saya
sring merasa tidak puas dengan hasil potongan si tukang cukur. Entah itu
dicukur di asgar (Asli Garut) ataupun di salon saya sering merasa
kecewa dengan hasilnya. Selalu saja tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan.

Lagi, untuk yang sekian kali saya
merasa tidak sesuai dengan model rambut saya sekarang. Aneh, dan selalu
memicu tawa bagi siapa saja yang melihatnya. Benar-benar menghancurkan
rasa percaya diri.

Semalam saya mencukur rambut di
sebuah salon. Sengaja saya memilih salon mengingat tingkat kegagalannya
lebih kecil dibandingkan tempat-tempat cukur selain salon. Di salon umumnya
memliki teknik memotong yang baik dan tidak asal potong seperti selain
salon, tapi ini menurut saya.

Sengaja saya memilih salon yang
sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja saya mulai merasa cocok mengingat
dua kali potong rambut hasilnya tidak begitu mengecewakan.

Saya pun menuju meja recepcionist
untuk mendaftar nama saya. Seperti biasa saya hanya memilih paket potong
rambut saja tanpa perawatan-perawatan yang lain. Maklum budget potong
rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.

Seperti biasa sebelum dipotong
rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal yang wajar. Setelah itu saya
dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan dipotong rambut. Tidak lama
datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya pikir inilah sang eksekutor
bagi rambut saya malam ini.

Sang eksekutor berbeda dengan yang
biasa memotong rambut saya. Saya melihat kesamping ternyata orang  yang
biasa memotong rambut saya sedang memotong rambut pelanggan yang lain.
Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi entah kenapa pada saat itu terpikirkan
bahwa jika orang baru yang memotong rambut aka hasilnya akan lain.

Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah
model rambut yang katanya sesuai dengan permintaan saya. Oh my God,
itu gumam saya dalam hati. Aneh benar model rambut, pendek tidak karuan
dan tampak jadul. Weleh-weleh, pertanda kurang baik nih kalau seperti
ini.

"Mbak, kok kurang bagus ya?"
tanyaku kepada sang eksekutor.

"Iya, sih!" Jawab sang eksekutor.

"Gubraks!" Diiyakan lagi.

"Ya udah, pinggirnya ditipiskan
saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak mau modelnya seperti mandarin."
Pinta saya.

Beraksilah sang eksekutor itu memangkas
rambut saya di semua bagian. Tidak berapa lama dia memperlihatkan lagi
hasil kerjanya.

Fiyuh.....

Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi
tambah gak karuan. Potongannya tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!

Melihat model rambut saya yang
sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes rasanya. Mau dipaksakan untuk
dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis dan saya memiliki sesuatu di
kepala ini yang harus saya sembunyikan.

Akhirnya saya terpaksa menerima
model yang tidak saya inginkan ini. Kemudian saya menuju kasir dan ternyata
jumlah yang harus saya bayar lebih dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak
ada yang beda antara potong rambut yang sebelumnya dengan yang sekarang.
Ya sudah saya bayarkan dan pergi tanpa meberikan tips pada si pemotong
rambut.

Terbayang deh apa yang akan terjadi
keesokan hari di kantor. Ledak tawa akan memenuhi telinga saya.

Pagi ini dikantor, apa yang saya
khwatirkan terjadi. Seharusnya saya berfikir yang lebih positif sehingga
efek yang terjadi juga positif. Karena sudah terpikirkan hal-hal yang negatis
maka terjadilah.

"Gal, cukur rambut gak paka kaca
ya?"

"Gal, kok rambutnya gak sama antara
yang kiri dan kanan? Terus bagian atasnya kok begitu?"

"Galih potong rambutnya yang gratisan
sih....begitu deh hasilnya."

Banyak lagi komentar-komentar yang
membuat percara diri saya makin anjlok. Akhirnya saya memutuskan untuk
memakai topi selama saya dikantor. Saya pikir itu ide yang terbaik daripada
mendengan ocehan-ocehan perusak percaya diri.

Aduh....hei rambut cepatlah panjang
lagi........

Cibitung, 06 Agustus 2009











1e.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "patisayang" patisayang@yahoo.com   patisayang

Thu Aug 6, 2009 12:33 am (PDT)



Galìh, upload dunk fotonya biar kita bisa ketawa sama2. Hehe..
Kalo suamiku, awal menikah minta dpotong aku. Berhubung msh manten baru ya aku mau. Tp sekarang ogah. Lha rambutnya bergelombang cndrung ikal susah rata sama panjangnya. Maka gagal merayuku dia dgn nelangsa ke tukang cukur asgar. Kalo di Sby yg bnyk org madura.
Ke salon, kagak bkalan mau! Pulang2, aku kcw berat. Jelek, pendek. Mirip model 321 pas sekolah dulu. Nyesel, mau mainin rambtnya yg rada kriwul sblm tdr musti wait panjang dl.

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, veby <vbi_djenggotten@...> wrote:
>
> hahahahahaha...lucu!!!
> sumpah lucu!!!
> letak lucunya:
> ternyata orang eska ada yang metroseksual juga...
> hahahahaha...
>
> dulu saya pernah ke salon (jaman kuliah), soalnya rambut masih gondrong (sekarang tetep)...dan waktu di salon diejek ama mbak2 sebelah,
> "ih, cowok kok nyalon"....
> habis itu saya kapok buat nyalon...
> dan memilih motong rambut by my self...
>
> hehehehe
> salam...
>
> --- On Wed, 8/5/09, galih@... <galih@...> wrote:
>
> From: galih@... <galih@...>
> Subject: [sekolah-kehidupan] (Catcil) Potong rambut
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Cc: ketik_galih@..., lydia@...
> Date: Wednesday, August 5, 2009, 11:09 P
>
> POTONG RAMBUT
>
> Sebuah kisah sedih di awal bulan.

> Dalam soal memotong rambut saya
> sring merasa tidak puas dengan hasil potongan si tukang cukur. Entah itu
> dicukur di asgar (Asli Gar inginkan.
>
>
>> memicu tawa bagi siapa saja yang melihatnya. Benar-benar menghancurkan
> rasa percaya diri.
>
>
>
> Semalam saya mencukur rambut di
> sebuah salon. Sengaja saya memilih salon mengingat tingkat kegagalannya
> lebih kecil dibandingkan tempat-tempat cukur selain salon. Di salon umumnya
> memliki teknik memotong yang baik dan tidak asal potong seperti selain
> salon, tapi ini menurut saya.
>
>
>
> Sengaja saya memilih salon yang
> sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja saya mulai merasa cocok mengingat
> dua kali potong rambut hasilnya tidak begitu mengecewakan.
>
>
>
> Saya pun menuju meja recepcionist
> untuk mendaftar nama saya. Seperti biasa saya hanya memilih paket potong
> rambut saja tanpa perawatan-perawatan yang lain. Maklum budget potong
> rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.
>
>
>
> Seperti biasa sebelum dipotong
> rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal yang wajar. Setelah itu saya
> dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan dipotong rambut. Tidak lama
> datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya pikir inilah sang eksekutor
> bagi rambut saya malam ini.
>
>
>
> Sang eksekutor berbeda dengan yang
> biasa memotong rambut saya. Saya melihat kesamping ternyata orang  yang
> biasa memotong rambut saya sedang memotong rambut pelanggan yang lain.
> Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi entah kenapa pada saat itu terpikirkan
> bahwa jika orang baru yang memotong rambut aka hasilnya akan lain.
>
>
>
> Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah
> model rambut yang katanya sesuai dengan permintaan saya. Oh my God,
> itu gumam saya dalam hati. Aneh benar model rambut, pendek tidak karuan
> dan tampak jadul. Weleh-weleh, pertanda kurang baik nih kalau seperti
> ini.
>
>
>
> “Mbak, kok kurang bagus ya?â€&#65533;
> tanyaku kepada sang eksekutor.
>
> “Iya, sih!â€&#65533; Jawab sang eksekutor.
>
> “Gubraks!â€&#65533; Diiyakan lagi.
>
> “Ya udah, pinggirnya ditipiskan
> saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak mau modelnya seperti mandarin.â€&#65533;
> Pinta saya.
>
>
>
> Beraksilah sang eksekutor itu memangkas
> rambut saya di semua bagian. Tidak berapa lama dia memperlihatkan lagi
> hasil kerjanya.
>
>
>
> Fiyuh.....
>
> Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi
> tambah gak karuan. Potongannya tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!
>
>
>
> Melihat model rambut saya yang
> sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes rasanya. Mau dipaksakan untuk
> dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis dan saya memiliki sesuatu di
> kepala ini yang harus saya sembunyikan.
>
>
>
> Akhirnya saya terpaksa menerima
> model yang tidak saya inginkan ini. Kemudian saya menuju kasir dan ternyata
> jumlah yang harus saya bayar lebih dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak
> ada yang beda antara potong rambut yang sebelumnya dengan yang sekarang.
> Ya sudah saya bayarkan dan pergi tanpa meberikan tips pada si pemotong
> rambut.
>
>
>
> Terbayang deh apa yang akan terjadi
> keesokan hari di kantor. Ledak tawa akan memenuhi telinga saya.
>
>
>
> Pagi ini dikantor, apa yang saya
> khwatirkan terjadi. Seharusnya saya berfikir yang lebih positif sehingga
> efek yang terjadi juga positif. Karena sudah terpikirkan hal-hal yang negatis
> maka terjadilah.
>
>
>
> “Gal, cukur rambut gak paka kaca
> ya?â€&#65533;
>
> “Gal, kok rambutnya gak sama antara
> yang kiri dan kanan? Terus bagian atasnya kok begitu?â€&#65533;
>
> “Galih potong rambutnya yang gratisan
> sih....begitu deh hasilnya.â€&#65533;
>
>
>
> Banyak lagi komentar-komentar yang
> membuat percara diri saya makin anjlok. Akhirnya saya memutuskan untuk
> memakai topi selama saya dikantor. Saya pikir itu ide yang terbaik daripada
> mendengan ocehan-ocehan perusak percaya diri.
>
>
>
> Aduh....hei rambut cepatlah panjang
> lagi........
>
>
>
>
>
> Cibitung, 06 Agustus 2009
>

1f.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Thu Aug 6, 2009 12:44 am (PDT)



Hehe...seger juga nih baca tulisan Galih di siang yang puanass:)

Jangan kuatir, Bro, tiap cowok rasanya pernah alami salah cukur seperti
ente. Kalo saya, seingat saya sih dua kali. Waktu SMP dan waktu kuliah.
Waktu SMP, karena kena razia rambut gondrong oleh pak guru. Waktu kuliah,
karena niatnya mau ngirit dan minta dipangkasin sama adik.Hasilnya? Selain
landscape rambut saya bagai sawah pascapanen yang berlubang di sana-sini,
terpaksa sang mahkota dicukur ulang di tukang pangkas rambut langganan.
Derita belum berakhir. Karena besoknya diminta jadi moderator acara kampanye
ketua BEM-UI di fakultas (yang tak mungkin dan tak etis pake topi selama
acara) maka dibukalah sang topi. Wuah! Ternyata sambutan yang didapat sang
moderator lebih heboh daripada sambutan untuk para kandidat ketua BEM
sendiri:)). Sempat dua minggu setelahnya beredar julukan "Salam botak":((.
Fyuh!

Tapi yang lebih mengesalkan justru waktu kena razia rambut di kelas 2 SMP.
Saya dan teman sebangku waktu itu, Jupri sudah senyum-senyum girang karena
yakin kami berdua tidak bakal kena razia rambut. Apa soal? Sebelum dimulai
razia, definisi "rambut gondrong" dijelaskan oleh sang eksekutor, Pak Guru
Fisika bernama Jupiter Nababan, yakni "rambut yang melebihi kerah baju".
Sebagai sesama pemilik rambut keriting (bahkan rambut Jupri lebih keriting
lagi seperti rambut orang Papua) rambut kami tidak menggondrong ke bawah
(seperti kebanyakan orang berambut lurus) tapi merimbun ke atas alias
mumbul, orang Betawi bilang. Per definisi a la Pak Guru jelas kami aman.
Tapi tak dinyana Pak Jupiter melakukan pelanggaran atas aturan dan definisi
yang dibuatnya sendiri! Meski awalnya ketika menghampiri meja kami dengan
senjata gunting yang menyeramkan ia tampak kebingungan tapi sang eksekutor
akhirnya berijtihad sendiri. Ia bilang,"Bah, ini sih gondrong juga namanya!"
Habislah rambut kami belang-bentong dicukur sembarang. Pulangnya, demi
memperbaiki penampilan, mampirlah di tukang cukur langganan. Eh, si Akang
asli Tamala (Tasikmalaya) malah "nuduh","Abis tawuran ya, Jang?" Duh, dia
kira saya kena razia polisi dan kena hukuman cukur di tempat akibat tawuran.
Zaman itu (tahun 1992) memang lagi trend hukuman cukur di tempat untuk para
pelaku tawuran pelajar.

So, Galih, enjoy aja! Nikmatin aja tiap hari bertumbuhnya sang rambut. Kalo
saya sih, keramas tiap hari malah ubanan tuh:)).

Tabik,

Nursalam AR

On 8/6/09, galih@asmo.co.id <galih@asmo.co.id> wrote:
>
>
>
>
> POTONG RAMBUT
> Sebuah kisah sedih di awal bulan.
>
>
> Dalam soal memotong rambut saya sring merasa tidak puas dengan hasil
> potongan si tukang cukur. Entah itu dicukur di *asgar* (Asli Garut)
> ataupun di salon saya sering merasa kecewa dengan hasilnya. Selalu saja
> tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan.
>
> Lagi, untuk yang sekian kali saya merasa tidak sesuai dengan model rambut
> saya sekarang. Aneh, dan selalu memicu tawa bagi siapa saja yang melihatnya.
> Benar-benar menghancurkan rasa percaya diri.
>
> Semalam saya mencukur rambut di sebuah salon. Sengaja saya memilih salon
> mengingat tingkat kegagalannya lebih kecil dibandingkan tempat-tempat cukur
> selain salon. Di salon umumnya memliki teknik memotong yang baik dan tidak
> asal potong seperti selain salon, tapi ini menurut saya.
>
> Sengaja saya memilih salon yang sudah dua kali saya kunjungi. Tentu saja
> saya mulai merasa cocok mengingat dua kali potong rambut hasilnya tidak
> begitu mengecewakan.
>
> Saya pun menuju meja *recepcionist* untuk mendaftar nama saya. Seperti
> biasa saya hanya memilih paket potong rambut saja tanpa perawatan-perawatan
> yang lain. Maklum *budget* potong rambut tidak boleh lebih dari Rp 20.000.
>
> Seperti biasa sebelum dipotong rambut di cuci terlebih dahulu dan ini hal
> yang wajar. Setelah itu saya dipersilahkan menuju tempat dimana saya akan
> dipotong rambut. Tidak lama datanglah seorang wanita menhampiri saya. Saya
> pikir inilah sang eksekutor bagi rambut saya malam ini.
>
> Sang eksekutor berbeda dengan yang biasa memotong rambut saya. Saya melihat
> kesamping ternyata orang yang biasa memotong rambut saya sedang memotong
> rambut pelanggan yang lain. Ya sudah, dengan yang ada saja. tapi entah
> kenapa pada saat itu terpikirkan bahwa jika orang baru yang memotong rambut
> aka hasilnya akan lain.
>
> Sekitar 30 menit berlalu dan diperlihatkanlah model rambut yang katanya
> sesuai dengan permintaan saya. *Oh my God*, itu gumam saya dalam hati.
> Aneh benar model rambut, pendek tidak karuan dan tampak *jadul*.
> Weleh-weleh, pertanda kurang baik nih kalau seperti ini.
>
> �Mbak, kok kurang bagus ya?� tanyaku kepada sang eksekutor.
> �Iya, sih!� Jawab sang eksekutor.
> �Gubraks!� Diiyakan lagi.
> �Ya udah, pinggirnya ditipiskan saja tapi jangan terlalu tipis. Saya tidak
> mau modelnya seperti mandarin.� Pinta saya.
>
> Beraksilah sang eksekutor itu memangkas rambut saya di semua bagian. Tidak
> berapa lama dia memperlihatkan lagi hasil kerjanya.
>
> Fiyuh.....
> Kok jadi seperti batok yak? Aduh...jadi tambah gak karuan. Potongannya
> tipis sebelah dan tidak rata. Ancur....!
>
> Melihat model rambut saya yang sukses berbentuk seperti batok jadi ngenes
> rasanya. Mau dipaksakan untuk dibuat panjangnya 2 cm namun terlalu tipis dan
> saya memiliki sesuatu di kepala ini yang harus saya sembunyikan.
>
> Akhirnya saya terpaksa menerima model yang tidak saya inginkan ini.
> Kemudian saya menuju kasir dan ternyata jumlah yang harus saya bayar lebih
> dari Rp. 20.000. Aneh, padahal tidak ada yang beda antara potong rambut yang
> sebelumnya dengan yang sekarang. Ya sudah saya bayarkan dan pergi tanpa
> meberikan tips pada si pemotong rambut.
>
> Terbayang deh apa yang akan terjadi keesokan hari di kantor. Ledak tawa
> akan memenuhi telinga saya.
>
> Pagi ini dikantor, apa yang saya khwatirkan terjadi. Seharusnya saya
> berfikir yang lebih positif sehingga efek yang terjadi juga positif. Karena
> sudah terpikirkan hal-hal yang negatis maka terjadilah.
>
> �Gal, cukur rambut gak paka kaca ya?�
> �Gal, kok rambutnya gak sama antara yang kiri dan kanan? Terus bagian
> atasnya kok begitu?�
> �Galih potong rambutnya yang gratisan sih....begitu deh hasilnya.�
>
> Banyak lagi komentar-komentar yang membuat percara diri saya makin anjlok.
> Akhirnya saya memutuskan untuk memakai topi selama saya dikantor. Saya pikir
> itu ide yang terbaik daripada mendengan ocehan-ocehan perusak percaya diri.
>
> Aduh....hei rambut cepatlah panjang lagi........
>
>
> Cibitung, 06 Agustus 2009
>
>

--
"Open up your mind and fly!"

Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply.com
www.facebook.com/nursalam.ar
1g.

Re: (Catcil) Potong rambut

Posted by: "galih@asmo.co.id" galih@asmo.co.id

Thu Aug 6, 2009 2:03 am (PDT)



@Mba Lia ----> Rencana tiap pagi dan pulang kerja mau terus keramas biar
percepatan tumbuh rambutnya semakin cepat.
Rambut memang mahkota Mba, makanya PD-ku berkurang
nih gara-gara style rambut yang gak jelas ini.
Keramas, keramas, keramas.........

@Novi -------> He.....jangan coba-coba iseng yak! Di jamin kalo liat pasti
pegel pipi :)

@Veby ------> KAlo dibilang metroseksual mungkin belom nyampe, baru
bibit-bibit aja. Lagian nyalon tuh gara-gara sering gagal atau
si tukang potongnya suka bingung kalo request model
rambut yang diinginkan.

@Mba Indar -----> Fotonya off the record Mba, bahaya. Ntar tukul kalah
saing lagi. Model 321 itu yang seperti apa ya Mba?

@ Mas Nursalam -----> Hahaha...rupanya ada yang lebih parah dariku. Terima
kasih bro, PD mulai numbuh lagi nih. Gak kebayang deh kalo
rambut ngikutin gaya razianya Mas Nur
waktu SMP. Bisa-bisa sepanjang hari jadi bahan ledekan.

To all of you, mohon maaf samai waktu yang tidak ditentukan tidak bisa
mendownload foto-foto saya dikarenakan kameranya selalu "HANG" kalo
diminta foto.

2a.

ARTIKEL YANG MENGGEMPARKAN !!!

Posted by: "dr Dito" ditoanurogo@gmail.com   d17o

Wed Aug 5, 2009 11:53 pm (PDT)

[Attachment(s) from dr Dito included below]

Semoga artikel-artikel ini bermanfaat,
juga CV Dito siapa tahu...ada yang memerlukan konsultasi kesehatan,
penulisan, dsb.

*Misteri di Balik Kematian Mbah Surip* (Artikel Eksklusif)
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=21&jd=Misteri+di+Balik+Kematian+Mbah+Surip&dn=20090805184638

*Rahasia Kerajaan Bisnis di Asia* (Artikel)
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=10&jd=Rahasia+Kerajaan+Bisnis+di+Asia&dn=20090805185042

*Rahasia Kerajaan Bisnis di Asia* (Foto Eksklusif)
http://www.kabarindonesia.com/foto.php?jd=Rahasia+Kerajaan+Bisnis+di+Asia&pil=20090805193051

Mohon komentar positif Anda.

Oh iya...mohon doa teman-teman semuanya....Insya Allah sebentar lagi
(Oktober 09) Dito akan menjadi dokter.

Terimakasih.

Dito Anurogo

Attachment(s) from dr Dito

2 of 2 File(s)

2b.

Re: ARTIKEL YANG MENGGEMPARKAN !!! [2 Attachments]

Posted by: "Ramaditya Skywalker" ramavgm@gmail.com

Thu Aug 6, 2009 12:08 am (PDT)



Artikel yang bagus. Saya do'akan semoga berhasil!

On 8/6/09, dr Dito <ditoanurogo@gmail.com> wrote:
> Semoga artikel-artikel ini bermanfaat,
> juga CV Dito siapa tahu...ada yang memerlukan konsultasi kesehatan,
> penulisan, dsb.
>
>
> *Misteri di Balik Kematian Mbah Surip* (Artikel Eksklusif)
> http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=21&jd=Misteri+di+Balik+Kematian+Mbah+Surip&dn=20090805184638
>
>
> *Rahasia Kerajaan Bisnis di Asia* (Artikel)
> http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=10&jd=Rahasia+Kerajaan+Bisnis+di+Asia&dn=20090805185042
>
>
> *Rahasia Kerajaan Bisnis di Asia* (Foto Eksklusif)
> http://www.kabarindonesia.com/foto.php?jd=Rahasia+Kerajaan+Bisnis+di+Asia&pil=20090805193051
>
> Mohon komentar positif Anda.
>
> Oh iya...mohon doa teman-teman semuanya....Insya Allah sebentar lagi
> (Oktober 09) Dito akan menjadi dokter.
>
> Terimakasih.
>
>
> Dito Anurogo
>

--
"Ramaditya Skywalker: The Indonesian game music lover"

- Eko Ramaditya Adikara
http://www.ramaditya.com

3.

(Rampai) Tuhan dan sajak-sajak kalam

Posted by: "Satya Aditya" ukasah_aditya@yahoo.com   ukasah_aditya

Thu Aug 6, 2009 12:15 am (PDT)





 

Tuhan sedang bertanya padamu

tentang sajak kerinduan seorang hamba

Ia menyapamu dengan sangat halus

dengan segala nikmat yang sudah diberikan

dan pengampunan yang maha luas...

Tuhan sedang berbicara padamu

dengan bahasa yang indah

Bahasa cinta dan kerinduan

Bahasa pujangga dan penyair kalam

Tuhan sedang menegurmu

dengan pertanyaan-pertanyaan besar

Pertanyaan nikmat-Ku yang mana yang kau dustakan?

Mana kala ambisi berburu oleh nafsu-nafsu liar yang berkobar

Tuhan menjadi kala berhala di ujung-ujung senja yang mulai berganti

dan akhirnya gugurditimpa buih-buih kehampaan iman.

Mati.... dan kembali

aku terbujur kaku,

Tuhan dan sajak-sajak kalam

6 agustus 2009
 
 

Salam
Ukasah aditya
~Pena Peradaban~
"Turn From zero to hero"

4a.

"Istirahat?"

Posted by: "radinal88" radinal88@yahoo.co.id   radinal88

Thu Aug 6, 2009 1:39 am (PDT)



http://kumpulan-q.blogspot.com

oleh: Radinal Mukhtar Harahap

"Maka ketika kamu telah menyelesaikan satu pekerjaan, maka bersegeralah memperkerjakan yang lain (AL-Qur'an)"

"Ingatlah lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, LUANG SEBELUM SEMPIT, dan hidup sebelum mati (AL-Hadits)"

"Janganlah mengakhirkan sesuatu pekerjaan yang bisa kamu kerjakan pada hari ini (Qoul Ulama)"

***

ketika menuliskan catatan ini, saya sedang berada di pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, tepatnya membantu di kantor Madrasah Aliyah pada pesantren tersebut. Dan tentunya, sebagai orang yang menjaga kantor Aliyah, saya akan berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai kepentingan dengan masalah ke-aliyahan. Salah satu masalah yang paling sering saya terima adalah PENGAMBILAN IJAZAH.

Ketika sibuk mencari-cari ijazah yang akan diambil, saya akan berbasa-basi dengan pengambil ijazah tersebut.

"Nyambung di mana akhi? ukhti?" itulah pertanyaan 'wajib' yang selalu saya sampaikan.

tanggapannya pun berbeda-beda.

Ada yang bilang KAMPUS A, KAMPUS B, hingga KAMPUS C..

Ada juga yang bilang daftar AKMIL, AKPOL hingga AKBID dan AKPER...

namun, yang paling menarik, tentunya bagi diri saya sendiri adalah jawaban seorang pengambil ijazah yang mengatakan, "NGANGGUR DULU SATU TAHUN, AKHI... MAU ISTIRAHAT!!!!"

***

Istirahat?

O ya.. Karena kata-kata itu jugalah, saya tidak bisa mengupdate catatan facebook dan blog saya.. yaitu ketika saya ingin menulis, seorang saudara saya mengucapkan "ISTIRAHAT DULU LAH... KUMPUL-KUMPUL DULU...!!!"

satu-dua-tiga hari, saya berkumpul-kumpul dengan teman-teman...

empat-lima-enam hari, saya tidak merasa bahwa sudah seminggu tidak menulis...

hingga hari ini saya menulis, ini adalah hari ke empat belas... :(

begitu pula dengan seorang adik kelas yang telah berjanji untuk menuliskan kisahnya kepada saya sekita sebulan yang lalu..

namun hingga hari ini, tepatnya sebulan lebih, saya belum menerima tulisan tersebut sama sekali...

ketika saya konfirmasi.. ia hanya mengatakan TUNGGU DULU...

****

Kata TUNGGU dan ISTIRAHAT, mungkin sering sekali kita sandingkan dengan sifat MALAS yang sebenarnya kita sadari telah menjalar ketubuh kita..

lantas, hanya ada satu kata yang harus kita lakukan, JANGAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN DAN KERJAKANLAH PEKERJAANMU DENGAN SEMANGAAAT...

NB:

Ingatlah....

bila kita menunda satu pekerjaan hari ini, berarti kita telah menambah beban satu pekerjaan di hari esok. Bila esok pun kita tunda, berarti ada dua pekerjaan yang telah tertambahkan di waktu lusa.

SEMANGAAT....

kantor aliyah, 06 Agustus 2009

4b.

Re: "Istirahat?"

Posted by: "veby" vbi_djenggotten@yahoo.com   vbi_djenggotten

Thu Aug 6, 2009 1:57 am (PDT)



assalammu'alaikum...
bener juga siy....
tapi ada kalanya tubuh dan jiwa memeiliki hak untuk "beristirahat..."
mencoba merefleksi diri dalam dzikir bisa berarti beristirahat...
sebuah jeda, untuk melangkah menjadi lebih baik...:p

(ngomong opo to aku iki...)
maturnuwun buat sharing-nya...

<a href="http://s744.photobucket.com/albums/xx83/vbidjenggotten/?action=view&current=sampul_depan_1_multiply.jpg" target="_blank"><img src="http://i744.photobucket.com/albums/xx83/vbidjenggotten/sampul_depan_1_multiply.jpg" border="0" alt="komik strip"></a>

www.jamurkomik.blogspot.com

--- On Thu, 8/6/09, radinal88 <radinal88@yahoo.co.id> wrote:

From: radinal88 <radinal88@yahoo.co.id>
Subject: [sekolah-kehidupan] "Istirahat?"
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Thursday, August 6, 2009, 1:03 AM

 

http://kumpulan- q.blogspot. com

oleh: Radinal Mukhtar Harahap

"Maka ketika kamu telah menyelesaikan satu pekerjaan, maka bersegeralah memperkerjakan yang lain (AL-Qur'an)"

"Ingatlah lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, LUANG SEBELUM SEMPIT, dan hidup sebelum mati (AL-Hadits)"

"Janganlah mengakhirkan sesuatu pekerjaan yang bisa kamu kerjakan pada hari ini (Qoul Ulama)"

***

ketika menuliskan catatan ini, saya sedang berada di pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, tepatnya membantu di kantor Madrasah Aliyah pada pesantren tersebut. Dan tentunya, sebagai orang yang menjaga kantor Aliyah, saya akan berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai kepentingan dengan masalah ke-aliyahan. Salah satu masalah yang paling sering saya terima adalah PENGAMBILAN IJAZAH.

Ketika sibuk mencari-cari ijazah yang akan diambil, saya akan berbasa-basi dengan pengambil ijazah tersebut.

"Nyambung di mana akhi? ukhti?" itulah pertanyaan 'wajib' yang selalu saya sampaikan.

tanggapannya pun berbeda-beda.

Ada yang bilang KAMPUS A, KAMPUS B, hingga KAMPUS C..

Ada juga yang bilang daftar AKMIL, AKPOL hingga AKBID dan AKPER...

namun, yang paling menarik, tentunya bagi diri saya sendiri adalah jawaban seorang pengambil ijazah yang mengatakan, "NGANGGUR DULU SATU TAHUN, AKHI... MAU ISTIRAHAT!!! !"

***

Istirahat?

O ya.. Karena kata-kata itu jugalah, saya tidak bisa mengupdate catatan facebook dan blog saya.. yaitu ketika saya ingin menulis, seorang saudara saya mengucapkan "ISTIRAHAT DULU LAH... KUMPUL-KUMPUL DULU...!!!"

satu-dua-tiga hari, saya berkumpul-kumpul dengan teman-teman. ..

empat-lima-enam hari, saya tidak merasa bahwa sudah seminggu tidak menulis...

hingga hari ini saya menulis, ini adalah hari ke empat belas... :(

begitu pula dengan seorang adik kelas yang telah berjanji untuk menuliskan kisahnya kepada saya sekita sebulan yang lalu..

namun hingga hari ini, tepatnya sebulan lebih, saya belum menerima tulisan tersebut sama sekali...

ketika saya konfirmasi.. ia hanya mengatakan TUNGGU DULU...

****

Kata TUNGGU dan ISTIRAHAT, mungkin sering sekali kita sandingkan dengan sifat MALAS yang sebenarnya kita sadari telah menjalar ketubuh kita..

lantas, hanya ada satu kata yang harus kita lakukan, JANGAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN DAN KERJAKANLAH PEKERJAANMU DENGAN SEMANGAAAT.. .

NB:

Ingatlah....

bila kita menunda satu pekerjaan hari ini, berarti kita telah menambah beban satu pekerjaan di hari esok. Bila esok pun kita tunda, berarti ada dua pekerjaan yang telah tertambahkan di waktu lusa.

SEMANGAAT... .

kantor aliyah, 06 Agustus 2009











Recent Activity
Visit Your Group
Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: