Para Ihwan/ihwat yang semoga di rahmati Allah,
Aartikel berikut ini untuk mengingatkan kita semua untuk beramal sesuai dg
sunnah Rasul dan semoga bermanfaat. Untuk itu kita seharusnya memperdalam ilmu
syar'i sehingga justifikasi kita ada hujjahnya bukan dari hawa nafsu
Bid'ah dan Niat Baik
Ketika sebagian orang melakukan bid'ah, mereka beralasan bahwa amal mereka
dilakukan dengan niat yang baik, tidak bertujuan melawan syari'at, tidak
mempunyai pikiran untuk mengoreksi agama, dan tidak terbersit dalam hati untuk
melakukan bid'ah ! Bahkan sebagian mereka berdalil dengan hadits Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat" [Muttafaq Alaihi]
Untuk membentangkan sejauh mana tingkat kebenaran cara mereka menyimpulkan dalil
dan beberapa alasan yang mereka kemukakan tersebut, kami kemukakan bahwa
kewajiban seorang muslim yang ingin mengetahui kebenaran yang sampai kepadanya
serta hendak mengamalkannya adalah tidak boleh menggunakan sebagian dalil hadits
dengan meninggalkan sebagian yang lain. Tetapi yang wajib dia lakukan adalah
memperhatiakn semua dalil secara umum hingga hukumnya lebih dekat kepada
kebenaran dan jauh dari kesalahan.Demikianlah yang harus dilakukan bila dia
termasuk orang yang mempunyai keahlian dalam menyimpulkan dalil.
Adapun yang benar dalam masalah yang penting ini, bahwa sabda Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam. "Sesunnguhnya segala amal tergantung pada niat" adalah
sebagai penjelasan tentang salah satu dari dua pilar dasar setiap amal, yaitu
ikhlas dalam beramal dan jujur dalam batinnya sehingga yang selain Allah tidak
meretas ke dalamnya.
Adapun pilar kedua adalah, bahwa setiap amal harus sesuai Sunnah Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam,seperti dijelaskan dalam hadits, "Barangsiapa yang
mengerjakan suatu amal yang tidak ada keterangannya dari kami maka dia
tertolak".Dan demikian itulah kebenaran yang dituntut setiap orang untuk
merealisasikan dalam setiap pekerjaan dan ucapannya.
Atas dasar ini, maka kedua hadits yang agung tersebut adalah sebagai pedoman
agama, baik yang pokok maupun cabang, juga yang lahir dan yang batin.Dimana
hadits : "Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat"sebagai timbangan amal
yang batin. Sedangkan hadits "Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak
ada keterangannya dari kami maka dia tertolak"sebagai tolak ukur lahiriah setiap
amal.
Dengan demikian, maka kedua hadits tersebut memberikan pengertian, bahwa setiap
amal yang benar adalah bila dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan mengikuti
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,yang keduanya merupakan syarat setiap
ucapan dan amal yang lahir maupun yang batin.
Oleh karena itu, siapa yang ikhlas dalam setiap amalnya karena Allah dan sesuai
sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi was allam, maka amalnya diterima, dan
siapa yang tidak memenuhi dua hal tersebut atau salah satunya maka amalnya
tertolak.
Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benarmaka tidak akan
diterima.Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak
diterima.Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang
amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah"
Al-Alamah Ibnul Qayyim berkata, "Sebagian ulama salaf berkata, "Tidaklah suatu
pekerjaan meskipun kecil melainkan dibentangkan kepadanya dua catatan. Mengapa
dan bagaimana ? Yakni, mengapa kamu melakukan dan bagaimana kamu melakukan ?
Pertanyaan pertama tentang alasan dan dorongan melakukan pekerjaan. Apakah
karena ada interes tertentu dan tujuan dari berbagai tujuan dunia seperti ingin
dipuji manusia atau takut kecaman mereka, atau ingin mendapatkan sesuatu yang
dicintai secara cepat, atau menghindarkan sesuatu yang tidak disukai dengan
cepat ? Ataukah yang mendorong melakukan pekerjaan itu karena untuk pengabdian
kepada Allah dan mencari kecintaan-Nya serta untuk mendekatkan diri kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala ?
Artinya, pertanyaan pertama adalah, apakah kamu mengerjakan amal karena Allah,
ataukah karena kepentingan diri sendiri dan hawa nafsu?
Adapun pertanyaan kedua tentang mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam dalam pengabdian itu. Artinya, apakah amal yang dikerjakan sesuai
syari'at Allah yang disampaikan Rasul-Nya? Ataukah pekerjaan itu tidak
disyari'atkan Allah dan tidak diridhai-Nya?
Pertanyaan pertama berkaitan dengan ikhlas ketika beramal, sedangkan yang kedua
tentang mengikuti Sunnah. Sebab Allah tidak akan menerima amal kecuali memenuhi
kedua syarat tersebut. Maka agar selamat dari pertanyaan pertama adalah dengan
memurnikan keikhlasan. Sedang agar selamat dari pertanyaan kedua adalah dengan
mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mengerjakan setiap
amal. Jadi amal yang diterima adalah bila hatinya selamat dari keinginan yang
bertentangan dengan ikhlas dan juga selamat dari hawa nafsu yang kontradiksi
dengan mengikuti Sunnah".
Ibnu Katsir dalam tafsirnya (I/231) berkata, "Sesungguhnya amal yang di terima
harus memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas karena Allah. Kedua, benar dan sesuai
syari'at. Jika dilakukan dengna ikhlas, tetapi tidak benar, maka tidak akan
diterima".
Pernyataan itu dikuatkan dan dijelaskan oleh Ibnu Ajlan, ia berkata, "Amal
tidak dikatakan baik kecuali dengan tiga kriteria : takwa kepada Allah, niat
baik dan tepat (sesuai sunnah)"
Kesimpulannya, bahwa sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallamn, "Sesungguhnya
segala amal tergantung pada niat"itu maksudnya, bahwa segala amal dapat berhasil
tergantung pada niatnya. Ini adalah perintah untuk ikhlas dan mendatangkan niat
dalam segala amal yang akan dilakukan oleh seseorang dengan sengaja, itulah yang
menjadi sebab adanya amal dan pelaksanaannya.
Atas dasar ini, maka seseorang tidak dibenarkan sama sekali menggunakan hadits
tersebut sebagai dalil pembenaran amal yang batil dan bid'ah karena semata2 niat
baik orang yang melakukannya!
Dan penjelasan yang lain adalah, bahwa hadits tersebut sebagai dalil atas
kebenaran amal dan keikhlasan ketika melakukannya, yaitu dengan pengertian,
"Sesungguhnya segala amal yang shalih adalah dengan niat yang shalih"
Pemahaman seperti ini sepenuhnya tepat dengan kaidah ilmiah dalam hal mengetahui
ibadah dan hal-hal yang membatalkannya.
Dan diantara yang menguatkan bahwa diterimanya amal bukan hanya karena niat baik
orang yang melakukannya saja, tetapi harus pula sesuai dengan Sunnah adalah
hadits sebagai berikut.
"Bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apa yang
Allah kehendaki dan apa yang engkau kehendaki".Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam berkata kepadanya, "Apakah kamu menjadikan aku sebagai tandingan bagi
Allah? Tetapi katakanlah : "Apa yang dikehendaki Allah semata"
Niat baik dan keikhlasan hati sahabat yang agung ini tidak diragukan. Tetapi
ketika ucapan yang keluar darinya bertolak belakang dengan manhaj Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam akidah dan bertutur kata, maka Rasulullah
mengingkari seraya mengingatkan kesalahannya dan menjelaskan yang benar tanpa
melihat niatnya yang baik.
wass.
mh
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Ngaji.Khobar" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke Ngaji-Khobar@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
Ngaji-Khobar+unsubscribe@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/Ngaji-Khobar?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATMI-KL@googlegroups.com
Cerita santai : Guyonan-KL@googlegroups.com
Keagamaan : Muslim-KL@googlegroups.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar