*Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
*Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala :
*Tidur, Rahasia dan Etikanya (1)
*Selasa, 28 Juli 09
Tidur merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah Ta'ala. Tidur
merupakan nikmat di antara nikmat-nikmat yang dikaruniakan kepada
hamba-hambaNya. Tidur adalah kebutuhan primer kehidupan ini.
Allah Ta'ala berfirman, artinya, *"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian
dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."* (QS. ar-Ruum:23)
*"Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah
menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi
Sesungguhnya pada demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
orang-orang yang beriman".* (QS. an-Naml: 86)
Istirahat, ketenangan, hilangnya rasa lelah dan kesulitan, serta semangat
dan kekuatan dapat terpenuhi dengan tidur. Allah Ta'ala berfirman, artinya,
*"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk
istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha".* (QS. 25:47)
*"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malammu sebagai
pakaian," *(QS. an-Naba': 9-10)
Islam merupakan agama yang memiliki kesempurnaan ajaran dan syari'at. Di
antara contohnya adalah Islam memiliki perhatian terhadap manusia di dalam
semua fase yang dilaluinya dan seluruh sisi kehidupannya, tidak terkecuali
tentang tidur yang dialami oleh manusia sekitar sepertiga hidupnya. Bahkan
Islam juga menyinggung tentang etika-etika dan sunnah-sunnahnya. Siapa pun
yang mengambilnya, niscaya akan terealisasi di dalam tidurnya berupa
ketenangan, istirahat, kenyamanan, kedamaian, dan menjauhkan dari
kegelisahan dan keletihan.
*Adapun Etika-Etika dan Sunnah-Sunnah Tidur Terbagi Menjadi Dua Bagian :*
*Pertama*, Sunnah dan etika yang berupa ucapan dan perbuatan ketika hendak
tidur dan berbaring di atas kasur, yakni:
- *Anjuran tidur lebih awal dan peringatan agar tidak begadang tanpa
suatu keperluan.*
Di dalam hadits Abu Barzah disebutkan bahwa *"Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam tidak menyukai tidur sebelum Isya dan berbicara (ngobrol)
setelahnya."* (HR. al-Bukhari, hal.568 dan Muslim, hal.647)
Al-Hafizh rahimahullah berkata, "Hal itu, karena tidur sebelum Isya dapat
menyebabkan terlewatnya waktu shalat Isya dan terlewatnya waktu yang utama.
Sedangkan ngobrol setelahnya dapat menyebabkan seseorang 'kebablasan' shalat
subuhnya atau waktu yang utama ataupun shalat malam. Umar bin Khattab
radhiallahu 'anhu pernah menyinggung tentang hal ini kepada orang-orang,
seraya berkata, "Apakah ngobrol di awal malam, dan tidur di akhirnya?."
(lihat: fathu al-Bari 2/73)
Adapun mengobrol (begadang) untuk suatu keperluan, maka hal itu
dibolehkan. Dari Umar bin Khattab, dia berkata, *"Adalah Rasulullah
berbincang-bincang dengan Abu Bakar dalam salah satu perkara kaum muslimin,
sedangkan saya bersama keduanya." *(HR. at-Tirmidzi, hal.154)
At-Tirmidzi berkata, "Para Ulama dari kalangan para sahabat Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam, Tabi'in dan orang-orang setelahnya berbeda
pendapat dalam masalah bercakap-cakap setelah shalat Isya. Sebagian mereka
menganggap bahwa hal tersebut hukumnya adalah makruh. Sebagian lainnya
memberikan rukhshah (dispensasi) selama dalam konteks menuntut ilmu dan
suatu keperluan. Bahkan hal tersebut adalah pendapat mayoritas Ahlul Hadits.
- *Berwudhu ketika hendak tidur.*
Dari al-Bara' bin 'Azib, dia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, *"Apabila kamu hendak mendatangi tempat tidurmu, maka
berwudhulah seperti wudhu shalat, kemudian berbaringlah di atas bagian
tubuhmu yang sebelah kanan."* (HR. al-Bukhari, hal.247 dan Muslim,
hal.2710.)
Jika seseorang dalam keadaan junub, maka disunnahkan baginya untuk mandi
sebelum tidur, dan jika dia tidak mendapatkan kemudahan untuk mandi, maka
dia mendapat keringanan cukup dengan berwudhu. Di dalam hadits Umar bin
Khaththab radhiallahu 'anhu, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, *"Apakah boleh seseorang tidur, sedang ia
dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Iya, jika salah seorang di antara
kalian berwudhu, maka tidurlah meskipun dalam keadaan junub."* (HR.
al-Bukhari, hal.286 dan Muslim, hal. 305.)
- *Shalat witir sebelum tidur*
Shalat witir di akhir malam lebih utama bagi yang meyakini bahwa dirinya
akan bangun di akhir malam. Adapun bagi yang khawatir tidak dapat bangun di
akhir malam, maka hendaklah shalat witir sebelum tidur. Sebagaimana terdapat
di dalam hadits Jabir, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, *"Barangsiapa khawatir dirinya tidak dapat bangun di akhir
malam, maka hendaklah ia shalat witir di awal malam, dan barangsiapa yakin
akan bangun di akhir malam, maka hendaklah ia shalat witir di akhir malam,
karena sesungguhnya shalat di akhir malam akan disaksikan (oleh para
malaikat) dan hal itu lebih utama."* (HR. Muslim, hal.755)
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata, aku pernah diwasiatkan
oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan tiga perkara, *"Puasa
tiga hari setiap bulannya, dua raka'at dhuha, dan shalat witir sebelum aku
tidur."* (HR. al-Bukhari, hal.731 dan Muslim, hal.1178)
- *Membersihkan Kasur/ tempat tidur sebelum tidur*
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, *"Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi tempat
tidurnya, maka hendaklah ia mengambil ujung sarungnya, kemudian dia
bersihkan kasurnya dengannya, dan hendaklah ia mengucapkan bismillah, karena
sesungguhnya dia tidak mengetahui apa yang terjadi setelahnya di atas tempat
tidurnya. Dan apabila hendak berbaring, maka hendaklah ia berbaring di atas
bagian tubuhnya sebelah kanan."* (HR. al-Bukhari, hal.6320, dan Muslim,
hal.22714)
- *Berbaring di atas bagian tubuh sebelah kanan*
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh hadits Abu Hurairah dan Hadits
al-Bara' bin 'Azib radhiallahu 'anhuma yang telah disebutkan
- *Meletakkan tangan kanan di bawah pipi.*
Dari Ummul Mukminin Hafshah radhiallahu 'anha, istri Nabi shallallahu
'alaihi wasallam, "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila
hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya seraya
berdoa,
Çááøóåõãøó Þöäöí ÚóÐóÇÈóßó íóæúãó ÊóÈúÚóËõ ÚöÈóÇÏóßó¡
*"Ya Allah, lindungilah aku dari Siksamu pada hari Engkau bangkitkan
hamba-hambaMu, 3X."* (HR. Abu Daud, hal.5045).
Dari Huzaifah radhiallahu 'anhu, dia berkata, "Bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wasallam apabila hendak tidur di waktu malam, beliau meletakkan
tangannya di bawah pipinya seraya berdoa,
Çááøóåõãøó ÈöÇÓúãößó ÃóãõæÊõ æóÃóÍúíóÇ
*"Ya Allah, dengan namaMu aku mati dan hidup".*
Dan jika beliau shallallahu 'alaihi wasallam bangun tidur, berdoa,
ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöí ÃóÍúíóÇäóÇ ÈóÚúÏó ãóÇ ÃóãóÇÊóäóÇ æóÅöáóíúåö
ÇáäøõÔõæÑõ
*"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia
mematikan kami, dan kepadaNya lah tempat kembali."* (HR. al-Bukhari,
hal.6314)
- *Makruh tidur di atas perut (tengkurap)*
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam melihat seorang lelaki berbaring tengkurap seraya berkata,
*"Sesungguhnya berbaring seperti ini tidak disukai Allah."* (HR.
at-Tirmidzi, hal.2692).
Bersambung pada edisi yang lain… Insya Allah
*Oleh : Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi
Sumber: An-Naumu, Asroruhu Wa Adabuhu, DR. Muhammad Bin Abdullah al-Qannash.
*
**
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan ini kami menyampaikan "Artikel Ciri-ciri
Ibadurrahman" kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita semuanya. Amiin
*Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
*
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar