Messages In This Digest (9 Messages)
- 1a.
- (Inspirasi) Kids Forever From: Jenny Jusuf
- 1b.
- Re: [Inspirasi] Kids Forever From: defitra_inkam
- 2a.
- [Maklumat] Lowongan Panitia Acara Di Lapas Tangerang From: wiwiek sulistyowati
- 2b.
- Re: [Maklumat] Lowongan Panitia Acara Di Lapas Tangerang From: Hadian Febrianto
- 3.
- [Mimbar] Ketika Tuhan Menciptakan Ibu... From: Imam Suyudi
- 4a.
- Re: [Ruang Keluarga] Engkau Lelaki Kelak Sendiri -1 From: defitra_inkam
- 5.
- [TeKa] kapan ayah pulang, nek? From: muhamad agus syafii
- 6.
- What's in a CV? From: Cahyo Sukaryo
- 7a.
- Re: [LONCENG] Selamat Ultah Kang Galih dan Mbak Rini NB Hadiyono From: ugik madyo
Messages
- 1a.
-
(Inspirasi) Kids Forever
Posted by: "Jenny Jusuf" j3nnyjusuf@yahoo.com j3nnyjusuf
Wed Feb 4, 2009 10:13 pm (PST)
"MAU JADI KECIL!"
Itu
jawaban yang diserukan putra kawan saya yang baru berumur empat tahun,
ketika ditanya oleh ayah-ibunya, mau jadi apa kalau sudah besar nanti.
Lucu, iya. Polos, iya. Tapi, bagi saya, jawaban itu jauh lebih 'dalam' dari sekadar keluguan bocah balita.
Buktinya?
Coba, ngacung, siapa yang umurnya sudah di atas seperempat abad, dan
belum pernah sekaliii saja merasa ingin balik ke masa kanak-kanak lagi?
Siapa yang pernah melihat anak kecil yang asyik bermain dan tertawa
sepuasnya, dan tidak sedikit pun berkhayal enaknya jadi dia?
Kalau
ada yang belum pernah merasa begitu, selamat, Anda orang paling
berbahagia di dunia. Saya sendiri sudah berkali-kali menelan ludah, iri
pada putra kawan saya yang baru empat tahun itu. Sering berkhayal,
seandainya saya bisa mencicipi kehidupan seperti dia, sehari saja. Bisa
bergoyang dangdut sambil gendangan
tanpa takut dicela orang, bisa menari-nari gila sambil berloncatan
sepuasnya (sekarang juga masih bisa, tapi harus di ruangan tertutup
yang jauh dari keramaian ;-D), bisa menikmati hidup seutuh-utuhnya,
lepas tanpa beban, tanpa keharusan memikirkan hari esok, bebas dari
berbagai pengkondisian yang diciptakan lingkungan sekitar, dan
sebagainya.
*By the way,
tentang terbebas dari pengkondisian, memang harus diakui tidak semua
anak bisa mendapatkan 'kemewahan' ini, karena beberapa anak kecil yang
saya kenal malah sudah hidup dalam berbagai disiplin sejak usia satu
tahun. Untungnya, kawan saya tipikal orang tua yang cukup tolerir; bisa
mendidik anak, tapi tidak terlalu ribet menerapkan segala jenis aturan.*
Kebebasan adalah sumber kebahagiaan,
itu kalimat yang saya dengar beberapa bulan lalu. Saya lupa persisnya,
tapi intinya kira-kira begitu. Barangkali itu juga yang membuat saya
sangat suka memandangi mata seorang bocah. Mata yang bahagia. Mata yang
penuh kebebasan, meski lambat laun pengkondisian yang diberikan
lingkungan sekitar dapat meredupkan binarnya. Begitu sukanya saya pada
mata kanak-kanak, setiap kali melihat anak kecil yang matanya
berbinar-binar, saya sering berbisik dalam hati, "Nggak usah
cepat-cepat gede ya, Nak..."
:-)
Saya
sering berkhayal, alangkah menyenangkan jika waktu bisa diputar
kembali, sebentaaar saja, supaya saya bisa kembali menjadi kanak-kanak.
Atau, alangkah enaknya jika seseorang bisa menjadi anak-anak selamanya.
Seperti Peter Pan. Saya tidak butuh debu peri, dan saya tidak perlu
kemampuan terbang atau bertarung dengan bajak laut. Jadi anak-anak
selamanya saja sudah cukup.
Khayalan
itu lantas membuat saya merunut ke belakang: kapan ya terakhir kali
saya bertingkah seperti anak-anak? 'Bertingkah' di sini maksudnya bukan
merengek-rengek manja, ngambekan, atau mewek jerit-jerit teu puguh
lho, ya, melainkan bebas menjadi diri sendiri, apa adanya, murni, tanpa
prasangka, serta menikmati kehidupan di saat ini sepenuhnya tanpa
separuh benak menggantung di masa lalu, sebagian di masa kini, dan
sisanya di masa depan.
Kapan
terakhir kali saya bersenang-senang dan bergembira layaknya seorang
anak kecil? Mungkin belasan tahun yang lalu, atau duapuluh tahun yang
lalu.
Seingat
saya, sejak duduk di bangku SD, saya selalu bercita-cita ingin cepat
besar. Memasuki usia belasan, saya ingin cepat-cepat merasakan berumur
tujuhbelas dan punya KTP sendiri, serta menyandang predikat 'dewasa'
(padahal faktanya, setelah betul-betul berumur tujuhbelas, kelakuan ya
tetap sama aja). Lewat usia tujuhbelas, saya ingin cepat-cepat
berulangtahun keduapuluh. Ingin tahu bagaimana rasanya 'berkepala dua',
dan titel 'puluh' di belakang angka somehow memiliki
arti yang sangat besar buat saya waktu itu. Semacam gerbang menuju
kedewasaan, dimana saya akan resmi menjadi perempuan matang (telooor,
kali) dan bukan lagi remaja tanggung nan culun. Lalu, saya ingin
cepat-cepat bekerja, ingin tahu bagaimana rasanya mencari uang dan
membiayai hidup sendiri.
Time flies.
Sekarang, semua sudah tercapai. Saya sudah berusia seperempat abad,
sudah bekerja, dan sudah bisa hidup mandiri (meskipun tentyunya tidak
pernah menolak rezeki dari orang tua, kalau ada. Hehehe!). Segala yang
pernah saya lamunkan sudah terpenuhi. Saya tidak pernah lagi berkhayal,
"Ingin cepat-cepat jadi ". Kepikiran aja nggak pernah. Saya menjalani
hari demi hari apa adanya. Ikut bergulir bersama perputaran roda hidup,
mengalir bersama waktu. Sampai saya tiba di detik ini.
Mendadak, saya sadar, saya sangat rindu menjadi kanak-kanak lagi. Kangen masa-masa 'golden age' itu. Reality bites.
Sekian puluh tahun dijalani hanya untuk bermimpi kembali ke masa kecil;
mengulang saat-saat bahagia dimana hidup penuh dengan tawa riang tanpa
perlu banyak berpikir.
Saya ingat pernah melontarkan komentar nyelekit pada seorang kawan yang sangat suka bercanda, iseng, dan hobi joget-joget gila: "Grow up!",
karena sebal dengan kelakuannya yang menurut saya (waktu itu) nggak
banget, padahal usianya sudah di atas tigapuluh. Sekarang, saya sendiri
ingin kembali ke masa kecil. Ah, well... satu lagi pelajaran untuk tidak terlalu cepat menjatuhkan penilaian. ;-)
Saya rindu masa kanak-kanak saya. Saya bisa memahami perasaan Peter Pan the boy who refuses to grow up.
Bukan karena hidup terlalu berat untuk dijalani, karena saya pun
mensyukuri kehidupan saya sekarang, apa adanya. Bukan karena malas
menjalani tanggung jawab sebagai orang dewasa, karena saya pun
mensyukuri usia yang semakin bertambah dan kepercayaan yang muncul
daripadanya kecuali kalau sedang didonder supaya cepat dapat jodoh.
Melainkan karena saya rindu masa-masa dimana dunia terlihat begitu
cerah ceria dan menakjubkan, dan saya tidak perlu memikirkan apa pun
tentang kemarin dan hari esok, karena 'tugas' saya hanya 'hidup'.
:-)
Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan.
Kalimat
ini pernah sangat populer beberapa tahun lalu, dan saya termasuk salah
satu yang mengamininya. Tapi, sekarang saya berubah pikiran.
Meski
terdengar konyol bagi beberapa orang, saya ingin menua tanpa perlu jadi
dewasa. Saya tidak ingin memilih untuk jadi dewasa.
Saya
ingin memiliki kesederhanaan anak kecil yang melihat dunia sebagai
wahana bermain raksasa dan menikmati setiap detik di dalamnya sepenuh
hati. Tanpa prasangka. Tanpa pretensi. Tanpa banyak berpikir. Tanpa
penuh pertimbangan. Hanya mengetahui saat ini, hidup di masa kini, dan
menyambut apa pun yang terjadi sebagaimana adanya; tanpa menyesali masa
lalu atau mencemaskan masa depan...
...seperti
putra kawan saya, yang wajahnya selalu bercahaya. Yang matanya selalu
berbinar. Yang tawanya selalu lepas. Yang selalu 'hidup'.
Ah, mendadak saya kangen dia.
Jangan cepat-cepat jadi dewasa ya, Nak...
-----
ROCK Your Life! - Jenny Jusuf - http://jennyjusuf.blogspot. com
- 1b.
-
Re: [Inspirasi] Kids Forever
Posted by: "defitra_inkam" defitra_inkam@yahoo.co.id defitra_inkam
Thu Feb 5, 2009 1:31 am (PST)
Assalamu'alaikum..
Emang bener orang yang gak pernah ingin atau berkhayal kembali ke masa
kecil adalah orang yang paling bahagia di dunia. Seringkali saya
melihat anak-anak kecil yang sedang bermain, bercanda,
berkejar-kejaran dengan teman-temannya, atau berenang di sungai.
Yach....senyum itu, keceriaan itu..indah sekali. Wajah-wajah yang lugu
tanpa beban. Aku iri...iriiiiii sekali. Ach...semoga Alloh tidak
merenggut senyum dan tawa dari bibir mungil itu...
Tahukah kawan..bahagiaaaaaaaa...sekali ketika dulu aku pernah bersama
dalam keceriaan anak-anak porong. Apapun kondisi yang sekarang mereka
alami tak menghilangkan senyum dan keceriaan mereka. Asyik sekali
mereka bermain layang-layang...bersepeda mengelilingi lorong-lorong
pasar baru porong..tak ada sedikitpun kecemasan, kegelisahan,
kesedihan dan beban di mata mereka..
Tapi kawan...
Usia seperempat abad tentu saja impossible jika kita ingin kembali ke
masa kecil. Berimajinsai hal yang paling mudah dilakukan. Tapi coba
dech..ketika kita ada waktu luang, bermainlah bersama anak-anak kecil.
Buatlah mereka tersenyum dan tertawa bersama kita. Senyum itu akan
memantul dari bening mata mereka dan menyejukkan ruhani kita. Jangan
pedulikan apapun yang ada disekitar kita. Nach...mungkin itu bisa
menjadi refresh jiwa kita yang lelah menghadapi rutinitas setiap hari.
Realitas...
Kita akan tetap kembali kedunia kita..
kembali ke semua rutinitas kita..
Tugas-tugas, amanah dan kewajiban kita
Tentunya dengan semangat baru !!!
SEMANGAT SI KECIL!!!
- 2a.
-
[Maklumat] Lowongan Panitia Acara Di Lapas Tangerang
Posted by: "wiwiek sulistyowati" winiez15@yahoo.com winiez15
Wed Feb 4, 2009 10:48 pm (PST)
Assalamualaikum wr wb,
Temans,
Insya Allah, Sekolah Kehidupan akan mengadakan Training Motivasi dan Pelatihan Menulis di Lapas Anak Tangerang.
Nah, untuk itu kami membuka (lagi) lowongan panitia di kegiatan ini.
Buat teman-teman yang beminat membantu dapat mengubungi saya di nomer 08128747415, atau datang aja pas rapat panitia yang insya Allah diadakan:
hari/tanggal : minggu/8 Februari 2008
waktu : 13.00 s/d selesai
tempat : Mesjid Perpus Diknas
Jl. Jend. Sudirman (Sebelah Ratu Plaza) Jakarta
Oke deh, ditunggu kedatangannya ya
Makasih
- 2b.
-
Re: [Maklumat] Lowongan Panitia Acara Di Lapas Tangerang
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Wed Feb 4, 2009 11:15 pm (PST)
wa'alaikum salam wr.wb
Mba Wiwiek, mohon maaf saya tidak dapat hadir di rapat tersebut... ada
agenda di Bandung.
Terima Kasih
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 3.
-
[Mimbar] Ketika Tuhan Menciptakan Ibu...
Posted by: "Imam Suyudi" pekalian@yahoo.com pekalian
Thu Feb 5, 2009 1:30 am (PST)
PADA SAAT TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya, kini giliran diciptakanNya para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak sekali waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini". Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"
1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik
2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capek
3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
4. Memiliki telinga yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukkan hati anaknya
6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7. Enam pasang tangan
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya; "Enam pasang tangan?"
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkanKu, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik....", balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu
"Bagaimana modelnya?", malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk, "Pertama, sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: 'Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?', padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat, dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara, berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu meskipun tanpa sepatah katapun".
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "istirahatlah".
"Saya sudah hampir selesai."
9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit
10. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi
Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat!" kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita."
"Apakah ia dapat berpikir?", tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi"
Malaikat menyentuh sesuatu di pipi.
"Eh, ada kebocoran di sini."
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata. Air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata, airmata"
Akhirnya Malaikat berkata pelan: "HORMATI, CINTAI DAN SAYANGI IBU-MU, WAHAI MANUSIA"
Tuhan menciptakan para ibu untuk mewakili-Nya berada di semua tempat".
- 4a.
-
Re: [Ruang Keluarga] Engkau Lelaki Kelak Sendiri -1
Posted by: "defitra_inkam" defitra_inkam@yahoo.co.id defitra_inkam
Thu Feb 5, 2009 1:31 am (PST)
Be the best father and husband Sir..
"Congrats!!"
- 5.
-
[TeKa] kapan ayah pulang, nek?
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Thu Feb 5, 2009 1:32 am (PST)
kapan ayah pulang, nek?
By: agussyafii
Disaat silaturahmi Bersama Ananda kami memberikan hadiah untuk yang bisa hapal doa2 sehari-hari. Mas Nurul yakin bertanya, "hayo..siapa yang bisa doa untuk kedua ibu bapak?" terdengar suara lantang, "allahu akbar." dimas angkat tangan langsung mebacakan doa, "allahumaghfirli dhunubi waliwalidaiyyah warhammuma kama robbayani shoghiro..." suaranya terdengar terbata-bata. Nampak Dimas matanya memerah.
Doa Dimas begitu tulus dipanjatkan kepada kedua orang tuanya, disaat Dimas memanjatkan doa itu tepat pada 40 hari ayahnya Dimas meninggal dunia. Sebelumnya setahun yang lalu Ibunya terlebih dahulu meninggal dunia ketika melahirkan putra keduanya. Dimas sekarang kelas 1 SD, tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Dimas senantiasa ceria & selalu rajin mengaji.
Sewaktu kami ke rumah Dimas, neneknya bertutur, Dimas tidak bisa tidur kalo tidak ada ayahnya. Biasa Dimas suka menunggu bapaknya pulang kerja di depan pintu. Jika terdengar suara motornya Dimas langsung berteriak, "Mah, ayah pulang..ayah pulang..." Sambil naik dibelakang motor ayahnya.
Sejak ayah dan ibunya tidak ada, Dimas hanya duduk di depan pintu, sambil bertanya pada neneknya, "kapan ayah pulang, nek?"
---
Sabda Nabi SAW, Jika engkau ingin melunakkan hatimu, sentuhlah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin." (HR Ahmad)
Wassalam,
agussyafii
---
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye kegiatan "Untukmu Ananda." Pada tanggal 14 Februari 2009. selanjutnya silahkan kirimkan dukungan dan kepedulian anda kepada "Untukmu Ananda" di 087 8777 12 431 atau di http://agussyafii.blogspot. com
- 6.
-
What's in a CV?
Posted by: "Cahyo Sukaryo" cahyo.sukaryo@medcoenergi.com csukaryo
Thu Feb 5, 2009 1:49 am (PST)
Transkrip Talk Show Career Coach
Kamis, 5 Feb 2009 - 13.30 wib
@ Radio Female, Bandung
oleh Ms Lucky Palupi Hadiprawoto,
Senior Consultant,
Human Capital Recruiting Indonesia
http://www.hcrindonesia.com/
What's in a CV?
Let's say, di suatu pagi yang indah anda cukup beruntung karena mendapati sebuah iklan pekerjaan yang sangat anda impikan. Ha! Ini merupakan kesempatan emas yang tidak ingin anda sia-siakan. Kira-kira, apa hal pertama yang terlintas di dalam pikiran?
CV? Ya! Hal pertama yang biasanya dilakukan para penemu kerja adalah menyiapkan CV.
CV adalah sebuah topik lama namun tak pernah lekang dimakan masa. Berapa kali dalam hidup anda dihadapkan pada dilema membuat CV? Apa yang ada dalam CV sehingga lembaran kertas tersebut (seolah) menjadi alat penentu nasib seseorang dalam keputusan dapat/tidaknya sebuah pekerjaan.
Membuat CV adalah gampang-gampang susah. kita sering bingung data mana yang sebaiknya dimasukkan' mana yang tidak. Apakah harus memasukkan foto, atau tidak. Sebagai konsultan, saya sudah melihat berbagai jenis CV. Dari yang selembar kertas minim informasi sampai Yang berbentuk buku lengkap dengan bindernya. Dari yang penuh warna warni dan foto sampai yang polos dengan huruf-huruf standar.
Pertanyaan utama dalam membuat CV bukanlah susunan atau materi atau font yang kita gunakan untuk menyusunnya. Format memang penting, tetapi yg lebih penting adalah: Apa yang ingin anda sampaikan kepada para pembacanya? Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri:
1. Apa tujuan saya membuat CV?
Tujuan membuat CV bukanlah mendapatkan pekerjaan. Your goal is to get a face-to-face meeting dengan calon pemberi kerja.
2. Apakah CV saya dapat merebut hati si pembaca?
* Apakah anda menggunakan kata kerja? Action, not reaction
* Apakah saya memasukkan prestasi kerja?
* Sudahkah saya memasukkan kualifikasi pribadi yang saya miliki?
3. Apakah CV saya terdengar positif?
Buatlah agar kalimat-kalimat dalam CV anda terdengar positif, optimis, dan penuh keyakinan.
4. Apakah CV saya terdengar 'mengundang'?
CV yang baik dapat mengirimkan undangan untuk sebuah wawancara dengan calon pemberi kerja. Tidak harus untuk posisi yang anda lamar, bisa jadi ada kesempatan lain yang lebih menarik!
Periksa daftar di atas dan cocokkan dengan pengalaman anda. Apakah sudah sesuai dengan pengalaman ? Jika anda sudah berhasil, saatnya berbagi dengan teman-teman yang lain. Jika belum, segera cari pertolongan sebelum anda melewatkan kesempatan yang lain !
_____________________ _________ __
This e-mail and any information contained are confidential and legally privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this e-mail is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this e-mail in error, please notify us immediately by responding to this e-mail or by telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 83991234 then delete this email including any attachment(s) from your system. MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having Registered Address at Graha Niaga Level 16, Jakarta, Indonesia.
- 7a.
-
Re: [LONCENG] Selamat Ultah Kang Galih dan Mbak Rini NB Hadiyono
Posted by: "ugik madyo" ugikmadyo@gmail.com ugikmadyo
Thu Feb 5, 2009 2:23 am (PST)
Mbak Rini....
Selamat ultah ya Mbak
Semoga selalu yang terbaik dan terindah buat Mbak
Semoga sehat selalu dan tercapai segala yang diinginkan :)
Semoga... apa lagi ya... hmm semakin produktif menulis dan dimudahkan semua
prosesnya hehehe
Semoga bukunya best seller semua ya :)
Ugik Madyo
http://ugik.multiply. com
http://ruanghijau.blogspot. com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar