Senin, 09 Februari 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2515

Messages In This Digest (1 Message)

1a.
Re: [Ruang Keluarga] Semua Anak Cerdas From: Bu CaturCatriks

Message

1a.

Re: [Ruang Keluarga] Semua Anak Cerdas

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Mon Feb 9, 2009 3:18 am (PST)

waaaah, pas bgt!
saya baruuu aja kelar buku ini!
thanks utk review detilnya, mas.
salam kenal,

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Bang Aswi <bangaswi@...> wrote:
>
> Howard Gardner, dalam bukunya Multiple Intelligences (Kecerdasan
Ganda), membagi kecerdasan anak dalam spektrum yang cukup luas.
>
> 1. Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka.
> Memuat kemampuan seorang anak berpikir secara induktif dan deduktif,
kemampuan berpikir menurut aturan logika dan menganalisis pola
angka-angka, serta memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir.
Anak-anak dengan kecerdasan matematika dan logika yang tinggi
cenderung menyenangi kegiatan analisis dan mempelajari sebab akibat
terjadinya sesuatu. Mereka menyenangi cara berpikir yang konseptual,
misalnya menyusun hipotesis, mengategori, dan mengklasifikasi apa yang
dihadapinya. Anak-anak ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan
memiliki kecepatan yang tinggi dalam menyelesaikan problem matematika.
Bila kurang memahami, mereka cenderung bertanya dan mencari jawaban
atas hal yang kurang dipahaminya. Anak-anak yang cerdas angka juga
sangat menyukai permainan yang melibatkan kemampuan berpikir aktif
seperti catur dan bermain teka-teki. Setelah remaja biasanya mereka
cenderung menggeluti bidang matematika atau IPA, dan setelah dewasa
menjadi insinyur,
> ahli teknik, ahli statistik, dan pekerjaan-pekerjaan yang banyak
melibatkan angka.
>
> 2. Kecerdasan bahasa atau cerdas kata.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata
baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai bentuk yang berbeda
untuk mengekspresikan gagasannya. Anak-anak dengan kemampuan bahasa
yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang
berkaitan dengan bahasa seperti membaca, membuat puisi, dan menyusun
kata mutiara. Anak-anak ini cenderung memiliki daya ingat yang kuat
akan nama-nama orang, istilah-istilah baru, maupun hal-hal yang
sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara
mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal kemampuan menguasai bahasa
baru, anak-anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Pada saat dewasa biasanya
mereka akan menjadi presenter, pengarang, penyair, wartawan,
penerjemah, dan profesi-profesi lain yang banyak melibatkan bahasa dan
kata-kata.
>
> 3. Kecerdasan musikal atau cerdas musik.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara
nonverbal yang berada di sekelilingnya, dalam hal ini adalah nada dan
irama. Anak-anak ini senang sekali mendengar nada-nada dan irama yang
indah, mulai dari senandung yang mereka lakukan sendiri, dari radio,
kaset, menonton orkestra, atau memainkan alat musik sendiri. Mereka
lebih mudah mengingat sesuatu dengan musik. Saat dewasa mereka dapat
menjadi penyanyi, pemain musik, komposer pencipta lagu, dan
bidang-bidang lain yang berhubungan dengan musik.
>
> 4. Kecerdasan visual spasial atau cerdas gambar.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk memahami secara lebih mendalam
mengenai hubungan antara objek dan ruang. Anak-anak ini memiliki
kemampuan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya, atau
menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi. Setelah dewasa biasanya mereka
akan menjadi pemahat, arsitek, pelukis, desainer, dan profesi lain
yang berkaitan dengan seni visual.
>
> 5. Kecerdasan kinestetik atau cerdas gerak.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk secara aktif menggunakan
bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan
berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul
dalam bidang olah raga, misalnya bulu tangkis, sepak bola, tenis,
renang, basket, dan cabang-cabang olah raga lainnya, atau bisa pula
terlihat pada mereka yang unggul dalam menari, bermain sulap, akrobat,
dan kemampuan-kemampuan lain yang melibatkan keterampilan gerak tubuh.
>
> 6. Kecerdasan inter personal atau cerdas teman.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan orang
lain. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi dengan orang lain
sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan di
sekelilingnya. Kecerdasan ini disebut juga kecerdasan sosial, dimana
seorang anak mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan
teman-temannya, termasuk berkemampuan memimpin, mengorganisasi,
menangani perselisihan antar teman, dan memperoleh simpati dari anak
yang lain. Setelah dewasa mereka dapat menjadi aktivis dalam
organisasi, public relation, pemimpin, manajer, direktur, bahkan
menteri atau presiden.
>
> 7. Kecerdasan intra personal atau cerdas diri.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan dirinya
sendiri. Mereka cenderung mampu mengenali kekuatan atau kelemahan
dirinya sendiri, senang mengintropeksi diri, mengoreksi kekurangan
maupun kelemahannya dan kemudian mencoba untuk memperbaiki dirinya
sendiri. Beberapa di antara mereka cenderung menyenangi kesendirian
dan kesunyian, merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri. Saat
dewasa biasanya mereka akan menjadi ahli filsafat, penyair, atau seniman.
>
> 8. Kecerdasan naturalis atau cerdas alam.
> Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap lingkungan alam,
misalnya senang berada di lingkungan alam terbuka seperti cagar alam,
gunung, pantai, dan hutan. Mereka cenderung suka mengobservasi
lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, flora dan fauna, bahkan
benda-benda di ruang angkasa. Saat dewasa mereka dapat menjadi pecinta
alam, pecinta lingkungan, ahli geologi, ahli astronomi, penyayang
binatang, dan aktivitas-aktivitas lain yang berhubungan dengan alam
dan lingkungan.
>
> Dengan konsep Multiple Intelligences (Kecerdasan Ganda) ini, Howard
Gardner ingin mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional
mengenai kecerdasan, bahwa seolah-olah kecerdasan hanya terbatas pada
hasil tes intelegensi yang sempit saja, atau hanya sekadar dilihat
dari prestasi yang ditampilkan seorang anak melalui ulangan maupun
ujian di sekolah belaka. Anak-anak unggul pada dasarnya tidak akan
tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang
diciptakan untuk itu. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dari
orang tua dan pendidik untuk secara tekun dan rendah hati mengamati
dan memahami potensi anak atau murid dengan segala kelebihan maupun
kekurangannya, dan menghargai seriap bentuk kecerdasan yang berlainan.
>
> Nah, termasuk kategori yang mana kecerdasan sobat baraya waktu kecil
dahulu atau kecerdasan putra-putri sobat baraya? Ataukah kecerdasan
kita termasuk perpaduan dari dua atau lebih dari tipe kecerdasan yang
ada?[]
>
> Bang Aswi - Pekerja Buku
> Blog [http://bangaswi.com/]
>

Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Yahoo! Groups

Everyday Wellness Zone

Check out featured

healthy living groups.

Weight Loss Group

on Yahoo! Groups

Get support and

make friends online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: