Selasa, 10 Februari 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2516

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

Messages

1.

tahniah utk yg ultah & nikah

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Mon Feb 9, 2009 5:04 am (PST)

Assalammu'alaikum wr.wb.

Wah, 2 pekan lebih tidak online banyak yang berbahagia ya:

"met ultah ya untuk Kang Galih, Kang Hadian, Mbak Rinurbad. Moga di bilangan
yang bertambah, kedewasaan pun merambah (hutan kalee..:)

'met nikah ya untuk Kang Hendra Jatnika. Jangan lupa hafalin akad dan doa
malam pertama ya,hehe..

Wassalam,

Nursalam AR

--
-"Let's dream together!"
Nursalam AR
Translator, Writer & Writing Trainer
0813-10040723
E-mail: salam.translator@gmail.com
YM ID: nursalam_ar
http://nursalam.multiply.com
2a.

[Inspirasi] Merawat Sahabat

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Mon Feb 9, 2009 5:13 am (PST)

*Merawat Sahabat*

*Oleh Nursalam AR*

*"You should not judge another person until you have walked two
moons in their moccasins." (pepatah Indian kuno)*

Sahabat itu ibarat tanaman di pekarangan. Ia harus dirawat dan dipupuk. Jika
tidak, ia akan mati meranggas. Selayaknya tanaman, ia juga berbeda-beda
jenis. Sehingga berbeda-beda pula perlakuan kita untuk lebih menyuburkannya.

Saya sebetulnya baru-baru ini saja memahami betul perbedaan makna "sahabat"
dan "teman". Secara teori kognitif, perbedaan semantik tersebut sudah saya
kunyah sejak SMP. Namun secara *maknawiyah* atau nilai rasa mungkin baru
beberapa tahun belakangan. Terlebih ketika saya memasuki gerbang kehidupan
berumah tangga dengan segenap suka dukanya. Ketika banyak orang menyangka
seseorang yang sudah menikah, dengan asumsi punya istri atau suami sebagai
teman hidup juga sahabat hidup, otomatis tak butuh sahabat, sejatinya
kebutuhan akan sahabat itu sebenarnya tetap sama. Bahkan bisa jadi lebih
besar dari fase kehidupan sebelumnya.

"Tenang, Lam, gue bantu elo deh nanti. Gue utang budi sama elo." Janji
seorang teman zaman kuliah dulu masih nyaring di telinga saya meski telah
bertahun-tahun lamanya ia berikrar demikian selepas sebuah jasa yang saya
berikan kepadanya. Tanpa pamrih, sebetulnya. Cuma menolongnya, itu saja
niatan saya. Soal janjinya adalah kesalahan saya yang bertahun-tahun
kemudian – di waktu saya sulit – menganggapnya sebagai tali penyelamat
ketika arus terlalu deras untuk dilawan seorang diri.

"Wah, sorry, Lam, gue baru bayar sekian untuk ikutan seminar profesi. Lain
kali deh gue pasti bantu elo!" *Glek*. Ia menyebut sekian jumlah nominal
yang saat itu lebih dari yang ingin saya pinjam. Waktu itu bisnis bimbingan
belajar yang saya bangun bersama kakak saya ambruk dan kami terjerat hutang
besar. Tidak besar, mungkin, untuk ukuran dia yang sedang cemerlang karirnya
selepas kuliah. Apalagi, setelah penolakannya tersebut, entah ia sadar atau
tidak, setiap kali ia mencapai kesuksesan materi – beli mobil, cicil rumah
dll – ia selalu bercerita dengan bangga kepada saya, dan tak lupa diakhiri
dengan repetisi ikrar yang sama: "Gue utang budi sama elo, Lam. Pasti gue
bantu elo!"

Saat itu saya masih memandangnya sebagai "sahabat". Namun ketika kesulitan
yang sama selalu saja menimpa saya – hingga saya sempat berpikir untuk minta
diruwat – dan penolakan sang "sahabat" selalu sama, dan ia terhenti sampai
di batas itu tanpa ada sodoran alternatif yang lebih empatik maka saya mulai
meninjau ulang dan menarik batas baru. Ia kini sekadar "teman" bukan lagi
"sahabat".

Dasar filosofis penarikan garis demarkasi tersebut, saat itu, sederhana
saja: *a friend indeed is a friend in need*. Sahabat adalah teman di kala
susah. Dalam perjalanan waktu berikutnya saya mendapati kebenaran adagium
tersebut. Tapi, seiring matangnya usia dalam artian tumbuhnya uban,
tampaknya saya "dipaksa" memberi pengayaan dan pemaknaan yang lebih atas
definisi "teman" dan "sahabat"

*Sahabat-sahabat baru*

"Mas, butuh bantuan apa?"

"Aku sudah transfer ya ke rekeningmu…"

"Ini sedekah dari saya…"

Peristiwa banjir bandang pada Februari 2007 adalah salah satu titik balik
dalam hidup saya. Menjelang pernikahan – yang saya rencanakan pada April
2007 yang terpaksa diundur hingga akhir 2007 – segenap harta benda lenyap
termasuk *asset *biro penerjemahan yang saya kumpulkan dan tabung
bertahun-tahun. Yang menyedihkan, hanya beberapa gelintir sahabat yang
datang menengok. Padahal, bukan soal mereka bawa bantuan atau tidak, tapi
kehadiran mereka setidaknya jadi obat. Ketika kepala terasa pecah dengan
beban berat, niscaya akan plong dengan bercerita kepada seseorang. Di sisi
lain, peristiwa banjir itu juga mengubah cara saya bercermin diri.

Allah menunjukkan—dengan sederet sms di atas – bahwa definisi "sahabat" yang
lain yang juga saya pegang bahwa adalah "mereka yang akrab secara fisik atau
kerap bertatap muka" adalah tidak cukup untuk menggambarkan keragaman makna
persahabatan. Para pengirim sms tersebut adalah sahabat-sahabat *online* di
sebuah milis. Ketika kepala saya penat dan hati remuk dan solusi terbaik
adalah bercerita – salah satunya melalui postingan tulisan di milis –
resonansi energi tersebut menggetarkan dawai empati kalbu mereka. Padahal
seorang kawan pernah berujar,"Tak ada yang tahu apakah yang berada di depan
komputer saat *online* itu seekor anjing atau bukan." Artinya, dibutuhkan
rasa kepercayaan yang luar biasa besar dari para sahabat "baru" tersebut
untuk mengirimkan bantuan kepada saya ketimbang para sahabat "lama" saya
yang entah ada di mana saat itu – yang sebagian bahkan sudah saya kenal
bertahun-tahun.

Air mata saya menetes waktu itu.

*Muhasabah*

Dalam suatu titik waktu dalam hidup saya, saya pernah merenungi bagaimana
saya memperlakukan orang-orang di sekitar saya – keluarga, teman dan
sahabat. Dalam sebuah daftar yang saya buat, saya mendapati saya adalah
orang yang tidak pandai merawat sahabat. Apatah lagi mengucapkan tahniah
ultah, memenuhi undangan pernikahan mereka kadang saya bisa tak datang
dengan alasan sepele, semisal "tak enak badan" atau 5A (*Afwan, Akh, Ana Ada
Acara*). Kelahiran anak, bagi saya yang waktu itu masih melajang, adalah hal
biasa, teramat biasa. Orang lahir dan mati, itu *sunnatullah*. Maka saya tak
merasa berdosa ketika hanya bisa ucapkan tahniah untuk sang sahabat yang
sedang berbahagia itu. Dan saya terkadang bingung ketika mendapati orang
yang *rungsing* hanya karena belum sempat menjenguk tetangganya yang
melahirkan. *Hey, is it a problem?*

Mungkin itu bukan masalah jika kita tak memandangnya sebagai masalah. Tapi,
saat kita menganggapnya bukan masalah, sebenarnya itulah masalah sebenarnya.
Saat tampak noda hitam di wajah kita saat becermin bisa jadi bukan masalah
di wajah kita tetapi masalah di cermin yang memang bernoda hitam.

"Berjalanlah dengan sepatu orang lain" mengandung makna empati terhadap
orang lain. Pepatah Indian kuno di awal tulisan ini mengisyaratkan bahwa
"perjalanan dua purnama" dengan "*moccasin* (alas kaki suku Indian)" pun
baru hanya menempatkan kita pada posisi "memahami". Apatah lagi, tentu butuh
energi lebih, untuk mendorongnya ke arah "membantu". Di sini dimensi waktu
turut berperan. Maka, dalam konteks itulah – dalam sebuah *muhasabah* atau
renungan—saya kian takjub dengan para sahabat baru saya dengan sedekahnya.
Sebab kami belumlah saling kenal dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Dalam kesempatan yang sama, saya menjadi semakin malu dengan diri saya
sendiri, yang kerap abai dengan orang lain.

Ketika istri saya melahirkan anak pertama kami, terasa betul di hati saya
bahwa saya dulu tidak memperlakukan kerabat atau para sahabat – yang mereka
atau para istrinya melahirkan lebih dulu – dengan perlakuan yang "adil".
Ketika saya sakit batuk darah dua pekan terakhir, nyatalah bahwa keberadaan
sahabat itu diperlukan. Ini bukan soal finansial. Tapi soal keberadaan
orang-orang yang memberi kita hidup – dalam artian semangat dan keceriaan
menjalani hari.

*"Laugh, and the world laugh with you. Weep, and you will weep
alone."*Tertawalah, maka dunia tertawa bersamamu. Menangislah, dan
kamu akan
menangis sendirian. Perkataan Ella Wheeler Wincox tersebut mengena betul.
Tapi kini, saya bersyukur dapat memandangnya dari sudut yang lebih leluasa.

*Give, and it will be given to you*

Ikhlas memberi, tak peduli apa pun balasan yang akan diterima
(apakah pahit, manis atau masam), itu intinya dalam merawat sahabat. Toh,
Tuhan Maha Tahu akan hamba-Nya. Ia takkan pernah alpa akan, hatta, setitik
pun debu di penjuru bumi. Betul, bahwa sahabat adalah orang yang, terutama,
datang di waktu duka. Betul, bahwa saat duka, cenderung kita hanya akan
mendapati diri kita seorang diri. Apalagi jika saat menangis itu, tampang
kita menjadi jelek sekali. Tak enak dilihat. Tapi hidup ini bukan soal betul
atau salah seperti soal ujian di sekolah. Ia adalah kumpulan hikmah, yang
terkadang perlu dilihat dari sudut yang lebih kaya dengan kelapangan hati
karena sifatnya yang misterius.

Maka saya putuskan untuk berdamai dengan masa lalu, dengan
sebuah perspektif baru.

"Lam, gue mau tes TOEFL nih. Bantuin ya!" Lagi-lagi sang
"sahabat" meminta bantuan via sms.

OK. Itu yang saya ketik.

Ia pun menelpon saya dan berkonsultasi panjang lebar. Hingga
sekitar sejam. Di tengah malam itu.

Perdamaian memang indah, seperti tertera di spanduk-spanduk yang
dipasang TNI pada sekitar 1999. Meski belum tentu memenuhi hasrat
keadilan. Tapi,
inilah hidup. *C'est la vie*. *Enjoy aja!* (kata sebuah iklan rokok di TV).

*Jakarta, 9 Februari 2009*

--
-"Let's dream together!"
Nursalam AR
Translator, Writer & Writing Trainer
0813-10040723
E-mail: salam.translator@gmail.com
YM ID: nursalam_ar
http://nursalam.multiply.com
2b.

Re: [Inspirasi] Merawat Sahabat

Posted by: "Adjie" inner_coach@yahoo.com   inner_coach

Mon Feb 9, 2009 8:15 pm (PST)

Dear Mas Salam

Menggugah, menarik untuk jadi bahan refleksi.

Ada kepingan yang nyaris sama dengan pertanyaan besar saya soal
teman atau sahabat :
Teman / sahabat itu orang yang mengingat kita atau orang yang kita
ingat.

Dari pada senewen dan pamrih usai sibuk dengan pendefinisian, maka
lebih baik menjalankan yang terbaik pada saatnya. Kalau ada
kesempatan untuk berbuat baik, maka tak perlu menahan kebaikan.
Apalagi sampai tak jadi berbuat baik karena merasa orang itu bukan
teman / sahabat kita

Makasih sharing nya Mas

BEst RGds,
adjie

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Nursalam AR
<nursalam.ar@...> wrote:
>
> *Merawat Sahabat*
>
> *Oleh Nursalam AR*
>
> *"You should not judge another person until you have
walked two
> moons in their moccasins." (pepatah Indian kuno)*
>
> Sahabat itu ibarat tanaman di pekarangan. Ia harus dirawat dan
dipupuk. Jika
> tidak, ia akan mati meranggas. Selayaknya tanaman, ia juga berbeda-
beda
> jenis. Sehingga berbeda-beda pula perlakuan kita untuk lebih
menyuburkannya.
>
> Saya sebetulnya baru-baru ini saja memahami betul perbedaan
makna "sahabat"
> dan "teman". Secara teori kognitif, perbedaan semantik tersebut
sudah saya
> kunyah sejak SMP. Namun secara *maknawiyah* atau nilai rasa
mungkin baru
> beberapa tahun belakangan. Terlebih ketika saya memasuki gerbang
kehidupan
> berumah tangga dengan segenap suka dukanya. Ketika banyak orang
menyangka
> seseorang yang sudah menikah, dengan asumsi punya istri atau suami
sebagai
> teman hidup juga sahabat hidup, otomatis tak butuh sahabat,
sejatinya
> kebutuhan akan sahabat itu sebenarnya tetap sama. Bahkan bisa jadi
lebih
> besar dari fase kehidupan sebelumnya.
>
> "Tenang, Lam, gue bantu elo deh nanti. Gue utang budi sama elo."
Janji
> seorang teman zaman kuliah dulu masih nyaring di telinga saya
meski telah
> bertahun-tahun lamanya ia berikrar demikian selepas sebuah jasa
yang saya
> berikan kepadanya. Tanpa pamrih, sebetulnya. Cuma menolongnya, itu
saja
> niatan saya. Soal janjinya adalah kesalahan saya yang bertahun-
tahun
> kemudian – di waktu saya sulit – menganggapnya sebagai tali
penyelamat

3a.

Re: Om Hadian Milad Euy..

Posted by: "indriast_03" indriast_03@yahoo.co.id   indriast_03

Mon Feb 9, 2009 5:18 am (PST)

yaaa, aku paling telat ni kayaknya..punten ya kang.
smoga selalu berkah dan tambah disayng keluarga. Most of All, disayang
ma Alloh SWT sll.amin..
ga usah nraktir kang,maksih byk..tolong kirimin oleh2 aja brownis
legit juga gak nolak..hehe.

from ur nicest sister at Semarang
nuke

4a.

Re: PUISI

Posted by: "rah_ma18" rah_ma18@yahoo.co.id   rah_ma18

Mon Feb 9, 2009 5:19 am (PST)

Bener banget mbak, mereka ada emang bukan untuk diabaikan apalagi di
anggap mati, karena mereka ada untuk kita, meskipun kita sering tak
sadar akan keberadaannya, keberadaannya yang mungkin sering kita
anggap remeh tapi mereka tak pernah patah semangat dengan takdir yang
bernama hidup, SEMANGAT....!!!

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Dini" <dini_sea@...> wrote:
>
> By: Denve
>
>
>
> Mereka Ada dan Mereka Nyata
>
>
>
> Aku tidak mau melihat pengemis itu karena dia bukanlah aku
>
> Aku tidak mau menatap laki-laki tua renta itu karena dia bukanlah
bapakku
>
> Aku tidak mau memberi anak kecil itu uang karena dia bukanlah adikku
>
> Aku tidak mau memungut sampah itu karena aku bukanlah pemulung
>
>
>
> Lalu jika bukan kau siapakah yang akan melihat mereka
>
> Mereka tidak minta untuk dilihat tetapi mereka nyata di penglihatan kita
>
> Berharap tidak hanya dilihat tapi dirasakan keberadaannya
>
> Begitu nyata harapan mereka akan suatu bentuk hati
>
>
>
> Hati yang mungkin saja bisa tergerak jika disentuh oleh kehidupan
>
> Kehidupanmu Bukan hanyalah milikmu semata tetapi juga milik mereka
>
> Mereka yang terpinggirkan dan terabaikan oleh roda kehidupan
>
> Sebentuk hati yang indah akan lebih indah lagi jika disebar denga tulus
>
>
>
> Berbagi keindahan bukanlah harus selalu dilakukan dengan materi
>
> Berbagi kasih sayang bukanlah harus selalu dilakukan dengan kemewahan
>
> Mereka ada bukan untuk disia-siakan karena mereka adalah sebuah
pelajaran
>
> Sebuah pelajaran yang akan selalu mengikuti perjalanan umat manusia
>

5a.

Re: [catcil] Hana Kangen Ayah.. --> To Mas Agus Syafii

Posted by: "rah_ma18" rah_ma18@yahoo.co.id   rah_ma18

Mon Feb 9, 2009 5:20 am (PST)

Ya Allah aku jadi inget Abi :( Salam ya buat HANA

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "fil_ardy" <fil_ardy@...> wrote:
>
> Waaah, cerita yang bagus, mas Agus
> tapi biar lebih pas, lain kali postingannya
> dikasi subject ya, biar yang lain mudah
> mengenali tulisan mas Agus. Nah di reply saya ini
> sudah saya beri subject dengan judul tulisan ini.
>
> Terimaksih.
>
> DANI
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, muhamad agus syafii
> <agussyafii@> wrote:
> >
> > Hana Kangen Ayah..
> >
> > Hari ini, saya menangis. Saat melihat Hana seolah mengendarai motor
> dengan membunyikan suara dibibirnya berm...berm..berm..tin..tin..tin,
> sambil mengucapkan kata-kata seolah sedang ngobrol. terbayang wajah
> diri saya sewaktu kecil
>

6a.

Re: Fw: UNDANGAN PERNIKAHAN

Posted by: "rah_ma18" rah_ma18@yahoo.co.id   rah_ma18

Mon Feb 9, 2009 5:24 am (PST)

Alhamdullillah... Barakallah ya? Semoga menjadi keluarga impian
syurga. Amin..... n segera melahirkan para mujahid mujahidah impian
ummat. Allahuakbar!

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, hendra <aa_hj98@...> wrote:
>
>
>
>
>  
>
> --- On Mon, 2/9/09, hendra <aa_hj98@...> wrote:
>
> From: hendra <aa_hj98@...>
> Subject: UNDANGAN PERNIKAHAN
> To: "smunda_98" <smunda_98@yahoogroups.com>, "wasilas smunda"
<wasilas_istiqomah@yahoogroups.com>, black_tin35@..., deni_nurali@...,
"echi chayank" <desay_chayanku@...>, kelapamudax@..., "ario"
<rio_vertex@...>, "Mgs.hendri Antarnusa" <adri_antarnusa@...>,
davied_wismanindra@..., "Dwi Prastowo" <de_prast_02@...>, "rhian ."
<rhian_neh@...>, "kresida" <satu_dua_tiga_slankers@...>, "agoes
hardianto" <agoes2888@...>, "hera wati" <areh_imoet@...>, "Nur Fitri"
<phiet_79@...>, "Rahma Wati" <rh_w4t1@...>, "Rieska komalasari"
<riesca22@...>
> Date: Monday, February 9, 2009, 4:06 PM
>
>
>
>
>
>
>
> Assalamu'alaikum wr wb
>
> Rekan-rekan sekalian, insya Allah kami akan melangsungkan pernikahan
pada 15 februari mendatang. kami sangat mengharapkan kehadiran rekan
rekan  sekalian untuk memberikan restu dan doa. semoga pernikahan kami
menjadi berkah, doakan kami agar mampu membentuk keluarga yang sakinah
mawaddah warrahmah dan selalu semangat dalam dakwah. .
>
> terlampir undangan sederhana kami.
>
> Kehadiran kalian begitu berarti untuk mengantar kami menuju
perjalanan panjang kehidupan yang sesungguhnya
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
>
> Mila Damayanti & Hendra Jatnika
>  
>

6b.

Re: Fw: UNDANGAN PERNIKAHAN

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Mon Feb 9, 2009 5:44 am (PST)

ahik! akhirnya....
setelah sekian lama.. piss ah..

pantes ngilang dari peredaran.. hihi
ko undangan blom sampe ke rumah ya??

turut berbahagia :)

tetanggamu

nihaw

Pada 9 Februari 2009 16:24, hendra <aa_hj98@yahoo.com> menulis:

>
>
>
>
>
> --- On *Mon, 2/9/09, hendra <aa_hj98@yahoo.com>* wrote:
>
> From: hendra <aa_hj98@yahoo.com>
> Subject: UNDANGAN PERNIKAHAN
> To: "smunda_98" <smunda_98@yahoogroups.com>, "wasilas smunda" <
> wasilas_istiqomah@yahoogroups.com>, black_tin35@yahoo.com,
> deni_nurali@yahoo.com, "echi chayank" <desay_chayanku@yahoo.com>,
> kelapamudax@yahoo.com, "ario" <rio_vertex@yahoo.com>, "Mgs.hendri
> Antarnusa" <adri_antarnusa@yahoo.com.sg>, davied_wismanindra@yahoo.com,
> "Dwi Prastowo" <de_prast_02@yahoo.co.id>, "rhian ." <rhian_neh@yahoo.com>,
> "kresida" <satu_dua_tiga_slankers@yahoo.com>, "agoes hardianto" <
> agoes2888@yahoo.com>, "hera wati" <areh_imoet@yahoo.co.id>, "Nur Fitri" <
> phiet_79@yahoo.com>, "Rahma Wati" <rh_w4t1@yahoo.com>, "Rieska komalasari"
> <riesca22@yahoo.com>
> Date: Monday, February 9, 2009, 4:06 PM
>
> Assalamu'alaikum wr wb
>
> Rekan-rekan sekalian, insya Allah kami akan melangsungkan pernikahan pada
> 15 februari mendatang. kami sangat mengharapkan kehadiran rekan rekan
> sekalian untuk memberikan restu dan doa. semoga pernikahan kami menjadi
> berkah, doakan kami agar mampu membentuk keluarga yang sakinah mawaddah
> warrahmah dan selalu semangat dalam dakwah. .
>
> terlampir undangan sederhana kami.
>
> Kehadiran kalian begitu berarti untuk mengantar kami menuju perjalanan
> panjang kehidupan yang sesungguhnya
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
>
> Mila Damayanti & Hendra Jatnika
>
>
>
>
>
6c.

Re: Fw: UNDANGAN PERNIKAHAN

Posted by: "susanti" susanti@shallwinbatam.com

Mon Feb 9, 2009 5:38 pm (PST)

Barakallahu laka, wa baraka alaika
Wa jamaa bainakuma fii khairin

Selamat menempuh hidup baru.
Semoga pernikahan Mas Hendra dan Mba Mila barakah selalu. Amin.
Semoga diberikan jundi-jundi yang kelak menggetarkan
bumi dengan ucapan 'Allahu Akbar'

-sky-

----- Original Message -----
From: hendra
To: aziz tsel ; adisti ; ari novita ; indah ; devi ; rizky ; dani ; teh_ mira ; muslim ; rani ; sandi_fm@yahoo.com ; kresida ; sekolah kehidupan ; vira ; viera
Sent: Monday, February 09, 2009 4:24 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Fw: UNDANGAN PERNIKAHAN

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.233 / Virus Database: 270.10.19/1940 - Release Date: 2/8/2009 5:57 PM
7a.

Re: KALA JODOH BUKAN DI TANGAN MURROBI

Posted by: "rah_ma18" rah_ma18@yahoo.co.id   rah_ma18

Mon Feb 9, 2009 5:25 am (PST)

Hai mas bujang, heee... ternyata emang masih bujang, jadi inget kajian
ahad kemaren... tiba2 sang murobi jg nawarin aku tuch buat segera
menghias hidup dengan rumah tangga, tapi emang dasar akunya aja yang
bandel, cengengas-cengenges tanda penolakan, tapi bagaimanapun murobi
itu baik kok mas, beliau gak mungkin masukin kita ke kandang macan,
insyaAllah kalau niatan baik dapatnya jg baik... Buat mas bujang tak
doain gak bujang lagi ya heee.... MET MENCARI JODOH...!!!

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, bujang kumbang
<bujangkumbang@...> wrote:
>
> KALA JODOH BUKAN DI TANGAN MURROBI
>
> http://sebuahrisalah.multiply.comid ym:paman_sam2
>
>
>
>
>   Sabtu, 07 Februari 2009 masih ditemani rinai hujan. Rintik
> hujan masih saja mengguyur daerah kawasan Ulujami-Bintaro saat itu.
> Beberapa kali saya mengirimkan pesan singkat kepada kawan sayaâ€"yang
> malamnya sudah mengultimatum saya jika hari Sabtu pagi akan ada
> pengajian seperti biasanya dalam seminggu. Itu saya ketahui ketika
> membaca pesan singkatnya pada malam hari ketika saya sedang membaca
> buku. Sungguh ketika saya mendapatkan pesan singkat itu jujur saya
> sangat terasa. Ya, karena apa? Saya sudah beberapa
> bulan tak menyetor muka. Alias, tak ada pemberitahuan dari saya itu.
> Padahal sudah memakai jasa MLM. Message Lewat Message. Atau, bahasa
kerennya Mulut Lewat Mulut. Alias, jarkom. Tapi entah kenapa ketika
saat saya mendapatkan pesan seperti itu hati saya tergerak dan
tersadarkan diri. Oya, gue sudah beberapa hari nggak hadir, gumam saya
saat itu. Dan, akhirnya hari itu, Sabtu itu saya pun melangkahkan
azzam saya untuk pergi memenuhi pesan singkat dari kawan saya itu
walau rintik hujan masih membasahi daerah kawasan itu.  
>
>
>
>
> Senangnya bertemu kawan-kawan…. “Ente kemana aja, Yan? Kok,
nggak pernah ngaji lagi. Sibuk ya?”
>
> “Kemana aja lu Yan udah lama banget nggak ngaji. Udah gitu nggak
ada kabar-kaburnya lagi.”
>
> “Gimana kabarmu, Yan?”
>
> Itulah
> pertanyaan-pertanyaan yang saya harus jawab secara bertubi-tubi saat
> saya baru mengucapkan salam dan sampai di rumah kawan. Kebenaran acara
> pengajian hari itu diadakan di rumah kawan sayaâ€"yang bertepatan dengan
> sekolah taman kanak-kanak.
>
> Saya tak langsung menjawab. Masih mengatur nafas dan mengeringkan
badan dari rintik hujan yang mengguyur saya dalam perjalanan.
>
> “Sori, ya kalo udah beberapa minggu ini gue nyetor muka. Ya,
nih, gue lagi banyak problem (baca: urusan) yang
> gue hadapi. Makanya gue sadar diri mau nyetor muka dan mau bertemu
> lu-lu semua. Soalnya gue kangen udah lama nggak ketemu!” seru saya
> kepada semua kawan-kawan saya yang sudah lama tak berjumpa.
”Ma’af Pak
> saya nggak ngaji-ngaji!.” lanjut saya pada guru ngaji saya dengan rasa
> tak enak hati.
>
> Alhamdulillah,
> akhirnya pertanyaan-pertanyaan kawan-kawan sudah terjawab oleh saya
> walau dengan pasang muka tidak enak hati kepada mereka semua. Padahal
> mereka adalah kawan-kawan saya yang sangat peduli terhadap sesama
> kawannya. Terlebih ketika ada kawan saya yang dapat musibah dan yang
> ber-walimah-an semua turut urun tangan. Menyumbang
> sesuka relanya. Ya, dari sinilah saya sangat merindukan hal itu. Betapa
> saya sangat merindukan mereka jika saya tak bersua berminggu-minggu
> kepada mereka.
>
>
>
>
>
> Kabar bahigia itu datang dari kawan saya…. Usai saya dan
kawan-kawan menuntaskan tilawah serta mendengarkan taujih (nasehat)
kini berganti dengan moment yang sangat saya tunggu-tunggu. Moment
yang menjadi favorit semua kawan-kawan saya dan tentunya juga saya.
Qadayah.
> Curhatan masing-masing diri. Apalagi dalam acara ini banyak yang harus
> diketahui tentang bagaimana keadaan dan kabar masing-masing selama
> seminggu maupun apa yang sedang dikerjakan maupun dialami. Entah itu
> pokoknya kabar suka-duka, baik-buruk, maupun sedang mencari pendamping.
> Disinilah hal-hal yang sangat dinanti oleh saya maupun kawan-kawan
> saya. Dan pada saat curhatan hati (curhat) dari salah satu kawan saya
> yang sedang mencari pendamping menjadi kabar yang mengejutkan. Maklum
> semua yang mengikuti pengajian hari itu semua masih menjabat dan
> memilIki bintang kejora. Alias, Kelompok Jomblo Ceria.
>
> “Kabar saya hari ini baik. Aktivitas saya sekarang juga
baik-baik saja dan ….”
>
> Belum habis curhatan hati kawan saya berlanjut tiba-tiba kawan
saya ada yang nyeletuk….,”kapan nih jadinya?”
>
>
> Saya
> yang mendengar hal itu pertama agak lemot. Lodingnya lama. Saya tidak
> tahu maksudnya. Mungkin ini akibata saya sudah tak bersua dan mengaji
> jadi saya tak tahu kabar-kabur dari kawan saya. Salah satunya kawan
> saya yang belum habis curhatnya itu. Akhirnya curhatan hati dari kawan
> saya pun usai. Dikarenakan batas waktu yang tidak mencukupi karena saat
> itu akan tiba jelang dzuhur. Jadi aktiviatas saat itu pun disudahi
> diabrengi seusai curhatan hati kawan saya yang membuat saya masih
> bertanya-tanya.
>
>
>
>
>
>
>
> Masih penasaran…. Akhirnya
> walaupun ajang curhatan sudah usai begitu dengan mengajinya saya pun
> masih penasaran dengan kabar kawan saya itu. Dengan penuh keingintahuan
> saya memberanikan diri untuk menanyakan kabar gembira itu.
>
> “Lu benar mau married?” tanya saya dengan lugas tepat pada
sasaran.
>
> Kawan
> saya hanya senyum-senyum malu-malu kucing. Tapi kalau dberi ikan asin
> (baca:akhwat cantik) mungkin mau tanpa malu-malu untuk dinikahinya.
>
> “Ya,
> gue sih nunggu kabar dari murrobi. Ya, insyaAllah doain aja bulan 6
> kalau ketemu jodohnya. Kan ini lagi dicariin sama murobbi.” Ucapnya
> lagi dan benar-benar membuat saya tak habis pikir. Lho, kok nunggu
murrobi,” kata saya dalam hati.
>
> “Gue doain biar lu cepat ketemu, ya!” tukas saya lagi
masih membuat saya agak heran.
>
>
>
>
>
>
> Jodoh bukan di tangan murrobi…. Hingga
> akhirnya hal itu mengingatkan cerita saya dan kawan saya beberapa bulan
> lalu saat berboncengan naik motor. Saat itu saya dan kawan ingin pulang
> seusia dari acara rapat organisasi (komunitas) yang saya diami.
>
> “Sekarang usia kamu berapa,Yan?” Kata kawan saya saat di atas
motor sambil memboncengi diri saya.
>
> “Ya, mau jalan 28.”
>
> “Terus udah ada jodohnya,” lanjut kawan saya itu.
>
> “Jodoh
> sih banyak tapi belum berani nikah. Kan tahu sendiri saya aja baru
> dirumahkan dari pekerjaan jadi hal itu nanti aja deh. Lagi pula kalo
> nanti belum ketemu minta aja sama murrobi saya….”pancing saya.
>
> “Lho, kok sama murrobi! Memangnya nyari sendiri belum
ketemu-ketemu. Awas nanti ketuaan!”
>
> Saya diam! Tapi diam untuk  mencoba memikirkan perkataaannya.
>
> “Iya, sih murrobi mak comblang
> (baca: perantara) juga yang cukup dipertanggungjawabkan. Ya, baik soal
> jodoh kita nanti. Apakah baik, shaleh maupun sesuai dengan keingginan
> kita. Dan juga serta-merta tidak asal memilih (menjodohkan) kita, kok.
> Tapi kalo nanti terjadi perselisihan (perceraian) apa kita perlu minta
> pertanggungjawabkan sama murrobi juga…,” lanjut kawan saya lagi
> memberitahukan saya.
>
> “Nah, kalo begitu jodoh bukan ditangan murrobi dong!” kata
saya singkat.
>
> “…………………………”
>
> Hening.
>
>
> Tak ada jawab lagi.
>
> Saya
> dan kawan saya hanya membisu. Hingga saya berpikir mungkin hanya angin
> yang menerpa ke wajah saya yang dapat menjawabnya dari semua
> pertanyaan-pertanyaan kawan saya itu disaat saya masih berada di
> perjalanan pulang dan di atas motor kawan saya. Melewati ruas-ruas
> jalan berbatuan serta ditemani awan yang saat itu mendung. Kalau
sudah begitu begitu jodoh itu ditangan siapa?*.(fy)        
>
>
>
> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>

8a.

Re: (ruang baca) rumah kedua itu bernama perpustakaan

Posted by: "rah_ma18" rah_ma18@yahoo.co.id   rah_ma18

Mon Feb 9, 2009 5:25 am (PST)

Hmmm...... enak banget ya punya ortu yang ngedukung banget spy anaknya
gemar membaca, waduh jd inget abiku yg marah2 waktu ketauan aku lagi
baca komik, padahal tu komik kren banget, Detektif Conan boook!
hmm.... sampai2 tu komik ku kasih cover lg heee... pke covernya buku
IPA,IPS atau apaan dech pkokny gak sampek nongol wajah si Conan.

Dari dulu aku seneng banget mbaca, bahkan puskot (Perpustakaan
Kota)Malang sudah menjadi tempat kencan tiap malam minggu, sampai
diusir2 ama petugasnya huahahha....
buatku buku itu keren banget, dia sahabat yg pling setia dech! sahabat
yg pernah marah2 kalau kita nyuekin dia, dia jg gak bakalan tersipu
malu kalau kita sanjung2, HIDUP BUKU!!! HIDUP PUSKOT!

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Bu CaturCatriks"
<punya_retno@...> wrote:
>
> dear all,
>
> utk mbak dyah: wah, pasti asyik bgt baca buku di bawah pohon.
> sepoi2...adem..saya dulu juga langganan majalah bobo. sampe tiap pagi
> (dr jam 5 subuh) udah nunggu loper koran depan rumah, hehe. anyway,
> thanks for reading ya..
>
> utk mbak susanti: waduh, jangan2 mbak dulu rival saya nih! dari
> wilayah jakarta mana, mbak? salam kenal...
>
> utk mas sis: mas sis, dulu kan belum ada komputer tuh. jadi sy
> terbantu dgn bu rini wanti2 bhw tulisan tangan saya harus rapi, hehe.
>
> utk mbak loiy: sama kok mbak, dulu bapakku juga nggak mbolehin aku
> baca fiksi. aku harus baca buku pelajaran, atau yg ensiklopedi atau
> buku pintar, gitu deh. sampai akhirnya, pas aku kelas 2, bapak mulai
> "longgar". jadi, setiap minggu, bapak akan ajak aku ke gramedia di
> samping hotel santika semarang. beliau ngedrop aku jam 9, utk kemudian
> jemput aku jam 13-an. disana aku boleh bebas baca apa aja. syaratnya:
> jgn mau dikasi makanan sm orang asing, jgn keluyuran, dan kalo mau
> beli buku harus beli sendiri, hehehe. oya, aku masih di jkt, mbak.
> mulai sering morning sickness soalnya :)
>
> thanks for reading, everyone!
> have a great day!
>
> salam,
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Dyah Mustika P" <wiet@>
> wrote:
> >
> >
> > jadi merasa beruntung, meski tinggal di tempat yg bisa dibilang
> terbelakang
> > pemikiran ortu saya cukup maju
> > dari kecil kami dibiasakan gemar membaca
> >
> > masih inget banget, buku pertama yg sukses memikat hati adalah
> majalah bobo
> > pilihan cerdas untuk memancing minat baca anak seusia saya waktu itu
> > berikutnya, setelah agak lebih fasih dalam membaca bapak menghadiahi
> kami serial asterix
> > tapi sayang, buku2 itu hanyut saat banjir menyatroni kampung saya
>

9a.

Bls: [sekolah-kehidupan] Om Hadian Milad Euy..

Posted by: "MR AASHIQUE aashique" betawi_bombay@yahoo.co.id   betawi_bombay

Mon Feb 9, 2009 5:27 am (PST)

ngucapin juga ah
met ya Kang Kasep
semoga sukses selalu!
amin

--- Pada Sen, 9/2/09, Hamasah <widayati_endah@yahoo.com> menulis:
Dari: Hamasah <widayati_endah@yahoo.com>
Topik: [sekolah-kehidupan] Om Hadian Milad Euy..
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 9 Februari, 2009, 10:09 AM

Wuaaaaaaaa.. . Pagi2 dapet reminder FS, si Om kasep lagi milad euy.

Moga sisa usianya makin berkah yaaa.Impiannya bisa tercapai (bisa

kasep beneran, bisa kurus beneran, de el el..hihihi)

Salam,

Nibras yang ga kalah kasep :P











Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger! http://id.messenger.yahoo.com
10.

(Catatatan Kecil) HUT PERS NASIONAL

Posted by: "fiyan arjun" paman_sam2@yahoo.com   paman_sam2

Mon Feb 9, 2009 6:08 am (PST)

Selamat Hari Ulang Tahun Pers Nasional.

Semoga tetap maju pers dan jurnalistik di Indonesia.

Tetap menjunjung tinggi etika perjunalistikan.

Terima kasih

Ila liqo

Piss, Luv and Laugh

Tabe

Wassalam
Fiyan Arjun
http://sebuahrisalah.multiply.com
id ym:paman_sam2

11.

(Sekolah Kehidupan): Vincent van Gogh (1853-1890)

Posted by: "Pandika Sampurna" pandika_sampurna@yahoo.com   pandika_sampurna

Mon Feb 9, 2009 4:13 pm (PST)

Karya besar dihasilkan dari serangkaian karya-karya kecil yang mendahuluinya dan saling mengisi satu sama lainnya.

12.

Artikel: Dibawah Ancaman Kehilangan Pekerjaan

Posted by: "dkadarusman" dkadarusman@yahoo.com   dkadarusman

Mon Feb 9, 2009 4:21 pm (PST)

Artikel: Dibawah Ancaman Kehilangan Pekerjaan

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Beberapa waktu yang lalu, presiden SBY menjelaskan bahwa krisis
global tahun lalu telah menyebabkan sekitar 250,000 orang Indonesia
kehilangan pekerjaan. Dan kita semua tahu bahwa krisis ini belum
menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Bahkan, dalam World Economic
Forum pekan silam yang dihadiri oleh para pemimpin ekonomi dan
politik dunia terkuak adanya kemungkinan bahwa sekitar 50 juta orang
terancam kehilangan pekerjaan ditahun 2009 ini. Lantas, bagaimanakah
potret dunia kerja kita dimasa mendatang? Apakah kita akan turut
menjadi korban. Atau, bisakah kita melakukan sesuatu untuk
menyelamatkan diri?

Anda yang penggemar Robbin Williams, mungkin masih ingat salah satu
film yang dibintanginya. Film itu berjudul RV. Berkisah tentang
seorang karyawan yang bekerja disebuah perusahaan yang tengah
menghadapi situasi sulit, sehingga karirnya berada diujung tanduk.
Satu-satunya cara bagi perusahaan itu untuk tetap kompetitif adalah
dengan mengajak sebuah perusahaan lain untuk bekerjasama. Masalahnya,
meyakinkan mereka bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu dia harus
membantu boss besar membujuk perusahaan pesaingnya itu agar mau
menerima tawaran kerjasama. Kisah ini menjadi menarik karena ancaman
kehilangan pekerjaan telah menjadikannya bersedia mengerahkan semua
kemampuan dan daya hidup yang dimilikinya. Bahkan, sekalipun dia
harus menaiki bukit dan menuruni jurang terjal dengan mengendarai
sepedanya.

Dalam kehidupan nyata pun, kita seringkali tidak tergerak untuk
mengerahkan segenap kemampuan dikala segala sesuatunya berjalan
lancar. Dalam keadaan serba enak, kita kadang terjebak untuk bersikap
malas. Sehingga bekerja sesuai standard saja sudah bagus. Malah kita
sering berleha-leha. Menghabiskan waktu istirahat makan siang lebih
lama dari yang seharusnya. Bahkan melalaikan tugas-tugas yang
semestinya diselesaikan. Namun, sekarang kondisi ekonomi dunia tidak
sedang seindah itu. Kasus Lehman Brothers yang merupakan kebangkurtan
terbesar dalam sejarah ekonomi AS seolah hendak menegaskan betapa
beratnya situasi ekonomi global kini. Seakan menjadi alarm yang
membangunkan kita dari tidur pulas selama ini.

Bagaimanapun juga, kita mempunyai pilihan untuk; berjalan seperti
biasanya dan pasrah saja atas apa yang mungkin terjadi, atau semakin
meningkatkan kontribusi kita kepada perusahaan. Tetapi, pilihan
pertama tentu bukanlah pilihan terbaik. Sebab, dengan berkontribusi
seperti biasa; jelas kita tidak akan bisa menolong perusahaan keluar
dari tantangan yang sedang dihadapi. Jadi, pilihan terbaik kita saat
ini adalah yang kedua. Sehingga kita berkesempatan untuk membantu
perusahaan untuk tetap berdiri tegar dalam krisis ini. Seperti yang
dilakukan Robbin Williams. Dia memilih untuk ikut berjuang dengan
segala kemampuannya menolong perusahaan.

Namun, apakah ada jaminan kita akan tetap mendapatkan pekerjaan itu
seandainya sudah melakukan semua hal terbaik yang kita miliki? Sebuah
pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Konon, para pekerja Lehman
Brothers pun merasa semuanya baik-baik saja hingga tiba-tiba syaraf
kesadaran mereka terbuka lebar pada tanggal 15 September itu.
Bahkan, perusahaan besar berumur 158 tahun pun bisa mengalaminya.
Akan tetapi, semua itu tidak berarti kita boleh menyerah. Apalagi,
kita masih berada didalam panggung bisnis ini. Sehingga adalah
kewajiban kita untuk berjuang bagi perusahaan. Selalu ada harapan
yang masih terbentang dimasa depan.

Lagipula, ketika semua potensi diri kita sudah didayagunakan, siapa
sesungguhnya yang paling diuntungkan? Diri kita sendiri. Sebab, pada
akhirnya kita benar-benar bisa sampai kepada puncak prestasi.
Bukankah itu bisa menjadi bekal berharga bagi kita untuk menghadapi
masa depan? Karena, ada banyak hal yang bisa kita lakukan seandainya
hal-hal yang tidak diharapkan terjadi juga. Sebagai individu, kita
pasti bisa bertahan.

Bahkan, sekalipun pada akhirnya kita terkena PHK juga, kita bukanlah
pribadi yang dapat dengan mudah dibuat kalah. Kita akan terus
bertahan. Dengan segala kemampuan. Yang pernah kita tunjukkan. Dengan
segenap pengalaman. Yang telah kita kontribusikan. Lagipula, tidak
ada satupun cobaan yang Tuhan berikan. Kecuali dengan kepastian bahwa
kita diberinya kekuatan untuk menghadapainya. Pertanyaannya adalah;
bersediakah kita untuk mengerahkan segala potensi diri yang telah
Tuhan berikan?

Seperti Robbin Williams dalam film itu. Meskipun pada akhirnya dia
disia-siakan oleh perusahaan yang telah diperjuangkannya. Namun,
dengan segenap kualitas diri yang dimilikinya; akhirnya dia
mendapatkan tempat diperusahaan yang menjadi pesaingnya. Sungguh,
sebuah hadiah yang indah. Bagi mereka yang dengan senang hati
bersedia memberikan hal terbaik dalam dirinya. Untuk berkontribusi
bagi perusahaan tempat kerjanya. Bisakah kita menirunya?

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Banyak orang yang hebat pada saat segalanya terasa nikmat. Namun,
hanya sedikit yang tetap hebat pada situasi sulit. Sebab, orang yang
benar-benar hebat itu jumlahnya hanya sedikit.

13.

[puisi asal bunyi] rindu alam

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   ujangjiung

Mon Feb 9, 2009 4:52 pm (PST)

Kau benar penahu, wangi pagi asap kayu bakar mengabut telah jadi kerinduanku.
Seperti tungku yang dulu selalu terpeluk sehabis mandi sebelum sekolah.sampai guru mencandaiku: selalu farpum itu.

Kau juga penahu, cara memanggilku pulang. Cukup dengan ilalang yang bergoyang,lambai daun pisang,kokok ayam, serta dzikirdzikir air curug pancuran ke kolam ikan.cukup juga menggetarkanku.

Cara apapun pemikatmu adalah selalu mengikatku..Petanipetani pagi memanggul pacul, para ibu memikul bakul: ke saung murung bersenandung kampung. Juga itu menggetarkanku.

Namun disini seluruhnya adalah mengabu: mengapa aku terdesak diantara nafas para pemburu. Dalam rasa jengah dan tak betah.

Jakarta09

bisik tasik lebih panggilah aku.

Salam.

Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com

14a.

Re: [Rampai] Syair Cinta Seorang Pengamen

Posted by: "Ceko Spy" cekospy@yahoo.com   cekospy

Mon Feb 9, 2009 5:41 pm (PST)


Iya sih, ngaku emang Lebay. Tapi ngaku juga kalo puisiku ini unik [:D] .

www.pengamencinta.wordpress.com <http://www.pengamencinta.wordpress.com>

ImpianMengurangiAnakJalanan
<http://pengamencinta.wordpress.com/2009/01/23/sekadar-impian-mengurangi\
-jumlah-para-pengamen-dan-anak-anak-jalanan/
>

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "gariss_53" <gariss_53@...>
wrote:
>
> >
> Puisi'y agak lebai...
> tp ya emg bgtu kalle ya bhsa puisi...
> klo gak gtu, gak excited.!
> keren n unik deh poko'y!
>

14b.

Re: [Rampai] Syair Cinta Seorang Pengamen

Posted by: "Ceko Spy" cekospy@yahoo.com   cekospy

Mon Feb 9, 2009 5:54 pm (PST)


Thanx Susanti. Senang bisa ketemu dan berkenalan dengan yang cukup
memahami dan merasakan kehidupan keras di jalan. Kata-kata dan kalimat
Susanti cukup nyaman kucerna. Polsek Cicendo?? Ng... yang deket IP
bukan? hehe...kurang tau euy. taunya cuman Tol Pasteur atas dan Pasteur
Bawah and Kawasan Dago. [:p]

www.pengamencinta.wordpress.com <http://www.pengamencinta.wordpress.com>

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "susanti" <susanti@...> wrote:
>
> Ceko,
> Pengamen memang harus punya harga diri
> punya mimpi, dan tekad untuk mewujudkannya
> tapi Bandung memang tak ramah, sejak dulu
> puisi ini bukan puisi cinta picisan di telingaku
>
> "Namun bila kau tetap memilih materi
> Aku ingin memilih cara kematianku sendiri
> Yakni, ingin ditabrak kendaraan yang kau tumpangi
>
> Karena kengerian yang paling indah hanyalah
> Mati di tangan orang yang dikasihi"
>
> Puisi ini mewakili eksistensi kalian, eksistensi kita sebagai anak
jalanan. Percayalah, aku sudah merasakan keras dan debu jalanan kota
Bandung bertahun-tahun lalu. Tahu perempatan Polsek Cicendo? Di sanalah
puisi -puisiku dibuat. Sebuah batu loncatan yang membawakanku kesadaran
akan cinta, hidup, dan Tuhan.
>
> 'Namun bila ku memilih materi,
>
> Aku tak bisa memilih jalan kematianku sendiri
>
> Dijeruji sebuah ekspektasi, setiap hari'
>
> -sky-
>
> ----- Original Message -----
> From: Ceko Spy
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Sent: Sunday, February 08, 2009 8:59 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] [Rampai] Syair Cinta Seorang Pengamen
>
>
> Recent Activity
> a.. 52New Members
> Visit Your Group
> Sitebuilder
> Build a web site
>
> quickly & easily
>
> with Sitebuilder.
>
> Y! Messenger
> PC-to-PC calls
>
> Call your friends
>
> worldwide - free!
>
> Yahoo! Groups
> Join people over 40
>
> who are finding ways
>
> to stay in shape.
> .
>
>
>
>
>
----------------------------------------------------------\
------
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - http://www.avg.com
> Version: 8.0.233 / Virus Database: 270.10.19/1938 - Release Date:
2/6/2009 5:28 PM
>

14c.

Re: [Rampai] Syair Cinta Seorang Pengamen

Posted by: "Ceko Spy" cekospy@yahoo.com   cekospy

Mon Feb 9, 2009 6:33 pm (PST)

Hahaha!!
Aku udah cukup sering ngamen di dago tiap malam minggu. Kebanyakan cuman
Pengamen yang iseng atau anak kuliah, anak thater yang lagi cari dana.
Kalo boleh GR dan PD, aku termasuk pengamen paling baik dan bercita-cita
jadi 'The Next- Harry roesly'. Doain ya... Amiin...
15.

Fw: salah satu hikmah penting krisis global

Posted by: "Agus Rasyidi" rasidi@wicaksana.co.id

Mon Feb 9, 2009 5:41 pm (PST)


----- Original Message -----
From: gradient_indonesia
Sent: Monday, February 09, 2009 3:20 PM

Pelajaran dari Krisis Keuangan Global

Di tengah krisis global seperti ini, banyak orang semakin yakin bahwa
kita perlu belajar berwirausaha atau punya usaha sendiri atau
mengelola usaha sendiri. Betapa tidak, siapa sih yang tak kenal
perusahaan-perusahaan top dunia seperti Lehman Brothers, AIG, Goldman
Sach, dan sederet nama lainnya. Toh mereka bisa ambruk juga. Tidak
bisa menjamin bahwa semua karyawan yang ada di dalamnya akan kerja
aman sampai mati. Tidak. Kalau yang belajar dan sering baca bisnis
keuangan tentu tahu reputasi perusahaan-perusahaan top itu, mereka
selalu jadi tempat belajar dan benchmark para pelaku bisnis keuangan
di hampir semua benua. Toh itu tak bisa menjadi gantungan hidup yang
aman bagi karyawannya. Ini pelajaran bagi siapapun bahwa tak ada
salahnya kita2 punya usaha sendiri, meski awalnya hanya dijalankan
dengan sambilan. INI PENTING UNTUK BERJAGA-JAGA. Kita tak pernah tahu
apa yang terjadi dengan perusahaan kita kedepan. Apakah perusahaan
kita sudah lebih hebat dari Lehman Brothers dan Golmand Sach?

Moga-moga sih aman-aman saja. Kalau kita punya kemampaun menjalankan
usaha sendiri dan tahu cara-caranya, harapannya, kalau ada
kejadian-kejadian kepentok seperti itu kita bisa punya kemampuan survival.

Sekedar bagi2 informasi bagi yang ingin berwirausaha, yang semoga
berguna, ADA BEBERAPA ALTERNATIF CARA AMAN menjadi entrepreneur
sesuai yang saya tahu dari relasi-relasi saya pengusaha yang sudah
terbukti sukses. Kalau kita ingin mandiri berwirausaha alias menjadi
entrepreneur, kita tidak harus langsung cabut dari profesi lama kita.
Tidak perlu grusa-grusu. Kita harus dengan dingin membedakan antara
berani dan nekad. Apalagi kalau yang sudah punya tanggungan keluarga,
kita juga harus menimbang ada sekian jiwa yang ikut dalam gerbong kita
sehingga kalau kita salah kemudi mereka juga bisa kejeblos.

Berikut ini beberapa informasi cara yang lebih aman untuk pindah ke
kuadran entrepreneur.

Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan
saham (setor modal) di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu
di perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya
bisnis bagus, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari keuntungan.
Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha.
Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu dan kerja
bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu
bagus dan penghasilan dari bagi hasil sudah bisa menutup kebutuhan
hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika
kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan.

Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan
di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis
usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan
bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi.
Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan
telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor,
kita bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh. Hingga
skala tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya
mulai membesar kita pasti harus cabut. Strategi menginjak dua kapal
ini merupakan pilihan aman dan realistik. Jadi sementara satu kaki
kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita
melakukan test market untuk membangun bisnis (kapal) sendiri. Cara ini
juga paling umum dijalankan oleh para perintis usaha.

Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa
berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita
(istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama,
pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk
masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada
yang bisa diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau
usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar dari kerja di
perusahaan orang lain itu.

Soal tip ketiga ini saya juga punya contoh kasus riel. Ada pengusaha
sukses kawan baik saya, Pak Budiyanto Darmasatono yang beliau
pengusaha kurir ekspress yang sudah kaeryawan 2.700 orang padahal
waktu awal-awal di jakarta selulus D3 UGM juga gelantungan naik bis
kota. Waktu beliau memulai usaha, dia tidak langsung keluar dari
pekerjaan lamanya sebagai supervisor di Dinners Club, namun istrinya
dulu yang menjalan usaha. Soal ide dan konsep-konsep bisnisnya tetap
Pak Budiyanto yang memotori dan istrinya yang melakukan eksekusi.
Kalau ada meeting2 yang penting, beliau juga cuti dari kantornya dan
ikut istri melakukan presentasi ke calon klien. Jadi dia tidak gegabah
langsung cabut dari kerjaan kantor lamanya. Nah, ketika usahanya sudah
berjalan baik dan pendapatannya sudah mulai bisa diandalkan, barulah
ia keluar secara baik-baik dari perusahaan lamanya, berpamitan dengan
sopan untuk usaha sendiri. Kini bisnis sendiri yg ia komandani sudah
punya 2.700 karyawan dengan kantor operasional sudah ada di semua
propinsi di Indonesia. Yang pasti, tip ketiga ini tentu saja berlaku
untuk yang ketika akan mulai mandiri berwirausaha sudah berkeluarga,
kalau yang masih single, tentu saja pasangan Anda bisa kakak atau Adik
anda. Ini juga cara sukses dan aman untuk masuk ke kuadran
entrepreneur namun tidak mengganggu keamanan sumber penghasilan keluarga.

Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan
yakin bakal sukses serta merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu,
setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana
pendidikan anak. Bagaimanapun kita capek-capek kan utamanya untuk
anak. Cara ini juga dilakukan salah satu pengusaha kawan saya, Pak
Harijanto, pengusaha sepatu produsen Nike dan Piero yang punya
karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan menjadi entrepreneur dengan
membeli saham perusahaan dimana beliau bekerja, beliau juga
mempertaruhkan masa depannya: bisa sangat sukses namun juga bisa
menjadi miskin kalau gagal. Nah, untuk mengamankan proses untuk
menjadi entrepreneur ini, beliau dan istri mufakat: diputuskan maju
menjadi entrepreneur dengan membeli perusahaaan dimana beliau bekerja
namun sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak tidak boleh
diotak-atik. Tabungan anak harus tetap ada dan disendirikan. Jadi
katakanlah proses menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan
anak2 tetap aman.

Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga
dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi
melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan
kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik.
Kawan-kawan semua bisa meyimak lebih dalam tentang kiat-kiat menjadi
entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak
Harijanto) di buku "10 PENGUSAHA YANG SUKSES
MEMBANGUN BISNIS DARI 0" disusun Sudarmadi . Di buku itu
kawan2 bisa belajar dari 10 pengusaha sukses yang benar2 berangkat
dari bawah.

Semoga informasi ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses
buat kawan2 semua.

Wassalam

16a.

Re: [Ruang Keluarga] Engkau Lelaki Kelak Sendiri -3

Posted by: "Divin Nahb" divin_nahb_dn@yahoo.com   divin_nahb_dn

Mon Feb 9, 2009 7:09 pm (PST)

Aduh... Bro' sumpah indah banget ceritamu
Jadi membayangkan keluargamu yang penuh dengan cinta

Jujur, aku banyak belajar dari orang-orang yang udah menikah bagaimana harus bersikap. Istri pada suami. Ibu pada anak. Suami pada istri. Bapak pada anak.

Dan salah satu pasangan muda yang aku kagumi adalah dirimu dan mbak Endah. Kalian begitu indah kupandang dari luar. Pasangan yang saling mengisi dan menyelesaikan masalah dengan pikiran dingin. Berpikir dewasa untuk sekeliling bahkan hubungan kalian berdua. Menjadi katakanlah guru muda untuk diriku.

Dan indah ketika aku membayangkan kamu, Mbak Endah, dan keponakan tampanku Nibras saling canda. Duh... hatiku jadi berbunga rasanya. Hahahahahha
Tapi itulah kenyataan yang aku dapatkan dari kalian. Sifat bijak kalian berdua mampu meredam orang kisruh dengan cinta dan sayang.

Dari keluarga yang seperti inilah, aku dan banyak sahabat akan belajar untuk menjadi orang tua dan warga yang baik. Bahwa pasangan suami istri tidak selalu harus ribut melulu, karena anak akan menonton apa yang mereka lakukan. Dan kami yang belum nikah tentu akan banyak belajar dari mereka.

Salam sayang buat Nibras ganteng,

Tante Guru "Divin Nahb"

17a.

(CatCil) : Today's Mind Munchies

Posted by: "Adjie" inner_coach@yahoo.com   inner_coach

Mon Feb 9, 2009 8:09 pm (PST)


(MARAH)

Hati-hati kalau marah. Suatu saat alasan dasar kemarahan Anda justru
bisa jadi bahan tertawaan orang lain. Mengapa ? Karena kita sering lupa
saat masuk perangkap standard ganda !

(RUMAH HANTU)

Kemarin ada yang berdarah-darah di rumah itu. Tetua nan bijak melihat
jelas ada drakula di dalamnya. Tapi si korban kini sudah diobati pemilik
rumah dan sembuh. Lalu apakah sahih jika kesimpulannya menegaskan bahwa
di rumah itu tak pernah ada hantu jahat dan drakula ?

(LOGIKA)

Benarkah logika soal aturan dan kesepakatan semata ? kalau begitu
bagaimana menempatkan banyak kejadian yang sulit dijelaskan dengan
kesepakatan logika macam itu ? Apakah kejadiannya kemudian menjadi tak
logis ? Kalau tak logis apakah sahih dianggap tak ada ?

(SEMBUNYI)

Konsekuensi perkembangan teknologi yang amat pesat adalah makin mudahnya
kita terhubung. Perjumpaan dengan kawan lama jadi hal amat mudah. Pun
dengan membangun relasi pertemanan baru. Saya khawatir juga karena makin
sedikit tempat saya bisa sembunyi

(SEMBUNYI LAGI)

Ke mana lagi saya bisa sembunyi ? Ketika dunia makin terbuka, ketika
pintu-pintu menyapa dunia yang makin terang, maka sembunyi dalam
kegelapan nyaris jadi sebuah kemustahilan

(BUAT APA SEMBUNYI)

Saya masih butuh sebuah ruang di mana saya bisa sembunyi. Walau saya
tahu sejatinya tak ada sama sekali ruang untuk itu. Bahkan ketika Anda
sendiri, Anda tetap tak bisa lari dari sosok lain, yakni diri sejati

(DALAM)

Sedalam apa jenis ikatan yang Anda bangun dengan sekitar ? ini
pertanyaan besar yang berlaku juga untuk saya kala coba mengungkap peran
dan kontribusi yang sudah saya buat dalam semua jenis ikatan itu

(PERMUKAAN)

Dari gak ada jadi ada. Dari manual jadi digital. Dari fs ke fb.
Pilihan makin banyak. Unutk kita jadi penonton atau ikut bermain.
Sekedar nyinyir skeptis sampai yang produktif dan bermanfaat

(REZEKI)

Rekan sekantor dapat hadiah sebuah jaguar. Gue sendiri pagi tadi dapat
angpao dalam rangka imlek dari PresDir !

(BUNUH)

Kesal berkali terganggu tikus di dapur, berkali juga kami pasang
jebakan. Dari jepitan sampai umpan makanan beracun. Akhirnya kemarin
satu tertangkap. Kasihan, ia terjepit namun masih segar dengan matanya
yang jernih. Tak tega membunuh, aku lempar saja ia dekat dua ekor kucing
yang tampak lapar. Beberapa saat kemudian tinggal kepala dengan mata
melotot yang tersisa !

Leave Your Feedback on my blog : www.resiliency.wordpress.com
<http://www.resiliency.wordpress.com/>

18.

[renungan] Dunia Ilusi

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Mon Feb 9, 2009 8:12 pm (PST)

DUNIA ILUSI

Sejak internet mulai menebarkan jaring-jaring putihnya, dunia baru telah
terbentuk. Dunia maya yang mempertemukan manusia yang bersembunyi di balik
PC atau laptop atau blackberry dari seluruh sudut bumi. Dunia baru ciptaan
manusia yang disebut dunia maya. Dan seperti halnya segala sesuatu yang
diciptakan manusia, selalu ada dua sisi yang berhadapan; sisi manfaat dan
sisi mudharat. Berbagai topeng dan jubah dikenakan para pemainnya, mereka
memiliki niat dan tujuan yang berbeda-beda dalam memainkan perannya di dunia
maya ini. Ada yang berperan peri, kstaria, pangeran, bidadari, bahkan ada
juga yang berperan ganda; pedagang sekaligus pembeli, serigala sekaligus
domba, hitam sekaligus putih, terang sekaligus gelap.

Ruang-ruang chat bertebaran di mana-mana. Kata-kata bersesakan menulisi
dinding-dinding layar website, blog, email, milis, dan berbagai ruang
lainnya. Manusia jadi lebih senang berhadapan dengan layar monitor,
berkelana menyusuri dunia maya ini, bertemu dengan mereka yang hanya hadir
dalam angan-angan dan impian. Illusi baru yang membius manusia sehingga
tahan berlama-lama berkelana di jalan-jalannya.

Saya juga pernah berkelana di dalamnya selama bertahun-tahun, bertamu di
setiap rumah dan menari di setiap taman di dalamnya. Hingga akhirnya pada
suatu masa, saya meninggalkan dunia ini. Tidak sepenuhnya, tetapi saya cukup
melelang sejumlah id chatting dan alamat imel yang bertebaran di berbagai
web, meninggalkan tumpukan kisah yang tidak selesai dan sederet user name
yang dulu pernah saling menyapa dan mengukir cerita. Cerita-cerita yang kini
sudah saya hapus dari recycle bin ingatan saya.

Saya tidak tahu berapa lama diberi kesempatan hidup di dunia ini. Inilah
kesempatan saya untuk berbuat amal-amal kebajikan yang akan menjadi tabungan
saya di akherat nanti. Amal kebajikan yang seharusnya juga dilakukan di
dunia nyata, dunia yang diciptakan Allah untuk saya diami. Bukannya
menghabiskan waktu dengan menatap dunia maya yang penuh ilusi.

Dunia maya ini hanyalah satu dari sekian banyak kenikmatan duniawi yang
ditawarkan dunia ciptaan Allah. Kenikmatan duniawi fana yang diletakkan di
atas tangan kita, bukan di hati kita. Kenikmatan yang juga sekaligus ujian.
Bagaimana mengendalikan segala sesuatunya. Mengendalikan diri.

Bahwa lebih baik waktu-waktu senggang digunakan untuk mengaji atau belajar
atau melakukan hal-hal yang bermanfaat ketimbang chatting yang tidak jelas
dengan orang-orang (yg sudah dikenal/bertemu atau belum dikenal/bertemu)
tentang ilusi dan kata-kata bersayap yang menimbulkan banyak penafsiran dan
praduga.

Tidak ada salahnya menghabiskan waktu menyusuri dunia ilusi ini selama ada
kepentingan dan keperluan, tetapi saya juga ingat bahwa Allah sedang menatap
saya saat ini.
Hari ini tidak akan pernah kembali lagi.

Jakarta, 7 Februari 2009
http://mutiaracinta.multiply.com
19.

(Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa

Posted by: "febty febriani" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Mon Feb 9, 2009 8:25 pm (PST)


Hari ini dan besok adalah
sidang skripsi S1 mahasiswa di Chiba University. Jadwal presentasi
mahasiswa tingkat akhir di labku (di Jepang disebut dengan Yonensei)
adalah hari ini. Jangan bayangkan seperti rumitnya sidang skripsi S1
di Indonesia. Menurutku, sidang skripsinya sangat simpel. Bahkan, ada
beberapa mahasiswa hanya menggunakan kaos dan sweater waktu
presentasi. kaget, awalnya. Tapi, setelah kutanya dengan seorang
mahasiswa Doktor yang juga berasal dari Indonesia, hal itu adalah
lumrah Sidangnyapun tidak lama-lama. Hanya 15 menit. Dua belas menit
untuk presentasi dan tiga menit sisanya adalah waktu untuk para
sensei bertanya. Dan kalau dalam waktu tiga menit itu jawaban atas
pertanyaan belum memuaskan sensei yang bertanya, yah sudah tidak
apa-apa. Mahasiswa yang sidangpun adalah mahasiswa satu fakultas.
Jadi, suasananya persis mirip seminar.
Sekitar satu minggu lalu
adalah sidang thesis mahasiswa S2. Dari pagi sampai sore, karena
seluruh mahasiswa S2 fakultas sains (dalam bahasa Jepang disebut
rigakubu) mempresentasikan thesisnya hari itu. Di labku, cuma ada
satu orang mahasiswa S2 yang mau lulus (di Jepun disebut dengan M2).
Jadilah, dia adalah mahasiswa S2 tersibuk di labku. Bolak-balik dari
ruangannya ke ruangan sensei untuk konsultasi. Sama seperti sidang
skripsi S1, suasana sidang thesis S2 juga mirip seminar. Waktu
presentasi cuma 12 menit, dan 3 menit terakhir adalah sesi tanya
jawab. Dan, kalau bel tanda 15 menit berbunyi, selesailah masa-masa
mendebarkan itu. Paling enak, mungkin, adalah seorang mahasiswa S2
dari Indonesia. Presentasinya dalam bahasa Inggris. Aku menyebutnya
¡enak¢ karena sedikit sensei yang bertanya tentang penelitiannya.
Ntahlah karena apa. Aku jadi ingat dengan ujian wawancaraku untuk
ujian masuk Chibadai. Dari sekitar sepuluh orang sensei yang
mewawancari, hanya tiga orang yang kuingat bertanya kepadaku. Enak
juga sih, gak ditanya macam-macam. Padahal orang-orang China yang
ikut ujian masuk Chibadai dan wawancara dalam bahasa Jepang,
bercerita kalau pertanyaan-pertanyaannya sulit. Raut muka dan
ekspresi cara berceritanya yang mengatakan kepadaku.

Nah, yang agak serius
adalah oral-defense mahasiswa Doktor. Di Chibadai ada dua
kali sidang mahasiswa S3. Sidang tertutup dan sidang terbuka. Aku
hanya bisa menghadiri sidang terbuka seorang mahasiswa Doktor di
labku, sekitar dua minggu yang lalu. Tentu saja dalam bahasa jepang,
dan jadilah aku sebagai penonton saja. Sangat sedikt mengerti tentang
hal yang dibicarakan. Mahasiswa di Jepang sangat jarang yang bisa
berbahasa Inggris. Begitu juga dengan mahasiswa Doktor di labku yang
sidang thesis PhDnya kali ini. Karena itulah, ketika seorang
mahasiswa Doktor dari Indonesia yang bertanya dalam bahasa Inggris
ketika oral-defensenya, akhirnya pertanyaan itu ditranslate
oleh seorang sensei sehingga mahasiswa S3 yang oral-defense mengerti. Tapi, akhirnyapun dijawab dalam bahasa Jepang. Aneh, kan.
Awalnya iya. Tapi setelah hampir 4 bulan di Jepang, rasanya hal itu
menjadi hal yang biasa. Pun juga ketika aku berkomunikasi dengan
sensei. Kadang, aku bertanya dalam bahasa Jepang yang terpatah-patah.
Beliau menjawab dalam bahasa Inggris. Atau sebaliknya, aku bertanya
dalam bahasa Inggris, senseiku menjawab dalam bahasa Jepang.

Yah, sudahlah, lebih baik
menikmati saja ¡perjalanan kuliah ini¢

Kesanku tentang sidang
akhir untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 begitu simple, tidak rumit. Jadi,
kalau ada sidang S1, S2 dan S3 di Jepang jangan dibayangkan ada
konsumsi. Sama sekali tidak ada. Juga untuk segelas air putih.
Apalagi segelas kopi. Bahkan, para sensei yang hadirpun, membawa
botol minuman mereka sendiri. Ketika istirahat makan siang, yah sudah
makan saja di kantin.

@kampus, Februari 2009
~
http://ingafety.wordpress.com ~

20.

[rampai] Hujan Bulan Februari

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Mon Feb 9, 2009 8:36 pm (PST)

Hujan Bulan Februari

Tak ada yang lebih merdu
daripada hujan bulan februari
ketika lagunya meninabobokan setiap mimpi
sambil menggumamkan mentari

Tak ada yang lebih syahdu
daripada hujan bulan februari
ketika jemarinya merengkuh setiap pilu
tersenyum sambil mengajakku menari

Tak ada yang lebih tentram
daripada hujan bulan februari
ketika langkahnya berjejak menyusuri malam
bersemangat ajakku berlari
:tinggalkan rusuhnya hari ini...

Jakarta, 10 Februari 2009 at 10.00 a.m.

http://mutiaracinta.multiply.com
Recent Activity
Visit Your Group
Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Group Charity

i-SAFE

Keep your kids

safer online

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: