Kamis, 12 Februari 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2520

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Bls: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Episode Malam From: bujang kumbang
2a.
Re: [Inspirasi] Merawat Sahabat From: Nursalam AR
2b.
Re: [Inspirasi] Merawat Sahabat From: Nursalam AR
3a.
Re: (CATCIL): Bunyikan Klakson Kuat-kuat From: Nursalam AR
4.
(Dunia Perempuan) KALA JODOH DI TANGAN MAK COMBLANG From: bujang kumbang
5.
(Karyaku) "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" dimuat di Kab From: dr Dito
6.
(Sekolah Kehidupan): William Shakespeare (1564-1616) From: Pandika Sampurna
7a.
Re: [Catatan Kaki]ingin tanya From: ugik madyo
8.
Re: (prestasi) "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" dimuat d From: susanti
9.
[Ruang Baca] Gadis Berbunga Kamelia From: Rini Agus Hadiyono
10.
Mental Pemenang From: Sribudi Astuti
11.
empat kisah di hari sabtu From: Irma Handayani
12a.
Re: [Catcil] Episode Malam From: ysummer_shine89
12b.
Re: [Catcil] Episode Malam From: hariyanty thahir
12c.
Re: [Catcil] Episode Malam From: daniel yang
13.
[Catatan Kaki]Kerangkeng Masyarakat Modern From: muhamad agus syafii
14.
[Donasi Buku] Update 12 Februari 2008, Ditunggu yaaaaa ;) From: Dept. Penerbitan SK
15a.
Re: Mohon Doanya From: Dept. Penerbitan SK
16a.
Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa From: inga_fety
16b.
Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa From: inga_fety
16c.
Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa From: inga_fety
16d.
Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa From: inga_fety
17.
[catatan kaki cacat] Narada Bakthi Sutra From: jun an nizami
18a.
Re: [Ruang Keluarga] Engkau Lelaki Kelak Sendiri -3 From: inga_fety
19.
(Catcil) MOHON MAAF From: Hadian Febrianto

Messages

1a.

Bls: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Episode Malam

Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id   bujangkumbang

Wed Feb 11, 2009 4:16 am (PST)

kerennnnn
menyetuh sekaleee
nah, ini bisa nulis kok
malah lumayan bagus!
satu lagi
kalo nulis cerita ato cerpen jangan disingkat2 ya
itu sangat menggangu utk EYD
jd lebih harus selengkap2nya
tp ada alternativ lain
jika ini cerpen bergaya gaul ato tennlit ya GPP
oke deh
ditunggu tulisan buat lomba Amazing Momnya ya....
sukses buat neng mainez di Medan....hehehe

ila liqo

piss, luv and laugh

tabe!

wassalam
Fiyan Arjun
http://sebuahrisalah.multiply.com
id ym:paman_sam2

Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
2a.

Re: [Inspirasi] Merawat Sahabat

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Wed Feb 11, 2009 4:59 am (PST)

Catatan 'mini' Mas Adjie ini sendiri sudah merupakan tulisan lain yang
sejiwa dengan tulisan saya lho:). Menarik juga kepingannya tuh untuk
dielaborasi: t*eman/sahabat itu orang yang mengingat kita atau orang yang
kita ingat...

*Secara ideal, fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) memang
seperti itu ya, Mas. Tapi, dasar kita manusia, kadang rasa ingin menolong
juga masih 'terbelenggu' dengan ikatan-ikatan semacam 'sahabat', 'saudara'
dll. Mungkin jadi pertanyaan tersendiri: itu belenggu atau fitrah ya?:).

Sama-sama terima kasih, Mas. 'Kepingan--nya menggelitik saya untuk (lebih)
merenung, dan semoga cepat berbuat.

Tabik takzim,

Nursalam AR
*
*
On Mon, Feb 9, 2009 at 8:15 PM, Adjie <inner_coach@yahoo.com> wrote:

> Dear Mas Salam
>
> Menggugah, menarik untuk jadi bahan refleksi.
>
> Ada kepingan yang nyaris sama dengan pertanyaan besar saya soal
> teman atau sahabat :
> Teman / sahabat itu orang yang mengingat kita atau orang yang kita
> ingat.
>
> Dari pada senewen dan pamrih usai sibuk dengan pendefinisian, maka
> lebih baik menjalankan yang terbaik pada saatnya. Kalau ada
> kesempatan untuk berbuat baik, maka tak perlu menahan kebaikan.
> Apalagi sampai tak jadi berbuat baik karena merasa orang itu bukan
> teman / sahabat kita
>
> Makasih sharing nya Mas
>
> BEst RGds,
> adjie
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> Nursalam AR
> <nursalam.ar@...> wrote:
> >
> > *Merawat Sahabat*
>
> >
> > *Oleh Nursalam AR*
> >
> > *"You should not judge another person until you have
> walked two
> > moons in their moccasins." (pepatah Indian kuno)*
> >
> > Sahabat itu ibarat tanaman di pekarangan. Ia harus dirawat dan
> dipupuk. Jika
> > tidak, ia akan mati meranggas. Selayaknya tanaman, ia juga berbeda-
> beda
> > jenis. Sehingga berbeda-beda pula perlakuan kita untuk lebih
> menyuburkannya.
> >
> > Saya sebetulnya baru-baru ini saja memahami betul perbedaan
> makna "sahabat"
> > dan "teman". Secara teori kognitif, perbedaan semantik tersebut
> sudah saya
> > kunyah sejak SMP. Namun secara *maknawiyah* atau nilai rasa
> mungkin baru
> > beberapa tahun belakangan. Terlebih ketika saya memasuki gerbang
> kehidupan
> > berumah tangga dengan segenap suka dukanya. Ketika banyak orang
> menyangka
> > seseorang yang sudah menikah, dengan asumsi punya istri atau suami
> sebagai
> > teman hidup juga sahabat hidup, otomatis tak butuh sahabat,
> sejatinya
> > kebutuhan akan sahabat itu sebenarnya tetap sama. Bahkan bisa jadi
> lebih
> > besar dari fase kehidupan sebelumnya.
> >
> > "Tenang, Lam, gue bantu elo deh nanti. Gue utang budi sama elo."
> Janji
> > seorang teman zaman kuliah dulu masih nyaring di telinga saya
> meski telah
> > bertahun-tahun lamanya ia berikrar demikian selepas sebuah jasa
> yang saya
> > berikan kepadanya. Tanpa pamrih, sebetulnya. Cuma menolongnya, itu
> saja
> > niatan saya. Soal janjinya adalah kesalahan saya yang bertahun-
> tahun
> > kemudian – di waktu saya sulit – menganggapnya sebagai tali
> penyelamat
>
>
>

--
-"Let's dream together!"
Nursalam AR
Translator, Writer & Writing Trainer
0813-10040723
E-mail: salam.translator@gmail.com
YM ID: nursalam_ar
http://nursalam.multiply.com
2b.

Re: [Inspirasi] Merawat Sahabat

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Wed Feb 11, 2009 5:03 am (PST)

Fey ini suka merendah euy:). Dalam konteks milis, saya masih harus terus
memperbaiki kualitas 'mendengar' saya (baca: membalas postingan orang) yang
masih kedodoran baik karena faktor waktu atau psikologis (baca:
males:),hehe...Saya kira dalam konteks bermilis tersebut, Fey sudah sukses
jadi 'pendengar' yang baik lho. Serius.

Btw, ga punya sahabat? Apa ya definisi sahabat menurutmu? Menarik tuh
dielaborasi:). Moga bisa di-sharing.

Thx for reading.

Tabik,

Nursalam AR

On Mon, Feb 9, 2009 at 11:58 PM, inga_fety <inga_fety@yahoo.com> wrote:

> mas nur, mungkin aku tidak seperti mas nur yah:) yang bisa
> mnedengarkan orang. kalau dipikir dari sejak jaman SMP sampai kini aku
> gak punya sahabat:D
>
> salam,
> febty
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> Nursalam AR
> <nursalam.ar@...> wrote:
> >
> > *Merawat Sahabat*
>
> >
> > *Oleh Nursalam AR*
> >
> > *"You should not judge another person until you have
> walked two
> > moons in their moccasins." (pepatah Indian kuno)*
> >
> > Sahabat itu ibarat tanaman di pekarangan. Ia harus dirawat dan
> dipupuk. Jika
> > tidak, ia akan mati meranggas. Selayaknya tanaman, ia juga berbeda-beda
> > jenis. Sehingga berbeda-beda pula perlakuan kita untuk lebih
> menyuburkannya.
> >
> > Saya sebetulnya baru-baru ini saja memahami betul perbedaan makna
> "sahabat"
> > dan "teman". Secara teori kognitif, perbedaan semantik tersebut
> sudah saya
> > kunyah sejak SMP. Namun secara *maknawiyah* atau nilai rasa mungkin baru
> > beberapa tahun belakangan. Terlebih ketika saya memasuki gerbang
> kehidupan
> > berumah tangga dengan segenap suka dukanya. Ketika banyak orang
> menyangka
> > seseorang yang sudah menikah, dengan asumsi punya istri atau suami
> sebagai
> > teman hidup juga sahabat hidup, otomatis tak butuh sahabat, sejatinya
> > kebutuhan akan sahabat itu sebenarnya tetap sama. Bahkan bisa jadi lebih
> > besar dari fase kehidupan sebelumnya.
> >
> > "Tenang, Lam, gue bantu elo deh nanti. Gue utang budi sama elo." Janji
> > seorang teman zaman kuliah dulu masih nyaring di telinga saya meski
> telah
> > bertahun-tahun lamanya ia berikrar demikian selepas sebuah jasa yang
> saya
> > berikan kepadanya. Tanpa pamrih, sebetulnya. Cuma menolongnya, itu saja
> > niatan saya. Soal janjinya adalah kesalahan saya yang bertahun-tahun
> > kemudian – di waktu saya sulit – menganggapnya sebagai tali penyelamat
> > ketika arus terlalu deras untuk dilawan seorang diri.
> >
> > "Wah, sorry, Lam, gue baru bayar sekian untuk ikutan seminar
> profesi. Lain
> > kali deh gue pasti bantu elo!" *Glek*. Ia menyebut sekian jumlah nominal
> > yang saat itu lebih dari yang ingin saya pinjam. Waktu itu bisnis
> bimbingan
> > belajar yang saya bangun bersama kakak saya ambruk dan kami terjerat
> hutang
> > besar. Tidak besar, mungkin, untuk ukuran dia yang sedang cemerlang
> karirnya
> > selepas kuliah. Apalagi, setelah penolakannya tersebut, entah ia
> sadar atau
> > tidak, setiap kali ia mencapai kesuksesan materi – beli mobil, cicil
> rumah
> > dll – ia selalu bercerita dengan bangga kepada saya, dan tak lupa
> diakhiri
> > dengan repetisi ikrar yang sama: "Gue utang budi sama elo, Lam.
> Pasti gue
> > bantu elo!"
> >
> > Saat itu saya masih memandangnya sebagai "sahabat". Namun ketika
> kesulitan
> > yang sama selalu saja menimpa saya – hingga saya sempat berpikir
> untuk minta
> > diruwat – dan penolakan sang "sahabat" selalu sama, dan ia terhenti
> sampai
> > di batas itu tanpa ada sodoran alternatif yang lebih empatik maka
> saya mulai
> > meninjau ulang dan menarik batas baru. Ia kini sekadar "teman" bukan
> lagi
> > "sahabat".
> >
> > Dasar filosofis penarikan garis demarkasi tersebut, saat itu, sederhana
> > saja: *a friend indeed is a friend in need*. Sahabat adalah teman di
> kala
> > susah. Dalam perjalanan waktu berikutnya saya mendapati kebenaran
> adagium
> > tersebut. Tapi, seiring matangnya usia dalam artian tumbuhnya uban,
> > tampaknya saya "dipaksa" memberi pengayaan dan pemaknaan yang lebih atas
> > definisi "teman" dan "sahabat"
> >
> >
> >
> > *Sahabat-sahabat baru*
> >
> > "Mas, butuh bantuan apa?"
> >
> > "Aku sudah transfer ya ke rekeningmu…"
> >
> > "Ini sedekah dari saya…"
> >
> > Peristiwa banjir bandang pada Februari 2007 adalah salah satu titik
> balik
> > dalam hidup saya. Menjelang pernikahan – yang saya rencanakan pada April
> > 2007 yang terpaksa diundur hingga akhir 2007 – segenap harta benda
> lenyap
> > termasuk *asset *biro penerjemahan yang saya kumpulkan dan tabung
> > bertahun-tahun. Yang menyedihkan, hanya beberapa gelintir sahabat yang
> > datang menengok. Padahal, bukan soal mereka bawa bantuan atau tidak,
> tapi
> > kehadiran mereka setidaknya jadi obat. Ketika kepala terasa pecah dengan
> > beban berat, niscaya akan plong dengan bercerita kepada seseorang.
> Di sisi
> > lain, peristiwa banjir itu juga mengubah cara saya bercermin diri.
> >
> > Allah menunjukkan—dengan sederet sms di atas – bahwa definisi
> "sahabat" yang
> > lain yang juga saya pegang bahwa adalah "mereka yang akrab secara
> fisik atau
> > kerap bertatap muka" adalah tidak cukup untuk menggambarkan
> keragaman makna
> > persahabatan. Para pengirim sms tersebut adalah sahabat-sahabat
> *online* di
> > sebuah milis. Ketika kepala saya penat dan hati remuk dan solusi terbaik
> > adalah bercerita – salah satunya melalui postingan tulisan di milis –
> > resonansi energi tersebut menggetarkan dawai empati kalbu mereka.
> Padahal
> > seorang kawan pernah berujar,"Tak ada yang tahu apakah yang berada
> di depan
> > komputer saat *online* itu seekor anjing atau bukan." Artinya,
> dibutuhkan
> > rasa kepercayaan yang luar biasa besar dari para sahabat "baru" tersebut
> > untuk mengirimkan bantuan kepada saya ketimbang para sahabat "lama" saya
> > yang entah ada di mana saat itu – yang sebagian bahkan sudah saya kenal
> > bertahun-tahun.
> >
> > Air mata saya menetes waktu itu.
> >
> >
> >
> > *Muhasabah*
> >
> > Dalam suatu titik waktu dalam hidup saya, saya pernah merenungi
> bagaimana
> > saya memperlakukan orang-orang di sekitar saya – keluarga, teman dan
> > sahabat. Dalam sebuah daftar yang saya buat, saya mendapati saya adalah
> > orang yang tidak pandai merawat sahabat. Apatah lagi mengucapkan tahniah
> > ultah, memenuhi undangan pernikahan mereka kadang saya bisa tak datang
> > dengan alasan sepele, semisal "tak enak badan" atau 5A (*Afwan, Akh,
> Ana Ada
> > Acara*). Kelahiran anak, bagi saya yang waktu itu masih melajang,
> adalah hal
> > biasa, teramat biasa. Orang lahir dan mati, itu *sunnatullah*. Maka
> saya tak
> > merasa berdosa ketika hanya bisa ucapkan tahniah untuk sang sahabat yang
> > sedang berbahagia itu. Dan saya terkadang bingung ketika mendapati orang
> > yang *rungsing* hanya karena belum sempat menjenguk tetangganya yang
> > melahirkan. *Hey, is it a problem?*
> >
> > Mungkin itu bukan masalah jika kita tak memandangnya sebagai
> masalah. Tapi,
> > saat kita menganggapnya bukan masalah, sebenarnya itulah masalah
> sebenarnya.
> > Saat tampak noda hitam di wajah kita saat becermin bisa jadi bukan
> masalah
> > di wajah kita tetapi masalah di cermin yang memang bernoda hitam.
> >
> > "Berjalanlah dengan sepatu orang lain" mengandung makna empati terhadap
> > orang lain. Pepatah Indian kuno di awal tulisan ini mengisyaratkan bahwa
> > "perjalanan dua purnama" dengan "*moccasin* (alas kaki suku Indian)" pun
> > baru hanya menempatkan kita pada posisi "memahami". Apatah lagi,
> tentu butuh
> > energi lebih, untuk mendorongnya ke arah "membantu". Di sini dimensi
> waktu
> > turut berperan. Maka, dalam konteks itulah – dalam sebuah
> *muhasabah* atau
> > renungan—saya kian takjub dengan para sahabat baru saya dengan
> sedekahnya.
> > Sebab kami belumlah saling kenal dalam kurun waktu kurang dari setahun.
> > Dalam kesempatan yang sama, saya menjadi semakin malu dengan diri saya
> > sendiri, yang kerap abai dengan orang lain.
> >
> > Ketika istri saya melahirkan anak pertama kami, terasa betul di hati
> saya
> > bahwa saya dulu tidak memperlakukan kerabat atau para sahabat – yang
> mereka
> > atau para istrinya melahirkan lebih dulu – dengan perlakuan yang "adil".
> > Ketika saya sakit batuk darah dua pekan terakhir, nyatalah bahwa
> keberadaan
> > sahabat itu diperlukan. Ini bukan soal finansial. Tapi soal keberadaan
> > orang-orang yang memberi kita hidup – dalam artian semangat dan
> keceriaan
> > menjalani hari.
> >
> > *"Laugh, and the world laugh with you. Weep, and you will weep
> > alone."*Tertawalah, maka dunia tertawa bersamamu. Menangislah, dan
> > kamu akan
> > menangis sendirian. Perkataan Ella Wheeler Wincox tersebut mengena
> betul.
> > Tapi kini, saya bersyukur dapat memandangnya dari sudut yang lebih
> leluasa.
> >
> >
> >
> > *Give, and it will be given to you*
> >
> > Ikhlas memberi, tak peduli apa pun balasan yang akan
> diterima
> > (apakah pahit, manis atau masam), itu intinya dalam merawat sahabat.
> Toh,
> > Tuhan Maha Tahu akan hamba-Nya. Ia takkan pernah alpa akan, hatta,
> setitik
> > pun debu di penjuru bumi. Betul, bahwa sahabat adalah orang yang,
> terutama,
> > datang di waktu duka. Betul, bahwa saat duka, cenderung kita hanya akan
> > mendapati diri kita seorang diri. Apalagi jika saat menangis itu,
> tampang
> > kita menjadi jelek sekali. Tak enak dilihat. Tapi hidup ini bukan
> soal betul
> > atau salah seperti soal ujian di sekolah. Ia adalah kumpulan hikmah,
> yang
> > terkadang perlu dilihat dari sudut yang lebih kaya dengan kelapangan
> hati
> > karena sifatnya yang misterius.
> >
> > Maka saya putuskan untuk berdamai dengan masa lalu, dengan
> > sebuah perspektif baru.
> >
> > "Lam, gue mau tes TOEFL nih. Bantuin ya!" Lagi-lagi sang
> > "sahabat" meminta bantuan via sms.
> >
> > OK. Itu yang saya ketik.
> >
> > Ia pun menelpon saya dan berkonsultasi panjang lebar. Hingga
> > sekitar sejam. Di tengah malam itu.
> >
> > Perdamaian memang indah, seperti tertera di
> spanduk-spanduk yang
> > dipasang TNI pada sekitar 1999. Meski belum tentu memenuhi hasrat
> > keadilan. Tapi,
> > inilah hidup. *C'est la vie*. *Enjoy aja!* (kata sebuah iklan rokok
> di TV).
> >
> >
> >
> > *Jakarta, 9 Februari 2009*
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --
> > -"Let's dream together!"
> > Nursalam AR
> > Translator, Writer & Writing Trainer
> > 0813-10040723
> > E-mail: salam.translator@...
> > YM ID: nursalam_ar
> > http://nursalam.multiply.com
> >
>
>
>

--
-"Let's dream together!"
Nursalam AR
Translator, Writer & Writing Trainer
0813-10040723
E-mail: salam.translator@gmail.com
YM ID: nursalam_ar
http://nursalam.multiply.com
3a.

Re: (CATCIL): Bunyikan Klakson Kuat-kuat

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Wed Feb 11, 2009 6:35 am (PST)

Oh, gitu ya...Wah,terima kasih,Pak Sinang,untuk berbagi ilmu:).
Saya jadi teringat kecelakaan tragis tahun 2006 di perlintasan kereta api
depan Stasiun Duren Kalibata, Jaksel, yang menewaskan seluruh penumpang 1
metromini. Mesin metromini itu mendadak mati karena deretan bis lain yang
ngetem di depan perlintasan. Tragis. 10 nyawa lenyap:(. Dulu, orang-orang
bilang 'Setan Rel' minta tumbal,hehe...

Itu juga menjelaskan (bagi saya:)kenapa para pengendara mobil selalu ribut
main klakson kalau lagi macet di perlintasan KRL. Entah itu berdasarkan
pengetahuan atau karena refleks yah:).

Thx for sharing,Pak!

Tabik,

Nursalam AR

2009/2/11 Pandika Sampurna <pandika_sampurna@yahoo.com>

> *From:* BPST_EP@yahoogroups.com [mailto:BPST_EP@yahoogroups.com] *On
> Behalf Of *Budi Tamtomo
> *Sent:* 11 Februari 2009 8:39
> *To:* PHE; BPST_EP@yahoogroups.com
> *Subject:* [BPST_EP] Ketika mesin mati diatas rel kereta api
>
>
> Bunyikan klakson kuat-kuat saat mesin kendaraan mati di atas rel KA
>
> Tadi pagi saat berangkat kerja seperti biasa jam 07.00 ke arah roxy lewat
> kolong jembatan yang baru, saya melewati rel kereta api. Eh… saat melintas,
> mesin mobil saya tiba-tiba mati,sudah mau melintas rel tepatnya, sayup sayup
> terdengar bunyi tut tut tut tut tut…..
> Ternyata ada kereta api mau lewat. Saya tengok ke kanan, kereta sudah
> kelihatan, walaupun masih jauh. Petugasnya terlambat membunyikan sirene.
> Berdasarkan pengalaman, saya refleks bunyikan klakson, kebetulan di depan
> tidak ada mobil..
> Di dalam mobil saya berusaha santai dan tenang.,saya bunyikan klakson
> terus. Eh…tiba-tiba tape mobil saya menyala. Saya kaget, kok bisa ya nyala
> sendiri ???
> Saya teringat kejadian 2 tahun lalu, saat om dan tante saya terjebak di
> atas rel kereta api di Surabaya . Mobil mereka tiba-tiba berhenti mendadak,
> tidak bisa dihidupkan. Mereka panik dan refleks aja om saya tekan klakson
> mobil berkali-kali dan waktu om saya coba starter lagi
> eh… mesin mobil hidup lagi dan saat itu kereta api udah benar-benar
> mendekat, semua orang di sekitar sudah pada berteriak, "keluar…keluar.
> ..keluar !!" . Akhirnya selamat…!
> Saya teringat ketika saya kuliah di Jerman, dan saya pernah baca buku
> ternyata rel kereta api dapat menghantarkan listrik dan magnet yg sangat
> tinggi akibat gesekan yg terus menerus,dan medan magnet itu bisa tersimpan
> selama 3 jam, bayangkan kalo kereta berlalu lalang setiap 5/10 menit,berapa
> medan magnet yg di simpan rel itu...? dan akibatnya yaitu membuat mesin
> mobil atau sepeda motor bisa mati mendadak..jika kita terlalu lama di atas
> rel/medan magnet itu.
> Akan tetapi itu bisa diatasi dengan bunyi yang tinggi seperti klakson dan
> ternyata memang berhasil memutuskan rangkaian listrik dan medan magnet di
> sekitarnya.
> Teman-teman tolong sebarkan info ini ya…karena banyak ditemui kecelakaan
> kereta api vs mobil/motor karena kendaraan mati mendadak di tengah rel KA!
>
> Salam
>
>
>

--
-"Let's dream together!"
Nursalam AR
Translator, Writer & Writing Trainer
0813-10040723
E-mail: salam.translator@gmail.com
YM ID: nursalam_ar
http://nursalam.multiply.com
4.

(Dunia Perempuan) KALA JODOH DI TANGAN MAK COMBLANG

Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id   bujangkumbang

Wed Feb 11, 2009 7:40 am (PST)



KALA JODOH BUKAN DI TANGAN MAK COMBLANG

Fiyan Arjun

 

Mata saya langsung terbelalak ketika sebuah e-mail masuk di inbox pribadi saya.
Dan saya pun langsung membacanya.                "Jika cinta adalah ketertawanan, maka tawanlah cintaku hanya pada-Mu,
agar tiada cinta lain yang menawanku.                 Jika rindu adalah rasa sakit, jadikanlah rasa itu untuk aku selalu merindukan-Mu,
hingga akhir nyawa meninggalkan raga di hatiku hanya untuk satu cinta.                 Bila tak bisa kumencintai-Mu, kemana kusembunyikan wajahku,
bila jumpa dengan-Mu ya Rabbku."                               Itulah adalah sebagian syair yang ada di dalam novel fenomenal
karya K.H. Habiburrahman El-Shirazy. Ya, ketika saya membaca syair itu saya cukup
tergugah
bahkan sampai mengetuk hati saya. Dan hal itu berlanjut ketika saya mencari ingin
mencari tahu
siapa pengirim pesan tersebut. Tapi tetap saya tak menemukan juga. Namun walaupun
saya tidak tahu,
tapi saya tahu dari tersiratnya syair itu. Saya tahu bahwa pengirim pesan itu terlihat saat
galau.
Apalagi kalau bukan tentang penantian seorang perempuan terhadap seorang lelaki
lelaki yang siap bersedia untuk mengarungi hidup bersama dengan tali ikatan yang sakral dan suci. Ya, ingin memiliki jodoh. Inginb mencari pendamping hidup.                Jodoh. Ya, membicarakan tentang jodoh memang tak ada habisnya. Seperti layaknya
membicarakan tentang cinta. Begitu amat panjang bila dijabarkan. Entah itu dalam
pengertian cinta menurut (secara) universal maupun secara fitrah manusia. Tak ada
ujungnya. 3 T: Terus, Terus dan Terus. Menarik untuk dibicarakan. Asalkan jangan
 terjebak dan terjerat dalam situasi dan kondisi yang menurut larangan agama salah serta
 merugikan (membahayakan) diri sendiri. Kita harus benar-benar waspada!

 

Lalu bagaimana dengan jodoh itu sendiri? Ternyata tak jauh beda! Kadang
kala ada saja bahan untuk diceritakan (share) baik sesama sahabat, rekan
kerja maupun orang terdekat. Terlebih bagi kita yang ingin segera cepat-cepat. Ngebet.
Ingin lekas menikah. Entah itu karena faktor dari usia, perintah dari ortu
bahkan keinginan diri sendiri. Terasa tak sabar ingin segera menunaikan sunah
Rasul tersebut. Menikah.

 

Tapi bagaimana jika hal ituâ€"yang kita inginkan dalam artian mencari
jodoh ternyata terhalang oleh situasi dan keadaan? Misalkan sibuk bekerja dan
tak ada waktu. Tak sempat dilakukan dengan cara mencari sendiri. Padahal banyak
berbagai macam halangan yang sering dialami oleh kita dalam konteks mencari
jodoh.

 

Dan hal ini pulalah yang sering (banyak), khususnya dialami oleh
para kaum hawa. Para perempuan yang ingin segera
menggenapkan separuh dien-Nya itu tapi tak bisa dan tak sempat
dilakukanya sendiri. Terlebih bagi mereka, perempuan yang sangat sibuk bekerja
(wanita karier) tentunya hal ini untuk mencari jodoh sendiri tak mudah dan segampang
membalikan tangan. Padahal dari segi financial (keuangan) sudah mapam,
karier oke  apalagi  soal pendidikan. Rata-rata masing-masing dari
mereka sudah ada yang mengantongi S1 bahkan sampai ada yang mengantongi gelar
master. Namun sayang seribu sayang financial yang sudah memadai, karier
oke serta pendidikan yang menunjang tapi sayangnya tidak dibarengi serta merta
dengan kesuksesnya. Dalam hal ini kesuksesan mencari dan mendapatkan soal
jodoh. Alias, pendamping hidup. Seperti saya temui baik di dalam dunia
kerja  maupun di sebuah organisasi.
Banyak dari kaum perempuannya yang menunda-nunda menikah lantaran asyik dengan
dunianya. Dunia kerja maupun dunianya (hobi) hingga keharusan untuk menikah
jadi tersendat.

 

Perlu diketahui padahal sudahlah jelas apa yang mereka miliki  semua itu bukan hal yang terpenting. Dikarenakan
semua yang mereka lakukan itu adalah sudah jelas-jelas itu adalah merupakan hak
tanggungjawab seorang suami jika kelak mereka menikah nanti Dan kewajiban itu ada
di tangan seorang suami yang wajib menafkahkan keluarga seutuhnya. Walau dalam
hal ini: bekerja dan menuntut ilmu itu tak dilarang. Tentunya kita sebagai seorang
perempuan yang shaleh tentu akan mengetahui hal itu. Apa kewajiban semestinya
dilakukan. Tak lain mengurusi rumah tangga, anak-anak serta suami. Hingga hal
ini tercetus dalam anekdot yang sering saya dengar. Seorang istri (perempuan)
harus ada dan bisa melakukan hal ini. 3 D; di kasur, di sumur dan
di dapur. Tentu saja hal itu lumrah dilakukan sebagai (kodrati) seorang
perempuan.

 

Nah, untuk mempermudahkan jalan itu
bagaimana caranya? Agar mendapatkan jodoh sebagaimana ikhtiar kita. Jodoh yang
kita inginkan kalau bisa benar-benar sesuai kategori. Tak lain dan mau tak mau
kita menggunakan dan memakai jasa yang sering kita dengar. Familiar di
telinga. Yang pernah kita dengar dengan istilah mak comblang. Ya, mak
comblang sebagai jalan alternativ dan ikhtiar terakhir kita untuk
mendapatkan jodoh yang sesuai kategori yang diinginkan.

 

Tapi untuk lebih jelasnya untuk mengetahui sepak terjang kinerja mak
comblang tidak salahnya kalau kita mengetahui bagaimana sih cara
mereka membantu dan mencari kita jodoh (pendamping) kita nanti. Inilah uniknya
bagi kita yang memakai jasa mak comblang.

 

Tentunya sesuai dengan namanya, mak comblang memiliki “misi”
khususnya untuk menjalankan pekerjaan itu. Mencarikan jodoh untuk kita. Punya
pekerjaan tersendiri. Dahulu dalam masyarakat Betawi tempo doeloe
istilah mak comblang sangatlah tersohor. Beken. Mak comblang
adalah merupakan sosok yang amat penting untuk membantu dalam kelancaran kita
mencari jodoh. Keahliannya dalam urusan perjodohan sudah jelas tak diragukan.
Tetapi dalam hal ini kita dalam memakai jasa mereka tentunya tak sembarangan. Harus
pandai-pandai memilih dan mencari. Biasanya mak comblang yang sering
dipakai jasanya dalam mencari jodoh (pendamping) hanyalah orang-orang yang dapat
dipercayai keamanahan-nya dan juga keamanan privacy. Bukan orang sembarangan!

 

Biasanya mak comblang yang sering dipercayai adalah dari
orang-orang terdekat. Entah itu bisa dari kalangan sauadara, kerabat maupun
bisa sahabat sendiri. Satu point yang harus ada dalam diri mak
comblang tentunya harus berpengalaman (sudah berkeluarga) dan juga sudah
berumur (paru baya) agar tidak menimbulkan fitnah. Biasanya mak comblang  itu punya keahlian sendiri. Misalnya, ia
pandai berbicara, supel  dan
pandai bergaul. Agar dalam “misinya” sesuai dengan “pesanan” tidak diragukan
lagi. Itulah misi dari seorang mak comblang didalam masyarakat Betawi.
Halnya sama dengan para mak comblang sesuai dengan zamannya. Tapi hal
itu jangan menjadi patokan kita. Kita juga harus tetap berikhtiar. Berdo’a
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan lantas ada jasa mak combalang kita cuek
bebek.

 

Dan itu
saja kita tak cukup! Kita juga harus tahu dan harus menerima dengan lapang
dada. Legowo. Kalau-kalau apa yang sudah diusahakan dan diupayakan oleh mak
comblang berakhir tidak mulus. Ada
yang saja tidak sesuai dengan harapan kita. Dalam hal ini pencarian jodoh. Jauh
dari keinginan dan harapan kita. Terlebih jauh dari kategori yang kita
inginkan. Kita harus benar-benar menerima dengan ikhlas. Ingat mak comblang juga
manusia. Dia bukan Tuhan apalagi orang super. Yang serba tahu hati setiap
manusia. Dan kalau pun itu benar terjadi. Jodoh yang kita harapkan dan kita
inginkan tak sesuai harapan kita dan dicarikan oleh mak comblang
tentunya kita harus sportif. Tidak menyalahkan mak comblang yang sudah
bersusah payah mencarikan kita jodoh. Ingat mereka itu perantara kita. Bila itu
benar-benar kita alami ada satu jalan yang harus dilakukan oleh kita sebagai
seorang beriman. Mengadulah pada Allah Yang Kuasa. Karena Dialah tempat
mengadu dan yang mengetahui apa yang diinginkan umatNya. Andai pun kalau jodoh
kita tidak (ada) lagi di tangan mak comblang cobalah kita tetap tegar, survive,
istiqomah dan berikhtiar kepadaNya. Minta kepadaNya. Bukankah Allah
pernah berkata: “Dan berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa
permohonan kamu.”

 

So, sudah jelaskan bahwa jodoh bukan
saja ada di tangan mak comblang tetapi Dialah Yang Maha Segala-galanya.
Karena jodoh bukan ada di tangan mak comblang melainkan di tangan Tuhan
Yang maha Kuasa. Setuju?*(fy) 

 

Ulujami, 11 Februari 2009

Untuk bidadari-bidadari yang sedang
menunggu pangeran berkuda.

 

Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
5.

(Karyaku) "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" dimuat di Kab

Posted by: "dr Dito" ditoanurogo@gmail.com   d17o

Wed Feb 11, 2009 4:53 pm (PST)

*Yth Sahabatku *

*Dimanapun Engkau Berada *

Asyiik....Alhamdulillah ....

Karyaku berjudul *"Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial"* sudah
ditayangkan di www.kabarindonesia.com

Selengkapnya dapat dibaca/diklik di :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&dn=20090211015830.

Mohon saran, komentar terbaik dari Anda.

Terimakasih.

Salam hangat,
Dito Anurogo

Penemu Hematopsikiatri
6.

(Sekolah Kehidupan): William Shakespeare (1564-1616)

Posted by: "Pandika Sampurna" pandika_sampurna@yahoo.com   pandika_sampurna

Wed Feb 11, 2009 4:57 pm (PST)

Seluruh dunia ini panggung pertunjukan, dan seluruh manusia baik pria maupun wanita adalah pemainnya.

7a.

Re: [Catatan Kaki]ingin tanya

Posted by: "ugik madyo" ugikmadyo@gmail.com   ugikmadyo

Wed Feb 11, 2009 5:53 pm (PST)

Wa'alaikumsalam

Mohon maap sebelumnya. Kalau saya saya jawab pertanyaan ini.

Saudara Vana -mohon maaf kalau salah nama-
Anda sekarang sudah terdaftar di milist Sekolah Kehidupan.
Bila ingin ikut lomba nulis The Amazing Mom,
Silahkan langsung kirim tulisannya ke antologi.penerbitan@gmail.com
Paling lambat tgl 20 Februari 2009
Kami tunggu tulisannya :)

Ugik Madyo
(salah satu) Moderator
http://ugik.multiply.com
http://ruanghijau.blogspot.com

2009/2/10 birupink.vana <birupink.vana@yahoo.com>

> asslm..
> haloo
> saya mau tanya,
> kalau mau kirim karangan ttg MOMS yg diselenggarakan itu hrs jd
> anggota milis ini?
> saya kan udah jadi anggotanya,
> berarti saya tinggal kirim ke redaksi penyelenggara lomba tsb ya?
>
8.

Re: (prestasi) "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" dimuat d

Posted by: "susanti" susanti@shallwinbatam.com

Wed Feb 11, 2009 6:09 pm (PST)

Selamat atuh,
Hebat euy orang lain mah bisa bikin tulisan kayak gitu.
"Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial"
Kedengerannya 'gue banget'. Hehehe...
Psikologi ya? Mmmhh...menarik.

-sky-

----- Original Message -----
From: dr Dito
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com ; sea_fun_girl2@yahoo.com ; lely4192@yahoo.com
Sent: Wednesday, February 11, 2009 11:55 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Karyaku) "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" dimuat di KabarIndonesia

Yth Sahabatku

Dimanapun Engkau Berada

Asyiik....Alhamdulillah ....

Karyaku berjudul "Dahsyatnya Gangguan Kepribadian Antisosial" sudah ditayangkan di www.kabarindonesia.com

Selengkapnya dapat dibaca/diklik di :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&dn=20090211015830.

Mohon saran, komentar terbaik dari Anda.

Terimakasih.

Salam hangat,
Dito Anurogo

Penemu Hematopsikiatri

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.233 / Virus Database: 270.10.20/1944 - Release Date: 2/10/2009 5:44 PM
9.

[Ruang Baca] Gadis Berbunga Kamelia

Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com   rinurbad

Wed Feb 11, 2009 6:27 pm (PST)

Judul asli: The Lady of Camellias

Penulis: Alexandre Dumas, Jr

Penerjemah: Rika Iffati

Penerbit: Bentang Pustaka

Tebal: vi + 320 halaman

Cetakan: I, Januari 2009

Beli di: Togamas, Bandung

Harga: Rp 42.000,00 (diskon 20%)

Skor: 8

Kepada Monsieur Armand Duval yang dirundung asmara,

membaca kisahmu - yang dipaparkan oleh seorang pengunjung
pelelangan dan terkoneksi denganmu melalui sebuah buku yang kau
coba tebus kembali - sungguh membutuhkan kesabaran. Setelah
diayun-ayun oleh plot perlahan di awal, sarat dialog dan renungan dua
orang lelaki dengan impresi khusus mereka, mondar-mandir ke teks
asli dalam bahasa Prancis dan Inggris pula, aku mencoba
membayangkan bahwa Marguerite Gautier seelok rupawan yang
dilukiskan di sampul depan. Karena dari sekian banyak wanita seperti
dia, Mademoiselle Gautier dapat membetot kegandrunganmu dalam
sekejap mata. Bahkan para pria bangga bila diketahui orang menjalin
'hubungan' dengan dirinya. Mungkin begitulah adanya sebuah roman
klasik, dengan kalimat serba panjang dan memintaku mengendap-
endap, bukan sekadar berjalan apa lagi berlari.

Monsieur, seorang lelaki pernah mengatakan padaku bahwa pria
memiliki sembilan rasio dan satu emosi. Namun bila yang satu itu
terpanah dalam, sembilan lainnya tak berdaya lagi. Agaknya itu benar-
benar terjadi pada dirimu. Mengapa begitu banyak airmata yang
kautumpahkan? Mengapa begitu mudah kau menangis? Di depan orang
asing, di depan wanita yang melemahkan hatimu dan bahkan ingin
kaucium kakinya, di depan ayahmu pula. Aku berusaha keras untuk
percaya bahwa ada orang yang kerasukan amor hingga separah
kondisimu.

Kita mengasihani orang buta yang tak pernah melihat cahaya siang,
orang tuli yang tak pernah mendengar irama alam, orang bisu yang
tak pernah menemukan suara untuk mengungkapkan jiwanya. Namun,
dengan selubung kesusilaan yang tampak bagus, kita tak mau
mengasihani kebutaan hati, ketulian jiwa, dan kebisuan nurani ini..
(hal. 26)

Berkat dirimu, aku mau tak mau mengagumi karakter Marguerite
pada beberapa sisi. Walau kesal menyimak ia berulang kali
menanyakan, "Apakah kau masih mencintaiku?", aku terperangah oleh
kejujurannya kala mengatakan dia menerima cintamu - orang yang
baru dikenalnya selama dua hari dan bahkan tidak memiliki kelebihan
apa pun dibanding pria-pria yang memburunya selama ini - karena
tatapan sedih penuh iba yang mengingatkannya pada anjingnya dulu
(hal. 179). Tidak punya harga dirikah kau, Monsieur? Ke manakah
gadis yang di permulaan cerita sempat disebut, saat kau begitu
berhasrat untuk menghampiri Marguerite dan berkenalan dengannya?
Tak ayal, aku bertanya-tanya apakah Marie Duplessis, wanita
penghibur yang menjadi sumber inspirasi Monsieur Dumas, fils
memang berkepribadian seperti ini.

Syukurlah, alunan lambat plot yang membuat mataku harus diganjal
dan pikiran tidak mengelana itu tak berlanjut. Ketika kau
menggenggam Marguerite pada akhirnya, menyingkirkan Comte de N.
dan bergerilya dari pengawasan sang Duke yang sedari awal
menempatkan kekasihmu selaku pengganti anak perempuannya, kau
disentakkan pada kenyataan bahwa cinta dapat berubah wajah. Cinta
penuh dengan muslihat, yang bahkan sejak mula telah menggodamu
dengan kecemburuan sungguhpun kau tahu jati diri Marguerite dan
bahwa ia berhak sepenuh-penuhnya untuk berbagi 'kasih sayang'
dengan siapa saja.

Monsieur, mabuk kepayang ternyata menyeret dua manusia pada
harga diri yang lama tak terindahkan. Akan wibawamu sebagai lelaki
yang ingin menyesuaikan diri dengan kehidupan si jantung hati, akan
ketakutan wajar seorang perempuan karena Marguerite tak ingin
kelak masa lalu kelamnya menjadi duri, akan pernyataan tegas
Prudence Duvernoy bahwa cinta telah mengaburkan sebuah masa
depan dan menjadi pisau bermata dua.

Aku ikut sakit hati kemudian, aku menaruh hormat pada prinsip kalian
berdua, aku menekuri sebuah cermin besar bahwa cinta itu egois dan
mengobrak-abrik akal sehat. Walau toh akhirnya tidak terlampau
mengejutkan, alangkah banyak yang kureguk dari membaca kisahmu
ini. Perihal penyesalan dan kendali emosi. Kendati aku masih terheran-
heran karena pekerjaanmu tak pernah disinggung, karena begitu
mudah kau kembali ke rumah ayahmu untuk jangka waktu lama dan
menikmati hidup dengan uang warisan ibumu, tuturan Monsieur
Dumas yang merekam episode cintamu - dan telah menjadi landasan
opera Giuseppe Verdi -ini tak patut dipandang sebelah mata. Une
histoire magnifique.

10.

Mental Pemenang

Posted by: "Sribudi Astuti" toeti_yk@yahoo.com   toeti_yk

Wed Feb 11, 2009 7:02 pm (PST)

Saya tersenyum melihat setumpuk kartu joker yang tanpa sengaja saya temukan didalam travel bag, lengkap dengan
bungkusnya.. amplop coklat bekas bungkus gaji saya ketika masih bekerja
di almamater saya. Kartujoker itu menyimpan banyak
kenangan. Pertama, permainan kartu disebuah penginapan di kawasan
Tawangmang, Karanganyar Jawa Tengah. saat membawa mahasiswa yang sedang
mengikuti praktikum. Malam hari, ketika dingin mulai menyelinap, kartu
itu yang membawa kehangatan tersendiri. Tak ada sekat antara dosen, mahasiswa, dan juga co-Ass. Dosen
yang paling diseganipun menjadi lawan main cangkulan (permainan kartu
joker dimana pemain yang kartunya paling cepat habis dialah yang
menang) yang paling menyenangkan, walau sering harus mengocok kartu,
dan pipi penuh dengan bedak putih yang dioleskan oleh teman-teman yang
kartunya telah habis dimainkan, tak sedikitpun perasaan kecewa, apalagi
marah.
Kenangan
demi kenangan itu mengalir begitu saja, seiring kemanapun saya membawa
kartu itu, Liburan akhir tahun di Kaliurang, sampai terakhir praktikum
terakhir saya di Boyolali. Semua terasa baru kemarin terjadi.
Saya
memang bukan penjudi, permainan kartu itu semata-mata hanya untuk
mengisi waktu kosong, bila saya sedang sendiri, saya hanya akan
menyusun kartu-kartu itu menjadi satu bentuk bangunan yang ada dalam
imajinasi saya, tetapi itu terjadi lebih dari dua tahun yang lalu, saya
tidak menyangka kalau kartu itu tanpa sengaja terbawa sampai tanah
rantau ini. Ini sungguh sebuah kebetulan. Ketika masih di Jogja, saya
tak sekalipu berani menyentuh kartu apalagi memainkan kartu dihadapan
ayah. Operasi kamar juga sering dilakukan oleh ayah atau ibu, saya
pikir, satu-satunya tempat aman untuk menyimpan kartu itu hanyalah
travel bag yang ada diatas lemari pakaian, benda yang selalu luput dari
operasi kamar.
Berbicara tentang permainan kartu, saya teringat syair lagu milik ABBA;
THE WINNER TAKE IT ALL
…………………………..
I’ve played all my cards
And that’s what you’ve done too
Nothing more to say
No more ace to play
The winner takes it all
The loser standing small
Beside the victory
That’s her destiny
……………………

Ketika
saya bermain kartu bersama teman-teman saya, saya memainkan kartu yang
saya punya, kalau bisa semua kartu saya mainkan dan saya akan menjadi
pemenang, teman-teman juga akan melakukan hal yang sama. Mereka tak
akan pernah rela bila harus mendapat giliran mengocok kartu, apalagi
mencapat colekan di pipi, apalagi menjadi bahan tertawaan sebelum
tidur, lucu juga menyedihkan.
Seperti
itulah kehidupan, manusia ibarat pemain kartu, mereka yang bermental
pemenang dan mempunyai strategi untuk menanglah yang nantinya akan
memenangkan permainan kehidupan. Setumpuk kartu ditengah arena
kehidupan adalah kesempatan-kesempatan yang dapat menghampiri siapa
saja. Tinggal kita berfikir , bagaimana kesempatan itu dapat berguna
bagi kehidupan kita.
Kehidupan
adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi, Tuhan telah menggariskan
kekuatan fisik dan pikiran serta kesempatan Kita tak akan mampu merayu
Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan, tapi kita harus
mengusahakan apa yang kita inginkan dengan kekuatan pikiran dan fisik
kita menjadikan kesempatan sebagai gerbang menuju apa yang kita
inginkan.
Sekali
terjun ke arena permainan, kita harus menyelesaikannya sampai tuntas,
sampai tak ada lagi kata untuk diucapkan, dan sampai seluruh kartu
kehidupan telah dimainkan, sampai waktu yang disediakan Tuhan untuk
kita berada dibumi ini habis. Ingat, waktu yang tersedia berbatas, jadi
ubah mental kita menjadi pemenang, hanya orang yang bermental
pemenanglah yang bisa. [ESBEA]
Regards,
Sribudi Astuti
:www.melatiputihku.wordpress.com

Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
11.

empat kisah di hari sabtu

Posted by: "Irma Handayani" bundanada@yahoo.com   bundanada

Wed Feb 11, 2009 7:11 pm (PST)


Sabtu pekan kemarin
lebih banyak aku habiskan di rumah. Alhamdulillah banyak sekali hikmah
yang kudapatkan. Mungkin ada rasa syukurku yang sudah terkikis,
sehingga ALLOH menghadirkan 4 (empat) kisah ini secara beruntun untukku.

Kisah I
Pagi-pagi, Pok Ami, asisten part time-ku di rumah
mengabarkan kalau tetangganya Mama Ririn (begitu orang2 memanggilnya)
makin parah saja sakitnya. Sudah hampir seminggu ini Mama Ririn hanya
bisa terbaring di tempat tidur.  Sakit yang
teramat sangat akibat Kanker Payudara menyebabkan dirinya sering
terpaksa BAK di tempat tidur sehingga bau tak sedap memenuhi kamarnya
itu. Hanya Ririn, anaknya yang berusia 14 tahun, yang membantu
mengurusi dirinya sedangkan Suaminya yang bekerja sebagai Satpam hanya
menemaninya di hari Sabtu dan Minggu. Katanya benjolan pada PDnya  itu
sudah ‘pecah’, aku sendiri tidak berani melihatnya. Saat menengok Mama
Ririn kuperhatikan bajunya basah dan terlihat bercak2 darah.

Kisah II
Beginilah nasib ibu bekerja, seringnya ketinggalan berita seputar
tetangga. Aku baru tahu kalau Mbak Arni, mantan PRT tetanggaku, yang
kini mengontrak tak jauh rumahku baru saja mendapatkan ujian berat. 
Putra pertamanya yang  dilahirkan di hari Selasa kemarin hanya bertahan
hidup selama 11 jam. Tidak diketahui pasti penyebab meninggalnya sang
bayi, kehamilan Mbak Arni tergolong sehat-sehat saja.  Mbak Arni setiap
bulan memeriksakan kehamilannya di klinik Bidan dekat rumah dan
dikarenakan usia kehamilannya sudah melewati 40 minggu, Mbak Arni
direkomendasikan untuk bersalin di sebuah klinik di Kramat Jati. Dari
alur cerita Mbak Arni dapat kusimpulkan bahwa penanganan klinik
bersalinnya sangat mengecewakan.

Kisah III
Di siang hari, kami dikejutkan dengan kedatangan Pak Yanto, tukang
bangunan langganan kami yang kami kenal jujur dan bertanggung jawab.
Tidak biasanya dia datang tanpa permintaan kami. Pak Yanto menuturkan
kalau dia baru saja bertengkar dengan istrinya, karna pusing mendengar
omelan sang istri Pak Yanto memutuskan “kabur” dari Rumah.  Istri Pak
Yanto menuntut Pak Yanto mengusahakan sejumlah uang untuk membayar uang
ujian anaknya di MTS Negeri di Depok. Pak Yanto jelas saja bingung,
sudah beberapa minggu ini dia tidak menerima panggilan kerja
(bangunan). Pekerjaan lainpun mau dilakoninya asalkan halal. Pak Yanto
menanyakan pada suamiku, adakah lowongan cleaning service untuknya?

Kisah IV
Selepas maghrib, Suamiku menerima SMS dari Mas Dedi si tukang
bengkel motor langganannya.  Mas Dedi bertanya pada suamiku, adakah
yang mau meminjamkannya sejumlah uang (cukup besar menurutku). Semula
kami mengira uang itu untuk modal usahanya karena Mas Dedi pernah
menanyakan cara mendapatkan modal usaha, tapi ternyata uang tersebut
akan digunakan untuk mengantarkan istrinya ke Kampung. Pasangan muda
itu dikarunia ALLOH calon bayi yang kini berusia 4 bulan. Sempitnya
kontrakan mereka yang berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus
bengkel itu menjadi tidak nyaman bagi istrinya.

Sungguh…, kisah Mama Ririn, Mbak Arni, Pak Yanto dan Mas Dedi
semakin menyadarkanku betapa besarnya nikmat kesehatan, keluarga,
pekerjaan, penghasilan, tempat tinggal dan nikmat-nikmat lainnya yang
diberikan-Nya untukku.
Dan karna itu kutuliskan kisah-kisah itu disini, agar aku selalu Bersyukur…, Bersyukur…, dan Bersyukur.
wassalam,Irmahttp://irmahs.wordpress.com/



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
12a.

Re: [Catcil] Episode Malam

Posted by: "ysummer_shine89" ysummer_shine89@yahoo.com   ysummer_shine89

Wed Feb 11, 2009 7:34 pm (PST)


di mana ada sebab dan di situ ada akibat....seandainya semua orang
mampu berpikir jauh dan lebih mendalam sepertimu...

12b.

Re: [Catcil] Episode Malam

Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com   anty_th

Wed Feb 11, 2009 7:39 pm (PST)

Makasih atas ulasannya teh sky, mas fy, mas or mbak summer shine ^_^
Smoga kejernihan hati kan slalu menjadi sahabat
Smoga ketajaman fikiran kan selalu menjadi penuntun
Smoga empati kan slalu menyertai perjalan kita

Thanx sobat ^_^

by : antz

12c.

Re: [Catcil] Episode Malam

Posted by: "daniel yang" daniel_yang1@yahoo.com   daniel_yang1

Wed Feb 11, 2009 9:38 pm (PST)

"memang ada hal - hal yang terjadi karena hukum sebab-akibat. Namun, apabila segalanya di dunia ini hanya diatur oleh hukum sebab-akibat, maka sama saja dengan kita mengakui bahwa Tuhan Allah tidak punya kuasa terhadap dunia dan segala isinya.

Manusia adalah dan diciptakan sebagai Imago Dei, atau Citra Allah. Artinya, manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu, membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada, yang sama sekali tidak dipengaruhi hukum alam sebab-akibat."

________________________________
From: ysummer_shine89 <ysummer_shine89@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, February 12, 2009 10:31:18 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [Catcil] Episode Malam

di mana ada sebab dan di situ ada akibat....seandainy a semua orang
mampu berpikir jauh dan lebih mendalam sepertimu...

13.

[Catatan Kaki]Kerangkeng Masyarakat Modern

Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Wed Feb 11, 2009 7:35 pm (PST)

Kerangkeng Masyarakat Modern

By: Prof. dr Achmad Mubarok MA

Ketidak berdayaan manusia bermain dalam pentas peradaban modern yang terus melaju tanpa dapat dihentikan itu menyebabkan sebagian besar "manusia modern" itu terperangkap dalam situasi yang menurut istilah Psikolog Humanis terkenal, Rollo May disebut sebagai "Manusia dalam Kerangkeng"., satu istilah yang menggambarkan salah satu derita manusia modern.

Manusia modern seperti itu sebenarnya adalah manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong, The Hollow Man. Ia resah setiap kali harus mengambil keputusann, ia tidak tahu apa yang diinginkan, dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkaan.. Para sosiolog menyebutnya sebagai gejala keterasingan, alienasi, yang disebabkan oleh (a) perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat , (b) hubungan hangat antar manusia sudah berubah menjadi hubungan yang gersang, © lembaga tradisionil sudah berubah menjadi lembaga rational, (d) masyarakat yang homogen sudah berubah menjadi heterogen, dan (e) stabilitas sosial berubah menjadi mobilitas sosial.

Situasi psikologis dalam sistem sosial yang mengkungkung manusia modern itu bagaikan kerangkeng yang sangat kuat, yang membuat penghuni di dalamnya tak lagi mampu berfikir untuk mencari jalan keluar dari kerangkeng itu. Orang merasa tak berdaya untuk melakukan upaya perubahan, kekuasaan (sistem) politik terasa bagaikan hantu yang susah diikuti standar kerjanya, ekonomi dirasakan tercengkeram oleh segelintir orang yang bisa amat leluasa mempermainkannya sekehendak hati mereka, bukan kehendaknya, dan nilai-nilai luhur kebudayaan sudah menjadi komoditi pasar yang fluktuasinya susah diduga.

Bagaikan orang yang telah lama terkurung dalam kerangkeng, manusia modern menderita frustrasi dan berada dalam ketidakberdayaan, powerlessness. Ia tidak mampu lagi merencanakan masa depan, ia pasrah kepada nasib karena merasa tidak berdaya apa-apa. Rakyat acuh tak acuh terhadap perkembangan politik, pegawai Negeri merasa hanya kerja rutin , dan hanya mengerjakan yang diperintah dan yang diawasi atasannya.

Kerangkeng lain yang tidak kalah kuatnya adalah dalam kehidupan sosial. Manusia modern dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Mereka merasa sangat terikat untuk mengikuti skenario sosial yang menentukan berbagai kriteria dan mengatur berbagai keharusan dalam kehidupaan sosial. Seorang isteri pejabat merasa harus menyesuaikan diri dengan jabatan suaminya dalam hal pakaian, kendaraaan, aassesoris, bahkan sampai pada bagaimana tersenyum dan tertawa. Seorang pejabat juga merasa harus mengganti rumahnya, kendaraannya, pakaiannya, kawan-kawan pergaulannya, minumannya dan kebiasan-kebiasaan lainnya agar sesuai dengan skenario sosial tentang pejabat. Kaum wanita juga dibuat sibuk untuk mengganti kosmetiknya, mode pakaiannya, dandanannya, meja makan dan piring di rumahnya untuk memenuhi trend yang sedang berlaku.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Wassalam,
agussyafii

14.

[Donasi Buku] Update 12 Februari 2008, Ditunggu yaaaaa ;)

Posted by: "Dept. Penerbitan SK" penerbitan.eska@gmail.com

Wed Feb 11, 2009 8:57 pm (PST)

Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuu.... ;)

Assalamu'alaykum...

Update Penerimaan donasi buku untuk LAPAS Anak Tangerang

*No*

*Nama*

*Judul Buku*

*Jumlah donasi*

*Keterangan*

1.

Hamba Allah

Rp1.750.00

Sudah diterima

2.

Dini (GPU)

1 dus besar buku (belum dicek isi bukunya

Sudah diterima

(Retno)

3.

Leila, Belitong

Rp150.000

Sudah Diterima

4.

Rinurbad, Bandung

1. *Misteri pembunuhan penggemar Harry Potter,* Ataka A. R,
Penerbit Liliput

2. *The Power of First Love,* Syarifah Aliyyah, Qisti Press

3. *Ramadhankan Dirimu,* Ishaq Subu, Penerbit Gen!mirqat

Sudah Diterima

5.

AMI (GPU)

1. *Shiloh, Persahabatan Sejati,* Phyllis Reynolds Naylor,
KAIFA

2. *Shiloh, Perburuan,* Phyllis Reynolds Naylor, KAIFA

3. *Shiloh, Penyelamatan,* Phyllis Reynolds Naylor, KAIFA

4. *Blabber Mouth,* Morris Gleitzman, GPU

5. *The Haunting of Hiram*, Eva Ibbotson, GPU

6. *Belly Flop*, Morris Gleitzman, GPU

7. *Madicken dan Lisabet*, Astrid Lindgren, GPU

8. *Anne Frank*, Harriet Castor, PT Elex Media Komputindo

9. *Dial a Ghost,* Eva Ibbotson, GPU

10. *The Secret of Platform* 13, Eva Ibbotson, GPU

11. *Monster Mission, *Eva Ibbotson, GPU

12. *A very Lizzie Christmas, *Lizzie McGuire, GPU

Sudah Diterima

6.

Dini (GPU)

Paket buku

Sudah diterima

(Retno)

7.

Ayah dan Bapak

1. Graphic Novel Chicken soup *Perjalanan Ajaib*, Kim Donghwa,
GPU

2. *Tuanku Imam Bonjol*, Bee Media

3. *Sang Pemimpi*, Andrea Hirata, Bentang

4. *Jenderal Sudirman*, Bee Media

5. *Kisah teladan sepanjang zaman rasulullah dan para sahabat*,
Syaikh Muhammad Yusuh Rah.A., Citra Risalah

6. *Asma'ul husna 4 kids, 99 kisah pilihan + manfaat zikir
asma'ul husna*, Alifa pictures, Penerbit Oase Mata Air Makna

7. *Bioekspo*, Pipit Pitriana & Diah Rahmatia, PT wangsa jatra
lestari

8. *Atlas Lautan*, Erlangga for kids

9. *Atlas Ruang angkasa*, Erlangga for kids

10. *Atlas Hewan*, Erlangga for kids

8.

Hamba Allah

* *

Rp300.000

Jazakumullah khoiron katsir buat para donatur ;)

Makasi banyak, ya...

Ditunggu donasi buku dari teman-teman semua ke:

Noviyanti Utaminingsih

Kompleks Perumkar DKI

Blok Q1/16 Rt.009/02

Pondok Kelapa

Jak-Tim 13450

Atau

Ke no. rekening

1640311017 a.n. Noviyanti Utaminingsih

BCA Kalimalang

Konfirm ke

08121894517

YM= novi_ningsih

Wasssalamu'alaykum Wr. Wb

Ini lho update donasi buku hingga hari ini... :)

Masih ditunggu donasinya dari teman-teman :)

Apalagi yang mau gajian dikit lagi :) ;)

Oh, ya :D

Mau tahu cara gampang berdonasi

===>

* Periksa lemari buku,

* cek yang cocok buat anak dan remaja, ambil, deh... ;)

* atau... jalan-jalan ke toko buku, cari buku yang paling keren :D

====>

* bungkus jadi satu dalam kertas apapun, hayah :D

* kirim ke

*
*

*NOviyanti Utaminingsih *

Kompleks Perumkar DKI Blok Q1/16

Rt.009/02 Pondok Kelapa

Jak-Tim 13450

atau bisa juga

transfer ke

*Rek BCA Kalimalang 1640311017 a.n Noviyanti Utaminingsih*

konfirm ke 08121894517 atau ke novi_ningsih @ yahoo. com (hilangkan spasi)

*untuk sementara, tidak bisa ber-YM ria :(

Donasi dari Anda

Sangat berguna bagi mereka :)

SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAT :)

Wassalamu'alaykum Wr wb

--
*Departemen Penerbitan dan Kepustakaan
Sekolah Kehidupan
Novi Khansa - Ukhti Hazimah - Hamasah Putri - Listya
*
15a.

Re: Mohon Doanya

Posted by: "Dept. Penerbitan SK" penerbitan.eska@gmail.com

Wed Feb 11, 2009 9:01 pm (PST)

aamiiin......

3 hari lagi, neh

hayuuu
ditungggu......... :)

2009/2/11 ukhti hazimah <ukhtihazimah@yahoo.com>

> Mohon doanya semoga lomba Amazing Moms semakin
> lancar...huehehehehe...liat judulnya pastinya pada mikir macem-macem neh
> [iya yah? sok teu lo Sin :P]
>
> Sekedar menyampaikan informasi penting. Lomba Amazing Moms tinggal
>
> 10 hari lagi!!
>
> Buat temen-temen, yang niat, mau dan belum ngirim tulisan buat lomba. *
> BURUAAAANNNN!!*
>
> Kami sangat setia menanti datangnya tulisan kalian, tapi perlu diketahui
> kesetiaan kami hanya berlaku sampai 9 hari ke depan *HALAH*
>
> Info lebih lanjut bisa dilihat pada link di bawah
>
> :sinta-mewakili panitia:
>
> Kamu suka bikin coretan tulisan kan? Coba tuangkan kreasimu dengan ikutan
> lomba esai "Amazing Moms". Info lebih lanjut klik aja di
> http://www.sekolah-kehidupan.com/index.php?suser=&sId=&act=agenda&vId=5
> ^_^
>
> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
>
> BloG aKu & buKu
> http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com
>
> BloG RaMe-RaMe
> http://sinthionk.multiply.com
>
> BloG PenGuMPuL CataTaN
> http://sinthionk.rezaervani.com
>
> YM : SINTHIONK
>
>
>
>

--
Departemen Penerbitan dan Kepustakaan
Sekolah Kehidupan
Novi Khansa - Ukhti Hazimah - Hamasah Putri - Listya
16a.

Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Feb 11, 2009 9:13 pm (PST)

yah, mas sis, sangat simpel:)

salam,
febty

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "sismanto" <siril_wafa@...>
wrote:
>
> Hi...simple sekali yach..
> nggak seperti di Indonesia, Njlimet n buat mahasiswanya jadi mumet :)
> makasih ceritanya mbak :)
>
> Sis
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, febty febriani
> <inga_fety@> wrote:
>

16b.

Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Feb 11, 2009 9:15 pm (PST)

klo di indonesia, sidang skripsi itu paling cepat 1 jaman yah, dan
kadang di tanya dengan pertanyaan menguji. nah itu dia, bedanya mas
galih, di sin sidang skripsi itu hanya 15 menit, dan satu fakultas
bareng sidang skripsinya. jadinya satu harian deh:)

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, galih@... wrote:
>
> Jadi mengingatkan saya pada seminar skripsi.
> Pada seminar itu saya dibuat tidak berkutik sama dosen penguji.
> 2 jam bengong di depan karena dibantai sana sini. Apakah ini
> karena bahasa yang saya pakai dimengerti sama dosen penguji?
> Tapi pas sidang justru cepet, cukup 50 menit dari yang biasanya
> melewati 1 jam.
>
>
>
>
> febty febriani <inga_fety@...>
> Sent by: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> 02/10/2009 11:25 AM
> Please respond to sekolah-kehidupan
>
>
> To: milis <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
> cc:
> Subject: [sekolah-kehidupan] (Catcil) Sisi Lain
Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa
>
>
> Hari ini dan besok adalah sidang skripsi S1 mahasiswa di Chiba
University.
> Jadwal presentasi mahasiswa tingkat akhir di labku (di Jepang disebut
> dengan Yonensei) adalah hari ini. Jangan bayangkan seperti rumitnya
sidang
> skripsi S1 di Indonesia. Menurutku, sidang skripsinya sangat simpel.
> Bahkan, ada beberapa mahasiswa hanya menggunakan kaos dan sweater waktu
> presentasi. kaget, awalnya. Tapi, setelah kutanya dengan seorang
mahasiswa
> Doktor yang juga berasal dari Indonesia, hal itu adalah lumrah
Sidangnyapun tidak lama-lama. Hanya 15 menit. Dua belas menit untuk
> presentasi dan tiga menit sisanya adalah waktu untuk para sensei
bertanya.
> Dan kalau dalam waktu tiga menit itu jawaban atas pertanyaan belum
> memuaskan sensei yang bertanya, yah sudah tidak apa-apa. Mahasiswa yang
> sidangpun adalah mahasiswa satu fakultas. Jadi, suasananya persis mirip
> seminar.
> Sekitar satu minggu lalu adalah sidang thesis mahasiswa S2. Dari pagi
> sampai sore, karena seluruh mahasiswa S2 fakultas sains (dalam bahasa
> Jepang disebut rigakubu) mempresentasikan thesisnya hari itu. Di labku,
> cuma ada satu orang mahasiswa S2 yang mau lulus (di Jepun disebut
dengan
> M2). Jadilah, dia adalah mahasiswa S2 tersibuk di labku. Bolak-balik
dari
> ruangannya ke ruangan sensei untuk konsultasi. Sama seperti sidang
skripsi
> S1, suasana sidang thesis S2 juga mirip seminar. Waktu presentasi
cuma 12
> menit, dan 3 menit terakhir adalah sesi tanya jawab. Dan, kalau bel
tanda
> 15 menit berbunyi, selesailah masa-masa mendebarkan itu. Paling enak,
> mungkin, adalah seorang mahasiswa S2 dari Indonesia. Presentasinya
dalam
> bahasa Inggris. Aku menyebutnya ʽenakʼ karena sedikit sensei yang
bertanya
> tentang penelitiannya. Ntahlah karena apa. Aku jadi ingat dengan ujian
> wawancaraku untuk ujian masuk Chibadai. Dari sekitar sepuluh orang
sensei
> yang mewawancari, hanya tiga orang yang kuingat bertanya kepadaku. Enak
> juga sih, gak ditanya macam-macam. Padahal orang-orang China yang ikut
> ujian masuk Chibadai dan wawancara dalam bahasa Jepang, bercerita kalau
> pertanyaan-pertanyaannya sulit. Raut muka dan ekspresi cara
berceritanya
> yang mengatakan kepadaku.
>
> Nah, yang agak serius adalah oral-defense mahasiswa Doktor. Di
Chibadai ada dua kali sidang mahasiswa S3. Sidang
> tertutup dan sidang terbuka. Aku hanya bisa menghadiri sidang terbuka
> seorang mahasiswa Doktor di labku, sekitar dua minggu yang lalu. Tentu
> saja dalam bahasa jepang, dan jadilah aku sebagai penonton saja. Sangat
> sedikt mengerti tentang hal yang dibicarakan. Mahasiswa di Jepang
sangat
> jarang yang bisa berbahasa Inggris. Begitu juga dengan mahasiswa
Doktor di
> labku yang sidang thesis PhDnya kali ini. Karena itulah, ketika seorang
> mahasiswa Doktor dari Indonesia yang bertanya dalam bahasa Inggris
ketika oral-defensenya, akhirnya pertanyaan itu ditranslate oleh
seorang sensei sehingga
> mahasiswa S3 yang oral-defense mengerti. Tapi, akhirnyapun dijawab
dalam bahasa Jepang. Aneh, kan.
> Awalnya iya. Tapi setelah hampir 4 bulan di Jepang, rasanya hal itu
> menjadi hal yang biasa. Pun juga ketika aku berkomunikasi dengan
sensei.
> Kadang, aku bertanya dalam bahasa Jepang yang terpatah-patah. Beliau
> menjawab dalam bahasa Inggris. Atau sebaliknya, aku bertanya dalam
bahasa
> Inggris, senseiku menjawab dalam bahasa Jepang.
>
> Yah, sudahlah, lebih baik menikmati saja ʽperjalanan kuliah iniʼ
>
> Kesanku tentang sidang akhir untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 begitu
simple,
> tidak rumit. Jadi, kalau ada sidang S1, S2 dan S3 di Jepang jangan
> dibayangkan ada konsumsi. Sama sekali tidak ada. Juga untuk segelas air
> putih. Apalagi segelas kopi. Bahkan, para sensei yang hadirpun, membawa
> botol minuman mereka sendiri. Ketika istirahat makan siang, yah sudah
> makan saja di kantin.
>
>
>
> @kampus, Februari 2009
> ~ http://ingafety.wordpress.com ~
>

16c.

Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Feb 11, 2009 9:15 pm (PST)

selamat...selamat...sudah melewati masa mendebarkan mbak divin

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Divin Nahb
<divin_nahb_dn@...> wrote:
>
> Wih... ini juga mengingatkan aku pas sidang skripsi. Sama kayak Om
Galih ganteng, aku juga deg-degan minta ampun!!
>
> Tapi pas sidangnya. Aku malah bikin semua dosen penguji ketawa
dengan khas cueknya aku. Hahahahaha, temen-temen pada bilang aku gila.
Lha, semua pada tegang satu anak ini malah sempet-sempetnya bercanda.
Tapi jujur, karena itulah aku jadi nggak grogi. Bawaannya santai
sambil nyerahin semua sama Allah... moga lulus dengan baik.
>
> Dan alhamdulillah nilaiku B alias buruk, eh salah alias baik.
Hehehehehe. Duh... cenengnya, tapi ya Allah... aku belum legalisir
ijazah sampe sekarang. Oke semua, thx banget... jadi inget buat ke kampus.
>
>
> Salam lulus
>
>
> Divin Nahb
>

16d.

Re: (Catcil) Sisi Lain Jepang: Sidang Penentuan Mahasiswa

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Feb 11, 2009 9:17 pm (PST)

waktu aku ikut ujian masuk iya, retno, senseinya ada sekitar 10 orang.
tapi waktu sidang skripsi dan thesis anak S1 dan S2, seluruh dosen di
fakultas hadir semua.

waduh, kayaknya seru tuh kalau cerita tentang sidang skripsinya retno
di tulis ceritanya, tapi jangan yang surealis deh:)

gimana skr kabarnya?

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Bu CaturCatriks"
<punya_retno@...> wrote:
>
> sensei pengujinyaada 10????
> wadhuh, aku pasti udah ndredeg di tempat
> dulu pengujiku cuma 3 soalnya: pak masmimar mangiang (godfathernya
> jurnalistik komas di ui), ketua departemen zulkarimein nasution, dan
> pembimbing nan baik hati mas teguh poeradisastra (yg juga redaktur
> majalah swa)
>
> pinginnya sih dulu ujian tertutup (kan malu, kalo salah jawab pas
> sidang terbuka trus ditonton banyak orang je!) tapi setelah disarankan
> mas teguh utk ujian terbuka (konon, pak masmimar ini akan lebih
> "lunak" pas sidang terbuka, dan sidang terbuka nunjukin kepedean kita
> sm TKA kita), yo wis, dgn bismillah, aku sidang terbuka.
>
> beberapa hari sebelum hari H, aku dan tmn2 klub skripsi bikin sidang
> pura2, dimana citra, ain, nta, dhanny, yena, dll, nanya2 ke aku ttg
> isi TKAku. seputar manajemen majalah, distribusi, promosi,
> keberlangsungan jangka panjang, dll.
>
> pas sidang itu, pas masmimar nanya 1 kalimat dlm cernak renny yaniar
> di majalahku (aku lupa persisnya), intinya logikanya adalah "jadi itu
> mata air jalan2 gitu ke depan istana?? emang mata air bisa jalan2?"
>
> hehehe. begitulah.
>
> bersemangat ya mbak fety!
> miss you beary much!
>
> -retno-
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, febty febriani
> <inga_fety@> wrote:
> >
> >
> > Hari ini dan besok adalah
> > sidang skripsi S1 mahasiswa di Chiba University. Jadwal presentasi
> > mahasiswa tingkat akhir di labku (di Jepang disebut dengan Yonensei)
> > adalah hari ini. Jangan bayangkan seperti rumitnya sidang skripsi S1
> > di Indonesia. Menurutku, sidang skripsinya sangat simpel. Bahkan, ada
> > beberapa mahasiswa hanya menggunakan kaos dan sweater waktu
> > presentasi. kaget, awalnya. Tapi, setelah kutanya dengan seorang
> > mahasiswa Doktor yang juga berasal dari Indonesia, hal itu adalah
> > lumrah Sidangnyapun tidak lama-lama. Hanya 15 menit. Dua belas
menit
> > untuk presentasi dan tiga menit sisanya adalah waktu untuk para
> > sensei bertanya. Dan kalau dalam waktu tiga menit itu jawaban atas
> > pertanyaan belum memuaskan sensei yang bertanya, yah sudah tidak
> > apa-apa. Mahasiswa yang sidangpun adalah mahasiswa satu fakultas.
> > Jadi, suasananya persis mirip seminar.
> > Sekitar satu minggu lalu
> > adalah sidang thesis mahasiswa S2. Dari pagi sampai sore, karena
> > seluruh mahasiswa S2 fakultas sains (dalam bahasa Jepang disebut
> > rigakubu) mempresentasikan thesisnya hari itu. Di labku, cuma ada
> > satu orang mahasiswa S2 yang mau lulus (di Jepun disebut dengan M2).
> > Jadilah, dia adalah mahasiswa S2 tersibuk di labku. Bolak-balik dari
> > ruangannya ke ruangan sensei untuk konsultasi. Sama seperti sidang
> > skripsi S1, suasana sidang thesis S2 juga mirip seminar. Waktu
> > presentasi cuma 12 menit, dan 3 menit terakhir adalah sesi tanya
> > jawab. Dan, kalau bel tanda 15 menit berbunyi, selesailah masa-masa
> > mendebarkan itu. Paling enak, mungkin, adalah seorang mahasiswa S2
> > dari Indonesia. Presentasinya dalam bahasa Inggris. Aku menyebutnya
> > ¡enak¢ karena sedikit sensei yang bertanya tentang penelitiannya.
> > Ntahlah karena apa. Aku jadi ingat dengan ujian wawancaraku untuk
> > ujian masuk Chibadai. Dari sekitar sepuluh orang sensei yang
> > mewawancari, hanya tiga orang yang kuingat bertanya kepadaku. Enak
> > juga sih, gak ditanya macam-macam. Padahal orang-orang China yang
> > ikut ujian masuk Chibadai dan wawancara dalam bahasa Jepang,
> > bercerita kalau pertanyaan-pertanyaannya sulit. Raut muka dan
> > ekspresi cara berceritanya yang mengatakan kepadaku.
> >
> > Nah, yang agak serius
> > adalah oral-defense mahasiswa Doktor. Di Chibadai ada dua
> > kali sidang mahasiswa S3. Sidang tertutup dan sidang terbuka. Aku
> > hanya bisa menghadiri sidang terbuka seorang mahasiswa Doktor di
> > labku, sekitar dua minggu yang lalu. Tentu saja dalam bahasa jepang,
> > dan jadilah aku sebagai penonton saja. Sangat sedikt mengerti tentang
> > hal yang dibicarakan. Mahasiswa di Jepang sangat jarang yang bisa
> > berbahasa Inggris. Begitu juga dengan mahasiswa Doktor di labku yang
> > sidang thesis PhDnya kali ini. Karena itulah, ketika seorang
> > mahasiswa Doktor dari Indonesia yang bertanya dalam bahasa Inggris
> > ketika oral-defensenya, akhirnya pertanyaan itu ditranslate
> > oleh seorang sensei sehingga mahasiswa S3 yang oral-defense
> mengerti. Tapi, akhirnyapun dijawab dalam bahasa Jepang. Aneh, kan.
> > Awalnya iya. Tapi setelah hampir 4 bulan di Jepang, rasanya hal itu
> > menjadi hal yang biasa. Pun juga ketika aku berkomunikasi dengan
> > sensei. Kadang, aku bertanya dalam bahasa Jepang yang terpatah-patah.
> > Beliau menjawab dalam bahasa Inggris. Atau sebaliknya, aku bertanya
> > dalam bahasa Inggris, senseiku menjawab dalam bahasa Jepang.
> >
> >
> > Yah, sudahlah, lebih baik
> > menikmati saja ¡perjalanan kuliah ini¢
> >
> > Kesanku tentang sidang
> > akhir untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 begitu simple, tidak rumit. Jadi,
> > kalau ada sidang S1, S2 dan S3 di Jepang jangan dibayangkan ada
> > konsumsi. Sama sekali tidak ada. Juga untuk segelas air putih.
> > Apalagi segelas kopi. Bahkan, para sensei yang hadirpun, membawa
> > botol minuman mereka sendiri. Ketika istirahat makan siang, yah sudah
> > makan saja di kantin.
> >
> >
> >
> > @kampus, Februari 2009
> > ~
> > http://ingafety.wordpress.com ~
> >
>

17.

[catatan kaki cacat] Narada Bakthi Sutra

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   ujangjiung

Wed Feb 11, 2009 9:16 pm (PST)

Kitab Bakthi Sutra dengan lafal sankskerta yang ditulis seorang Narada.dia seorang pecinta, yang jika dalam dunia pewayangan pula dikenal sebagai seorang Rishi Brahmana. dengan ulasan seorang Anand Krisha buku ini telah diterbitkan GRAMEDIA.
Di dalamnya begitu merbak dengan nilai-nilai cinta. Cinta yang tak bersyarat dan tak terbatas. Cinta yang mendamaikan dengan nilai yang universal tanpa memihak kepada suatu agama. Kita diajak kembali ke dalam diri dimana cinta dan sang MAHACINTA bersemayam.karena dunia memang benar fana dan tak ada.. Lalu mengapa harus mengeluh setelah apa yang kita dapatkan menjadi sirna?
Bahkan tentang kita yang mengidamkan surga, diulas dari segi cinta bahwa tak tuluslah kita mencintai. Bahwa surga adalah mahluk dan apakah benar kita ingin kembali kepada sesuatu yang juga berbentuk dan disebut mahluk? Memang tak dilarang kita menjadi pengidam surga,tetapi sungguh sangat disayangkan..karena sesungguhnya karena ALLAH dan karena surga tetaplah sesuatu yang berbeda,dan seorang pekerja dan seorang pengabdi tetap juga hal yang berbeda pula.tentu,meski Allah tak membutuhkan pekerja dan pengabdi.
Dan Tentang perang yang mengatasnamakan agama: Bagaimana aku harus saling memusuhi,membenci,membunuhi sedangkan aku melihat wajahNYA dimana-mana?

Narayana: kepada Dia yang bersemayam dalam dirimu,aku sembah sujud

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

18a.

Re: [Ruang Keluarga] Engkau Lelaki Kelak Sendiri -3

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Feb 11, 2009 9:23 pm (PST)

he..he.. ketinggalan, ternyata ini cerita yang ketiga yah:)
waduh mesti nyari yang pertama dan kedua nih..
mas dani, makasih untuk sharingnya:)

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Kang Dani <fil_ardy@...> wrote:
>
> Engkau Lelaki Kelak Sendiri -3
> ~DA~
>
>
> Ya, saya segera bertransformasi, berusaha menjadi seorang ayah yang
baik. Pun saya masih belum mampu mendefinisikan –ayah yang baik-
dengan sempurna, saya akan berusaha melakukannya. Bayi memang ajaib,
dia mempunyai kekuatan yang bisa dia tularkan, dia punya semangat yang
tidak pernah putus. Ketika lelah mendominasi saya, dengan hanya
membayangkan wajahnya yang lugu, seakan saya mendapatkan kekuatan yang
luar biasa. Efeknya adalah, sudut bibir saya terangkat sekian derajat:
tersenyum. Meski tidak ada seorangpun yang bertingkah lucu (karena
saya sedang berada di kendaraan umum).
>
> Cinta juga mendominasi Nibras, seakan hal absurd itu
mengelilinginya, melindungi, menjadi magnet bagi orang-orang yang ada
disekitarnya. Kami sering kehilangan Nibras karena para tetangga
menculik (baca: mengajak bermain) Nibras sesering yang mereka
inginkan. Di angkot, Nibras jadi bintang panggung, semua penumpang
menatapnya dengan kagum. Di stasiun Pasar Minggu, sekelompok gadis SMU
berjilbab tidak henti mengajaknya bercanda, bahkan seseorang dari
mereka menggendongnya. Ya, Nibras memiliki kekuatan itu ; cinta. Pun
ketika saya dan Endah berselisih paham, ketika kami memilih diam satu
sama lain, hanya Nibras yang mampu mencairkan segalanya.
>
> Bukan hal yang biasa bagi saya, mendapati tiba-tiba ada seorang bayi
berkeliaran dilantai. Menarik kain sarung, menghalangi sujud saya,
duduk memerhatikan wajah saya dengan mimiknya yang lucu ketika saya
sedang sholat. Dan saya belajar lebih berkonsentrasi untuk tidak
membatalkan sholat.
>
> Dan saya belajar untuk lebih bersabar ketika dia tetap merajuk dan
meraih hidangan makan malam yang disediakan oleh bundanya untuk saya.
Belajar untuk tidak menaikkan intonasi suara saya ketika melarangnya
memakan apa saja yang ia temui, pun sudah ratusan kali hal itu
dilakukannya.
>
> Saya yakin, setiap orang tua selalu ingin anak-anaknya punya lebih
banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit
kesulitan, tidak tergantung pada siapapun, merasakan kebahagiaan yang
lebih daripada yang pernah dialaminya, dan selalu membutuhkan
kehadirannya. Dengan kehadiran Nibras, saya jadi lebih rajin menyapu
lantai dan mengepelnya dengan bersih, agar ia leluasa merayap kemana
saja ia suka tanpa khwatir dengan lantai yang kotor, pun saya
melakukannya hanya saat saya libur.
>
> Saya belajar memaafkan dari Nibras, ketika suatu kali ia merangkak
mendekati saya dengan antusias, tapi tangannya terpeleset karena
lantai yang licin akibat terkena percikan air dari dari sisa mandi di
kaki saya. Tentu saja dia menangis, karena dagu mungilnya membentur
lantai. Merasa bersalah, saya segera meraihnya. Menggendong dan
meminta maaf padanya. Dan balasannya adalah, dia menatap saya dengan
matanya yang bening, dan bibirnya yang mungil tersenyum, lalu memeluk
saya (meski lebih mirip menerkam hendak menggigit hidung saya), dia
memafkan saya.
>
> Perjalanan pulang dari kantor yang nyaris selalu macet dan penatpun,
tidak terlalu menjenuhkan ketika saya membayangkan bahwa nanti, ketika
saya sampai di rumah, ada seorang bayi tampan yang lucu akan
menyongsong kedatangan saya. Tertawa renyah dan meracau dengan bahasa
bayinya yang universal. Tentu saja saya tidak mengerti apa yang dia
maksud, tapi saya akan berusaha menjawab semua pertanyaannya dengan
apapun yang terlintas di benak saya. Atau, saya akan menanyakan
permainan apa saja yang diajarkan bundanya hari ini.
>
> Tentu saja saya melakukan itu setelah terlebih dahulu membersihkan
tangan dan muka saya dengan wudhu. Agar Nibras tidak menghirup
sisa-sisa polusi yang ikut serta selama saya dalam perjalanan.
>
> Jika nanti pada sebuah hari raya, disepanjang jalan yang melewati
rumah kami ada rombongan karnaval, saya akan memberinya tempat duduk
terbaik dengan mengangkat Nibras dibahu, ketika pawai lewat. Sehingga
dia dapat menyaksikannya tanpa terhalangi. Whole of the carnaval.
>
> Saya ingin menciptakan hubungan antara saya dan Nibras seperti dua
orang yang berperahu dayung, keduanya harus saling mengisi. Pada suatu
saat, saya harus mendayung kuat atau lemah untuk mengimbangi kemampuan
mendayung Nibras. Kami juga harus sering berkomunikasi satu sama lain
bila melalui arus yang deras. Apabila komunikasi berjalan lancar, maka
perjalanan itu akan menyenangkan dan akhirnya sampai ke tujuan dengan
selamat. Bahkan saya tidak hanya akan menjadi dayung, saya akan
menjadi pelampung untuknya, atau saya akan menjadi tambatann ketika ia
lelah mendayung.
>
> Nibras yang ganteng, banyak sekali memoar tentangnya, bahkan jauh
sebelum dia benar-benar hadir. Tentang cinta segitiga anatara saya,
Bunda dan dirinya, tahukah bahwa ini indah, sungguh. Tiba-tiba saja
saya menjadi seorang ayah, dan Endah menjadi seorang ibu, untuk
seorang anak. Bahwa Nibras adalah amanah, itu jelas. Dan kami hanya
akan berusaha menjaga serta melakukan yang terbaik baginya.
>
> Saat ini, saya hanya akan memanjakannya semampu saya. Saya akan
berusaha memberinya yang terbaik semampu yang saya bisa berikan.
Nibras harus mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan di usia
kanak-kanaknya. Dan pada suatu saat, ketika ia dewasa, saya akan
berlaku adil padanya, saya akan menghukumnya ketika ia melakukan
kesalahan, dan saya hanya akan bersyukur ketika ia melakukan kebaikan.
Karena dia lelaki, dan kelak dia akan sendiri.(Finished)
>
> Jakarta, 05 February 2009
>
>
> Dani Ardiansyah
> www.sekolah-kehidupan.com
> www.catatankecil.multiply.com
>

19.

(Catcil) MOHON MAAF

Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com   hadian.kasep

Wed Feb 11, 2009 9:36 pm (PST)

Assalaamu'alaikum wr.wb

Kepada seluruh rekan... mohon maaf HP saya tidak bisa dihubungi. Ada sedikit
kendala teknis, mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan segera...

Terima kasih,

Wassalaamu'alaikum wr.wb

--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: