Sabtu, 20 Maret 2010

[daarut-tauhiid] Sempurnanya iman seseorang

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa


Thursday, 18 March 2010


Sempurnanya Iman Seseorang
Senin, 15 Maret 2010

ÞóÇáó ÑóÓõæúáõ Çááåö Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó: ÝóæóÇáøóÐöíú äóÝúÓöíú
ÈöíóÏöåö áóÇíõÄúãöäõ ÃóÍóÏõßõãú ÍóÊøì Ãóßõæúäó ÃóÍóÈøó Åöáóíúåö ãöäú
æóÇáöÏöåö æóæóáóÏöåö

( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí )

" Demi dzat ( yang ) jiwaku berada di genggaman-Nya, belum (sempurna) iman
seorang diantara kalian sampai aku lebih dicintainya dari orangtuanya dan
anaknya ". (Shahih Al Bukhari )

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

ÍóãúÏðÇ áöÑóÈøò ÎóÕøóäóÇ ÈöãõÍóãøóÏò æóÃóäúÞóÐóäóÇ ãöäú ÙõáúãóÉö ÇáúÌóåúáö
æóÇáÏøóíóÇÌöÑö ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÇáøóÐöíú åóÏóÇäÇó ÈöÚóÈúÏöåö ÇáúãõÎúÊóÇÑö
ãóäú ÏóÚóÇäóÇ Åöáóíúåö ÈöÇúáÅöÐúäö æóÞóÏú äÇóÏóÇäóÇ áóÈøóíúßó íÇó ãóäú
ÏóáøóäóÇ æóÍóÏóÇäóÇ Õóáøóì Çááåõ æóÓóáøãøó æóÈóÇÑóßó Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö
ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÇáøóÐöíú ÌóãóÚóäóÇ Ýöí åóÐóÇ ÇáúãóÌúãóÚö ÇúáßóÑöíúãö æóÝöíú
åóÐóÇ ÇáÔøóåúÑö ÇúáÚóÙöíúãö æóÌóÚóáóäóÇ Çááåõ æóÅöíøóÇßõãú ãöäú ÃóÍúÈóÇÈö
ÑóÓõæúáö Çááå ÃÌúãóÚöíúäó...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Maha Raja penguasa tunggal
sepanjang waktu dan zaman, Maha memandang setiap getaran perasaan, Maha
mengubah ketentuan yang akan datang pada hamba-hamba-Nya, Maha menawarkan
perubahan yang indah dan lebih luhur di masa-masa mendatang sang hamba,
tiada kehidupan yang lebih cerah dan lebih mngharapkan akan mendapatkan
kemuliaan, melebihi kehidupan hamba-hamba yang cerah dengan cahaya Allah.
Hamba-hamba yang menginginkan Allah, hamba-hamba yang mendambakan Allah,
hamba-hamba yang mengagungkan Allah ,

ãóäú ÃóÍóÈøó ÔóíúÆðÇ ßóËõÑó ÐößúÑóåõ

" Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka banyak menyebutnya"

Alangkah indah bibir yang banyak menyebut nama Allah, adakah bibir yang
lebih agung sepanjang Allah mencipta alam hingga akhir keturunan Adam,
adakah bibir yang lebih bercahaya dari bibir yang paling banyak menyebut
nama Allah, adakah bibir yang lebih agung dan lisan yang lebih suci dari
yang memanggil nama-Nya, adakah tangan yang lebih terhormat dari tangan yang
terangkat memohon kepada-Nya, adakah perasaan yang lebih tenang dan sejuk
dari perasaan para pendoa kehadirat-Nya?!.

Hadirin hadirat, Maha Raja pemilik alam semesta melihat sebelum aku dan
kalian lahir, hingga aku dan kalian dibimbingnya di alam rahim, dalam
pengawasan tunggal Yang Maha Melihat sampai kita lahir ke muka bumi dengan
kehendak-Nya, kemudian akan wafat dan kembali kepada-Nya, seraya berfirman
Allah subhanahu wata'ala:

æóäõÝöÎó Ýöí ÇáÕøõæÑö ÝóÕóÚöÞó ãóäú Ýöí ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóãóäú Ýöí ÇáúÃóÑúÖö
ÅöáøóÇ ãóäú ÔóÇÁó Çááøóåõ Ëõãøó äõÝöÎó Ýöíåö ÃõÎúÑóì ÝóÅöÐóÇ åõãú ÞöíóÇãñ
íóäúÙõÑõæäó¡ ÃóÔúÑóÞóÊö ÇáúÃóÑúÖõ ÈöäõæÑö ÑóÈøöåóÇ æóæõÖöÚó ÇáúßöÊóÇÈõ
æóÌöíÁó ÈöÇáäøóÈöíøöíäó æóÇáÔøõåóÏóÇÁö æóÞõÖöíó Èóíúäóåõãú ÈöÇáúÍóÞøö æóåõãú
áóÇ íõÙúáóãõæäó

( ÇáÒãÑ : 68-69 )

" Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali
lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing), Dan
terang benderanglah bumi (padang Mahsyar) dengan cahaya Tuhannya; dan
diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah
para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil,
sedang mereka tidak dirugikan".( QS. Az Zumar: 68-69 )

Di saat itu manusia berdiri dan melihat setiap nafasnya yang pernah dilewati
dalam kehidupan berupa pahala dan dosa.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

æóæóÌóÏõæÇ ãóÇ ÚóãöáõæÇ ÍóÇÖöÑðÇ

( ÇáßåÝ : 49 )

" dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis) ". ( QS.
Al Kahfi : 49 )

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Allah subhanhau wata'ala berfirman:

ÇáøóÐöíäó ÅöÐóÇ ÃóÕóÇÈóÊúåõãú ãõÕöíÈóÉñ ÞóÇáõæÇ ÅöäøóÇ áöáøóåö æóÅöäøóÇ
Åöáóíúåö ÑóÇÌöÚõæäó ¡ÃõæáóÆößó Úóáóíúåöãú ÕóáóæóÇÊñ ãöäú ÑóÈøöåöãú
æóÑóÍúãóÉñ æóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúãõåúÊóÏõæäó

( ÇáÈÞÑÉ : 156-157 )

" Orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan "inna
lillahi wa inna ilaihi raji'uun",Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang
sempurna dan rahmat dari tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk " . ( QS. Al Baqarah: 156-157 )

Hadirin hadirat, semoga jiwaku dan jiwa kalian terang benderang dengan
cahaya tawakkal dan pasrah kepada Allah subhanahu wata'ala.

Selanjutnya akan diteruskan oleh guru kita yang kita cintai dan kita
muliakan Al Habib Musa Kazhim Ja'far As Saggaf, falyatafaddal..

ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÑóÈøö ÇúáÚóÇáóãöíúäó æóÇáÕøóáóÇÉõ
æóÇáÓøóáóÇãõ Úóáóì ÃóÔúÑóÝö ÇúáóÃäúÈöíóÇÁö æóÇáúãõÑúÓóáöíúäó ÓóíøöÏöäóÇ
ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáöåö æóÕóÍúÈöåö ÃóÌúãóÚöíúäó¡ æóÈóÚúÏõ

Segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala Yang telah memberikan kita taufiq
sehingga kita bisa hadir di masjid yang penuh barakah ini, untuk mendapatkan
bagian dari curahan rahmat Allah subhanahu wata'ala. Sesungguhnya rahmat
Allah subhanahu wata'ala dicurahkan di setiap tempat, akan tetapi rahmat
Allah subhanahu wata'ala lebih banyak lagi dicurahkan di masjid. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan kita bagaimana menerima
curahan rahmat Allah subhanahu wata'ala di masjid, diantara yang diajarkan
beliau shallallahu 'alaihi wasallam yaitu: hendaklah mendahulukan kaki kanan
ketika masuk kedalam masjid, kemudian membaca doa yang diajarkan Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam ketika akan masuk kedalam masjid :

Çóááøóåõãøó ÇÝúÊóÍú áöíú ÃóÈúæóÇÈó ÑóÍúãóÊößó

" Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu "

Sesungguhnya pintu-pintu rahmat Allah subhanahu wata'ala dibukakan di setiap
masjid, adapun pintu segala rahmat Allah subhanahu wata'ala adalah nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mana telah mengajarkan kita
ketika akan memasuki masjid hendaklah kita membaca doa yang diawali dengan
bershalawat kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan kemudian
kita meminta kepada Allah agar dibukakan untuk kita pintu-pintu rahmat Allah
subhanahu wata'ala, bukan hanya satu pintu rahmat saja yang kita minta,
tetapi pintu-pintu rahmat Allah subhanahu wata'ala. Dan rahmat Allah yang
dicurahkan di dalam masjid itu adalah rahmat khusus untuk seorang muslim
yang masuk kedalam masjid, karena rahmat Allah terbuka dan dicurahkan untuk
semua manusia muslim atau non muslim.

Kalaulah bukan karena rahmat Allah yang dicurahkan untuk mereka yang non
muslim di muka bumi ini, niscaya mereka akan mendapat limpahan azab dari
Allah subhanahu wata'ala. Dan jika bukan karena rahmat Allah subhanahu
wata'ala kepada semua manusia baik muslim atau non muslim, niscaya syaitan
akan selalu mengelilingi dan menggoda kita .

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: " bahwa setiap
manusia diberi kepadanya 360 malaikat yang mengelilinginya dan menjaganya
dari syaitan". Yang mana hal ini merupakan ujian bagi mereka apakah mereka
mau mengikuti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah atau jalan yang ditempuh
oleh syaitan. Maka Allah memberikan penjagaan kepada manusia baik muslim
atau non muslim agar mereka mengetahui mana jalan yang baik dan jalan yang
buruk, dan apabila Allah tidak memberikan penjagaan kepada mereka niscaya
syaitan akan terus mengganggu dalam kehidupan dunia mereka.

Oleh karena itu rahmat Allah subhanahu wata'ala tidak hanya untuk muslimin
saja, akan tetapi diberikan untuk orang non muslim juga agar hikmah Allah
subhanahu wata'ala terlihat di muka bumi ini. Lihatlah, nikmat kesehatan
tidak hanya ada pada muslimin tetapi non muslim pun merasakannya.

Jika Allah mencabut nikmat kesehatan dari muslimin atau non muslim, niscaya
kekufuran akan terus menerus pada mereka yang non muslim karena mereka tidak
melihat bentuk rahmat Allah subhanahu wata'ala di bumi ini. Dan sebagian
rahmat Allah diberikan kepada semua manusia walaupun bukan muslimin baik
yang bersungguh-sungguh, baik yang bersabar atau tidak, baik yang selalu
mengikuti hawa nafsunya, maka Allah mengatur untuk mereka peredaran matahari
dan bulan, malam dan siang, air dan udara, sebagai ujian bagi mereka
siapakah yang paling baik amalnya diantara mereka, siapakah yang mau
berkhidmah kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Akan tetapi ada rahmat Allah yang hanya khusus diberikan untuk orang-orang
mukmin, untuk muslimin, untuk orang-orang yang benar-benar mencintai nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak diberikan sama sekali kepada
orang kafir yaitu rahmat yang dicurahkan tatkala kita masuk kedalam masjid
dan memohon kepada Allah agar membukakan untuk kita pintu-pintuh rahmat-Nya.
Yang mana rahmat yang Allah curahkan di masjid itu khusus dari Allah yang
tidak kita temukan di tempat lain. Maka para wali Allah dan para shalihin
mengetahui akan rahmat Allah yang diturunkan di setiap masjid. Maka di kota
kami ( Tarim ) yang mana tempat Al Habib Munzir dan santri-santri yang
lainnya menuntut ilmu, disana terdapat 400 masjid, padahal Tarim adalah kota
kecil tetapi disana terdapat 400 masjid.

Mengapa, di kota kecil ini ada 400 masjid?, karena penduduk dan para ulama
dan shalihin di kota itu sangat mencintai masjid, mereka tidak mencintai
masjid hanya dengan sekedar dengan membangunnya saja, akan tetapi mereka
suka duduk didalamnya, beri'tikaf dan beribadah disana. Dan orang shalih di
Tarim yang mempunyai harta maka ia akan membangun masjid kecil disamping
rumahnya dan dia habiskan semua waktunya di masjid, belajar dan mengajarnya
di dalam masjid, sesekali pulang kepada keluarga di waktu senggang kemudian
kembali lagi ke masjid.

Sebagian oarng berkata: " Mengapa engkau membangun masjid di samping
rumahmu, padahal sudah ada masjid yang tidak jauh dari tempatmu ?", maka ia
menjawab: " jika aku berjalan ke masjid yang disana maka langkah-langkahku
ke masjid akan mengurangi waktuku untuk berada di masjid, akan tetapi jika
masjid berada di samping rumahku aku tidak membutuhkan waktu yang banyak
untuk melangkah kesana". Dan banyak orang-orang disana yang tidak mau
melewatkan atau kehilangan waktu mereka untuk berada di masjid, mereka ingin
waktu-waktu mereka dihabiskan di masjid, karena itulah terdapat banyak
masjid di kota Tarim. Jika Allah memberikan taufik kepada kalian semua untuk
pergi kesana, maka dalam jarak kurang dari 1 km kalian akan menemukan tiga
masjid, karena para shalihin dan para penduduk di Tarim mengetahui kemuliaan
masjid, bahwa rahmat yang diturunkan di masjid adalah rahmat khusus untuk
muslimin. Semoga Allah subhanahu wata'ala menerima amal ibadah kita di dalam
masjid ini, amin.

Ketika kita masuk kedalam masjid berarti kita telah memasuki rumah Allah dan
menjadi tamu Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana yang telah disabdakan
oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

ãóäú ÛóÏóÇ Åöáóì ÇáúãóÓúÌöÏö Ãóæú ÑóÇÍó ÃóÚóÏøó Çááåõ áóåõ äÒóáðÇ ãöäó
ÇáúÌóäøóÉö ßõáøóãóÇ ÛóÏóÇ Ãóæú ÑóÇÍó

"Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah
sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang
hari)."

Berapa banyak jamuan yang akan kau dapatkan di surga, masa penjamuan ketika
engkau di dunia mungkin hanya terbatas satu jam, dua jam, atau sehari, dua
hari atau tiga hari. Akan tetapi masa penjamuan oleh Allah di surga selama
tiga ribu tahun, maka setiap kali seseorang memasuki masjdi maka dia akan
mendapatkan jamuan dari Allah kelak di surga selama tiga ribu tahun. Kita
memohon kepada Allah agar Allah menerima kita setiap kita memasuki masjid,
dan Allah menjadikan kita semua orang-orang yang memakmurkan masjid.

Maka dari itulah rahmat khusus ini hanya diberikan di dalam masjid, dan juga
rahmat yang khusus itu Allah berikan pula di bulan Ramadhan, sebagaimana
yang disabadakan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

ÅöÐóÇ ÌóÇÁó ÑóãóÖóÇäõ ÝõÊöÍóÊú ÃóÈúæóÇÈõ ÇáÑøóÍúãóÉö

" Jika datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu rahmat "

Dan jika telah dibukakan pintu-pintu rahmah maka sudah pasti akan dibuka
pintu-pintu surga, maka tidak akan terbuka pintu-pintu neraka dan tidak akan
ada tipu daya syaitan, oleh karena itu di bulan Ramadhan ada rahmat khusus
yang Allah berikan, mulai dari malam pertama bulan Ramadhan hujan rahmat
dari Allah mulai turun, yang mana pengaruhnya ada di muka bumi, di surga dan
juga di neraka. Adapun pengaruhnya terhadap neraka adalah Allah
memerintahkan kepada neraka agar pintu-pintu neraka tertutup di bulan
Ramadhan. Dan pengaruh bulan Ramadan terhadap surga adalah Allah menghiasi
surga dengan seindah-indahnya mulai dari awal malam ramadhan untuk
menghormati bulan Ramadhan, dan para malaikat yang berada di tempat yang
agung bersiap-siap untuk mendatangi orang muslim yang berpuasa dan turun
ketika lailatul qadr.

Jika telah dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, maka
sebagian Ulama berkata: "apabila seseorang meninggal di bulan Ramadhan maka
ia tidak akan masuk kecuali kedalam surga",karena pintu-pintu neraka
tertutup sebagaimana yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam, dan pintu-pintu surga terbuka, serta syaitan-syaitan
dibelenggu, maka kemana ruh orang mukmin itu pergi jika ia meninggal di
bulan Ramadhan ??, maka ruh itu akan dipegang oleh para malaikat dan
kemudian dimasukkan kedalam surga yang pintu-pintunya telah terbuka untuk
menyambutnya, dan Allah subhanahu wata'ala akan memuliakannya.

Maka pintu-pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup, inilah
rahmat-rahmat yang Allah turunkan ketika masuk bulan ramadhan. Dan ketika
kita memasuki masjid pintu-pintu rahmat pun akan terbuka untuk kita. Adapun
rahmat yang paling banyak Allah turunkan adalah di Ka'bah Al Musyarrafah,
sebagaimana sabda nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

íõäúÒóáõ Úóáóì åóÐóÇ ÇúáÈóíúÊö ßõáøó íóæúãò ãöÇÆóÉõ æóÚöÔúÑõæúäó ÑóÍúãóÉð
ÓöÊøõæúäó áöáØøóÇÆöÝöíúäó æóÃóÑúÈóÚõæúäó áöáúãõÕóáøöíúäó æóÚöÔúÑõæúäó
áöáäøóÇÙöÑöíúäó

" Diturunkan atas Baitil 'atiq ( Ka'bah ) setiap hari 120 rahmat, 60 rahmat
untuk orang-orang yang thawaf, 40 rahmat untuk orang-orang yang shalat, dan
20 rahmat untuk orang-orang yang memandang Ka'bah"

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk sampai ke tanah haramain
Makkah dan Madinah, serta ziarah ke makam nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, dan sesungguhnya nabi Muhammad hidup di dalam kuburnya. Para nabi
itu hidup didalam kubur mereka, para syuhada' juga hidup di dalam kuburnya.
Dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepada nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam, maka beliau akan menjawab salam itu karena nabi Muhammad
hidup didalam kuburnya, sebagaimana Allah subhanahu wata'ala berfirman:

æóáóÇ ÊóÍúÓóÈóäøó ÇáøóÐöíäó ÞõÊöáõæÇ Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÃóãúæóÇÊðÇ Èóáú
ÃóÍúíóÇÁñ ÚöäúÏó ÑóÈøöåöãú íõÑúÒóÞõæäó

( Âá ÚãÑÇä : 169 )

" Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezki.".( QS.
Ali Imran: 169 )

Jasad mereka memang telah mati, karena mereka tidak melihat, tidak juga
mendengar, akan tetapi ketahuilah bahwa ruh mereka ada, mereka hidup dengan
ruhnya, ruh mereka melihat, mendengar dan berbicara. Ruh nabi Muhammad
mendengar dan menjawab salam orang-orang yang mengucapkan salam kepadanya,
begitu pula ruh para syuhada' jika kita mengucapkan salam kepadanya ruh
mereka pun akan menjawab salam kita, sebagaimana sayyidina Hamzah bin Abdul
Mutthalib yang mana beliau menjadi pemimpin para syuhada' begitu juga 70
shahabat yang terbunuh bersama sayyidina Hamzah di perang Uhud yang kemudian
dikuburkan di kaki gunung Uhud, maka mereka telah disabdakan oleh nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam :

ÝóæóÇáøóÐöíú äóÝúÓöíú ÈöíóÏöåö áóÇ íõÓóáøöãõ Úóáóíúåöãú ÃóÍóÏñ Åöáóì íóæúãö
ÇúáÞöíóÇãóÉö ÅöáøóÇ ÚóÑóÝõæúåõ æóÑóÏøõæúÇ Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãó

" Demi Dzat ( yang) jiwaku berada dalam genggamannya, tidaklah seseorang
mengucapkan salam kepada mereka hingga hari kiamat, kecuali mereka
mengenalnya dan menjawab salamnya".

Dan mereka mengetahui kita yang hadir di tempat ini, dan mendengar serta
menjawab salam kita, jika kita mengucapkan " Assalamu'alika ya Hamzah Ibn
Abdul Mutthalib", atau " Assalamu'alaika ya sayyidina Abdullah bi Zubair "
,maka mereka akan menjawab : " wa 'alaika as assalam". Maka bagiamana jika
kita mengucapkan salam kepada pemimpin para nabi dan rasul?!. Oleh karena
itu hendaklah kita mengambil bagian dari rahmat Allah, dan ketahuilah bahwa
dari rahmat Allah yang paling besar yang Allah turunkan kepada kita orang
muslim adalah tatkala kita bershalawat kepada nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alihi wasallam :

ãóäú Õóáøóì Úóáóíøó ãóÑøóÉð æóÇÍöÏóÉð Õóáøóì Çááåõ ÚóáóíúåóÇ ÈöåóÇ ÚóÔúÑðÇ

" Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan
bershalawat untuknya sepuluh kali "

Shalawat dari Allah yang dimaksud adalah rahmat yang Allah berikan.
Seandainya ada orang yang beribadah kepada Allah selama sejuta tahun,
melaksanakan shalat di malam hari dan berpuasa di siang hari, dan malaikat
menuliskan semua ibadahnya selama sejuta tahun dalam limpahan kebaikan,
kemudian ditimbang dengan satu rahmat shalawat dari Allah subhanahu wata'ala
, maka rahmat shalawat dari Allah subhanahu wata'ala yang ada di timbangan
saat itu melebihi dari ibadah selama satu juta tahun.

Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu rahmat untuk kita, baik
rahmat yang khusus atau yang umum. Yang mana rahmat yang umum itu diberikan
oleh Allah kepada orang muslim ataupun kafir, orang baik ataupun orang
fasik. Akan tetapi rahmat yang khusus seperti ada hubungan batin dengan sang
nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan menghidupkan sunnah nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan membantu dakwah sang nabi
Muhammad shallahu 'alaihi wasallam serta bershalawat kepada nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam, yang mana hal-hal ini tidak diberikan oleh
Allah kecuali kepada orang muslim saja.

Maka jika kalian nanti pulang ke rumah kalian, maka hendaklah kalian
mengamalkan sunnah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam walaupun satu
dari sunnah-sunnah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Jika kalian
hendak tidur, maka amalkanlah satu atau tiga sunnah yang diajarkan oleh nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Jika kita dalam hidup ini melakukan
sunnah-sunnah nabi Muhammad dalam segala segi kehidupan kita, maka Rasul
shallallahu 'alaihi wasallam akan rindu kepada kita. Dan Rasulullah pernah
suatu saat berkata dihadapan para sahabat: " Alangkah rindunya aku kepada
para saudaraku", maka para sahabat berkata: " bukankah kami ini semua adalah
saudaramu wahai Rasulullah", maka Rasulullah menjawab : " kalian adalah
sahabatku ", lalu para sahabat berkata : " kalau begitu, siapa
saudara-saudaramu itu wahai Rasulullah? ", maka Rasulullah menjawab: "
Mereka adalah kaum yang datang setelah aku, mereka berangan-angan memandang
wajahku, walaupun harus mengorbankan diri mereka dan keluarga mereka ".

Apabila kita berkeinginan untuk memandang wajah nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam, dan betul-betul tulus dalam keinginan itu maka ketahuilah
bahwa nabi juga akan rindu kepada kita. Maka jika kalian berwudhu kemudian
bershalawat kepada nabi Muhammad dan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum
tidur dan engkau berkeinginan untuk melihat Rasul shallallahu 'alaihi
wasallam, apabila engkau tidak melihatnya di malam itu maka janganlah
bersedih, karena engkau telah berkeinginan berjumpa dengannya, maka rasul
pun berkeinginan untuk berjumpa dengan orang yang merindukannya.

Terkadang keinginan kita bertemu dengan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam ditunda oleh Allah subhanahu wata'ala sebagai ujian seberapa besar
kejujuran untuk berjumpa dengan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Dunia dan seisinya tidak sebanding dengan kerinduan kepada sayyidina
Muhammad. Semoga Allah menghidupkan hari-hari kita dengan kehidupan yang
baik, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :

ãóäú Úóãöáó ÕóÇáöÍðÇ ãöäú ÐóßóÑò Ãóæú ÃõäúËóì æóåõæó ãõÄúãöäñ
ÝóáóäõÍúíöíóäóøåõ ÍóíóÇÉð ØóíöøÈóÉð æóáóäóÌúÒöíóäóøåõãú ÃóÌúÑóåõãú
ÈöÃóÍúÓóäö ãóÇ ßóÇäõæÇ íóÚúãóáõæäó

( ÇáäÍá : 97 )

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan
dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." ( QS.An
Nahl : 97 )

Semoga Allah menjaga kita dari segala kejahatan sebagaimana perlindungan
yang diminta oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semoga Allah
memberi manfaat kepada kita dengan manfaat yang mulia atas keberkahan
majelis yang agung ini , karena dalam majelis seperti ini memiliki
keberkahan yang agung di sisi Allah. Setidak-tidaknya seseorang yang
mengadiri majelis seperti ini, Allah akan memberikan kepadanya wafat dengan
mengucap " Laa ilaaha illallah " yang mana hal ini adalah kenikmatan yang
paling agung yang diharapkan oleh para shalihin agar mereka wafat dalam
keadaan mengucap " Laa ilaaha illallah" , dan ada lagi pemberian-pemberian
dari Allah subhanahu wata'ala yang akan Allah limpahkan kepada kita di dalam
majelis seperti ini .

Semoga Allah subhanahu wata'ala karuniakan kepada kita untuk selalu dekat
kepada Allah, untuk selalu mengikuti sunnah-sunnah nabi Muhammad shallallahu
'alihi wasallam, dan Allah menerima setiap amal ibadah kita, dan Allah
panjangkan umur kita dalam kebaikan, dan semoga Allah selalu melindungi
saudara kami Al Habib Munzir Al Musawa dan Allah panjangkan umurnya dalam
ketaatan, Allah angkat segala kesusahan dan digantikan dengan kesempurnaan
dan kesehatan zhahir dan bathin , semoga Allah berikan kekuatan dan
pertolongan untuk beliau, Allah menjaganya dalam setiap keadaan di dalam
hidupnya, amin ya rabbal 'alamin

Best Regards,

SAIFUL ILMI

Production Engineering

PT. Katsushiro Indonesia

Jl. Jababeka XII Blok I - Cikarang - Bekasi

Telp. 021-8934953 ext. 270 or ext. 235

Fax . 021-8934957

Hp. 081-59404731

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: