Rabu, 07 April 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3030

Messages In This Digest (10 Messages)

Messages

1.

(Catcil) Berapa Harga Kesetiaan?

Posted by: "Yons Achmad" kolumnis@gmail.com   freelance_corp

Tue Apr 6, 2010 9:05 am (PDT)



Berapa Harga Kesetiaan?<http://penakayu.blogspot.com/2010/04/berapa-harga-kesetiaan.html>
<http://1.bp.blogspot.com/_zoRxVL_Ub0w/S7tZdgMFacI/AAAAAAAAAr0/KGLR9fAStNs/s1600/ha-hachiko.jpg>

*Berapa Harga Kesetiaan?*

:yons achmad*

*Jika kesetiaan bisa dinilai dengan uang*

*Berapa harga kesetiaan?*

**

Hachiko, anjing yang manis. Ia begitu setia. Saya menyukainya. Walau kisah
tentangnya hanya saya ketahui lewat film."Hachiko: A Dog's Story" itulah
film apik dan penting ditonton mereka yang ingin menyibak tirai kesetiaan
lebih dalam.

Kenapa penting? Sebab kesetiaan merupakan bagian dari kehidupan yang setiap
manusia memerlukannya. Sebab kesetiaan sangat mengundang sekaligus
mengandung kebahagiaan. Bayangkan betapa bahagianya kita bila ada yang setia
dengan kita. Tapi jangan coba bayangkan sebaliknya. *Nggak* enak *banget*.
Seperti lagu populer Vierra. Periiiih.

."Hachiko: A Dog's Story" : Kisah bermula saat seorang profesor menemukan
anjing kecil di Stasiun Kereta Api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat.
Anjing tersebut lalu dibawa pulang ke rumahnya dan diberi nama Hachiko.

Bersama istrinya, sang profesor merawat anjing itu sampai tumbuh dewasa. Dalam
keseharian mereka selalu bermain dengan Hachiko. Saat tumbuh dewasa itulah
tak disangka Hachiko diam-diam mengikuti sang profesor ke stasiun saat akan
berangkat kerja. Sang profesor terpaksa keluar dari kereta dan memulangkan
Hachiko kembali ke rumah.

Selanjutnya Hachiko bikin kejutan dengan menunggu sang profesor di stasiun
pukul 17.00. Sang profesor tersentuh hatinya. Sementara orang-orang di
stasiun memperhatikan tingkah Hachiko. Mereka : pedagang, penunggu kios,
pekerja kantoran serta para pejalan kaki menyayangi Hachiko. Begitulah
hari-hari berjalan.

Suatu ketika sang profesor ditunggu-tunggu tak datang juga. Hachiko dengan
sabar menanti kedatangan tuannya. Menunggu, terus menunggu. Lamaaa
sekali. Hachiko
tak tahu peristiwa yang terjadi. Sang profesor ternyata meninggal dunia
karena serangan jantung ketika mengajar. Hachiko benar-benar tak pernah
mengerti itu.

Sepeninggal kematian sang profesor, Hachiko dirawat oleh anak sang
profesor. Tapi, berulangkali Hachiko kabur dari rumah. Hachiko tetap saja
pergi ke stasiun pada sore hari pukul 17.00. Menunggu tuannya. Sekian tahun
lamanya. Sampai, Hachiko ditemukan meninggal dalam penantian.

Kisah ini berangkat dari kisah nyata di Jepang. Hachiko, anjing manis yang
setia itu hidup pada rentang waktu tahun 1923-1935. Untuk mengenang kesetiaan
Hachiko, di negeri sakura itu konon monumen berupa patung didirikan.
Tepatnya di depan stasiun Shibuya.

Lalu, apa selanjutnya? Saya kira kehadiran Hachiko adalah cara Tuhan
mengajari manusia tentang kesetiaan. Lantas, di zaman ini, ketika semuanya
kerap diukur dengan uang, berapa harga sebuah kesetiaan? Jujur, saya tak
bisa mengukurnya. Bahkan, saya kira kesetiaan memang tak bisa diukur dengan
uang.

Bagaimana dengan kesetiaan dalam keseharian? Kesetiaan. Setia pada
pekerjaan, setiap pada pasangan, setia pada orang-orang yang memberikan
kepercayaan, setia pada orang-orang tercinta, orang-orang tersayang. Semua
itu tak ternilai harganya. Tak bisa diukur dengan uang. Tentu dalam hal ini
kesetiaan dalam kebaikan, bukan keburukan.

Begitulah kesetiaan menemukan bentuknya. Kesetiaan adalah sikap hidup. Ia
tak bisa diukur semata-mata dengan uang. Lantas, masihkah kau menanyakan
harga sebuah kesetiaan?

Kafe Kafka : 06 Maret 2010/ 22.40

*Penulis lepas, tinggal di pinggir Jakarta

--
==========
Yons Achmad
http://penakayu.blogspot.com
"Politik Memburuk, Sastra Membaik"
2a.

(Catcil) Penghasilan Tambahan

Posted by: "Aku Incognito" akuincognito@yahoo.co.id   akuincognito

Tue Apr 6, 2010 9:08 am (PDT)



Belakangan ini keinginan untuk mencari pengahasilan tambahan semakin kuat dan menggebu. Rasanya keinginan itu sudah tidak bisa ditahan lagi. Setiap hari yang aku pikirkan hanyalah ide bisnis atau pekerjaan apa yang bisa menambah penghasilan.

Menjadi mapandalam hal ekonomi memang impian banyak orang. Menjadi beban buat orang lain merupakan aib juga bagi banyak orang. Nah, alasanku untuk menacari penghasilan tambahan diluar pekerjaanku sekarang karena aku tidak mau menjadi beban buat orang lain begitu juga dengan keluargaku.

Beban yang aku maksud adalah menjadi kreditor kepada orang lain. Ih...amit-amit deh, semoga Allah menjauhkan hal itu dariku dan keluargaku.

Setiap ke warnet yang paling aku cari adalah part time job yang selalu aku cari di google search engine. Tidak hanya itu aku coba mencari hal-hal apa saja yang bisa aku reseller. Buka situs itu, buka situs ini, tertarik yang itu dan tertarik yang ini namun sampai sekarang belum satu pun yang aku coba. Jadi gemes pada diri sendiri.

Beberapa waktu yang lalu sewaktu adik perempuanku masih menganggur aku pernah mencoba memintanya untuk belajar buat aneka kue jajanan dan aku bersedia menjadi marketing alias orang yang berkeliling untuk menjualnya. Beneran, meski aku seorang mantan mahasiswa atau pun staff di salah satu perusahaan namum bagiku itu tidak mengapa. Yang penting setiap detik waktu ku menghasilkan. Aku perlu penghasilan tambahan.

Terpikir juga untuk membuat usaha, ya usaha, tapi selalu mentok dengan pertanyaan,"Usaha apa?" Mati kutu deh.

Tapi saat ini seperti ada ketertarikan untuk jualan kue. Aku melihat saat ini kue-kue jajanan pasar cukup laris namun sangat langka ditemukan jika bukan di tempat khusus. Makanya baru saja saya coba browsing mengenai pusat kue dan ditemukanlah beberapa tempat di Jakarta.

Seharusnya aku membuat sendiri di rumah namun keterbatasan waktu dan keahlian menjadikan hal itu sangat sulit diwujudkan. Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba membeli grosiran dan menjualnya lagi di tempatku. Semoga berhasil.

Ya Allah mudahkanlah dan jadikanlah ini bagian dari ikhtiar untuk menjemput rizki-Mu.

Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
2b.

Re: (Catcil) Penghasilan Tambahan

Posted by: "Taufiq" tendo_cbn@yahoo.co.id   tendo_cbn

Tue Apr 6, 2010 4:30 pm (PDT)



Assalam..wwb..
Semoga berhasilnya.. dan berkah tentunya/...

Allah tidak akan merubah suatu kaum kalau kaum itu tidak mau merubah dirinya sendiri..

salam,
Taufiq




Belakangan ini keinginan untuk mencari pengahasilan tambahan semakin kuat dan menggebu. Rasanya keinginan itu sudah tidak bisa ditahan lagi. Setiap hari yang aku pikirkan hanyalah ide bisnis atau pekerjaan apa yang bisa menambah penghasilan.

Menjadi mapandalam hal ekonomi memang impian banyak orang. Menjadi beban buat orang lain merupakan aib juga bagi banyak orang. Nah, alasanku untuk menacari penghasilan tambahan diluar pekerjaanku sekarang karena aku tidak mau menjadi beban buat orang lain begitu juga dengan keluargaku.

Beban yang aku maksud adalah menjadi kreditor kepada orang lain. Ih...amit-amit deh, semoga Allah menjauhkan hal itu dariku dan keluargaku.

Setiap ke warnet yang paling aku cari adalah part time job yang selalu aku cari di google search engine. Tidak hanya itu aku coba mencari hal-hal apa saja yang bisa aku reseller. Buka situs itu, buka situs ini, tertarik yang itu dan tertarik yang ini namun sampai sekarang belum satu pun yang aku coba. Jadi gemes pada diri sendiri.

Beberapa waktu yang lalu sewaktu adik perempuanku masih menganggur aku pernah mencoba memintanya untuk belajar buat aneka kue jajanan dan aku bersedia menjadi marketing alias orang yang berkeliling untuk menjualnya. Beneran, meski aku seorang mantan mahasiswa atau pun staff di salah satu perusahaan namum bagiku itu tidak mengapa. Yang penting setiap detik waktu ku menghasilkan. Aku perlu penghasilan tambahan.

Terpikir juga untuk membuat usaha, ya usaha, tapi selalu mentok dengan pertanyaan,"Usaha apa?" Mati kutu deh.

Tapi saat ini seperti ada ketertarikan untuk jualan kue. Aku melihat saat ini kue-kue jajanan pasar cukup laris namun sangat langka ditemukan jika bukan di tempat khusus. Makanya baru saja saya coba browsing mengenai pusat kue dan ditemukanlah beberapa tempat di Jakarta.

Seharusnya aku membuat sendiri di rumah namun keterbatasan waktu dan keahlian menjadikan hal itu sangat sulit diwujudkan. Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba membeli grosiran dan menjualnya lagi di tempatku. Semoga berhasil.

Ya Allah mudahkanlah dan jadikanlah ini bagian dari ikhtiar untuk menjemput rizki-Mu.



Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

2c.

Re: (Catcil) Penghasilan Tambahan

Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com   anty_th

Tue Apr 6, 2010 8:19 pm (PDT)



Sebuah semangat yang sangat baik pak ^_^
saran saya ... coba ke toko buku, ada buku2 yg menginspirasi memilih jenis usaha apa yg bisa kita lakukan sebagai second job

banyak pilihan ... mulai dari yg sama sekali ngga bermodal, modal sedikit, sampai yg gede

smoga segera menemukan jawabannya ^_^

meminjam istilah seorang pengusaha muda di medan yang awalnya jadi penjual es dawet dan sekarang memiliki frenchise dawet
beliau mengatakan :
"mudah mencari uang yang kecil - kecil, asal mau "

^_^

best regards
anty

3a.

Re: Mind-Therapy : Tips Forgiveness Therapy

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Tue Apr 6, 2010 7:51 pm (PDT)



Sama-sama Bu Anty...
--
RAHMADSYAH
Practitioner NLP I 081511448147 I Motivator & Mind-Therapist
www.facebook.com/rahmadsyahI YM ; rahmad_aceh

2010/4/6 anty th <anty_th@yahoo.com>

>
>
> Subhanallah ... luar biasa sekali pak
> kemampuan memaafkan ini memang termasuk hal yang sangat sulit
>
> tulisan ini sangat bermanfaat
> thanx for sharing pak
>
> salam hangat
> anty thahir
>
>
>
4a.

(RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

Posted by: "Divin Nahb" divin_manis@yahoo.com   divin_manis

Tue Apr 6, 2010 8:14 pm (PDT)




KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

~ Divin Nahb ~

Cinta… cinta… cinta…

Kadang kita tidak paham apa yang kita rasakan, meskipun hal itu membuat
kita larut dalam bahagia. Kadang pula kita membiarkan rasa itu pergi
setelah kita merengkuh habis dan merasa puas dengan apa yang kita rasa.
Namun, kadang itu, ada saatnya kita merenung tentang apa yang kita
rasakan selama ini. Dan, dalam perenungan akhirnya kita sadar kalau
kita ternyata sudah bergelimang air mata.

Cinta…

Itulah kata agung yang kerap membuat kita luntur dan luluh. Tak jarang
juga membuat kita terbuai, namun tidak terbalaskan. Atau bisa jadi
cinta mengantarkan kita pada jurang nelangsa, nestapa, yang berujung
kebencian. Namun, ketika kita membalikkan pada titik rasa itu,
mengembalikan pada hakikatnya, yang akan kita temukan adalah
keikhlasan.

Cinta secara utuh dan sempurna mengajarkan untuk selalu menyematkan
kebahagian di manapun kita bernapas. Meski, lantas dalam perjalanan
hidup, kita akan tersungkur jatuh karena terlalu mengagungkan cinta.
Padahal yang kita agungkan adalah sebentuk wajah atau raga lainnya.
Cinta tidak berbentuk. Cinta abstrak, namun murni…

Setia…

Tidak ada jarak dan batas untuk sebuah kesetiaan. Meski dia pergi, kita
tetap menunggu. Meski kita tahu bahwa dia tidak akan kembali, hati kita
tetap menunggu. Meski itu harus dihitung dalam kurun waktu
bertahun-tahun.

Kesetiaan akan dicoba dengan sebuah kehilangan. Tidak jarang air mata
akan tumpah dan kita akan larut di dalamnya, jika orang yang kita
cintai pergi selamanya. Kita tidak akan memandangnya kembali meski
zaman telah berganti. Karena dia kembali pada yang menciptakan-Nya.
Lalu, kesetiaan akan berubah warna. Dia tetap di hati, meski akan ada
pengganti.

Hachiko tidak seperti itu. Dia mencintai sepenuh hati laki-laki itu.
Bermain bersama, jalan-jalan berdua, dan melewati waktu selalu
dengannya. Saksi kedekatan mereka terlalu banyak untuk disebutkan,
bahkan alam pun memperhatikan. Mereka terpisah hanya ketika laki-laki
itu tidur malam dan berkerja. Tapi, Hachiko tidak peduli. Dia ikhlas
membagi waktu malam laki-laki itu pada istrinya. Dia rela membagi waktu
kerja laki-laki itu dengan para Mahasiswanya di kampus. Namun begitu,
Hachiko tetap setia. Dia selalu mengantar laki-laki itu sampai depan
stasiun kereta dan akan menunggunya ketika sore hari, waktu laki-laki
itu usai bekerja. Setiap hari dia lakukan itu.

Suatu hari, Hachiko gelisah dan tidak menginginkan laki-laki itu pergi
bekerja. Kegelisahan Hachiko dapat dirasakan semua orang. Tapi, semua
memang harus berjalan pada rodanya. Laki-laki itu meninggal saat
mengajar. Hachiko yang setia menunggu kepulangan laki-laki itu di depan
stasiun kereta, dia berharap laki-laki itu memanggilnya “Hachi…!!
Hachi…!!” Tapi semua percuma, hingga larut Hachiko tidak bertemu
laki-laki itu.

Hachiko merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi, tapi dia tidak bisa
berkata apapun. Laki-laki itupun disemayamkan dalam pemakaman. Mereka
merasakan kesedihan luar biasa dengan aliran air matanya. Tapi, Hachiko
tidak bisa menangis. Dan, kesedihan yang paling sekarat adalah ketika
air mata tidak keluar. Kesedihan yang selalu bersemayam dalam hati.
Dan, Hachiko merasakan itu…

Hachiko menelan kesunyian tanpa laki-laki itu. Yang dia lakukan hanya
menunggunya setiap hari di sore hari, tepat di mana dia biasa menunggu
laki-laki itu. Semua orang pada akhirnya mengenalnya, bahkan dengan
kebiasaannya, dia masuk dalam sebuah surat kabar. Musim berganti hingga
10 tahun, Hachiko setia menanti kedatangan laki-laki yang telah
memberikan cinta padanya. Dan, orang yang mengenalnya hanya mampu
meneteskan air mata karena kesetiaan dan kecintaannya pada laki-laki
itu. Hingga, suatu hari Hachiko membayangkan kembali laki-laki itu
dalam pikirannya dengan mata terpejam. Setelah itu, mata Hachiko tidak
pernah terbuka lagi untuk selamanya….

Hachiko (Anjing Akita) lahir pada tahun 1923 dan meninggal pada tahun 1934. Dia mengajarkan kita apa arti cinta dan kesetiaan.

Film Hachiko adalah film yang diangkat dari kisah nyata...

4b.

Re: (RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

Posted by: "suhadi hadi" abinyajundi@yahoo.com   abinyajundi

Tue Apr 6, 2010 8:56 pm (PDT)



lho kok mas yon sama divin bisa sama nih kasih resensinya ttg hachiko..
ehemm...ehmm... apa udah janjian??
wakakakk..piss ah

shd

________________________________
From: Divin Nahb <divin_manis@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Tue, April 6, 2010 11:24:14 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] (RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

~ Divin Nahb ~

Cinta… cinta… cinta…

Kadang kita tidak paham apa yang kita rasakan, meskipun hal itu membuat
kita larut dalam bahagia. Kadang pula kita membiarkan rasa itu pergi
setelah kita merengkuh habis dan merasa puas dengan apa yang kita rasa.
Namun, kadang itu, ada saatnya kita merenung tentang apa yang kita
rasakan selama ini. Dan, dalam perenungan akhirnya kita sadar kalau
kita ternyata sudah bergelimang air mata.

Cinta…
Itulah kata agung yang kerap membuat kita luntur dan luluh. Tak jarang
juga membuat kita terbuai, namun tidak terbalaskan. Atau bisa jadi
cinta mengantarkan kita pada jurang nelangsa, nestapa, yang berujung
kebencian. Namun, ketika kita membalikkan pada titik rasa itu,
mengembalikan pada hakikatnya, yang akan kita temukan adalah
keikhlasan.

Cinta secara utuh dan sempurna mengajarkan untuk selalu menyematkan
kebahagian di manapun kita bernapas. Meski, lantas dalam perjalanan
hidup, kita akan tersungkur jatuh karena terlalu mengagungkan cinta.
Padahal yang kita agungkan adalah sebentuk wajah atau raga lainnya.
Cinta tidak berbentuk. Cinta abstrak, namun murni…

Setia…
Tidak ada jarak dan batas untuk sebuah kesetiaan. Meski dia pergi, kita
tetap menunggu. Meski kita tahu bahwa dia tidak akan kembali, hati kita
tetap menunggu. Meski itu harus dihitung dalam kurun waktu
bertahun-tahun.

Kesetiaan akan dicoba dengan sebuah kehilangan. Tidak jarang air mata
akan tumpah dan kita akan larut di dalamnya, jika orang yang kita
cintai pergi selamanya. Kita tidak akan memandangnya kembali meski
zaman telah berganti. Karena dia kembali pada yang menciptakan- Nya.
Lalu, kesetiaan akan berubah warna. Dia tetap di hati, meski akan ada
pengganti.

Hachiko tidak seperti itu. Dia mencintai sepenuh hati laki-laki itu.
Bermain bersama, jalan-jalan berdua, dan melewati waktu selalu
dengannya. Saksi kedekatan mereka terlalu banyak untuk disebutkan,
bahkan alam pun memperhatikan. Mereka terpisah hanya ketika laki-laki
itu tidur malam dan berkerja. Tapi, Hachiko tidak peduli. Dia ikhlas
membagi waktu malam laki-laki itu pada istrinya. Dia rela membagi waktu
kerja laki-laki itu dengan para Mahasiswanya di kampus. Namun begitu,
Hachiko tetap setia. Dia selalu mengantar laki-laki itu sampai depan
stasiun kereta dan akan menunggunya ketika sore hari, waktu laki-laki
itu usai bekerja. Setiap hari dia lakukan itu.

Suatu hari, Hachiko gelisah dan tidak menginginkan laki-laki itu pergi
bekerja. Kegelisahan Hachiko dapat dirasakan semua orang. Tapi, semua
memang harus berjalan pada rodanya. Laki-laki itu meninggal saat
mengajar. Hachiko yang setia menunggu kepulangan laki-laki itu di depan
stasiun kereta, dia berharap laki-laki itu memanggilnya “Hachi…!!
Hachi…!!” Tapi semua percuma, hingga larut Hachiko tidak bertemu
laki-laki itu.

Hachiko merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi, tapi dia tidak bisa
berkata apapun. Laki-laki itupun disemayamkan dalam pemakaman. Mereka
merasakan kesedihan luar biasa dengan aliran air matanya. Tapi, Hachiko
tidak bisa menangis. Dan, kesedihan yang paling sekarat adalah ketika
air mata tidak keluar. Kesedihan yang selalu bersemayam dalam hati.
Dan, Hachiko merasakan itu…

Hachiko menelan kesunyian tanpa laki-laki itu. Yang dia lakukan hanya
menunggunya setiap hari di sore hari, tepat di mana dia biasa menunggu
laki-laki itu. Semua orang pada akhirnya mengenalnya, bahkan dengan
kebiasaannya, dia masuk dalam sebuah surat kabar. Musim berganti hingga
10 tahun, Hachiko setia menanti kedatangan laki-laki yang telah
memberikan cinta padanya. Dan, orang yang mengenalnya hanya mampu
meneteskan air mata karena kesetiaan dan kecintaannya pada laki-laki
itu. Hingga, suatu hari Hachiko membayangkan kembali laki-laki itu
dalam pikirannya dengan mata terpejam. Setelah itu, mata Hachiko tidak
pernah terbuka lagi untuk selamanya….

Hachiko (Anjing Akita) lahir pada tahun 1923 dan meninggal pada tahun 1934. Dia mengajarkan kita apa arti cinta dan kesetiaan.

Film Hachiko adalah film yang diangkat dari kisah nyata...

4c.

Re: (RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

Posted by: "Hasanuddin" hasanuddin@mykisel.com

Tue Apr 6, 2010 9:43 pm (PDT)



Mungkin teman2 sudah pada nonton, namun dalam menceritakan ulang beda2 dikit tapi arah tujuannya tetap sama... JJ

From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com [mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups.com] On Behalf Of suhadi hadi
Sent: Wednesday, April 07, 2010 10:56 AM
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] (RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

lho kok mas yon sama divin bisa sama nih kasih resensinya ttg hachiko..
ehemm...ehmm... <http://mail.yimg.com/a/i/mesg/tsmileys2/04.gif> apa udah janjian??
wakakakk..piss ah <http://mail.yimg.com/a/i/mesg/tsmileys2/04.gif>

shd

_____

From: Divin Nahb <divin_manis@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Tue, April 6, 2010 11:24:14 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] (RUANG BACA) KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

KECINTAAN DAN KESETIAAN HACHIKO

~ Divin Nahb ~

Cinta… cinta… cinta…

Kadang kita tidak paham apa yang kita rasakan, meskipun hal itu membuat kita larut dalam bahagia. Kadang pula kita membiarkan rasa itu pergi setelah kita merengkuh habis dan merasa puas dengan apa yang kita rasa. Namun, kadang itu, ada saatnya kita merenung tentang apa yang kita rasakan selama ini. Dan, dalam perenungan akhirnya kita sadar kalau kita ternyata sudah bergelimang air mata.

Cinta…
Itulah kata agung yang kerap membuat kita luntur dan luluh. Tak jarang juga membuat kita terbuai, namun tidak terbalaskan. Atau bisa jadi cinta mengantarkan kita pada jurang nelangsa, nestapa, yang berujung kebencian. Namun, ketika kita membalikkan pada titik rasa itu, mengembalikan pada hakikatnya, yang akan kita temukan adalah keikhlasan.

Cinta secara utuh dan sempurna mengajarkan untuk selalu menyematkan kebahagian di manapun kita bernapas. Meski, lantas dalam perjalanan hidup, kita akan tersungkur jatuh karena terlalu mengagungkan cinta. Padahal yang kita agungkan adalah sebentuk wajah atau raga lainnya. Cinta tidak berbentuk. Cinta abstrak, namun murni…

Setia…
Tidak ada jarak dan batas untuk sebuah kesetiaan. Meski dia pergi, kita tetap menunggu. Meski kita tahu bahwa dia tidak akan kembali, hati kita tetap menunggu. Meski itu harus dihitung dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Kesetiaan akan dicoba dengan sebuah kehilangan. Tidak jarang air mata akan tumpah dan kita akan larut di dalamnya, jika orang yang kita cintai pergi selamanya. Kita tidak akan memandangnya kembali meski zaman telah berganti. Karena dia kembali pada yang menciptakan- Nya. Lalu, kesetiaan akan berubah warna. Dia tetap di hati, meski akan ada pengganti.

Hachiko tidak seperti itu. Dia mencintai sepenuh hati laki-laki itu. Bermain bersama, jalan-jalan berdua, dan melewati waktu selalu dengannya. Saksi kedekatan mereka terlalu banyak untuk disebutkan, bahkan alam pun memperhatikan. Mereka terpisah hanya ketika laki-laki itu tidur malam dan berkerja. Tapi, Hachiko tidak peduli. Dia ikhlas membagi waktu malam laki-laki itu pada istrinya. Dia rela membagi waktu kerja laki-laki itu dengan para Mahasiswanya di kampus. Namun begitu, Hachiko tetap setia. Dia selalu mengantar laki-laki itu sampai depan stasiun kereta dan akan menunggunya ketika sore hari, waktu laki-laki itu usai bekerja. Setiap hari dia lakukan itu.

Suatu hari, Hachiko gelisah dan tidak menginginkan laki-laki itu pergi bekerja. Kegelisahan Hachiko dapat dirasakan semua orang. Tapi, semua memang harus berjalan pada rodanya. Laki-laki itu meninggal saat mengajar. Hachiko yang setia menunggu kepulangan laki-laki itu di depan stasiun kereta, dia berharap laki-laki itu memanggilnya “Hachi…!! Hachi…!!” Tapi semua percuma, hingga larut Hachiko tidak bertemu laki-laki itu.

Hachiko merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi, tapi dia tidak bisa berkata apapun. Laki-laki itupun disemayamkan dalam pemakaman. Mereka merasakan kesedihan luar biasa dengan aliran air matanya. Tapi, Hachiko tidak bisa menangis. Dan, kesedihan yang paling sekarat adalah ketika air mata tidak keluar. Kesedihan yang selalu bersemayam dalam hati. Dan, Hachiko merasakan itu…

Hachiko menelan kesunyian tanpa laki-laki itu. Yang dia lakukan hanya menunggunya setiap hari di sore hari, tepat di mana dia biasa menunggu laki-laki itu. Semua orang pada akhirnya mengenalnya, bahkan dengan kebiasaannya, dia masuk dalam sebuah surat kabar. Musim berganti hingga 10 tahun, Hachiko setia menanti kedatangan laki-laki yang telah memberikan cinta padanya. Dan, orang yang mengenalnya hanya mampu meneteskan air mata karena kesetiaan dan kecintaannya pada laki-laki itu. Hingga, suatu hari Hachiko membayangkan kembali laki-laki itu dalam pikirannya dengan mata terpejam. Setelah itu, mata Hachiko tidak pernah terbuka lagi untuk selamanya….

Hachiko (Anjing Akita) lahir pada tahun 1923 dan meninggal pada tahun 1934. Dia mengajarkan kita apa arti cinta dan kesetiaan.

Film Hachiko adalah film yang diangkat dari kisah nyata...

5.

[OOT] Workshop Penulisan di Semi Palar - Bandung

Posted by: "Bang Aswi" bangaswi@yahoo.com   bangaswi

Tue Apr 6, 2010 8:14 pm (PDT)




Insya Allah Bang Aswi akan kembali mengadakan workshop penulisan khusus untuk remaja ke atas (apalagi bagi mereka yang tidak bisa ikut pada Pelatihan Menulis untuk Para Ibu. Workshop ini menjadi bagian dari FESTBUK SMIPA atau Festival Buku Semi Palar yang diadakan pada hari Sabtu, 17 April 2010.
Acara-acara yang akan diselenggarakan adalah:
Klab Dongeng Semi Palar: Teman Baru dari HutanBazaar Buku Anak dan PendidikanWorkshop Penulisan (untuk Remaja dan Dewasa) bersama Bang AswiWorkshop Scrap-BookingPameran Buku karya Anak-anak SMIPA
Bagi yang ingin mengikuti Workshop Penulisan dan Klab Dongeng
dipersilakan untuk menghubungi (022) 70173412. Acara ini terselenggara
atas dukungan Lawang Buku, Omuniuum, Reading Lights, dan Rumah Belajar Semi Palar.
Bang Aswi - Pekerja Buku
Blog: http://bangaswi.com
YM: bangaswi
Hotline: 081394725394

6.

You Can Shine!

Posted by: "arifin yoshodharmo" arifiny2567@yahoo.com   arifiny2567

Tue Apr 6, 2010 8:18 pm (PDT)




Dear All,
Sebuah Video Inspiratif
Tentang seorang gadis Tuli
yang ingin bermain Biola

http://www.youtube.com/watch?v=Um9KsrH377A

Semoga berkenan...

Arifin Yoshodharmo, SE., MMSI., M.Com(IS), C.Ht.. QT., CI.

(C.Ht. = Certified Hypnotherapist)
(QT = Quantum Touch-er)
(CI = Certified Instructor)

Photographer, Trainer,
Hypnotherapist, Energy Healer
& Life Consultant
SMS : 085678 098 48
http://arifinyes.multiply.com/

Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com
Recent Activity
Visit Your Group
Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Group Charity

Hands On Network

Volunteering has

never been so easy

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Do More for Dogs Group. Connect with other dog owners who do more.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

Tidak ada komentar: