Messages In This Digest (3 Messages)
- 1.
- [KAMPANYE] Tetap Pilih Pa Suhadi menjadi ketua SK 2010-2012 From: Hadian Febrianto
- 2.
- (catcil) Warna Cinta Ternyata From: Yons Achmad
Messages
- 1.
-
[KAMPANYE] Tetap Pilih Pa Suhadi menjadi ketua SK 2010-2012
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Fri Apr 9, 2010 4:25 am (PDT)
Masih tetap meramaikan MILAD SK ke-4...
Dimanapun penyelenggaraan MILAD SK ke-4...
Kapan pun waktunya...
Siapapun panitianya....
CALONNYA TETAP PA SUHADI....
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si, CH
atas nama tim kampanye pa SUHADI...
- 2.
-
(catcil) Warna Cinta Ternyata
Posted by: "Yons Achmad" kolumnis@gmail.com freelance_corp
Fri Apr 9, 2010 6:06 am (PDT)
Warna Cinta Ternyata<http://penakayu.blogspot. >com/2010/ 04/warna- cinta-ternyata. html
<http://3.bp.blogspot. >com/_zoRxVL_ Ub0w/S78lUe7AFgI /AAAAAAAAAsE/ 2kgSMBacWs8/ s1600/tentang+ warna.jpeg
*Warna Cinta Ternyata*
:yons achmad*
* *
*"Kau tahu itu cinta ketika semua*
* yang Anda inginkan *
*adalah menjadikan orang tersebut bahagia, *
*bahkan jika Anda bukan bagian dari kebahagiaan itu." *
Julia Roberts, Artis
Warna cinta itu apa ya? Tanya seorang teman dalam status facebooknya.
Sebelum saya melanjutkan kolom ini, bolehlah engkau jawab sekarang.
Sesukamu. Yang penting engkau bahagia.
* *
*Warna. Ya warna. Kadang secara tak sengaja kita masih saja salah
mengenalinya.*
**
* *
Begitu juga saya. Lagi-lagi salah. Pagi tadi, saya benar-benar baru
menyadarinya.
Seperti biasanya, saya mulai mengawali kerja sekitar pukul 08.00. Tak
langsung bekerja memang. Sesampai kantor, saya menyeduh minuman, biasanya
secangkir teh hangat, tak terlalu manis. Lalu, saya membuka koran online.
Membaca opini, setidaknya empat media : Kompas, Jawa Pos, Suara Merdeka dan
Republika sambil menikmati secangkir teh itu. Untuk berita, saya percaya
Detik, Eramuslim dan Vivanews.
Begitu kebiasaan sehari-hari. Baru kemudian, cek E-mail, kirim surat bisnis
ke beberapa klien (ini harus alias wajib). Lalu mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan klien sampai siang.. Sore sampai malam biasanya janjian
dan kongkow-kongkow bareng klien. Ealah kok malah cerita diri sendiri. Maaf.
Begini. Pas tadi pagi baca koran online Kompas, saya membaca kolom menarik
tentang warna. Judulnya "Air Putih dan Gula Merah", ditulis oleh Sori
Siregar, seorang cerpenis. Ia menyoal kelatahan masyarakat kita. Ia ingin
membangkitkan kesadaran kita tentang warna. Walau, sebenarnya Ia ingin
membongkar kesadaran masyarakat tak sekedar warna tapi "warna"
Masyarakat sering menyebut air putih, untuk sebutan air yang kerap kita
minum sehari-hari. Padahal kenyataannya tak demikian. Air itu bening bukan
putih seperti kapas. Tapi *toh* kita tetap menyebutnya air putih. Begitu
juga mengatakan gula merah untuk menyebut gula jawa, padahal warna
sebenarnya bukan merah tapi kecoklat-coklatan. Begitu Ia mengupas dalam
kolom itu.
Memang *sih* terserah kita mau menyebut air yang sering kita minum dengan
sebutan air putih. *Toh* kita tak akan dipenjara dengan menyebut demikian.
Tapi, kalau dipikir lebih dalam, apa iya kita mau salah kaprah dengan
sebutan itu? Atau jangan-jangan hidup kita memang sering dipenuhi salah
kaprah yang demikian. Ahaaaa. Semoga saja tidak.
Lalu, ke soal warna cinta. Saya benar-benar tak bisa menjawab apa itu warna
cinta. Apa, biru? Ah itu kan menurutmu. Mungkin orang lain menyebut warna
cinta itu senja.
Saya malah berpikir begini. Ketika teman saya menulis status tersebut. Yang
menanyakan warna cinta. Ia, saya rasa memang tak benar-benar ingin
menanyakannya. Dan Ia tak butuh jawaban atasnya. Itu hanya luapan tak
tertahankan. Mungkin saja Ia sedang benar-benar kasmaran.
Bagi saya sendiri, cinta itu bukan soal warna, tapi soal rasa. Ya, soal
rasa. Yang namanya rasa itu soal selera. Dan yang namanya selara itu
sampaikapanpun tak bisa diperdebatkan. Tapi, rasa sebenarnya punya wajah.
Kita bisa memandangnya
Seorang yang menemukan kucing pincang kakinya, lalu memungutnya untuk
dirawat dirumahnya. Sampai Ia besar, bahkan sampai tua dan mati, itu soal
rasa. Itulah contoh wajah cinta yang sebenarnya. Kalau tak ada rasa.
Pastilah tak ada cinta. Itulah rumusnya.[]
Rumah Kelana : 9 April 2010 : 19.51
*Kolumnis, tinggal di Jakarta
--
==========
Yons Achmad
http://penakayu.blogspot. com
"Politik Memburuk, Sastra Membaik"
- 3.
-
[catcil] Kisah Seorang Pemuda Meninggal Husnul Khatimah di Jalan Tol
Posted by: "ali" ali.hozi@yahoo.co.id ali.hozi
Sat Apr 10, 2010 1:39 am (PDT)
By : Alihozi
Jika seseorang lisannya terbiasa dg zikir kepada Allah,SWT pada menjelang ajalnya dia tidak akan mengucapkan kata-kata lain selain berzikir kepada Allah,SWT. Berikut ini kisah seorang pemuda yg meninggal Husnul Khatimah di jalan tol.
Seorang petugas jalan tol bercerita : " Suatu ketika melintas sebuah mobil di jalan tol yg dikemudikan seorang pemuda dg kecepatan standar, tiba-tiba mobilnya mogok di terowongan. Ia pun turun untuk memeriksa mobilnya, tanpa disangka dari arah belakang tiba-tiba ia ditabrak oleh mobil lain hingga terpental. Ia mengalami cedera yg sangat parah.
Maka kamipun membawanya dg mobil dan kami menghubungi rumah sakit. Sewaktu kami meletakkannya dalam mobil dan kami pergi, kami mendengat ia membaca Al-Qur'an dg suara merdu. Subhanallah Aku yakin dia akan meninggal dalam keadaan mulia. Ia terus membaca Al-Qur'an , aku pun menoleh kebelakang dan aku lihat pemuda itu sedang mengacungkan jari telunjuknya sembali mengucapkan kalimah syahadah, kemudian kepalanya terjatuh. Aku melompat ke belakang dan kuperiksa pemuda itu ternyata sudah tiada . Ia telah meninggal.
Aku memandanginya sambil menitikkan air mata. Aku memberitahukan temanku bahwa ia sudah meninggal. Temanku pun meledak tangisannya, sedang aku menangis tersedu-sedua. Air mataku terus menetes tiada henti. Keadaan kami di dalam mobil sungguh-sungguh sangat mengharukan.
Kami pun mengantarkannya ke rumah sakit dan menghubungi keluarganya dan menceritakan apa yg terjadi pada pemuda tsb s/d meninggalnya. Keluarganya menceritakan kalau pemuda tsb memang selalu berziarah ke makam neneknya di kampung, ia selalu memberikan sedekah kepada para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin sehingga kampung itu sangat mengenal pemuda tsb.
Dan keluarganya juga menceritakan kalau Pemuda tsb juga sering memanfaatkan perjalanan panjang ke kampung dg menghafal Al-Qur'an dan mengulang-ngulangnya serta mendengarkan kaset-kaset pengajian dan ceramah agama (yg bermanfaat).
Ya Allah Ya Rabbana bimbinglah Kami kepada yg Engkau Ridhai dan Engkau Cintai dari segala perbuatan,perkataan, fikiran dan hati kami serta waktu sehat hidup kami yg tersisa ini dan wafatkanlah kami dalam keadaan Husnul Khatimah...Amiin
Salam
Al-Faqir
Alihozi http://alihozi77.blogspot. com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar