Minggu, 11 April 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3034

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (4 Messages)

1a.
[Catcil] Revisi Impian Lama From: Sugeanti Madyoningrum
1b.
Re: [Catcil] Revisi Impian Lama From: indahip@gmail.com
2.
[Kelana] I Luv U Mom! From: fiyan arjun
3a.
Re: [Bahasa] Barokah Tokek From: Mimin

Messages

1a.

[Catcil] Revisi Impian Lama

Posted by: "Sugeanti Madyoningrum" ugikmadyo@gmail.com   sinkzuee

Sat Apr 10, 2010 7:56 am (PDT)



Beberapa minggu yang lalu sempat berbincang-bincang dengan teman
tentang impian. Setelah merenung lama saya tergerak untuk merevisi 2
impian saya sejak kuliah. Keliling Indonesia dan naik haji sebelum
nikah. Saya mencoba realistis dengan keadaan saat ini. 'Kerikil' di
pertengahan tahun 2008 yang membuat seluruh tabungan habis. Bahkan
tabungan nikah dan haji juga ludes. Mulai dari nol lagi dah.
Sepertinya saat ini saya harus konsentrasi nabung buat nikah. Teman
tersebut mengingatkan sebuah janji lama. Dulu... pernah membuat janji.
Kalau nikah nggak mau ngerepotin orang tua. Saya akan berusaha keras
untuk mewujudkan janji ini.

Ya sudahlah. Keliling Indonesia dan naik haji nanti-nanti saja. Siapa
tau nanti bisa bareng sama suami. Mungkin akan lebih nikmat *ngayal
sejenak aaah*. Sekarang fokus nabung buat nikah. Ups. Emang udah mau
nikah? Emang udah di lamar? Belum... hihihi. Justru karena itu.
Mumpung belum ada tanda-tanda 'kemunculan' seseorang. Lebih baik
dipersiapkan saja. Itung-itung sedia payung sebelum hujan. Kalau hujan
angin ya sedia jas hujan sekalian biar nggak basah *apaan sih*. Saat
ini saya full freelance. Saya sadar betul harus sangat cermat
berencana dalam keuangan. Hal ini yang menjadi alasan pertama untuk
merevisi impian.

Tunggu... bukan berarti saya 'mengabaikan' atau tidak berprasangka
baik pada Allah. Saya yakin 100%. Bahwa Allah akan selalu mencukupi
segala kebutuhan umatNYA. Bahwa Allah akan selalu membantu kesulitan
umatNYA. Bahwa Allah akan selalu mengabulkan impian umatNYA yang
bersungguh-sungguh. Bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa-doa
umatNYA yang mau meminta. Bahwa tidak ada yang mustahil kalau Allah
sudah berkehendak. Saya tahu, memahami dan meyakininya.

Ini hanya masalah saya yang malu hati untuk meminta, yang rasanya tak
masuk akal. Ketika saya terantuk 'kerikil' di 2008. Di setiap detik
saya selalu meminta untuk dikuatkan. Sampai sekarang saya masih bisa
berdiri tegak sambil tersenyum ceria. Saya nggak perlu masuk rumah
sakit jiwa ataupun bunuh diri. Ini adalah sebuah keajaiban. Allah
sudah menyelamatkan hidup saya. Ada perasaan sungkan untuk meminta
impian yang tak masuk akal dengan kondisi saya sekarang. Biarlah.
Impian itu ditunda saja. Bisa jadi impian itu jadi kenyataan atau
tidak sama sekali. Tidak apa-apa. Biar menjadi rahasia masa depan :).

Ugik @Surabaya
http://ugik.multiply.com

1b.

Re: [Catcil] Revisi Impian Lama

Posted by: "indahip@gmail.com" indahip@gmail.com   iip01

Sat Apr 10, 2010 9:05 pm (PDT)



Ehm. Amiin, smoga semua mimpimu (yg blm direvisi maupun yg udh direvisi) diridhoiNya dan dikabulkanNya, mbak! :-)

Indah IP
www.kiraziya.blogspot.com
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
2.

[Kelana] I Luv U Mom!

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Sat Apr 10, 2010 9:05 pm (PDT)



Lajang. Usia 29 tahun. Melankolis. Sensitif. Humoris. Dan kreatif. Itu semua
merupakan gabungan diri saya. Entah mengapa diantara empat karakter itu
sangat melekat pada diri saya—hingga saat ini. Namun dengan ke-empat
karakter yang saya miliki dan—Tuhan berikan kepada saya, lagi-lagi saya
tetap mensyukurinya. Mungkin tanpa ke-empat karakter itu mungkin saya
bukanlah ciptaan Tuhan. Kenapa saya katakan seperti itu? Sebab, ciptaan
Tuhan—yang saya ketahui tentu tidaklah selamanya sempurna, bukan? Namun
walau pun begitu saya tetap menjalani dengan apa yang saya miliki. Malah,
sebaliknya saya harus mengucapkan syukur kepada-Nya. Karena saya bagian dari
ciptaanNya. Yang selalu penuh khilaf, penuh salah dan tak sempurna. Dan
itulah saya! *Terima Tuhan, Engkau sudah menciptakanku!

*

Usianya sekarang sudah berkepala 5. Ia sudah memiliki cucu delapan--dari
anak-anak yang ia cintai. Sehari-hari pekerjaannya hanya ibu rumah tangga
biasa. Memasak. Mencuci. Mengurus rumah serta mengikuti pengajian di majlis
taklim—dan semua ia jalankan dengan suka-cita.. Itulah yang ia lakukan
selama ini. Selama hayat masih dikandungnya. Ia tetap survive dalam
menghadapi hidupnya sekarang ini. Di usia kepala 5! Dan juga ia hanyalah
seorang single parent dari 6 putra-putri yang di milikinya. Lagi-lagi walau
pun ia single parent tetapi ia tidak kesepian. Karena anak-anak dan
cucu-cunya selalu menemani dirinya. Terlebih saya yang—selalu banyak
menghabiskan waktu dengannya diberbagai kesempatan. Dan tahukah Anda siapa
yang saya ceritakan itu semua? Tak lain beliau adalah Ibu saya! Ibu saya
yang sangat saya cintai melebihi dari diri saya.* I luv u mom…Aku cinta
kamu!
*

Jika ditanya bagaimana saya harus berkomunikasi dengannya? Maksud, saya awal
saya harus berkomunikasi dengan ibu saya tidaklah beda dengan orang-orang
[anak-anak] lainnya pada umumnya. Mungkin intensitasnya saja yang beda—saya
sering banyak berkomunikasi dengan ibu saya. Ya, walau saya anak laki-laki
baginya tetapi soal berkomunikasi sangatlah mudah. Tetapi cara berkomunikasi
saya kepadanya lebih banyak dengan cara pembuktian! Bukan rayuan seperti
anak remaja yang suka menggombali pasangannya. Saya lebih banyak
berkomunikasi secara bertatapan langsung kepadanya jika saya sedang
mempunyai masalah pribadi. Lagi-lagi tentang pasangan [jodoh] yang sedang
saya cari saat ini. Maklum saya lajang yang sampai saat ini belum berani
menyatakan kesediaan jika suatu saat pasangan saya tiba-tiba ia [menyatakan]
langsung menikah. Karena saya belum siap dari segi materi! Untuk itulah
jalan satu-satunya adalah berkomunikasi langsung kepada ibu saya. Begitu
juga ibu saya jika ia sedang bermasalah dengan salah satu anaknya, ia akan
langsung berbicara kepada saya sebagai anak yang dekat dengannya. Lucu ya?
Ada saja yang ia ceritakan kepada saya. Dan akhirnya terjadilah jalinan
antara anak dan ibu yang begitu erat. *Ehm, indahnya saat itu yang saya
rasakan….
*

Buah tidak jatuh dari pohonnya. Itulah yang saya katakan! Karena sifat dan
karakter saya sangat dominan kepadanya. Sama. Ia kadang bisa sensitif jika
saya menanyakan hal yang dapat bisa membuat ia berduka. Larut dalam
kesedihannya. Dan akhirnya ia tak mau [akan] diganggu oleh saya. Bisa-bisa
tak mau bicara dengan saya sampai sehari-dua hari. Dan saya tidak akan dapat
lagi…senyuman dari dirinya. Ibu saya. Senyuman merekah dari bibirnya yang
sudah keriput dimakan oleh usia tanpa polesan itu.

Seperti, contoh suatu hari ketika ia sakit. Dimana di kakinya, lebih
tepatnya dipergelangan paha atas kaki kirinya terdapat benjolan yang begitu
amat menyakit baginya. Hingga ia tak bisa berjalan saat itu hingga sepekan
lebih lamanya. Hanya bisa tidur-tiduran di tempat tidur yang dapat ia
lakukan. Dan agar komunikasi saya bisa lancar maka jurus yang saya gunakan
adalah memberikan ia makanan kesukaannya. Setelah itu saya akan memijat
kepalanya sampai kakinya hingga akhirnya terjalin komunikasi. Paling-paling
komunikasi yang saya lancarkan tentang bagaimana keadaannya saat itu. Dan
juga sebaliknya dengan dirinya. Ia sering menanyakan sudah dapat belum
pekerjaan [yang] tetap! Itu saja yang ia tanyakan kepada saya dengan nada
lirih. Lagi-lagi terjalinlah komunikasi. Hingga pernah sampai larut malam
saya lakukan bersamanya. Ehm, sungguh iba jika saya melihatnya saat
itu…*Hmm…ibu
aku sayang kamu….*

Ulujami, 08 Maret 2010

Teruntuk para Ibu se-Indonesia. I luv Mom...
3a.

Re: [Bahasa] Barokah Tokek

Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com   mine_haway

Sat Apr 10, 2010 9:06 pm (PDT)



2010/4/9 Siwi LH <siuhik@yahoo.com>

>
>
> Barokah Tokek (setengah fiksi)
>
> by Siu Elha
>
>
> Sampeyan sudah pernah denger nggak, kalau harga seekor tokek dengan berat
> badan tertentu bisa *mencapai sepuluh digit*? Hmhhh… fenomena konon *konon
> adalah sumber yang tidak dapat dipercaya* itu sedikit banyak mengusik para
> pemimpi di negeri ini. Salah satunya sebut saja Mas Parjo.
>
*Penampakan*
Baca tulisanmu jadi inget tokek di Rumah, Mbak.
Bapak, Ibu dan adikku juga dengar kabar burung itu, dari pawang tokek.
Pawang tokek itu pernah main ke rumah, tapi karena masih kecil ya belum bisa
dijual. Emang kalo dah sampe berapa ons gitu bisa dijual ya.
Moga emang bawa berkah yah...
Tapi takutnya jadi syirik gitu.

TFS

--
http://minehaway.com
http://minesweet.blogspot.com
Recent Activity
Visit Your Group
Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Mental Health

Learn More

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Do More for Dogs Group. Connect with other dog owners who do more.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

Tidak ada komentar: