Messages In This Digest (12 Messages)
- 1a.
- Re: [Catcil] Revisi Impian Lama From: diva p
- 1b.
- Re: [Catcil] Revisi Impian Lama From: Sugeanti Madyoningrum
- 2a.
- Bls: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Tiba-Tiba Tersadar : Terlalu Te From: susana daniali
- 3.
- Re: Yuk, Jadi Penerjemah! From: Gendisa Yuliasti
- 4.
- Menjadi Diri Yang Merdeka From: Ikhwan Sopa
- 5.
- Re: [[Catcil] Revisi Impian Lama From: Taufiq cbn
- 6a.
- Re: Alhamdulillah, Buku Antologi Puisi Gempa Padang Ane Sudah Keluar From: anty th
- 7.
- [Ucapan] Turut Brduka Atas Tragedy Tanjung Priok--Makam Mbah Priok From: bujang kumbang
- 8a.
- Ikut bergabung From: Maya Purnami™
- 8b.
- Re: Ikut bergabung From: anty th
- 9.
- Diwongke - Memanusiakan manusia... From: Supriyadi (PPIC)
- 10.
- Fwd: DONASI SIKAT GIGI BEKAS UNTUK ANAK-ANAK LAPAS From: Nursalam AR
Messages
- 1a.
-
Re: [Catcil] Revisi Impian Lama
Posted by: "diva p" diifaa_03@yahoo.com diifaa_03
Wed Apr 14, 2010 3:49 am (PDT)
ayo... ayo kita bermimpi
setinggi langit
karena impian itu bisa membangkitkan semangat kita yang kadang merapuh
bermimpi sambil menvisualisasikannya
salam
Wiwik Hafidzoh
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@.com ..> wrote:
>
> Beberapa minggu yang lalu sempat berbincang-bincang dengan teman
> tentang impian. Setelah merenung lama saya tergerak untuk merevisi 2
> impian saya sejak kuliah. Keliling Indonesia dan naik haji sebelum
> nikah. Saya mencoba realistis dengan keadaan saat ini. 'Kerikil' di
> pertengahan tahun 2008 yang membuat seluruh tabungan habis. Bahkan
> tabungan nikah dan haji juga ludes. Mulai dari nol lagi dah.
> Sepertinya saat ini saya harus konsentrasi nabung buat nikah. Teman
> tersebut mengingatkan sebuah janji lama. Dulu... pernah membuat janji.
> Kalau nikah nggak mau ngerepotin orang tua. Saya akan berusaha keras
> untuk mewujudkan janji ini.
>
> Ya sudahlah. Keliling Indonesia dan naik haji nanti-nanti saja. Siapa
> tau nanti bisa bareng sama suami. Mungkin akan lebih nikmat *ngayal
> sejenak aaah*. Sekarang fokus nabung buat nikah. Ups. Emang udah mau
> nikah? Emang udah di lamar? Belum... hihihi. Justru karena itu.
> Mumpung belum ada tanda-tanda 'kemunculan' seseorang. Lebih baik
> dipersiapkan saja. Itung-itung sedia payung sebelum hujan. Kalau hujan
> angin ya sedia jas hujan sekalian biar nggak basah *apaan sih*. Saat
> ini saya full freelance. Saya sadar betul harus sangat cermat
> berencana dalam keuangan. Hal ini yang menjadi alasan pertama untuk
> merevisi impian.
>
> Tunggu... bukan berarti saya 'mengabaikan' atau tidak berprasangka
> baik pada Allah. Saya yakin 100%. Bahwa Allah akan selalu mencukupi
> segala kebutuhan umatNYA. Bahwa Allah akan selalu membantu kesulitan
> umatNYA. Bahwa Allah akan selalu mengabulkan impian umatNYA yang
> bersungguh-sungguh. Bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa-doa
> umatNYA yang mau meminta. Bahwa tidak ada yang mustahil kalau Allah
> sudah berkehendak. Saya tahu, memahami dan meyakininya.
>
> Ini hanya masalah saya yang malu hati untuk meminta, yang rasanya tak
> masuk akal. Ketika saya terantuk 'kerikil' di 2008. Di setiap detik
> saya selalu meminta untuk dikuatkan. Sampai sekarang saya masih bisa
> berdiri tegak sambil tersenyum ceria. Saya nggak perlu masuk rumah
> sakit jiwa ataupun bunuh diri. Ini adalah sebuah keajaiban. Allah
> sudah menyelamatkan hidup saya. Ada perasaan sungkan untuk meminta
> impian yang tak masuk akal dengan kondisi saya sekarang. Biarlah.
> Impian itu ditunda saja. Bisa jadi impian itu jadi kenyataan atau
> tidak sama sekali. Tidak apa-apa. Biar menjadi rahasia masa depan :).
>
> Ugik @Surabaya
> http://ugik.multiply. com
>
- 1b.
-
Re: [Catcil] Revisi Impian Lama
Posted by: "Sugeanti Madyoningrum" ugikmadyo@gmail.com sinkzuee
Wed Apr 14, 2010 5:21 am (PDT)
@Divin: makasih. miss u too :D
@Fety & mb.Wiwik: ayuk2 kita bermimpi bersama-sama hehehe
Ugik
http://ugik.multiply. com
- 2a.
-
Bls: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Tiba-Tiba Tersadar : Terlalu Te
Posted by: "susana daniali" susanadaniali@yahoo.com susanadaniali
Wed Apr 14, 2010 4:40 pm (PDT)
Salam....
Saya terkesan membaca pengalaman yang sudah dituliskan secara menarik. Terima kasih, hal tersebut kembali mengingatkan kita semua untuk terus menghargai waktu.
Namun ada penafsiran lain yang saya tangkap. Saya merasa dari tulisan tersebut, dua orang bapak tua yang berpenampilan lusuh dan sangat mengiba itu adalah model dari individu yang masa mudanya tidak menghargai waktu sehingga masa tuanya hidup kesulitan dan kurang beruntung. Sedangkan seorang kakek yang sukses berkendaraan mobil, berkedudukan terpandang, yang sering membagi-bagikan hadiah dan uang kepada cucu-cucunya adalah potret individu yang masa mudanya sangat menghargai waktu, giat bekerja, rajin menabung, dan berbuat yang terbaik. ....Mmmmm....apakah secepat itu kita menilai dan mengukur orang hanya dari penampilan luarnya. Saya sependapat jika tangan yang di atas (memberi) lebih mulia dari tangan yang di bawah (menerima). Anggaplah ini saran yang saya tujukan buat saya sendiri, coba lihat lebih dekat. Setiap orang punya masa lalu yang unik, tidak sama antara satu dengan lainnya. Tapi Tuhan punya cara sendiri untuk memuliakan makhluk-Nya, melampaui
batas dan cara pandang manusia. Saya mengenal beberapa orang yang hidupnya diawali dengan perjuangan tanpa kenal lelah, tapi hidupnya banyak cobaan hingga kini. Tapi orang-orang tersebut tak kenal menyerah, kesusahan seolah bagian hidup mereka dan mereka tetap berupaya menjadi orang yang mandiri. Sewaktu SMP saya memiliki tetangga yang kaya raya, dari luar tampaklah mereka keluarga terpandang dan pemurah. Banyak orang memuliakannya. Tahukah apa yang terjadi beberapa tahun kemudian....seluruh kekayaannya disita polisi dan kepala keluarga tersebut diadili karena telah merampok uang negara. Semua orang terhenyak, jadi siapakah yang mulia.... hanya Tuhan yang tahu. Maaf, jika saya salah menafsirkan isi tulisan anda, karena saya terus terang mendapat masukan yang baik dari apa yang anda kemukakan. Semoga komentar yang berasal dari pengalaman saya ini dapat kita ambil hikmahnya.
Tabik Semata
Susanadaniali
--- Pada Sen, 22/3/10, ~ Made Teddy Artiana ~ <made.t.artiana@gmail.com > menulis:
Dari: ~ Made Teddy Artiana ~ <made.t.artiana@gmail.com >
Judul: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Tiba-Tiba Tersadar : Terlalu Terlambat !
Kepada: hardrockfm@yahoogroups.com , media-jakarta@yahoogroups. , mediacare@yahoogroucom ps.com , bisniskristen@yahoogroups. , "bety bahagianty" <bety_bahagianty@com yahoo.com >, wordsmartcenter@yahoogroups. , sekolah-kehidupan@com yahoogroups. , Spiritual-Indonesiacom @yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 22 Maret, 2010, 6:29 PM
Tiba-Tiba Tersadar : Terlalu Terlambat !
oleh Made Teddy Artiana, S. Kom
(company profile developer)
"Nobody can go back and start a new beginning, but anyone can start today and make a new ending." ~Maria Robinson
Kakekku pernah mengatakan ini padaku.
"Selama kita masih diberi umur dan kesehatan oleh TUHAN, bekerjalah sekeras mungkin, menabung sebanyak mungkin dan berbuat sebaik-baiknya untuk diri sendiri dan orang lain. Karena waktu bukan sesuatu yang tidak terbatas".
Dan kini, dalam perjalanan meeting ke rumah client kami, aku bertemu perwujudan nyata dari hal-hal tersebut.
Peristiwa pertama yang kutemui adalah seorang tua, dengan topi dan kemeja lusuh -yang sudah sangat pantas dijadikan lap kotor- bersandal jepit kumal keriting, berdiri dipersimpangan jalan. Mengatur lalu lintas dan berharap belas kasihan uang receh sebagai imbalannya. Polisi gopek.
Kemudian, seorang tua renta –kali ini jauh lebih tua dari yang pertama tadi- dengan mata kiri yang cacat, berpakaian tukang parkir berjalan mendekat kearah mobil ku. Sebenarnya, sedari tadi orang ini sudah menarik perhatianku. Betapa tidak, dalam usia seperti itu bekerja sebagai tukang parkir. Setiap hari berkeliaran dipinggir jalan aspal, dibawah terik matahari membakar, berselimut debu dan asap dari mulut knalpot seantero kendaraan di Jakarta. Mungkin karena sudah terbiasa, ia tidak terlalu peduli dengan keadaannya itu. Tetapi bagi ku pribadi ini adalah pemandangan keadaan dibawah standard kemanusiawian. Orang tua seperti dirinya seharusnya sudah beristirahat dirumah bersama anak cucu tercinta. "Ya ampun, biar Pak, nggak usah…", kataku sambil bergegas setengah berlari kearahnya. Orang tua itu menggenggam handle pintu mobil, dan berniat membukakannya bagiku. Aku menyentuh tangan-tangan keriput berdebu dengan hiasan urat-urat kasar
disekelilingnya.
"Pak, anak atau cucu bapak dimana ?", tanyaku tak sabar lagi.
Ia tersenyum ramah lalu menunduk. Sesaat terdiam, sementara aku tetap menunggu jawabannya tak mau beranjak. Akhirnya wajah itu terangkat, kini matanya diselimuti air, sementara pundak-pundak tua itu tampak bergetar. Ia menangis. "Ada..", jawabnya lirih. Sekarang rasa haru menyelimuti dadaku. Mungkin pertanyaan penasaran dariku membuka kembali luka dan menjadi terlalu berat untuk dicarikan jawabannya.
"Ya sudah Pak..tak perlu diceritakan", ujarku selembut mungkin, tak ingin menyiksanya terlalu lama. Setelah membayar parkir, aku segera berlalu sambil membisikkan sebuah doa baginya, TUHAN menyertaimu.
Kini setibaku di rumah client kami, pemandangan kontraspun terhampar didepan mata.
Seorang bapak -pemilik sebuah perusahaan minyak ternama, dengan lima orang anak, dirumah mereka yang elegan, tak lupa seorang sopir, pengawal dan mobil mewah yang siap mengantar kemanapun ia akan pergi-tengah membagi-bagikan uang lima puluh ribuan kepada cucu-cucunya, berjumlah tujuh orang dan beberapa lembar seratusribuan kepada beberapa orang keponakan beliau. Ada dua cucu beliau, mungkin karena masih kecil untuk mengerti angka limapuluh ribu, tidak terlalu menggubris pemberian eyang mereka, meletakkan dengan sembarang uang itu, lalu asyik berkejar-kejaran dengan cucu yang lain.
"Biasa Mas Made, mereka belum ngerti uang, biasanya sih saya memberikan hadiah kecil buat mereka. Tapi tadi saya lupa, biar bapak ibunya aja yang beliin buat dia", ujar beliau sambil tersenyum.
Jelas laki-laki ini begitu terhormat dan berada dalam status sosial dan kualitas hidup beratus-ratus tingkat diatas kedua lelaki yang kuceritakan sebelumnya diatas.
Apakah hidup melakukan sebuah kekeliruan ? Apakah TUHAN yang salah menempatkan sebuah kemuliaan ? Ataukah kita –para manusia ini- yang tidak tahu menghormati betapa mulianya diri kita, dan betapa berharganya hidup ini ?
Kesaksian orang-orang mulia, bijak dan kaya menunjukkan tidak adanya kesalahan dalam hal-hal tersebut. Bahwa hidup sudah diprogram sedemikian rupa untuk hanya memberikan kemuliaan hanya kepada mereka yang hidup didalamnya. Bahwa hidup hanya akan merekam lalu mengembalikan apa saja yang kita berikan kepadanya. Bahwa TUHAN dengan segala keagungan dan keadilannya selalu saja mengganjari setiap orang menurut kesucian tangan dan hidup mereka. Dan bahwa manusia itu sedari awal adalah berharga dan mulia dimata-NYA. Kita terlalu dicintai-NYA.
Hanya saja banyak diantara kita dulu merasa terlalu perlu menghormati diri dan hidup ini, mungkin karena merasa terlalu muda, terlalu tampan, terlalu sexy, terlalu exist, terlalu asyik dengan hal-hal yang tidak memuliakan diri kita, lalu kemudian tiba-tiba tersadar disuatu pagi, dan menemukan segalanya sudah terlambat. Terlalu terikat kebiasaan buruk, terlalu berpenyakit untuk menikmati hidup, terlalu miskin untuk memberi, terlalu banyak masalah untuk sekedar bernafas, terlalu tua, terlalu lemah, terlalu terlambat.
Sungguh setiap orang jika diletakkan dalam jajaran waktu adalah merugi.
Memang benar ada peribahasa : manusia berencana, TUHAN menentukan. Namun ada benarnya juga jika kita sadar, bahwa rencana-rencana mulia TUHAN tidak akan terwujud pada hidup kita, jika kita menolak menjalankan rencana-rencana- NYA. Karena TUHAN bukan lah diktator, yang kemudian merebut paksa "kebebasan bersikap" yang IA berikan pada kita.
Seandainya saja kita menuruti-NYA. Ya, seandainya saja kita menurut.
--
what a wonderfull journey !!!
MTA
http://semarbagongp etrukgareng. blogspot. com/
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/ id/internetexplo rer/
- 3.
-
Re: Yuk, Jadi Penerjemah!
Posted by: "Gendisa Yuliasti" y_gen2004@yahoo.com y_gen2004
Wed Apr 14, 2010 4:40 pm (PDT)
Wah setuju sama mas Nursalam. Memang sertifikat atau lisensi gak sepenuhnya jadi jaminan untuk bisa jadi penerjemah. Paling kalau dokumen atau event-nya bersifat credential atau berskala internasional, menurut saya baru sertifikat akan menjadi nilai tambah bagi seorang translator/interpreter.
Saya sudah hampir dua tahun jadi penerjemah lepas dan masih mengandalkan lahan ini sebagai mata pencaharian. Walaupun saya belum bersertifikat dan masih mencoba mencari pekerjaan tetap, tapi kerjaan sebagai penerjemah alhamdulillah terus berjalan. Dengan bekal sarjana dari Program Studi Prancis memang sangat membantu saya untuk ikut mengajukan bid/tawaran di agen penerjemah dalam dan luar negeri.
Btw, mas Nursalam, salam kenal. Ajak2 ya kalau mau menerjemahkan buku. hehehe.... Happy translating/interpreting! :)
Gendis
http://rydis.multiply. com
- 4.
-
Menjadi Diri Yang Merdeka
Posted by: "Ikhwan Sopa" ikhwan.sopa@gmail.com ikhwansopa
Wed Apr 14, 2010 6:44 pm (PDT)
*Menjadi Diri Yang Merdeka*
Sahabat, pernahkah engkau mendengar ungkapan semacam ini?
*"Saya tidak pernah membayangkan bisa melakukan ini semua, he...he...he...
tapi ternyata bisa ya?"*
Imajinasi kita nyaris tak berbatas. Tapi, *kapasitas* yang menampung
imajinasi itu; selalu *jauh lebih luas*.
*1.* Kapasitas kita di dalam kebaikan adalah kemampuan untuk belajar, untuk
mencintai, dan untuk bertindak, plus keberanian, kesabaran, dan antusiasme.
Kita memilikinya sejak bayi dan semua itu tak akan hilang hingga kita mati.
*2.* Apa yang menjadi penghalang bagi kemajuan kita saat ini, adalah ibarat
karat-karat yang menutupi.
Dan sahabat, bukankah itu berarti bahwa keberadaan semua karat itu justru
menjadi *sebab* agar kita bisa........... *MEMILIH?*
Jika bajumu hanya satu, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang sahabat *AKAN* lakukan?
Jika uangmu banyak, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang *BISA* sahabat lakukan?
Jika perasaanmu sedang tak karuan, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang sahabat *INGINKAN*?
Di Jakarta ada banyak *PILIHAN* jalan tikus. Jalanmu sedang macet,
bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang *MUNGKIN* sahabat lakukan?
Sahabat,
*"BISA MEMILIH"* adalah akhir dari apapun pengejaran yang engkau lakukan.
Sebab, *"BISA MEMILIH"* adalah *MERDEKA*. Bukankah yang engkau kejar adalah
apa-apa yang ada kata "*freedom*"-nya?
Financial...,
Health...,
Time...
Manakah yang akan kita pilih sahabat; satu... atau dua?
Mari kita merdekakan diri kita, yang pastinya semata-mata *DEMI *kebebasan
tertinggi di sisi-Nya kelak.
Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://www.motivasi-komunikasi- leadership. co.cc
http://www.facebook.com/pages/ Motivasi- Komunikasi- Leadership/ 196571006305
- 5.
-
Re: [[Catcil] Revisi Impian Lama
Posted by: "Taufiq cbn" tendo_cbn@yahoo.co.id tendo_cbn
Wed Apr 14, 2010 8:33 pm (PDT)
Up Mbak Ugik..
Sodara saya selalu bilang.. keadaan sekarang ini merupakan realisasi dari mimpi-mimpi masa lalu..
so, mari kita bermimpi untuk masa yang akan datang.. karena nantinya mimpi-mimpi kita ini yang akan menjadi keadaan dimasa depan.. tentunya dengan tidak meninggalkan ikhtiar untuk merealisasikannya..
Allah tidak akan merubah suatu kaum, kalau mereka (kaum) tidak mau berubah.. kurang lebih gitu dalam firmanNya..
Yok kita Bermimpi dan terus mencoba merealisasikannya...
salam,
Taufiq
Orang Bogor yang lagi mimpi bisa menginjak Negara Jepang...
- 6a.
-
Re: Alhamdulillah, Buku Antologi Puisi Gempa Padang Ane Sudah Keluar
Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com anty_th
Wed Apr 14, 2010 8:45 pm (PDT)
Alhamdulillah great
sukses selalu
^_^
salam
anty
- 7.
-
[Ucapan] Turut Brduka Atas Tragedy Tanjung Priok--Makam Mbah Priok
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Thu Apr 15, 2010 12:34 am (PDT)
Sebagai warga BETAS [Betawi Asle] aye turut prihatin dengan Tragedy Tanjung Priok--Makam Mbah Priok. Kalo ingat Tanjung Priok ingat tragedy zaman baheula--yang tragis dan
mencekam....Ih, aye nggak MAU ingat-ingat lagi ah kayak begituan...Ih,
serem...Aye turut prihatin!
Aye tetap mendukung kedamaian dan persatuan umat! Apalagi Tanah Betawi nggak banget!!
Salam
*Fiyan Arjun
Piss, Luv and Laugh
FB:fiyanarjun@gmail.com
FB:bujangkumbang@yaho.co.id
*)Penulis antologi Puisi Gempa 30 September 2009, Padang dan Bela Diri for Muslimah
_____________________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
- 8a.
-
Ikut bergabung
Posted by: "Maya Purnami™" maya.purnami@yahoo.com maya.purnami
Thu Apr 15, 2010 12:58 am (PDT)
Ngga ingat apakah sy sdh memperkenalkan diri atau belum ...
Tapi sy sdh lama bgabung dsini, membaca dan belajar banyak dari tulisan2 yg ada dsini
Sekarang ijinkan sy memperkenalkan diri
Maya Purnami
Di Kelapa gading jakarta
Ibu dari 2 orang anak
Sy ingin belajar lebih banyak ttg tulisan, ttg kehidupan dan ttg kehidupan yg d tulis dalam tulisan2 indah dsini ...
Regards,
Maya Purnami�
Sent from my BlackBerry�
powered by INDOSAT - 8b.
-
Re: Ikut bergabung
Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com anty_th
Thu Apr 15, 2010 1:07 am (PDT)
Selamat datang mbak Maya
smoga bisa menjadi guru yg baik juga bagi kita smua
perkenalkan, saya anty dari medan
senang berkenalan dengan mbak maya
^_^
salam hangat
anty
- 9.
-
Diwongke - Memanusiakan manusia...
Posted by: "Supriyadi (PPIC)" SUPRIYS3@Mattel.com supriyadisolo
Thu Apr 15, 2010 1:02 am (PDT)
Diwongke....
(dimanusiakan)
Sebuah istilah jawa yang berasal dari suku kata wong (manusia) dengan tambahan prefix di dan prefix ke sehingga menjadi sebuah kata kerja yang bersifat pasif
Setiap orang pasti ingin diwongke...
Yang berarti menjadi menjadi manusia sebagaimana mestinya
Yang minta didengar
Yang minta dihargai
Yang minta diperlakukan sebagaimana mestinya manusia
Diwongke...
Sebuah kata yang menjadi senjata walikota Solo ketika memindah / merelokalisasi (sebuah kata yang lebih indah didengar dibandingkan kata menggusur, lapak-lapak sepanjang rel kereta, lebih dari 6 pasar hingga beberapa rumah yang tinggal di bantaran Bengawan Solo.
Masih ingat ketika perpindahan dari pasar lama ke pasar yang baru, dibuat arak-arakan seperti karnaval dengan drumband didepan dan prajurit kraton dibelakangnya
Sehingga mereka memang bukan digusur tetapi mereka merayakan kepindahan menuju sesuatu yang lebih baik
Bukankah itu yang diinginkan setiap orang baik rakyat maupun pemerintahnya
Menuju sesuatu yang lebih baik
Diwongke...
Sebuah kata yang tidak ada ketika Satpol PP memukuli ratusan orang di depan makam Mbah Priok kemarin
Termasuk ketika satpol PP gagal diwongke oleh orang-orang yang menginjak-injak satpol PP
Kalau koruptor hingga markus yang mencuri keringat rakyat dijemput laksana raja... itu memang lebih dari "diwongke" yah...?
Lebih dari "wong" / manusia, berarti apa dong?
Thnks
Supriyadi - Solo
- 10.
-
Fwd: DONASI SIKAT GIGI BEKAS UNTUK ANAK-ANAK LAPAS
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Thu Apr 15, 2010 1:44 am (PDT)
Ass.wr.wb.
Sumbangan kecil bagi kita tapi bernilai besar untuk Anda...
Copyleft: silakan disebarluaskan....
Tabik,
Nursalam AR
---------- Forwarded message ----------
From: dinda_milis <dinda_milis@yahoo.co. >id
Date: Thu, 15 Apr 2010 03:07:53 -0000
Subject: [jurnalisme] DONASI SIKAT GIGI BEKAS
To: jurnalisme@yahoogroups.com
DONASI SIKAT GIGI BEKAS -
Sehari minimal 2 kali kita gunakan sikat gigi. Dan sebulan sekali kita
berganti dg sikat yg baru. Kemanakan sikat tsb berakhir? Tempat sampah
adalah solusi yg selama ini kita ketahui. Tapi sejak membaca tulisan
ini, jangan lemparkan sikat gigi bekas tsb ke tong sampah, karena kami
siap menampungnya.
Anak-anak yg tak beruntung dan tinggal di balik terali besi memiliki
kreatifitas utk mengolah sikat bekas tsb. menjadi aksesoris yg
menarik. Seperti cincin dan gelang. Kegiatan ini dilakukan tatkala
kesepian dan kejenuhan menghampiri mereka. Jadwal aktifitas mereka
diluar ruangan hanya sampai jam3 sore. Selebihnya harus berada di
dalam 'sel' yg menampung 7-10 anak berusia 14-18 tahun.
Larangan menyalakan api, kegarangan petugas, dan keterbatasan alat,
tidak menyurutkan mereka berkarya, mengusir kebosanan. Awalnya
aksesoris yg dihasilkan hanya utk orang terdekat, seperti pacar,
saudara. Namun karena kualitasnya tak kalah dari produk pabrik,
beberapa napi dewasa pun ikut pesan ke mereka utk dipakai sendiri atau
diberikan ke orang yg disayangi.
MENYUMBANGKAN sikat gigi bekas / MEMBELI karya mereka sama dengan ANDA telah:
� Menghargai kreatifitas mereka.
� Membangun rasa PD mereka utk menghasilkan uang dg cara HALAL.
� Membantu mereka membeli buku-buku yg diinginkan.
Sebagian hasil karya anak-anak tersaji dalam lampiran foto.
Bahan yg mereka butuhkan adalah SIKAT GIGI BEKAS yg bergagang PLASTIK
BENING, baik yg bercorak maupun polos. Ditambah bekas kemasan kartu
perdana utk membuat list putih didekeliling cincin.
Anda dapat mengirimkan sikat gigi bekas tsb ke alamat di bawah ini:
Dian Sasmita/KaPAS
(Komunitas Peduli Anak Solo)
Pondok RT 9 RW 4 Ds. Tohudan
Colomadu � Karanganyar, Jateng
KaPAS adalah wadah bagi orang-orang yg memiliki kepedulian terhadap
anak-anak yg sedang menjalani hukuman penjara di Rutan Klas 1
Surakarta � Jateng. Kegiatan KaPAS bersama anak-anak rutin dilakukan
setiap hari sabtu sejak 9 bulan lalu. Hingga kini telan membina 48
anak melalui berbagai kegiatan seperti melukis, berpuisi, dan bermain
musik. Harapannya anak-anak tsb dapat menjadi pribadi yg positif dan
percaya diri sekembalinya ke masyarakat kelak.
Salam,
Dian
--
"Going extra miles!"
Nursalam AR
Translator - Writer
0813-10040723
021-92727391
Blog: www.kintaka.wordpress. com
Facebook: www.facebook.com/nursalam. ar
YM ID: nursalam_ar
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar