Bismillahirrahmanir rahim...
Salah satu ciri orang munafik adalah tidak sholatnya mereka (laki2)
secara berjamaah (di mesjid). Terlepas dari berapa besar unsur
kemunafikan yang merasuk ketika seorang muslim meninggalkan sholat
berjamaah tanpa alasan syar'i, tak layaklah kita bermain-main dengan
unsur kemunafikan itu walaupun sedikit.
Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu
'anhu, ia berkata, "Aku telah menyaksikan kami (para sahabat), tidak ada
seorangpun yang meninggalkan shalat (berjama'ah) kecuali munafik yang
nyata kemunafikannya atau orang sakit. Bahkan yang sakit pun ada yang
dipapah dengan diapit oleh dua orang agar bisa ikut shalat (berjama'ah)
".
[Hadits Riwayat Muslim]
Ciri kemunafikan menjadi semakin kuat, ketika yang ditinggalkan adalah
sholat shubuh dan isya berjamaah.
Dari Ubay bin Ka`ab, "Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
shalat shubuh bersama kami dan beliau bertanya, 'Apakah fulan hadir?'
Mereka menjawab, 'Tidak'. Beliau bertanya lagi, 'Apakah fulan hadir?'
Mereka menjawab, 'Tidak`. Beliau bersabda, Sesungguhnya 2 shalat ini
(shubuh dan isya -red) adalah shalat terberat bagi orang-orang munafik.
Seandainya kalian mengetahui pahala yang ada pada keduanya, niscaya
kalian akan mendatanginya walaupun dengan merangkak di atas lutut.
Sesungguhnya shaf pertama adalah sepeti shaf Malaikat.... ....' "
[HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, shahih]
Adapun bagi mereka yang sulit menemukan masjid, sebagaimana kondisi
sebagian muslim di negeri-negeri non-muslim, maka tetap selayaknya
mereka berusaha melaksanakan sholat secara berjamaah, baik itu di asrama
mereka atau yang lainnya.
"Tiada tiga orangpun di dalam sebuah desa atau lembah yang tidak
diadakan di sana shalat berjama'ah, melainkan nyatalah bahwa mereka
telah dipengaruhi oleh setan. Karena itu hendaklah kamu sekalian
membiasakan shalat berjama'ah sebab serigala itu hanya menerkam kambing
yang terpencil dari kawanannya."
[HR. Abu Daud dengan sanad hasan dari Abu Darda']
Sungguh, sholat berjamaah itu tidak menghabiskan waktu kita kecuali
10-15 menit. Jika kita dengan enteng meninggalkannya, maka alasan apa
yang akan kita kemukakan di akhirat kelak selain "kerasukan kemunafikan"
dan "di bawah pengaruh setan"?
Jika peringatan tidak lagi bermanfaat buat kita, maka mungkin bukan saja
kemunafikan yang telah merasuk, namun keimanan juga sudah mulai
keluar....
...fa innadzdzikkra tanfa'ul mu'minin.
"...karena sesugguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang beriman"
[adz-Dzariyat: 55]
Syaikhul_Muqorrobin
http://muqorrobin.
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar