Rabu, 07 April 2010

[daarut-tauhiid] OOT: Perkenalan buku "TSQ Stories"

 

Assalaamu'alaikum wr.wb.

Kami mau memperkenalkan buku baru:

Judul: TSQ Stories
Kisah-kisah penelitian dan pengembangan sains
dan teknologi
di masa peradaban Islam
Author: Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Penerbit: Al-Azhar Press
isbn: 979-3118-80-6

Buku ini saya sebut "TSQ-stories", karena berisi
kisah-kisah tentang kecerdasan ilmiah dan kreativitas
teknologi yang berbasis spiritual
(technoscience-spiritual-quotient). Kisah-kisah ini
digali dari sejarah keemasan peradaban Islam, era di mana
diyakini ada keseimbangan yang luar biasa antara budaya
rasional dan transendental, antara dunia "aqli" dan
"naqli", dan antara kemajuan dunia dan keselamatan
akherat.

Kisah-kisah ini "dipulung" dari banyak sekali sumber.
Saya amat berhutang budi kepada Wikipedia, Sigrid Hunke
("Allahs Sonne ueber dem Abendland"), Ahmad Y Al-Hassan &
Donald R. Hill ("Islamic Technology: An Illustrated
History"), suami istri Ismail Roji & Lois Lamya al-Faruqi
("The Cultural Atlas of Islam"), Francis Robinson ("Atlas
of the Islamic World since 1500"), Geoffrey Barraclough
("The Times Atlas of World History"), dan masih banyak
lagi sumber-sumber yang berserakan. Meski akurasinya
dijaga, buku ini tidak dimaksudkan sebagai karya ilmiah
yang harus mencantumkan sumber referensi di setiap
pernyataan, namun buku ini ditulis lebih untuk dijadikan
inspirasi.

Dengan kisah-kisah ini kita tidak ingin bernostalgia dan
selalu menengok masa lalu. Apalah artinya uang segudang
tapi adanya di masa lalu dan sekarang dengan kantong
kosong dan perut lapar kita menjadi pengemis pada
rentenir-rentenir dunia? Namun dengan kisah-kisah ini
kita ingin menunjukkan, bahwa kita pernah memiliki kakek
dan nenek orang-orang hebat nan mulia. Di dalam tubuh
kita mengalir darah mereka. Dan kita juga masih memiliki
apa yang pernah membuat mereka hebat dan mulia, yakni
ajaran Islam, yang bila dipraktekkan secara sinergis baik
di level individual, level sosial-kultural, maupun level
sistemik-struktural pasti akan memberikan "ledakan
peradaban" yang sama. Dalam bahasa yang lebih gamblang,
pada masa keemasan Islam itu tak cuma ada kesalehan
individual, tetapi juga ada kesalehan kolektif, dan
kesalehan negara. Untuk itulah pada awal setiap kisah
selalu diberikan refleksi untuk menghubungkan masa kini
dengan dengan masa lalu.

Tentunya akan muncul pertanyaan lanjutan yang sangat
absah: mengapa peradaban tinggi yang pernah membuat
generasi hebat nan mulia itu kemudian tenggelam? Lalu apa
saja yang dapat kita perbuat untuk menarik peradaban itu
dari dasar samudra agar dapat tegak kembali berlayar
menuju tanah impian? Untuk pertanyaan-pertanyaan ini
sudah tersedia jawabannya, namun bukan di buku ini.

Buku ini didesain agar ringan, dapat dibawa ke sekolah di
level apapun, dijadikan materi diskusi oleh guru pelajaran
apapun. Sengaja, hampir seluruh pelajaran yang ada di SD
hingga SMA dapat dicarikan contohnya di satu atau lebih
judul tulisan dalam buku ini. Kita ingin, Islam tidak
cuma dikenal dan diinternalisasi oleh guru agama saja,
tetapi juga oleh guru-guru dari segala mata pelajaran.
Guru matematika mengetahui kisah-kisah matematikawan
muslim di masa lalu, sebagaimana guru olahraga atau guru
kesenian juga mendapatkan perkenalan yang serupa. Bahkan
lulusan SMA yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi
dapat mendapatkan inspirasi – dan juga motivasi – tentang
jurusan apa di perguruan tinggi yang dapat mengikat
emosinya dengan kehebatan dan kemuliaan nenek moyang kaum
muslim.

Tentu saja, sebagai perkenalan, buku ini teramat singkat.
Sesungguhnya tulisan-tulisan ini pernah dipublikasikan di
tabloid Media Umat dari tahun 2008 hingga 2010. Setelah
mengarungi nyaris seluruh jenis ilmu, tiba saatnya bahasan
di tabloid tersebut diperdalam. Kalau tidak, niscaya
kisah-kisah singkat yang bersifat overview semacam ini
lekas kehabisan bahan.

Sebagai catatan terakhir, kalau di buku ini disebut
"ilmuwan Islam", maka maksudnya adalah "ilmuwan negara
Khilafah". Ilmuwan yang bersangkutan boleh jadi non
muslim, atau kemurnian aqidahnya diragukan oleh sejumlah
ulama ushuluddin. Kita tidak perlu berdebat tentang itu.
Yang penting, selama seorang ilmuwan mengabdikan hidupnya
dalam negara Khilafah dan karyanya memuliakan Islam dan
kaum muslim, maka dia adalah "ilmuwan Islam". Ini karena
Islam adalah suatu tatanan atau suatu ideologi yang khas.
Masyarakat Islam dibangun di atas tatanan itu, mulai dari
cara pandangnya atas kehidupan dan metode mereka
menyelesaikan segala persoalan kehidupan itu, yang
semuanya khas.
Hal ini sebenarnya mirip dengan kalau kita menyebut
"ilmuwan Amerika" untuk para saintis atau teknolog di
Amerika, mulai yang bekerja di NASA atau di Microsoft
hingga yang membangun Disneyland atau membuat animasi
untuk Hollywood. Mereka tak semuanya warga negara Amerika
dan secara individual juga tidak semua setuju dengan
ideologi ataupun politik luar negeri Amerika. Tetapi kita
tidak salah menyebut mereka "ilmuwan Amerika", karena
mereka, meski berasal dari Cina, India ataupun Timur
Tengah, bekerja di Amerika, dan ikut memakmurkan, membuat
jaya, dan mengharumkan citra Amerika di dunia.
Saya memohon kepada Allah, semoga langkah yang kecil ini
dapat mendorong ribuan langkah kecil lainnya, hingga
menjadi langkah-langkah raksasa yang cukup demi menarik
peradaban Islam keluar dari dasar samudra, kembali
memimpin zaman, merahmati seluruh alam.

Saya memohon kepada Allah, agar mempertemukan kita dengan
orang-orang yang amat kita rindukan, yaitu baginda Nabi
dan para sahabatnya, serta para ilmuwan Islam yang shaleh,
yang perjalanannya mencari ilmu adalah jihad fii
sabilillah, dan goresan tintanya lebih mulia dari darah
para syuhada.

Daftar Isi:

1. Ketika Agama bukan sekedar Dogma dan Busana
2. Belajar Bahasa untuk Negara Adidaya
3. Olahraga Para Mujahid
4. Ketika para Seniman Orang-orang Beriman
5. Matematika Islam bukan Numerologi
6. Astronomi Islam tak sekedar Hisab & Ru'yat
7. Fisikawan Islam Mendahului Zaman
8. Terbang tanpa karpet ajaib
9. Ketika Kimiawan tak lagi Tukang Sihir
10. Teknologi Militer Islam
11. Kedokteran Islam pakai Uji Klinis
12. Ketika Sehat bukan Misteri
13. Islam Pernah Merevolusi Pertanian
14. Ketika geografi induk segala ilmu
15. Ilmu Sosial bukan Anak Tiri
16. Psikologi tak harus ikut Freud
17. Tata Negara yang tidak membosankan
18. Ekonomi Umat tak hanya Zakat
19. Industri Islam tak hanya Perangkat Ibadat
20. Negeri Kincir Angin pertama bukan Belanda
21. Arsitektur Islam tak hanya Masjid Sentris
22. Kota Islami Kota Terrencana
23. Ketika Bencana tak hanya diratapi dengan doa
24. Krisis Energi bagi sebuah Negara Merdeka
25. Ketika Jarak bukan Penghalang Komunikasi
26. Teknologi Kelautan untuk Negara Adidaya
27. Teknologi untuk Menutup Aurat
28. Menjadi Cerdas dengan Kertas
29. Ketika Perpustakaan Jadi Identitas
30. Manajemen Riset para Mujtahid

Total 212 halaman.
Harga toko Rp. 25.000,-

Buku ini sudah ada di Toko Buku (Gramedia, Gunung Agung).
Tetapi kalau di kota anda belum tersedia, silakan hubungi
kami (direct selling).
Ongkos Kirim dapat dilihat di
http://www.posindonesia.co.id/tarif_pkh.php

Salam
FA.-
email: famhar@yahoo.com, famhar@telkom.net
hp: 0816-1403109
=============================================================================================

Segera nikmati Free Trial 60 hari Protector Postpaid layanan keamanan online bagiPelanggan Speedy.
Info lebih lanjut hubungi 147 atau http://protector.telkomspeedy.com

=============================================================================================

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Do More for Dogs Group. Connect with other dog owners who do more.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: