Ingin Bisa Khutbah dan Ceramah
Oleh: Musyaffa Ahmad Rohim, Lc
________________________________
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustadz, alhamdulillah, saya aktif berdakwah di kampus dan sekolah.
Biasanya di kegiatan kerohanian Islam. Banyak yang bisa saya perbuat:
merekrut kader, membina, dan mengarahkan rekan-rekan aktivis untuk
melakukan terobosan program baru.
Namun, ada satu masalah yang hingga saat ini kerap mengganggu pikiran
saya. Saya merasa tidak mampu mengisi tabligh atau forum-forum dakwah
yang bersifat massal. Sudah beberapa kali saya memberanikan diri
khutbah Jum'at dan ceramah di masjid. Tapi, kurang memuaskan. Banyak
peserta yang kecewa dengan penampilan saya. Akhirnya, saya putuskan
untuk tidak menerima undangan ceramah, khutbah, dan sejenisnya.
Benarkah keputusan saya itu? Tapi, hati kecil saya mengatakan saya
ingin sekali bisa berkhutbah dan berceramah. Bagaimana ini, Ustadz?
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Khairul, Bekasi.
Jawaban:
Wa'alaikumussalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara Ahmad Khairul yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala dan
para pengunjung dakwatuna.com di mana saja Anda berada, semoga Anda
semua senantiasa mendapatkan bimbingan, hidayah, dan taufiq dari Allah
subhanahu wa ta'ala, juga senantiasa dalam keadaan iman, Islam, dan
ihsan yang terus terjaga dan meningkat dari waktu ke waktu. Amin.
Terlebih dari itu, semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa
menghimpun kita semua dalam barisan ad-da'wah ilaLlah, menyeru dan
mengajak manusia untuk kembali ke jalan-Nya. Amin.
Saudara Ahmad Khairul, dari masalah yang Antum hadapi, saya
menyimpulkan ada dua hal yang perlu kita bahas, yaitu:
Pertama, masalah syumuliyatul 'amal ad-da'awi wa takamuliyatuhu
(kemenyeluruhan dan sinergitas kerja dakwah), dan
Kedua, masalah tanmiyatul qudurat adz-dzatiyah lid-da'iyah
(pengembangan kemampuan-kemampuan diri bagi seorang dai)
Masalah Pertama
Saudaraku, dakwah yang kita maksud di sini adalah mendakwahkan Islam
atau menyerukan agama Islam kepada seluruh umat manusia, agar agama
yang diridhai di sisi Allah subhanahu wa ta'ala menjadi jalan hidup
mereka dan mereka tidak meninggal kecuali dalam keadaan muslim.
Agama Islam adalah agama yang syamil (menyeluruh, mencakup segala segi
dan sisi kehidupan), dan juga mutakamil (antara satu segi dan satu
sisi dengan segi dan sisi lainnya saling menyempurnakan, saling
melengkapi dan membentuk sinergi).
Karena itulah, dakwah Islam juga bersifat syamilah (menyeluruh dan
mencakup segala segi dan sisi kehidupan) dan mutakamilah (saling
melengkapi, saling menyempurnakan dan membentuk sinergitas).
Dakwah yang syamilah dan mutakamilah ini menuntut:
• Adanya amal (kerja) yang syamil dan mutakamil.
• Adanya potensi, kemampuan, dan jerih payah yang syamil dan mutakamil pula.
Oleh karena itu, wahai saudaraku, kemampuan, potensi, dukungan dan
jerih payah apa saja yang dimiliki oleh umat Islam ini, bisa dan harus
disumbangkan untuk dakwah, sesuai dengan daya dukung masing-masing.
Yang memiliki kemampuan rekruiting, silahkan menyumbangkan
kemampuannya untuk merekrut. Yang memiliki kemampuan membina,
pergunakanlah kemampuannya itu untuk membina.
Dan Anda, saudaraku Ahmad Khairul, perlu bersyukur kepada Allah
subhanahu wa ta'ala, karena Anda mempunyai kemampuan merekrut,
membina, dan mengarahkan. Maksimalkan kemampuan ini agar semakin
produktif lagi sehingga prestasi amal shalih Anda di sisi Allah
subhanahu wa ta'ala akan semakin besar, banyak dan semakin baik.
Semoga amal-amal Anda yang seperti itu menjadi pemberat amal kebaikan
Anda di akhirat nanti.
Masalah Kedua
Saudara Ahmad Khairul dan pengunjung dakwatuna.com yang dimuliakan
Allah subhanahu wa ta'ala di mana pun Anda berada, sebagai makhluq
yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala dengan ta'lim (Q.S.
Al-'Alaq: 3-5), tentunya kita tidak ingin berhenti pada garis
kemampuan yang sekarang kita miliki semata.
Seorang bayi tidak pernah berhenti dari belajar dan berlatih. Dan
setelah dia mampu merangkak, berjalan, berlari, naik sepeda dan
semacamnya, ia tidak akan puas lalu berhenti dari belajar dan
berlatih. Ia akan menjadi manusia yang terus belajar dan berlatih. Ia
akan terus berusaha untuk memiliki berbagai kemampuan lain yang belum
dimilikinya.
Seorang dai, secara kauni seperti umumnya manusia lainnya, ia akan
terus belajar dan berlatih. Dan secara syar'i, ia memang diwajibkan
(bahkan dalam bahasa hadits: di-fardhu-kan) untuk menuntut ilmu, ilmu
syar'i, ilmu kaun (alam), ilmu madani-hadhari (kemajuan-peradaban) dan
pengembangan potensi.
Oleh karena itu, kalau selama ini Anda berkeinginan untuk bisa
berceramah secara massal, berkhuthbah dan semacamnya, keinginan
seperti ini adalah wajar dan bahkan Anda diperintahkan untuk
mempelajarinya. Dan jika Anda telah mempelajarinya, berusaha secara
maksimal, dan sampai wafat Antum tetap belum menguasainya, maka
tanggung jawab Anda untuk belajar hal ini sudah terpenuhi, insya Allah
dan insya Allah, Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan meminta
pertanggungjawaban dari Anda: kenapa Anda tidak bisa?
Karenanya, teruslah Anda berusaha dan belajar. Sebelum Allah subhanahu
wa ta'ala memanggil Anda, jangan pernah berhenti dari berusaha dan
belajar.
Hal itu berlaku bukan sebatas pada kemampuan berceramah massal dan
berkhuthbah semata, akantetapi berlaku pada segala macam ilmu yang
di-fardhu-kan dan dituntut dari kita untuk kita pelajari, baik ilmu
syar'i, kauni, madani-hadhari dan pengembangan potensi.
Saya menyarankan kepada Anda, wahai saudaraku Ahmad Khairul,
belajarlah mulai dari yang kecil dan sederhana. Misalnya, menyampaikan
taushiyah (pesan) atau mau'izhah di hadapan teman-teman Anda, bisa 2
orang, 3 orang atau 5 orang dalam tempo 2-3 menit. Lalu, secara
gradual, periodik dan terus menerus Anda melakukan peningkatan. Baik
dari sisi tempo waktu yang Anda sampaikan, maupun dari sisi jumlah
pendengar yang mengikuti taushiyah atau mau'izhah Anda itu.
Anda juga bisa memulai dengan cara membaca teks yang telah terlebih
dahulu Anda persiapkan. Catatlah segala hal yang ingin Anda sampaikan.
Dan saat berbicara, Anda tinggal membaca teksnya saja. Insya Allah,
secara perlahan dan sedikit demi sedikit Anda akan menjadi terbiasa
untuk tidak melihat teks. Kalau suatu saat diminta berbicara secara
mendadak, insya Allah akan bisa walaupun untuk pertama kalinya memang
masih terasa berat dan menegangkan. Jika Anda mengalami kegagalan,
janganlah merasa berkecil hati. Tetaplah belajar dan berlatih. Jangan
lupa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, semoga Antum menjadi
penyebab bagi terbukanya hati para pendengar, atau sebagiannya untuk
menerima hidayah Allah subhanahu wa ta'ala.
Di samping hal-hal yang sifatnya teknis dan skill melalui belajar dan
latihan, yang lebih penting untuk Anda perhatikan adalah masalah
hubungan Anda dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Perbaikilah. Jaga
kebersihan hati (tazkiyatun-nafs), khususnya yang terkait dengan
ikhlash dan shidiq: Sebab, apa yang keluar dari hati yang ikhlash dan
shidiq akan masuk dan diterima oleh hati para pendengarnya dan akan
memberikan pengaruhnya di sana. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala
menjadikan kita semua sebagai imam (pemimpin) bagi orang-orang
bertakwa. Amin.
http://www.dakwatuna.com/2008/ingin-bisa-khutbah-dan-ceramah/
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar