Ragu adalah lawan (atau pasangan) dari tegas. Peragu adalah pribadi yang penuh keraguan. Pribadi yang penuh ketegasan biasanya adalah pemimpin yang besar, yang pada tahap awal, paling tidak besar untuk dirinya sendiri.
Sifat peragu dimiliki para pecundang, sedangkan sifat ketegasan dimiliki oleh para pemenang.
Takut adalah lawan (atau pasangan) dari berani. Pada banyak keutamaan hidup, sifat berani menjadi pemungkin yang paling besar.
Keberadaan kedua sifat tersebut dalam sebuah pribadi adalah keniscayaan. Dengan demikian, tingkat kemuliaan dan ukuran kehidupan seseorang, sangat tergantung pada sejauh mana dominasi salah satunya.
Jika kita harus memilihkan sifat-sifat di atas sebagai pakaian pribadi kita, maka hindari-lah sifat peragu. Bahkan seorang penakut, nasibnya akan lebih baik daripada seorang peragu.
Mengapa?
Pada saat berhadapan dengan anjing galak dan besar, seorang penakut akan dengan tegas mengambil keputusan untuk berlari sekencang-kencangny
Pada kehidupan ini, banyak sekali hal-hal menakutkan seperti anjing galak dan besar. Pada kehidupan ini, akan ada saat-saat (waktu dan tempat) bertemunya kita dengan anjing itu. Pada momentum itu-lah, ketegasan menentukan keberhasilan kita.
Saat ini kita sedang menghadapi kenaikan harga-harga yang menakutkan.
Saat ini kita sedang menghadapi bahaya laten keimanan yang kuat-ulet-licin.
Jika Anda tidak dapat menjadi perwira yang pemberani, jadilah penakut yang tegas.
Wassalam,
Syarif Niskala
syarifniskala.
[Non-text portions of this message have been removed]
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar