Jumat, 06 Juni 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2025

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (23 Messages)

Messages

1a.

100 Tahun Kebangkitan Indonesia : Bangkit !!!

Posted by: "Varendy Lumbardo" varendy@yahoo.com

Thu Jun 5, 2008 9:11 pm (PDT)

assalamu'alaikum

selamat pagi dunia !

ada banyak cara untuk memaknai peringatan kebangkitan nasional yang ke 100. kali ini saya iseng membuat sebuah renungan yang berisi tentang kebangkitan, semoga berguna . . .<!--more-->

menjadi baik tidaklah bagai membalik telapak tangan

dan setiap perubahan pastinya menyakitkan

tapi apakah jiwa yang kuat terbentuk dari kristalisasi kesenangan semata?

end

hidup adalah perbuatan

dan roda kehidupan pasti berputar

akankah kubiarkan diriku tersaput gelombang?

dan terus menerus berada dalam kabut kelam?

tentu saja TIDAK !!!

end

waktu berlalu teramat cepat

detaknya terasa menembus pori-pori

entah sudah berapa detik terbuang percuma

yang kupandang kini hanyalah cahaya

dan takkan kubiarkan ia menghilang

end

laut bergemuruh

ombak berbuih

langit marah

guntur menyambar

namun badai kuyakin pasti berlalu

takkan kubiarkan diriku terhanyut

kan kuraih dayung renta dan mulai meretas harapan

perjuangan baru saja dimulai . . .

end

wassalam

-al fakir ad dhaif-

-alkindi-

taken from my blog : varendy.wordpress.com

1b.

Re: 100 Tahun Kebangkitan Indonesia : Bangkit !!!

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Thu Jun 5, 2008 10:34 pm (PDT)

Kereeeeen
Top
Makasih yaaa, akan direnungi dalam-dalam. Dalam rumah, dalam kamar, dalam motor (halah, motor tidak bisa dimasuki ya), dalam kelas.

Salam:D
Dyah

Oiya, Maz, daftar milad yaaaaa:D

----- Original Message ----
From: Varendy Lumbardo <varendy@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Friday, June 6, 2008 11:11:32 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] 100 Tahun Kebangkitan Indonesia : Bangkit !!!

assalamu'alaikum

selamat pagi dunia !

ada banyak cara untuk memaknai peringatan kebangkitan nasional yang ke 100. kali ini saya iseng membuat sebuah renungan yang berisi tentang kebangkitan, semoga berguna . . .<!--more-->

menjadi baik tidaklah bagai membalik telapak tangan

dan setiap perubahan pastinya menyakitkan

tapi apakah jiwa yang kuat terbentuk dari kristalisasi kesenangan semata?

end

hidup adalah perbuatan

dan roda kehidupan pasti berputar

akankah kubiarkan diriku tersaput gelombang?

dan terus menerus berada dalam kabut kelam?

tentu saja TIDAK !!!

end

waktu berlalu teramat cepat

detaknya terasa menembus pori-pori

entah sudah berapa detik terbuang percuma

yang kupandang kini hanyalah cahaya

dan takkan kubiarkan ia menghilang

end

laut bergemuruh

ombak berbuih

langit marah

guntur menyambar

namun badai kuyakin pasti berlalu

takkan kubiarkan diriku terhanyut

kan kuraih dayung renta dan mulai meretas harapan

perjuangan baru saja dimulai . . .

end

wassalam

-al fakir ad dhaif-

-alkindi-

taken from my blog : varendy.wordpress. com

2a.

Re: [Penyejuk Iman] Saatnya Menjadi bagian dari Orang-orang Aneh

Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com   fil_ardy

Thu Jun 5, 2008 9:14 pm (PDT)

Wellcome back, Akhee
Sudah lama tidak muncul di SK
izin copas artikelnya untuk di pajang di web SK yang keren
Syukron

ilaliqo
piss n luv
(ngikutin gaya fiyan)

In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Dikdik Andhika Ramdhan
<ramadhan_adhi@...> wrote:
>
> SAATNYA MENJADI BAGIAN DARI ORANG-ORANG ANEH
> Oleh : Dikdik Andhika Ramdhan
>
> Bismillaahirahmaanirrahiim,
>
> Kalau
> anda membayangkan sebuah tempat nyaman di ibu kota ini, dimana disana
> penuh dengan kesejukan, bertaburan dengan wewangian serta sarat akan
> alunan-alunan nyanyian, maka sebuah bangunan megah yang belakangan i

2b.

Re: [Penyejuk Iman] Saatnya Menjadi bagian dari Orang-orang Aneh

Posted by: "Dikdik Andhika Ramdhan" ramadhan_adhi@yahoo.co.id   ramadhan_adhi

Thu Jun 5, 2008 11:10 pm (PDT)

Iya nih mohon maaf ke semuanya, kang Dani juga.
Terutama ke ibu Absensi ... :D
Mudah2an di selanjutnya bisa lebih bisa ngatur waktu lagi ... :)

Wassalam,

Dikdik Andhika Ramdhan
http://dik2.multiply.com
Mobile : +6281387225075
Phone : +622194066476

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "fil_ardy" <fil_ardy@...> wrote:
>
> Wellcome back, Akhee
> Sudah lama tidak muncul di SK
> izin copas artikelnya untuk di pajang di web SK yang keren
> Syukron
>
> ilaliqo
> piss n luv
> (ngikutin gaya fiyan)
>

3a.

kisah di awal bulan

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Thu Jun 5, 2008 10:19 pm (PDT)

"Bu, nasi sayurnya saja berapa?" Tanya seseorang. Saat itu aku sedang berada di kantin sekolahku dan asyik menyuapkan butir-butir nasi ke mulutku. Aku terperangah dan menatapnya. Ia, salah seorang guru dengan postur tubuh kecil di sekolahku. Spontan kutatap piring di depanku. Berisikan lauk dua macam.
Air mataku hampir mengalir. Kutundukkan kepala.
"Dua ribu lima ratus." Kata bu kantin.

Ia kemudian pergi. Sulit rasanya kuteruskan tuk habiskan isi piringku. Tapi sebutir nasi bukankah begitu berharga? Bahwa ada orang yang terpaksa memakan nasi aking membuatku ingat tuk tak menyisakan sebutir nasipun di piringku.

"Ibu sekarang isi bensin berapa?" Tanya seorang rekan guruku ketika aku sudah kembali ke kantor.
"Tadi baru isi, bu. Full tank Rp 22.000,00. Eh, sekarang ongkos ibu naik donk. Ibukan naik 4 kali kendaraan ke sini?"
Dia menghela nafas.
"Sekarang saya jalan kaki bu."
"Apaaa?"
"Ya enggak dari rumah ke sini, bu. Saya sengaja jalan dari rumah ke arah naik 47. Biar dua kali naik."
"Tapikan jauh, bu."
"Yah. Habis mau gimana lagi? Sore, sehabis pulang kuliah juga sering saya jalan. Naik mobil sekali yang dekat biasanya seribu sekarang seribu lima ratus. Ya saya mikir-mikir."
Dug. Lagi lagi hati ini terasa nyeri. Dan seingatku dia tak makan siang hari itu.

Aku menatap guru yang sedang bercanda akrab dengan murid-murid kecil itu. Wajahnya penuh senyum ditingkahi tertawa anak-anak. Duh. Pak. Aku tahu betapa ia harus bekerja serabutan selepas pulang sekolah. Datang paling pagi, sering pulang paling sore. Tidak sepertiku yang datang paling siang dan pulang paling cepat. Ia, pria itu, dengan segenap kreativitas yang menggunung, tak dapat penghargaan yang sesuai.

Aku teringat lagi ketika aku hampir menangis membaca deretan angka dalam amplop gajiku. Sabar, nduk, ikhlash, nduk. Toh kamu tahu, ketika kamu masuk ke tempat ini kau takkan dapatkan materi yang banyak. Toh bukan itu yang kau cari.
Kepala TU hanya diam menatapku.
"Sudah dipotong seratus ribu ketika saya pinjam buat acara futsal anak-anak itu, pak?"
"Belum bu."
Aku memaksakan wajahku tuk tersenyum. Kukeluarkan uang itu. Sisanya tak sampai setengahnya. Toh yang menjadi kelegaanku adalah teman-temanku pastilah mendapat lebih banyak lagi karena intensitas mengajarku jauh lebih sedikit. Bahkan aku punya ekstra libur 4 hari dalam seminggu. (hehe, ternyata aku lebih banyak santai daripada bekerja, ya.)

Ah, teman guru-guruku sayang... beginikah perasaan di tiap awal bulanmu? Tapi tak pernah kau tampakkan itu. Kau selalu penuh senyum di mataku. Ketegaranmu yang menjulang. Doa-doa panjang yang kau sampaikan setiap aku membawa sedikit makanan.

Sungguh cinta, waktu, dan ilmu yang kau berikan begitu besar. Mungkin lebih besar dari samudra.

Salam
Dyah

3b.

Re: kisah di awal bulan

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Thu Jun 5, 2008 11:02 pm (PDT)

hmmm...
mba.. buka www.bintangpelajar.com
di bekasi juga ada..
biasanya mau awal bulan gini suka butuh banyak guru palagi kalo cabangnya
terus bertambah
kan paginya bisa ngajar di sekolah siangnya bisa ngajar di bimbel..untuk
eksak sd bnyk yang butuh kayaknya coba aj di tengok
lumayan...
kasih info ke yang lainnya...
di bsd juga ada.. dan aku mau resign sepertinya untuk ngajar di hari sabtu..

karena mau fokus dulu sama yang sekarng...
selamat berbagi...

Pada 6 Juni 2008 12:19, dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com> menulis:

> "Bu, nasi sayurnya saja berapa?" Tanya seseorang. Saat itu aku sedang
> berada di kantin sekolahku dan asyik menyuapkan butir-butir nasi ke mulutku.
> Aku terperangah dan menatapnya. Ia, salah seorang guru dengan postur tubuh
> kecil di sekolahku. Spontan kutatap piring di depanku. Berisikan lauk dua
> macam.
> Air mataku hampir mengalir. Kutundukkan kepala.
> "Dua ribu lima ratus." Kata bu kantin.
>
> Ia kemudian pergi. Sulit rasanya kuteruskan tuk habiskan isi piringku. Tapi
> sebutir nasi bukankah begitu berharga? Bahwa ada orang yang terpaksa memakan
> nasi aking membuatku ingat tuk tak menyisakan sebutir nasipun di piringku.
>
> "Ibu sekarang isi bensin berapa?" Tanya seorang rekan guruku ketika aku
> sudah kembali ke kantor.
> "Tadi baru isi, bu. Full tank Rp 22.000,00. Eh, sekarang ongkos ibu naik
> donk. Ibukan naik 4 kali kendaraan ke sini?"
> Dia menghela nafas.
> "Sekarang saya jalan kaki bu."
> "Apaaa?"
> "Ya enggak dari rumah ke sini, bu. Saya sengaja jalan dari rumah ke arah
> naik 47. Biar dua kali naik."
> "Tapikan jauh, bu."
> "Yah. Habis mau gimana lagi? Sore, sehabis pulang kuliah juga sering saya
> jalan. Naik mobil sekali yang dekat biasanya seribu sekarang seribu lima
> ratus. Ya saya mikir-mikir."
> Dug. Lagi lagi hati ini terasa nyeri. Dan seingatku dia tak makan siang
> hari itu.
>
> Aku menatap guru yang sedang bercanda akrab dengan murid-murid kecil itu.
> Wajahnya penuh senyum ditingkahi tertawa anak-anak. Duh. Pak. Aku tahu
> betapa ia harus bekerja serabutan selepas pulang sekolah. Datang paling
> pagi, sering pulang paling sore. Tidak sepertiku yang datang paling siang
> dan pulang paling cepat. Ia, pria itu, dengan segenap kreativitas yang
> menggunung, tak dapat penghargaan yang sesuai.
>
> Aku teringat lagi ketika aku hampir menangis membaca deretan angka dalam
> amplop gajiku. Sabar, nduk, ikhlash, nduk. Toh kamu tahu, ketika kamu masuk
> ke tempat ini kau takkan dapatkan materi yang banyak. Toh bukan itu yang kau
> cari.
> Kepala TU hanya diam menatapku.
> "Sudah dipotong seratus ribu ketika saya pinjam buat acara futsal anak-anak
> itu, pak?"
> "Belum bu."
> Aku memaksakan wajahku tuk tersenyum. Kukeluarkan uang itu. Sisanya tak
> sampai setengahnya. Toh yang menjadi kelegaanku adalah teman-temanku
> pastilah mendapat lebih banyak lagi karena intensitas mengajarku jauh lebih
> sedikit. Bahkan aku punya ekstra libur 4 hari dalam seminggu. (hehe,
> ternyata aku lebih banyak santai daripada bekerja, ya.)
>
> Ah, teman guru-guruku sayang... beginikah perasaan di tiap awal bulanmu?
> Tapi tak pernah kau tampakkan itu. Kau selalu penuh senyum di mataku.
> Ketegaranmu yang menjulang. Doa-doa panjang yang kau sampaikan setiap aku
> membawa sedikit makanan.
>
> Sungguh cinta, waktu, dan ilmu yang kau berikan begitu besar. Mungkin lebih
> besar dari samudra.
>
> Salam
> Dyah
>
>
>
>
>
>
>
>
>
3c.

Re: kisah di awal bulan

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Jun 5, 2008 11:15 pm (PDT)

bersyukur bersyukur

bersyukur...bersyukur

duh.. dalam...

makasi ya........

udah di rumah, bisa liat lucu2nya si bocah
bisa sambil nulis, bisa sambil cari makan di kulkas,

hehehe, jadi kepikir kemaren2, ongkos naik, kertas naik, tapi
alhamdulillah masih bisa mengatasi...

tfs mbak Qq :D

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, dyah zakiati <adzdzaki@...>
wrote:
>
> "Bu, nasi sayurnya saja berapa?" Tanya seseorang. Saat itu aku
sedang berada di kantin sekolahku dan asyik menyuapkan butir-butir
nasi ke mulutku. Aku terperangah dan menatapnya. Ia, salah seorang
guru dengan postur tubuh kecil di sekolahku. Spontan kutatap piring
di depanku. Berisikan lauk dua macam.
> Air mataku hampir mengalir. Kutundukkan kepala.
> "Dua ribu lima ratus." Kata bu kantin.
>
> Ia kemudian pergi. Sulit rasanya kuteruskan tuk habiskan isi
piringku. Tapi sebutir nasi bukankah begitu berharga? Bahwa ada orang
yang terpaksa memakan nasi aking membuatku ingat tuk tak menyisakan
sebutir nasipun di piringku.
>
> "Ibu sekarang isi bensin berapa?" Tanya seorang rekan guruku ketika
aku sudah kembali ke kantor.
> "Tadi baru isi, bu. Full tank Rp 22.000,00. Eh, sekarang ongkos ibu
naik donk. Ibukan naik 4 kali kendaraan ke sini?"
> Dia menghela nafas.
> "Sekarang saya jalan kaki bu."
> "Apaaa?"
> "Ya enggak dari rumah ke sini, bu. Saya sengaja jalan dari rumah ke
arah naik 47. Biar dua kali naik."
> "Tapikan jauh, bu."
> "Yah. Habis mau gimana lagi? Sore, sehabis pulang kuliah juga sering
saya jalan. Naik mobil sekali yang dekat biasanya seribu sekarang
seribu lima ratus. Ya saya mikir-mikir."
> Dug. Lagi lagi hati ini terasa nyeri. Dan seingatku dia tak makan
siang hari itu.
>
> Aku menatap guru yang sedang bercanda akrab dengan murid-murid kecil
itu. Wajahnya penuh senyum ditingkahi tertawa anak-anak. Duh. Pak. Aku
tahu betapa ia harus bekerja serabutan selepas pulang sekolah. Datang
paling pagi, sering pulang paling sore. Tidak sepertiku yang datang
paling siang dan pulang paling cepat. Ia, pria itu, dengan segenap
kreativitas yang menggunung, tak dapat penghargaan yang sesuai.
>
> Aku teringat lagi ketika aku hampir menangis membaca deretan angka
dalam amplop gajiku. Sabar, nduk, ikhlash, nduk. Toh kamu tahu, ketika
kamu masuk ke tempat ini kau takkan dapatkan materi yang banyak. Toh
bukan itu yang kau cari.
> Kepala TU hanya diam menatapku.
> "Sudah dipotong seratus ribu ketika saya pinjam buat acara futsal
anak-anak itu, pak?"
> "Belum bu."
> Aku memaksakan wajahku tuk tersenyum. Kukeluarkan uang itu. Sisanya
tak sampai setengahnya. Toh yang menjadi kelegaanku adalah
teman-temanku pastilah mendapat lebih banyak lagi karena intensitas
mengajarku jauh lebih sedikit. Bahkan aku punya ekstra libur 4 hari
dalam seminggu. (hehe, ternyata aku lebih banyak santai daripada
bekerja, ya.)
>
> Ah, teman guru-guruku sayang... beginikah perasaan di tiap awal
bulanmu? Tapi tak pernah kau tampakkan itu. Kau selalu penuh senyum di
mataku. Ketegaranmu yang menjulang. Doa-doa panjang yang kau sampaikan
setiap aku membawa sedikit makanan.
>
> Sungguh cinta, waktu, dan ilmu yang kau berikan begitu besar.
Mungkin lebih besar dari samudra.
>
> Salam
> Dyah
>

3d.

Re: kisah di awal bulan

Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Fri Jun 6, 2008 1:17 am (PDT)

Makasiiiih, mbak Nia. Bantuan yang konkret:D Makasiih banyak. Iya,
Alhamdulillah aku sore juga ngajar bimbel, makanya aku tenang-tenang
aja dapat berapapun. (tapi bulan ini mang ngajarnya dikit banget sih,
abis musim ujian. hehehe)
Buat guru-guru yang lain ntar aku coba tawarin deh:D Tapi guru yang
aku ceritain jalan kaki itu dia kuliah sorenya. Hehe. Doain aja ya,
dia segera dapat "supir pribadi".^_^

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robiatun Jumiah"
<musimbunga@...> wrote:
>
> hmmm...
> mba.. buka www.bintangpelajar.com
> di bekasi juga ada..
> biasanya mau awal bulan gini suka butuh banyak guru palagi kalo
cabangnya
> terus bertambah
> kan paginya bisa ngajar di sekolah siangnya bisa ngajar di bimbel..untuk
> eksak sd bnyk yang butuh kayaknya coba aj di tengok
> lumayan...
> kasih info ke yang lainnya...
> di bsd juga ada.. dan aku mau resign sepertinya untuk ngajar di hari
sabtu..
>
> karena mau fokus dulu sama yang sekarng...
> selamat berbagi...

3e.

Re: kisah di awal bulan

Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Fri Jun 6, 2008 1:22 am (PDT)

Yups, betul, Vi. Bersyukur dalam setiap kondisi. Apapun itu:D

Ketika tak punya uang bersyukurlah masih punya makanan yang bisa kau makan
ketika tak punya makanan bersyukurlah masih punya rumah tempat berteduh
ketika tak punya rumah bersyukurlah masih punya tubuh yang lengkap tuk
bekerja

:D
Di atas langit ada langit
Di bawah tanah ada lapisan-lapisan

Salam
Qq

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "novi_ningsih"
<novi_ningsih@...> wrote:
>
> bersyukur bersyukur
>
> bersyukur...bersyukur

> duh.. dalam...
>
> makasi ya........
>
>
> udah di rumah, bisa liat lucu2nya si bocah
> bisa sambil nulis, bisa sambil cari makan di kulkas,
>
>
> hehehe, jadi kepikir kemaren2, ongkos naik, kertas naik, tapi
> alhamdulillah masih bisa mengatasi...
>
> tfs mbak Qq :D
>

3f.

mb dyah, mb nia, mb novi >Re: kisah di awal bulan

Posted by: "sasa909691" sasa909691@yahoo.com   sasa909691

Fri Jun 6, 2008 1:52 am (PDT)

salam kenal mbak-mbak semua... mau ikutan nimbrung nih. dulu saya juga
pernah ngalamin kisah sedih awal bulan berkenaan dengan gaji waktu
awal-awal bekerja. kayaknya gaji cuma mampir saja pas buat bayar kos,
makan dan transport.

cuma herannya kok ya tiap kali saya ada kebutuhan mendadak, selalu ada
rejeki tambahan sehingga nggak perlu lagi ngurangi jatah kos, makan
dan transport. lama-lama saya renungkan mungkin ini yang namanya
rejeki barokah, rejeki yang mencukupi saya dan bisa mendekatkan saya
pada Allah.

lalu saya mulai mencari peluang disela-sela ngajar, baik itu berupa
ngajar malam atau proyek-proyek penelitian dan desain rumah
kecil-kecilan. kebetulan selain ngajar saya juga hobi nulis dan desain
rumah tinggal. alhamdulillah rejeki serasa dimudahkan Allah. selalu
terasa cukup. bahkan kadang bisa menabung sedikit-sedikit untuk pulang
kampung.

lalu saat menikah dan harus mengurangi aktivitas di luar, saya
teringat dengan nominal yang mungkin akan berkurang. tapi buru-buru
saya tepis karena semua rejeki datangnya dari Allah. apalagi saya
punya suami yang bersedia mencukupi kebutuhan saya.

alhamdulillah, walau saat ini gaji berkurang (karena mengajar hanya 3
hari/minggu), tapi Allah memberikan rejeki kepada saya dari arah yang
lain. hal ini semakin mempertebal keyakinan saya bahwa kalo saya
bersyukur dengan nikmatNya dan tetap terus berusaha maka Allah akan
memberikan saya rejeki dari arah yang tidak saya duga.

saya sungguh lega. karena saya tetap bisa mengajar sesuai dengan
amanah orang tua saya, saya juga bisa memenuhi keinginan suami untuk
mengurangi aktivitas diluar. selain itu dengan waktu luang disela-sela
mengurus rumah tangga, saya bisa mengembangkan hobi menulis saya lagi.

wassalam

anisakuffa

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "adzdzaki" <adzdzaki@...> wrote:
>
> Makasiiiih, mbak Nia. Bantuan yang konkret:D Makasiih banyak. Iya,
> Alhamdulillah aku sore juga ngajar bimbel, makanya aku tenang-tenang
> aja dapat berapapun. (tapi bulan ini mang ngajarnya dikit banget sih,
> abis musim ujian. hehehe)
> Buat guru-guru yang lain ntar aku coba tawarin deh:D Tapi guru yang
> aku ceritain jalan kaki itu dia kuliah sorenya. Hehe. Doain aja ya,
> dia segera dapat "supir pribadi".^_^
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robiatun Jumiah"
> <musimbunga@> wrote:
> >
> > hmmm...
> > mba.. buka www.bintangpelajar.com
> > di bekasi juga ada..
> > biasanya mau awal bulan gini suka butuh banyak guru palagi kalo
> cabangnya
> > terus bertambah
> > kan paginya bisa ngajar di sekolah siangnya bisa ngajar di
bimbel..untuk
> > eksak sd bnyk yang butuh kayaknya coba aj di tengok
> > lumayan...
> > kasih info ke yang lainnya...
> > di bsd juga ada.. dan aku mau resign sepertinya untuk ngajar di hari
> sabtu..
> >
> > karena mau fokus dulu sama yang sekarng...
> > selamat berbagi...
>

3g.

Re: mb dyah, mb nia, mb novi >Re: kisah di awal bulan

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Fri Jun 6, 2008 2:18 am (PDT)

jadi nyuruh kite2 nikah nih?halah
hi..hi..
no comment...
makasih ya sudah berbagi...
btw pas aku lihat mba Sya di lembang seneng banget pas hamil tambah cantik..
jadi intinya...
segera hamil lagi ya mba..sya..
ibu pingky yang cantik..
hi..hi..

Pada 6 Juni 2008 15:52, sasa909691 <sasa909691@yahoo.com> menulis:

> salam kenal mbak-mbak semua... mau ikutan nimbrung nih. dulu saya juga
> pernah ngalamin kisah sedih awal bulan berkenaan dengan gaji waktu
> awal-awal bekerja. kayaknya gaji cuma mampir saja pas buat bayar kos,
> makan dan transport.
>
> cuma herannya kok ya tiap kali saya ada kebutuhan mendadak, selalu ada
> rejeki tambahan sehingga nggak perlu lagi ngurangi jatah kos, makan
> dan transport. lama-lama saya renungkan mungkin ini yang namanya
> rejeki barokah, rejeki yang mencukupi saya dan bisa mendekatkan saya
> pada Allah.
>
> lalu saya mulai mencari peluang disela-sela ngajar, baik itu berupa
> ngajar malam atau proyek-proyek penelitian dan desain rumah
> kecil-kecilan. kebetulan selain ngajar saya juga hobi nulis dan desain
> rumah tinggal. alhamdulillah rejeki serasa dimudahkan Allah. selalu
> terasa cukup. bahkan kadang bisa menabung sedikit-sedikit untuk pulang
> kampung.
>
> lalu saat menikah dan harus mengurangi aktivitas di luar, saya
> teringat dengan nominal yang mungkin akan berkurang. tapi buru-buru
> saya tepis karena semua rejeki datangnya dari Allah. apalagi saya
> punya suami yang bersedia mencukupi kebutuhan saya.
>
> alhamdulillah, walau saat ini gaji berkurang (karena mengajar hanya 3
> hari/minggu), tapi Allah memberikan rejeki kepada saya dari arah yang
> lain. hal ini semakin mempertebal keyakinan saya bahwa kalo saya
> bersyukur dengan nikmatNya dan tetap terus berusaha maka Allah akan
> memberikan saya rejeki dari arah yang tidak saya duga.
>
> saya sungguh lega. karena saya tetap bisa mengajar sesuai dengan
> amanah orang tua saya, saya juga bisa memenuhi keinginan suami untuk
> mengurangi aktivitas diluar. selain itu dengan waktu luang disela-sela
> mengurus rumah tangga, saya bisa mengembangkan hobi menulis saya lagi.
>
> wassalam
>
> anisakuffa
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> "adzdzaki" <adzdzaki@...> wrote:
> >
> > Makasiiiih, mbak Nia. Bantuan yang konkret:D Makasiih banyak. Iya,
> > Alhamdulillah aku sore juga ngajar bimbel, makanya aku tenang-tenang
> > aja dapat berapapun. (tapi bulan ini mang ngajarnya dikit banget sih,
> > abis musim ujian. hehehe)
> > Buat guru-guru yang lain ntar aku coba tawarin deh:D Tapi guru yang
> > aku ceritain jalan kaki itu dia kuliah sorenya. Hehe. Doain aja ya,
> > dia segera dapat "supir pribadi".^_^
> >
> > --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> "Nia Robiatun Jumiah"
> > <musimbunga@> wrote:
> > >
> > > hmmm...
> > > mba.. buka www.bintangpelajar.com
> > > di bekasi juga ada..
> > > biasanya mau awal bulan gini suka butuh banyak guru palagi kalo
> > cabangnya
> > > terus bertambah
> > > kan paginya bisa ngajar di sekolah siangnya bisa ngajar di
> bimbel..untuk
> > > eksak sd bnyk yang butuh kayaknya coba aj di tengok
> > > lumayan...
> > > kasih info ke yang lainnya...
> > > di bsd juga ada.. dan aku mau resign sepertinya untuk ngajar di hari
> > sabtu..
> > >
> > > karena mau fokus dulu sama yang sekarng...
> > > selamat berbagi...
> >
>
>
>
4a.

Re: (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Thu Jun 5, 2008 10:29 pm (PDT)

Boleeh doonk, bawa teman. Daftar secepatnya yaa. Kalau bisa bulan ini sudah terdaftar semuaaanya, buat keperluan penghitungan biaya masuk, konsumsi, dll.

Masih tetap di Situ Gintung koook. Sama, aku juga ndak tau daerah sana. Tapi dari pengalaman nyasarku yang sudah bisa dibilang profesional, kalau masih di Jakarta, insya Allah pasti ketemu kok.

(beneran, baru kemarin aku nyasar, dari Matraman mo ke Sarinah muter-muter dulu ke Setia Budi, trus ke Mall Ambasador, puter balik kejauhan ke Tanah Abang, trus jalan trus, kok tau-tau di Senen. Ya udah balik lagi ke Matraman, hiks. Yah akhirnya sampai juga ke Bunderan HI. Lho, ini beloknya kemana ya? akhirnya ambil kiri. Eh, putar arah lagi. Lewat bunderan HI. Satu halte, dua halte. Yup. Itu dia Sarinah. Kalau ndak salah aku jalan pukul 16.30 sampainya pukul 18.45. -ternyata jarak matraman-sarinah waktunya hampir sama dengan waktu aku dari UKI ke Bandung ya-)

Salam
Dyah

----- Original Message ----
From: fitri hidayani <fhidayani@gmail.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Friday, June 6, 2008 10:55:35 AM
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska

mba dyah, kapan terakhirnya pendaftaran? bolehkah membawa teman...

btw, maaf nih sebelumnya.. .masih tetep di situ gintung kan?
aku gaptek daerah sana...dimana sih bo?,,,hehehehehe

regards

fitri

___

5a.

Hidup itu...

Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Jun 5, 2008 10:50 pm (PDT)


hidup itu ikhlas

hidup itu sabar

hidup itu syukur

hidup itu bahagia

hidup itu sedih

hidup itu pilu

hidup itu tertawa

hidup itu kecewa

hidup itu menerima

hidup itu memahami

hidup itu mengerti

hidup itu diam

hidup itu menangis...

hidup itu pengorbanan

hidup itu perjuangan

hidup itu pilihan

hidup itu cobaan

hidup itu kejutan

hidup itu teguran

hidup itu pemberian

hidup itu kasih sayang

hidup itu kedermawanan

hidup itu keindahan

hidup itu...

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.rezaervani.com/

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.rezaervani.com/

5b.

Re: Hidup itu...

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Thu Jun 5, 2008 10:54 pm (PDT)

hidup itu pembelajaran..
thanks ya...
belajar tegak ya mba nov..
sampe ketemu sore ini insya Alloh..

Pada 6 Juni 2008 12:50, novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com> menulis:

>
> hidup itu ikhlas
> hidup itu sabar
> hidup itu syukur
>
> hidup itu bahagia
> hidup itu sedih
> hidup itu pilu
> hidup itu tertawa
> hidup itu kecewa
>
> hidup itu menerima
> hidup itu memahami
> hidup itu mengerti
>
> hidup itu diam
> hidup itu menangis...
>
> hidup itu pengorbanan
> hidup itu perjuangan
> hidup itu pilihan
>
> hidup itu cobaan
> hidup itu kejutan
> hidup itu teguran
> hidup itu pemberian
>
> hidup itu kasih sayang
> hidup itu kedermawanan
> hidup itu keindahan
>
> hidup itu...
>
>
>
>
>
>
> novi_khansa'kreatif
> ~Graphic Design 4 Publishing~
> YM : novi_ningsih
> http://akunovi.multiply.com
> http://novikhansa.rezaervani.com/
>
>
> novi_khansa'kreatif
> ~Graphic Design 4 Publishing~
> YM : novi_ningsih
> http://akunovi.multiply.com
> http://novikhansa.rezaervani.com/
>
>
>
>
5c.

Re: Hidup itu...

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Thu Jun 5, 2008 11:01 pm (PDT)

Hidup itu....
semakin indah bila bersamamu:D

----- Original Message ----
From: novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com>
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>; rezaervani@yahoogroups.com; humas bsmi sby <humas_bsmi_sby@yahoogroups.com>; flp <forum_lingkarpena@yahoogroups.com>; penulislepas@yahoogroups.com
Sent: Friday, June 6, 2008 12:50:27 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Hidup itu...

hidup itu ikhlas
hidup itu sabar
hidup itu syukur

hidup itu bahagia
hidup itu sedih
hidup itu pilu
hidup itu tertawa
hidup itu kecewa

hidup itu menerima
hidup itu memahami
hidup itu mengerti

hidup itu diam
hidup itu menangis...

hidup itu pengorbanan
hidup itu perjuangan
hidup itu pilihan

hidup itu cobaan
hidup itu kejutan
hidup itu teguran
hidup itu pemberian

hidup itu kasih sayang
hidup itu kedermawanan
hidup itu keindahan

hidup itu...

novi_khansa' kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi. multiply. com
http://novikhansa. rezaervani. com/

5d.

Re: Hidup itu...

Posted by: "Andri Pranolo" apranolo@gmail.com   and_pci

Thu Jun 5, 2008 11:44 pm (PDT)

*
HIDUP** itu **WAKTU*

Manfaatkan 5 waktu sebelum datang 5 waktu:
*1. muda sebelum tua
2. luang sebelum sibuk
3. sehat sebelum sakit
4. kaya sebelum miskin
5. hidup sebelum mati **

*Salam,
Apranolo-Jogja

2008/6/6 novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com>:

>
> hidup itu ikhlas
> hidup itu sabar
> hidup itu syukur
>

--
Andri Pranolo
Gendeng GK IV/953, Yogyakarta 55225
Telp. (+62)274-547015/ (+62)81392554050)
http://apranolo.staff.ugm.ac.id
6a.

Re: Ya Iya Sih....

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Jun 5, 2008 11:23 pm (PDT)

Jan Hehe tenan, capcay dehhh...

Salam

Arif
yg kmrin mlm nimbrung conferrence

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Hadian Febrianto"
<hadianf@...> wrote:
>
> *YA IYA SIH…*
>
>
>
> B: Assalaamu'alaikum Pa Hadian, kami dari Bank ***
>
> S: wa'alaikum salam wr.wb. Mbak.
>
> B: Apakah benar Kartu ATM bapak tertinggal di ATM di jl Surapati?
>
> S: Ya Mba, lebih tepatnya tertelan…
>
> B: Sekarang kartu ATM bapak sudah ada di kantor kami dan dapat
diambil pada
> jam kantor
>
> S: Terima kasih Mbak, kemungkinan besar saya akan ambil pada Senin
depan.
>
> B: Baik pa terima kasih, Assalaamu'alaikum
>
> S: Kembali mbak, Wa'alaikum salam wr.wb
>
>
>
> Begitulah cuplikan dialog yang mengantarkan saya ketika akan
berangkat ke
> Kalimantan Selatan. Sesaat setelah menerima telepon dari Bank
tersebut hati
> saya terasa sakit lagi karena teringat dengan peristiwa menjelang
persiapan
> untuk pergi. Sebelum saya dijemput taksi pada pk.00.30 hari rabu
yang lalu,
> saya bersama teman saya pulang dari pengajian rutin pekanan. Karena
> mengingat belum mengambil uang untuk pegangan istri dan biaya berobat ke
> dokter. Setelah mengambil sekitar 2 juta, saya teringat untuk
mengambil dana
> pegangan saya di perjalanan nanti. Ketika memasukkan kembali kartu
ATM saya
> ke mesin ATM, ternyata mesin ATM tersebut langsung gelap alias mati.
Alhasil
> kartu saya pun tertelan begitu saja. Saya lihat jam tangan saya
menunjukkan
> pk.23.30, menandakan 60 menit lagi taksi akan menjemput saya di rumah.
> Mengingat belum mempersiapkan barang yang akan dibawa, saya langsung
ambil
> HP saya untuk menghubungi call centre dan diterima selama 15menit
(sampai
> kuping saya panas… fiyuh).
>
>
>
> ***
>
>
>
> Ternyata kisah tertelannya kartu ATM saya langsung terobati dengan
kejadian
> unik di tempat pengajian saya. Kisahnya seperti ini… mmmh mulai dari
mana
> ya?
>
>
>
> Memang hari selasa (khususnya kemarin) adalah hari yang cukup melelahkan
> bagi saya, bagaimana tidak? Dari pagi sudah ditunggu tugas kantor dan
> persiapan berangkat ke Kalimantan, belum lagi barang-barang titipan
orang
> Kalimantan (kan lumayan nambah bekal, hehehe). Hingga saya pun telat
datang
> ke pengajian rutin pekanan. Seharusnya sholat maghrib berjamaah di dekat
> rumah yang mendapat giliran, dan saya baru bisa datang sekitar pk.
19.30.
> Untungnya acaranya masih makan malam berjamaah (halah… segala serba
> berjamaah).
>
>
>
> Di sela-sela makan malam, yang tinggal beberapa orang (entah mereka
datang
> terlambat juga atau ngambilnya tidak berhenti juga, hehehe afwan)
ada salah
> satu telpon berdering. Ketika ditelusuri ternyata ajakan berbisnis.
Karena
> beberapa diantara kami tahu mengenai bisnis yang ditawari akhirnya
> terjadilah perbincangan yang cukup menarik perhatian lainnya. Pada satu
> saat, seseorang bertanya, "Emang seperti itu?" (maaf saya lupa
perbincangan
> sebelumnya). Saya pun menjawab, "Ya iyalah masa ya iya dong… kan Mulan
> Jamilah bukan Mulan Jamidong". Ups, saya hanya menjawab secara
spontan. Dan
> lega lah hati saya setelah respon dari forum malah tertawa, saya
sangka akan
> dapat taushiyah. Saya pun lihat wajah sang Ustadz, beliau pun tidak
> mempermasalahkan ucapan saya itu.
>
>
>
> Ternyata diam-diam seseorang masih berfikir… Dan secara spontan pula
dia pun
> membalas, *Ya Iya Sih Masa Ya Iya Dong… Kan Elvi Sukaesih bukan Elvi
> Sukaedong*. Saya terkaget-kaget dengan ucapannya, karena usia beliau
yang
> sepantar usia almarhum bapak saya masih mengikuti perkembangan zaman,
> hehehe. Jadilah bertambah satu koleksi Ya iya *** untuk diri saya.
Memang
> kalian semua sahabat terbaik bagi saya, meskipun usia kita jauh berbeda.
> Alhamdulillah kalian tidak mempermasalahkannya, *Ana uhibbukum
> fillah*. *Jazaakumullah
> bi ahsanil jazaa wa jazaa'an jaziilan*.
>
> ***
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>

7a.

Re: (Selingan) Ayo Ngguyuuu!

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Jun 5, 2008 11:44 pm (PDT)

(*ngguyu kepingkel2*),kwakwakwak.

Pak Teha..nha yang Bapak kelima, crew acara 'who wants to be a
millionaire' ntuh pegimane..? ikikikikik

Salam

arif

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, teha <teha.sugiyo@...> wrote:
>
> *Selingan*
>
> /menghiasi hari-hari akhir pekan, ada kiriman dari rekan paskibraka.
> yuk kita mengendorkan syaraf untuk menceriakan dunia ... hwahaha...
> /
> *Melahirkan*
>
> Di Rumah Bersalin, ada empat orang bapak sedang gelisah menunggui
> istri-istrinya yang sedang melahirkan untuk pertama kalinya. Ketika
> Dokter keluar, dia berkata kepada bapak yang pertama, "Bapak kerja di
> mana?" Jawab Bapak yang pertama, "Saya kerja di Gajah Tunggal,
bagaimana
> keadaan istri dan anak saya Dok?"
> Kata si Dokter lagi, "Selamat ya Pak, istri bapak telah melahirkan
> SEORANG anak
> laki2 yang sehat".
>
> Satu jam kemudian Dokter keluar lagi dan berkata kepada bapak yang
> kedua, "Bapak kerja di mana?" Jawab Bapak kedua, "Saya kerja di
> perusahaan Kacang Dua Kelinci,
> bagaimana istri dan anak saya dokter?" Jawab Dokter sembari tersenyum
> lebar "Oh,... selamat! selamat, istri bapak melahirkan KEMBAR dua,
> laki-laki dan
> perempuan yang lucu dan sehat".
>
> Ketika satu jam kemudian Dokter keluar lagi untuk menemui bapak yang
> ketiga, dia pun mengajukan pertanyaan yang sama, dan bapak yang ketiga
> menjawab
> cepat-cepat, "Saya kerja di Semen Tiga Roda, bagaimana keadaannya Dok?"
> Jawab Dokter, "Wah kebetulan sekali nich Pak, istri bapak melahirkan
> kembar tiga, semuanya laki-laki, selamat ya!"
>
> Ketika Dokter hendak masuk kembali, didengarnya suara orang terjatuh,
> ternyata Bapak keempat jatuh pingsan... Setelah dengan berbagai cara
> disadarkan,
> Dokter pun bertanya, "Kenapa Pak?"
> Jawab Bapak keempat sembari terbata-bata dengan suara ketakutan,
> "Doookkkterrr. .... ssssaayaa.. kkk... kkkerjaa di .. dii.. AUTO
2000!!!"
>
> Blaarrr!
>
>
> / Live as if you were to die tomorrow
> Learn as if you were to live forever
> (M. Gandhi)/
>

7b.

Re: (Selingan) Ayo Ngguyuuu!

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Fri Jun 6, 2008 12:49 am (PDT)

hihihihih :D

ada2 aja :D

ngguyu juga, ah... :D

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, teha <teha.sugiyo@...> wrote:
>
> *Selingan*
>
> /menghiasi hari-hari akhir pekan, ada kiriman dari rekan paskibraka.
> yuk kita mengendorkan syaraf untuk menceriakan dunia ... hwahaha...
> /
> *Melahirkan*
>
> Di Rumah Bersalin, ada empat orang bapak sedang gelisah menunggui
> istri-istrinya yang sedang melahirkan untuk pertama kalinya. Ketika
> Dokter keluar, dia berkata kepada bapak yang pertama, "Bapak kerja di
> mana?" Jawab Bapak yang pertama, "Saya kerja di Gajah Tunggal,
bagaimana
> keadaan istri dan anak saya Dok?"
> Kata si Dokter lagi, "Selamat ya Pak, istri bapak telah melahirkan
> SEORANG anak
> laki2 yang sehat".
>
> Satu jam kemudian Dokter keluar lagi dan berkata kepada bapak yang
> kedua, "Bapak kerja di mana?" Jawab Bapak kedua, "Saya kerja di
> perusahaan Kacang Dua Kelinci,
> bagaimana istri dan anak saya dokter?" Jawab Dokter sembari tersenyum
> lebar "Oh,... selamat! selamat, istri bapak melahirkan KEMBAR dua,
> laki-laki dan
> perempuan yang lucu dan sehat".
>
> Ketika satu jam kemudian Dokter keluar lagi untuk menemui bapak yang
> ketiga, dia pun mengajukan pertanyaan yang sama, dan bapak yang ketiga
> menjawab
> cepat-cepat, "Saya kerja di Semen Tiga Roda, bagaimana keadaannya Dok?"
> Jawab Dokter, "Wah kebetulan sekali nich Pak, istri bapak melahirkan
> kembar tiga, semuanya laki-laki, selamat ya!"
>
> Ketika Dokter hendak masuk kembali, didengarnya suara orang terjatuh,
> ternyata Bapak keempat jatuh pingsan... Setelah dengan berbagai cara
> disadarkan,
> Dokter pun bertanya, "Kenapa Pak?"
> Jawab Bapak keempat sembari terbata-bata dengan suara ketakutan,
> "Doookkkterrr. .... ssssaayaa.. kkk... kkkerjaa di .. dii.. AUTO
2000!!!"
>
> Blaarrr!
>
>
> / Live as if you were to die tomorrow
> Learn as if you were to live forever
> (M. Gandhi)/
>

8.

Segera!! Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008...daftarkan putra p

Posted by: "fan fan darmawan" efdarmawan@yahoo.com   efdarmawan

Fri Jun 6, 2008 12:04 am (PDT)


Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Sabtu, 5 Juli 2008 / jam 10.00 - 15.00 wib
Ruang Anggrek, Arena Pesta Buku Jakarta 2008
Istora Gelora Bung Karno, Senayan - Jakarta

Inilah saatnya, seluruh
bangsa Indonesia membuka mata untuk eksistensi para penulis yang masih berusia
sangat muda. Sejumlah anak-anak Indonesia kini telah menulis buku, diterbitkan
oleh penerbit secara profesional, di distribusikan ke seluruh Indonesia, dan
menerima hak royalti sebagaimana penulis pada umumnya.
Tidak itu saja, mereka,
para penulis cilik itu sudah juga menjadi pembicara di beberapa sesi diskusi
kepenulisan. Media massa cetak dan elektronik, ebrkali-kali memuat profil para
penulis cilik kita. Saatnya kita harus melihat lebih dekat kiprah penulis cilik
Indonesia, yang salah satunya bisa saja anak tetangga dekat rumah anda, atau
bahkan anak anda sendiri kelak.
Penerbit Mizan telah
melahirkan satu seri bernama Kecil-Kecil Punya Karya, yang saat ini telah
menerbitkan 33 judul buku dari 21 penulis anak. Berbagai bentuk karya telah
diterbitkan, mulai dari novel, kumpulan cerpen, puisi, kisah nyata, dan gambar.
Sejak awal diterbitkannya
tahun 2003, para penulis yang awalnya diragukan eksistensinya, justru kini bisa
membuktikan keberhasilannya. Beberapa
buku nya mencatat angka penjualan fantastis. Beberapa wajah mereka sempat
menghiasi media cetak dan media elektronik.
Sampai saat ini, penulis
cilik baru bermunculan. Memiliki pembaca dan penggemar, dan berinteraksi
layaknya mereka teman. Meski masih malu-malu, atau memang sifat alami anak-anak
yang belum dihinggapi sifat ´pamer´, mereka mendapat perhatian banyak orang.
Tentang Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Kini mereka akan berkumpul
untuk merayakan keberhasilan mereka. Merayakan kebersamaan profesi sebagai
penulis. Penulis Seri Kecil-Kecil Punya Karya generasi awal, kini sudah
menginjak usia sekolah SMP. Mereka akan bertemu dengan ´adik´ nya yang baru 3 bulan
menerbitkan bukunya.
Akan hadir juga, para
penulis cilik yang belum menerbitkan buku. Kelak mereka akan memotivasi dirinya
untuk juga menulis sebuah buku. Mereka akan ikut merayakan keberhasilan mereka,
telah mengarungi persaingan di dunia perbukuan, dan mereka menang!
Di forum ini, Konferensi
Penulis Cilik Indonesia 2008, mereka akan menyatakan kebersamaan dan suaranya.
Meminta dukungan masyarakat Indonesia, untuk bersama -sama memajukan dunia
baca-tulis di Indonesia.
Acara utama akan berisi
diskusi yang dipimpin oleh penulis di seri ini, yang sudah beranjak dewasa.
Bersama mereka akan menghasilkan point usulan yang akan di deklarasikan sebagai
hasil Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Beberapa point kritis yang
juga akan dibahas oleh mereka adalah
1. Peluang dan kebebasan berkarya di lingkungan sekolah
2. Apresiasi sekolah dan orang tua atas karya tulis anak-anak
3. Apresiasi penerbit, media, dan lembaga atas karya tulis anak-anak
4. Apresiasi pemerintah atas karya tulis dan pegiat karya tulis anak-anak
Pembahasan ini akan dipimpin oleh para penulis cilik, dan
di diskusikan diantara mereka. Beberapa tokoh perbukuan akan menjadi mediator
dan memberi pengantar bagi diskusi mereka.
Ini adalah simulasi bagi anak-anak penulis tersebut,
dalam menjalankan sebuah proses pengambilan kesepakatan. Dari kesepakatan
inilah, perhatian masyarakat diharapkan akan lebih tertuju pada potensi para
penulis yang masih muda usia. Lebih luas lagi, perhatian masyarakat akan lebih
terbuka, bahwa Indonesia masih memiliki banyak asset kemajuan bangsa di masa
depan.
Jika ini dirumuskan bersama, maka akan muncul sejumlah
usulan dan harapan dari para penulis cilik kita, yang akan disuarakan ke
masyarakat luas. Jika ini tercapai, maka kemenangan para penulis ini, merupakan
juga perayaan bagi dunia baca-tulis di tanah air.
Inilah keberhasilan yang diraih
oleh seluruh anak Indonesia, dan dimulai dari dunia perbukuan Indonesia.
Jika putra-i anda atau seseorang
yang anda kenal mungkin tertarik mengikuti acara ini, silahkan kirim bio data
lengkap ke :
Panitia Konferensi Penulis Cilik Indonesia
Gd.MP Book Point Jl.Puri Mutiara Raya No.72 Cipete
- Jakarta Selatan atau
Gd.Mizan Publishing Jl.Cinambo No.135 - Cisaranten
Wetan Bandung 40294 atau lewat e mail ke promosi@mizan.com / penerbitmizan@yahoo.com
Persyaratan
1. Berusia 7 - 12 tahun, dibuktikan dengan foto copy Kartu Pelajar
2. Warga Negara Indonesia yang bersekolah di wilayah Republik Indonesia, atau warga negara Indonesia yang sedang bersekolah di luar negeri
3. Memiliki karya tulis berupa artikel, cerpen, puisi, komik dan cerita bergambar, yang pernah di publikasikan di media massa lokal dan nasional
Karena keterbatasan ruang dan untuk menjaga
kenyamanan acara, panitia akan melakukan seleksi untuk 50 peserta yang memenuhi
syarat. Para calon peserta yang telah mengirimkan bio data tapi tidak memenuhi
persyaratan, dipersilahkan mengikuti sesi pembukaan pada pukul 10.00 - 11.30
wib.

Fan Fan F Darmawan
Promosi & Komunikasi Mizan Publishing

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

9a.

=>Novi > Re: [sekolah-kehidupan] Re: Ya Iya Sih....

Posted by: "r widhiatma" r_widhiatma@yahoo.com   r_widhiatma

Fri Jun 6, 2008 12:39 am (PDT)

Hehehe...

aku juga baru tau istilah itu blom lama ini
dari adikku (perempuan) di rumah...
aya aya wae...
biasanya sih orang2 copywriter di advertising yang suka bikin istilah2 gitu
tapi nggak tau deh siapa yang bikin &amp; memulai

heheheee...
Mas Hadiaan....&nbsp; Mas Hadian.....

Novi.....&nbsp; Novii.....
aya aya wae komennya...
masa' mas Hadian disangka nelen ATM

Namanya juga Novi Ningsih, kan bukan Novi Ningdong....

huehehee....
^_^ V&nbsp; damaiii....

raul

--- On Fri, 6/6/08, novi_ningsih &lt;novi_ningsih@yahoo.com&gt; wrote:
From: novi_ningsih &lt;novi_ningsih@yahoo.com&gt;
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Ya Iya Sih....
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Friday, June 6, 2008, 7:22 AM

Mas Hadian

pas baca judul, aku pikir "lucu"

terus, aku baca, aku pikir "serius" sekaligus kasian :D, kok, tega2nya

mas hadian nelen ATM, hahahha :D

lha, pas di ending, kok isinya begitu... hehehehe

jadi ingat pas di bandung,

jadi ingat pas rapat milad, hehehe :D

kang dani si penyebar virus, hehehe ;p

@mbak Qq (dyah)

siapa sih gadis itu? kayaknya dia keren dan lucu, deh

huhehehehehe, pisssss :D

ya iyalah

masak ya iya sih

;p

salam

novi

~yang cukup terhibur pagi ini ;p

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "Hadian Febrianto"

&lt;hadianf@... &gt; wrote:

&gt;

&gt; *YA IYA SIH…*

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; B: Assalaamu'alaikum Pa Hadian, kami dari Bank ***

&gt;

&gt; S: wa'alaikum salam wr.wb. Mbak.

&gt;

&gt; B: Apakah benar Kartu ATM bapak tertinggal di ATM di jl Surapati?

&gt;

&gt; S: Ya Mba, lebih tepatnya tertelan…

&gt;

&gt; B: Sekarang kartu ATM bapak sudah ada di kantor kami dan dapat

diambil pada

&gt; jam kantor

&gt;

&gt; S: Terima kasih Mbak, kemungkinan besar saya akan ambil pada Senin

depan.

&gt;

&gt; B: Baik pa terima kasih, Assalaamu'alaikum

&gt;

&gt; S: Kembali mbak, Wa'alaikum salam wr.wb

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; Begitulah cuplikan dialog yang mengantarkan saya ketika akan

berangkat ke

&gt; Kalimantan Selatan. Sesaat setelah menerima telepon dari Bank

tersebut hati

&gt; saya terasa sakit lagi karena teringat dengan peristiwa menjelang

persiapan

&gt; untuk pergi. Sebelum saya dijemput taksi pada pk.00.30 hari rabu

yang lalu,

&gt; saya bersama teman saya pulang dari pengajian rutin pekanan. Karena

&gt; mengingat belum mengambil uang untuk pegangan istri dan biaya berobat ke

&gt; dokter. Setelah mengambil sekitar 2 juta, saya teringat untuk

mengambil dana

&gt; pegangan saya di perjalanan nanti. Ketika memasukkan kembali kartu

ATM saya

&gt; ke mesin ATM, ternyata mesin ATM tersebut langsung gelap alias mati.

Alhasil

&gt; kartu saya pun tertelan begitu saja. Saya lihat jam tangan saya

menunjukkan

&gt; pk.23.30, menandakan 60 menit lagi taksi akan menjemput saya di rumah.

&gt; Mengingat belum mempersiapkan barang yang akan dibawa, saya langsung

ambil

&gt; HP saya untuk menghubungi call centre dan diterima selama 15menit

(sampai

&gt; kuping saya panas… fiyuh).

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; ***

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; Ternyata kisah tertelannya kartu ATM saya langsung terobati dengan

kejadian

&gt; unik di tempat pengajian saya. Kisahnya seperti ini… mmmh mulai dari

mana

&gt; ya?

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; Memang hari selasa (khususnya kemarin) adalah hari yang cukup melelahkan

&gt; bagi saya, bagaimana tidak? Dari pagi sudah ditunggu tugas kantor dan

&gt; persiapan berangkat ke Kalimantan, belum lagi barang-barang titipan

orang

&gt; Kalimantan (kan lumayan nambah bekal, hehehe). Hingga saya pun telat

datang

&gt; ke pengajian rutin pekanan. Seharusnya sholat maghrib berjamaah di dekat

&gt; rumah yang mendapat giliran, dan saya baru bisa datang sekitar pk.

19.30.

&gt; Untungnya acaranya masih makan malam berjamaah (halah… segala serba

&gt; berjamaah).

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; Di sela-sela makan malam, yang tinggal beberapa orang (entah mereka

datang

&gt; terlambat juga atau ngambilnya tidak berhenti juga, hehehe afwan)

ada salah

&gt; satu telpon berdering. Ketika ditelusuri ternyata ajakan berbisnis.

Karena

&gt; beberapa diantara kami tahu mengenai bisnis yang ditawari akhirnya

&gt; terjadilah perbincangan yang cukup menarik perhatian lainnya. Pada satu

&gt; saat, seseorang bertanya, "Emang seperti itu?" (maaf saya lupa

perbincangan

&gt; sebelumnya). Saya pun menjawab, "Ya iyalah masa ya iya dong… kan Mulan

&gt; Jamilah bukan Mulan Jamidong". Ups, saya hanya menjawab secara

spontan. Dan

&gt; lega lah hati saya setelah respon dari forum malah tertawa, saya

sangka akan

&gt; dapat taushiyah. Saya pun lihat wajah sang Ustadz, beliau pun tidak

&gt; mempermasalahkan ucapan saya itu.

&gt;

&gt;

&gt;

&gt; Ternyata diam-diam seseorang masih berfikir… Dan secara spontan pula

dia pun

&gt; membalas, *Ya Iya Sih Masa Ya Iya Dong… Kan Elvi Sukaesih bukan Elvi

&gt; Sukaedong*. Saya terkaget-kaget dengan ucapannya, karena usia beliau

yang

&gt; sepantar usia almarhum bapak saya masih mengikuti perkembangan zaman,

&gt; hehehe. Jadilah bertambah satu koleksi Ya iya *** untuk diri saya.

Memang

&gt; kalian semua sahabat terbaik bagi saya, meskipun usia kita jauh berbeda.

&gt; Alhamdulillah kalian tidak mempermasalahkannya , *Ana uhibbukum

&gt; fillah*. *Jazaakumullah

&gt; bi ahsanil jazaa wa jazaa'an jaziilan*.

&gt;

&gt; ***

&gt;

&gt;

&gt; --

&gt; Regards,

&gt; Hadian Febrianto, S.Si

&gt; PT SAGA VISI PARIPURNA

&gt; Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123

&gt; Ph/fax: (+6222) 2507537

&gt;











9b.

=>Raul & mas hadian > Re: [sekolah-kehidupan] Re: Ya Iya Sih....

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Fri Jun 6, 2008 12:44 am (PDT)

:D

hehehe, maaf salah
:D

yang nelen, mesinnya ya, bukan mas hadian, tapi kok barusan dia bilang
kalo kenyang :D
ayo ngaku mas hadian ;p

hihihihi

ya iya sih
namaku novi ningsih
:D

btw, sayangnya ga ada ya iya, ul
masa ya iya kak
gitu kan kak u-ul :D

(garinks;p)

salam

novi ning-sih
bukan novi ning-dong ;p

novi khansa aja, deh :D

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, r widhiatma
<r_widhiatma@...> wrote:
>
> Hehehe...
>
> aku juga baru tau istilah itu blom lama ini
> dari adikku (perempuan) di rumah...
> aya aya wae...
> biasanya sih orang2 copywriter di advertising yang suka bikin
istilah2 gitu
> tapi nggak tau deh siapa yang bikin &amp; memulai
>
>
> heheheee...
> Mas Hadiaan....&nbsp; Mas Hadian.....
>
>
> Novi.....&nbsp; Novii.....
> aya aya wae komennya...
> masa' mas Hadian disangka nelen ATM
>
> Namanya juga Novi Ningsih, kan bukan Novi Ningdong....
>
>
> huehehee....
> ^_^ V&nbsp; damaiii....
>
>
> raul
>
>
> --- On Fri, 6/6/08, novi_ningsih novi_ningsih@... wrote:
> From: novi_ningsih novi_ningsih@...
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Ya Iya Sih....
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Friday, June 6, 2008, 7:22 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Mas Hadian
>
> pas baca judul, aku pikir "lucu"
>
> terus, aku baca, aku pikir "serius" sekaligus kasian :D, kok, tega2nya
>
> mas hadian nelen ATM, hahahha :D
>
> lha, pas di ending, kok isinya begitu... hehehehe
>
>
>
> jadi ingat pas di bandung,
>
> jadi ingat pas rapat milad, hehehe :D
>
> kang dani si penyebar virus, hehehe ;p
>
>
>
> @mbak Qq (dyah)
>
> siapa sih gadis itu? kayaknya dia keren dan lucu, deh
>
>
>
> huhehehehehe, pisssss :D
>
>
>
> ya iyalah
>
> masak ya iya sih
>
>
>
> ;p
>
>
>
> salam
>
>
>
> novi
>
> ~yang cukup terhibur pagi ini ;p
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "Hadian Febrianto"
>
> hadianf@ &gt; wrote:
>
> &gt;
>
> &gt; *YA IYA SIH…*
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; B: Assalaamu'alaikum Pa Hadian, kami dari Bank ***
>
> &gt;
>
> &gt; S: wa'alaikum salam wr.wb. Mbak.
>
> &gt;
>
> &gt; B: Apakah benar Kartu ATM bapak tertinggal di ATM di jl Surapati?
>
> &gt;
>
> &gt; S: Ya Mba, lebih tepatnya tertelan…
>
> &gt;
>
> &gt; B: Sekarang kartu ATM bapak sudah ada di kantor kami dan dapat
>
> diambil pada
>
> &gt; jam kantor
>
> &gt;
>
> &gt; S: Terima kasih Mbak, kemungkinan besar saya akan ambil pada Senin
>
> depan.
>
> &gt;
>
> &gt; B: Baik pa terima kasih, Assalaamu'alaikum
>
> &gt;
>
> &gt; S: Kembali mbak, Wa'alaikum salam wr.wb
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; Begitulah cuplikan dialog yang mengantarkan saya ketika akan
>
> berangkat ke
>
> &gt; Kalimantan Selatan. Sesaat setelah menerima telepon dari Bank
>
> tersebut hati
>
> &gt; saya terasa sakit lagi karena teringat dengan peristiwa menjelang
>
> persiapan
>
> &gt; untuk pergi. Sebelum saya dijemput taksi pada pk.00.30 hari rabu
>
> yang lalu,
>
> &gt; saya bersama teman saya pulang dari pengajian rutin pekanan. Karena
>
> &gt; mengingat belum mengambil uang untuk pegangan istri dan biaya
berobat ke
>
> &gt; dokter. Setelah mengambil sekitar 2 juta, saya teringat untuk
>
> mengambil dana
>
> &gt; pegangan saya di perjalanan nanti. Ketika memasukkan kembali kartu
>
> ATM saya
>
> &gt; ke mesin ATM, ternyata mesin ATM tersebut langsung gelap alias
mati.
>
> Alhasil
>
> &gt; kartu saya pun tertelan begitu saja. Saya lihat jam tangan saya
>
> menunjukkan
>
> &gt; pk.23.30, menandakan 60 menit lagi taksi akan menjemput saya di
rumah.
>
> &gt; Mengingat belum mempersiapkan barang yang akan dibawa, saya
langsung
>
> ambil
>
> &gt; HP saya untuk menghubungi call centre dan diterima selama 15menit
>
> (sampai
>
> &gt; kuping saya panas… fiyuh).
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; ***
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; Ternyata kisah tertelannya kartu ATM saya langsung terobati dengan
>
> kejadian
>
> &gt; unik di tempat pengajian saya. Kisahnya seperti ini… mmmh mulai
dari
>
> mana
>
> &gt; ya?
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; Memang hari selasa (khususnya kemarin) adalah hari yang cukup
melelahkan
>
> &gt; bagi saya, bagaimana tidak? Dari pagi sudah ditunggu tugas
kantor dan
>
> &gt; persiapan berangkat ke Kalimantan, belum lagi barang-barang titipan
>
> orang
>
> &gt; Kalimantan (kan lumayan nambah bekal, hehehe). Hingga saya pun
telat
>
> datang
>
> &gt; ke pengajian rutin pekanan. Seharusnya sholat maghrib berjamaah
di dekat
>
> &gt; rumah yang mendapat giliran, dan saya baru bisa datang sekitar pk.
>
> 19.30.
>
> &gt; Untungnya acaranya masih makan malam berjamaah (halah… segala serba
>
> &gt; berjamaah).
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; Di sela-sela makan malam, yang tinggal beberapa orang (entah mereka
>
> datang
>
> &gt; terlambat juga atau ngambilnya tidak berhenti juga, hehehe afwan)
>
> ada salah
>
> &gt; satu telpon berdering. Ketika ditelusuri ternyata ajakan berbisnis.
>
> Karena
>
> &gt; beberapa diantara kami tahu mengenai bisnis yang ditawari akhirnya
>
> &gt; terjadilah perbincangan yang cukup menarik perhatian lainnya.
Pada satu
>
> &gt; saat, seseorang bertanya, "Emang seperti itu?" (maaf saya lupa
>
> perbincangan
>
> &gt; sebelumnya). Saya pun menjawab, "Ya iyalah masa ya iya dong…
kan Mulan
>
> &gt; Jamilah bukan Mulan Jamidong". Ups, saya hanya menjawab secara
>
> spontan. Dan
>
> &gt; lega lah hati saya setelah respon dari forum malah tertawa, saya
>
> sangka akan
>
> &gt; dapat taushiyah. Saya pun lihat wajah sang Ustadz, beliau pun tidak
>
> &gt; mempermasalahkan ucapan saya itu.
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; Ternyata diam-diam seseorang masih berfikir… Dan secara spontan
pula
>
> dia pun
>
> &gt; membalas, *Ya Iya Sih Masa Ya Iya Dong… Kan Elvi Sukaesih bukan
Elvi
>
> &gt; Sukaedong*. Saya terkaget-kaget dengan ucapannya, karena usia
beliau
>
> yang
>
> &gt; sepantar usia almarhum bapak saya masih mengikuti perkembangan
zaman,
>
> &gt; hehehe. Jadilah bertambah satu koleksi Ya iya *** untuk diri saya.
>
> Memang
>
> &gt; kalian semua sahabat terbaik bagi saya, meskipun usia kita jauh
berbeda.
>
> &gt; Alhamdulillah kalian tidak mempermasalahkannya , *Ana uhibbukum
>
> &gt; fillah*. *Jazaakumullah
>
> &gt; bi ahsanil jazaa wa jazaa'an jaziilan*.
>
> &gt;
>
> &gt; ***
>
> &gt;
>
> &gt;
>
> &gt; --
>
> &gt; Regards,
>
> &gt; Hadian Febrianto, S.Si
>
> &gt; PT SAGA VISI PARIPURNA
>
> &gt; Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
>
> &gt; Ph/fax: (+6222) 2507537
>
> &gt;
>

9c.

Re: =>Raul & mas hadian > Re: [sekolah-kehidupan] Re: Ya Iya Sih...

Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com   hadian.kasep

Fri Jun 6, 2008 1:28 am (PDT)

Ya Iya Toh masak Ya Iya Dong
Kan HADIAN FEBRIANTOh bukan HADIAN FEBRIANDONG

halah pengen terkenal

--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Yahoo! Groups

Balance your life

by learning how to

make smart choices.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

You rock! Blockbuster wants to give you a complimentary trial of - Blockbuster Total Access.

Tidak ada komentar: