Messages In This Digest (25 Messages)
- 1a.
- Re: [Menidik Anak]: Mengajar Anak Berani From: udoyamin_majdi
- 2a.
- Re: Koq Tuhan Semena-mena sih? From: Diaz Rossano
- 3a.
- Re: Ajari AKu Cinta From: sismanto
- 4a.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papan (nggak From: sismanto
- 5.
- (OOT) Serial Bernapas untuk Kehidupan From: teha
- 6.
- Majalah Sastra Horison - Juni 2008 From: Epri Saqib
- 7a.
- (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA? From: CaturCatriks
- 7b.
- Balasan: KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?---Mas Catur From: bujang kumbang
- 7c.
- Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA? From: indriast_03
- 8.
- KAOS Silaturahim Nasional FLP 2008 ; Siapa berikutnya? From: Epri Saqib
- 9a.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: dewi cendika
- 10a.
- (Inspirasi) Mendengarkan Cinta From: teha
- 10b.
- Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta From: Diaz Rossano
- 10c.
- Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta From: teha
- 10d.
- Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta ---> mas teha From: Diaz Rossano
- 11a.
- Re: Pengumuman From: indriast_03
- 12.
- Re: Fwd: Membingkar Jaringan AKKBB (Bag.1) Kiriman Seorang teman... From: HENDRA WIJANA
- 13.
- Pengumuman-TUK MAS ADIGUNA From: Divin Nahb
- 14a.
- (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: Jonru
- 14b.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: Syafaatus Syarifah
- 14c.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: Jonru
- 14d.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: dyah zakiati
- 15a.
- Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK From: Misbach Udin
- 16a.
- Re: (Inspirasi) Si Nyolot Janet From: dyah zakiati
- 17a.
- Re: Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir From: dyah zakiati
Messages
- 1a.
-
Re: [Menidik Anak]: Mengajar Anak Berani
Posted by: "udoyamin_majdi" udoyamin_majdi@yahoo.com udoyamin_majdi
Mon Jun 9, 2008 6:30 pm (PDT)
hehehe... kok sama, udo baru baca nih, soalnya 2 mingguan lbh internet
di rumah disconect
yup, intinya memang pada, bagaimana kita mendidik anak sesuai dengan
dunia mereka. kita berusaha memahami dunia mereka, sebelum mereka
memahami apa yang kita harapkan.
salam tuk Ami, alhamdulilah udo sampaikan.
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , ukhti hazimahcom
<ukhtihazimah@...> wrote:
>
> wow...baru baca euy!!
>
> Jadi inget saat aku mampir ke rumah temenku. Izul (3 th) nama
keponakannya sedang main bareng ayahnya, tapi sang ayah hanya
memperhatikan. Saat Izul mendekati knalpot, yang saat itu baru aja
dipake om-nya.
>
> temenku sudah mau menarik Izul, tapi ditahan ma ayahnya. "Biar. biar
dy tahu sendiri kalau knalpot itu panas" tapi sebelum menyentuh
knalpot, ternyata dia mengurungkan niatnya (mungkin karena hawa
knalpotnya dah kerasa kaleee...)
>
> Dan dari statemen Udo yang berbunyi
>
> Makanya, aku selalu mendukung dan membantunya untuk melakukan sesuatu,
> meskipun itu sedikit berbahaya. Kuncinya cuma satu: selalu kita awasi.
>
> aku menarik kesimpulan "biarkan sang anak mengenal dunia dengan
caranya sendiri" (bener gak seh?! )
>
> tfs udo, salam buat Ami dan 2 buah hatinya
>
> salam,
> Sinta
>
>
> Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
> ^_^
>
> www.sinthionk.rezaervani. com
> www.sinthionk.multiply. com
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: # Udo Yamin Majdi # <udoyamin_majdi@...>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Sent: Thursday, May 22, 2008 10:27:28 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] [Menidik Anak]: Mengajar Anak Berani
>
>
> Mengajar Anak Berani
> Udo Yamin Majdi
>
> "Pahlawan
> sejati selalu merupakan seorang pemberani sejati. Tidak ada seorang
> disebut pahlawan, sebelum membuktikan keberaniannya. " (Anis Matta,
> dalam buku MENCARI PAHLAWAN INDONESIA)
>
- 2a.
-
Re: Koq Tuhan Semena-mena sih?
Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com Dizzman
Mon Jun 9, 2008 6:31 pm (PDT)
he3x... ngutip kata Bang Nursalam, cantik itu relatif koq, relatif dari sudut pandang yang melihat, apalagi kalo kata suami, pasti cantik buanget deh, soale kalo gak cantik, hampir dipastikan (mengutip lagunya Katon Bagaskara) 'pindah ke lain body', hi5x......
wassalam,
Diaz
--- On Mon, 6/9/08, Agung Argopo <gopo_alhusna@yahoo.co. > wrote:id
From: Agung Argopo <gopo_alhusna@yahoo.co. >id
Subject: [sekolah-kehidupan] Re:Koq Tuhan Semena-mena sih?
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Monday, June 9, 2008, 2:21 AM
Saya setuju sekali mbak/mas?
Allah itu emang adil, kalo yang ganteng harus sama
yang cantik, kasihan saya dong, saya kan gak cantik
hahaha... tapi untung suaminya ganteng! hahaha...
salam muaniez
Achi TM
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search. yahoo.com/ search?p= %22ramalan+ bintang%22& cs=bz&fr= fp-top
- 3a.
-
Re: Ajari AKu Cinta
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Mon Jun 9, 2008 7:00 pm (PDT)
Hhhmmm...
bener juga makasih reviewnya.
api benar juga, meski 2 minggu terakhir ini saya tidak begitu aktif
memberi komentar (maksudnya
hanya sebagaipembaca pasif ^_^)
tampaknya lagi seru-seruya menceritakan tenntang cinta.
Om Catur dengan istrinya
Om Nursalam dengan Lajang mencari cintanya
N Mas Satya sendiri. . .
kapan saya bisa berbicara cinta (mahabbah)??
Sis
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , satya adityacom
<ukasah_aditya@...> wrote:
>
- 4a.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papan (nggak
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Mon Jun 9, 2008 7:04 pm (PDT)
tidak beli jangan dipaksa
pulang tidak membawa apa-apa
ada apa dengan kalian berdua
jangan-jangan ada apa-apa
Salam :)
Sis
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@..com .>
wrote:
>
> Bikin wajik pakai kelapa
> rasanya legit tidak terkira
> Lah Oom Fiyan emang kenapa?
> Perasaan kok ndak ada apa-apa
>
> Salam:D
> Dyah
> (kemarin kurang Diah -kurang y- sekarang Dyeh -pakai e-, duuuuh, Ooom
^_^)
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: bujang kumbang bujangkumbang@...
>
>
> beli kelape di warung Mpok Yeyeh
> jangan lupa beliu tambagke Ke Kroya
> ada apa seh Mpok Dyeh?
> kalo abang boleh tanya
>
>
>
> dyah zakiati adzdzaki@yahoo. com> wrote:
> Kucing Kurus Mandi di Papan
> Kapan ya aye mapan
- 5.
-
(OOT) Serial Bernapas untuk Kehidupan
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Mon Jun 9, 2008 7:28 pm (PDT)
*(OOT) SERIAL: BERNAPAS UNTUK KEHIDUPAN*
*MELATIH PERNAPASAN -- KONSENTRASI PADA HEMBUSAN*
/Oleh Teha Sugiyo/
"Pak Teha masih melakukan latihan pernapasan tiap hari?" tanya Pak
Hendro, rekan yang mengikuti pelatihan /Qi Circulation for Helath./
"Ya, Pak!" saya menjawab mantap.
"Berapa jam?"
"Minimal satu jam tiap hari". Ya, memang, sejak usai pelatihan saya
berjanji pada diri sendiri untuk menyediakan waktu minimal satu jam
setiap hari. Komitmen ini dengan setia saya lakukan setiap hari, dalam
kondisi apa pun: capek, lelah, ngantuk, sibuk dsb. Biasanya saya
mengambil waktu sebelum tidur. Satu jam saya sediakan untuk melakukan
latihan pernapasan. Jika hal itu tidak terpenuhi, misalnya karena saya
ke warnet sampai lewat tengah malam, saya tetap latihan. Jika memang
benar-benar fisik ini tidak mau diajak kompromi saya mengurangi jam
latihan menjadi setengah jam, dan besoknya saya bayar yang satu jam, di
sela-sela pekerjaan, saat istirahat makan siang, atau sesudahnya.
"Ajari saya dong!" pinta salah seorang rekan kerja yang juga sempat
membantu mempersiapkan sarana pelatihan.
"Kumpulkan 5-10 orang, nanti kita latihan bersama," kata saya mencoba
menawar.
"Yaaa, susah. Kalau sendiri?"
"Bisa menyediakan waktu sekitar satu jam sehari?"
"Nah, itu dia! Susah!"
"Ya, sudah! Lupakan!" saya mencoba berlagak tegas.
Jika tidak ada komitmen memang tidak akan pernah kita dapat menyediakan
waktu satu jam tiap hari untuk kesehatan kita. Padahal jika kita latihan
setiap hari satu jam saja, selama empat tahun, menurut Dr. Li, usia kita
dapat diperpanjang delapan tahun. Kan itu masih /cwan/ (untung). Itu
teorinya. Maaf, memang usia kita di tangan Yang Maha Kuasa. Namun dengan
(berusaha) latihan pernapasan itu paling tidak, kita dapat membantu
mempertahankan kondisi kesehatan kita.
Ngomong-omong bagaimana latihannya? Ada *lima langkah.* Juga disebut, 5
step, 5 tahap. Sebelum mulai latihan, aturannya:* *Duduk di kursi tanpa
bersandar, badan tegak, kepala sedikit menunduk, mata tertutup.
Sebaiknya pakaian longgar, tubuh rileks, lalu bernapas pelan-pelan
secara alami, lidah ditarik ke atas sehingga menempel pada langit-langit
atas.
*Langkah pertama*: *Arahkan perhatian dan embusan napas dari hidung ke
ulu hati. *
Rasakan setiap hembusan napas, dan konsentrasikan pikiran ke ulu hati.
Setiap kali pikiran kita melayang ke mana-mana segera tarik dan
kembalikan ke ulu hati. Bayangkan pada setiap hembusan napas, seolah
kita menghembuskan energi ke ulu hati, yang letaknya di dalam rongga dada.
Yang penting, hembusan napasnya. Bayangkan bahwa hati merupakan sebuah
gelas atau mangkok yang dapat menampung Qi yang Anda hembuskan dari
hidung. Untuk efektivitasnya, sehari latihan sebanyak tiga kali, dan
setiap latihan lamanya *20 menit.*
*Langkah kedua: Perhatian dan Pernapasan bersama (turun) ke Dan Tian
(/baca Tan Dien/).*
Latihan tahap kedua ini bertujuan untuk menurunkan Qi dari ulu hati ke
/Dan Tian/ bawah. /Dan Tian/ ini letaknya sekitar tiga jari di bawah
pusar. Pada wanita, di sekitar rahim.
Cara "menurunkan" Qi adalah bersamaan dengan perhatian dan hembusan
napas. Kata "bersama", itu tandanya bahwa Qi sudah terkumpul di ulu
hati. Jadi saat menghembuskan napas, bayangkan bahwa Qi yang sudah ada
pada ulu hati itu Anda bawa turun ke arah Dan Tian. Jika Qi yang
terkumpul pada ulu hati seolah berada pada gelas atau mangkok kecil, Dan
Tian adalah seperti gentong besar yang mampu menampung seberapa banyak
pun Qi yang diembuskan.
Latihan tahap kedua ini berlangsung selama *30 menit.*
*Langkah ketiga: Mengatur Pernapasan, Konsentrasikan Pikiran, Menjaga
Dan Tian*
Pada step ini, Qi akan berkumpul di Dan Tian bawah, memberi dasar yang
kuat untuk penembusan meridian *Du. *Meridian /Du (dibaca Tu)/ berada di
tubuh bagian belakang kita. Di bagian depan namanya meridian Ren.
Setelah Qi berhasil mengalir lewat meridian Ren, dari hidung sampai Dan
Tian, maka tugas kita "memenuhi" Dan Tian dengan Qi. *Caranya*, setiap
embusan napas yang kita lakukan konsentrasikan pada Dan Tian, artinya
dari hidung langsung menuju Dan Tian bawah, (tidak melalui ulu hati
lagi). Hal ini juga sekaligus bermakna bahwa Qi yang ada di ulu hati
tetap terasa penuh, dan dengan sendirinya mengalir ke Dan Tian juga.
Seringkali terjadi pada saat latihan, kita sulit berkonsentrasi. Pikiran
kita itu liar, maunya ke mana-mana. Supaya kita dapat mengendalikan
pikiran, kita dapat berkonsentrasi dengan cara /Shu Xi/ /Fa,/ yaitu
menghitung penapasan atau setiap embusan napas kita dari 1 hingga 10...
putus, 1 -- 10... putus, 1 -- 10 ... dst. Satu dua tiga empa lima enam
tujuh delapan sembilan sepuluh*, satu. *1,2, 3,4,5,6,7,8,9,10*, dua.
*1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, * tiga... *dst*.*
Hasilnya, meridian Ren menjadi lancar, jantung dan ginjal saling
berinteraksi.
*Langkah keempat: Menembus Du. Jangan Lupa, Jangan Bantu!*
Yang kita lakukan tetap, setiap menghembuskan napas konsentrasikan untuk
memenuhi Dan Tian bawah. Qi yang sudah penuh di Dan Tian bawah, akan
mengalir turun menuju /Hui Yin/, lalu mundur ke belakang /Wei Li Guan/ ?
/Ming Men/ ? menuju meridian Du ? /Jia Ji Guan/ ? /Da Chui /? /Yu Zhen
Guan/ ? /Dan Tian/ / /Bai Hui/ (atas). Sederhananya, setelah Qi yang ada
di /Dan Tian/ bawah itu penuh, dengan sendirinya akan mengalir mengikuti
meridian Du menuju ke arah kepala, /Dan Tian/ atas.
*Caranya: *Konsentrasikan perhatian pada Dan Tian, setelah Qi cukup dan
punya kekuatan yang memadai, Qi akan menembus meridian Du, dimulai dari
tulang ekor sampai ke kepala. Saat Qi bergerak naik pada meridian Du
kita harus merasakannya (panas, sakit, dsb). Ini yang dimaksud dengan
/"Jangan Lupa!" /Artinya kita tahu ada Qi pada bagian belakang tubuh
kita. Tetapi saat Qi berhenti di suatu titik tertentu, bisa karena
adanya hambatan atau terbatasnya kekuatan Qi pada Dan Tian, kesadaran
kita hanya mengikuti pergerakan naiknya Qi. Jangan menggunakan kesadaran
untuk menuntun Qi bergerak lebih naik ke atas lagi. Ini yang dimaksud
dengan /"Jangan Bantu!". /Seberapa cepat Qi naik ke arah kepala, harus
alami. Jangan dibantu, jangan dituntun.
*Waktu: *Harus menambah waktu dan frekuensi latihan. Lama masa latihan
juga harus ditambah sampai 1 jam setiap kali latihan. Kondisi tubuh
setiap orang berbeda. Sebagian orang hanya memerlukan waktu singkat dan
segera /Tong Guan. /Yang dimaksud dengan/ Tong Guan/ (dibaca/ Tung
Kwan/) adalah peristiwa saat Qi berhasil menembus wilayah di bagian
belakang kepala kita (tepatnya leher belakang atas/tengkuk) menuju ke
otak. Ini karena kekuatan Qi Dan Tian baik. Reaksi /Tong Guan/ pun lebih
dahsyat dan getaran sensasi yang dirasa sangat nyata. Namun pada umumnya
dibutuhkan beberapa hari bahkan sampai sekitar 1 minggu untuk dapat
mengalami /Tong Guan/. Dilihat dari sudut pandang kesehatan /Tong Guan/
merupakan proses dari kembalinya kehidupan dari /post-natal/ ke /pre-natal./
*Reaksi: *Reaksi dari /Tong Guan/ bisa macam-macam, seperti: panas,
gatal-gatal, bergetar, seperti naik turunnya air raksa pada alat
tensimeter. Ada orang yang merasa badannya diayun-ayun ke depan ke
belakang, atau melihat cahaya, atau rambut seolah jabrik, kaku dan
berdiri semua. Panas dalam, masalah tidur, banyak mimpi, penyakit
jantung dan ginjal -- pada saat ini makin terjadi perbaikan yang sangat
nyata. Qi naik atau turun mengikuti irama pernapasan perlahan-lahan,
naik, semakin tinggi. Jangan sampai putus di tengah jalan. Oleh karena
itu usahakan bertahan terus pada saat latihan, sekalipun sakit.
*Hasil: *Setelah /Tong Guan/ meridian Ren dan Du menjadi lancar. Sekali
menghembus napas, Qi turun masuk ke Dan Tian. Sekali tarik nafas, Qi
naik masuk ke otak. Satu siklus pernapasan menghasilkan satu perputaran
Qi di meridian Ren dan meridian Du. Kondisi seperti inilah yang disebut
/Xiao Zhou Tian/ (/microcosmic circulation/).
Hanya dalam kondisi demikian ini kita baru bisa secara menyeluruh
memahami makna /Hu Xi Jing Qi. //Du Li Shou Shen/ (Bernapas menghirup
intisari alam yaitu oxigen, berdiam diri menjaga "Shen"). Qi terus
menerus memperkuat fungsi otak. Kemampuan otak semakin lama semakin
bertambah kuat. Saat ini interaksi antara unsur api dan unsur air juga
sangat baik. Harmonisasi /Yin/ dan /Yang/ sempurna tercipta.
Segala masalah kesehatan yang berhubungan dengan kurangnya Qi pada
ginjal dan kacaunya produksi cairan tubuh/hormon yang mengakibatkan :
kepala pusing, kuping berdengung, sulit tidur/insomnia, mudah
lupa/pikun, pinggang linu, kaki lemas, spirit goyah, emosi labil, gugup,
gelisah, dan pendek napas, mens tidak teratur, nafsu seks menurun dan
lain gejala yang berhubungan dengan sistem saraf, akan mendapat
perbaikan dan penyembuhan. Regenerasi sel meningkat, tubuh mampu
membangun kembali sel, darah putih juga aktif bekerja.
Tekun latihan membuat tubuh sehat dan kuat, penyakit-penyakit dan
masalah kesehatan yang bandel dan sudah bertahun-tahun diderita akan
disembuhkan.
*Langkah kelima: Kombinasi. *
Pada langkah ini, setiap* *embusan napas, dari hidung langsung menuju
Dan Tian bawah, dan sekali-sekali embusan napas dari hidung menuju ulu
hati. Konsentrasi juga boleh berpindah. Sekali-sekali konsentrasi pada
ulu hati, untuk menguatkan ulu hati, lalu boleh ke kepala/otak, untuk
menguatkan jaringan-jaringan saraf otak, dan tetap lebih banyak
konsentrasi pada Dan Tian bawah.
/Live as if you were to die tomorrow//
Learn as if you were to live forever//
(Mahatma Gandhi)/
- 6.
-
Majalah Sastra Horison - Juni 2008
Posted by: "Epri Saqib" epri_tsi@yahoo.com epri_tsi
Mon Jun 9, 2008 7:56 pm (PDT)
http://geraibuku.multiply. com/photos/ album/42
SELIGAR MAWAR
puisiku menjelma keranda
sekaligus kuburan bagi jasadku
yang lain. Detak jam yang tapa
di rongga dadaku mengharap
ribuan kuntum alif bermekaran
di alir darahku yang mawar
Soni Farid Maulana. 2006 [Horison -Juni 2008]
--------------------- --------- --------
Kali ini Horison menampilkan Catatan Kebudayaan dari Joni Ariadinata.
Puisi-puisi disajikan dari para penyair di antaranya : Soni Farid Maulana, Rahmat Heldy HS, Wahyu Arta Wiyata, Indra Gunawan Windiaz, Arundanu Katong, dan M. Fauzi.
Katrin Bandel menulis esai yang menyorot soal Politik Sastra yang sedang ramai dibicarakan belakangan ini, serta cerpen Sunlie Thomas Alexander berkisah tentang Sui Sien (Atawa Kisah Hujan, Teh, dan Tubuh yang Terbakar].
Kolom Kaki Langit kali ini menyorot Penyair dari Sunda Haji Hasan Mustapa ditulis oleh Jamal D. Rahman dan Agus R. Sardjono. Dan tak lupa ada esai pengalaman guru tentang Alternatif Pembelajaran Sastra oleh Zahnur Rofi'ah.
Di halaman belakang ada foto-foto kegiatan peluncuran buku Taufiq Ismail "Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1 sampai dengan 4" yang keseluruhan penjualannya didedikasikan untuk pembangunan RUMAH PUISI di Negri Aie Angek Kabupaten Tanah Datar di kaki Gunung Singgalang dan Merapi.
Anda dapat memperoleh majalah Sastra ini melalui GERAI BUKU ON-LINE via email ke geraibuku@gmail.com , atau hotline ke (021) 3099-8655. Harga Rp 12.500,-
Bila anda ingin membeli bundel tahun 2006 atau 2007 bisa diperoleh dengan harga Rp 150.000,-.
Salam
GERAI BUKU ON-LINE
www.geraibuku.multiply. com
- 7a.
-
(chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
Posted by: "CaturCatriks" akil_catur@yahoo.co.id akil_catur
Mon Jun 9, 2008 8:02 pm (PDT)
Memangnya kata kamu nikah gampang. Cari duit yang banyak dulu. Kerja belum cukup buat diri kamu sendiri ngomongi nikah. Sudah, lihat saja contoh di depan mata kamu. Contohnya kakak laki-laki kamu itu...!!
MS FIYAN
memang diakui atau tidak, alasan materi sering membuat para bujang ragu, tidak pede, minder, dan akhirnya menunda2 pernikahan (termasuk saya kemarin/dulu)
dan kita tentu harus jujur pada realitras ini
tapi
klo boleh saran, jgn memandang "remeh" pada diri sendiri
dan jgn lupakan janji Alloh bagi orang2 yang menikah:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)
jujur, saya sendiri termasuk orang dgn penghasilan rendah dan tak lebih utk kebutuhan sendiri
tapi saya berani menikah (dan ini sudah dilakukan juga oleh banyak org, termasuk teman kita, ms Dani).
dan ternyata setelah menikah, saya tidak merasa bertambah miskin, malah - semoga - bertambah cukup karena istri membawa rejekinya sendiri,
setelah bergabung (menikah), rejeki kami berarti dobel
"Kita akan lebih kuat jika kita bergandengan tangan."
iya kan?
so, jgn takut utk menikah!!
CaturCatriks
Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot. com
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. - 7b.
-
Balasan: KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?---Mas Catur
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Mon Jun 9, 2008 8:59 pm (PDT)
ass wr wb
itulah mas kendalanya
aku takut nikah karena materi
takut anak orang kelaparan kalo sama Fiyan...hehehe
makasih ya Mas Catur atas sharenya
moga bahagia selalu...amin
sukses ya
ila liqo
tabe
piss. luv and laugh
wassalam
Fiyan Arjun
salah satu moderat or ESKA
dan ketua Milad ESKA
CaturCatriks <akil_catur@yahoo.co.id > wrote:
Memangnya kata kamu nikah gampang. Cari duit yang banyak dulu. Kerja belum cukup buat diri kamu sendiri ngomongi nikah. Sudah, lihat saja contoh di depan mata kamu. Contohnya kakak laki-laki kamu itu...!!
MS FIYAN
memang diakui atau tidak, alasan materi sering membuat para bujang ragu, tidak pede, minder, dan akhirnya menunda2 pernikahan (termasuk saya kemarin/dulu)
dan kita tentu harus jujur pada realitras ini
tapi
klo boleh saran, jgn memandang "remeh" pada diri sendiri
dan jgn lupakan janji Alloh bagi orang2 yang menikah:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)
jujur, saya sendiri termasuk orang dgn penghasilan rendah dan tak lebih utk kebutuhan sendiri
tapi saya berani menikah (dan ini sudah dilakukan juga oleh banyak org, termasuk teman kita, ms Dani).
dan ternyata setelah menikah, saya tidak merasa bertambah miskin, malah - semoga - bertambah cukup karena istri membawa rejekinya sendiri,
setelah bergabung (menikah), rejeki kami berarti dobel
"Kita akan lebih kuat jika kita bergandengan tangan."
iya kan?
so, jgn takut utk menikah!!
CaturCatriks
Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot. com
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. - 7c.
-
Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
Posted by: "indriast_03" indriast_03@yahoo.co.id indriast_03
Mon Jun 9, 2008 10:56 pm (PDT)
Salam
IHiks..ihiks..
tu kan mas, benern sedih.baru diomongin Di YM.
Sabar ya mas, Alloh pasti punyaa rencana yang indah di balik semua
peristiwa hidup kita. Just Do the best, Let Alloh do the rest..
Semangat ya mas!
- 8.
-
KAOS Silaturahim Nasional FLP 2008 ; Siapa berikutnya?
Posted by: "Epri Saqib" epri_tsi@yahoo.com epri_tsi
Mon Jun 9, 2008 8:19 pm (PDT)
Assalamu 'alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Dear All,
Silaturrahim Nasional tak lama lagi menjelang [11 Juli -13 Juli 2008] yang insyaAlloh akan dilaksanakan di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia Depok.
Komunitas Puisi FLP bekerjasama dengan Danus Sil-Nas FLP menawarkan merchandise dalam bentuk kaos. Bagi kamu yang berminat silahkan pesan melalui DANI ARDIANSYAH emailnya adalah : fil_ardy@yahoo.com dan cckan ke geraibuku@gmail.com setelah itu transfer ke rekening : BCA KCU Bandung 008 034 6719 a/n Endah Widayati
dan konfirmasi via sms ke 0856 95 771764 atau via kedua email di atas.
Spesifikasi : Kaos Lengan Panjang
Logo depan Silaturrahim Nasional FLP
Logo Belakang : Komunitas Puisi FLP
ukuran : All Sizes
warna dasar : Putih
Harga : Rp 50.000,-
Kaos bisa diambil pada saat acara SIlNAS berlangsung atau bisa sesuai kesepakatan pada tanggal sebelumnya bila jumlah pemesan sdh mencapai minimal 50 buah.
Kami akan mengupdate nama-nama yang memesan secara berkala.
Saat ini yang sudah memesan adalah :
1. Epri Tsaqib
2. Dani ardiansyah
3. Lia Octavia
4. Jonru
5. Wiwik
6. Koko*
7. Helvy TR*
8. Asma Nadia*
9. Dianti*
10.
11.
12.
13.
dstnya
Ket * = blm konfirmed :)
Silahkan ya jangan sampai ketinggalan.
Salam
Moderator Kompus FLP
- 9a.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "dewi cendika" candy_hepi@yahoo.com candy_hepi
Mon Jun 9, 2008 8:20 pm (PDT)
catur n retno yang bahagia
wooww......romanttiiss abiisss....: ) banyak yg iri nih bacanya :)
tulisanmu menyentuh hati nih hehe
smoga kalian berdua...catur n retno selalu merajut kebahagiaan di setiap waktu yang berlalu yaaa......
maaf ya...aq ga dateng di pernikahan kalian...tapi doa semoga jodoh kalian panjang dan penuh warna2 indah
slam,
ichen
CaturCatriks <akil_catur@yahoo.co.id > wrote:
SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Oleh CaturCatriks
Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya, janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya, Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan pernah berani untuk mendustaiNya.
***
Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender. Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
Adalah hari-hari yang lesu saya lewati. Saat itu saya baru saja jatuh untuk sebuah urusan yang cukup serius. Emosi saya sangat tidak stabil. Banyak diam, banyak menatap dengan pandangan kosong, gampang tersinggung.
Hari kerja kantor yang tidak produktif, saya gunakan untuk membuka-buka yahoogroups. Begitu banyak milis tersedia di sana. Dengan pemilihan yang tidak saksama, saya bergabung dengan beberapa milis sekaligus. Sengaja saya ikut banyak milis karena sekarang milis ibarat angin yang bertiup kencang masuk ke rumah manakala pintunya dibuka, dengan membawa sekian banyak informasi.
Milis yang saya ikuti hanya sedikit yang ber-web. Di antara yang sedikit tersebut, salah satunya adalah milis SekolahKehidupan (SK).
Sebelum saya meng-klik sebagai awal penggabungan, terlebih dahulu saya buka content web, saya baca, saya jatuh hati, dan saya subcribe. Banyak arsip tulisan di web SK yang saya baca sekali dan ternyata saya tidak cukup puas karena isinya terlalu menarik. Maka saya mengopi arsip-arsip tulisan tersebut dan saya simpan pada folder tersendiri untuk saya baca kembali di lain kesempatan.
Saya tidak langsung menjadi anggota yang aktif, tapi saya cukup memerhatikan dengan membaca postingan yang masuk, yang saat itu belum begitu membanjir. Sampai akhirnya, pada saat itu di milis sedang ramai-ramainya mempersiapkan HUT SK yang pertama, termasuk juga pengumuman lomba menulis dengan tema hikmah kehidupan.
Saya ikut menulis. Dan karena pengumuman tulisan akan dibacakan pada saat acara ulang tahun SK di Rasuna Said, Jakarta, maka saya ikut mendaftar sebagai peserta. Alhamdulillah, tulisan saya terpilih.
Pada saat acara ultah SK I di Rasuna Said itulah untuk pertama kalinya saya melihat seorang gadis bermata belo dan berjilbab hitam, duduk di kursi urutan kesekian.
Kami tak saling menyapa, atau berkenalan, atau mencuri pandangan. Saya hanya melihat begitu saja di antara banyak orang. Begitu saja, tak ada apa-apa, sampai acara selesai dan pulang. Bahkan saya tidak mengenal namanya.
Dan seperti sebuah jalan yang tersambung-sambung, kegiatan SK selalu mempertemukan kami, yang kebetulan sering sama-sama kebagian menjadi panitia. Seingatku, hanya ada 3 pertemuan di SK yang mempertemukan kami. Yang pertama seperti yang telah disebut, yaitu pada ulang tahun SK I, yang kedua cucurak dan sosialisasi program kerja di Bogor, serta yang ketiga adalah raker SK di Bandung. Aku sudah lupa untuk masing-masing bulannya. Dan dalam tiga pertemuan itu, hubungan kami seperti hubungan dengan teman-teman yang lain, bahkan kami terlihat jauh, tidak akrab, dan tidak berpotensi.
Tapi saya telah tahu kalau gadis itu bernama Retnadi Nurâaini (Retno).
Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Kita hanya tahu setelah esok hari berganti dengan hari ini. Alloh telah memasukkan siang ke dalam malam dan malam ke dalam siang. Ia memberikan kekuasaan terhadap apa yang Ia kehendaki.
Dan pada waktu yang berjalan, lewat postingan-postingan di milis, saya atau tepatnya kami, seperti merasakan ada gejala yang lain. Mungkin samar bila diidentifikasikan. Tapi saya menyebutnya sebagai gejala ketertarikan.
Gejala ketertarikan tersebut menempati waktu yang cukup lama sampai akhirnya saya tersadar bahwa hal tersebut tidak boleh dibiarkan menggantung. Dengan ragu yang diyakinkan dan dengan takut yang saya beranikan, setelah berdoa, saya ajak dia untuk bertemu secara khusus, walau tidak di tempat yang spesial.
(Saat itu, benakku masih berkata, bahwa aku bukanlah tipe-nya).
Saat pertemuan tiba, langsung saja kuajak dia untuk membina hubungan yang serius. Mirip sebuah taâaruf (perkenalan), kusampaikan apa-apa yang bisa kusampaikan tentang diriku, keluargaku, keadaanku saat itu, dan sedikit keinginan dan cita-citaku ke depan. Kusampaikan juga bahwa saya adalah laki-laki yang tidak berpredikat, tidak gaul, dan jauh dari kata mapan (walau saya sendiri kurang sepakat jika ini menjadi alasan substansial) . Tapi bagaimanapun isi perkenalan ini menempati posisi yang cukup penting. Karena diakui atau tidak, banyak para bujang yang menunda pernikahan hanya karena alasan materi dan banyak para perempuan yang meragukan ajakan dari laki-laki yang berpenghasilan minim.
Dengan penyampaian yang kurang begitu lancar, kuutarakan yang aku anggap perlu. Termasuk juga keyakinan bahwa apabila kita serius mempersiapkan urusan nikah, pasti Alloh akan membantu sesuai dengan janjiNya.
Saatnya meminta jawaban. Saat hati menegang akan kata yang segera ia utarakan. Karena kali pertama itulah saya mengajak seorang wanita untuk membina hubungan yang serius secara langsung.
Ia menjawab dengan isyarat yang begitu nyata, khas seorang perempuan. Dia menyambutku dengan sebuah anggukan. Walau pelan, anggukan kepala itu tiba-tiba menjadi sebuah gerakan yang begitu indah. Seperti bunga yang mekar dengan gerak slowmotion. Kulafalkan alhamdulillah sebagai rasa syukur.
Agar lebih tegas, kutemui kedua orangtuanya dan bilang bahwa aku serius dengan anaknya untuk membina hubungan ke arah pernikahan. Mereka menyambut dengan positif, walau sebenarnya kedatanganku cukup mengaggetkan. âKok, cepat sekali dan tiba-tiba?â Mungkin itu yang ingin mereka katakan. Tidak apa-apa saya kira. Untuk urusan ini, memang harus disegerakan, tapi bukan berarti terburu-buru.
Dalam waktu yang pendek, aku segera melamarnya. Walau datang dengan Om dan Tante, tapi aku melamarnya sendiri. Sedikit gugup memang ketika bicara untuk mengkhitbah. Tapi harus diberanikan. Lebih âberasaâ sepertinya jika kita tertarik dengan seorang perempuan, kita sendirilah yang melamarnya, bukan diwakili oleh orangtua atau wakil-wakil lain. Alhamdulillah, lamaranku bersambut. Semua lancar, tampaknya.
Baru kemudian setelah pulang, aku tersadar sepenuhnya apa yang akan saya hadapi: mempersiapkan sebuah pernikahan. Buru-buru kuhitung jumlah tabunganku, buru-buru kuhitung jarak persiapan, dan kemudian menyimpulkan, âBahkan untuk acara sederhana tanpa resepsipun, jumlah tabunganku sama sekali tidak cukupâ. Gajiku selama ini sudah aku gunakan untuk keperluan yang lain dan aku tak bisa mengandalkan orang tua. Dahiku berkerut.
Hari-hari menjelang pernikahan, saya selalu dipenuhi dengan perasaan takut, ragu-ragu, dan bingung. Bagaimana caranya, bagaimana caranya.
Untuk sebuah defence atau apologi, saya beranggapan bahwa masalah seperti ini memang harus dihadapi oleh setiap orang yang akan menikah. Masalah kepercayaan diri (untuk menjadi qawam keluarga) dan masalah yang sangat klise, tapi berat dan memusingkan, biaya. Tapi bukan berarti ini menjadi penghalang atau penunda pelaksanaan.
Di tengah kebingunganku, tiba-tiba saya mendapat imel dari calon istri. Imel berupa ekspektasi yang begitu tinggi, tapi sederhana, mengagetkan sekaligus menenangkan. Imel tersebut berjudul âPernikahan Impian Sayaâ.
Bunyi imel tersebut antara lain:
Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya, janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya, Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan pernah berani untuk mendustaiNya.
Pernikahan impian saya tak perlu perayaan megah. Saya tak membutuhkannya. Bagi saya, lebih penting adalah rencana setelahnya.
Pernikahan impian saya tak perlu mahar luar biasa ataupun seserahan tujuh rupa. Tapi saya tahu, mahar saya mahal harganya. Saking mahalnya, mahar yang nantinya akan saya minta, calon suami saya malahan tak akan bisa menemukannya di toko serba ada. Karena mahar itu berupa niatan untuk terus memperbaiki diri dan juga tanpa henti untuk terus belajar saling memahami.
Pernikahan impian saya tak perlu gaun pengantin sewarna dengan taplak meja. Saya tahu, apapun yang akan saya kenakan nantinya, saya akan tampak istimewa. Karena gaun pengantin saya telah ditenun dengan menggunakan benang-benang terindah di dunia. Namanya, benang-benang bahagia. Bahagia ini pula yang nantinya akan digunakan untuk merias wajah saya, sehingga saya percaya, bahwa apapun riasannya, saya akan tampak cantik luar biasa.
Pernikahan impian saya tak perlu banyak bunga. Karena saya tahu, setiap hari dari sisa umur saya nantinya akan diisi oleh saya dan suami saya dengan mengumpulkan bunga-bunga tercantik di dunia. Untuk kemudian ditanam dalam pot-pot bunga yang menghiasi setiap sudut ruang hati saya. Tempat di mana kami nantinya akan bercengkerama setiap petang. Menanti matahari terbenam, sambil mengagumi kecantikan bunga-bunga langka ini, yang dengan ajaibnya akan mekar sepanjang masa.
***
Aku ingat sebuah kalimat, âJika kau berurusan dengan orang yang akan menikah, maka mudahkanlah urusannya, mudahkanlah urusannya.â Dan betapa saya sangat bersyukur bahwa saya telah dipermudah jalan oleh calon istri saya sendiri.
Seiring dengan harapan, kami (saya, calon istri, dan kedua ortu kami) bersepakat untuk mengadakan acara pernikahan dengan sederhana tanpa resepsi, pun untuk tidak mengabarkan kepada teman-teman.
Tapi karena sebuah pernikahan harus dikabarkan, maka kami menyiarkannya setelah selesai pelaksanaan, dengan risiko, ini akan cukup mengagetkan dan mengundang banyak pertanyaan. Tidak jadi soal. Sepanjang kita benar, sedikit perbedaan bisa dibuat, yang penting kita bisa menempatkan kemampuan pada posisi yang nyaman.
Begitulah.
Tapi urusan bukan berarti sudah selesai. Setelah aku beli ini, beli itu, bayar persiapan ini persiapan itu, uang saya habis sama sekali, sedang waktu nikah tinggal lima hari.
Tapi saudaraku, sekali lagi, pertolongan Alloh ternyata begitu dekat. Tiga buku anak yang aku tulis (yang satu bersama seorang teman), dan lama tak ada kabarnya, tiba-tiba saja dibayar! (walau hanya baru uang mukanya). Alhamdullillah, begitu longgar benakku yang tengah sesak.
Pagi, 1 Mei 2008, di Masjid Baiturrohmah, Petamburan, Jakarta Barat, kami melangsungkan akad nikah, diawali pembacaan dua kalimat syahadat, dengan mahar seperangkat alat sholat, Catur Sukono dan Retnadi Nurâaini resmi menjadi suami istri.
Segala puji bagi Alloh. Semoga Ia memberkahi kehidupan kami dan diberi keturunan yang shaleh/hah.
Barakallohu
Special dedicated to:
Istriku, Retnadi Nurâaini (Retno). I love you!
Thanx to:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]- ->Keluarga yang selalu mengiringi kami dengan kasih dan doa
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]- ->Mas Nursalam dan Mas Suhadi (plus istri dan 3 jagoannya) yang datang di hari bahagia
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]- ->Teman-teman SK yang datang dalam syukuran kecil tanggal 18 Mei â08
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]- ->Teman-teman SK Bogor, Taufiq, Asma, dan Nia atas kehangatan selama ini
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]- ->Mas Dani dan Mas Epri yang membantu istriku untuk bergabung dan belajar dengan/pada sebuah organisasi harokah. Jazakalloh
<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]- ->Sahabat- sahabat SK semuanya, di manapun berada dan pada kesempatan apa pun
CaturCatriks
Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot. com
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
Ichen
www.ichenzr.multiply. com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
- 10a.
-
(Inspirasi) Mendengarkan Cinta
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Mon Jun 9, 2008 8:51 pm (PDT)
/Inspirasi/
*MENDENGARKAN CINTA *
/Oleh Teha Sugiyo/
"/Aku lebih gandrung gemericik, semilir, bisikan, daripada gelombang,
badai yang serba gegap gempita. Karenanya lebih percaya suara hati dan
bisikan nurani. ADS Swawedar69"/. Demikian pesan pendek yang terbaca
pada layar /hape/ saya sepulang dari kantor menuju Universitas
Widyatama, untuk mengajar. Tepat pada jam 18.39 kemarin. Saya tak segera
menjawab. Pertemuan dengan seorang dosen yang mengajar sebelumnya di
kelas yang sama, saat saya tiba di ruang dosen, sempat menyita waktu
kami. Perbincangan semakin seru manakala kami berbicara mengenai dunia
ritel, yang sama-sama kami geluti. Dia secara teoritis menguasai dunia
itu, karena memang disertasi doktornya berkaitan dengan manajemen ritel.
Sementara saya seorang praktisi yang bekerja di dunia ritel. Jadi klop.
Usai mengajar, saya langsung pulang ke rumah. Mandi dan makan, terus
istirahat sejenak sambil tiduran, saya buka kembali sms tadi. /"Kadang
gelombang, badai dan gegap gempita diperlukan untuk ujian kehidupan,"/
balas saya dalam sms. ADS adalah sahabat dari Bogor. Kemarin hari Minggu
kami bertemu di Gelanggang Generasi Muda di Jalan Merdeka Bandung, dalam
rangka reuni para penulis angkatan tahun70-80-an, sekaligus /launching/
buku Antologi Puisi: /Senandung Bandung jilid 2./ Reuni itu dihadiri
sekitar 20 orang. Ada penulis, pelukis, pemain drama, wartawan dan juga
mahasiswa yang sengaja ingin menimba pengetahuan dari para seniornya. Di
antara yang hadir ada nama-nama yang pernah beken dan masih beken: Eddy
D. Iskandar, Rachmat Dst., Maman S. Iskandar, Soni Farid Maulana, Diro
Aritonang, Le Basuki dan lainnya. Jakob Sumardjo dan Wilson Nadeak tidak
hadir. Jeihan diwakili anaknya, Atasi Amin. Kami berbagi pengalaman
sejak jam 10.30 hingga jam 14.00. Usai pertemuan Eddy, Rachmat, ADS dan
saya masih melanjutkan ngobrol untuk mengevaluasi pertemuan dan
merancang pertemuan berikutnya. Selanjutnya saya antarkan ADS ke
terminal Leuwipanjang untuk kembali pulang ke Bogor.
Pada malam sebelumnya, saya janjian dengan ADS bertemu di rumah Jakob
Sumardjo, karena mendapat kabar kalau profesor yang mengajar di STSI itu
sakit. Ternyata ADS datang lebih awal, menunggu lama, lalu dia kembali
setelah mengetahui bahwa Jakob tidak ada di rumahnya. Saya datang
berikutnya dan menjumpai rumah sepi. Beruntung saya kontak ADS, yang
ternyata masih di Jalan Padasuka. Saya minta agar dia menunggu saya, dan
nyatanya benar, kami pun bisa ketemu, dan berbarengan kami meluncur ke
arah jalan Riau mencari rumah makan khas Sunda, kesukaan ADS. Layaknya
sahabat lama, kami ngobrol /ngalor ngidul ngetan bali ngulon/. Tentu
saja porsi paling besar pada dunia kepenulisan, kesenimanan dan kehidupan.
Banyak hal yang saya kagumi dari sahabat saya ADS ini. Kami sebaya.
Namun pengalaman kehidupan dia lebih kaya. Empat kali sudah dia pergi ke
Tanah Suci. Bukan wisata, tapi naik haji. Jika tidak /digondeli/
istrinya, mungkin sudah kelima, keenam dia pergi ke tanah suci. Namun
penampilannya sangat sangat sederhana. Dia begitu /low profile/ dan
/humble./ Kepeduliannya pada sesama, khususnya para sahabatnya, begitu
besar. Pernah pada suatu pagi saya mendapat sms dari dia yang meminta
saya untuk membawa Mas Jakob ke rumah sakit, karena beliau sakit dan
tidak bisa jalan. Dengan panik saya coba kontak balik, dan dia bilang
kemarinnya sengaja ia menemui Mas Jakob di TIM Jakarta, tapi Mas Jakob
keburu pulang karena sakit. Ia membayangkan begitu parah sakitnya, dan
begitu mengkhawatirkan kondisi Mas Jakob.
Pada lain kesempatan dia sangat menyesal saat tidak dapat menemui Pak
Sudjoko, karena ada rencana kerjasama dengan beliau. Tahu-tahu dia
mendapat kabar mengenaskan tentang wafatnya profesor yang sepanjang
hidupnya melajang itu. Dia juga merasa terpukul ketika mendengar penyair
Hamid Jabbar yang meninggal saat berada di panggung sedang membacakan
puisi. Juga sastrawan Rustandi Kartakusumah, budayawan Sunda yang cukup
disegani. Dan pukulan terakhir, saat dia tidak berhasil menjumpai Bang
Ali, padahal sudah berjanji ketemu pada bulan Mei silam. Tapi Bang Ali
Sadikin keburu dipanggil Tuhan.
ADS adalah Swawedar69, dan Swawedar69 adalah ADS. Ialah yang mendirikan
sanggar seni yang selanjutnya berubah bentuk menjadi teater karena
dirasa teater sebagai alat pengembangan mental anak muda. Terakhir
Swawedar mengembangkan diri menjadi Yayasan yang khusus menangani
generasi dini dengan mendirikan play group, TK, sampai SMEA dan kuliah
eksekutif.
Tak terasa telah 39 tahun usia Swawedar69. /Swa wedar/ ; swa = sendiri,
wedar = bangkit. Artinya, bangkit, bergerak, maju, berkembang atas usaha
sendiri. Swadaya. Swadana. Dan begitulah, selama 39 tahun usianya,
segala kegiatan dibiayai sendiri. Lebih sering ADS sendiri yang
mengeluarkan koceknya.
Telah banyak karya bagi anak bangsa yang dihasilkan Swawedar69. Dari
perpustakaan keliling yang pernah diresmikan walikota Bandung,
pendidikan, dan juga penerbitan buku-buku. Membincangkan sosok ADS tak
akan ada habisnya. Selalu ada hal-hal yang menginspirasi.
Dari berbagai sepak terjangnya itulah saya mendengarkan adanya cinta.
Cinta pada sahabatnya, cinta pada generasinya, cinta pada anak-anak masa
depan dan cinta pada bangsa dan negeri bumi pertiwi. Salah satu bukti
lain, menjelang Agustus nanti, kami merancang untuk menerbitkan buku
"/Indonesia Ah",/ sebagai bukti bakti kami pada negeri ini.
Saat dia turun dari mobil di depan terminal Leuwipanjang, dia menjabat
tangan saya erat-erat. Matanya tajam menghunjam, bertabrakan dengan mata
saya. Kami tak saling bicara, tapi nurani kami masing-masing yang penuh
makna. O, sahabat... Saya mendengar ada cinta di sana. Sama, saat Novi
mengatakan "/speechless/", dan Dyah menulis tentang orang-orang yang
merunduk, saya juga mendengar cinta di sana. Sama juga kondisinya, saat
dulu-dulu setiap datang ke rumah Jeihan, dia selalu berteriak,
/"Jiancuk! Isih urip toh kowe?"/ Saya merasakan ada getaran cinta di sana!
Seringkali ada hal-hal yang ingin kita omongkan, atau yang harus kita
katakan, justru tidak pernah dapat kita ungkapkan. Parahnya lagi, kita
terbiasa menggunakan simbol-simbol atau kata-kata lain untuk menunjukkan
arti yang sebenarnya. Alhasil, sering maksud kita itu menjadi tidak
sampai, tidak terkomunikasikan dengan baik, dan malah membuat orang lain
merasa /bete,/ tidak disayang, tidak dihargai.
"Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan
cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri
kita sendiri, kita ragu buat bilang, "/I love you./" Jadinya, kita
menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri
baik-baik," "belajar yang bener," "hati-hati di jalan," "jangan ngebut,"
"jangan lupa makan," Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari
perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu," "saya peduli sama
kamu," "kamu sangat berarti buat saya," "saya nggak mau kamu terluka".
So, tidak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat
kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu
penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih
penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar
sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan
cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus
mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
Seorang ibu bisa mengomeli anaknya karena nilai rapor atau kamar
yang berantakan. Sang anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalau
dia benar-benar MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana.
Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi bagaimana
pun, itu adalah cinta.
Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya mendapat kuliah gratis
dari /bokap/nya. Gadis itu cuma menangkap kemarahan sang /bokap./ Tapi
kalau dia mencoba MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu
gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tahu nggak,
itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat
berarti buat Papa"-- yang sayangnya, tidak tersampaikan secara lisan.
Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara -- hadiah ulang tahun,
pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta tidak hanya
ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan kita bisa menunjukkan
cinta dengan memaafkan orang yang tidak mau mendengar cinta yang kita
sampaikan.
Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan
kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap
terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata- kata,
tapi kita tidak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang
mengiringi kata-kata itu. Sayangnya juga, kita lebih sering mendengar
hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang
menjadi dasarnya.
Dengarkanlah cinta. Cinta ada di sekitar kita. Kalau kita
benar-benar berusaha mendengarkan, kita bakal menemukan bahwa kita
sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta dapat membuat kita sadar
bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.
Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting. Kita tidak perlu
merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan
hal itu jangan sampai membuat kita menjadi kesepian. Yang menjadi
masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu menyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa
dan katakan. Tidak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan
untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita.
Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka sudah
berjasa membangun diri kita sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan.
Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat
hidup menjadi penuh makna. /(teriring ucapan terima kasih kepada paulin
sandra yang memberikan bahan inspirasi ini, juga kepada semua sahabat
eska yang banyak menebarkan cinta dari hatinya)./
/Live as if you were to die tomorrow
Learn as if you were to live forever
/(Mahatma Gandhi)
- 10b.
-
Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com Dizzman
Mon Jun 9, 2008 9:34 pm (PDT)
cukup inspiratif
memang cinta itu ada bermula dari perhatian yang kita berikan kepada siapa saja. dari perhatian itu tumbuhlah rasa cinta, empati, ikhlas, yang ditunjukkan dalam perkataan dan perbuatan.
Sikap EGP yang akhir2 ini muncul di masyarakat, salah satunya adalah karena hilangnya rasa cinta di antara kita, sehingga semangat gotong royong yang dulu kental berubah menjadi individualisme pribadi, yang hanya mengejar kepentingan pribadi atau kelompok atau golongan tertentu saja.
Oleh karena itu, mudah2an dengan ikut SK, rasa cinta terhadap sesama mulai tumbuh, dan sikap EGP semakin luntur ditelan semangat kegotongroyongan di antara kita. Amin....
salam kenal Mas Teha,
Diaz
NB. saya sering ke Bandung lho, kapan2 ngobrol darat mas
--- On Mon, 6/9/08, teha <teha.sugiyo@toserbayogya. > wrote:com
From: teha <teha.sugiyo@toserbayogya. >com
Subject: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "dale carnegie" <dale_carnegie_com bdg@yahoogroups. >, ek_farida@yahoo.com co.id , "NADIA SUTANTO" <isabelnrs@hotmail.com >, antonswawedar@yahoo.co. id
Date: Monday, June 9, 2008, 8:49 PM
- 10c.
-
Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Mon Jun 9, 2008 10:02 pm (PDT)
terima kasih. pintu hati ini selalu terbuka mas diaz. kalau ke bandung
lagi jangan lupa kontak dulu. jadi bisa ngatur ketemuan di mana. di
lembang oke juga, sambil bakar jagung or ngebandrek... ditunggu ya!
Diaz Rossano wrote:
>
> cukup inspiratif
>
> memang cinta itu ada bermula dari perhatian yang kita berikan kepada
> siapa saja. dari perhatian itu tumbuhlah rasa cinta, empati, ikhlas,
> yang ditunjukkan dalam perkataan dan perbuatan.
> Sikap EGP yang akhir2 ini muncul di masyarakat, salah satunya adalah
> karena hilangnya rasa cinta di antara kita, sehingga semangat gotong
> royong yang dulu kental berubah menjadi individualisme pribadi, yang
> hanya mengejar kepentingan pribadi atau kelompok atau golongan
> tertentu saja.
> Oleh karena itu, mudah2an dengan ikut SK, rasa cinta terhadap sesama
> mulai tumbuh, dan sikap EGP semakin luntur ditelan semangat
> kegotongroyongan di antara kita. Amin....
>
> salam kenal Mas Teha,
>
> Diaz
>
> NB. saya sering ke Bandung lho, kapan2 ngobrol darat mas
>
> --- On Mon, 6/9/08, teha <teha.sugiyo@ toserbayogya. com
> <mailto:teha.sugiyo%40toserba yogya.com> > wrote:
>
> From: teha <teha.sugiyo@ toserbayogya. com
> <mailto:teha.sugiyo%40toserba yogya.com> >
> Subject: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
> To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
> <mailto:sekolah-kehidupan% 40yahoogroups. com>, "dale carnegie"
> <dale_carnegie_ bdg@yahoogroups. com
> <mailto:dale_carnegie_ bdg%40yahoogroup s.com>>, ek_farida@yahoo. co.id
> <mailto:ek_farida%40yahoo.co. id>, "NADIA SUTANTO" <isabelnrs@hotmail.
> com <mailto:isabelnrs%40hotmail. com>>, antonswawedar@ yahoo.co. id
> <mailto:antonswawedar%40yahoo. co.id>
> Date: Monday, June 9, 2008, 8:49 PM
>
>
- 10d.
-
Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta ---> mas teha
Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com Dizzman
Mon Jun 9, 2008 10:55 pm (PDT)
nanti saya kabari Mas, mungkin liburan sekolah (akhir juni) aku kesana....
--- On Mon, 6/9/08, teha <teha.sugiyo@toserbayogya. > wrote:com
From: teha <teha.sugiyo@toserbayogya. >com
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Monday, June 9, 2008, 10:02 PM
terima kasih. pintu hati ini selalu terbuka mas diaz. kalau ke bandung lagi jangan lupa kontak dulu. jadi bisa ngatur ketemuan di mana. di lembang oke juga, sambil bakar jagung or ngebandrek.. . ditunggu ya!
- 11a.
-
Re: Pengumuman
Posted by: "indriast_03" indriast_03@yahoo.co.id indriast_03
Mon Jun 9, 2008 10:56 pm (PDT)
Salam kenal mas
Duh, sumpah dey..bikin dag dig dug aja,
langsung ku cek ke bankku,
eh gak taunya..hi..hi, kena dech kita.!?!
Tapi keren kok mas..
Besok lagi ya..^_^
Nuke!
- 12.
-
Re: Fwd: Membingkar Jaringan AKKBB (Bag.1) Kiriman Seorang teman...
Posted by: "HENDRA WIJANA" hendra_wijana@yahoo.com hendra_wijana
Mon Jun 9, 2008 11:34 pm (PDT)
Jangan menyebarkan sesuatu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan.
abdul azis <abdul_azis80@yahoo.com > wrote:
Note: forwarded message attached.
~ Jangan Mati Sebelum Berarti, Berbuatlah Yang Terbaik, Karena Hidup Hanya Sekali ~
Abdul Azis, S.Pd
Direktur Eksekutif Salman Institute
www.cahayarumah.multiply. com
http://indonetwork.co.id/salmaninst itute/profile/
YM. abdul_azis80
Date: Mon, 9 Jun 2008 18:10:16 -0700 (PDT)
From: anak banten <anakibunya@yahoo.com >
Subject: Membingkar Jaringan AKKBB (Bag.1) Kiriman Seorang teman...
To: abdul_azis80@yahoo.com
kiriman seorang teman...bantu forward ya...
Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1) Selasa, 3 Jun 08 19:03 WIB
Kirim teman
Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirahbukan al-Qur'andan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.
Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.
Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.
Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok "keagamaan", termasuk kelompok sesat Ahmadiyah.
Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->National Integration Movement (IIM)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->The Wahid Institute
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Kontras
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->LBH Jakarta
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Jaringan Islam Kampus (JIK)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Jaringan Islam Liberal (JIL)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Institut Dian/Interfidei
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Masyarakat Dialog Antar Agama
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Komunitas Jatimulya
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->eLSAM
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Lakpesdam NU
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->YLBHI
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Lembaga Kajian Agama dan Jender
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Pusaka Padang
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Yayasan Tunas Muda Indonesia
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Crisis Center GKI
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Gerakan Ahmadiyah Indonesia
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Tim Pembela Kebebasan Beragama
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->El Ai Em Ambon
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Fatayat NU
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Koalisi Perempuan Indonesia
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->SHEEP Yogyakarta Indonesia
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->LSM Adriani Poso
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->PRKP Poso
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Komunitas Gereja Damai
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Komunitas Gereja Sukapura
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->GAKTANA
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Wahana Kebangsaan
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Yayasan Tifa
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Komunitas Penghayat
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Crisis Center SAG Manado
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->LK3 Banjarmasin
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->PERCIK Salatiga
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Sumatera Cultural Institut Medan
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Muslim Institut Medan
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->PUSHAM UII Yogyakarta
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Swabine Yasmine Flores-Ende
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Komunitas Peradaban Aceh
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Yayasan Jurnal Perempuan
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->AJI Damai Yogyakarta
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Ashram Gandhi Puri Bali
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Gerakan Nurani Ibu
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]- ->Rumah Indonesia
Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi 'ladang tadah hujan' yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada 'curah hujan' atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.
Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.
Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang "aneh-aneh" seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.
Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.
Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.
Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.
Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.
Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.
Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari 'The Hidden Agenda' di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/rz)
- 13.
-
Pengumuman-TUK MAS ADIGUNA
Posted by: "Divin Nahb" divin_nahb_dn@yahoo.com divin_nahb_dn
Mon Jun 9, 2008 11:55 pm (PDT)
Mas ADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIII
Dudul!!!!
Kirain beneran
Udah ketar-ketir aje
Walaupun cuman sepuluh rebu doang di rekening
Tapi kan lumayan buat jalan transferan
Aku lewein Mas ADIGUNA
WEEEEEEKKKKKKKKKKKKKKKKK
Hi... hi... hi...
Salam
Divin Nahb
- 14a.
-
(Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Jun 10, 2008 12:03 am (PDT)
"Saya ingin menulis, tapi bagaimana ya? Komputer saja tidak punya."
"Saya ingin jadi penulis. Tapi rumah saja masih ngontrak. Bising banget. Tak
bisa tenang untuk menulis."
"Bagaimana mungkin saya bisa menulis? Saya kan ibu dari lima anak yang masih
kecil-kecil. Jangankan buat nulis. Ngasuh anak aja sering enggak sempat."
* * *
Halo, apa kabar teman?
Sudahkah Anda menulis hari ini?
Sudahkah Anda bekerja keras untuk menjadi seorang penulis handal?
Belum? Kenapa?
Tak ada waktu? Tak ada tempat? Tak ada komputer?
Banyak masalah? Banyak kendala?
Ya, baiklah.
Mari kita simak sejenak cerita seorang teman. Ia bernama Eko Ramaditya
Adikara. Nama yang cukup panjang. Tapi panggil saja ia Rama.
Ia punya situs pribadi yang rajin di-update dengan tulisan-tulisan yang
bagus ( http://www.ramaditya.com/ )
"Huh, saya juga begitu!"
Ia adalah seorang komposer musik digital
"So what? Apa yang istimewa?"
Ia rajin mengikuti perkembangan teknologi informasi
"Hihihi.. garing amat! Apa yang istimewa dari fakta seperti ini?"
Ya, memang itu semua tak terlalu istimewa. Bahkan biasa-biasa saja.
Tapi dengarlah, kawan. Rama ini adalah seorang tuna netra.
"Dulu saya sempat putus aja," ujarnya ketika berdiri di depan para peserta
Seminar Penulisan bidang TI, tanggal 29 April 2007 lalu di Jakarta. "Saya
sangat menyenangi dunia teknologi informasi. Tapi dengan kondisi saya,
dapatkah saya mewujudkan keinginan itu?"
Alhamdulillah... suatu ketika Rama berkenalan dengan sebuah teknologi
bernama screen reader. Ini adalah teknologi yang memungkinkan layar monitor
kita bisa berbicara. Ketika mouse saya menyentuh tombol Start, maka komputer
saya akan berbunyi "start". Ketika kursor sedang menyorot file "index.html",
maka komputer akan berbunyi "index.html".
"Dengan cara ini, saya tak perlu melihat ketika mengoperasikan komputer.
Saya cukup memanfaatkan indera pendengaran saya."
Maka, sejak saat itu, Rama rajin menulis di situs pribadinya, dan mendalami
teknologi informasi. Ia punya keterbatasan, tapi ia punya motivasi yang
kuat. Dan akhirnya ia berhasil.
* * *
Temanku tercinta....
Kamu punya tubuh yang sempurna. Panca inderamu lengkap. Kenapa merasa serba
kekurangan? Kenapa kamu merasa begitu banyak kendala dan masalah, sehingga
kamu merasa tak mampu menjadi seorang penulis?
Seharusnya kita malu kepada seorang Rama Aditya.
Dia punya kekurangan, tapi dia tak pernah menyerah dan membuktikan bahwa dia
bisa sukses.
Sedangkan kita punya tubuh yang sempurna. Tidakkah kita merasa malu?
Menulislah sekarang juga, Sahabatku...
Sebab inilah salah satu cara kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah
diberikan Allah.
Senayan, 1 Mei 2006
Jonru
(Naskah ini adalah posting ulang dari tulisan di
http://jonru.multiply. )com/journal/ item/225
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com
http://www.penulislepas.com/ v2
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
Ingin belajar menulis?
http://www.belajarmenulis.com
- 14b.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "Syafaatus Syarifah" syarifah@gratika.co.id sya4215
Tue Jun 10, 2008 12:08 am (PDT)
Ramaditya ya Bang, bukan Rama Aditya
:)
----- Original Message -----
From: Jonru
To: PenulisLepas ; sekolah-kehidupan@yahoogroups. ; Forum Lingkar Pena ; muslimblog@yahoogrocom ups.com ; belajarmenulis@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, June 10, 2008 2:03 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
"Saya ingin menulis, tapi bagaimana ya? Komputer saja tidak punya."
"Saya ingin jadi penulis. Tapi rumah saja masih ngontrak. Bising banget. Tak bisa tenang untuk menulis."
"Bagaimana mungkin saya bisa menulis? Saya kan ibu dari lima anak yang masih kecil-kecil. Jangankan buat nulis. Ngasuh anak aja sering enggak sempat."
* * *
Halo, apa kabar teman?
Sudahkah Anda menulis hari ini?
Sudahkah Anda bekerja keras untuk menjadi seorang penulis handal?
Belum? Kenapa?
Tak ada waktu? Tak ada tempat? Tak ada komputer?
Banyak masalah? Banyak kendala?
Ya, baiklah.
Mari kita simak sejenak cerita seorang teman. Ia bernama Eko Ramaditya Adikara. Nama yang cukup panjang. Tapi panggil saja ia Rama.
Ia punya situs pribadi yang rajin di-update dengan tulisan-tulisan yang bagus ( http://www.ramaditya.com/ )
"Huh, saya juga begitu!"
Ia adalah seorang komposer musik digital
"So what? Apa yang istimewa?"
Ia rajin mengikuti perkembangan teknologi informasi
"Hihihi.. garing amat! Apa yang istimewa dari fakta seperti ini?"
Ya, memang itu semua tak terlalu istimewa. Bahkan biasa-biasa saja.
Tapi dengarlah, kawan. Rama ini adalah seorang tuna netra.
"Dulu saya sempat putus aja," ujarnya ketika berdiri di depan para peserta Seminar Penulisan bidang TI, tanggal 29 April 2007 lalu di Jakarta. "Saya sangat menyenangi dunia teknologi informasi. Tapi dengan kondisi saya, dapatkah saya mewujudkan keinginan itu?"
Alhamdulillah... suatu ketika Rama berkenalan dengan sebuah teknologi bernama screen reader. Ini adalah teknologi yang memungkinkan layar monitor kita bisa berbicara. Ketika mouse saya menyentuh tombol Start, maka komputer saya akan berbunyi "start". Ketika kursor sedang menyorot file "index.html" , maka komputer akan berbunyi "index.html" .
"Dengan cara ini, saya tak perlu melihat ketika mengoperasikan komputer. Saya cukup memanfaatkan indera pendengaran saya."
Maka, sejak saat itu, Rama rajin menulis di situs pribadinya, dan mendalami teknologi informasi. Ia punya keterbatasan, tapi ia punya motivasi yang kuat. Dan akhirnya ia berhasil.
* * *
Temanku tercinta....
Kamu punya tubuh yang sempurna. Panca inderamu lengkap. Kenapa merasa serba kekurangan? Kenapa kamu merasa begitu banyak kendala dan masalah, sehingga kamu merasa tak mampu menjadi seorang penulis?
Seharusnya kita malu kepada seorang Rama Aditya.
Dia punya kekurangan, tapi dia tak pernah menyerah dan membuktikan bahwa dia bisa sukses.
Sedangkan kita punya tubuh yang sempurna. Tidakkah kita merasa malu?
Menulislah sekarang juga, Sahabatku...
Sebab inilah salah satu cara kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah.
Senayan, 1 Mei 2006
Jonru
(Naskah ini adalah posting ulang dari tulisan di http://jonru.multiply. )com/journal/ item/225
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com
http://www.penulislepas.com/ v2
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
Ingin belajar menulis?
http://www.belajarmenulis.com
- 14c.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Jun 10, 2008 12:16 am (PDT)
Thanks Sya atas koreksinya.
Sebenarnya di bagian atas, saya sudah menulis nama yang benar.
Cuma di bawah, terjadi kesalahan
hehehe...
HJonru
2008/6/10 Syafaatus Syarifah <syarifah@gratika.co.id >:
> Ramaditya ya Bang, bukan Rama Aditya
> :)
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Jonru <jonrusaja@gmail.com >
> *To:* PenulisLepas <penulislepas@yahoogroups. > ;com
> sekolah-kehidupan@yahoogroups. ; Forum Lingkar Pena<forumlingkarpena@com gmail.com >;
> muslimblog@yahoogroups.com ; belajarmenulis@yahoogroups. com
> *Sent:* Tuesday, June 10, 2008 2:03 PM
> *Subject:* [sekolah-kehidupan] (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita
> Malu
>
> "Saya ingin menulis, tapi bagaimana ya? Komputer saja tidak punya."
> "Saya ingin jadi penulis. Tapi rumah saja masih ngontrak. Bising banget.
> Tak bisa tenang untuk menulis."
> "Bagaimana mungkin saya bisa menulis? Saya kan ibu dari lima anak yang
> masih kecil-kecil. Jangankan buat nulis. Ngasuh anak aja sering enggak
> sempat."
>
> * * *
>
> Halo, apa kabar teman?
> Sudahkah Anda menulis hari ini?
> Sudahkah Anda bekerja keras untuk menjadi seorang penulis handal?
> Belum? Kenapa?
> Tak ada waktu? Tak ada tempat? Tak ada komputer?
> Banyak masalah? Banyak kendala?
>
> Ya, baiklah.
> Mari kita simak sejenak cerita seorang teman. Ia bernama Eko Ramaditya
> Adikara. Nama yang cukup panjang. Tapi panggil saja ia Rama.
>
> Ia punya situs pribadi yang rajin di-update dengan tulisan-tulisan yang
> bagus ( http://www.ramaditya.com/ )
>
> "Huh, saya juga begitu!"
>
> Ia adalah seorang komposer musik digital
>
> "So what? Apa yang istimewa?"
>
> Ia rajin mengikuti perkembangan teknologi informasi
>
> "Hihihi.. garing amat! Apa yang istimewa dari fakta seperti ini?"
>
> Ya, memang itu semua tak terlalu istimewa. Bahkan biasa-biasa saja.
>
> Tapi dengarlah, kawan. Rama ini adalah seorang tuna netra.
>
> "Dulu saya sempat putus aja," ujarnya ketika berdiri di depan para peserta
> Seminar Penulisan bidang TI, tanggal 29 April 2007 lalu di Jakarta. "Saya
> sangat menyenangi dunia teknologi informasi. Tapi dengan kondisi saya,
> dapatkah saya mewujudkan keinginan itu?"
>
> Alhamdulillah... suatu ketika Rama berkenalan dengan sebuah teknologi
> bernama screen reader. Ini adalah teknologi yang memungkinkan layar monitor
> kita bisa berbicara. Ketika mouse saya menyentuh tombol Start, maka komputer
> saya akan berbunyi "start". Ketika kursor sedang menyorot file "index.html",
> maka komputer akan berbunyi "index.html".
>
> "Dengan cara ini, saya tak perlu melihat ketika mengoperasikan komputer.
> Saya cukup memanfaatkan indera pendengaran saya."
>
> Maka, sejak saat itu, Rama rajin menulis di situs pribadinya, dan mendalami
> teknologi informasi. Ia punya keterbatasan, tapi ia punya motivasi yang
> kuat. Dan akhirnya ia berhasil.
>
> * * *
>
> Temanku tercinta....
>
> Kamu punya tubuh yang sempurna. Panca inderamu lengkap. Kenapa merasa serba
> kekurangan? Kenapa kamu merasa begitu banyak kendala dan masalah, sehingga
> kamu merasa tak mampu menjadi seorang penulis?
>
> Seharusnya kita malu kepada seorang Rama Aditya.
> Dia punya kekurangan, tapi dia tak pernah menyerah dan membuktikan bahwa
> dia bisa sukses.
>
> Sedangkan kita punya tubuh yang sempurna. Tidakkah kita merasa malu?
>
> Menulislah sekarang juga, Sahabatku...
>
> Sebab inilah salah satu cara kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah
> diberikan Allah.
>
> Senayan, 1 Mei 2006
>
> Jonru
>
>
> (Naskah ini adalah posting ulang dari tulisan di
> http://jonru.multiply. )com/journal/ item/225
>
>
- 14d.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 12:35 am (PDT)
Subhanallah. Tulisan Maz Jonru dan blog Rama sangat inspiratif. Menyadarkan dan mengingatkan kembali pada saya (dan saya yakin teman-teman juga), betapa harus bersyukurnya diri ini. Saya jadi malu merasa diri 'rendah' (hehehe, 153 cm) dan kurang mampu menulis.
Oiya, bolehkah dengan hormat kami mengundang Maz Jonru untuk mengikuti Milad Eska ke-2 pada tanggal 27 Juli 2008? Undangan secara resmi akan kami sampaikan melalui e-mail. Kami akan sangat merasa mendapat kehormatan bila maz Jonru dapat hadir:D
Salam
Dyah
Salah satu Humaz Milad Eska
Tanpa kehadiranmu, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya
Temanku tercinta....
Kamu punya tubuh yang sempurna. Panca inderamu lengkap. Kenapa merasa serba kekurangan? Kenapa kamu merasa begitu banyak kendala dan masalah, sehingga kamu merasa tak mampu menjadi seorang penulis?
Seharusnya kita malu kepada seorang Rama Aditya.
Dia punya kekurangan, tapi dia tak pernah menyerah dan membuktikan bahwa dia bisa sukses.
Sedangkan kita punya tubuh yang sempurna. Tidakkah kita merasa malu?
Menulislah sekarang juga, Sahabatku...
Sebab inilah salah satu cara kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah.
Senayan, 1 Mei 2006
Jonru
- 15a.
-
Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK
Posted by: "Misbach Udin" mmisbach@gmail.com
Tue Jun 10, 2008 12:37 am (PDT)
Aduh sori banget sudah beberapa minggu ini saya jarang OL. Jadi nggak tau
kalok mo ada milad. Kapan nih rencananya?
Istri belum melahirkan. Perkiraan dokter bulan depan. Mohon doa dari
semuanya.....
On 6/5/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote:
>
> tepuk tangan buat mas misbach
> ikut kopdar dan milad ya mas
> mau belajar puisi di situ gintung:)
> btw, istri sudah melahirkankah?
> ajak juga ya istri dan anak tercinta:)
> biar milad sk rame...
> nia
> (yang bantuin humas milad sk)
>
> Pada 5 Juni 2008 14:08, Misbach Udin <mmisbach@gmail.com > menulis:
>
>> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 1
>>
>> "aku mau dibawa
>> jika ditempatkan di kamar istimewa"
>>
>> lalu isyarat-isyarat mengerjap
>> dari langit yang lelap
>> mengantungi selaksa doa
>> yang mengetuk tingkap waktu
>> : di matamu
>> malam pun
>> biru
>>
>> magelang, mei 2008
>>
>>
>> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 2
>>
>> bapak. saat kulihat sepasang sayap
>> tumbuh di balik bahu kekarmu
>> aku tahu,
>> betapa sepanjang hidup
>> aku mesti menanggung rindu
>> tapi aku tak menangis, bapak
>> seperti pesanmu
>>
>> magelang-jakarta, mei 2008
>>
>>
>> --
>> http://lenteralangit.multiply. com
>>
>
>
>
--
http://lenteralangit.multiply. com
- 16a.
-
Re: (Inspirasi) Si Nyolot Janet
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 12:42 am (PDT)
Iya benar, mbak Jenny. Aku juga punya teman yang tampangnya memang jutek dan kalau bicara agak-agak "kasar". Tapi kami semua yang sudah lama mengenalnya tahu bahwa dia sebenarnya baik dan perhatian. Mungkin caranya saja yang kadang membuat kurang berkenan. Yups, seperti pribahasa lama, Jangan menilai buku dari sampulnya:D
Salam:D
Dyah
----- Original Message ----
From: Jenny Jusuf <j3nnyjusuf@yahoo.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, June 10, 2008 8:30:33 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) Si Nyolot Janet
Sekadar oleh-oleh dari perayaan Natal Sekolah Minggu tahun lalu. Saya hanya bertemu dengannya sekali, dan sejak itu saya tidak pernah melihat sosoknya lagi. Mudah2an oleh-oleh ini bisa membawa makna ;-)
-----
"DUUUH, DUNIA SEMPIT
BANGET SIH!"
Saya menoleh, spontan mencari sumber suara itu. Teriakan itu terasa agak
mengganggu, karena diucapkan dengan nada tajam dan *ehem* nyolot di
antara kerumunan anak Sekolah Minggu berusia antara 2 sampai 12 tahun yang
memadati aula gereja dalam rangka perayaan Natal.
There she was, duduk di atas tempat tidur dengan beberapa anak
perempuan lain, sibuk menghias kaus kaki Natal dengan bahan seadanya. Dalam
perayaan kali ini, semua anak diwajibkan menghias kaus kaki flanel yang
nantinya akan diisi hadiah dan mereka semua menginap di aula yang sudah disulap
jadi lautan matras.
Namanya Janet. Rambutnya pendek dan ia satu kepala lebih tinggi dari anak-anak
seusianya. Sekilas melihat saja, ia sudah tampak menonjol. Begitu ia buka
mulut, semua orang menoleh.
Sumpah, cara bicaranya sangat nyolot untuk ukuran anak SD.
Beberapa anak yang sudah selesai dengan pekerjaan masing-masing menghampiri
kerumunan kecil itu dan asyik menonton sambil berceloteh ribut.
"KITA HARUS SABAR YA LON, BIKIN PRAKARYA DI RUANGAN KAYAK GINI!"
Ilona -anak yang diajak bicara- tidak menyahut. Beberapa pasang mata menatap
Janet dengan sorot terganggu, tapi ia tidak peduli. Nggak nyadar, malah.
Semakin banyak anak yang datang berkerubung. Matras dan bantal diinjak-injak.
Janet melirik matrasnya yang tidak jauh dari situ.
"TERUS AJA INJEK-INJEK RANJANG GUA! BIKIN TANGAN GATEL AJA PENGEN MUKUL!"
Saya menoleh ke arah yang dimaksudnya, dan melihat bocah yang dengan inosen enjot-enjotan di atas matras Janet.
Si kecil Alex.
Hayyyah.
"Janet, kamu itu terlalu jujur kalo ngomong," cetus Ilona, yang pembawaannya
halus dan sangat lembut.
"Emang." Janet membalas cuek.
"Menurut aku kamu terlalu kasar," sela adik Ilona.
Janet diam saja. Saya sempat mikir, "Dalem bo, daleeeem" dan menyangka Janet
akan menghentikan polahnya.
Seorang guru Sekolah Minggu menghampiri Janet, memperhatikan pekerjaan
tangannya dan berkomentar di depan anak-anak lain, "Ini manik-maniknya kalo
ditempel di sini, warnanya jadi mati."
(FYI, guru Sekolah Minggu ini adalah seorang bapak dua anak yang mengajar di
kelas Senior.)
"TERUS AJA KASIH TAU SEMUA ORANG!!"
Buset dah.
Setelah puas melihat-lihat, saya meninggalkan mereka.
Tadi pagi, saya kembali untuk menonton anak-anak itu berburu kado Natal dan
menghias ginger bread.
Setiap anak mendapat sepotong ginger bread, whipped cream, permen dan
cokelat aneka bentuk untuk menghias kue masing-masing. Setelah berkeliling,
saya kembali nyangkut di tempat Janet dan kawan-kawan.
Cukup lama Janet menunggu giliran untuk menyaluti kuenya dengan whipped
cream, karena sendoknya hanya satu. Ketika tiba gilirannya, Janet memulas
kuenya dengan hati-hati dan rapi. Setelah seluruh permukaan kue tersalut whipped
cream, ia mulai mengambil cokelat mungil berbentuk bulat.
Saya terus mengamatinya bekerja. Boleh juga. Sangat cermat dan telaten, jauh
lebih rapi dibanding teman-temannya.
Lumayan deh, biar galak seenggaknya kerjaannya bagus, pikir saya usil.
Tiba-tiba, seorang gadis cilik menghampiri kelompok Janet dan langsung berjalan
ke arahnya.
Janet sedang berkonsentrasi menyusun cokelat supaya tidak merusak lapisan whipped
cream yang mudah sekali tercecer. Badannya membungkuk, keningnya
berkerut-kerut.
Bocah itu duduk persis di sebelah Janet, nyaris menempelkan tubuh ke lengan
Janet, mengacungkan ginger bread yang bentuknya nggak karuan sambil
berseru lantang:
"CICI JANET, LIAT DEH PUNYA AKU."
Mampus dah.
Saya sungguh iba pada nasib si bocah tak berdosa.
Tapi Janet tidak berteriak.
Ia menoleh, memperhatikan ginger bread yang nggak jelas wujudnya itu
dan berkata pelan, "Iya, nanti ya, lagi ngerjain ini dulu."
Bocah itu menarik tangannya dan duduk nyaman di sisi Janet, masih dengan posisi
hampir lendotan di lengan Janet.
Bocah kedua datang dan melakukan hal yang sama: menunjukkan hasil karyanya
kepada Janet dan menunggu komentar gadis itu.
Lalu bocah ketiga datang, dan begitu seterusnya. Janet meladeni mereka dengan
sabar sambil terus berkonsentrasi menyelesaikan ginger bread-nya.
Akhirnya kue berbentuk boneka itu selesai dihias. Janet menyingkirkan sisa
cokelat dan memandang 'prakarya'nya dengan bangga. Saat itu, di sekelilingnya
sudah berkumpul anak-anak kecil yang usianya tak lebih dari 5 tahun.
Saya melongo bego.
Kemana monster kecil yang tadi malam?
Usai perayaan, saya duduk di meja makan dan ngobrol dengan seorang guru Sekolah
Minggu yang juga kawan saya. Saya bertanya tentang Janet dan sikapnya semalam.
"Oh, Janet. Iya tuh, semua orang nanyain tentang Janet." Ucap kawan saya sambil
cengar-cengir. "Anaknya emang gitu, tapi sebenernya dia baik. Sama anak kecil ngemong banget, malah."
Saya kembali bengong dengan blo'on.
Di pojok ruangan, Janet sedang sibuk berfoto dengan Ilona dan adiknya memakai
kamera handphone dalam berbagai gaya. Setiap kali kamera selesai
dijepretkan, mereka akan berebut mengamati hasilnya sambil tergelak-gelak seru.
Semuanya, termasuk Janet.
Dia tidak ada bedanya dengan anak-anak lain. Polos, heboh, ceria dan sama
berisiknya.
Saya memandangnya, dan langsung merasa malu karena terlalu cepat menghakimi.
:)
ROCK Your Life!
- Jenny Jusuf -
http://jennyjusuf. blogspot. com
- 17a.
-
Re: Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 12:46 am (PDT)
Heheehe, biar rame lagi sih sebenarnya ada caranya, Vi. ^_^ Undanglah satu orang memasuki rumah hatimu:D
Salam
Dyah
Peace yaaaaach:D
----- Original Message ----
From: novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com >
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
Sent: Tuesday, June 10, 2008 2:53:33 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
Sudah empat
tahun lebih sejak kematian bapak, ramainya rumah ini. Kami tinggal bersama.
Saya dan ibu sebagai keluarga pertama serta kakak, suaminya dan 4 anaknya
sebagai keluarga kedua. Beserta khadimat yang datang dan pergi.
Saya tak ingin menyatakan sesak, tapi seru. Sangat
seru dengan berjuta konflik yang hadir. Yah, masa itu akan segera hilang,
beberapa bulan lagi, mengingat kakak saya dan keluarga, beserta dua khadimat,
atau lebih (entahlah) akan pindah.
Pasti suasana rumah akan berbeda. Sangat ekstrem
malah. Rumah ini memang silih berganti penghuni. Kakak pertama yang kuliah di
Bogor, abang yang kuliah di Solo dan saya yang sempat kuliah di Depok. Bapak
dan ibu sempat hanya tinggal berdua karena hanya sesekali saya pulang. Kemudian,
bertiga, berempat hingga akhirnya kakak menikah. Kembali lagi karena bapak
meninggal dunia...
Hmmm, bukannya tidak menyenangkan. Bukannya tidak
pernah ada masalah. Bukannya tidak lengkap. Bukannya tidak melelahkan.
Hari-hari yang terlalui. Empat tahun sudah menjadi saksi, si kecil Fikri yang
beranjak besar hingga akan masuk SD. Si kembar Fahimah dan Fahmi, serta Fattah
yang lahir 10 hari yang lalu. Penuh warna... bagai pelangi, hingga kadang tak
sanggup saya melihat warna apa saja yang hadir.
Saya sadari penuh, banyak kepala, banyak pula
pendapat dan banyak hal yang bisa menuai konflik. Saya sadari penuh, kemampuan
saya sebagai individu masihlah kecil. Rasa egoisme seorang anak bontot masih
merajai sikap saya. Tapi, tahukah kawan, selama ini saya terus belajar. Belajar
untuk melihat segala hal dari berbagai sisi. Melihat kalau saya masihlah lemah,
selemah hamba-Nya yang bodoh.
Hhh, dari mulai listrik yang bergantian. Makin memaksa saya menjadi kalong. Kadang
bersalah dan kadang kesal karena AC harus mati, air harus nyala, tapi
terang-terangan komputer Online 24 jam karena deadline. Cara bersikap kepada 3
bocah lucu yang sedang golden Age. Fikri yang berkeras tidak mau kena air,
teriakan-teriakan, perebutan kursi, halah... Saya yang kerja mulu di rumah, hampir
pergi mulu kalau week-end, dan merasa terganggu dengan berjuta
pernak-pernik. ... dan ingin berteriak... wooy, gw butuh privasi, abis itu
ngos-ngosan karena haus.. halah.
Seegois apapun sikap saya. Semanja apapun saya
sebagai anak bontot. Rasa cinta ini begitu besar. Rasa tulus menyayangi
malaikat-malaikat kecil itu... yah, saya memang masih belajar... Di balik
segala kekonyolan saya, kegokilan saya, kecuekan saya... saya selalu punya hati
untuk mereka. Warna hidup yang tak akan mudah terlupa. Tapi, saya juga punya
kehidupan... saya punya kegiatan... saya dengan berjuta mimpi dan cita-cita
saya... Aah, naif, ya? Biarin.... terserah gw, halah
Banyak yang terjadi selama empat tahun... moga
bisa menjadi pelajaran...
Banyak yang terjadi selama ini... moga banyak
hikmah yang bisa saya pungut...
Kalau kata ibu, koreksi diri yang penting...
Saya pikir saya memang banyak salah...
Apalagi sama ibu...
Kerinduan akan masa-masa itu pasti akan hadir.
Yakin, sih... tapi bukankan roda terus berputar. Sudah banyak pula rencana di
kepala. Memang harus begini dan begitu. Doakan saja semua bahagia... happly
ever after, hehehehe, halah..
Hmm... moga kita semua selalu diberi hidayah dan
limpahan kasih sayang dari-Nya... aamiin :)
Hmm, sambil mikir-mikir. ..
Bulan juli ntar listrik, telepon, Pam, udah kudu
bayar sendiri belum, yak :D
Kurangin semuanya, dah pengeluaran yang ga mikir-mikir. ..
Bakalan mirip kayak anak kos lagi, neh...
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar