Messages In This Digest (23 Messages)
- 1a.
- Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D From: adzdzaki
- 2a.
- Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa From: syahrenan
- 2b.
- Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa From: inga_fety
- 2c.
- Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa From: inga_fety
- 3a.
- Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: adzdzaki
- 3b.
- Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: Nursalam AR
- 4a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: CaturCatriks
- 4b.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: bujang kumbang
- 4c.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: adzdzaki
- 4d.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: adzdzaki
- 5a.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: syahrenan
- 6a.
- Re: Ajari AKu Cinta From: syahrenan
- 7.
- [Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan From: Jonru
- 8.
- [Si Ullan yang Nggemesin] Kata Mutiara From: Rizqul
- 9a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] YUK, SIAP-SIAP PILIH KETUA BARU ESKA From: bujang kumbang
- 10a.
- [CATHAR] GUDANG SUREALIS From: Dani Ardiansyah
- 10b.
- Re: [CATHAR] GUDANG SUREALIS From: punya_retno
- 11a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] [ESKA IDOL] DIPERPANJANG (jangan lupa c From: bujang kumbang
- 12a.
- (puisi) LELAH From: fiyan arjun
- 12b.
- Re: (puisi) LELAH From: Nia Robiatun Jumiah
- 13.
- CORETANKU 11 JUNI 2008 From: arya noor amarsyah arya
- 14a.
- Balasan: Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Insp From: arya noor amarsyah arya
- 14b.
- Balasan: Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Insp From: arya noor amarsyah arya
Messages
- 1a.
-
Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Wed Jun 11, 2008 12:51 am (PDT)
Hehehe, silakan tebak:D
Hiks, kalau Tuhan semena-mena, aku jadi objek penderita atau yang
beruntung yaa?
Yang jelas, Ia Mahabaik dengan segala Kemahaagungan dan Mahaadilnya:D
Makasih maz Diaz:D
Salam
Diaz, eh, DyahZ
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Diaz Rossano <dizzman@...com >
wrote:
>
> ini cerpen apa refleksi diri, he3x..... di doain deh....
> tapi sangat manusiawi koq, kalo manusia ingin sesuatu yang sempurna
...fisiknya, duitnya, rumahnya, isinya, dsb.....
> tinggal pilih mau yang instan atau mau berjuang bersama-sama
>
> berdoalah semoga Tuhan semena-mena terhadap kita....
>
> --- On Wed, 6/11/08, dyah zakiati <adzdzaki@...> wrote:
>
> From: dyah zakiati <adzdzaki@...>
> Subject: [sekolah-kehidupan] Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Date: Wednesday, June 11, 2008, 12:04 AM
>
- 2a.
-
Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa
Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id syahrenan
Wed Jun 11, 2008 12:55 am (PDT)
Sama mbak, tiap pagi aku juga sering lupa menaruh kunci motorku. Tak
jarang aku terpaksa telat masuk kerja hanya karena aku lupa dan tidak
menemukan kunciku. Tapi sekarang alhamdulilah sedikit berkurang
penyakit lupanya. moga mbak Fety juga ga akan lupa lagi
- 2b.
-
Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa
Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Wed Jun 11, 2008 2:08 am (PDT)
waduh mbak obatnya apa yah?:)
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "syahrenan" <syahrenan@.com ..>
wrote:
>
> Sama mbak, tiap pagi aku juga sering lupa menaruh kunci motorku. Tak
> jarang aku terpaksa telat masuk kerja hanya karena aku lupa dan tidak
> menemukan kunciku. Tapi sekarang alhamdulilah sedikit berkurang
> penyakit lupanya. moga mbak Fety juga ga akan lupa lagi
>
- 2c.
-
Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa
Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Wed Jun 11, 2008 2:09 am (PDT)
nah itu dia mbak klo lg rush hour, smpi lupa menaruh pada tempatnya:)
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@..com .>
wrote:
>
> ^_^ ada beberapa kasus yang sama, mbak Fety. Hampir tiap pagi mo
jalan, ada dua benda yang selalu kucari. Kunci Columbus sama hapeku.
Nah kalau mencari hape gampang. Tinggal misscal dari telepon rumah.
Trus kalau kunci Columbus, wah, cukup repot juga. Biasanya sih aku
selalu menaruh di beberapa titik yang kalau ndak di sini, di situ.
Atau sepertinya warna gantungan kuncinya harus diganti kali ya,
soalnya gantunganku juga biru, dan sering kehilangan, hehehehe
>
> Salam
> Dyah
>
>
> ----- Original Message ----
> From: febty febriani <inga_fety@...>
>
>
>
>
>
> Pelupa
> Oh Pelupa
> Inga
> Fety
>
>
> Satu
> kelemahanku: memori ingatanku tidak terlalu bagus. Atau, mungkin,
> termasuk pada kategori memprihatinkan? Untuk urusan menaruh sesuatu,
> aku memang harus berhati-hati. Tapi, kalau sudah berada rush hour
seakan memory otakku menjadi
> penuh dan kelemahanku akan muncul tanpa menunggu persetujuan dariku.
>
> Menikah
> ternyata tidak membuatku menyadari akan kekuranganku yang satu ini.
> walaupun kata-kata :"Fey,
> biasakan meletakkan barang-barang itu pada tempatnya, yah"
> lumayan sering terdengar di gendang telingaku. Ini adalah pesan
> spesial dari suamiku, untuk kekesalannya yang tersembunyi terhadap
> kelemahan yang satu ini.
> "Mas,
> kacamata Fey dimana yah?" atau
> "Mas, ngelihat kacamata Fey, gak?",
> adalah pertanyaan yang sering kulontarkan kepada suamiku.
> "Loh,
> tadi Fey taruh di mana?", ini
> adalah pertanyaan balik standar dari suamiku.
> "Perasaan
> Fey taruh di sini deh.",
> jawabku dengan setengah tidak yakin.
> "Itukan
> perasaan Fey aja. Coba diingat lagi di mana terakhir meletakkannya",
> selalu jawaban ini yang muncul kalau aku sudah melontarkan komentar
> "perasaan Fey letakkin disini dehatau perasaan Fey taruh di sini deh."
> Dan, ternyata, aku memang salah perasaan. Pernah setelah berkomentar
> seperti itu, aku menemukan kacamataku terletak manis di dapur, di
> dekat kompor. Atau pada tempat yang lainnya. Dan, biasanya, selalu
> pada tempat yang berbeda dengan tempat jawabanku atas pertanyaan
> suamiku: "Loh, tadi Fey letakkin di mana?"
> Begitulah.
>
> Atau
> saat aku lupa meletakkan handphonedi suatu pagi. Menjelang jam
delapan pagi, sehabis mandi dan saat
> sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, aku lupa di mana aku
> meletakkan handphoneku.
> Padahal pagi sudah beranjak. Menit-menit sudah bergeser dari biasanya
> jam berangkatku ke kantor. Aku sudah mencari di tempat biasa aku
> meletakkan handphone:
> di atas meja televisi atau di atas tumpukan buku di dekat tempat
> tidur. Tapi, tetap saja benda hitam mungil itu tidak menampakkan
> dirinya. Hmm, aku mencoba untuk mengingat-ingat kapan terakhir kali
> aku menggunakan benda mungil itu. Karena saat itu adalah saat rush
> hourmenjelang aku berangkat ke
> kantor, aku semakin menjadi manusia pelupa. Aku mulai mengobrak-abrik
> tempat tidur. Mengalihkan posisi kasur. Melongok pada sisi bawah
> kasur. Tetap aja, aku belum menemukan benda mungil itu. Akhirnya, aku
> diam sesaat dan sesuatu yang menjendol dari
> balik sprei kasur menarik perhatianku, dan ternyata di sanalah
> bersembunyi handphoneku. __
>
- 3a.
-
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Wed Jun 11, 2008 12:58 am (PDT)
Heheheheehe.
Iya betuul:D Malah lebih parahnya ada orang Bandung (hayo ngacung,
Maz:) yang pernah nanya daerah Bekasi ke aku. Hallooow, aku tinggal di
Jak-Tim lhoo, bukan di Bekasi:D Jadi yang bisa aku jawab: duuuh, aku
ndak tau:D
Tapi ada rumus penting, mbak yang perlu selalu diingat:
"Malu bertanya, lama di jalan:)"
Salam Maniez
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "inga_fety" <inga_fety@.com ..>
wrote:
>
> wah, klo nanti ke jakarta, kyknya hrs ingat satu hal ni: jangan nanya
> dengan mbak dyah:D
>
> salam,
> fety
- 3b.
-
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Wed Jun 11, 2008 3:47 am (PDT)
Hehe...tulisan yang seru dan menghibur banget:). Jazakillah, Mbak Dyah:).
Hm,ternyata Novi ketemu 'jodoh'-nya, sesama tukang nyasar,hehe..Yah, kata
ustadz Zainudin MZ (bukan Ustaz Sanusi) kan 'dua orang takut jika bertemu
akan jadi 2 orang setengah berani'. Jadi jika Mbak Dyah ketemu Novi,apa
dong?hehe..
Maaf, tidak bisa ikutan rapat Jumat yang kayaknya mengasyikkan. Volume
pekerjaan di kantor baru cukup padat hingga menuntut lembur di akhir
pekan:(.
Thx for sharing ya! Kamu berbakat lho...
Tabik,
Nursalam AR
On 6/11/08, dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com > wrote:
>
> Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad dari
> bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang pintar dan
> kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan bersantai
> menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang pukul 15.00 kami
> masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat track rekord nyasarku yang
> luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan "jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah
> sengaja aku posting setelah perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah
> baca, aku ndak yakin kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari
> jalan menuju lokasi.
>
> Sekitar pukul 16.00 agak tergesa, aku menyiapkan perlengkapan yang perlu
> aku bawa tuk rapat dan mabit. Ya. setelah rapat, aku akan langsung mengikuti
> mabit di sekolahku. Tak lupa kubawa Harry Potter jilid terakhir
> (sabar....bentar lagi selesai koook), persiapan tuk mengerjakan tugas
> sekretaris panitia ulumku, dan tentu saja tas dengan perlengkapan minim.
> Bahkan baju ganti tak kubawa karena mabit hanya semalam saja. (maaf yaaa,
> orang-orang yang berada di dekatku Sabtu pagi itu:)
>
> Lagi-lagi kurang fokus. Columbusku salah jalan.Seharusnya aku tidak lurus
> arah stasiun Jatinegara tapi agak ke kanan arah Kampung Melayu. Akan tetapi,
> karena ada artikel dari MP teman yang sedang aku pikirkan, spontan aku
> menuju arah stasiun. Yups, kebiasaan karena tiga hari dalam satu pekanku aku
> ke Bintara lewat Pondok Kopi.
>
> Sampai di Melayu, Novi sudah melambai-lambai dengan senyum manisnya.
> Ternyata kami kompak.Sama-sama memakai jilbab hitam. Pengikut setia Ksatria
> Hitam:D Jangan berpikir kok aku sering pakai jilbab hitam, trus
> jangan-jangan ndak dicuci-cuci lhooo, ternyata setelah aku hitung-hitung,
> aku punya empat jilbab hitam. Halah.
>
> Duhaii, aku lupa bawa helm tambahan. Please deeeh. Gimana duuunk. Akhirnya
> sambil tertawa, kami mencoba mencari solusinya. Duuh, ada aja ya peristiwa
> aneh begini. Aku kemudian menyusuri jalan yang muaaacetnya bukan main itu
> untuk mencari toko helm. Novi terpaksa berjalan di belakangku (maaf ya, Vi).
> Di jarak yang lumayan jauh, akhirnya aku mendapatkan helm yang sengaja
> kupilih warna hitam. Cukup murah. Rp10.000,00.
>
> Kami akhirnya bertolak dengan modal peta. Bukan gambar, akan tetapi
> deskripsi (dasar yang memberi peta penulis!) seperti mencari harta karun.
> Berjalanlah lima langkah kearah kiri, kemu... hehehe, udah ah. Kami ke arah
> stasiun Tebet. Perjalanan kami bisa dibilang cukup aneh dan penuh tawa.
> Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok sebelah kiri terowongan
> (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di putaran balik. Yups, kami
> diberitahu untuk putar balik mengikuti 44 dan belok kiri sebelum jembatan.
> Perlahan Columbusku menyusuri jalan. Tak kulihat ada jalan ke kiri. Sesudah
> jembatan, kami kemudian bertanya (sebuah prinsip yang perlu dicamkan
> dalam-dalam: Malu bertanya, lama di jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan.
> Sebenarnya aku agak heran karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali.
> Mungkin ada tapi kecil.
>
> Putar balik (lagi), itulah nasihat yang diberikan. Dekat dari situ ada
> jalan kanan putar balik. Arus sangat deras saat itu. Cukup lama Columbusku
> menanti agar dapat ke arah kanan. Lampu sen sudah kupasang. Dan
> saudara-saudara, tibalah saat kecelakaan itu. Kecelakaan yang begitu parah
> hingga meremuk redamkan hatiku. Columbusku ditubruk dari sisi kanan. Motor
> yang menubruk terjatuh. semua menahan nafas. Apakah yang terjadi? Aku segera
> mematikan mesin motorku dan berjalan ke arah mereka. Tanganku mengepal,
> darahku mendidih. Siap melontarkan kata makian.
>
> "Mas, ndak papakan?" Kataku pada pria yang memegang motor itu. Dia
> menatapku.
> "Bukan saya, mbak, dia yang jatuh." Waduh, salah orang. hihihi
> "Ndak papakan?" Kataku pindah sasaran. Ia hanya mengangguk. Motornya tak
> papa. Dia juga tak cedera. Orang-orang banyak yang menolongnya. Aku kembali
> pada Novi yang setia menjaga Columbusku.
> "Makanya kalau putar arahnya dekat, jangan di sini, mbak. Disini sudah ada
> banyak korban yang mati."
> "Iya, mas. Ini juga sebenarnya saya belum jalan, lho, masih nunggu arus."
> "Mbak jangan lewat situ. Terus aja."
> Akhirnya kemudian ada yang menyarankan untuk melawan arus saja karena
> sebenarnya gang yang terlewat cukup dekat. Seseorang kemudian menawarkan
> diri memutarkan Columbus. Aku mengangguk berterima kasih. Jadilah Columbus
> naik ke trotoar. Aku menuntunnya melewati segerombolan pemuda yang tampak
> simpatik itu.
> "Maz, makasih yaa. Pamit, maz." kataku dengan penuh senyum. aku kemudian
> melihat seseorang duduk terbalut handuk. Duh, aku mesti pamit sama orang
> yang menubrukku ini nih.
>
> "Maz. duluan ya. Bener Maz ndak papa kan?" Mereka saling pandang. Novi
> tertawa.
> "Mbak, orangnya udah pergi dari tadi."
> Ampuuuun deeeeh. Hehehe, setelah diperhatikan, orang yang sedang duduk dan
> memakai handuk itu sedang potong rambut. Hiiih, bisa-bisanya salah sasaran.
> Lagi siapa suruh potong rambut di pinggir jalan.
>
> Mukaku merah menahan malu. Kami segera pergi dari tempat itu disertai
> lambaian ramah dari para pemuda baik hati itu. Kami bertanya lagi pada
> rumput yang bergoyang. Karena tak menjawab, kutanya malam, eh, belum malam.
> Orang yang beruntung mendapat pertanyaan dari dua gadis imut itu menunjuk
> kearah pekuburan yang tepat berada di samping kanan kami.
>
> "Lewat sana." Katanya horor, eh, ramah. Aku dan Novi saling berpandangan
> dan tertawa.
> "Cateeeet... Kayaknya perjalanan kita penuh dinamika yaa?"
> Lewatlah kami diantara makam yang terdiam kaku. Assalamu'alaikum yaa ahli
> kubur. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Sayangnya tak satupun yang
> ramah dan mau menjawab salam kami.
>
> Keluar dari pemakaman (pastinya sempat nanya arah juga ke orang), ternyata
> kami sudah dekat tujuan. Dengan gembira Novi menunjuk Pasar Festival. Mataku
> mencari kesegala arah, tapi tak kulihat pasar satupun. Hehehe, ternyata aku
> lebih parah yaa. Pasar Festival itu bukan pasar yang seperti aku bayangkan.
>
> Sebelum kami lagi-lagi bertanya, untungnya mataku melihat gedung Sentra
> Mulia berdiri anggun bersebrangan dengan pasar festival. Pergilah kami
> kesana. Di bawah, kami kemudian bertanya pada satpam dan dengan senang hati
> penuh keramahan mereka menunjuk arah tempat parkir. Lumayan memutari gedung,
> kami sampai di basement. Parkirlah kami di sana. Naiklah kami di lift
> (hehehe, liftnya keren deh, bisa foto-foto lewat kaca. Kalau ndak percaya,
> aku posting foto-fotonya di adzdzaki.multiply.com kok)
>
> Dan akhirnya sampailah kami dengan gembira di kantor bu Has. Ternyata kami
> dua orang pertama yang datang rapat itu. Beliau menyambut kami dengan penuh
> keramahan, dan meja beliau juga menyambut kami dengan bertumpuk makanan dan
> minuman yang menggoda.
>
> Cerita selanjutnya.... kami rapat deeh.
>
> Spesial thanks to:
> -Novi yang menemaniku dalam perjalanan indah itu
> -Bu Has yang begitu baik hatinya mengundang kami rapat lengkap dengan
> berbagai fasilitas. Kantor ibu nyamaaan sekali. Kapan-kapan tertarik deh
> main bilyard di sebelah ruang ibu. halah.
> -Oom Fiyan Arjun dan Dikdik yang datang setelah kami. Artis lhoooo.
> -Maz Epri, bolehkan aku minta tanda tangan di majalah gong yang memuat
> puisimu ^_^
> -Mbak Nia yang supeer baik yang juga bantu aku di humaz
> -Mbak Lia, aku masih kagum dengan dirimu yang begitu indah membuat kata
> -Taufiq, aku ndak tau kenapa cuma kamu satu-satunya yang ditahan satpam di
> bawah dan harus dijemput:D
> -Pasangan yang begitu luar biasa, Maz Catur dan mbak Retno
> -Maz Dani yang begituuu sabar menanti dalam kemacetan
> -Kak Ikrar Aulia dengan SMS yang tak terduganya:D
> -Murid-muridku sayang yang menantiku menemani mereka mabit. maaf ya ibu
> terlambat.
> -Orang-orang yang tak kukenal yang begitu baik hati menunjukkan arah
> -orang yang menabrak Columbusku. Untungkan ditabrak di pinggir. Kalau di
> tengah jalan kan bahayaa.
> -orang yang sudah berbaik hati menuntun motorku menentang arus lewat
> trotoar
> -para pemuda di jalan, orang salah kusangka 'korban':D
> -buat teman-teman yang membaca hingga cerita ini berakhir. kalian luar
> biasa sabar:D
>
> Salam:D
> Dyah
>
>
>
>
>
>
>
--
-"When there's a will there's a way"
Nursalam AR
Translator & Writer
0813-10040723
021-91477730
http://nursalam.multiply. com
YM ID: nursalam_ar
- 4a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "CaturCatriks" akil_catur@yahoo.co.id akil_catur
Wed Jun 11, 2008 1:01 am (PDT)
he he he
dan si tukang rujak, orang yang lagi nunggu angkot, tidak ditanyain: "ndak apa-apa mas?"
(dan mereka menjawab: ya ndak apa-apa, malah situ yang ada apa? kok nanya2?) hehe
sebenere waktu pulang, mb nopee (cepe,gope, capee dee) aku panggil2
tapi dia hanya jawab: haa, apa? haa, apa?
sementara mb nopee terus saja jalan membonceng colombusnya mb diyah
jadi ya: haaa, bablas angine!
btw, tulisan pengalamnnya bagus
masih tersenyum ni
dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com > wrote:
Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad dari bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang pintar dan kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan bersantai menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang pukul 15.00 kami masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat track rekord nyasarku yang luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan "jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah sengaja aku posting setelah perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah baca, aku ndak yakin kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari jalan menuju lokasi.
Sekitar pukul 16.00 agak tergesa, aku menyiapkan perlengkapan yang perlu aku bawa tuk rapat dan mabit. Ya. setelah rapat, aku akan langsung mengikuti mabit di sekolahku. Tak lupa kubawa Harry Potter jilid terakhir (sabar....bentar lagi selesai koook), persiapan tuk mengerjakan tugas sekretaris panitia ulumku, dan tentu saja tas dengan perlengkapan minim. Bahkan baju ganti tak kubawa karena mabit hanya semalam saja. (maaf yaaa, orang-orang yang berada di dekatku Sabtu pagi itu:)
Lagi-lagi kurang fokus. Columbusku salah jalan.Seharusnya aku tidak lurus arah stasiun Jatinegara tapi agak ke kanan arah Kampung Melayu. Akan tetapi, karena ada artikel dari MP teman yang sedang aku pikirkan, spontan aku menuju arah stasiun. Yups, kebiasaan karena tiga hari dalam satu pekanku aku ke Bintara lewat Pondok Kopi.
Sampai di Melayu, Novi sudah melambai-lambai dengan senyum manisnya. Ternyata kami kompak.Sama-sama memakai jilbab hitam. Pengikut setia Ksatria Hitam:D Jangan berpikir kok aku sering pakai jilbab hitam, trus jangan-jangan ndak dicuci-cuci lhooo, ternyata setelah aku hitung-hitung, aku punya empat jilbab hitam. Halah.
Duhaii, aku lupa bawa helm tambahan. Please deeeh. Gimana duuunk. Akhirnya sambil tertawa, kami mencoba mencari solusinya. Duuh, ada aja ya peristiwa aneh begini. Aku kemudian menyusuri jalan yang muaaacetnya bukan main itu untuk mencari toko helm. Novi terpaksa berjalan di belakangku (maaf ya, Vi). Di jarak yang lumayan jauh, akhirnya aku mendapatkan helm yang sengaja kupilih warna hitam. Cukup murah. Rp10.000,00.
Kami akhirnya bertolak dengan modal peta. Bukan gambar, akan tetapi deskripsi (dasar yang memberi peta penulis!) seperti mencari harta karun. Berjalanlah lima langkah kearah kiri, kemu... hehehe, udah ah. Kami ke arah stasiun Tebet. Perjalanan kami bisa dibilang cukup aneh dan penuh tawa. Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok sebelah kiri terowongan (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di putaran balik. Yups, kami diberitahu untuk putar balik mengikuti 44 dan belok kiri sebelum jembatan. Perlahan Columbusku menyusuri jalan. Tak kulihat ada jalan ke kiri. Sesudah jembatan, kami kemudian bertanya (sebuah prinsip yang perlu dicamkan dalam-dalam: Malu bertanya, lama di jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan. Sebenarnya aku agak heran karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali. Mungkin ada tapi kecil.
Putar balik (lagi), itulah nasihat yang diberikan. Dekat dari situ ada jalan kanan putar balik. Arus sangat deras saat itu. Cukup lama Columbusku menanti agar dapat ke arah kanan. Lampu sen sudah kupasang. Dan saudara-saudara, tibalah saat kecelakaan itu. Kecelakaan yang begitu parah hingga meremuk redamkan hatiku. Columbusku ditubruk dari sisi kanan. Motor yang menubruk terjatuh. semua menahan nafas. Apakah yang terjadi? Aku segera mematikan mesin motorku dan berjalan ke arah mereka. Tanganku mengepal, darahku mendidih. Siap melontarkan kata makian.
"Mas, ndak papakan?" Kataku pada pria yang memegang motor itu. Dia menatapku.
"Bukan saya, mbak, dia yang jatuh." Waduh, salah orang. hihihi
"Ndak papakan?" Kataku pindah sasaran. Ia hanya mengangguk. Motornya tak papa. Dia juga tak cedera. Orang-orang banyak yang menolongnya. Aku kembali pada Novi yang setia menjaga Columbusku.
"Makanya kalau putar arahnya dekat, jangan di sini, mbak. Disini sudah ada banyak korban yang mati."
"Iya, mas. Ini juga sebenarnya saya belum jalan, lho, masih nunggu arus."
"Mbak jangan lewat situ. Terus aja."
Akhirnya kemudian ada yang menyarankan untuk melawan arus saja karena sebenarnya gang yang terlewat cukup dekat. Seseorang kemudian menawarkan diri memutarkan Columbus. Aku mengangguk berterima kasih. Jadilah Columbus naik ke trotoar. Aku menuntunnya melewati segerombolan pemuda yang tampak simpatik itu.
"Maz, makasih yaa. Pamit, maz." kataku dengan penuh senyum. aku kemudian melihat seseorang duduk terbalut handuk. Duh, aku mesti pamit sama orang yang menubrukku ini nih.
"Maz. duluan ya. Bener Maz ndak papa kan?" Mereka saling pandang. Novi tertawa.
"Mbak, orangnya udah pergi dari tadi."
Ampuuuun deeeeh. Hehehe, setelah diperhatikan, orang yang sedang duduk dan memakai handuk itu sedang potong rambut. Hiiih, bisa-bisanya salah sasaran. Lagi siapa suruh potong rambut di pinggir jalan.
Mukaku merah menahan malu. Kami segera pergi dari tempat itu disertai lambaian ramah dari para pemuda baik hati itu. Kami bertanya lagi pada rumput yang bergoyang. Karena tak menjawab, kutanya malam, eh, belum malam. Orang yang beruntung mendapat pertanyaan dari dua gadis imut itu menunjuk kearah pekuburan yang tepat berada di samping kanan kami.
"Lewat sana." Katanya horor, eh, ramah. Aku dan Novi saling berpandangan dan tertawa.
"Cateeeet... Kayaknya perjalanan kita penuh dinamika yaa?"
Lewatlah kami diantara makam yang terdiam kaku. Assalamu'alaikum yaa ahli kubur. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Sayangnya tak satupun yang ramah dan mau menjawab salam kami.
Keluar dari pemakaman (pastinya sempat nanya arah juga ke orang), ternyata kami sudah dekat tujuan. Dengan gembira Novi menunjuk Pasar Festival. Mataku mencari kesegala arah, tapi tak kulihat pasar satupun. Hehehe, ternyata aku lebih parah yaa. Pasar Festival itu bukan pasar yang seperti aku bayangkan.
Sebelum kami lagi-lagi bertanya, untungnya mataku melihat gedung Sentra Mulia berdiri anggun bersebrangan dengan pasar festival. Pergilah kami kesana. Di bawah, kami kemudian bertanya pada satpam dan dengan senang hati penuh keramahan mereka menunjuk arah tempat parkir. Lumayan memutari gedung, kami sampai di basement. Parkirlah kami di sana. Naiklah kami di lift (hehehe, liftnya keren deh, bisa foto-foto lewat kaca. Kalau ndak percaya, aku posting foto-fotonya di adzdzaki.multiply.com kok)
Dan akhirnya sampailah kami dengan gembira di kantor bu Has. Ternyata kami dua orang pertama yang datang rapat itu. Beliau menyambut kami dengan penuh keramahan, dan meja beliau juga menyambut kami dengan bertumpuk makanan dan minuman yang menggoda.
Cerita selanjutnya.... kami rapat deeh.
Spesial thanks to:
-Novi yang menemaniku dalam perjalanan indah itu
-Bu Has yang begitu baik hatinya mengundang kami rapat lengkap dengan berbagai fasilitas. Kantor ibu nyamaaan sekali. Kapan-kapan tertarik deh main bilyard di sebelah ruang ibu. halah.
-Oom Fiyan Arjun dan Dikdik yang datang setelah kami. Artis lhoooo.
-Maz Epri, bolehkan aku minta tanda tangan di majalah gong yang memuat puisimu ^_^
-Mbak Nia yang supeer baik yang juga bantu aku di humaz
-Mbak Lia, aku masih kagum dengan dirimu yang begitu indah membuat kata
-Taufiq, aku ndak tau kenapa cuma kamu satu-satunya yang ditahan satpam di bawah dan harus dijemput:D
-Pasangan yang begitu luar biasa, Maz Catur dan mbak Retno
-Maz Dani yang begituuu sabar menanti dalam kemacetan
-Kak Ikrar Aulia dengan SMS yang tak terduganya:D
-Murid-muridku sayang yang menantiku menemani mereka mabit. maaf ya ibu terlambat.
-Orang-orang yang tak kukenal yang begitu baik hati menunjukkan arah
-orang yang menabrak Columbusku. Untungkan ditabrak di pinggir. Kalau di tengah jalan kan bahayaa.
-orang yang sudah berbaik hati menuntun motorku menentang arus lewat trotoar
-para pemuda di jalan, orang salah kusangka 'korban':D
-buat teman-teman yang membaca hingga cerita ini berakhir. kalian luar biasa sabar:D
Salam:D
Dyah
CaturCatriks
Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot. com
--------------------- --------- ---
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search. - 4b.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Wed Jun 11, 2008 1:11 am (PDT)
Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok sebelah kiri terowongan (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di putaran balik. Yups, kami diberitahu untuk putar balik mengikuti 44 dan belok kiri sebelum jembatan. Perlahan Columbusku menyusuri jalan. Tak kulihat ada jalan ke kiri. Sesudah jembatan, kami kemudian bertanya (sebuah prinsip yang perlu dicamkan dalam-dalam: Malu bertanya, lama di jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan. Sebenarnya aku agak heran karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali. Mungkin ada tapi kecil.
eya, konon kalo lewat Casablanca harus bunyikan klakson 3 kalo Dyah? Kalo nggak ada klakson....ya bilang aja..."numpang2 anak tuyul mau lewat....hahahahaha Siapa anak tuyulnya? Ya, Dyah sama Novi....dan yang jadi penjaga terowongan Casablancanya...BangFy. ....hehehe.
sukses deh!!!
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers - 4c.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Wed Jun 11, 2008 1:19 am (PDT)
^_^ kalau tukang rujak ditanyain :ada apa mas?" paling dia jawab ada
Nanaz, ada melon, ada mangga, ada, hehehehe. Iya nih, Maz, aku juga
malu banget. Padahal sebelumnya juga Novi dah sempat bilang kalau
orangnya dah pergi.
Hehehe, maaf deh, aku ndak denger maz Catur manggil Novi:D kalau aku
dengar, aku akan lebih tancap gas, bawa kabur sang putri:D
Makasiih Maz:D Aku juga senyum-senyum baca comment Maz:D
Salam
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , CaturCatrikscom
<akil_catur@...> wrote:
>
> he he he
> dan si tukang rujak, orang yang lagi nunggu angkot, tidak ditanyain:
"ndak apa-apa mas?"
> (dan mereka menjawab: ya ndak apa-apa, malah situ yang ada apa? kok
nanya2?) hehe
>
> sebenere waktu pulang, mb nopee (cepe,gope, capee dee) aku panggil2
> tapi dia hanya jawab: haa, apa? haa, apa?
> sementara mb nopee terus saja jalan membonceng colombusnya mb diyah
> jadi ya: haaa, bablas angine!
>
> btw, tulisan pengalamnnya bagus
> masih tersenyum ni
- 4d.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Wed Jun 11, 2008 1:26 am (PDT)
Hehehe, pas berangkatnya ndak masuk ke dalam terowongannya, Oom. Malah
lewat pemakamannya (serius, ndak bohong, benar-benar kisah nyata:)
Nah, pas pulangnya memang lewat terowongan. Tapi bukannya kami udah
izin sama Oom penjaga? Heheehe. Makasih atas izinnya ya Oom:D
Salam,
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , bujang kumbangcom
<bujangkumbang@...> wrote:
>
> Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok sebelah kiri
terowongan (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di putaran balik.
Yups, kami diberitahu untuk putar balik mengikuti 44 dan belok kiri
sebelum jembatan. Perlahan Columbusku menyusuri jalan. Tak kulihat ada
jalan ke kiri. Sesudah jembatan, kami kemudian bertanya (sebuah
prinsip yang perlu dicamkan dalam-dalam: Malu bertanya, lama di
jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan. Sebenarnya aku agak heran
karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali. Mungkin ada tapi kecil.
>
>
> eya, konon kalo lewat Casablanca harus bunyikan klakson 3 kalo
Dyah? Kalo nggak ada klakson....ya bilang aja..."numpang2 anak tuyul
mau lewat....hahahahaha Siapa anak tuyulnya? Ya, Dyah sama Novi....dan
yang jadi penjaga terowongan Casablancanya...BangFy. ....hehehe.
>
> sukses deh!!!
>
>
- 5a.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id syahrenan
Wed Jun 11, 2008 1:17 am (PDT)
iya, terkadang kita sudah diberi banyak kemudahan tapi tetap saja kita
merasa kurang dan tak mampu. karena kita terlalu sering melihat orang
yang ada diatas kita tanpa kita mau memandang seseorang yang mungkin
berada dibawah kita misalnya seperti Rama. dengan segala
keterbatasannya dia mampu membuktikan pada dunia bahwa dia mampu untuk
disejajarkan dengan orang yang memiliki indra yang lengkap. bahkan dia
lebih unggul dari kita. hal ini bisa menjadi cambuk bagi kita dan
pemacu semangat. bahwa kita bisa menjadi pribadi yang luar biasa.
Makasih artikelnya
- 6a.
-
Re: Ajari AKu Cinta
Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id syahrenan
Wed Jun 11, 2008 1:22 am (PDT)
Ajari aku cinta, tanpa diajari pun kita biasanya bisa mencintainya.
memang terkadang pemuda menikahi seorang gadis hanya karena melihat
kecantikannya. tak jarang pula seorang gadis memilih calon pendamping
hidupnya hanya dari kesempurnaan fisik belaka dan kecukupan materi. dan
kadang kita juga tidak mau menikah karena kita terlalu mematok tinggi
kesempurnaan fisik calon pendamping kita. karena sesungguhnya tidak
hanya sekedar kesempurnaan fisik saja yang dititik beratkan. akan
tetapi aqidah dan akhlaknya. karenan orang yang jelek tapi agamanya
bagus lebih baik daripada orang yang tampan atau cantik tapi agamanya
buruk
- 7.
-
[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Wed Jun 11, 2008 1:35 am (PDT)
[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan
Oleh: Jonru
http://www.jonru.net/kiat- sukses-jadilah- orang-yang- menguntungkan
Ide awal tulisan ini berasal dari ucapan Pak Mario Teguh dalam acara
Business Art di O Channel beberapa waktu lalu. Pak Mario bilang, pribadi
yang disukai oleh semua orang adalah pribadi yang menguntungkan. Sebuah
penjelasan yang sangat singkat, padat, namun penuh makna. Lantas tadi malam,
saya berkunjung ke rumah seorang sahabat - pengusaha bernama Pak Arief. Ada
ucapan dia yang membuat saya teringat lagi pada ceramah Pak Mario Teguh, dan
menggerakkan saya untuk menulis artikel ini.
Bila Anda adalah seorang karyawan, maka perusahaan tempat Anda bekerja akan
mati-matian mempertahankan Anda (bahkan mungkin menaikkan gaji Anda tiga
kali dalam setahun - seperti yang pernah dialami Tung Desem Waringin), bila
mereka menganggap Anda adalah karyawan yang menguntungkan. Kehadiran Anda di
perusahaan tersebut mungkin membuat profit perusahaan meningkat tajam, atau
membuat para staf lebih bersemangat dalam bekerja. Dalam versi Aa Gym, Anda
adalah tipe "karyawan wajib", yakni karyawan yang sangat dirindukan
kehadirannya dan sangat disesali kepergiannya.
Namun makna "menguntungkan" di sini tidaklah selalu identik dengan materi.
Sebagai contoh, coba renungkan persahabatan Anda dengan seseorang yang
sangat dekat dengan Anda, bahkan sudah seperti saudara, padahal Anda berdua
tak punya hubungan darah. Kenapa Anda berdua bisa demikian akrab? Mungkin
Anda akan menjawab, "Karena dia sangat baik, dia selalu mau mendengarkan
curhat saya, dia selalu mendukung dan membela saya, dia selalu bla bla
bla .".
Anda bisa saja menyebutkan 1001 alasan lainnya. Tapi inti dari semua itu
adalah, "Dia orang yang menguntungkan bagi saya."
Tadi malam, di rumah Pak Arief - seperti yang saya ceritakan di atas -
terjadi sebuah percakapan antara saya dengan dia. Pak Arief ini sedang
mempersiapkan penerbitan sebuah majalah, dan saya diminta menjadi pengasuh
rubrik "Konsultasi Penulisan" di sana.
Semula, saya merasa amat bahagia karena mendapat peluang yang sangat
berharga. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, ada tawaran
yang sebagus ini. Saya berpikir, ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk
mensosialisasikan keberadaan Sekolah-Menulis Online kepada khalayak yang
lebih luas. Singkat cerita, saya membayangkan hal-hal yang menguntungkan
bagi diri saya sendiri.
Namun saya baru menyadari sesuatu yang saya lupakan, setelah mendengar
ucapan Pak Arief. Dengan amat lugas dan tegas dia berkata, "Saya menyediakan
jatah satu halaman buat Pak Jonru. Satu halaman ini bisa bernilai Rp 1 juta
bila diisi iklan. Tapi saya biarkan halaman ini diisi dengan content yang
tidak menghasilkan uang. Artinya, Pak Jonru harus memanfaatkan kesempatan
ini sebaik-baiknya. Silahkan rubrik ini dikelola sebaik mungkin, sehingga
rubrik ini nantinya bisa mendatangkan keuntungan yang signifikan bagi
perusahaan saya. Keuntungan tersebut bisa berupa peningkatan oplah,
banyaknya respons pembaca terhadap rubrik ini, atau hal-hal lain. Bila
kehadiran Pak Jonru tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan saya,
lebih baik halaman ini saya isi dengan iklan saja."
Ucapan ini sempat mengagetkan saya, tapi kemudian saya berpikir. Sebelumnya
saya hanya memikirkan keuntungan dari "Rubrik Konsultasi Penulisan" tersebut
bagi diri saya sendiri. Ucapan Pak Arief membuat saya sadar bahwa saya juga
harus bisa memberi keuntungan bagi sang mitra kerja. "Saling menguntungkan",
inilah istilah yang sudah terlalu sering kita dengar (bahkan mungkin sudah
bosan), tapi kita justru sering melupakannya.
Saya jadi sadar bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pak Arief tersebut
bukan sekadar ekspresi kebaikan seorang sahabat, melainkan juga didasarkan
oleh sebuah perhitungan bisnis yang cermat. Karena itulah, ucapan beliau
saya jadikan sebagai pelecut semangat, agar nantinya saya bisa benar-benar
serius dalam mengelola rubrik Konsultasi Penulisan tersebut.
* * *
Bila Anda bisa menangkap inti dari cerita di atas, alhamdulillah. Bila
belum, akan saya sampaikan secara verbal:
Setiap kali Anda melamar pekerjaan, melamar beasiswa, melamar seorang gadis,
menawarkan proyek bisnis, menawarkan persahabatan, dan entah apa lagi,
yakinkan diri Anda bahwa orang atau pihak yang Anda "bidik" akan berpikir
bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka. Anda bisa saja
menceritakan kelebihan dan prestasi-prestasi yang telah Anda raih. Ya, itu
bagus. Tapi bila kelebihan atau prestasi itu tidak membuat mereka berpikir
bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka, saya yakin mereka
tak akan tertarik pada Anda.
Saya sebutkan sebuah contoh:
Misalkan Anda adalah seorang salesman asuransi. Anda menawarkan produk
asuransi kepada seorang pria berdasi. Anda menceritakan keunggulan dan
kelebihan produk asuransi tersebut dibanding produk-produk pesaing.
Apakah si pria berdasi akan tertarik pada penawaran Anda? Belum tentu!
Sebagus apapun produk yang Anda tawarkan, itu tak akan ada artinya bila si
pria berdasi tidak melihat unsur apapun pada asuransi tersebut yang
menguntungkan bagi dirinya!
Karena itu, daripada sibuk menceritakan keunggulan dan kehebatan produk
asuransi, lebih baik Anda menjelaskan "keuntungan apa yang akan Bapak
nikmati bila bergabung dengan program asuransi ini."
Demikian pula bila Anda sedang berniat mengajukan beasiswa untuk mengikuti
Sekolah-Menulis Online ( http://www.sekolahmenulisonline. ) secaracom/
gratis misalnya. Anda bisa saja menceritakan pengalaman dalam menulis,
prestasi di bidang penulisan yang telah Anda raih, dan sebagainya. Anda juga
bisa bercerita tentang manfaat apa saja yang akan Anda raih bila beasiswa
tersebut diberikan pada Anda.
"Saya akan sangat berbahagia bila diberi kesempatan untuk mendapatkan
beasiswa ini. Saya berjanji untuk belajar menulis dengan sungguh-sungguh."
Ya, Anda bahkan bisa melengkapi cerita Anda dengan janji seperti ini.
Sekadar info, seperti itulah isi dari sebagian besar tulisan yang masuk
kepada kami dalam rangka pengajuan beasiswa SMO. Ya, itu bagus. Tapi apakah
cerita-cerita seperti itu membuat kami berpikir bahwa Anda adalah orang yang
menguntungkan bagi SMO? Apakah cerita seperti ini membuat kami "tergoda"
untuk memberikan beasiswa kepada Anda?
Ternyata tidak! Terus terang, kami dari penyelenggara sama sekali tidak
melihat sisi-sisi yang menguntungkan dari cerita seperti itu, sebab itu
hanya terdengar seperti sebuah curahan hati yang narsis dan agak berbau
"egois".
Tahukah Anda? Banyak orang yang gagal melamar pekerjaan, melamar gadis,
menawarkan kerjasama bisnis, melamar beasiswa, menawarkan bisnis MLM (Multi
Level Marketing), dan seterusnya, karena mereka memiliki pola pikir yang
"egois" seperti itu. Mereka hanya membayangkan hal-hal yang menguntungkan
bagi diri mereka sendiri. Mereka lupa menyampaikan "Apa saja keuntungan yang
akan Anda dapatkan bila Anda menerima penawaran saya ini."
Semoga terinspirasi, semoga bermanfaat.
Salam sukses!
Cilangkap, 11 Juni 2008
Jonru
masih perlu belajar banyak untuk menjadi orang yang selalu menguntungkan
bagi orang lain dan lingkungan
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com
http://www.penulislepas.com/ v2
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
Ingin belajar menulis?
http://www.belajarmenulis.com
- 8.
-
[Si Ullan yang Nggemesin] Kata Mutiara
Posted by: "Rizqul" rice_kul@yahoo.com rice_kul
Wed Jun 11, 2008 1:58 am (PDT)
Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda,
semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup
Anda.Semakin besar âMengapaâ Anda akan semakin besar energi yang
mendorong Anda untuk meraih sukses.Mimpi tidak hanya membantu Anda
berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara
konstan.Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.Anda bisa, jika Anda
berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu
masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain
telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut
adalah masuk akal.Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga
alasan melakukan sesuatu.Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita?
Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana
potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita
belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.Jika target obsesi itu
baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena
motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.Untuk menjadi sukses, Anda
harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan
kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.Menciptakan kebiasaan
baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda
harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda
kepada kesuksesan.
--
Posting oleh Rizqul ke Si Ullan yang Nggemesin pada 6/11/2008 03:49:00
PM
- 9a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] YUK, SIAP-SIAP PILIH KETUA BARU ESKA
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Wed Jun 11, 2008 2:10 am (PDT)
nyok..nyok..nyokk...sukseska n pemira ini
sukses ya
ila liqo
piss, luv and laugh
tabe!!
wassalam
Fiyan Arjun
Recent Activity
23
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Groups
Join a program
to help you find
balance in your life.
Yahoo! Groups
Stay healthy
and discover other
people who can help.
Popular Y! Groups
Is your group one?
Check it out and
see.
.
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
- 10a.
-
[CATHAR] GUDANG SUREALIS
Posted by: "Dani Ardiansyah" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Wed Jun 11, 2008 2:16 am (PDT)
Gudang Surealis~Dani Ardiansyah~
Mari
mendekat padaku, tak usah sungkan. Akan kutunjukkan padamu sebuah ruangan gelap
yang di dalamnya terdapat puing, rongsokan, dan lukisan yang sudah sejak lama
kurangkum dalam sebuah peti lapuk dan ku tutup rapat. Kau tidak akan kesulitan
mencarinya, karena di atas kotak tersebut sudah ku tempelkan secarik kertas
berwarna abu-abu dengan teks kapital berwarna keruh serupa langit yang sedang
berada dipuncak birahinya untuk memuntahkan hujan : PAST.
Tidak,
jangan melangkah lebih jauh, aku tidak mengizinkanmu untuk melihat keseluruhan
isinya. Bukan, bukan karena aku takut kehilangan mereka, justru aku
menghawatirkan kakimu yang bersih akan terluka oleh tebaran barang bekas yang
berserak tak simetris. Bahkan debu di dalamnya bisa membuatmu sesak dan
bersin-bersin. Apalagi gaun putihmu bisa jadi ternodai olehnya.
Cukup,
disni saja, akan kuceritakan satupersatu puiang yang berserak itu. Tentu saja
cerita versiku. Sebaiknya tidak kau dengarkan cerita orang tentang mereka,
siapapun itu. Karena aku yang lebih memahami hatimu. Bukan memahami puing-puing
itu, tapi sekali lagi HATI mu. Aku bisa membuat cerita tentang nisan menjadi
menyenangkan, tidak seperti cerita mereka yang selalu saja seram. Aku bisa
membuat cerita tentang darah menjadi segar, tanpa sedikitpun anyir yang akan
kau endus. Bukan karena aku ingin menutupi noda-noda pada puing-puing itu, tapi
karena aku tahu dan menyadari, bahwa hatimu adalah hal terpenting buatku, that¢s why i keep my past away from you.
Ruangan
sesak dan penuh debu itu kuberi nama, gudang. Seperti lazimnya orang-orang
menamakan hal serupa. Dalam sebuah rumah, gudang biasanya terletak di
tempat-tempat yang tidak begitu penting, di belakang rumah, atau bahkan di
bawah tangga loteng. Meski begitu, gudang tidak pernah jauh dari rumah utama,
karena memang sesekali kita harus datang dan membuka gudang, lalu kemudian
bersentuhan dengan puing dan rongsokan tersebut. Bukan untuk kemudian
menggunakan rongsokan itu lagi, karena biasanya barang yang diletakan di gudang
kondisnya tidak begitu baik.
Kita
mendatangi ruangan gelap itu bukan untuk mengungkit dan mengingat-ingat, tapi
lebih banyak bercermin dan menata hati. Atau jika mungkin memperbaiki
barang-barang yang rusak itu. Begitulah gudang, tempat dimana aku menyimpan
semua kenangan. Poros dimana aku selalu bertekad untuk memperbaiki diri.
Sengaja hanya kutunjukkan padamu sebagian kecil saja isi gudang itu, dengan
pertimbangan bahwa kau terlalu berarti untuk menjadi kehilangan nafsu makanmu,
karena tentu saja aroma gudang itu serupa kulkas mati yang pintunya terutup
rapat.
Agar
kau selalu merasa nyaman, maka kunci gudang itu ku buang jauh-jauh ke dasar
sumur yang kusangka tidak akan pernah mengering, setiap pagi dan petang kau
selalu menimba air dari sumur tersebut sambil selalu menatap penasaran ke arah
gudang di samping sumur, dan suatu waktu dimusim kemarau, ketika aku berada
jauh darimu, anak kunci yang lama kubuang ke dasar sumur, kau temukan kembali.
Demi rasa penasaran yang serupa haus, kau berhasil mengintip isi gudang itu
meski ruangannya gulita. Karena aku memang sengaja tidak pernah memasang
lentera disana.
Benar
saja, ketika kau masuki gudang gelap itu, kaki mu terluka oleh pecahan kaca
dari bingkai lukisan yang telah lama kulupakan. Kau merintih, protes padaku
kenapa tak kubersihkan pecahan kaca itu. Dan aku, di antara jeda yang
memisahkan kita, hanya mampu mendengar parau suaramu yang meminta penjelasan.
Jakarta, 11 Juni 2008
Dani Ardiansyah
HP : 085694771764
http://edumuslim.org
http://catatankecil.multiply. com
http://hamasahputri.multiply. com
- 10b.
-
Re: [CATHAR] GUDANG SUREALIS
Posted by: "punya_retno" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Wed Jun 11, 2008 2:29 am (PDT)
di gudang itu jugalah,
tersimpan kotak ajaib saya.
dengan permukaannya yang berlapis debu tebal dan disarangi jaring
laba-laba.
gemboknya berkarat, dengan anak kunci yang saya lempar jauh-jauh di
dasar danau abu-abu.
tenggelam, dan terlupakan.
kesepian, dan terabaikan.
ps: gimana kalo kapan2 buka garage sale, dan? (turn off banget nggak
sih, hehe? ampuun, kang :) )
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Dani Ardiansyahcom
<fil_ardy@...> wrote:
>
> Gudang Surealis~Dani Ardiansyah~
>
> Mari
> mendekat padaku, tak usah sungkan. Akan kutunjukkan padamu sebuah
ruangan gelap
> yang di dalamnya terdapat puing, rongsokan, dan lukisan yang sudah
sejak lama
> kurangkum dalam sebuah peti lapuk dan ku tutup rapat. Kau tidak akan
kesulitan
> mencarinya, karena di atas kotak tersebut sudah ku tempelkan secarik
kertas
> berwarna abu-abu dengan teks kapital berwarna keruh serupa langit
yang sedang
> berada dipuncak birahinya untuk memuntahkan hujan : PAST.
>
>
>
>
>
>
> Tidak,
> jangan melangkah lebih jauh, aku tidak mengizinkanmu untuk melihat
keseluruhan
> isinya. Bukan, bukan karena aku takut kehilangan mereka, justru aku
> menghawatirkan kakimu yang bersih akan terluka oleh tebaran barang
bekas yang
> berserak tak simetris. Bahkan debu di dalamnya bisa membuatmu sesak dan
> bersin-bersin. Apalagi gaun putihmu bisa jadi ternodai olehnya.
>
>
>
>
> Cukup,
> disni saja, akan kuceritakan satupersatu puiang yang berserak itu.
Tentu saja
> cerita versiku. Sebaiknya tidak kau dengarkan cerita orang tentang
mereka,
> siapapun itu. Karena aku yang lebih memahami hatimu. Bukan memahami
puing-puing
> itu, tapi sekali lagi HATI mu. Aku bisa membuat cerita tentang nisan
menjadi
> menyenangkan, tidak seperti cerita mereka yang selalu saja seram.
Aku bisa
> membuat cerita tentang darah menjadi segar, tanpa sedikitpun anyir
yang akan
> kau endus. Bukan karena aku ingin menutupi noda-noda pada
puing-puing itu, tapi
> karena aku tahu dan menyadari, bahwa hatimu adalah hal terpenting
buatku, that¢s why i keep my past away from you.
>
>
>
>
> Ruangan
> sesak dan penuh debu itu kuberi nama, gudang. Seperti lazimnya
orang-orang
> menamakan hal serupa. Dalam sebuah rumah, gudang biasanya terletak di
> tempat-tempat yang tidak begitu penting, di belakang rumah, atau
bahkan di
> bawah tangga loteng. Meski begitu, gudang tidak pernah jauh dari
rumah utama,
> karena memang sesekali kita harus datang dan membuka gudang, lalu
kemudian
> bersentuhan dengan puing dan rongsokan tersebut. Bukan untuk kemudian
> menggunakan rongsokan itu lagi, karena biasanya barang yang
diletakan di gudang
> kondisnya tidak begitu baik.
>
>
>
>
> Kita
> mendatangi ruangan gelap itu bukan untuk mengungkit dan
mengingat-ingat, tapi
> lebih banyak bercermin dan menata hati. Atau jika mungkin memperbaiki
> barang-barang yang rusak itu. Begitulah gudang, tempat dimana aku
menyimpan
> semua kenangan. Poros dimana aku selalu bertekad untuk memperbaiki diri.
> Sengaja hanya kutunjukkan padamu sebagian kecil saja isi gudang itu,
dengan
> pertimbangan bahwa kau terlalu berarti untuk menjadi kehilangan
nafsu makanmu,
> karena tentu saja aroma gudang itu serupa kulkas mati yang pintunya
terutup
> rapat.
>
>
>
>
> Agar
> kau selalu merasa nyaman, maka kunci gudang itu ku buang jauh-jauh
ke dasar
> sumur yang kusangka tidak akan pernah mengering, setiap pagi dan
petang kau
> selalu menimba air dari sumur tersebut sambil selalu menatap
penasaran ke arah
> gudang di samping sumur, dan suatu waktu dimusim kemarau, ketika aku
berada
> jauh darimu, anak kunci yang lama kubuang ke dasar sumur, kau
temukan kembali.
> Demi rasa penasaran yang serupa haus, kau berhasil mengintip isi
gudang itu
> meski ruangannya gulita. Karena aku memang sengaja tidak pernah memasang
> lentera disana.
>
>
>
>
> Benar
> saja, ketika kau masuki gudang gelap itu, kaki mu terluka oleh
pecahan kaca
> dari bingkai lukisan yang telah lama kulupakan. Kau merintih, protes
padaku
> kenapa tak kubersihkan pecahan kaca itu. Dan aku, di antara jeda yang
> memisahkan kita, hanya mampu mendengar parau suaramu yang meminta
penjelasan.
>
>
> Jakarta, 11 Juni 2008
>
> Dani Ardiansyah
> HP : 085694771764
> http://edumuslim.org
> http://catatankecil.multiply. com
> http://hamasahputri.multiply. com
>
- 11a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] [ESKA IDOL] DIPERPANJANG (jangan lupa c
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Wed Jun 11, 2008 2:18 am (PDT)
sukseskan nyokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kkkkkkkkkkkkkkkk kkkk
sukses ya
ila liqo
piss, luv and laugh
tabe!!
wassalam
Fiyan Arjun
Assalamu'alaykum Wr Wb
Tetap Semangat
Sahabat Eska,
ABOUT ESKA IDOL
1. Eska Idol diperpanjang sampai 15 Juni
2. Setelah nominator terpilih pada 20 juni, mereka akan mengikuti kompetisi internal dengan juri-juri Eska.
3. Eska Idol yang mendapat urutan tertinggi versi dewan juri kembali akan dipilih melalui votingg oleh sahabat Eska. Yang mendapat suara terbanyak akan dinobatkan sebagai Eska Idol 2008.
Salam
Nursalam Ar
--
"Comfort home for all"
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
- 12a.
-
(puisi) LELAH
Posted by: "fiyan arjun" paman_sam2@yahoo.com paman_sam2
Wed Jun 11, 2008 2:29 am (PDT)
LELAH
Fiyan Arjun
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID Ym:paman_sam2
hilang sudah penat dalam ragaku
hempas sudah peluh yang mengakar
dalam jiwaku
hingga semua melembur
menjadi satu
dan itu tiada henti kusadari....
Ulujami, 10 Juni 2008
Puisi ini aku tulis saat pulang kerja pada malam harinya di bus menuju terminal Blok-M dengan handphone jadulku. Hanya lelah yang menemaniku dalam perjalanan....
- 12b.
-
Re: (puisi) LELAH
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Wed Jun 11, 2008 2:53 am (PDT)
jika lelah
lihatlah ke arah mentari menguning saat senja
saat ada engkau dan Dia
ingatkan
sekali lagi ingatkan
ada kedamaian dalam jiwa yang belum mati..
percayalah
duduk saja
dan hilang lelah, hilang pekat
berlarian...
-puisi dadakan saat beres2 di kantor-
ayo semangat bang fy.. ko jadi melow bener nih akhir2 ini, ada apa temans?
maap gak bales smsnya teu gaduh pulsa bapak ketua milad..
yuks semangat...
Pada 11 Juni 2008 16:29, fiyan arjun <paman_sam2@yahoo.com > menulis:
> *<http://sebuahrisalah.multiply. >com/photos/ hi-res/upload/ SE@XxgoKCC4AAChP Cyc1
> *
>
> * LELAH*
>
> * Fiyan Arjun*
>
> * http://sebuahrisalah.multiply. com*
>
> * ID Ym:paman_sam2*
>
> **
>
> **
>
> **
>
> *hilang sudah penat dalam ragaku*
>
> *hempas sudah peluh yang mengakar*
>
> *dalam jiwaku*
>
> *hingga semua melembur*
>
> *menjadi satu*
>
> *dan itu tiada henti kusadari....*
>
> **
>
> **
>
> **
>
>
>
> *Ulujami, 10 Juni 2008*
>
> *Puisi ini aku tulis saat pulang kerja pada malam harinya di bus menuju
> terminal Blok-M dengan handphone jadulku. Hanya lelah yang menemaniku dalam
> perjalanan....*
>
> **
>
>
>
- 13.
-
CORETANKU 11 JUNI 2008
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Wed Jun 11, 2008 3:08 am (PDT)
PERMEN COKLAT YANG BIKIN FLY
Rida Wahyu (6 tahun), siswa Taman Kanak-kanak (TK) Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jakarta Selatan, benar-benar tak menyangka permen coklat yang dibawanya sebagai bekal ke sekolah membuatnya celaka. Permen coklat yang menjadikannya bersama 4 temannya satu sekolah terpaksa dirawat di RS Fatmawati.
Bukan efek lezatnya cokelat yang membuat mereka masuk rumah sakit, tapi pengaruh zat psikotropika di coklat itu yang mengharuskan anak-anak lugu tersebut diperiksa intensif.
Ceritanya bermula dari Rida yang memperoleh bekal dari ibunya, Sri Sumarsih. Bekal coklat itu dibagi-bagikan Rida kepada teman-temannya di saat jam istirahat. Empat orang teman Rida yang menerima pemberian permen coklat itu diantaranya, Adrian, Noval, Valerian Andre dan Rushi Ilalang.
11 butir yang mereka santap dan masih tersisa sebanyak 19 butir. Begitu jam istirahat usai, mereka masuk ke kelas dan rasa kantuk yang teramat sangat menyerang mereka.
Mereka jalan sempoyongan masuk ke dalam kelas. Mereka tak kuasa menahan kaki tetap tegak. Bahkan, Adrian yang paling parah, sempat menabrak dinding kelas. (Republika, Rabu 11 Juni 2008)
Tanggung jawab orang tua nampaknya terus diuji. Masih ingat dengan anak-anak yang menjadi korban dari tayangan Smackdown? Tapi ternyata tidak sampai di sini, anak-anak kembali menjadi korban dari tayangan film kartun. Kini, kembali anak-anak menjadi korban. Permen coklat yang menjadi bekal makanan mereka di sekolah mengandung zat psikotropika.
Jajanan anak memang bermacam-macam dan beraneka pula yang berbahaya. Bukan hanya permen coklat yang mengandung zat psikotropika, ada pula makanan atau minuman yang dicampur dengan zat pewarna â"bahkan zat pewarna kain-.
Melihat kenyataan ini, para orang tua nampaknya perlu meningkat kewaspadaan dan pengetahuan â"makanan apa saja yang berbahaya 'khususnya bagi anak-anak'-.
Terkait dengan permen coklat yang mengandung zat psikotropika, kita semua nampaknya perlu waspada.
Perlu diketahui â"berdasarkan penjelasan yang didengar dari salah satu siaran TV swasta-, bentuk permen coklat yang mengandung zat psikotropika - memiliki bentuk yang baru.
Informasi ini nampaknya memberikan kita pengertian bahwa ada usaha-usaha tertentu untuk mengubah image produk permen coklat yang selama ini mungkin sudah dikenal. Sudah dikenal mengandung zat psikotropika.
Jika dugaan ini benar, berarti sasaran dari psikotropika tidak lagi anak muda, tapi sudah merambah hingga ke anak-anak.
Bila yang menjadi sasaran anak-anak, maka hal itu tentu lebih berbahaya bila dibandingkan yang menjadi sasarannya anak muda. Pengetahuan anak-anak terhadap segala sesuatu sangatlah terbatas. Lain halnya dengan pengetahuan yang dimiliki anak muda.
Melihat kenyataan ini, semoga kita sadar. Kita â"utamanya pemerintah- bahwa kita sedang berhadapan dengan pihak-pihak yang ingin menghancurkan umat.
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search.
- 14a.
-
Balasan: Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Insp
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Wed Jun 11, 2008 3:19 am (PDT)
Assalamu'alaikum
Nia, terus terang nih, saya memang ikut milis eska tapi nggak tahu apa-apa. Emangnya acaranya kapan? bayarnya berapa? Nginep apa nggak? Tolong dijawab ya. Sekali lagi terus terang, saya nggak tahu apa-apa. Soalnya, e-mail saya penuh dengan milis. Masa dibaca semua? Saya tunggu informasinya. tRIMS.
Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote: makasih ya mas arya...
btw
gimana mau ikut MILAD SK gak?
seru low
ajak keluarga juga sambil gathering bareng kita (kita??? hi..hi..)
ayo ajak yang belum masuk member sk juga boleh!!!
biar seru
dan rasakan semilir sejuk angin situ gintung.. yuuuukksss...
-nia, yang lagi bantuin koar2nya humas milad sk2-
Pada 10 Juni 2008 19:46, arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co. > menulis:id
Assalamu'alaikum wr wb.
Selamat ya Nia, baru kita bicarakan hari Minggu kemarin, nggak tahunya nama Nia masuk nominasi puisi terpilih. Sekali lagi selamat dan terus berkarya
Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote:
assalamuallaikum mba lia dan panitia
terima kasih ya, alhamdulillah juga... akhirnya bisa bikin buku juga walaupun segambreng:D
btw... kalo biodata singkatnya dikirim kemana?
thanks ya panitia...
semangat!!! dan terima kasih atas kerjasamanya...
2008/6/10 Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com >:
PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA
Puisi-Puisi yang terpilih:
1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
2) Pulang (Novi Khansa)
3) Kepada Laila (Nia Robie)
4) Lukisan (Ain Nisa)
5) Bocah Debu (Divin Nabb)
6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
10) Tak Cukup (Candrawali)
11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)
15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
16) Terkadang (Wildan Fikri)
17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
18) Untuk Ayah (Meyla Farid)
19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)
21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)
22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
26) Kisah Angin (Sunu Hadi)
27) Permainan Hidup (St Fatimah)
28) Panggung Senayan (Yoyong)
29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.
Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.
Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.
SEKOLAH KEHIDUPAN
Make a comfort home for all
Menggagas Sekolah Tanpa Batas:
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama
Wassalam,
Tim Panitia Buku Antologi Eska:
Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur'aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. - 14b.
-
Balasan: Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Insp
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Wed Jun 11, 2008 3:20 am (PDT)
arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co. > wrote: Assalamu'alaikumid
Nia, terus terang nih, saya memang ikut milis eska tapi nggak tahu apa-apa. Emangnya acaranya kapan? bayarnya berapa? Nginep apa nggak? Tolong dijawab ya. Sekali lagi terus terang, saya nggak tahu apa-apa. Soalnya, e-mail saya penuh dengan milis. Masa dibaca semua? Saya tunggu informasinya. tRIMS.
Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote:
makasih ya mas arya...
btw
gimana mau ikut MILAD SK gak?
seru low
ajak keluarga juga sambil gathering bareng kita (kita??? hi..hi..)
ayo ajak yang belum masuk member sk juga boleh!!!
biar seru
dan rasakan semilir sejuk angin situ gintung.. yuuuukksss...
-nia, yang lagi bantuin koar2nya humas milad sk2-
Pada 10 Juni 2008 19:46, arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co. > menulis:id
Assalamu'alaikum wr wb.
Selamat ya Nia, baru kita bicarakan hari Minggu kemarin, nggak tahunya nama Nia masuk nominasi puisi terpilih. Sekali lagi selamat dan terus berkarya
Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote:
assalamuallaikum mba lia dan panitia
terima kasih ya, alhamdulillah juga... akhirnya bisa bikin buku juga walaupun segambreng:D
btw... kalo biodata singkatnya dikirim kemana?
thanks ya panitia...
semangat!!! dan terima kasih atas kerjasamanya...
2008/6/10 Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com >:
PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA
Puisi-Puisi yang terpilih:
1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
2) Pulang (Novi Khansa)
3) Kepada Laila (Nia Robie)
4) Lukisan (Ain Nisa)
5) Bocah Debu (Divin Nabb)
6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
10) Tak Cukup (Candrawali)
11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)
15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
16) Terkadang (Wildan Fikri)
17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
18) Untuk Ayah (Meyla Farid)
19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)
21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)
22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
26) Kisah Angin (Sunu Hadi)
27) Permainan Hidup (St Fatimah)
28) Panggung Senayan (Yoyong)
29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.
Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.
Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.
SEKOLAH KEHIDUPAN
Make a comfort home for all
Menggagas Sekolah Tanpa Batas:
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama
Wassalam,
Tim Panitia Buku Antologi Eska:
Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur'aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar