Kamis, 12 Juni 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2038

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (24 Messages)

1.
Re: Tuk Azis dan teman2 (about info Milad) From: dyah zakiati
2a.
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: dyah zakiati
3a.
Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D From: dyah zakiati
4.
3in1, Berlayar di Luar Angkasa From: abe setiawan
5a.
YUK, SIAP-SIAP PILIH KETUA BARU ESKA From: Kabinet Eska
6a.
[Donasi Buku] untuk siapa? From: Kabinet Eska
7a.
[ESKA IDOL] DIPERPANJANG (jangan lupa cc ke email kabinet) From: Kabinet Eska
8.
Lomba Resensi Buku - Mizan dan Komunitas Puisi FLP From: Epri Saqib
9a.
Re: Reza Ervani dan milis Rumah Ilmu di Harian Pikiran Rakyat From: inga_fety
9b.
Re: Reza Ervani dan milis Rumah Ilmu di Harian Pikiran Rakyat From: Ain Nisa
10a.
Mendidik Diri Sendiri From: Levi Friantina
10b.
Re: Mendidik Diri Sendiri From: Jonru
10c.
Re: Mendidik Diri Sendiri From: inga_fety
10d.
Re: Mendidik Diri Sendiri From: Siwi LH
10e.
Sambil Menyelam Minum Kopi From: Diaz Rossano
10f.
Re: Sambil Menyelam Minum Kopi From: dyah zakiati
11a.
Re: (Artikel) Ketika Single Parent Mendidik Anak From: inga_fety
12a.
PRESS RELEASE - SILATURAHIM NASIONAL FLP - PEKAN SASTRA HIJAU; SASTR From: Lia Octavia
12b.
PRESS RELEASE - SILATURAHIM NASIONAL FLP - PEKAN SASTRA HIJAU; SASTR From: Lia Octavia
13a.
Re: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antol From: Arrizki Abidin
14a.
Re: (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska From: Arrizki Abidin
14b.
Re: (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska From: novi_ningsih
15.
sudah 191 orang yang meminjamkan 20 ribunya, apakah anda orang yang From: graham wiratama
16.
Fw: Trs: [tangandiatas] Gerakan Pay It Forward From: Siwi LH

Messages

1.

Re: Tuk Azis dan teman2 (about info Milad)

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Wed Jun 11, 2008 9:47 pm (PDT)

Yups, benaar, info ini tuk semua sahabat Eska dan keluarga. Ditulis judulnya tuk Maz Arya (pakai dan teman2) karena beliau bertanya info jelasnya. Hehehe. Betewe, Azis (kita seangkatan kan? aku boleh tetap memanggil namamu tanpa "mas" atau "pak" kan?), nama lengkap istrimu teh, saha? biar didaftar peserta bisa ditulis nama lengkapnya.

Salam
Dyah

----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 12, 2008 8:43:05 AM
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] Re: Tuk Maz Arya dan teman2 (about info Milad)

gak mas.. ini buat semua warga sk koq:)
dateng kan pas milad???
yuks.. zalin silaturahim lebih erat
bw anak, bw istri...
ber-gathering- gathering ria kita..(kita? ??)

Pada 12 Juni 2008 08:11, abdul azis <abdul_azis80@ yahoo.com> menulis:

Wah info ini buka hanya untuk Maz Arya ajakan?

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, dyah zakiati <adzdzaki@...>
wrote:

>
> Wa'alaikum salam wr. wb.
> Maz Arya yang saya yakin baik:D Sebelumnya salam kenal yaa. Senang
sekali Maz mau ikutan milad Eska, karena tanpa kehadiran Maz,
sepertinya milad Eska takkan ramai jadinya:D Sebagai Humaz
yang....hehehe, saya akan berusaha memberikan info terlengkap pada
Maz. Cateeet yaa:D
>
> Milad Eska kedua ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2008.
Bertempat di Danau Situgintung (tentu saja di tepinya, lhooo),
Ciputat, Jakarta Timur. Acara ini akan dimeriahkan oleh Launching buku
Antologi Eska (selamat yaaa buat teman-teman yang karyanya terpilih.
Hiks, saya jadi terharu), gathering, lomba-lomba seru, training
motivasi, dan beberapa acara keren lainnya. Oiya, ndak nginep kok,
Maz. Acaranya dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00. Tapi kalau yang
rumahnya di luar daerah nan jauh, panitia sudah mempersiapkan tempat
eksklusif VVIP (yang sepertinya gratis^_^) untuk menginap malam
minggunya. Tinggal kontak aja.
>
> Oiya, mengenai biaya, muraah sekali lho. Hanya dengan Rp65.000,00,
maz bisa mendapatkan fasilitas lengkap berupa Kaus Keren Abis Eska,
ticket, makan siang, hadiah2 keren (bagi yang beruntung). Ada lagi,
pengalaman berharga, persaudaraan (yang tentu saja tak dapat
digantikan dengan uang berapapun)
>
> Untuk pendaftaran, silakan hubungi saya di 081808358139 atau boleh

juga via milis. Jangan lupa cc ke dyahzakiati@ ... Untuk pembayaran,

maz bisa memilih salah satu dari tiga rekening ini. Tiga-tiganya juga
boleh, hihihi. Kalau masih mo beramal, rekening saya juga terbuka.
Nanti saya salurkan deeh, untuk beasiswa murid-murid tidak mampu (halah).
>
>
> Nah, inilah dia 3 alternatif untuk transfer biaya investasi:
>
>
> 1) Kartina Haswanto, Bank BCA Sentra Mulia Kuningan Jakarta
> no. rekening 217-1493856
>
>
> 2) Nia Robiatun Jumiah, Bank Mandiri,kcp jkt cimanggis
> no. rekening 157-00-0084869- 8
>
>
> 3) Sinta Nisfuanna, Bank Muamalat,
> no rekening 601923 901 9198899
>
> Setelah transfer, mohon mengirimkan sms konfirmasinya pada Sinta
> (085648485428/ 02292321429) disertakan info kemana sobat transfer
duitnya. Bukti transfer mohon dikirimkan
> via email Sinta di sinthionk @ gmail dot com (tanpa spasi) atau
dapat diserahkan ke panitia Milad SK pada hari H.
> Trus pendaftaran paling akhir tanggal 20 Juli 2008 yaaaa:D
>
> Oke deeh, Maz, ditunggu pendaftarannya. Atau sudah boleh aku catat
sebagai peserta? ^_^
>
> Salam
> Dyah
> Salah satu humaz milad eska yang dibantu banyak teman-teman yang baik:D
>
>
>
> ----- Original Message ----

> From: arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@ ...>
>
>
>
> arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@ yahoo.co. id> wrote:
> Assalamu'alaikum
> Nia, terus terang nih, saya memang ikut milis eska tapi nggak tahu
apa-apa. Emangnya acaranya kapan? bayarnya berapa? Nginep apa nggak?
Tolong dijawab ya. Sekali lagi terus terang, saya nggak tahu apa-apa.
Soalnya, e-mail saya penuh dengan milis. Masa dibaca semua? Saya
tunggu informasinya. tRIMS.

,___

2a.

Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Wed Jun 11, 2008 9:58 pm (PDT)

Hihihi.Iya deeh, Nia. Iya, sebenarnya daripada dibilang kocak, lebih ke bikin malu
kok tau siih, kalau aku mang ndak fokus dan agak-agak aneh. hihihi, kayaknya sih memang karena nervous mo ketemu kamu:D (anggap lunas ajaa deeeh, utangku yaaa please, hihihi, apa coba?)

bighugs:D
Dyah

----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com>

duh honey jangan panggil aku mbak.. maluw..
hi..hi.. kocak juga perjalanannya. .
nih kenapa sih smp kaya gt?
nervous ya mau ketemu aku?
gubrax..
hugs
-nia-

Pada 11 Juni 2008 10:26, dyah zakiati <adzdzaki@yahoo. com> menulis:

J

Cerita selanjutnya. ... kami rapat deeh.

Spesial thanks to:
-Novi yang menemaniku dalam perjalanan indah itu
-Bu Has yang begitu baik hatinya mengundang kami rapat lengkap dengan berbagai fasilitas. Kantor ibu nyamaaan sekali. Kapan-kapan tertarik deh main bilyard di sebelah ruang ibu. halah.
-Oom Fiyan Arjun dan Dikdik yang datang setelah kami. Artis lhoooo.
-Maz Epri, bolehkan aku minta tanda tangan di majalah gong yang memuat puisimu ^_^
-Mbak Nia yang supeer baik yang juga bantu aku di humaz
-Mbak Lia, aku masih kagum dengan dirimu yang begitu indah membuat kata
-Taufiq, aku ndak tau kenapa cuma kamu satu-satunya yang ditahan satpam di bawah dan harus dijemput:D
-Pasangan yang begitu luar biasa, Maz Catur dan mbak Retno
-Maz Dani yang begituuu sabar menanti dalam kemacetan
-Kak Ikrar Aulia dengan SMS yang tak terduganya:D
-Murid-muridku sayang yang menantiku menemani mereka mabit. maaf ya ibu terlambat.
-Orang-orang yang tak kukenal yang begitu baik hati menunjukkan arah
-orang yang menabrak Columbusku. Untungkan ditabrak di pinggir. Kalau di tengah jalan kan bahayaa.
-orang yang sudah berbaik hati menuntun motorku menentang arus lewat trotoar
-para pemuda di jalan, orang salah kusangka 'korban':D
-buat teman-teman yang membaca hingga cerita ini berakhir. kalian luar biasa sabar:D

Salam:D
Dyah

3a.

Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Wed Jun 11, 2008 9:59 pm (PDT)

hihihihi, siapa yang lebih pengalaman hayooooo:D itumah pengalamannya Rinta, Viii. Rinta lhoo, Rintaaa:D

----- Original Message ----
From: novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 11, 2008 8:55:34 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D

Hmmm, curiga nih :D

kayaknya?

udah pengalaman ya mendapat selembar kertas "masa depan", hehehe :P

semangaaaaaaaaaat :D

semangat apa coba :D

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, dyah zakiati <adzdzaki@.. .>
wrote:
>
> Rinta menatap dalam-dalam lembar kertas di tangannya. Ah, itukah yang
> dia cari? Terlalu baik. Ia merasa dirinya tak sepadan dengan orang itu.
> Aktivitas dakwahnya yang luar biasa membuat Rinta mengaca dalam-dalam.
> Ia hanyalah gadis biasa yang masih gemar main-main dan tak pandai
> membagi waktu. Begitu banyak kekurangan yang ia miliki. Tapi ia
> berfikir bahwa itulah jalan dan cara yang ia harapkan. Bersih tanpa
> noda. Ia juga berharap orang yang menjadi pendampingnya bukanlah orang
> yang ia kenal sebelumnya.
>
> Seperti apakah yang ia inginkan,
> seperti apakah? Kalaulah ia mengaca pada dirinya, maka sebenarnya ia
> tak berharap banyak. Tapi kalaulah ia boleh bermimpi dan berharap, maka
> ada hal yang ia inginkan:
> Aku ingin dia yang mencintaiku karena
> Allah, dan aku mencintainya karena Allah. Aku ingin dia yang
> menyediakan waktunya bagi dakwah ini. Tak mengapa bagiku bila ia tak
> dapat banyak membagi waktu untukku. Aku akan mendukungnya,
> menyemangatinya untuk terus di jalan ini. Aku ingin agar kami bisa
> saling belajar lebih banyak. Aku ingin dia yang bijak dan visioner
> karena kutahu betapa takteraturnya aku. Aku ingin dia dapat menjadi
> pemimpin yang baik bagiku dan aku dapat menjadi pendamping yang baik
> baginya.
>
> Rinta tersenyum atas pertanyaan mbak yang selama ini
> membimbingnya mengaji, apakah ia menerima kondisi orang itu. Apalah
> artinya fisik. Bukankah ketampanan tak menggambarkan kebaikan hati. Ia
> ingat beberapa temannya yang jauh dari kata tampan. Mereka begitu baik
> dan shalih. Rinta yakin, wanita yang mengenal mereka takkan menolak,
> bahkan berebut tuk menjadi pendampingnya. Karena kebanyakan wanita
> tidak melihat fisik seseorang. Kebaikan hati dan keshalihan jauh lebih
> penting dan menarik.
>
> Bagaimanakah dengan kondisi kakinya? Dia
> teringat lagi percakapannya dulu ketika BPH BEMF sedang
> berbincang-bincang. Agus sang ketua menyatakan kekagumannya pada wanita
> yang bersedia menikah dengan pria yang cacat kakinya. Saat itu ia
> sedang membahas sebuah cerpen karya Helvy yang bercerita tentang itu.
> Ia ingat. Saat itu dia terheran-heran. Memang kenapa kalau ada wanita
> yang mau menikah dengan pria itu? Bukankah pria itu orang yang baik?
> Kadang dia juga bertanya-tanya dalam hati. Maukah ia menerima orang
> yang kekurangan dalam fisiknya sebagai pendampingnya? Kalau dia baik
> dan shalih, mengapa tidak? Walau memang mungkin akan sulit baginya
> mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Dari keluarga dan
> teman-temannya. Tapi dia tak tahu. Dia tak pernah mengalami kondisi itu
> sebelumnya. Bukankah tak adil bila seseorang yang mendapat apa yang tak
> diinginkannya harus tersisih? Bukankah kondisi seperti itu bisa menimpa
> siapa saja.
> Ah, lagipula pria yang datanya ada di tangannya itupun
> baik-baik saja. Normal malah. Tak terlalu ada masalah apa-apa. Hanya
> sedikit kekurangan dalam cara dia berjalan karena waktu kecil pernah
> mengalami musibah. Masih bisa naik motor dan berlari. Lalu mengapa?
>
> Entahlah.
> Hati Rinta tak merasa apa-apa. Benar-benar tak merasa apa-apa. Tak ada
> getar, tak ada penolakan, tak ada harap. Benar-benar tanpa rasa. Ia
> hanya bisa memasrahkan pada Yang Maha Cinta, karena ia yakin, semua
> sudah diatur. Bila memang itu yang terbaik baginya, pastikan terjadi.
> Bila itu bukan yang terbaik, maka semoga ukhuwah tak sirna.

4.

3in1, Berlayar di Luar Angkasa

Posted by: "abe setiawan" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Wed Jun 11, 2008 10:59 pm (PDT)



3in1, Berlayar di Luar Angkasa

&nbsp;

Berlayar kok di luar angkasa? Why
not gitu loh? Apakah di luar angkasa yang sepi dan gelap itu ada cukup angin
yang dapat mengembangkan layar seperti angin laut yang mengembangkan layar dan
mengarahkan kapal-kapal laut?

&nbsp;

Nah, di sinilah kunci utamanya!
Menurut fisika, berlayar di luar angkasa tidak mustahil! Tetapi konsep yang
digunakan berbeda dengan konsep berlayar menggunakan kapal laut. Di luar
angkasa yang luas itu, 'kapal layar' tidak mengembang dan meluncur dengan
bantuan angin. Ada sesuatu yang lain yang membantu pelayaran di dunia asing ini.

&nbsp;

Satu perbedaan utama terletak
pada layar yang digunakan. Kapal laut selalu menggunakan layar yang terbuat
dari bahan kain yang cukup kuat untuk menerima terpaan angin selama berlayar. 'Kapal
layar luar angkasa' justru menggunakan layar yang terbuat dari cermin! Kapal
yang mengambang di ruang angkasa ini sama sekali tidak tergantung dari angin,
tetapi justru sangat tergantung oleh cahaya yang dipancarkan oleh matahari.
Karena itulah layar ini mendapat julukan solar sail (solar =
matahari, sail = layar). Mau tahu cara kerja solar sail?

&nbsp;

Ada tiga hal yang sangat
dibutuhkan supaya pesawat luar angkasa yang menggunakan solar sail bisa
mengarungi jagad raya dengan mulus. Yang pertama dan yang paling utama adalah sinar Matahari. Yang kedua adalah Cermin yang sangat besar (luasnya bisa
sebesar luas lapangan sepak bola!) tetapi sangat tipis. Yang ketiga adalah Roket yang bisa digunakan untuk
melemparkan pesawat ke orbit di luar angkasa. Sesudah diluncurkan dan berhasil
keluar dari atmosfer bumi, roket ini dilepaskan sehingga pesawat bisa melayang
sendiri dengan layarnya yang unik. Layar ini adalah cermin yang sangat luas
tadi. Di luar angkasa, cahaya matahari dapat menyerbu cermin itu

&nbsp;

&nbsp;

Wah, bukankan itu berarti
pesawat luar angkasa ini dikemudikan oleh sinar matahari? Tepat sekali! Posisi
dan arah solar sail terhadap sinar matahari sangat mempengaruhi kecepatan dan
pergerakannya di luar angkasa. Karena matahari tidak pernah berhenti bersinar,
pasokan energi bagi pesawat pun semakin lama semakin banyak. Pesawat ini tidak
membutuhkan bahan bakar karena bahan bakarnya adalah sinar matahari yang
terus-menerus mendorongnya di luar angkasa. Semakin lama diserbu oleh sinar
matahari (semakin banyak tekanan yang diterima cermin) semakin besar pula
percepatan (dorongan) yang dihasilkan. Itulah sebabnya cermin yang digunakan
sebagai layar harus berukuran super besar

&nbsp;

&nbsp;

Karena sangat tergantung pada
sinar matahari, solar sail tidak bisa langsung meluncur sendiri dari bumi dan
melesat ke luar angkasa begitu saja. Itulah sebabnya diperlukan roket yang bisa
meluncurkannya ke luar angkasa untuk mencapai posisi yang ideal untuk mulai
menerima serangan cahaya matahari. Bahan-bahan konstruksi yang digunakan pun
harus super ringan supaya sinar matahari dapat mendorong pesawat dengan lebih
mudah. Bahan-bahan yang super ringan tetapi super kuat ini sedang gencar
dikembangkan menggunakan nanoteknologi. Inilah sebabnya NASA begitu antusias
akan perkembangan nanoteknologi. Dengan nanoteknologi, kita bisa membuat
material yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan keinginan kita karena
kita bisa menyusunnya atom per atom. Karena itu, jika kita menginginkan
material yang setipis satu helai rambut, tetapi memiliki kekuatan 100 kali
lebih kuat dari baja, nanoteknologi dapat menyediakannya untuk kita.
Karakteristik optik cermin yang digunakan pun bisa ditingkatkan karena kita
bisa merancang struktur atom yang menyusun cermin itu supaya sesuai dengan kebutuhan
kita.

&nbsp;

Pesawat luar angkasa masa depan
yang dilengkapi solar sail ini akan menjadi mata bagi kita yang ingin mengintip
jagad raya ini. Pesawat ini akan dilengkapi dengan berbagai kamera, peralatan
elektronika, alat komunikasi, dan komputer yang sangat canggih sehingga dapat
merekam dan melaporkan hasil intipannya itu kembali ke bumi. Para peneliti yang terus memantau
perjalanan pesawat ini pun dapat ikut menikmati semua yang berhasil direkam
oleh kamerakamera tadi sepanjang perjalanan pesawat menembus galaksi, tanpa
perlu khawatir bahwa pesawat akan kehabisan energi.

&nbsp;

So..untuk berlayar ke angkasa,
apakah cukup hanya dengan matahari saja, atau cermin saja, atau roket saja?

&nbsp;

Mencari sesuatu…? Bisa jadi…. SINERGI, itu yang kita cari.

&nbsp;

Memberi tiada henti, setulus Matahari

Berlapang dada dan berpikir terbuka dalam
menerima, seluas Cermin

Bekerja keras, melejit sekilat Roket

&nbsp;

Hip..Hop..Hurryy…!!!

&nbsp;

Salam

&nbsp;

Akal, Hati, Fisik

Masa Lalu, Masa Sekarang, Masa
Depan

Tuhan, Kita, Alam

5a.

YUK, SIAP-SIAP PILIH KETUA BARU ESKA

Posted by: "Kabinet Eska" kabinet.eska@gmail.com

Wed Jun 11, 2008 11:07 pm (PDT)

Assalamu'alaykum Wr. Wb

Sahabat, gerbong kereta Sekolah Kehidupan akan terus melaju siapapun
masinisnya. Sebagai penumpang sekaligus murid yang baik, gunakan hak pilih
Anda untuk pemilihan Ketua Eska periode 2008-2009.

Pemilihan Raya (Pemira) akan dimulai pada awal Juli 2008.

Dan tepat pada HUT ke-2 Sekolah Kehidupan tanggal 27 Juli 2007, sang ketua
baru akan terpilih dan dikukuhkan.

Sementara itu layangkan kritik, saran atau komentar Anda mengenai
program-program Kabinet Eska serta profil ketua Eska yang diinginkan ke
email *kabinet.eska @ gmail.com* (hilangkan spasi). Ditunggu sampai akhir
Juni 2008

Tetap Semangat

Wassalamu'alaykum Wr. wb

Nursalam AR

--
"Comfort home for all"

--
"Comfort home for all"
6a.

[Donasi Buku] untuk siapa?

Posted by: "Kabinet Eska" kabinet.eska@gmail.com

Wed Jun 11, 2008 11:09 pm (PDT)

Assalamu'alaykum Wr wb

Tetap Semangat

Sahabat Eska

Donasi Buku Eska akan dialokasikan untuk
* 1. Pondok Yatim di YK yang dibangun Portal Infaq
2. Rumah Cahaya Penjaringan
3. Perpustakaan Umum Beranda Buku cab. Bogor *

Mewakili pengurus SK, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya
kepada para donatur. Semoga Allah membalas segala amal baiknya. amiin :)

Masih ditunggu partisipasi sahabat Eska untuk mendonasikan bukunya. :)

Kontak ke *novi khansa (novi_ningsih @ yahoo. com [hilangkan spasi])
di no HP. 0812 1894517*

Buku bisa dikirimkan ke alamat Novi
*Kompleks Perumkar DKI
Blok Q1/16 Rt. 009/02
Pondok Kelapa
Jak-Tim 13450
*

Selain itu bagi yang ingin menyumbangkan dalam bentuk uang bisa transfer ke
ke no.rekening* 1640311017 BCA Kali Malang
a.n Noviyanti Utaminingsih
*

*Donasi Buku Eska ditutup tanggal 1 Juli*

Tetap Semangat

Wassalammu'alaykum Wr wb

a.n
Nursalam AR
ketua SK

--
"Comfort home for all"

--
"Comfort home for all"

--
"Comfort home for all"
7a.

[ESKA IDOL] DIPERPANJANG (jangan lupa cc ke email kabinet)

Posted by: "Kabinet Eska" kabinet.eska@gmail.com

Wed Jun 11, 2008 11:10 pm (PDT)

Assalamu'alaykum Wr Wb

Tetap Semangat

Sahabat Eska,

*ABOUT ESKA IDOL

*

1. Eska Idol diperpanjang sampai 15 Juni

2. Setelah nominator terpilih pada 20 juni, mereka akan mengikuti kompetisi
internal dengan juri-juri Eska.

3. Eska Idol yang mendapat urutan tertinggi versi dewan juri kembali akan
dipilih melalui votingg oleh sahabat Eska. Yang mendapat suara terbanyak
akan dinobatkan sebagai Eska Idol 2008.

Salam

Nursalam Ar

--
"Comfort home for all"

--
"Comfort home for all"
8.

Lomba Resensi Buku - Mizan dan Komunitas Puisi FLP

Posted by: "Epri Saqib" epri_tsi@yahoo.com   epri_tsi

Wed Jun 11, 2008 11:15 pm (PDT)

Lomba Resensi Buku - Mizan dan Komunitas Puisi FLP

selengkapnya silahkan klik --> http://geraibuku.multiply.com/photos/album/43 [hilangkan spasi dalam link tersebut]

salam

Komunitas Puisi FLP [komunitaspuisi_flp@yahoogroups.com]
Penerbit MIZAN

GERAI BUKU ON-LINE
www.geraibuku.multiply.com

9a.

Re: Reza Ervani dan milis Rumah Ilmu di Harian Pikiran Rakyat

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Thu Jun 12, 2008 12:07 am (PDT)

Sudah hampir 2 thn di Bandung, tapi belum pernah ke Rumah Ilmu
Indonesia. Pengen main kesana euyy:)

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Rumah Ilmu Indonesia"
<rumahilmubandung@...> wrote:
>
> Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> Huaaaa ... Wajah saya nampang di Koran Hari Ini ternyata !!!
> Foto Gede itu dipampang di Halaman 26, SUPLEMEN KAMPUS Harian Umum
> Pikiran Rakyat, Edisi Kamis 12 Juni 2008.
>
> Tagline yang diberikan oleh Redaksi Adalah '"BASAH KUYUP" PEDULI GURU'
>
> Kaget juga sih, ternyata dipampangnya segede itu. Belum sisiran lagi,
> habis pulang dari Bogor. Wawancara profil itu bercerita tentang
> perjalanan mendirikan Rumah Ilmu Indonesia. Liputan 1/2 halaman penuh
> itu bercerita tentang betapa hal-hal kecil seperti mailing list
> rezaervani (http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
> <../../../../rezaervani> ) ternyata bisa menjadi awal sesuatu yang luar
> biasa bernama Rumah Ilmu Indonesia.
>
> Alhamdulillahi robbil 'alamin.
>
> Ah, sejarah baru dalam kehidupan.
>
> Semoga Allah menjaga.
>
> Amin.
>
> Salam,
> Reza Ervani
>

9b.

Re: Reza Ervani dan milis Rumah Ilmu di Harian Pikiran Rakyat

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Jun 12, 2008 12:45 am (PDT)

saya sempat baca artikelnya di pikiran rakyat.
salut atas kerja kerasnya mas reza dan kawan2
semoga tetap semangat!!

----- Original Message ----
From: Rumah Ilmu Indonesia <rumahilmubandung@gmail.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 12, 2008 10:27:17 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Reza Ervani dan milis Rumah Ilmu di Harian Pikiran Rakyat

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Huaaaa ... Wajah saya nampang di Koran Hari Ini ternyata !!!
Foto Gede itu dipampang di Halaman 26, SUPLEMEN KAMPUS Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi Kamis 12 Juni 2008.

Tagline yang diberikan oleh Redaksi Adalah '"BASAH KUYUP" PEDULI GURU'

Kaget juga sih, ternyata dipampangnya segede itu. Belum sisiran lagi, habis pulang dari Bogor. Wawancara profil itu bercerita tentang perjalanan mendirikan Rumah Ilmu Indonesia. Liputan 1/2 halaman penuh itu bercerita tentang betapa hal-hal kecil seperti mailing list rezaervani (http://groups. yahoo.com/ group/rezaervani) ternyata bisa menjadi awal sesuatu yang luar biasa bernama Rumah Ilmu Indonesia.

Alhamdulillahi robbil 'alamin.

Ah, sejarah baru dalam kehidupan.

Semoga Allah menjaga.

Amin.

Salam,
Reza Ervani

10a.

Mendidik Diri Sendiri

Posted by: "Levi Friantina" levi_friantina@yahoo.com   levi_friantina

Thu Jun 12, 2008 12:22 am (PDT)


MENDIDIK DIRI SENDIRI

Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita diatur oleh orang tua. Ada
yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita mendapatkan konsekuensi
langsung dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah juga begitu.
Kehidupan kita diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas,
mendapatkan nilai bagus.

Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi yang mengatur kita
karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak ada lembaga yang
mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita lakukan.
Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang protes
ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka
seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?

Mungkin setiap orang merasakan hal yang berbeda. Saya merasakan
kebebasan ini suatu beban tanggung jawab yang lebih besar. Tidak ada
instruksi untuk melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah sekalipun,
kita punya pilihan melalaikannya.

Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa mengambil alih kehidupan
kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna. Hidup butuh
pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi
seolah begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.

Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja tidak bisa mengelola
kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang. Sepertinya
Indonesia dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu
kan terdiri dari Orang Indonesia yang salah satunya `aku'.
Kemerdekaan diteriakan orang-orang yang merasa terjajah tapi begitu
merdeka, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya memikirkan satu hal, apa yang
membuat seseorang kembali memiliki jiwa tanggung jawab yang besar untuk
menjaga hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan hidupnya terus
bermakna. Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan menanggung
begitu banyak beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak
melawan kemalasan demi anak-anak.

Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya ketika saya ingin adik saya
tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya. Saya tidak mungkin
menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda sikapnya pada
saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok orang
dewasa yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi
figur buatnya.

Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia tapi sebenarnya dialah yang
mendidik saya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab. Ya,
sepertinya begitulah kalau orang diberi tanggung jawab bukan hanya
tentang dirinya sendiri.

10b.

Re: Mendidik Diri Sendiri

Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com   j0nru

Thu Jun 12, 2008 12:32 am (PDT)

Mbak Levi...
Tulisan yang sangat bagus.
Saya jadi teringat masa-masa sekolah dulu.
Hingga tamat SMA, saya boleh dikatakan sangat rajin belajar. Hampir selalu
jadi juara kelas, bahkan juara umum.
Sistem kompetisi dan "pengawasan" dari guru membuat saya terpacu untuk terus
berprestasi.

Tapi begitu kuliah, semuanya berubah. Tak ada yang mengawasi, tak ada
persaingan untuk berprestasi.
Semangat belajar saya anjlok luar biasa.
Tapi di sisi lain, saya justru sangat bersemangat untuk merintis karir
sebagai penulis.
Tanpa disuruh oleh siapapun, tanpa diawasi oleh siapapun, saya terus bekerja
keras untuk mewujudkan impian menjadi penulis.

Dari pengalaman ini, saya mendapat pelajaran berharga. Agar kita dapat terus
bekerja dengan baik walau tak ada yang mengawasi, maka intinya adalah
motivasi yang ada di dalam diri kita masing-masing.

"No one can guarantee your success, except yourself" :)

--
Thanks dan wassalam

Jonru
Founder PenulisLepas.com
http://www.penulislepas.com/v2
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja

Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline.com

Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)

Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas.com/

Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply.com

Ingin belajar menulis?
http://www.belajarmenulis.com

2008/6/12 Levi Friantina <levi_friantina@yahoo.com>:

> MENDIDIK DIRI SENDIRI
>
> Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita diatur oleh orang tua. Ada
> yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita mendapatkan konsekuensi langsung
> dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah juga begitu. Kehidupan kita
> diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas, mendapatkan nilai bagus.
>
> Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi yang mengatur kita
> karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak ada lembaga yang
> mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita lakukan.
> Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang protes
> ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka
> seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?
>
> Mungkin setiap orang merasakan hal yang berbeda. Saya merasakan kebebasan
> ini suatu beban tanggung jawab yang lebih besar. Tidak ada instruksi untuk
> melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah sekalipun, kita punya pilihan
> melalaikannya.
>
> Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa mengambil alih kehidupan
> kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna. Hidup butuh
> pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi seolah
> begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.
>
> Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja tidak bisa mengelola
> kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang. Sepertinya Indonesia
> dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu kan terdiri dari Orang
> Indonesia yang salah satunya `aku'. Kemerdekaan diteriakan orang-orang yang
> merasa terjajah tapi begitu merdeka, mereka tidak tahu apa yang harus
> dilakukan.
>
> Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya memikirkan satu hal, apa yang membuat
> seseorang kembali memiliki jiwa tanggung jawab yang besar untuk menjaga
> hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan hidupnya terus bermakna.
> Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan menanggung begitu banyak
> beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak melawan kemalasan demi
> anak-anak.
>
> Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya ketika saya ingin adik saya
> tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya. Saya tidak mungkin
> menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda sikapnya pada
> saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok orang dewasa
> yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi figur buatnya.
>
> Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia tapi sebenarnya dialah yang
> mendidik saya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab. Ya, sepertinya
> begitulah kalau orang diberi tanggung jawab bukan hanya tentang dirinya
> sendiri.
>
>
10c.

Re: Mendidik Diri Sendiri

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Thu Jun 12, 2008 12:41 am (PDT)

hmm, klo begitu kyknya kita hrs bangkit untuk mendidik diri sendiri
dulu yah, teh baru bangsa kita menjadi bangsa terdidik?:)
hmm, perenungan yg dalam bgt...
jadi malu dengan diri sendiri yg beberapa hr terakhir menyia-nyiakan
"kemerdekaan" itu.
thanks alot teh..

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Levi Friantina"
<levi_friantina@...> wrote:
>
>
> MENDIDIK DIRI SENDIRI
>
>
> Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita diatur oleh orang tua. Ada
> yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita mendapatkan konsekuensi
> langsung dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah juga begitu.
> Kehidupan kita diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas,
> mendapatkan nilai bagus.
>
>
>
> Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi yang mengatur kita
> karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak ada lembaga yang
> mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita lakukan.
> Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang protes
> ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka
> seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?
>
> Mungkin setiap orang merasakan hal yang berbeda. Saya merasakan
> kebebasan ini suatu beban tanggung jawab yang lebih besar. Tidak ada
> instruksi untuk melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah sekalipun,
> kita punya pilihan melalaikannya.
>
> Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa mengambil alih kehidupan
> kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna. Hidup butuh
> pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi
> seolah begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.
>
> Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja tidak bisa mengelola
> kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang. Sepertinya
> Indonesia dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu
> kan terdiri dari Orang Indonesia yang salah satunya `aku'.
> Kemerdekaan diteriakan orang-orang yang merasa terjajah tapi begitu
> merdeka, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.
>
> Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya memikirkan satu hal, apa yang
> membuat seseorang kembali memiliki jiwa tanggung jawab yang besar untuk
> menjaga hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan hidupnya terus
> bermakna. Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan menanggung
> begitu banyak beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak
> melawan kemalasan demi anak-anak.
>
> Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya ketika saya ingin adik saya
> tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya. Saya tidak mungkin
> menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda sikapnya pada
> saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok orang
> dewasa yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi
> figur buatnya.
>
> Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia tapi sebenarnya dialah yang
> mendidik saya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab. Ya,
> sepertinya begitulah kalau orang diberi tanggung jawab bukan hanya
> tentang dirinya sendiri.
>

10d.

Re: Mendidik Diri Sendiri

Posted by: "Siwi LH" siuhik@yahoo.com   siuhik

Thu Jun 12, 2008 2:13 am (PDT)

nice article.... seperti membaca diri kita sendiri.... makasih Mbak Levi sudah membaginya untuk kita...

Salam Hebat Penuh Berkah
Siwi LH
cahayabintang. wordpress.com
siu-elha. blogspot.com
YM : siuhik

----- Original Message ----
From: Levi Friantina <levi_friantina@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 12, 2008 2:22:30 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Mendidik Diri Sendiri

MENDIDIK DIRI SENDIRI

Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita
diatur oleh orang tua. Ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita
mendapatkan konsekuensi langsung dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah
juga begitu. Kehidupan kita diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas,
mendapatkan nilai bagus.
Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada
lagi yang mengatur kita karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak
ada lembaga yang mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita
lakukan. Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang
protes ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka
seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?
Mungkin setiap orang merasakan hal yang
berbeda. Saya merasakan kebebasan ini suatu beban tanggung jawab yang lebih
besar. Tidak ada instruksi untuk melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah
sekalipun, kita punya pilihan melalaikannya.
Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa
mengambil alih kehidupan kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna.
Hidup butuh pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi
seolah begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.
Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja
tidak bisa mengelola kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang.
Sepertinya Indonesia dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu kan
terdiri dari Orang Indonesia yang salah satunya `aku'. Kemerdekaan diteriakan
orang-orang yang merasa terjajah tapi begitu merdeka, mereka tidak tahu apa
yang harus dilakukan.
Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya
memikirkan satu hal, apa yang membuat seseorang kembali memiliki jiwa tanggung
jawab yang besar untuk menjaga hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan
hidupnya terus bermakna. Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan
menanggung begitu banyak beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak
melawan kemalasan demi anak-anak.
Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya
ketika saya ingin adik saya tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya.
Saya tidak mungkin menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda
sikapnya pada saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok
orang dewasa yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi
figur buatnya.
Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia
tapi sebenarnya dialah yang mendidik saya untuk menjadi manusia yang
bertanggung jawab. Ya, sepertinya begitulah kalau orang diberi tanggung jawab
bukan hanya tentang dirinya sendiri.

10e.

Sambil Menyelam Minum Kopi

Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com   Dizzman

Thu Jun 12, 2008 2:38 am (PDT)

Sambil Menyelam Minum Kopi
Sambil Jalan Dinikmati
Sambil Nulis Makan Roti
Sambil Kerja&nbsp;Bisnis Jadi
Sambil Tidur Kebawa Mimpi
Sambil Dinas Wisata Lagi
&nbsp;
Seperti halnya komputer, manusia juga sebenarnya memiliki kemampuan multitasking. Artinya dia memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Misalnya sambil ngetik kerjaan di kantor, sekalian chatting di internet. Atau kalau lagi dinas ke luar kota, sekalian berwisata.
Dan akan lebih bermakna lagi apabila 'sambil' tersebut dapat menghasilkan sesuatu, bisa materi, bisa silaturahmi, bisa keuntungan, bisa beramal, dan lain sebagainya. Artinya hidup kita tidak akan sia-sia hanya mengerjakan satu dua pekerjaan saja. Alangkah hampanya hidup ini kalau cuma datang ke kantor, kerja, pulang, tidur, besok bangun, balik lagi ke kantor, kerja, dan seterusnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah sisa waktu hidup dan sisa kemampuan (idle capacity) untuk meningkatkan produktivitas kehidupan kita. Menurut beberapa penelitian yang pernah saya baca, idle capacity manusia sebenarnya bisa mencapai 80% dari seluruh kemampuannya. Artinya bahwa sebenarnya kita sendiri masih mampu berbuat lebih. Hanya kadang rasa malas, capek, gak mood, yang mengganjal aktivitas tambahan tersebut. Dengan sering beraktivitas, idle capacity semakin berkurang, dan produktivitas semakin bertambah (mudah2an termasuk penghasilan dan teman juga, he3x...).
demikian sekilas info, silakan ditanggapi.
&nbsp;
Wassalam,
&nbsp;
Diaz
selengkapnya hal ihwal 'sambil' lihat di:
http://dizzman.multiply.com

10f.

Re: Sambil Menyelam Minum Kopi

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Thu Jun 12, 2008 3:47 am (PDT)

Hehehe, kalau para ibu lebih luar biasa lagi, Maz Diaz, sambil mengurus anak, memasak nasi, mencuci (biar bisa disambi pakai mesin cuci), menyapu, nonton tv, dan masih sempat chating sambil liat milis^_^

----- Original Message ----
From: Diaz Rossano <dizzman@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 12, 2008 4:34:43 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Sambil Menyelam Minum Kopi

Sambil Menyelam Minum Kopi
Sambil Jalan Dinikmati
Sambil Nulis Makan Roti
Sambil Kerja Bisnis Jadi
Sambil Tidur Kebawa Mimpi
Sambil Dinas Wisata Lagi

Seperti halnya komputer, manusia juga sebenarnya memiliki kemampuan multitasking. Artinya dia memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Misalnya sambil ngetik kerjaan di kantor, sekalian chatting di internet. Atau kalau lagi dinas ke luar kota, sekalian berwisata.
Dan akan lebih bermakna lagi apabila 'sambil' tersebut dapat menghasilkan sesuatu, bisa materi, bisa silaturahmi, bisa keuntungan, bisa beramal, dan lain sebagainya. Artinya hidup kita tidak akan sia-sia hanya mengerjakan satu dua pekerjaan saja. Alangkah hampanya hidup ini kalau cuma datang ke kantor, kerja, pulang, tidur, besok bangun, balik lagi ke kantor, kerja, dan seterusnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah sisa waktu hidup dan sisa kemampuan (idle capacity) untuk meningkatkan produktivitas kehidupan kita. Menurut beberapa penelitian yang pernah saya baca, idle capacity manusia sebenarnya bisa mencapai 80% dari seluruh kemampuannya. Artinya bahwa sebenarnya kita sendiri masih mampu berbuat lebih. Hanya kadang rasa malas, capek, gak mood, yang mengganjal aktivitas tambahan tersebut. Dengan sering beraktivitas, idle capacity semakin berkurang, dan produktivitas semakin bertambah (mudah2an termasuk penghasilan dan teman juga, he3x...).
demikian sekilas info, silakan ditanggapi.

Wassalam,

Diaz
selengkapnya hal ihwal 'sambil' lihat di:
http://dizzman. multiply. com
__._,_._

11a.

Re: (Artikel) Ketika Single Parent Mendidik Anak

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Thu Jun 12, 2008 12:26 am (PDT)

beginilah kalo guru menulis, uraiannya lengkap
salut! kagum! dan iri karena blm bisa menulis seperti ini:(

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "sismanto" <siril_wafa@...>
wrote:
>
> Pada hakekatnya manusia diciptakan menjadi perempuan dan laki-laki.
> Keduanya diciptakan agar bisa saling melengkapi guna membangun suatu
> sinergi baru yang lebih dan bermanfaat bagi umat manusia. Namun dalam
> perkembangannya, dirasakan telah terjadi dominasi oleh satu pihak
> terhadap pihak yang lainnya, sehingga menimbulkan diskriminasi,
> marjinalisasi, subordinasi, beban ganda, ataupun tindak kekerasan.
> Secara statistik, kaum perempuan mendapatkan posisi yang kurang
> menguntungkan dalam berbagai aspek kehidupan. Situasi ini salah satunya
> terjadi dari hasil akumulasi dan akses dari nilai sosio kultural suatu
> masyarakat.
>
> Hubungan yang timpang antara perempuan dan laki-laki perlu diubah secara
> struktural menjadi hubungan sosial yang setara. Dalam relasi sosial
> yang setara, perempuan dan laki-laki merupakan dua faktor yang sama
> pentingnya dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut kehidupan, baik
> dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan
> bernegara.
>
> Sejalan dengan perkembangan jaman, kaum perempuan mulai menyadari
> ketertinggalannya, sehingga mendorong mereka untuk memperjuangkan haknya
> dalam mengaktualisasikan dirinya untuk berperan di dalam pembangunan dan
> mendapatkan akses yang sama dengan laki-laki. Namun demikian, disadari
> bahwa tanpa keterlibatan laki-laki maka perjuangan kaum perempuan
> tersebut tidak akan berhasil dengan baik.
>
> Meminjam tulisannya (Maziyah, 2000), peran dan kedudukan perempuan dalam
> pembangunan mulai mendapat perhatian dari pemerintah dengan
> dimasukkannya isu perempuan dalam GBHN tahun 1978. Selanjutnya,
> dibentuklah lembaga Menteri Peranan Wanita pada tahun 1978 yang kemudian
> berubah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan pada akhir tahun 1999,
> dengan harapan perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki dapat lebih
> berperan dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
> bernegara.
>
> Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki telah mendapat pengesahan
> dengan diterbitkannya UU No. 7 tahun 1984 tentang "Pengesahan Konvensi
> Mengenai Penghapusan Segala Diskriminasi terhadap Perempuan" (ratifikasi
> konvensi CEDAW). Setelah itu diterbitkan Surat Keputusan Menteri Negara
> Urusan Peranan Wanita No. 02/Kep/MENUPW/IV/1991 tentang Pengesahan
> Pedoman Pelaksanaan Penanganan Peningkatan Peranan Wanita dalam
> Pembangunan Bangsa di Pusat dan Daerah, Instruksi Presiden RI No. 5
> tahun 1995 tentang "Peningkatan Peranan Wanita dalam Pembangunan
> Daerah", Instruksi Mendagri No. 17 tahun 1996 tentang "Petunjuk Teknis
> Pelaksanaan Pengelolaan Program Peningkatan Peranan Wanita dalam
> Pembangunan di Daerah".
>
> Ada indikasi bahwa rendahnya pemahaman terhadap konsep gender juga
> melanda dunia pendidikan. Rendahnya pemahaman itu logis karena, kata
> "gender" belum termasuk kata bahasa Indonesia, terbukti belum menjadi
> entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kedua, referensi kata itu
> tidak jelas karena bersifat abstrak. Ketiga, dalam kamus bahasa Inggris
> kata itu tidak jelas bedanya dengan kata "sex" yang mengacu pada
> pengategorian jenis kelamin.
>
> Penjelasan yang mudah diikuti kriteria dan ciri spesifiknya adalah
> penjelasan Direktur Perwakilan Oxfam untuk Indonesia, Mansoer Fakih
> (1998). Menurut dia, gender harus dibedakan dengan kata sex. Sex adalah
> pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis dan karena itu
> melekat pada jenis kelamin tertentu. Misalnya, pria adalah manusia
> berpenis, berjakala, bersperma, dan sejenisnya; sementara wanita adalah
> manusia yang memiliki alat reproduksi telur, bervagina, memiliki alat
> menyusui, dan sebagainya. Alat-alat itu secara biologis melekat pada
> wanita untuk selamanya, fungsinya tidak dapat dipertukarkan, secara
> permanen tidak berubah, dan merupakan ketentuan biologi atau ketentuan
> Tuhan (kodrat).
> Gender adalah pembagian kategori pria dan wanita yang dikonstruksi
> secara sosiokultural. Misalnya, wanita secara sosiokultural dianggap
> lemah lembut, emosional, keibuan, dan sebagainya; sedangkan pria
> dianggap kuat, rasional, perkasa, dan sebagainya.
>
> Sifat-sifat tersebut tidak kodrati. Karena itu tidak abadi dan dapat
> dipertukarkan. Maka ada pria emosional, lemah lembut, dan sebagainya;
> atau kebalikannya ada wanita kuat, rasional, dan sebagainya. Dengan
> demikian, semua sifat yang dapat dipertukarkan antara wanita dengan pria
> dan yang dapat berubah dari waktu ke waktu, serta berbeda dari satu
> kelas sosial ke lain kelas, merupakan gender.
>
> Dampaknya, anggapan keliru itu mempengaruhi keyakinan tentang bagaimana
> seharusnya pria dan wanita berpikir dan bertindak sesuai dengan
> ketentuan sosiokultural tersebut. Itulah yang dimaksud dengan bias
> gender. Hal ini tidak hanya terdapat pada masyarakat secara keseluruhan.
> Namun juga dalam keluarga di mana anak pertama kali mengenal pendidikan.
> Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dimana anak dapat
> berinteraksi. Pengaruh keluarga dalam pembentukan dan perkembangan
> kepribadian sangatlah besar artinya. Banyak faktor dalam keluarga yang
> ikut berpengaruh dalam proses perkembangan anak. Salah satu faktor dalam
> keluarga yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian
> adalah praktik pengasuhan anak. Hal tersebut dikuatkan oleh pendapat
> Brown (1961: 76) yang mengatakan bahwa keluarga adalah lingkungan yang
> pertama kali menerima kehadiran anak.
>
> Orang tua mempunyai berbagai macam fungsi yang salah satu di antaranya
> ialah mengasuh putra-putrinya. Dalam mengasuh anaknya orang tua
> dipengaruhi oleh budaya yang ada di lingkungannya. Di samping itu,
> orang tua juga diwarnai oleh sikap-sikap tertentu dalam memelihara,
> membimbing, dan mengarahkan putra-putrinya. Sikap tersebut tercermin
> dalam pola pengasuhan kepada anaknya yang berbeda-beda, karena orang tua
> mempunyai pola pengasuhan tertentu. Pola asuhan itu menurut Stewart dan
> Koch (1983: 178) terdiri dari tiga kecenderungan pola asuh orang tua
> yaitu: (1) pola asuh otoriter, (2) pola asuh demokartis, dan (3) pola
> asuh permisif.
>
> Sebagai pengasuh dan pembimbing dalam keluarga, orang tua sangat
> berperan dalam meletakan dasar-dasar perilaku bagi anak-anaknya. Sikap,
> perilaku, dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru
> oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tak sadar
> diresapinya dan kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya. Hal
> demikian disebabkan karena anak mengidentifikasikan diri pada orang
> tuanya sebelum mengadakan identifikasi dengan orang lain.
> Dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, individu banyak dipengaruhi
> oleh peranan orang tua tersebut. Peranan orang tua itu memberikan
> lingkungan yang memungkinkan anak dapat menyelesaikan tugas-tugas
> perkembangannya. Namun demikian, banyak anak yang tidak mendapatkan
> kasih sayang orang tuanya secara lengkap. Diantara mereka hanya
> mendapatkan kasih sayang dari ibunya (single parent) saja dalam hal ini
> seorang ibu memerankan dua hal sekaligus, sebagai seorang ibu dan
> seorang ayah.
>
> Keadaan memang bertambah sulit, lantaran secara fitrah ibu akan
> mengalami guncangan dahsyat atas kematian suaminya. Si anakpunakan
> mengalami guncangan serupa, terutama dengan kesiapan mental yang jauh
> lebih minim untuk menerima kenyataan itu. Apalagi, bila ia belum
> memahami makna dan hakikat kematian. Belum lagi, jika si anak mengalami
> kekeurangan-kekurangan, baik secara fisik maupun mnetal. Disamping itu,
> peran ganda sebagai suami diantaranya mencari nafkah penghidupan
> sehari-hari, akan banyak menyita waktu ibu, sehingga sempit baginya
> untuk mendidik si anak.
> Ibu memeiliki peran yang cukup penting dan memainkan peran dalam
> menentukan proses pembimingan dan pembangunan kepribadian anak pasca
> kematian suami. Persoalan di mana kaum ibu pasca kematian suaminya
> memeiliki dua tugas yang amat penting, keibuan dan juga kebapakan.
> Kemampuan menggabungkan dan menjalankan kedua tuas itu dengan baik dan
> benar harus dimiliki oleh ibu yang mempunyai berstatus single parent.
>
> Pasca kematian suami, seornag wanita mempunyai dua kedudukan sekaligus
> sebagai ibu yang merupakan jabatan alamiah dan sebagai ayah. Ia akan
> memiliki dua bentuk sikap, sikap sebagai ibu yang herus bersikap lembut
> kepada anak-anaknya, dan sebagai ayah yang bersikap jantan dan memegang
> kendali aturan dan tata tertib, serta berperan sebagai penegak keadilan
> dalam rumah tangga. Hal ini sejalan dengan pernyataan Qaimi (2003),
> bahwa peran sebagai ibu menjadi sumber kasih sayang. Sosok ibu adalah
> teman bermain anak yag pertama, sekaligus sebagai orang yang pertama
> kali bergaul dengannya. Terakhir peran ibu sebagai ayah, pasca kematian
> suaminya, seorang ibu walaupun dia perempuan harus menduduki posisi
> ayahdan bertanggungjawab dan menjaga perilaku serta kedisiplinan
> anaknya. Dengan tugas baru yang diembannya itu, ia memiliki
> tanggungjawab yang jauh lebih sulit dan berat ketimbang sebelumnya.
> Harapan kita ke depan, tidak akan ada ibu single parent. Seyogyanya
> sebuah keluarga tetap utuh sampai akhir hayatnya. Namun, apa hendak di
> kata bagaimaapun juga "single parent tidak saja ada. Wallahu
> `Alam bishowab.
>
> Sangatta, 13 Juni 2008
> Sismanto
> http://mkpd.wordpress.com
> http://sismanto.com
>

12a.

PRESS RELEASE - SILATURAHIM NASIONAL FLP - PEKAN SASTRA HIJAU; SASTR

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Jun 12, 2008 12:42 am (PDT)

PRESS RELEASE

*SILATURAHIM NASIONAL FORUM LINGKAR PENA*

* *

*PEKAN SASTRA HIJAU;*

*SASTRA, LINGKUNGAN, *

*DAN KEARIFAN LOKAL*

Sepuluh tahun yang lalu, musim hujan dan musim kemarau masih bisa
diperkirakan. Petani di Indonesia yakin hujan akan turun pada bulan-bulan
yang berakhiran kata –ber seperti September, Oktober, November, dan
desember. Bahkan pada masyarakat Jawa dikenal istilah *deres-derese
sumber*untuk bulan Desember; di bulan tersebut curah hujan paling
tinggi. Sekarang,
musim hujan atau kemarau tak terduga. Bulan-bulan yang dulunya hujan turun
tak terkira, masih kering kerontang. Begitu juga pada musim yang seharusnya
kemarau. Sebagian besar ahli menduga gejala perubahan iklim tersebut akibat
dari pemanasan global.

Perubahan pola iklim akibat pemanasan global akan menambah daftar panjang
bencana di Indonesia selain banjir, tanah longsor, kekeringan, serta badai
tropis. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia, dalam kurun
waktu 2003-2005 bencana alam terkait dengan cuaca mencapai 1,429 kasus atau
53.3% dari total bencana alam yang terjadi di Indonesia. Pada sector
kehutanan, titik api akan semakin parah. Pada September 2006 tercatat 26,561
titik api yang merupakan angka tertinggi sejak Agustus 1997.

Langkah penanggulangan dan pencegahan lebih lanjut terhadap dampak pemanasan
global telah ditempuh beberapa pihak. Sebagai Negara yang meratifikasi
Konvensi
Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 1994 dan Protokol Kyoto pada tahun 2004
yang diadopsi oleh UU No. 17/2004, Indonesia telah mencoba beberapa langkah
dalam mengatasi maslah perubahan iklim ini. Kini saatnya penulis melalui
tulisannya ikut berperan dalam menyelamatkan lingkungannya.

Penulis bisa mengambil peran untuk mengingatkan dan mengajak pembaca
'melihat' sebab dan akibat pemanasan global melalui tulisannya. Hal ini
harus dilakukan secara berkelanjutan mengimbangi kampanye budaya
materialistis dan hedonis. Di saat media massa ramai memberitakan kehidupan
artis dan audisi berbagai kontes, penulis harus mengingatkan siapa saja
melalui tulisannya: bumi kita sedang sekarat.

Forum Lingkar Pena (FLP) sebagai organisasi penulis dan pengkaderan penulis
terpanggil untuk mendukung gerakan penyelamatan dan pencegahan kerusakan
lingkungan melalui tulisan. Melalui acara Silaturahim Nasional, FLP melatih
masyarakat umum dan anggotanya untuk menguasai berbagai jenis tulisan hingga
bisa diberdayakan untuk kampanye peduli lingkungan hidup.

Untuk tujuan besar itulah, FLP bekerja sama dengan Formasi Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Indonesia mengadakan Silaturahim Nasional antar anggota
dan komunitas sastra lainnya dalam Pekan Sastra Hijau yang mengambil
tema *"Pekan
Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan, Dan Kearifan Lokal."*

* *

Kegiatan akan diselenggarakan selama tiga hari pada *Jumat s/d Minggu, 11 –
13 Juli 2008 bertempat di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok
dan Aula PPPPTK Bahasa, Jl. Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. *

* *

* *

*AGENDA KEGIATAN*

* *

*Jumat, 11 Juli 2008*

*08.00 – 12.00 WIB: Pembukaan & Talk Show: Kreatif Dan Kaya Tanpa Merusak
Lingkungan:*

* *

· *08.00 – 09.30 WIB: Pembukaan Acara*

Pembicara: Prof DR Edison Munaf (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Untuk
Jepang)**

DR Prihardi Kahar (Group leader riset bidang lingkungan dengan
Professor
Jepang)

· *09.30 – 12.00 WIB Talk Show: Kreatif dan Kaya tanpa Merusak
Lingkungan*

* *

Pembicara: Aris Nugraha (ANP Production)

Haidar Bagir (Pelaku Industri Perbukuan)

Habiburrahman El-Shirazy (Penulis Novel *Best
Seller*Ayat-Ayat Cinta)

Moderator: Boim Lebon (Penulis serial Lupus ABG & Lupus Kecil).

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

*13.30 – 15.30 WIB: Pelatihan: Optimalisasi Perpustakaan Sekolah dan Taman
Baca untuk Lingkungan Sekitar*

* *

Pembicara: Wien Muldian (Aktivis Perbukuan; Forum Indonesia Membaca)

Yessy Gusman (Artis pendiri rumah baca)

Moderator : Lusiana M. Hevita (Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi UI)

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

*13.30 – 16.00 WIB: Fiksi GILA; Pelatihan Menulis Fiksi *

Pembicara: Sofie Dewiyani (Kandidat Doktor Bidang Literasi, University of
Illinois at Urbana, Chicago, USA)

Afifah Afra (CEO Afra Publishing)

Tasaro (Peraih Adikarya IKAPI kategori fiksi 2007)

Moderator : Naniek Susanti (penulis dan editor)

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jak-Sel

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*13.30-15.30 WIB: LOVE (Lokakarya Novel)*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP (Izzatul Jannah, Helvy Tiana Rosa)

Tempat: Ruang Kelas Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

*16.00-21.00 WIB: Bedah Tuntas FLP*

Internal FLP

Pembicara: Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Rahmadiyanti, Muthi Masfu'ah

Moderator: Majelis Penulis FLP

Tempat: Aula PPPPTK BAHASA, Jln. Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta
Selatan

* *

*Sabtu, 12 Juli 2008*

* *

*09.00 – 12.00 WIB: Dari Tunas Cinta Jadilah Buku; Pelatihan Menulis Kreatif
Non Fiksi*

Pembicara : Hernowo (Akademisi)

Pipiet Senja (Penulis Senior)

Sakti Wibowo (Penulis Skenario)

Moderator : Arul Khan **

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*09.00- 16.00 WIB: Dari Kertas Lembar ke Layar Lebar; Bedah Film Ayat Ayat
Cinta dan Pelatihan Menulis Skenario Dasar*

Pembicara: Habiburahman El-Shirazy

Fahri Asiza (Penulis Skenario "Office Boy" RCTI)

M. Zamzam Fauzan, MA. (Ahli Budaya Visual Lulusan
Manchester University)

Naijan Lengkong

Moderator: Zaenal Radar. T dan Melvy Yendra

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

HTM : Umum Rp 95.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 55.000

*09.00-12.00 WIB: Puisi Sastra Hijau; Pelatihan Menulis Puisi*

Pembicara: Jamal D. Rahman (Penyair, Redaktur Majalah Sastra Horison)

Moderator : Epri Tsaqib (Ketua Komunitas Puisi FLP)

Tempat: Ruang Seminar Studi Jepang, Universitas Indonesia,

HTM : Umum Rp 45.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 30.000

* *

*09.00-15.30 WIB: LOVE (Lokakarya Novel)*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP (Joni Ariadinata, Ahmadun Y. Herfanda)

Tempat: Ruang Kelas Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

*13.00-21.00 WIB: Strategi FLP Ke Depan*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP, Medya Derni, Muthi Masfu'ah

Moderator: M. Irfan Hidayatullah

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

* *

* *

*Minggu, 13 Juli 2008**. *

* *

*09.00 – 12.00 WIB: Seminar Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan dan Kearifan
Lokal*

Pembicara: M. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP)

Maman S. Mahayana (Kritikus Sastra, Akademisi FIB, UI)

Korie Layun Rampan (Sastrawan)

Ahmad Tohari (Sastrawan)

Moderator : Helvy Tiana Rosa (Akademisi Fakultas Sastra UNJ)

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*12.00 WIB-selesai: Penutupan*

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

Pendaftaran peserta: Wiwiek (08128747415)

Harga tiket terusan Rp 375.000 (umum) dan Rp 150.000 (Mahasiswa/Pelajar).

Pembayaran tiket ke BNI, no. rek 0015721175 atau BCA, no. rek. 2241423494
atas nama Wiwiek Sulistyowati.

Bukti pembayaran/transfer fax ke 021-2506386 atau kirim ke
silnasflp@gmail.com

Fasilitas: Snack, sertifikat, makalah, paket dari sponsor.

* *

CP. Koko Nata (081367675459), Rahmadiyanti (081380703900), Lia Octavia
(08128146426), Wiwiek Sulistyowati (08128747415)

http://forumlingkarpena.multiply.com
12b.

PRESS RELEASE - SILATURAHIM NASIONAL FLP - PEKAN SASTRA HIJAU; SASTR

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Jun 12, 2008 1:10 am (PDT)

PRESS RELEASE

*SILATURAHIM NASIONAL FORUM LINGKAR PENA*

* *

*PEKAN SASTRA HIJAU;*

*SASTRA, LINGKUNGAN, *

*DAN KEARIFAN LOKAL*

Sepuluh tahun yang lalu, musim hujan dan musim kemarau masih bisa
diperkirakan. Petani di Indonesia yakin hujan akan turun pada bulan-bulan
yang berakhiran kata –ber seperti September, Oktober, November, dan
desember. Bahkan pada masyarakat Jawa dikenal istilah *deres-derese
sumber*untuk bulan Desember; di bulan tersebut curah hujan paling
tinggi. Sekarang,
musim hujan atau kemarau tak terduga. Bulan-bulan yang dulunya hujan turun
tak terkira, masih kering kerontang. Begitu juga pada musim yang seharusnya
kemarau. Sebagian besar ahli menduga gejala perubahan iklim tersebut akibat
dari pemanasan global.

Perubahan pola iklim akibat pemanasan global akan menambah daftar panjang
bencana di Indonesia selain banjir, tanah longsor, kekeringan, serta badai
tropis. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia, dalam kurun
waktu 2003-2005 bencana alam terkait dengan cuaca mencapai 1,429 kasus atau
53.3% dari total bencana alam yang terjadi di Indonesia. Pada sector
kehutanan, titik api akan semakin parah. Pada September 2006 tercatat 26,561
titik api yang merupakan angka tertinggi sejak Agustus 1997.

Langkah penanggulangan dan pencegahan lebih lanjut terhadap dampak pemanasan
global telah ditempuh beberapa pihak. Sebagai Negara yang meratifikasi
Konvensi
Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 1994 dan Protokol Kyoto pada tahun 2004
yang diadopsi oleh UU No. 17/2004, Indonesia telah mencoba beberapa langkah
dalam mengatasi maslah perubahan iklim ini. Kini saatnya penulis melalui
tulisannya ikut berperan dalam menyelamatkan lingkungannya.

Penulis bisa mengambil peran untuk mengingatkan dan mengajak pembaca
'melihat' sebab dan akibat pemanasan global melalui tulisannya. Hal ini
harus dilakukan secara berkelanjutan mengimbangi kampanye budaya
materialistis dan hedonis. Di saat media massa ramai memberitakan kehidupan
artis dan audisi berbagai kontes, penulis harus mengingatkan siapa saja
melalui tulisannya: bumi kita sedang sekarat.

Forum Lingkar Pena (FLP) sebagai organisasi penulis dan pengkaderan penulis
terpanggil untuk mendukung gerakan penyelamatan dan pencegahan kerusakan
lingkungan melalui tulisan. Melalui acara Silaturahim Nasional, FLP melatih
masyarakat umum dan anggotanya untuk menguasai berbagai jenis tulisan hingga
bisa diberdayakan untuk kampanye peduli lingkungan hidup.

Untuk tujuan besar itulah, FLP bekerja sama dengan Formasi Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Indonesia mengadakan Silaturahim Nasional antar anggota
dan komunitas sastra lainnya dalam Pekan Sastra Hijau yang mengambil
tema *"Pekan
Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan, Dan Kearifan Lokal."*

* *

Kegiatan akan diselenggarakan selama tiga hari pada *Jumat s/d Minggu, 11 –
13 Juli 2008 bertempat di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok
dan Aula PPPPTK Bahasa, Jl. Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. *

* *

* *

*AGENDA KEGIATAN*

* *

*Jumat, 11 Juli 2008*

*08.00 – 12.00 WIB: Pembukaan & Talk Show: Kreatif Dan Kaya Tanpa Merusak
Lingkungan:*

* *

· *08.00 – 09.30 WIB: Pembukaan Acara*

Pembicara: Prof DR Edison Munaf (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Untuk
Jepang)**

DR Prihardi Kahar (Group leader riset bidang lingkungan dengan
Professor
Jepang)

· *09.30 – 12.00 WIB Talk Show: Kreatif dan Kaya tanpa Merusak
Lingkungan*

* *

Pembicara: Aris Nugraha (ANP Production)

Haidar Bagir (Pelaku Industri Perbukuan)

Habiburrahman El-Shirazy (Penulis Novel *Best
Seller*Ayat-Ayat Cinta)

Moderator: Boim Lebon (Penulis serial Lupus ABG & Lupus Kecil).

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

*13.30 – 15.30 WIB: Pelatihan: Optimalisasi Perpustakaan Sekolah dan Taman
Baca untuk Lingkungan Sekitar*

* *

Pembicara: Wien Muldian (Aktivis Perbukuan; Forum Indonesia Membaca)

Yessy Gusman (Artis pendiri rumah baca)

Moderator : Lusiana M. Hevita (Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi UI)

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

*13.30 – 16.00 WIB: Fiksi GILA; Pelatihan Menulis Fiksi *

Pembicara: Sofie Dewiyani (Kandidat Doktor Bidang Literasi, University of
Illinois at Urbana, Chicago, USA)

Afifah Afra (CEO Afra Publishing)

Tasaro (Peraih Adikarya IKAPI kategori fiksi 2007)

Moderator : Naniek Susanti (penulis dan editor)

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jak-Sel

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*13.30-15.30 WIB: LOVE (Lokakarya Novel)*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP (Izzatul Jannah, Helvy Tiana Rosa)

Tempat: Ruang Kelas Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

*16.00-21.00 WIB: Bedah Tuntas FLP*

Internal FLP

Pembicara: Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Rahmadiyanti, Muthi Masfu'ah

Moderator: Majelis Penulis FLP

Tempat: Aula PPPPTK BAHASA, Jln. Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta
Selatan

* *

*Sabtu, 12 Juli 2008*

* *

*09.00 – 12.00 WIB: Dari Tunas Cinta Jadilah Buku; Pelatihan Menulis Kreatif
Non Fiksi*

Pembicara : Hernowo (Akademisi)

Pipiet Senja (Penulis Senior)

Sakti Wibowo (Penulis Skenario)

Moderator : Arul Khan **

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*09.00- 16.00 WIB: Dari Kertas Lembar ke Layar Lebar; Bedah Film Ayat Ayat
Cinta dan Pelatihan Menulis Skenario Dasar*

Pembicara: Habiburahman El-Shirazy

Fahri Asiza (Penulis Skenario "Office Boy" RCTI)

M. Zamzam Fauzan, MA. (Ahli Budaya Visual Lulusan
Manchester University)

Naijan Lengkong

Moderator: Zaenal Radar. T dan Melvy Yendra

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

HTM : Umum Rp 95.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 55.000

*09.00-12.00 WIB: Puisi Sastra Hijau; Pelatihan Menulis Puisi*

Pembicara: Jamal D. Rahman (Penyair, Redaktur Majalah Sastra Horison)

Moderator : Epri Tsaqib (Ketua Komunitas Puisi FLP)

Tempat: Ruang Seminar Studi Jepang, Universitas Indonesia,

HTM : Umum Rp 45.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 30.000

* *

*09.00-15.30 WIB: LOVE (Lokakarya Novel)*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP (Joni Ariadinata, Ahmadun Y. Herfanda)

Tempat: Ruang Kelas Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

*13.00-21.00 WIB: Strategi FLP Ke Depan*

Internal FLP

Pembicara: Majelis Penulis FLP, Medya Derni, Muthi Masfu'ah

Moderator: M. Irfan Hidayatullah

Tempat: Aula PPPTK BAHASA, Jln Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

* *

* *

*Minggu, 13 Juli 2008**. *

* *

*09.00 – 12.00 WIB: Seminar Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan dan Kearifan
Lokal*

Pembicara: M. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP)

Maman S. Mahayana (Kritikus Sastra, Akademisi FIB, UI)

Korie Layun Rampan (Sastrawan)

Ahmad Tohari (Sastrawan)

Moderator : Helvy Tiana Rosa (Akademisi Fakultas Sastra UNJ)

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok

HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

*12.00 WIB-selesai: Penutupan*

Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

Pendaftaran peserta: Wiwiek (08128747415)

Harga tiket terusan Rp 375.000 (umum) dan Rp 150.000 (Mahasiswa/Pelajar).

Pembayaran tiket ke BNI, no. rek 0015721175 atau BCA, no. rek. 2241423494
atas nama Wiwiek Sulistyowati.

Bukti pembayaran/transfer fax ke 021-2506386 atau kirim ke
silnasflp@gmail.com

Fasilitas: Snack, sertifikat, makalah, paket dari sponsor.

* *

CP. Koko Nata (081367675459), Rahmadiyanti (081380703900), Lia Octavia
(08128146426), Wiwiek Sulistyowati (08128747415)

http://forumlingkarpena.multiply.com

Acara ini didukung oleh:
* Indiva
* Sygma Examedia Arkanleema
* Zikrul Hakim
* Lingkar Pena Publishing House
* Formasi FIB Universitas Indonesia
13a.

Re: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antol

Posted by: "Arrizki Abidin" arrizki_abidin@yahoo.com   arrizki_abidin

Thu Jun 12, 2008 12:57 am (PDT)

PILIHAN
Terimakasih banyak bagi pemilih
Selamat bagi yang dipilih
Semangat terus bagi yang belum dipilih
Jawaban pilihan...
Telah dihamparkan
Telah disuguhkan
Selalu saja berakhir menyegarkan
Jika hikmah yang diutamakan
Dan hilanglah sedu-sedan
Salam
Riz-Q
 

----- Original Message ----
From: Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com>
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, June 10, 2008 8:37:30 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan

PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA

Assalamu'alaikum wrwb

Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska, alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak 19 (sembilan belas) artikel inspiratif dan 31 (tiga puluh satu) puisi untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan.

Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.

Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.

Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:

* Bersahabat dengan Alam: Siu Elha
Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.
 
* Nasi Goreng: Lia Octavia
Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang antre di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.
 
* Rindu Abah: Fely Hilman
Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely "tak banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang dilakukan oleh Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.
 
* Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti
Banyak wanita muda—termasuk saya—yang merasakan sejumlah dilema ketika akan menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan Febty kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.
 
* Satu Rindu: Listya Arisanti
Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "Istirahatnya seorang muslim, nanti setelah kita di syurga.."
 
* Menambal Hati: St. Fatimah
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul yang pas dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang penambal ban sekalipun.
 
* 7.500 Rupiah: Asma Sembiring
Bahasanya kuat, isi kuat dengan sentuhan ironisme. Didukung gaya penulisan yang tidak monoton.
 
* Ibu: Arham Kendari
Simpel tapi diolah dengan gaya bertutur yang enak. Saran: lebih dieksplorasi lagi sisi pengalaman penulis dan sang ibu.
 
* Love Miracle From The Andes: Syafa'atus Syarifah
Sangat inspiratif meski penulisannya berdinamika lambat.Tema yang ditawarkan adalah resep keunggulan.
 
* Kekayaan Berharga: Catur Catriks
Pengalaman nyata memang selalu mengesankan. Kekuatan ceritalah membuat saya memilih tulisan ini. Meski ending perlu dibikin lebih menyentak dan gaya bertutur yang perlu dibikin lebih kontemplatif.
 
* Mimpiku di Sangatta: Sismanto
Cerita dengan warna lokal sedang trend, dan selalu menarik. Ini kelebihan tulisan ini.
 
* Nikmat-Nya yang Tak Terhingga: Novi Khansa'
Cerita sederhana. Namun gaya bertutur penulis yang unik membuatnya layak dijagokan.
 
* Lin, Aku Belajar Banyak Darimu: Setta
Pengisahan yang dramatis ditopang pengalaman nyata yang kuat sehingga tulisan ini cocok jadi andalan.
Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih:

Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:
 
1)      7.500 rupiah (Asma Sembiring)
2)      Ibu (Arham Kendari)
3)      Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)
4)      Kekayaan Berharga (Catur Catriks)
5)      Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)
6)      Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)
7)      Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)
8)      Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)
9)      Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)
10)  Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)
11)  Trouble Maker (Benny Oktaviano)
12)  Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)
13)  Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)
14)  Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)
15)  Nasi Goreng (Lia Octavia)
16)  Rindu Abah (Fely Hilman)
17)  Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)
18)  Menambal Hati (St Fatimah)
19)  Satu Rindu (Listya Arisanti)
 
Puisi-Puisi yang terpilih:
1)      Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
2)      Pulang (Novi Khansa)
3)      Kepada Laila (Nia Robie)
4)      Lukisan (Ain Nisa)
5)      Bocah Debu (Divin Nabb)
6)      Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
7)      Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
8)      Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
9)      Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
10)  Tak Cukup (Candrawali)
11)  Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
12)  Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
13)  Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
14)   Sidoarjo Mengemis (Nana S)
15)  Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
16)  Terkadang (Wildan Fikri)
17)  Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
18)  Untuk Ayah (Meyla Farid)
19)  Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
20)  If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)
21)  Penyair Padi (Epri Tsaqib)
22)  Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
23)  Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
24)  Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
25)  Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
26)  Kisah Angin (Sunu Hadi)
27)  Permainan Hidup (St Fatimah)
28)  Panggung Senayan (Yoyong)
29)  Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
30)  20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
31)  Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.

Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.

Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.

SEKOLAH KEHIDUPAN
 
Make a comfort home for all
Menggagas Sekolah Tanpa Batas:
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama  

Wassalam,

Tim Panitia Buku Antologi Eska:

Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur'aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya

14a.

Re: (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska

Posted by: "Arrizki Abidin" arrizki_abidin@yahoo.com   arrizki_abidin

Thu Jun 12, 2008 12:57 am (PDT)

Kepada Yth.
Mba Dyah
di tempat
(Akhh, formal banget)
partner sy belum tau ada berapa org, soalnya pas cerita ke satu temen dia mau nemenin sy, tp berhubung sy KAHwatir klo tiba2 dia ada acara dan ga jadi nemenin sy makanya sy cerita jg ke satu yg lain, perasaan yg sama muncul lagi, dan begitu seterusnya, hingga akhirnya sy gak sadar sudah cerita ke beberapa temen (boong2, paling2 dia cuman cerita ke beberapa temennya saja, jgn percaya Mba Dyah sama RIz-Q) dan jawaban dr yg sy ajak selalu sama. Mungkinkah sy bawa rombongan se RT atau se RW??? TUNGGU KEHADIRANNYA DILAYAR NYATA KEHIDUPAN ANDA. PREMIER MULAI 27 JULI 2008.
Salam
Riz-Q

----- Original Message ----
From: dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, June 10, 2008 11:39:13 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska

Sahabat Eska:D Silakan cek nama Anda pada daftar di bawah ini.

Belum ada? Segera daftar yaaaaa:D
Oiya, yang sudah daftar dan namanya belum tercantum, silakan dikonfirmasi ulang yaaa:D

Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D

Laporan Peserta Milad yang sudah mendaftar via milis/sms/telp/ e-mail/mang harus datang.

Bpk/Ibu/Sdr/ i (mohon maaf bila ada kesalahan pengetikan nama. Mohon dikonfirmasi)
1. Dani Ardiansyah
2. Hamasah Putri
3. Nibras Alief (berapa hari ya?)
4. Novi Ningsih
5. Sinta
6. Dyah Zakiati
7. Dyah's partner
8. Teha Sugiyo
9. Andri Pranolo
10. Nia Robiatun Jumiah
11. Pesanan Mbak Nia
12. Ugik Madyo
13. Fety
14. Suami mbak Fety
15. Catur Catriks
16. Retno
17. Arrizki Abidin
18. Partner Arrizki (berapa orang Maz Ki?)
19. Ammy Ram
20. Azhar (12 th),
21. Zahra (10 th),
22. Zidni (7 th)
23. Fiyan Arjun
24. Sismanto (diusahakan, dalam konfirmasi)
25. Retno Arum Palupi
26. Nursalam A.R.
27. Yuni Meganingrum
28. Galih
29. April
30. Suhadi
31. Istri maz Suhadi
32. anak maz Suhadi
33. Asma Sembiring
34. Elisa
35. Epri Tsaqib
36. Hadian Febrianto
37. Adjie
38. Syamsul Arifin
39. Kartina Haswanto
40. Aris (3th)
41. Fika (5th)
42. Fida (5th)
43. Tata
44. Rasid
45. Donnie (3th)
46. Ummi
47. Taufiq
48. Lia Octavia
49. Margo W.
50. Rusdin S. Rauf
51. Yayan
52. Jun An Nizami
53. Sisca Lahur
54. Ela
55. Aprinda Istiqomah
56. Levi Friantina
57. Diaz Rossano
58. Hendra Jatnika
59. Syafaatus Syarifah
60. Azis Budi Prasetyo,
61. Mirza Ralfie Prasetyo (3,5 th)
62. Rumaysha Jasmine (4 bulan)
63. Kartina Ika Sari
64. Andri Triwidyastuti
65. Abdul Azis
66. Nung
67. Qori
68. Fitri Hidayani
69. Lilyani Taurisia
70. Reza Ervani
71. Divin Nahb
72. Robiatul Adawiyah
73. R. Widhiatma

Siapa menyusul?

Cara daftar:
1. Via SMS, kirim ke 081808358139 atau
2. Via milis, cc ke dyahzakiati@ gmail.com (makasih mbak Nia atas ketelitiannya: D)

Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D

Salam
Dyah
Salah satu humas Eska
yang bersyukur karena banyak yang membantu. Terima kasih yaaa:D

14b.

Re: (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Jun 12, 2008 1:55 am (PDT)

Assalamu'alaykum

mbak dyah,

uda melvi beserta istri (uni yulia) daftar...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Arrizki Abidin
<arrizki_abidin@...> wrote:
>
> Kepada Yth.
> Mba Dyah
> di tempat
> (Akhh, formal banget)
> partner sy belum tau ada berapa org, soalnya pas cerita ke
satu temen dia mau nemenin sy, tp berhubung sy KAHwatir klo tiba2 dia
ada acara dan ga jadi nemenin sy makanya sy cerita jg ke satu yg lain,
perasaan yg sama muncul lagi, dan begitu seterusnya, hingga akhirnya
sy gak sadar sudah cerita ke beberapa temen (boong2, paling2 dia cuman
cerita ke beberapa temennya saja, jgn percaya Mba Dyah sama RIz-Q)
dan jawaban dr yg sy ajak selalu sama. Mungkinkah sy bawa rombongan se
RT atau se RW??? TUNGGU KEHADIRANNYA DILAYAR NYATA KEHIDUPAN ANDA.
PREMIER MULAI 27 JULI 2008.
> Salam
> Riz-Q
>
>
> ----- Original Message ----
> From: dyah zakiati <adzdzaki@...>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Sent: Tuesday, June 10, 2008 11:39:13 PM
> Subject: [sekolah-kehidupan] (Woro-woro Milad) update peserta Milad Eska
>
>
> Sahabat Eska:D Silakan cek nama Anda pada daftar di bawah ini.
>
> Belum ada? Segera daftar yaaaaa:D
> Oiya, yang sudah daftar dan namanya belum tercantum, silakan
dikonfirmasi ulang yaaa:D
>
> Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D
>
>
> Laporan Peserta Milad yang sudah mendaftar via milis/sms/telp/
e-mail/mang harus datang.
>
>
> Bpk/Ibu/Sdr/ i (mohon maaf bila ada kesalahan pengetikan nama. Mohon
dikonfirmasi)
> 1. Dani Ardiansyah
> 2. Hamasah Putri
> 3. Nibras Alief (berapa hari ya?)
> 4. Novi Ningsih
> 5. Sinta
> 6. Dyah Zakiati
> 7. Dyah's partner
> 8. Teha Sugiyo
> 9. Andri Pranolo
> 10. Nia Robiatun Jumiah
> 11. Pesanan Mbak Nia
> 12. Ugik Madyo
> 13. Fety
> 14. Suami mbak Fety
> 15. Catur Catriks
> 16. Retno
> 17. Arrizki Abidin
> 18. Partner Arrizki (berapa orang Maz Ki?)
> 19. Ammy Ram
> 20. Azhar (12 th),
> 21. Zahra (10 th),
> 22. Zidni (7 th)
> 23. Fiyan Arjun
> 24. Sismanto (diusahakan, dalam konfirmasi)
> 25. Retno Arum Palupi
> 26. Nursalam A.R.
> 27. Yuni Meganingrum
> 28. Galih
> 29. April
> 30. Suhadi
> 31. Istri maz Suhadi
> 32. anak maz Suhadi
> 33. Asma Sembiring
> 34. Elisa
> 35. Epri Tsaqib
> 36. Hadian Febrianto
> 37. Adjie
> 38. Syamsul Arifin
> 39. Kartina Haswanto
> 40. Aris (3th)
> 41. Fika (5th)
> 42. Fida (5th)
> 43. Tata
> 44. Rasid
> 45. Donnie (3th)
> 46. Ummi
> 47. Taufiq
> 48. Lia Octavia
> 49. Margo W.
> 50. Rusdin S. Rauf
> 51. Yayan
> 52. Jun An Nizami
> 53. Sisca Lahur
> 54. Ela
> 55. Aprinda Istiqomah
> 56. Levi Friantina
> 57. Diaz Rossano
> 58. Hendra Jatnika
> 59. Syafaatus Syarifah
> 60. Azis Budi Prasetyo,
> 61. Mirza Ralfie Prasetyo (3,5 th)
> 62. Rumaysha Jasmine (4 bulan)
> 63. Kartina Ika Sari
> 64. Andri Triwidyastuti
> 65. Abdul Azis
> 66. Nung
> 67. Qori
> 68. Fitri Hidayani
> 69. Lilyani Taurisia
> 70. Reza Ervani
> 71. Divin Nahb
> 72. Robiatul Adawiyah
> 73. R. Widhiatma
>
>
> Siapa menyusul?
>
> Cara daftar:
> 1. Via SMS, kirim ke 081808358139 atau
> 2. Via milis, cc ke dyahzakiati@ gmail.com (makasih mbak Nia atas
ketelitiannya: D)
>
> Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D
>
> Salam
> Dyah
> Salah satu humas Eska
> yang bersyukur karena banyak yang membantu. Terima kasih yaaa:D
>

15.

sudah 191 orang yang meminjamkan 20 ribunya, apakah anda orang yang

Posted by: "graham wiratama" graham_act@yahoo.com

Thu Jun 12, 2008 12:59 am (PDT)

alhamdulillah sudah ada 191 orang yang bersedia mengamanahkan 20 ribunya kepada kami walau memang masih sebatas temen temen undip yang kostnya di daerah sekitar.
semoga teman teman SK bersedia membantu kami
bantuan dana berapapun akan kami terima, tapi mohon sertai nama, alamat dan nomer telp sehingga kami bisa mengembalikannya setahun setelah usaha ini berjalan.
info selanjutnya bisa sms ke saudara ata di 08562686600 atau transfer ke rek bca cabang pemuda semarang atas nama graham wiratama dengan nomer rekening 0094664850.
mohon konfirmasinay setelah transfer agar kami bisa mencatat nama lengkap, alamat, nomer telp dan jumlah yang ditransfer
matur nuwun
salam bahagia

16.

Fw: Trs: [tangandiatas] Gerakan Pay It Forward

Posted by: "Siwi LH" siuhik@yahoo.com   siuhik

Thu Jun 12, 2008 2:23 am (PDT)

Meneruskan tulisan seorang sahabat yang begitu inspiratif, maaf kalau hanya copas...

Salam Hebat Penuh Berkah
Siwi LH
cahayabintang. wordpress.com
siu-elha. blogspot.com
YM : siuhik

Gerakan Pay It Forward
http://jamil. niriah.com

Pay It Forward adalah sebuah film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor. Bocah kecil ini hidup bersama ibunya, Arlene, seorang pemabuk dan single parent.
Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkan idenya ke dalam tindakan nyata.
Pada saat itulah Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Pertolongan itu harus dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang akan ditolong itu. Setiap orang yang telah ditolong harus menolong tiga orang lain, begitu seterusnya.
Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah seorang pemuda gembel pecandu narkoba bernama Jerry, Mr. Simonet yang masih hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal bernama Adam

Trevor melihat bahwa Ibunya sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan ibunya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, Trevor juga mengatur rencana supaya ibunya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor, Mr Simonet yang memberinya tugas itu.

Ide Trevor mulai berjalan. Jerry dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju, sepatu dan perlengkapan lain untuk modal bekerja serta meyadarkannya agar tidak terlibat narkoba. Uang itu diambil dari tabungan Trevor. Ketika Jerry berucap tarima casi kepada Trevor, maka Treveor hanya menjawab 'Pay It Forward".

Jerry kemudian membantu memperbaiki mobil Ibunya Trevor yang rusak tanpa diminta. Sang ibu melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang Ibu mengucapkan terima kasih, Trevor menjawab "Pay It Forward"

Ibu Trevor yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, dan dibalas dengan ucapan: "Pay It Forward

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar polisi untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika pemuda itu sudah aman, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek menjawab dengan kata-kata : "Pay It Forward".

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, dan dijawab oleh pemuda itu dengan ucapan : "Pay It Forward"

Ayah si gadis kecil yang ternyata konglomerat terkesan dengan kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya mogok pada saat sedang meliput suatu acara. Saat si wartawan berterima kasih karena mendapat rezeki nomplok berupa mobil Jaguar, ayah si gadis menjawab: "Pay It Forward"

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "Pay It Forward" tersebut. Naluri Jurnalistiknya mendorong dia menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan melindungi pemuda, Ibunya Trevor yang memaafkan nenek Trevor, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Dengan bantuan sang wartawan, Trevorpun muncul di televisi.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya, Adam, yang selalu diganggu oleh para berandalan. Selesai pemakaman Trevor, betapa terkejutnya sang ibu melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan kepada orang lain.

Menurut saya, walau Trevor meninggal dalam usia yang sangat muda. Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan orang tua yang meninggal namun tidak meninggalkan inspirasi apa-apa. Trevor memang pergi terlalu cepat namun ia telah mampu menginspirasi banyak orang dan mampu membuat perubahan yang berarti.

Dengan kondisi Indonesia yang sedang carut marut, angka kemiskinan yang meningkat, pengangguran yang tak pernah berkurang, orang-orang yang bingung memasukan anaknya untuk sekolah karena biaya yang melangit bahkan di beberapa daerah ada yang terkena busung lapar, Gerakan Pay It Forward menurut saya salah saru alternatif yang bisa ditawarkan.

Lakukan gerakan "Pay It Forward" dimulai dari Anda sekarang juga. Hasilnya? Biarkan puluhan ribu orang, karangan bunga, dan generasi berikutnya mengenang Anda ketika nanti saatnya tiba. Dan yang paling penting, Tuhan-pun bangga dengan Anda.

Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia.
Penulis buku Kubik Leadership dan buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia

Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Yahoo! Groups

Come check out

featured healthy living

groups on Yahoo!

Find Balance

on Yahoo! Groups

manage nutrition,

activity & well-being.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Blockbuster is giving away a FREE trial of - Blockbuster Total Access.

Tidak ada komentar: