Messages In This Digest (13 Messages)
- 1a.
- Re: Mendidik Diri Sendiri From: Nursalam AR
- 2a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua Saya From: teha sugiyo
- 3a.
- (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku From: teha sugiyo
- 3b.
- Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku From: dyah zakiati
- 3c.
- Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku From: ukhti hazimah
- 3d.
- Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kun From: teha sugiyo
- 4.
- [OPINI] Internet & Media Berimbang From: Rumah Ilmu Indonesia
- 5.
- Revisi : Acara-acara seru di SILNAS FLP 2008 From: wiwiek sulistyowati
- 6a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] Mendidik Diri Sendiri From: teha sugiyo
- 7a.
- JILID 3??> Re: [sekolah-kehidupan] was:Ya Iya Sih... (Jilid 2) From: r widhiatma
- 8.
- HOME SICK From: caliyan
- 9.
- KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA From: arya noor amarsyah arya
- 10.
- arya noor amarsyah has invited you to join Friendster From: arya noor amarsyah
Messages
- 1a.
-
Re: Mendidik Diri Sendiri
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Fri Jun 13, 2008 4:31 am (PDT)
Akhirnya Mbak Levi menulis untuk SK! Terima kasih sudah berbagi. Btw, jadi
teladan memang sulit. Terlebih dengan pertimbangan jaga image dll. Wah,
susah sekali. Sekedar sharing, di hari-hari pertama pernikahan saya berusaha
menjadi sosok yang "sempurna" bagi sang istri. Tapi,kok ya rasanya terlalu
dipaksakan?Akhirnya saya sampai pada perenungan: segaanya msti dari niat
awal. Kita perbaiki diri bukan sekedar ingin ditiru orang ain,tapi lebih
untuk perbaikan kita sendiri. Dengan niatan yang lebih "lurus" ini rasanya
saya lebih plong, tidak jaim kelewatan (dalam kondisi tertentu ini juga
perlu lho:). Karena toh kita manusia. Yah,mungkin ini yang namanya seni
menjaga keseimbangan:).
Tabik,
Nursalam AR
2008/6/12 Levi Friantina <levi_friantina@yahoo.com >:
> MENDIDIK DIRI SENDIRI
>
> Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita diatur oleh orang tua. Ada
> yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita mendapatkan konsekuensi langsung
> dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah juga begitu. Kehidupan kita
> diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas, mendapatkan nilai bagus.
>
> Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi yang mengatur kita
> karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak ada lembaga yang
> mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita lakukan.
> Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang protes
> ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka
> seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?
>
> Mungkin setiap orang merasakan hal yang berbeda. Saya merasakan kebebasan
> ini suatu beban tanggung jawab yang lebih besar. Tidak ada instruksi untuk
> melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah sekalipun, kita punya pilihan
> melalaikannya.
>
> Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa mengambil alih kehidupan
> kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna. Hidup butuh
> pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi seolah
> begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.
>
> Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja tidak bisa mengelola
> kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang. Sepertinya Indonesia
> dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu kan terdiri dari Orang
> Indonesia yang salah satunya `aku'. Kemerdekaan diteriakan orang-orang yang
> merasa terjajah tapi begitu merdeka, mereka tidak tahu apa yang harus
> dilakukan.
>
> Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya memikirkan satu hal, apa yang membuat
> seseorang kembali memiliki jiwa tanggung jawab yang besar untuk menjaga
> hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan hidupnya terus bermakna.
> Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan menanggung begitu banyak
> beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak melawan kemalasan demi
> anak-anak.
>
> Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya ketika saya ingin adik saya
> tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya. Saya tidak mungkin
> menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda sikapnya pada
> saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok orang dewasa
> yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi figur buatnya.
>
> Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia tapi sebenarnya dialah yang
> mendidik saya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab. Ya, sepertinya
> begitulah kalau orang diberi tanggung jawab bukan hanya tentang dirinya
> sendiri.
>
>
--
-"When there's a will there's a way"
Nursalam AR
Translator & Writer
0813-10040723
021-91477730
http://nursalam.multiply. com
YM ID: nursalam_ar
- 2a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua Saya
Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id sinarning_rat
Fri Jun 13, 2008 9:34 am (PDT)
teteh oya yang baik,
hari kemarin sudah berlalu, tak mungkin kembali lagi. terimalah dengan ikhlas.
esok masih belum terjadi, masih merupakan impian dan harapan. semua itu tergantung pada hari ini. hari ini adalah hadiah. itu sebabnya disebut "present".
bersyukurlah! di sk ini teteh akan menemukan banyak saudara dan sahabat sejati. rasakan, betapa banyaknya sahabat dan saudara yang ikut prihatin bersamamu. mengapa kita kehilangan? karena kita pernah memiliki. mengapa kita dirundung rindu? karena ita pernah abai. mari kita meniti masa depan yang penuh harapan baru. kita sambut dengan jiwa dan semangat baru. oke?
aisyah muchtar <myaisyah_mymuchtar@yahoo.co. > wrote: Apakah kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan orang tua?. Betulkah,id
kamu tahu?. Apa kamu juga telah kehilangan orang tua seperti aku?.
Maukah berbagi cerita denganku, bagaimana sosok orang tua mu?.
Bagaimana rasanya ditinggal mereka? Lalu apa yang kamu lakukan kalau
sedang rindu padanya?. Cukupkah hanya dengan berdo'a?.
--------------------- --------- ---
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
- 3a.
-
(Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id sinarning_rat
Fri Jun 13, 2008 10:37 am (PDT)
Selingan
Kisah indah yang begitu menawan, kiriman dari Utet. Sayang kalau tidak dibagikan untuk menghiasi akhir pekan kita! Selamat menikmati!
IKATKAN SEHELAI PITA KUNING UNTUKKU
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.
Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.
Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?
Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. ..kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes dari matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai..... .
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh... seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.
I'm coming home. I've done my time And I have to know what is or isn't mine. If you received my letter. Telling you I'd soon be free. Then you'd know just what to do If you still want me If you still want me Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree Bus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see what I might see I'm really still in prison And my love she holds the key A simple yellow ribbon's all I need to set me free I wrote and told her please Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree Now the whole damn bus is cheering And I
can't believe I see A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak
tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak
tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak
tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree.
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers - 3b.
-
Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Fri Jun 13, 2008 8:16 pm (PDT)
Kisah yang membuat
Jika kami ke Bandung lagi nanti, maukah bapak ikatkan "sehelai pita kuning" di hati bapak? Cukup di hati...
----- Original Message ----
From: teha sugiyo <sinarning_rat@yahoo.co. >id
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >; ek_farida@yahoo.com co.id
Sent: Saturday, June 14, 2008 12:37:46 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Selingan
Kisah indah yang begitu menawan, kiriman dari Utet. Sayang kalau tidak dibagikan untuk menghiasi akhir pekan kita! Selamat menikmati!
IKATKAN SEHELAI PITA KUNING UNTUKKU
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.
Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.
Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?
Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. ..kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes dari matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai..... .
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantun gan di pohon beringin itu...Ooh... seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!
__
- 3c.
-
Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Fri Jun 13, 2008 8:46 pm (PDT)
Indah...Indah...Indah.. .
*speechless
Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
^_^
www.sinthionk.rezaervani. com
www.sinthionk.multiply. com
----- Original Message ----
From: teha sugiyo <sinarning_rat@yahoo.co. >id
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >; ek_farida@yahoo.com co.id
Sent: Saturday, June 14, 2008 12:37:46 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Selingan
Kisah indah yang begitu menawan, kiriman dari Utet. Sayang kalau tidak dibagikan untuk menghiasi akhir pekan kita! Selamat menikmati!
IKATKAN SEHELAI PITA KUNING UNTUKKU
- 3d.
-
Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kun
Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id sinarning_rat
Fri Jun 13, 2008 10:35 pm (PDT)
tidak hanya di hatii dyah chyu, juga di pikiran, di perasaan, di kaki, di tangan, dan di mana saja ... di ujung jalan itu, matahari menunggu dyah... halah... kok ngombroworo...
dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com > wrote: Kisah yang membuat
Jika kami ke Bandung lagi nanti, maukah bapak ikatkan "sehelai pita kuning" di hati bapak? Cukup di hati...
----- Original Message ----
From: teha sugiyo <sinarning_rat@yahoo.co. >id
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >; ek_farida@yahoo.com co.id
Sent: Saturday, June 14, 2008 12:37:46 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Selingan
Kisah indah yang begitu menawan, kiriman dari Utet. Sayang kalau tidak dibagikan untuk menghiasi akhir pekan kita! Selamat menikmati!
IKATKAN SEHELAI PITA KUNING UNTUKKU
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.
Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.
Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?
Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. ..kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes dari matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai..... .
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantun gan di pohon beringin itu...Ooh... seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!
__
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
- 4.
-
[OPINI] Internet & Media Berimbang
Posted by: "Rumah Ilmu Indonesia" rumahilmubandung@gmail.com rezaervani
Fri Jun 13, 2008 6:30 pm (PDT)
Internet & Media Berimbang
Oleh : Reza Ervani *)
http://derap.net/index. php?option= com_content& view=section& layout=blog& i\
d=6&Itemid=55
<http://derap.net/index. >php?option= com_content& view=section& layout=blog& \
id=6&Itemid=55
Menuju Media Berimbang.
Itulah jargon yang diusung oleh derap dot net (www.derap.net
<http://www.derap.net/ > ), sebuah media baru yang lahir di dunia maya.
Media yang langsung menyedot perhatian publik karena memiliki jaringan
informasi yang cukup bagus di kalangan para aktivis, terbukti tampilnya
secara perdana foto provokator AKKBB yang membawa senjata benar-benar
fresh dari jaringan yang dimiliki oleh redaksi independen ini. Dalam
waktu singkat foto dan berita itu tersebar di jaringan mailing list dan
blog, dan membangun opini baru di masyarakat tentang kasus monas dan
berbagai dampak setelahnya.
Memilih internet menjadi jalur informasi utama tampaknya akan dilakoni
oleh media ini. Selain alasan murah, ia dapat menjadi ruang paling
independen untuk menyuarakan keseimbangan pemberitaan media. Peran
komunitas yang peduli terhadap media baru yang berimbang menjadi penting
karenanya, karena diharapkan keseimbangan yang terjadi di dunia maya
mampu turun ke dunia nyata, sehingga tidak ada lagi pendiktean media
oleh televisi dan surat kabar yang selama ini dikuasai oleh beberapa
kelompok kepentingan saja.
Menjadikan media internet sebagai penyeimbang berita bukanlah hal yang
baru. Kita tentu masih ingat bagaimana pemerintah Malaysia kebakaran
jenggot karena opini yang dibangun oleh para blogger. Dan yang paling
hangat tentu berita tentang team Sukses Calon Presiden Amerika Serikat
Obama yang berhasil pula membangun opini dan menggalang dana
lewat internet.
Di tengah-tengah masyarakat yang memiliki budaya menonton, sesungguhnya
media lain di luar audio visual memiliki tantangan yang tidak mudah,
jika visinya adalah mencerdaskan. Media internet menuntut penguasaan
dasar penggunaan komputer yang masih cukup langka di negeri ini
dan yang paling penting adalah Budaya Membaca.
Tampaknya sahabat-sahabat di derap dot net menyadari hal itu, sehingga
ada upaya mengemas berita dengan lebih `eye catching' dengan foto-foto
yang menggugah, lalu menggiring para penikmatnya untuk membaca berita
yang ada seputar foto yang dimaksud.
Sungguh ketika jargon "Menuju Media Berimbang" diusung, tantangan yang
diemban di pundak redaksi cukup berat. Bekerja membangun jaringan
komunitas jurnalis masyarakat yang independen dan memiliki kesadaran
pemberitaan bukanlah hal yang mudah. Butuh konsistensi tinggi dari para
jurnalis independen di derap dot net, karena kerja itu bukanlah kerja
sehari dua hari, tapi mungkin bertahun-tahun. Semoga mereka bisa
istiqomah
Mudah-mudahan kita bisa melihat media sekelas Al Jazeera yang mampu
mengembalikan independensi media negeri ini.
Amin.
Allahu `Alam
*) Penulis adalah kolumnis tamu derap dot net
- 5.
-
Revisi : Acara-acara seru di SILNAS FLP 2008
Posted by: "wiwiek sulistyowati" winiez15@yahoo.com winiez15
Fri Jun 13, 2008 8:15 pm (PDT)
Assalamualaikum wr wb,
Banyak acara seru di SILNAS FLP loch !!!
Simak detail berikut ini ya .......
Jumat, 11 Juli 2008
Waktu/Tempat
Acara
Pembicara & Moderator
HTM
08:00 09.30
Aula Pusat Studi Jepang, UI Depok
Pembukaan Acara
1. Prof DR Edison Munaf (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Jepang)
2. DR Prihardi Kahar Biomas Conversion Group, Asia Center for Enviromental Reseacrh (ACER), Japan
Satu paket dengan acara Talkshow : Kreatif dan Kaya tanpa merusak lingkungan
Umum:Rp. 75,000
Pelajar/mahasiswa: Rp 35,000.00
Waktu/Tempat
Acara
Pembicara & Moderator
HTM
09:30 11:30
Aula Pusat Studi Jepang, UI Depok
Talkshow: Kreatif dan Kaya tanpa merusak lingkungan
1. Aris Nugraha (ANP Production)
2. Haidar Bagir (Pelaku Industri Perbukuan)
3. Habiburrahman El-Shirazy (Penulis Ayat-Ayat Cinta)
Moderator : Boim Lebon
13.30 15.30
Aula Pusat Studi Jepang, UI Depok
Pelatihan: Optimalisasi Perpustakaan Sekolah dan Taman Baca untuk Lingkungan sekitar
1. Wien Muldian (Aktivis Perbukuan;Forum Indonesia Membaca)
2. Yessy Gusman (Artis pendiri rumah baca)
Moderator: Lusiana M Hevita (Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi UI)
Umum : Rp. 75,000
Pelajar/mahasiswa: Rp. 35,00.00
13.30 16.00
Aula PPTK Bahasa Jl. Gardu Sr.Sawah, Jagakarsa
Fiksi GILA:
Pelatihan Menulis Fiksi
1. Sofie Dewiyani (Kandidat Doktor Bidang Literasi, University of Illinos at Urbana,Chigago, USA)
2. Afifah Afra (CEO Afra Publishing)
3. Tasaro (Peraih Adikarya IKAPI kategori Fiksi 2007)
Moderator: Naniek Susanti (penulis dan editor)
Umum: Rp. 75,000
Pelajar/Mahasiswa:
Rp. 35,000.00
Sabtu, 12 Juli 2008
Waktu & Tempat
Acara
Pembicara & Moderator
HTM
09:00 12:00
Aula PPPTK Bahasa Jl. Gardu Sr. Sawah Jagakarsa
Dari Tunas cinta jadilah buku; Pelatihan Menulis Kreatif Non Fiksi
1. Hernowo (Akademisi)
2. Pipiet Senja (Penulis Senior)
3. Sakti Wibowo (Penulis Scriptwriter TV)
Moderator : Arul Khan
Umum:Rp.75,000. 00
Mahasiswa/pelajar Rp. 35,000.00
09:00 16:00
Aula Pusat Studi Jepang, UI Depok
Dari kertas lembar ke layar lebar; Bedah Film Ayat-ayat Cinta dan Pelatihan Menulis Skenario Dasar
1. Habiburahman El-Shirazy
2. Fahri Asiza (penulis skenario "Office Boy di RCTI)
3. Moh. Zamzam Fauzan,MA (Ahli Budaya Visual Lulusan Manchester University)
4. Naijan Lengkong (penulis skenario)
Moderator : Zaenal Radar T dan Melvi Yendra
Umum:
Rp. 95,00.00
Mahasiswa/pelajar Rp. 55,000.00
09.00 12.00
Ruang Seminar Studi Jepang, UI
Puisi Sastra Hijau: Pelatihan Menulis Puisi
Jamal D Rahman (Penyair, Redaktur Majalah Sastra Horison)
Moderator: Epri Tsaqib (Ketua Komunitas Puisi FLP)
Umum: Rp. 45,000.00
Mahasiswa/pelajar: Rp. 35,000.00
Minggu 13 Juli 2008
Waktu & Tempat
Acara
Pembicara & Moderator
HTM
09:00 12:00
Aula Pusat Studi Jepang, UI Depok
Seminar Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan Hidup dan Kearifan Lokal
1. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP)
2. Maman S. Mahayana (Kritikus Sastra, Akademisi FIB UI)
3.Korie Layun Rampan (Sastrawan)
4.Ahmad Tohari (Sastrawan)
Moderator : Helvy Tiana Rosa
Umum: Rp. 75,000.00
Mahasiswa/pelajar Rp. 35,000.00
Harga tiket terusan Rp. 375,000 (umum) dan Rp. 150,000 (mahasiswa/pelajar)
Pemesanan tiket dapat menghubungi
Wiwiek: 0812 8747 415.
Pembayaran tiket melalui transfer ke Bank BNI No. Rekening 0015721175 atau Bank BCA no Rekening 2241423494 a.n Wiwiek Sulistyowati.
Bukti pembayaran/transfer harap difax ke 021-2506386 atau kirim ke silnasflp@gmail. com dengan mencantumkan nama/alamat/ no telp/acara yang dipilih
Untuk anggota FLP diberikan diskon 20% dari HTM (jangan lupa menuliskan nama wilayah/cabang FLP nya)
Pendaftaran dinyatakan sah setelah mendapat konfirmasi dari panitia
Fasilitas : sertifikat,snack dan hadiah dari sponsor
Pemesanan tiket paling lambat 5 Juli 2008
Buruan daftar, tempat terbatas !!!!
- 6a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] Mendidik Diri Sendiri
Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id sinarning_rat
Fri Jun 13, 2008 10:48 pm (PDT)
tulisan yang indah dan bermakna vi. mana yang lain, potensimu banyak lho, mengapa tidak dibagikan? bukankah semakin banyak kita berbagi semakin diperkaya kita? oke. ditunggu tulisan berikutnya!
Levi Friantina <levi_friantina@yahoo.com > wrote: MENDIDIK DIRI SENDIRI
Saya ingat ketika masih kecil, kehidupan kita diatur oleh orang tua. Ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita mendapatkan konsekuensi langsung dari mereka kalau kita melangar. Waktu sekolah juga begitu. Kehidupan kita diatur sekolah, harus belajar, mengerjakan tugas, mendapatkan nilai bagus.
<!--[if !supportEmptyParas]-->
Lalu apa yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi yang mengatur kita karena kita sudah dewasa. Tidak ada orang tua, tidak ada lembaga yang mengatur. Kita benar-benar bebas melakukan apa yang ingin kita lakukan. Tidak ada yang marah ketika kita bangun kesiangan. Tidak ada yang protes ketika membuang waktu dengan bersenang-senang. Kita bebas dan merdeka seperti Indonesia setelah mengusir penjajah. Apa yang kita rasakan?
Mungkin setiap orang merasakan hal yang berbeda. Saya merasakan kebebasan ini suatu beban tanggung jawab yang lebih besar. Tidak ada instruksi untuk melakukan ini dan itu. Bahkan untuk beribadah sekalipun, kita punya pilihan melalaikannya.
Kebebasan bisa lepas kendali. Kekosongan bisa mengambil alih kehidupan kita. Melakukan semua yang kita suka tapi tanpa makna. Hidup butuh pengendalian diri. Sekalipun kita tahu konsekuensi dari lalai, tapi seolah begitu berat untuk memotivasi diri sendiri untuk bergerak.
Apa yang bisa saya lakukan? Indonesia saja tidak bisa mengelola kemerdekaan- nya. Kemerdekaan seolah menjadi bumerang. Sepertinya Indonesia dan `Aku' itu mirip. Lagipula, Bangsa Indonesia itu kan terdiri dari Orang Indonesia yang salah satunya `aku'. Kemerdekaan diteriakan orang-orang yang merasa terjajah tapi begitu merdeka, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Yah, cukup tentang kemerdekaan. Saya memikirkan satu hal, apa yang membuat seseorang kembali memiliki jiwa tanggung jawab yang besar untuk menjaga hatinya terus hidup, nuraninya tetap indah dan hidupnya terus bermakna. Jawaban itu adalah anak-anak. Manusia bisa tahan menanggung begitu banyak beban hidup, menangguhkan kesenangan sesaat, bergerak melawan kemalasan demi anak-anak.
Yah, itu menjadi salah satu pemikiran saya ketika saya ingin adik saya tinggal dan bersekolah di kota tempat tinggal saya. Saya tidak mungkin menjadi orang tua baginya. Bagaimanapun akan tetap berbeda sikapnya pada saya dan orang tua kami, tapi saya ingin bisa membuatnya sosok orang dewasa yang baik, yang tidak mengecewakannya, yang mungkin bisa jadi figur buatnya.
Saya akan seolah mendidik dan mengawasi dia tapi sebenarnya dialah yang mendidik saya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab. Ya, sepertinya begitulah kalau orang diberi tanggung jawab bukan hanya tentang dirinya sendiri.
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
- 7a.
-
JILID 3??> Re: [sekolah-kehidupan] was:Ya Iya Sih... (Jilid 2)
Posted by: "r widhiatma" r_widhiatma@yahoo.com r_widhiatma
Fri Jun 13, 2008 11:23 pm (PDT)
Kemarin saat bersiap hendak berangkat beraktifitas, adikku yg perempuan itu berkata
"Mas, ada yang baru lagi nih...
ya iya lah, masa ya iya dong...
kan durian di belah, masa dibedong... "
begitulah kalimat yang sedang musim di kampusnya.
fyuuhhh... ternyata cerita tentang "ya iya" itu masih berlanjut.
Akankah muncul "ya iya" 2x varian baru?
kwek.., varin baru? memangnya virus brontok yang sempat menghebohkan dunia perkomputeran tahun 2006-2007 lalu.
^_^
--- On Thu, 6/12/08, Hadian Febrianto <hadianf@gmail.com > wrote:
Kalo Ya Iya lah..dst untuk kaum muda karena yang ngomong Hadian masih 27th dan mulan jameelah masih muda.
Kalo Ya Iya Sih..dst untuk kaum tua karena yang bicara **** sudah 50th dan Elvi SUkaesih sudah berumur.
Spontan saja yang lain tertawa dan ada yang menimpali kalo untuk anak2 gmn?
Ya Iya Nak... masa Ya Iya dong
Kan Sherina bukan Sheridong...
Please deh...
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 8.
-
HOME SICK
Posted by: "caliyan" yayan_unj@yahoo.com c_al_iyan
Sat Jun 14, 2008 12:30 am (PDT)
Akhirnya merasakan arti kata "home sick". Baru saja tiga minggu di
negeri Singa Putih ini sudah begitu merasakan rindunya hangat bincang
keluarga di Jakarta. Merindukan rasa masakan khas ibunda. Merasakan
hangatnya perbincangan dengan sahabat dan saudara di Rumah. Benar-benar
sedang home sick. Value itu tak akan terbeli dengan apapun kenikmatan
yang berlebih di dunia ini.
Menjadi Nelayan atau Petani pun menjadi lebih baik ketika selalu
bersama keluarga berbincang bersama di sebuah tikar pandan terhampar
ditemani Teh Jahe hangat dan pisang goreng hangat. Ketika hari itu
ditemani anak-anak yang cerdas berdialog tentang visi dan misi
memberikan teladan cahaya Islam ke penjuru pelosok hidup. Sungguh itu
lebih baik dibandingkan di sebuah negeri sendiri walau segalanya dapat
berlebih dikumpulkan. Ya lebih baik berkumpul dengan keluarga. Walaupun
hanya dari keluarga Nelayan atau Petani. Aku dapatkan value hidup
disana. Disini hanya pengembaraan hidup saja.
http://ya2nya2n.multiply. com
- 9.
-
KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Sat Jun 14, 2008 1:06 am (PDT)
KELAYAKAN
JALAN MERUPAKAN
TANGGUNG
JAWAB PENGUASA
Hari
Jum'at kemarin, saya mendapat tugas lapangan. Tugas yang di luar kebiasaan
hari-hariku. Tugas yang biasa kujalani di kantor adalah menerjemahkan buku berbahasa
asing.
Kenapa
saya yang pergi? Karena teman yang harusnya menjalani tugas itu tidak tahu
daerah yang dituju dan juga memiliki tugas di kantor. Sedangkan saya tahu
gambaran umum daerah itu, namun memang saya mempunyai tugas terjemahan.
Pendek
cerita setelah izin dengan bos, saya pun berangkat ke daerah yang bernama
Kranji. Daerah Kranji masuk kawasan Bekasi.
Saya
menyusuri Kali Malang dengan mengendarai sepeda motor. Posisi Kali Malang
berada di kanan jalan. Menjelang
tikungan ke arah Kranji, jalanan amat buruk sekali. Banyak jalan yang
berlubang-lubang. Besarnya lubang tidak tanggung-tanggung, lubangnya amat
dalam. Walhasil motor yang dikendarai persis seperti perahu yang dilamun ombak.
Terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah. Atau persis seperti sedang
mengendarai kuda rodeo.
Lalu
saya memasuki jalan yang menghubungkan antara jalan Kali Malang dan daerah
Kranji. Tahukah Anda bagaimana keadaan jalan di sana? Tidak jauh berbeda dengan
jalan yang baru saja dilewati. Kembali terombang ambing jalan yang berlubang,
seperti di tengah lautan. Saya kembali seperti sedang menaiki kuda rodeo.
Pada
saat itu saya terpikir, bagaimana kalau Amirul Mukminin Umar bin Khaththab
masih hidup? Bagaimana kalau pada saat itu yang melewati jalan tersebut adalah
Amirul Mukminin Umar bin Khaththab? Atau memang beliau ra. sengaja berkeliling
Jakarta, seperti yang dilakukannya sewaktu beliau berkeliling di Madinah?
Saya
yakin, Umar bin Khaththab akan memerintahkan aparatnya untuk memperbaiki jalan
itu. Karena beliau tahu jalan yang rusak dapat menyebabkan hilangnya nyawa
manusia. Bukankah peristiwa kecelakaan aktor Sophan Sophian disebabkan oleh
jalan yang rusak? Saya yakin Umar bin Khaththab akan memperhatikan hal-hal yang
dapat mengancam nyawa manusia. Bukankah nyawa binatang saja, beliau amat
memperhatikannya? Kita mungkin masih ingat dengan peristiwa ketika di siang
hari Umar mencari unta milik Baitul Mal yang hilang. Pada saat itu, panas
sedang terik-teriknya. Ketika ditegur mengapa dia tidak menyuruh pembantunya
untuk mencari unta Baitul Mal yang hilang? Beliau menjawab, "Apakah ada
orang yang mau menanggung dosaku?"
Memang
benar sabda Rasulullah, "Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggung jawaban atas orang-orang yang dipimpinnya."
Sekali
lagi, saya yakin Amirul Mukminin Umar bin Khaththab akan memerintahkan anak
buahnya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kenapa saya begitu yakin? Karena
rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai pemimpin seperti yang digambarkan di
atas, jalan yang rusak dapat menyebabkan keterlambatan sampai di tujuan. Jika
terlambat sampai di tujuan berarti bisa tidak tepat waktu. Tidak tepat waktu dapat
diartikan tidak menepati janji. Bukankah tidak menepati janji merupakan sesuatu
yang tercela dalam Islam?
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/
- 10.
-
arya noor amarsyah has invited you to join Friendster
Posted by: "arya noor amarsyah" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Sat Jun 14, 2008 1:48 am (PDT)
You're invited to join arya noor amarsyah's network of friends.
By joining Friendster, you can reconnect with old
friends, meet new friends, start a blog, build a custom
profile, keep track of birthdays, and so
much more!
You can even stay in touch if you move away, switch
email addresses, or lose your mobile phone.
Click below to join arya noor's network.
http://www.friendster.com/join. php?inviteref= 65055191& amp;invite= rWmX5DXatpUzOL9Z -6ng4tARMsjJGfbk f-8RaHAXYx4g7LJ4 Ieimem1jInNhzHIz &lang= en-US
********************* ********* ********* ********* ********* ********
If you do not wish to receive notification emails from Friendster, please click below:
http://www.friendster.com/blockemai ls.php?invite= c2Vrb2xhaC1rZWhp ZHVwYW5AeWFob29n cm91cHMuY29t
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar