Minggu, 15 Juni 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2043

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (9 Messages)

Messages

1a.

FWD: Kesaksian Tragedi Monas

Posted by: "Alang Nemo" dhoed_122@yahoo.com   ilalangalam

Sat Jun 14, 2008 6:23 am (PDT)

Kesaksian Tragedi Monas
<http://kumahaanjeun.blogspot.com/2008/06/kesaksian-tragedi-monas.html>
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
yang lalu.

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad,
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
membubarkan aksi tersebut.

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.

Salam

Nong Darol Mahmada

1b.

FWD: Kesaksian Tragedi Monas

Posted by: "Alang Nemo" dhoed_122@yahoo.com   ilalangalam

Sat Jun 14, 2008 6:29 am (PDT)

Berikut merupakan tulisan dari seseorang yang mengetahui tragedi Monas,
1 Juni 2008. Saya forward, semoga dapat diambil pelajarannya.

Kesaksian Tragedi Monas
<http://kumahaanjeun.blogspot.com/2008/06/kesaksian-tragedi-monas.html>
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
yang lalu.

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad,
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
membubarkan aksi tersebut.

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.

Salam

Nong Darol Mahmada
2a.

Re: KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Sat Jun 14, 2008 6:23 am (PDT)

Saya tahu maz, saya tahu (hehehe, bahagianya). Iya, jalan sana memang sangat amat teramat parah sekali. Ampuuun deeh. Ndak usah ke Dufan tuk merasakan sport jantung (malah hororan lewat jalan itu deh).

Iya nih, pemerintahan daerah setempat. Sok atuh ditindaklanjuti.

Salam
Dyah
Yang merasakan "rodeo" itu.

----- Original Message ----
From: arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co.id>

KELAYAKAN
JALAN MERUPAKAN
TANGGUNG
JAWAB PENGUASA

Hari
Jum'at kemarin, saya mendapat tugas lapangan. Tugas yang di luar kebiasaan
hari-hariku. Tugas yang biasa kujalani di kantor adalah menerjemahkan buku berbahasa
asing.
Kenapa
saya yang pergi? Karena teman yang harusnya menjalani tugas itu tidak tahu
daerah yang dituju dan juga memiliki tugas di kantor. Sedangkan saya tahu
gambaran umum daerah itu, namun memang saya mempunyai tugas terjemahan.
Pendek
cerita setelah izin dengan bos, saya pun berangkat ke daerah yang bernama
Kranji. Daerah Kranji masuk kawasan Bekasi.
Saya
menyusuri Kali Malang dengan mengendarai sepeda motor. Posisi Kali Malang
berada di kanan jalan. Menjelang
tikungan ke arah Kranji, jalanan amat buruk sekali. Banyak jalan yang
berlubang-lubang. Besarnya lubang tidak tanggung-tanggung, lubangnya amat
dalam. Walhasil motor yang dikendarai persis seperti perahu yang dilamun ombak.
Terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah. Atau persis seperti sedang
mengendarai kuda rodeo.
Lalu
saya memasuki jalan yang menghubungkan antara jalan Kali Malang dan daerah
Kranji. Tahukah Anda bagaimana keadaan jalan di sana? Tidak jauh berbeda dengan
jalan yang baru saja dilewati. Kembali terombang ambing jalan yang berlubang,
seperti di tengah lautan. Saya kembali seperti sedang menaiki kuda rodeo.
Pada
saat itu saya terpikir, bagaimana kalau Amirul Mukminin Umar bin Khaththab
masih hidup? Bagaimana kalau pada saat itu yang melewati jalan tersebut adalah
Amirul Mukminin Umar bin Khaththab? Atau memang beliau ra. sengaja berkeliling
Jakarta, seperti yang dilakukannya sewaktu beliau berkeliling di Madinah?
Saya
yakin, Umar bin Khaththab akan memerintahkan aparatnya untuk memperbaiki jalan
itu. Karena beliau tahu jalan yang rusak dapat menyebabkan hilangnya nyawa
manusia. Bukankah peristiwa kecelakaan aktor Sophan Sophian disebabkan oleh
jalan yang rusak? Saya yakin Umar bin Khaththab akan memperhatikan hal-hal yang
dapat mengancam nyawa manusia. Bukankah nyawa binatang saja, beliau amat
memperhatikannya? Kita mungkin masih ingat dengan peristiwa ketika di siang
hari Umar mencari unta milik Baitul Mal yang hilang. Pada saat itu, panas
sedang terik-teriknya. Ketika ditegur mengapa dia tidak menyuruh pembantunya
untuk mencari unta Baitul Mal yang hilang? Beliau menjawab, "Apakah ada
orang yang mau menanggung dosaku?"
Memang
benar sabda Rasulullah, "Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggung jawaban atas orang-orang yang dipimpinnya. "
Sekali
lagi, saya yakin Amirul Mukminin Umar bin Khaththab akan memerintahkan anak
buahnya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kenapa saya begitu yakin? Karena
rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai pemimpin seperti yang digambarkan di
atas, jalan yang rusak dapat menyebabkan keterlambatan sampai di tujuan. Jika
terlambat sampai di tujuan berarti bisa tidak tepat waktu. Tidak tepat waktu dapat
diartikan tidak menepati janji. Bukankah tidak menepati janji merupakan sesuatu
yang tercela dalam Islam? ___

3a.

Re: (Artikel) Ketika Single Parent Mendidik Anak

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Sat Jun 14, 2008 7:21 am (PDT)

Terima kasih Mas Sis, Mas Sis.. sepertinya kita memang sepantaran.

So, Sesama jomlo dilarang manggil Bapak, heuheuheuheu

Peluk erat

arif
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "sismanto" <siril_wafa@...>
wrote:
>
> Makasih Bapak Arif.. untuk Bapaklah saya menulis,
> untuk sahabat-sahabat SK semua saya menulis, yang pada awalnya saya
> malas nulis.
> terimakasih semuanya.
>
> Sis
>

4.

(catatanku) Hairul

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Sat Jun 14, 2008 7:49 am (PDT)

Ah, Hairul, akhirnya ibu kehilangan dirimu. Sayang sekali, nak. padahal ibu sudah berusaha. Benar-benar berusaha. Yah, mungkin sudah berulang kali peristiwa itu terjadi. Tidak masuknya engkau berhari-hari karena berbagai macam kasus. Kali pertama kau tidak masuk karena malunya engkau raportmu tidak diambil-ambil. Ya, ibumu tak pernah datang mengambil raport dua semester ibu menjadi walikelasmu. Ibu memang dua tahun ini menjadi wali kelasmu. Ibu datang bersama teman-temanmu, nak. Dengan sedikit uang yang mereka kumpulkan untuk sekedar membantu dapur ibumu.

Kali keduapun kau tidak masuk-masuk. Lebih dari seminggu. Ibu bingung, nak. Ketika ibu ke rumahmu, ternyata alasan yang ibumu kemukakan kau tidak punya uang untuk sekolah. Sekolah kita tak terlalu dekat, memang. Tapi bukankah masih bisa kau tempuh dengan berjalan kaki. Ibu jadi ingin memberimu buku Laskar Pelangi. Biar kau tahu betapa Lintang melangkah ribuan kilo untuk sekolah. Alasanmu, kau tak bisa makan siang. Ya, menyedihkan sekali, nak. Kadang kau tak punya nasi di rumah untuk kau makan. Tentu kau tak sanggup kan bila harus menahan lapar hingga pukul 14.30.

Nak. Kau tinggal di keluarga yang kurang mendukung pendidikan, memang. Ayahmu seorang kuli bangunan yang seringnya tidak bekerja. Ibumu tak bisa bekerja karena harus mengurus adik-adikmu. Yang kemudian mereka lakukan adalah berhutang sana-sini. Gali lubang tutup lubang. Beberapa kali ibu ke rumahmu, nak, ibu lihat, barang-barangmu kian berkurang. Bahkan terakhirkali, ruang tamumu hampir kosong.

Akhirnya kami guru-gurumu menemukan cara agar kau bisa tetap masuk sekolah, nak. Teman-temanmu mengumpulkan infaq Jumat. Infaq itu digunakan tuk berbagai macam. Salah satunya adalah membiayai makan siangmu. Tiga ribu perhari. Kau makan berdua dengan temanmu yang juga mendapat keringanan dari sekolah.

Kemudian ada cara tuk tidak terlalu memanjakanmu. Kau mendapat tugas cuci piring di kantin sekolah. Tak banyak, karena toh murid sekolah ini juga tak banyak. Untuk imbalannya kau mendapat makan siang gratis dan uang 2000 rupiah setiap hari. Lumayan. Agar kau bisa tetap sekolah.

Kasus selanjutnya datang lagi. Kau bolos sekolah bersama temanmu. Teman-temanmu bilang kau pagi-pagi terlihat berangkat sekolah tapi ternyata tidak datang. Akhirnya ibu dan gurumu yang lain berdua ke rumahmu dan ke rumah temanmu. Benar saja. Kau tak ada di rumah. Besoknya kau tak masuk lagi. Beberapa hari kemudian ibu mendapat surat darimu lewat temanmu. Kau bilang kau akan berhenti. Kau minta maaf karena merepotkan. Kau kabur bersama temanmu. Ibu percaya, nak. Kau takkan pergi. Kau pasti kan kembali. Dan benarlah, ketika Selasa ibu masuk setelah seminggu kau tak masuk, muncul juga kau, nak. Ibu hanya menasihatimu. Sengaja ibu tak menampakkan raut marah. Ibu ucapkan kata-kata yang memang sering ibu ucapkan kepadamu. Kau tak maukan, kelak kondisi keluargamu seperti kondisimu sekarang? Kau harus terus sekolah, Hairul.

Kau terus masuk. Ibu kantin sudah tak mau lagi menyuruhmu mencuci piring. Tapi ibu tahu ibumu berusaha tuk selalu memberimu uang jajan. Teman-temanmu juga begitu baik padamu. Mereka tak pernah sekalipun menertawakanmu atau menganggapmu lebih rendah. Bahkan kau juga sering diajak makan ketika siang mereka dengan nakalnya pulang ke rumah bersepeda ramai-ramai padahal sekolah tak mengizinkan. Kau survive, anakku. Lumayan lama tak terjadi kasus lagi.

Lagi-lagi kembali kau tak masuk-masuk. Teman-temanmu mengatakan bahwa kau tak punya sepatu. Ibu katakan melalui teman-temanmu tuk menyuruhmu masuk. Toh tak ada seorang gurupun di sekolah kita yang akan mengusirmu pulang bila kau tak pakai sepatu. Dulu pun ketika musim hujan dan kau sepatumu tak kau kenakan karena basah, kami, para gurumu dapat memakluminya.

Ibu kemudian ke rumahmu lagi, sendiri. Ibumu mengatakan bahwa ia sudah terlampau tak enak hati pada ibu. Pada sekolah. Kau pun berhari-hari di rumah tanpa melakukan apa-apa. Ya, kau sudah terlampau minder dan tak enak hati ke sekolah. Sebenarnya dua minggu kau tak masuk, kau sudah dibelikan sepatu. Ibu paksa kau pergi ke sekolah siang itu juga. Tapi kau tak mau. Kau dan ibumu janjikan besok pagi kau akan masuk. Ibu katakan pada teman-temanmu untuk tidak meledek atau mengolok-olokmu. Tentu saja mereka memang takkan meledekmu, Hairul. Mereka adalah anak-anak yang baik. Anak-anak tersayang.

Keesokan harinya ternyata kau tak datang. Temanmu ada yang mengatakan bahwa ia ingin membelikanmu sepatu. Ibu katakan bahwa kau sudah punya sepatu. Beberapa hari kemudian kau tetap tak datang. Ibu dan teman-temanmu kemudian datang lagi ke rumahmu. Entah sudah kali keberapa. Tapi tak mengapa, kau harus tetap sekolah, anakku. Saat itu ayahmu ada di rumah. Ibu kemudian berbicara pada ibumu. Ibumu kemudian mengatakan bahwa akan menyuruhmu kembali ke sekolah. Ibumu memang mengatakan akan memindahkanmu ke sekolah yayasan yang akan menampungmu secara gratis dan memberi uang saku. Ya, ibu tak keberatan, tapi bukankah tanggung sekali bila kau berhenti saat ini. Sebentar lagi kenaikan kelas. Bila kau berhenti, kau terpaksa mengulang.

Anakku. Ibu bertanya pada guru BP yang baru itu, masihkah keluargamu bisa diberi kesempatan. Ibumu mungkin bisa diberi modal untuk berdagang hingga kau ada biaya setidaknya untuk makan siangmu. Ibu bertanya pada guru yang bertempat tinggal dekat rumahmu itu. Tapi ternyata ia sudah angkat tangan terhadapmu. Bukan ia tak mau menolong. Ia sudah berkali-kali memberi kesempatan. Pernah kau mendapat beasiswa dengan syarat harus mengaji seminggu sekali. Ternyata kau mangkir. kau malas datang kepengajian itu. Sang guru pun bercerita, pernah ibumu membuka usaha nasi uduk. Tapi ternyata baru berapa hari saja sudah tutup. Ia bercerita pula bahwa ayahmu memang bermental pemalas yang enggan bekerja. Keluargamu sudah tak dipercaya karena menghutang sana-sini dan jarang terbayar. Hanya sedikit usaha dan tanggung jawab. Kau tak sekolahpun tak dipaksa oleh orang tuamu.

Ibu miris, anakku. Setiap ibu menghadapi anak-anak yang kondisi keluarganya seperti itu, jujur, ibu jadi semakin takut. Semoga Allah kelak memberikan ibu orang yang tepat. Yang bisa bertanggung jawab pada Allah sepenuhnya. Anakku, sungguh mental itu dibangun sejak kecil. Kalau di masa SMPmu kau seperti itu, ibu tak yakin kau mampu bertahan dengan baik di masa depan kelak. Ibu tak mau kondisi keluargamu terulang ketika kau berkeluarga kelak.

Setidaknya habiskan semester ini, anakku. Dan kelas IX nanti, bila kau mau pindah, silakan. Asal kau benar-benar sekolah. Ya, kau dan ibumu pun berkata insya Allah esok kau akan datang ke sekolah. Tapi keesokan harinya ternyata teman-temanmu mengatakan bahwa engkau berhenti. Keluargamu mengatakan kau berhenti.

Sayang sekali Hairul. Sayang sekali ibu tak bisa mempertahankanmu. Ibu tak tahu apakah engkau akan meneruskan sekolahmu atau tidak. Ibu hanya bisa berdoa dan mengenangmu. Maafkan ibu anakku. Maafkan ibu.

Salam sayang
Semoga kau tetap mengenangku sebagai gurumu
Dyah

5.

(Puisi) Pulang

Posted by: "abe setiawan" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Sat Jun 14, 2008 7:58 pm (PDT)

PULANG
&nbsp;
Menjelang subuh, ketika kuketuk gerbang kotaku
dalam pendar lampu jalan terbungkus kabut
Kuhirup embun, melepaskan seluruh dahaga kerinduanku
masihkah dia seperti dulu....ketika masih jadi milikku
Dulu kutanam dan kusemaikan benih-benih harapan di kota ini...
Namun aku bukan penuai yang pantas baginya
hanya sekadar peladang...penggarap
Kini tak kupunyai apapun disini, kupunya hanya mimpi
mimpiku tentang ladang tumpah darah loh jinawi

Jika mungkin, pagi ini tak perlu terganggu rekahan fajar diufuk
Aku cemas, esok ketika kehidupan nyata terjaga...
ternyata curiga, ambisi...bagai hama merusak benih yang tersemai
Namun hari-hari terus berlari, bagaikan hamparan ladang,
diantara hujan dan panas, diantara beku dan terik

Bagaikan kota ini.....
kini menunggu para peladang kembali
menaburkan pupuk harapan dalam cinta
tak perlu pamrih untuk menuai,
karena kita peladang yang hanya memiliki hatinya,
bukan raganya
&nbsp;&nbsp;&nbsp;
Temanggung,
Subuh, jelang para kadang kembali ke ladang…
Semoga selalu kompak dan guyub

6a.

Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2

Posted by: "april_reto" april_reto@yahoo.com   april_reto

Sun Jun 15, 2008 1:33 am (PDT)

Hwahahahahahaha...ikut ketawa deh...

Upss, ketahuan deh kalau lagi ngintip hihihihihi

salam to you all,
April
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, teha <teha.sugiyo@...>
wrote:
>
> Selingan
>
> Menemani akhir pekan, marilah kita mesem-mesem di depan komputer,
> membaca kiriman dari Jeng Diana Damayanti... (^_^)
>
> *Cerita 100 Kata dengan Huruf J *
>
>

6b.

Balasan: [sekolah-kehidupan] Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2

Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id   sinarning_rat

Sun Jun 15, 2008 4:18 am (PDT)

hallo april yang blater, nyumput ke mana aja selama ini? sudah sembuh sakitnya? jaga kesehatan baik-baik ya nduk. sehat itu ternyata mahal kan? oke, ditunggu tulisan-tulisan renyahmu...

april_reto <april_reto@yahoo.com> wrote: Hwahahahahahaha...ikut ketawa deh...

Upss, ketahuan deh kalau lagi ngintip hihihihihi

salam to you all,
April
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, teha <teha.sugiyo@...>
wrote:
>
> Selingan
>
> Menemani akhir pekan, marilah kita mesem-mesem di depan komputer,
> membaca kiriman dari Jeng Diana Damayanti... (^_^)
>
> *Cerita 100 Kata dengan Huruf J *
>
>





---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
7.

(cuap-cuap) REPOSTASE CITIZEN JURNALISKU MASUK DI REPUBLIKA HARI, AH

Posted by: "fiyan arjun" paman_sam2@yahoo.com   paman_sam2

Sun Jun 15, 2008 4:10 am (PDT)



Assalamualaikum Warahmatullahiwabar akatuh.

Minggu pagi saat terminal Blok-M di guyur hujan saat mau ke TIM saya tidak menyangka saat mau beli koran Republika hari, Ahad, 15 Juni 2008. Ternyata disana, hasil reportaseku dimuat di koran Republika. Itu pun juga nggak sengaja untuk membelinya. Padahal nggak yakin kalo tulisanku bisa masuk. Tetapi Allah Maha Tahu ternyata reportaseku masuk juga akhirnya. Thanks God.....Thanks, my frend....Thanks my parent...Thanks all....

Oya, jangan lupa baca dan beli yakkk??

Terima kasih

Ila liqo

Piss, Luv and Laugh

Wassalam

Fiyan Arjun
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID YM:paman_sam2

Recent Activity

&nbsp;12
New MembersVisit Your Group

John McEnroe
on Yahoo! Groups
Join him for the
10 Day Challenge.

Best of Y! Groups
Check it out
and nominate your
group to be featured.

Yahoo! Groups
Latest product news
Join Mod. Central
stay connected.
.


Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Find balance

between nutrition,

activity & well-being.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Blockbuster is giving away a FREE trial of - Blockbuster Total Access.

Tidak ada komentar: