Messages In This Digest (25 Messages)
- 1a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] (catatanku) Hairul From: teha sugiyo
- 1b.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (catatanku) Hairul From: dyah zakiati
- 2a.
- Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2 From: ukhti hazimah
- 3.1.
- File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
- 4a.
- Berikan yang Terbaik... ya Allah... From: novi khansa'
- 4b.
- Re: Berikan yang Terbaik... ya Allah... From: dyah zakiati
- 5.
- [ARDA QUANTUM WRITERS] Sukses Menulis Artikel From: arda dinata
- 6.
- [INSPIRING INTELLIGENCE] Membangun Kekuatan Intelektual dengan Manaj From: arda dinata
- 7a.
- Re: KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA From: Nurhadi@tecsg.com.sg
- 8.
- Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini? From: dkadarusman
- 9a.
- Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku From: syahrenan
- 10a.
- Re: (Joke) Man of The Year (2008)...Sumanto Memang Emmmoyyy From: syahrenan
- 11.
- Boim Lebon di Poltekpos Bandung From: Wildan Nugraha
- 12.
- Ayo kita Cari pemimpin Indonesia!!! From: Wahyudi
- 13a.
- Re: FWD: Kesaksian Tragedi Monas From: Liana Lie
- 13b.
- Re: FWD: Kesaksian Tragedi Monas From: HENDRA WIJANA
- 14a.
- KEPADA SIAPA PERASAAN DAN KECEMASAN DILABUHKAN From: Nia Robiatun Jumiah
- 14b.
- Re: KEPADA SIAPA PERASAAN DAN KECEMASAN DILABUHKAN From: dyah zakiati
- 15a.
- Re: (cuap-cuap) REPOSTASE CITIZEN JURNALISKU MASUK DI REPUBLIKA HARI From: dyah zakiati
- 16a.
- Re: (Puisi) Pulang From: dyah zakiati
- 17a.
- (WORO2) SUMBANG BAKAT UNTUK MILAD SK 2 From: punya_retno
- 18a.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua From: aisyah muchtar
- 18b.
- Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua From: adzdzaki
- 19.
- Manajemen Pernikahan From: Annisa Dereinda
- 20.
- Daftarkan putra/i anda mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia From: fan fan darmawan
Messages
- 1a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] (catatanku) Hairul
Posted by: "teha sugiyo" sinarning_rat@yahoo.co.id sinarning_rat
Sun Jun 15, 2008 4:57 am (PDT)
ibu guru dyah yang lembut hati, suratmu begitu indah dan membuat giris. semoga cahayamu senantiasa terpancar bak mercu suar ke seantero jagad.
dimuliakanlah hatimu, ibu guru...!
dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com > wrote:
Ah, Hairul, akhirnya ibu kehilangan dirimu.
Sayang sekali Hairul. Sayang sekali ibu tak bisa mempertahankanmu. Ibu tak tahu apakah engkau akan meneruskan sekolahmu atau tidak. Ibu hanya bisa berdoa dan mengenangmu. Maafkan ibu anakku. Maafkan ibu.
Salam sayang
Semoga kau tetap mengenangku sebagai gurumu
Dyah
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. - 1b.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (catatanku) Hairul
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 6:24 pm (PDT)
Bapak terima kasih yaaa. Jadi terharu dapat doa seindah itu. Dibalik mirisnya hati ini karena begitu lemah tak dapat membantu muridnya sendiri, kata-kata bapak semakin membuat haru. terima kasih, pak. Aamiin.
----- Original Message ----
From: teha sugiyo <sinarning_rat@yahoo.co. >id
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Sunday, June 15, 2008 6:56:57 PM
Subject: Balasan: [sekolah-kehidupan] (catatanku) Hairul
ibu guru dyah yang lembut hati, suratmu begitu indah dan membuat giris. semoga cahayamu senantiasa terpancar bak mercu suar ke seantero jagad.
dimuliakanlah hatimu, ibu guru...!
dyah zakiati <adzdzaki@yahoo. com> wrote:
Ah, Hairul, akhirnya ibu kehilangan dirimu.
Sayang sekali Hairul. Sayang sekali ibu tak bisa mempertahankanmu. Ibu tak tahu apakah engkau akan meneruskan sekolahmu atau tidak. Ibu hanya bisa berdoa dan mengenangmu. Maafkan ibu anakku. Maafkan ibu.
Salam sayang
Semoga kau tetap mengenangku sebagai gurumu
Dyah
_____________________ _________ __
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
- 2a.
-
Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2
Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Sun Jun 15, 2008 5:27 am (PDT)
hai bu' april...nongol juga dikau...tulisan'e endi??
Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
^_^
www.sinthionk.rezaervani. com
www.sinthionk.multiply. com
----- Original Message ----
From: april_reto <april_reto@yahoo.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Sunday, June 15, 2008 3:33:06 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2
Hwahahahahahaha. ..ikut ketawa deh...
Upss, ketahuan deh kalau lagi ngintip hihihihihi
salam to you all,
April
--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, teha <teha.sugiyo@ ...>
wrote:
>
> Selingan
>
> Menemani akhir pekan, marilah kita mesem-mesem di depan komputer,
> membaca kiriman dari Jeng Diana Damayanti... (^_^)
>
> *Cerita 100 Kata dengan Huruf J *
>
>
- 3.1.
-
File - Moderator Sekolah Kehidupan
Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sun Jun 15, 2008 6:11 am (PDT)
(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email
Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,
Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.
1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE
2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.
Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.
Salam Hormat,
Moderator Bersama
- 4a.
-
Berikan yang Terbaik... ya Allah...
Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Sun Jun 15, 2008 1:32 pm (PDT)
Aku sudah datang terlambat siang itu. Aku sudah hampir ragu untuk hadir di
sana. Mungkin juga aku hampir tertinggal kalau saja tak meng-sms salah satu
temanku. Aku pun sampai ketika semua teman
sudah ada di mobil.
Teteh mengatakan kalau kami akan menengok ayah dari seorang teman yang
masuk rumah sakit. Aku pun ingat sms dari temanku tentang dana, tapi saat aku
periksa dompet dan isi tasku, tak kutemukan juga uang tunai. Yah, aku lupa, aku
tak membawa sepeser uang pun. Kuperhatikan alas kaki pun hanya sendal jepit.
Aku memang tak siap untuk bepergian jauh. Aku sama sekali tak tahu menahu kalau hari ini juga kami akan menengok ke
rumah sakit. Alhamdulillah, dana yang akan digunakan menyumbang adalah uang kas
yang sudah terkumpul sebelumnya.
Sepanjang perjalanan sayup-sayup kudengar kecemasan teteh yang berbicara
pada suaminya yang tengah menyetir mobil. Aku bukannya tak peduli apa yang
tengah terjadi dengan ayah dari temanku itu, tapi aku hanya coba mendengar dan
menunggu penjelasan dari mereka. Entah kenapa, padahal itu bukan kebiasaanku.
Akhirnya, kami sampai di sebuah Rumah sakit sederhana dan ruang yang kami
tuju adalah ruang ICU. Kami bertemu dengan seorang akhwat berjilbab biru tua,
wajahnya terlihat lelah. Kemudian kami pun bertemu dengan ibu dari temanku, dan
saudara-sadauranya yang ikut menunggu.
Baru saat itu aku mulai bertanya, kenapa harus mendatangi ICU, separah
apakah....?
Kecelakaan motor, koma, kena bagian kepala!
Aaah..... tidak, andai aku tak di sini.
Rasanya, aku seperti merasakan dejavu.
Rasanya aku seperti dibawa pada kejadian empat tahun lampau.
=======
Aku mungkin yang datang terakhir malam itu ke rumah sakit. Ketika aku
lewati pintu depan, aku sudah bertemu dengan teman-teman kakak, saudara sepupu,
tetangga dan banyak lagi. Kalau saja ibu tak menyuruhku segera datang saat itu,
aku pun enggan untuk datang. Selama aku di rumah,
aku tak mendengar dengan jelas keadaan bapak saat itu. Aku hanya tahu bapak
kecelakaan dan dibawa ke RSCM. Aku hanya tahu, kakak akan membeli darah setelah
ibu dan kakak menyusul ke rumah sakit terlebih dulu. Aku hanya tahu bapak ada
di IGD. Kecemasanku benar-benar tak tertandingi, tapi entah kenapa aku tak mau
ada di sana.
Aku bersama keponakanku yang berumur 2 tahun ada di rumah. Aku benar-benar
tak tenang. Aku berusaha menahan tangis ini. Entahlah apa yang bisa aku rasakan
saat itu. Aku sama sekali tak menginginkan hal yang terburuk terjadi pada
bapakku. Hingga, akhirnya aku lihat sendiri keadaanya. Ketika berada di depan
pintu ruang resustasi IGD, aku langsung dihampiri seorang ibu yang langsung
memelukku.
Di sana terbaring sosok laki-laki yang sangat berpengaruh bagiku. Sosok
yang memiliki arti besar bagi kami. Beliau terbaring kaku, darah terus ke luar
dari pelipis matanya. Bapak seperti orang tidur, tenang. Namun, kulihat, air mengalir
dari mata bapak. Di sebelah kiri bapak, ibu berdiri mengusap darah di wajah
bapak. Tak jauh dari sana, ada saudara, tetangga, dan sayup-sayup kudengar
penjelasan dokter.
Aku ajak ibu menuju masjid untuk shalat isya. Alhamdulillah, ibu masih kuat
berjalan, mengingat tetangga-tetangga kami mencemaskan keadaan ibu saat itu.
Aku ingat, tak ada lagi yang bisa kami minta selain yang terbaik untuk bapak.
Yang terbaik, ya Allah... hanya itu yang bisa kami pinta.
Dokter yang memeriksa keadaan bapak, sudah meminta ibu untuk sabar. Entah
firasat apa, kami tak bisa membayangkan apa yang terjadi malam itu. Memindahkan
bapak ke ruang ICU, tidak bisa dilakukan karena penuh, memindahkannya ke rumah
sakit lain pun tak memungkinkan. Sudah hampir 12 jam ada di sana. Kami hanya
memohon yang terbaik dan bergantian melafalkan doa dan bacaan Al-Quran.
Hingga akhirnya... bapak pergi untuk selama-lamanya.
===
Aku tersadar. Ya Allah, aku benar-benar tak
kuat ada di sini. Kulihat wajah-wajah sedih,
bingung dan perasaan tak menentu. Kulihat seorang ibu yang tengah menangis. Kulihat
sosok anak laki-laki yang terus menundukkan kepala. Di sini aku teringat akan
bapak. Kematiannya yang diawali kecelakaan yang begitu mirip dengan apa yang
dialami ayah temanku.
Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat ayah temanku itu
Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat keluarga mereka...
Ya Allah, berikanlah yang terbaik.
Keadaannya sang ayah tidak bisa kami ketahui siang itu. Tapi, sayup-sayup
kudengar, mereka sangat kesulitan dana, hingga kemungkinan akan menjual rumah. Sementara
kemungkinan kesadaran sang ayah tak meyakinkan. Mereka hanya bisa pasrah...
June, 16, 083.31 AM
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.rezaervani. com/
- 4b.
-
Re: Berikan yang Terbaik... ya Allah...
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 6:18 pm (PDT)
Noviiiiii. Aku mo nangis bacanya.... Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mereka. Untukmu. Untuk sahabat semua....
----- Original Message ----
From: novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com >
Aku sudah datang terlambat siang itu. Aku sudah hampir ragu untuk hadir di
sana. Mungkin juga aku hampir tertinggal kalau saja tak meng-sms salah satu
temanku. Aku pun sampai ketika semua teman
sudah ada di mobil.
Teteh mengatakan kalau kami akan menengok ayah dari seorang teman yang
masuk rumah sakit. Aku pun ingat sms dari temanku tentang dana, tapi saat aku
periksa dompet dan isi tasku, tak kutemukan juga uang tunai. Yah, aku lupa, aku
tak membawa sepeser uang pun. Kuperhatikan alas kaki pun hanya sendal jepit.
Aku memang tak siap untuk bepergian jauh. Aku sama sekali tak tahu menahu kalau hari ini juga kami akan menengok ke
rumah sakit. Alhamdulillah, dana yang akan digunakan menyumbang adalah uang kas
yang sudah terkumpul sebelumnya.
Sepanjang perjalanan sayup-sayup kudengar kecemasan teteh yang berbicara
pada suaminya yang tengah menyetir mobil. Aku bukannya tak peduli apa yang
tengah terjadi dengan ayah dari temanku itu, tapi aku hanya coba mendengar dan
menunggu penjelasan dari mereka. Entah kenapa, padahal itu bukan kebiasaanku.
Akhirnya, kami sampai di sebuah Rumah sakit sederhana dan ruang yang kami
tuju adalah ruang ICU. Kami bertemu dengan seorang akhwat berjilbab biru tua,
wajahnya terlihat lelah. Kemudian kami pun bertemu dengan ibu dari temanku, dan
saudara-sadauranya yang ikut menunggu.
Baru saat itu aku mulai bertanya, kenapa harus mendatangi ICU, separah
apakah....?
Kecelakaan motor, koma, kena bagian kepala!
Aaah..... tidak, andai aku tak di sini.
Rasanya, aku seperti merasakan dejavu.
Rasanya aku seperti dibawa pada kejadian empat tahun lampau.
=======
Aku mungkin yang datang terakhir malam itu ke rumah sakit. Ketika aku
lewati pintu depan, aku sudah bertemu dengan teman-teman kakak, saudara sepupu,
tetangga dan banyak lagi. Kalau saja ibu tak menyuruhku segera datang saat itu,
aku pun enggan untuk datang. Selama aku di rumah,
aku tak mendengar dengan jelas keadaan bapak saat itu. Aku hanya tahu bapak
kecelakaan dan dibawa ke RSCM. Aku hanya tahu, kakak akan membeli darah setelah
ibu dan kakak menyusul ke rumah sakit terlebih dulu. Aku hanya tahu bapak ada
di IGD. Kecemasanku benar-benar tak tertandingi, tapi entah kenapa aku tak mau
ada di sana.
Aku bersama keponakanku yang berumur 2 tahun ada di rumah. Aku benar-benar
tak tenang. Aku berusaha menahan tangis ini. Entahlah apa yang bisa aku rasakan
saat itu. Aku sama sekali tak menginginkan hal yang terburuk terjadi pada
bapakku. Hingga, akhirnya aku lihat sendiri keadaanya. Ketika berada di depan
pintu ruang resustasi IGD, aku langsung dihampiri seorang ibu yang langsung
memelukku.
Di sana terbaring sosok laki-laki yang sangat berpengaruh bagiku. Sosok
yang memiliki arti besar bagi kami. Beliau terbaring kaku, darah terus ke luar
dari pelipis matanya. Bapak seperti orang tidur, tenang. Namun, kulihat, air mengalir
dari mata bapak. Di sebelah kiri bapak, ibu berdiri mengusap darah di wajah
bapak. Tak jauh dari sana, ada saudara, tetangga, dan sayup-sayup kudengar
penjelasan dokter.
Aku ajak ibu menuju masjid untuk shalat isya. Alhamdulillah, ibu masih kuat
berjalan, mengingat tetangga-tetangga kami mencemaskan keadaan ibu saat itu.
Aku ingat, tak ada lagi yang bisa kami minta selain yang terbaik untuk bapak.
Yang terbaik, ya Allah... hanya itu yang bisa kami pinta.
Dokter yang memeriksa keadaan bapak, sudah meminta ibu untuk sabar. Entah
firasat apa, kami tak bisa membayangkan apa yang terjadi malam itu. Memindahkan
bapak ke ruang ICU, tidak bisa dilakukan karena penuh, memindahkannya ke rumah
sakit lain pun tak memungkinkan. Sudah hampir 12 jam ada di sana. Kami hanya
memohon yang terbaik dan bergantian melafalkan doa dan bacaan Al-Quran.
Hingga akhirnya... bapak pergi untuk selama-lamanya.
===
Aku tersadar. Ya Allah, aku benar-benar tak
kuat ada di sini. Kulihat wajah-wajah sedih,
bingung dan perasaan tak menentu. Kulihat seorang ibu yang tengah menangis. Kulihat
sosok anak laki-laki yang terus menundukkan kepala. Di sini aku teringat akan
bapak. Kematiannya yang diawali kecelakaan yang begitu mirip dengan apa yang
dialami ayah temanku.
Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat ayah temanku itu
Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat keluarga mereka...
Ya Allah, berikanlah yang terbaik.
Keadaannya sang ayah tidak bisa kami ketahui siang itu. Tapi, sayup-sayup
kudengar, mereka sangat kesulitan dana, hingga kemungkinan akan menjual rumah. Sementara
kemungkinan kesadaran sang ayah tak meyakinkan. Mereka hanya bisa pasrah...
- 5.
-
[ARDA QUANTUM WRITERS] Sukses Menulis Artikel
Posted by: "arda dinata" reusenews@yahoo.com reusenews
Sun Jun 15, 2008 4:15 pm (PDT)
Sukses Menulis Artikel
Oleh: Arda Dinata
MENURUT kamus umum bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta, artikel diartikan sebagai karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar dan lain sebagainya. Sedangkan Lasa HS mengungkapkan tulisan artikel itu merupakan pengungkapan ide, menceritakan pengalaman dalam bidang tertentu yang tidak dikaitkan dengan tugas-tugas akademik.
Oleh karena itu, perlu pembaca MIQRA INDONESIA ketahui bahwa umumnya teknik penulisan artikel ini tidak diajarkan pada semua program dan jenjang pendidikan. Kiranya hanya terbatas pada penataran maupun pendidikan formal di bidang jurnalistik.
Pembaca MIQRA INDONESIA, penulis sering mendengar keluhan dari penulis pemula yang ingin menulis artikel ini. Misalnya berupa "Bagaimana sih , memulainya?" atau pembaca MIQRA INDONESIA sudah berusaha menulis artikel dan beberapa kali mengirimkan artikelnya, tapi masih ditolak oleh surat kabar maupun majalah?
Kenyataan memperlihatkan bahwa sebagian dari mereka ada yang putus asa, mundur teratur dan tidak mau mencoba lagi. Padahal, kalau saja mereka memiliki rasa optimis bahwa dirinya mampu menulis sebuah artikel, maka mungkin saja karya artikel berikutnya yang menjadi awal kesuksesannya. Syaratnya, kita harus mau belajar dari mereka yang telah sukses lebih dulu dan kita hendaknya mengkaji ulang setiap artikel yang telah ditulisnya.
Coba pembaca MIQRA INDONESIA perhatikan dan telaah pada setiap artikel tersebut. Apakah artikel itu telah memenuhi ciri-ciri sebagai artikel atau belum?Untuk membangunnya berikut ini beberapa saran yang mesti pembaca MIQRA INDONESIA perhatikan dalam menulis sebuah artikel di surat kabar atau majalah. Sebuah artikel berbeda dengan tulisan lainnya. Yakni tulisan artikel bahasannya harus aktual, singkat, jelas, dan memiliki daya tarik tersendiri. Jika tulisan fiksi mendasarkan diri pada olah imajinasi, berita pada fakta, maka tulisan artikel ini berdasarkan pada opini penulis yang sifatnya subyektif. Cara penulisannya pun harus runtut berdasarkan logika sesuai arah permasalahan yang dibahasnya.
Dalam hal ini, pembaca MIQRA INDONESIA harus sadar betul kalau suatu surat kabar atau majalah itu bersifat bisnis, sehingga ia akan memuat atau menerbitkan sebuah artikel yang tidak hanya mengandalkan idealisme (baca: keilmuan) semata-mata, melainkan juga harus menarik dan disukai pembacanya.
Atas dasar itu, bagi pembaca MIQRA INDONESIA yang ingin menjadi penulis (artikel), maka harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri sebuah artikel tersebut. Secara sederhana dan umum, ciri-ciri yang harus dimiliki oleh sebuah artikel adalah seperti berikut ini.
1. Lugas, berarti artikel yang ditulis langsung menuju pada pokok bahasan (persoalan) dan tidak bertele-tele.
2. Logis, berarti segala informasi yang ditulis dalam artikel memiliki dasar dan alasan yang diterima akal sehat dan dapat diuji kebenarannya.
3. Tuntas, berarti masalah yang dibahas ada titik penyelesaiannya secara mendalam dan tidak menggantung.
4. Obyektif, berarti keterangan yang diinformasikan dalam artikel sesuai dengan data dan fakta yang ada, bukan khayalan.
5. Cermat, berarti berusaha menghindari berbagai kekeliruan, walau sekecil apapun dan usahakan bahasa yang digunakan dapat dipahami pembaca.
6. Terbuka dan tidak egois, berarti siap menerima kemungkinan tanggapan pendapat baru dan tidak melibatkan emosi berlebihan (tidak merasa diri paling benar).
7. Harus memperhatikan bahasa baku dan menggunakan kaidah tanda baca yang diakui, yaitu ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (baca: EYD).
Selain itu, dalam menulis artikel ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipahami sebelum benar-benar pembaca MIQRA INDONESIA menulisnya. Yakni selain harus menggunakan bahasa jurnalistik, juga harus memperhatikan dan dipahami berkait dengan tema, kerangka tulisan (yang berisi: judul, lead, jembatan, tubuh tulisan, dan penutup), paragraf, kutipan, dan langkah menulis artikel itu sendiri.
Bahasa JurnalistikBahasa itu berfungsi sebagai alat penyampai ide dan informasi kepada orang lain. Begitu juga halnya dengan bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh penerbitan pers kepada pembacanya. Hal ini mensyaratkan bahasa yang digunakan harus mengandung makna informatif, persuasif, dan secara konsensus merupakan kata-kata yang bisa dimengerti secara umum, harus singkat tapi jelas dan tidak bertele-tele. Dalam arti lain bahasa jurnalistik, dapat dikatakan sebagai bahasa tulisan yang paling mendekati bahasa lisan.
Dalam buku Jurnalistik Praktis susunan Titin Supartini (1993) mengungkapkan bahasa jurnalistik merupakan perpaduan bahasa yang baik, benar, dan menarik, yang mempunyai unsur intelektual, komunikatif dan estetika.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang selaras dengan kontekstualnya. Yang dipentingkan adalah unsur komunikatifnya. Bahasa yang baik juga akan terekspresi dalam cara penyampaian yang sistematis, sehingga mudah dicerna.Bahasa yang benar adalah bahasa yang berpatokan pada kaidah-kaidah bahasa yang berlaku. Bahasa yang benar adalah bersifat logis, kalimatnya efektif, dan unsur yang digunakan memiliki fungsi dan makna.Bahasa yang menarik adalah bahasa yang mampu memberikan suasana dinamis, segar, dan aktual, sehingga pembaca merasa betah membacanya.
Mempelajari bahasa jurnalistik, rasanya kurang lengkap bila pembaca MIQRA INDONESIA tidak mengetahui karakteristik bahasa jurnalistik versi FX. Koesworo, dkk.(Dibalik Tugas Kulit Tinta; 1994), yaitu:
1. Sederhana, singkat-padat, jelas, langsung (to the point).
2. Hidup, lincah, sesuai dengan zamannya, mengandung kekayaan bahasa rakyat.
3. Kalimat singkat dan kata-kata positif, mengandung banyak fakta dengan menggunakan kata sesedikit mungkin (more and less words).
4. Bahasanya memasyarakat, dengan mengutamakan isi. Memperhatikan tata bahasa, tetapi tidak terlalu mengutamakannya.
5. Memiliki banyak gaya (style) bahasa. Yang dimaksud style adalah pemilihan dan penggunaan kata-kata sedemikian rupa, sehingga menghasilkan pengertian tertentu bagi pembacanya.
Akhirnya, tidak ada kata lain yang pantas diajukan untuk pembaca MIQRA INDONESIA, selain selamat menulis dan semoga sukses berdakwah lewat tulisan artikel! Amin. Wallahu'alam.***
Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
DAPATKAN ARTIKEL LAINYA TENTANG:
1. Menjadi Penulis Sukses, Mendapatkan Harta Karun, Menulis Buku, bisnis internet. Klik di bawah ini:http://www.penulissukses.com? id=buku08
--
Posting oleh Arul Dinata ke ARDA QUANTUM WRITERS pada 6/14/2008 08:45:00 AM
- 6.
-
[INSPIRING INTELLIGENCE] Membangun Kekuatan Intelektual dengan Manaj
Posted by: "arda dinata" reusenews@yahoo.com reusenews
Sun Jun 15, 2008 4:16 pm (PDT)
Membangun Kekuatan Intelektual dengan Manajemen IQRA
Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com
KEKUATAN intelektual bukanlah satu-satunya komponen yang mampu mengantarkan seseorang sukses dalam kehidupan. Namun demikian, keberadaan kekuatan intelektual pada diri seseorang sangat dibutuhkan dalam mengarungi kehidupan di dunia dan sebagai bekal hidup di akhirat.
Dalam hidup ini, paling tidak ada empat kekuatan yang harus dibangun untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia yang produktif, yaitu kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, "kecerdasan" fisik, dan kekuatan intelektual.
Berkait dengan kekuatan intelektual seseorang, menurut B.S. Wibowo, dkk. (2002: 75), dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif. Lebih jauh, diungkapkan bahwa kegiatan intelektual adalah aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir ilmiah dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah. Yaitu meliputi pengkajian masalah, menyususn kerangka teoritis dan pengajuan hipotesis, membuat metodologi penelitian, memperoleh hasil penelitian dan membuat kesimpulan.
Jadi, proses berpikir ini memiliki peran yang penting dalam membangun kehidupan tiap manusia. Bukankah ilmu itu lahir karena manusia diberkahi Sang Pencipta suatu sifat ingin tahu? Keberadaan rasa ingin tahu inilah yang sebenarnya menjadikan kegiatan berpikir itu muncul pada diri seseorang.
Pemikiran atau berpikir, menurut Thaha Jabir Alwani (1989), merupakan kata benda dari aktivitas akal yang ada dalam diri manusia, baik kekuatan akal berupa kalbu, ruh atau dzihn, dengan pengamatan dan pendalaman untuk menemukan makna yang tersembunyi dari persoalan yang dapat diketahui, maupun untuk sampai pada hukum atau hubungan antar sesuatu.
Dari pengertian tersebut, maka menurut penulis, wajar saja kalau ada orang yang mengatakan kalau berpikir itu adalah termasuk kedalam kategori bekerja cerdas. Jadi, kenapa Anda sekarang masih tidak mau berpikir tentang sesuatu hal yang bermanfaat bagi kekuatan intelektual Anda?
Manajemen IQRA
Kecerdasan seseorang itu tidak tercipta begitu saja. Tapi, ia merupakan "proses belajar" yang simultan dari ketekunan dan kemauan seseorang. Karena semua ketrampilan (termasuk kekuatan intelektual) untuk memecahkan suatu masalah, pada dasarnya tidak akan membantu jika Anda tidak memiliki kemauan.
Imam Ali ra pernah berkata: "Ilmu adalah harta dalam kotak perbendaharaan, kunci pembukanya adalah pertanyaan." Sementara itu, Ibnu Abbas pernah ditanya salah seorang sahabatnya, "Bagaimana Anda dapat sedemikian pintar?" Jawab Ibnu Abbas: "Dengan akal yang gemar berpikir dan lidah yang gemar bertanya."
Untuk itu, biasakan diri kita bertanya tentang sesuatu, sebab bertanya adalah tanda mengerti. Apalagi bagi para pelajar, kebiasaan bertanya ini memiliki peran yang penting dalam membangun sukses belajar. Dan bukankah, untuk bisa mengerti itu kita harus selalu belajar? Memang belajar mengajukan sebuah pertanyaan itu dapat mendatangkan perasaan malu sesaat, tetapi tidak bertanya dan tetap dungu akan malu seumur hidup. Jadi, "bertanyalah" selalu dalam belajar.
Di sini, agar kegiatan belajar kita dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal dan sukses, tentu harus ada strategi yang mesti dipersiapkan. Salah satu strategi yang dapat menjadi model belajar kita agar sukses adalah melalui manajemen IQRA (inquiry, question, repeat, dan action).
Manajemen adalah suatu tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan administrasi. Yakni administrasi terhadap model belajar yang akan kita lakukan sehari-hari. Model belajar IQRA ini, seperti diungkap B.S. Wibowo, memiliki kegiatannya sendiri-sendiri.
Pertama, inquiry. Model belajar inquiry adalah belajar mandiri dengan menggali dari apa yang kita lihat, dengar, baca, perhatikan, alami, rasakan. Selalu mengadakan penyelidikan atau menerapkan total tarbiyah dzatiyah. Dengan demikian, hendaknya setiap mutarabbi selalu mandiri dalam mencari kebenaran, secara aktif mencari informasi untuk menjawab rasa ingin tahu yang timbul dalam dirinya.
Kedua, question. Model belajar yang tumbuh dari dalam diri, memenuhi rasa ingin tahu. Melakukan konfirmasi, membuat hipotesa, terus bertanya dalam memenuhi dan menciptakan kebutuhan. Ingat, ada sebuah hadis yang mengatakan ilmu itu perbendaharaan, sedangkan kuncinya adalah pertanyaan.
Ketiga, repeat. Model yang paling baik dalam belajar yaitu dengan melakukan review terhadap apa yang telah diterima. Hal ini agar data dari memori jangka pendek dapat bertahan ke jangka panjang, menguatkan memori, membuat mapping. Nabi Adam, setelah diajarkan Allah nama-nama benda, kemudian disuruh me-recall seluruh informasi yang telah diterima dengan menyampaikan kepada malaikat dan jin. Sebaiknya, setelah menerima materi, setiap mutarabbi tidak langsung membuang atau menyimpan catatannya, usahakan mengulangi barang sebentar dan menajamkan kembali dengan kata-katanya sendiri.
Keempat, action. Puncak belajar adalah amal, diperlukan aplikasi terhadap apa yang telah kita pahami. Amal adalah buah ilmu. Dengan penerapan amal maka kita akan kembali menemukan ilmu baru. Ingat, puncak ilmu adalah amal. Dengan amal maka kita akan melakukan sintesa antara teori dengan aplikasi, inilah puncak ilmu.
Akhirnya, untuk menghasilkan kekuatan intelektual dikalangan para pelajar, melalui penerapan konsep manajemen IQRA agar "sempurna", maka setiap kita hendaknya melakukannya dengan menerapkan perilaku FIKIR dan DZIKIR. Yakni belajar dengan fun (belajar dengan senang), ijthiad (belajar dengan berpikir), konsep (belajar dengan mengumpulkan konsep, rumusan, model, pola, dan teknik), imajinasi (belajar membangun imajinasi untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru), rapi (dengan ketrampilan manajemen dan organisasi dalam belajar). Dan jangan lupa lakukan juga dzikir (doa, ziarah, iman, komitmen, ikrar, dan realitas). Wallahu'alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot. com.
ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:
· Buku Sukses Untuk Anda. .
· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll
--
Posting oleh Arul Dinata ke INSPIRING INTELLIGENCE pada 6/14/2008 09:22:00 AM
- 7a.
-
Re: KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA
Posted by: "Nurhadi@tecsg.com.sg" Nurhadi@tecsg.com.sg
Sun Jun 15, 2008 4:17 pm (PDT)
Selain jalan yang rusak ada satu lai point penting tentang jalan raya,
yakni KEMACETAN. Artinya, bagaimana para pemimpin kita bisa membuat sebuah
kebijakan yang bisa -paling tidak- mengurangi kemacetan di jalan raya.
Beruntung, di Batam, kemacetan belum (saya katakan BELUM, bukan TIDAK)
menjadi kendala. Kalopun terjadi, hanya pada saat waktu2 tertentu saja.
Itupun maksimal hanya 5-10 menit. Berbeda sekali jika dibandingkan dengan
Surabaya apalagi Jakarta.
Salam
Nurhadi
www.nurhadi.net
arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@yahoo.co. >id
Sent by: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
06/14/2008 03:06 PM
Please respond to
sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
To
pembacaanadia@yahoogroups. , pramudaflpdki@com yahoogroups. , penuliscom
lepas <penulislepas@yahoogroups. >, sekolah-kehidupan@com yahoogroups. ,com
Forum_LingkarPena@yahoogroups. com
cc
Subject
[sekolah-kehidupan] KELAYAKAN JALAN JUGA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PENGUASA
KELAYAKAN JALAN MERUPAKAN
TANGGUNG JAWAB PENGUASA
Hari Jum'at kemarin, saya mendapat tugas lapangan. Tugas yang
di luar kebiasaan hari-hariku. Tugas yang biasa kujalani di kantor adalah
menerjemahkan buku berbahasa asing.
Kenapa saya yang pergi? Karena teman yang harusnya menjalani
tugas itu tidak tahu daerah yang dituju dan juga memiliki tugas di kantor.
Sedangkan saya tahu gambaran umum daerah itu, namun memang saya mempunyai
tugas terjemahan.
Pendek cerita setelah izin dengan bos, saya pun berangkat ke
daerah yang bernama Kranji. Daerah Kranji masuk kawasan Bekasi.
Saya menyusuri Kali Malang dengan mengendarai sepeda motor.
Posisi Kali Malang berada di kanan jalan. Menjelang tikungan ke arah
Kranji, jalanan amat buruk sekali. Banyak jalan yang berlubang-lubang.
Besarnya lubang tidak tanggung-tanggung, lubangnya amat dalam. Walhasil
motor yang dikendarai persis seperti perahu yang dilamun ombak. Terkadang
berada di atas, terkadang berada di bawah. Atau persis seperti sedang
mengendarai kuda rodeo.
Lalu saya memasuki jalan yang menghubungkan antara jalan Kali
Malang dan daerah Kranji. Tahukah Anda bagaimana keadaan jalan di sana?
Tidak jauh berbeda dengan jalan yang baru saja dilewati. Kembali terombang
ambing jalan yang berlubang, seperti di tengah lautan. Saya kembali
seperti sedang menaiki kuda rodeo.
Pada saat itu saya terpikir, bagaimana kalau Amirul Mukminin
Umar bin Khaththab masih hidup? Bagaimana kalau pada saat itu yang
melewati jalan tersebut adalah Amirul Mukminin Umar bin Khaththab? Atau
memang beliau ra. sengaja berkeliling Jakarta, seperti yang dilakukannya
sewaktu beliau berkeliling di Madinah?
Saya yakin, Umar bin Khaththab akan memerintahkan aparatnya
untuk memperbaiki jalan itu. Karena beliau tahu jalan yang rusak dapat
menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Bukankah peristiwa kecelakaan aktor
Sophan Sophian disebabkan oleh jalan yang rusak? Saya yakin Umar bin
Khaththab akan memperhatikan hal-hal yang dapat mengancam nyawa manusia.
Bukankah nyawa binatang saja, beliau amat memperhatikannya? Kita mungkin
masih ingat dengan peristiwa ketika di siang hari Umar mencari unta milik
Baitul Mal yang hilang. Pada saat itu, panas sedang terik-teriknya. Ketika
ditegur mengapa dia tidak menyuruh pembantunya untuk mencari unta Baitul
Mal yang hilang? Beliau menjawab, "Apakah ada orang yang mau menanggung
dosaku?"
Memang benar sabda Rasulullah, "Setiap orang adalah pemimpin
dan akan dimintai pertanggung jawaban atas orang-orang yang dipimpinnya."
Sekali lagi, saya yakin Amirul Mukminin Umar bin Khaththab
akan memerintahkan anak buahnya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kenapa
saya begitu yakin? Karena rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai pemimpin
seperti yang digambarkan di atas, jalan yang rusak dapat menyebabkan
keterlambatan sampai di tujuan. Jika terlambat sampai di tujuan berarti
bisa tidak tepat waktu. Tidak tepat waktu dapat diartikan tidak menepati
janji. Bukankah tidak menepati janji merupakan sesuatu yang tercela dalam
Islam?
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
- 8.
-
Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini?
Posted by: "dkadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Sun Jun 15, 2008 4:21 pm (PDT)
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi
dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan
sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa
mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan.
Bahkan, tidak jarang kita memberikan `bonus' nya sekalian. Jika anda
menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari
saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda
pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya
itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada
anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu
melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili
terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan
begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam?
Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu:
perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan.
Mari kita tahas, satu demi satu. Pertama, perbuatan orang lain
kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan
perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk
menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari
sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau.
Misalnya dengan mengatakan; "Maaf Mas, kalau mau merokok jangan
diruangan ber-AC seperti ini dong...." Apakah orang itu akan
berhenti, atau pindah ketempat terbuka, atau memasabodohkan
perkataan anda; itu diluar kuasa anda.
Bahkan, sekalipun anda seorang atasan; anda hanya bisa
mengatakan; "Optimalkan jam kerjamu." Atau "Lakukan kegiatan ekstra
untuk perusahaan." Atau "Jangan terlambat masuk kerja." Anda bisa
melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas
kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka
sendiri, tetapi dimata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan
yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa
mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain;
anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi 'will'
seseorang. Mengapa? Karena, 'kehendak' adalah hak setiap manusia.
Dan seperti yang kita tahu; ada orang yang mampu mengarahkan
kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang
sebaliknya.
Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan 'sakit sekali
hati ini'. Namun, bisakah anda menemukan dimanakah letaknya rasa
sakit hati itu? Dibawa kerumahsakit pun tidak akan membantu anda
menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya
diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita
sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa?
Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan
membawanya masuk kedalam hati kita. Seandainya kita tidak
mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan
merasakannya.
Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan
tindakan orang lain; melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita
tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang
dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit
hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa; namun, anda tidak
mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang-
tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan-
kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah
dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, dilingkungan anda terbentuk
opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak,
jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun
tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada
bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak
seperti yang mereka katakan; maka itu tidak akan terlalu berpengaruh
kepada baik atau buruknya diri anda. So what?
Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat;
kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau
anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda
ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti anda bunuh diri. Jadi,
melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali
bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih
baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh
sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.
Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu
terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat;
pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian
mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya.
Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan
saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut
menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa
penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam
yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari
kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.
Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu
satu hal penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan
melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita
membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi
dendam; maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak
akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang
bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri
bahwa; 'kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam'. Oleh
karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak
perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu,
selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf; kita akan terbebas
dari sesuatu yang kita sebut sebagai 'sakit hati' itu. Kita juga
bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini.
Jadi, perlukan membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita?
Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://dkadarusman.blogspot. com/
http://www.dadangkadarusman. com/
Catatan Kaki:
Apa yang dilakukan orang lain kepada kita mungkin memang penting.
Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menyikapinya.
Jika kita bersikap dengan cara yang tepat; tindakan apapun dari
orang lain akan menjadikan nilai hidup kita semakin tinggi.
- 9a.
-
Re: (Selingan) Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku
Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id syahrenan
Sun Jun 15, 2008 4:23 pm (PDT)
Bagus sekali ceritanya.....hebat ya perempuan yang bisa seperti itu
- 10a.
-
Re: (Joke) Man of The Year (2008)...Sumanto Memang Emmmoyyy
Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id syahrenan
Sun Jun 15, 2008 4:23 pm (PDT)
hahahaha......kreatif juga gambarnya
- 11.
-
Boim Lebon di Poltekpos Bandung
Posted by: "Wildan Nugraha" wildanugraha@yahoo.com wildanugraha
Sun Jun 15, 2008 4:25 pm (PDT)
Assalamu'alaikum wr wb
Info Kegiatan:
--- On Sun, 6/15/08, Wildan Nugraha <wildan.nugraha@gmail.com > wrote:
From: Wildan Nugraha <wildan.nugraha@gmail.com >
Subject: Fwd: INFORMASI ACARA TANGGAL 5 JULI
To: wildanugraha@yahoo.com
Date: Sunday, June 15, 2008, 4:13 AM
---------- Forwarded message ----------
From: Dimas Prasetya <dimasfauzia@gmail.com >
Date: 2008/6/13
Subject: INFORMASI ACARA TANGGAL 5 JULI
To: wildan.nugraha@gmail.com
Deskripsi Kegiatan :
Nama kegiatan :
TALK SHOW "KIAT ASYIK MENULIS DAN MEMASARKAN NOVEL" dan LAUNCHING BUKU "LINANG CINTA MADINAH VAN JAVA" with BOIM LEBON
Tema kegiatan :
"Mahasiswa mah kudu herois, humoris, mau nulis, plus religius, jang !!"
Pembicara :
Boim Lebon (Penulis Lupus dan Produser Kreatif RCTI)
Penyelenggara kegiatan :
Departemen Komunikasi dan Informasi Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pos Indonesia
Investasi :
Pelajar : Rp. 20.000
Mahasiswa : Rp. 25.000
Umum : Rp. 30.000
Fasilitas :
Sertifikat
Snack
Buku "Linang Cinta Madinah van Java"
Ruang ber-AC
Doorprize
Waktu dan tempat kegiatan :
Hari, tanggal : Sabtu, 5 Juli 2008
Waktu : 08.00 - 12.30 WIB
Tempat : Auditorium Politeknik Pos Indonesia, Jalan Sari Asih No. 54, Sarijadi, Bandung 40151
Informasi pendaftaran dan reservasi tiket :
DIMAS : 0856 923 921 93SENDY : 0852 229 409 54
- 12.
-
Ayo kita Cari pemimpin Indonesia!!!
Posted by: "Wahyudi" wahyudi@cei.com.sg
Sun Jun 15, 2008 4:31 pm (PDT)
Setelah diskusi mengenai kerusuhan Monas sudah menghilang. Maka kita mulai
coba berdiskusi mengenai masa depan negeri ini menjelang pemilu 2009.
Pemilu 2009 sebentar lagi. Nasib negeri ini akan sangat tergantung dari
hasil pemimpin yang akan dipilih oleh masyarakat Indonesia di tahun 2009
nanti.
Untuk memilih pemimpin-pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi
negara yang berdaulat, aman, maju dan makmur. Maka kita harus jeli memilih
figur seperti apakah yang mampu membawa negeri ini dari keterpurukan.
Perlu peran serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk memahami
kriteria pemimpin yang wajib kita pilih dan sangat wajib untuk tidak
dipilih. Disini saya akan membuat daftar pemimpin yang wajib dipilih dan
sangat wajib tidak dipilih :
Pemimpin Wajib Dipilih :
1. Pemimpin yang berani mengatakan TIDAK untuk intervensi asing yang
mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Pemimpin Indonesia sekarang ini
tidak
bisa menolak intervensi asing, karena ketergantungan yang sangat
tinggi terhadap asing. Hutang luar negeri yang sangat besar salah satu
yang membuat
Indonesia tidak mandiri an selalu menuruti kemauan asing.
2. Pemimpin yang berani untuk TIDAK MAU membayar bunga hutang atas
pinjaman luar negeri, yang selama ini ternyata hanya "dimakan" oleh
segelintir
manusia rakus yang membuat negara ini terjebak dalam lingkaran setan
Hutang.
3. Pemimpin yang berani Menasionalisasi perusahaan-perusahaan pertambangan
asing yang mengangkangi sumber daya alam yang seharusnya
dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, tetapi ternyata
saat ini sumber daya alam yang berlimpah itu hanya dinikmati segelintir
pengusaha rakus dan imperialis ekonomi asing yang telah menjajah
Indonesia di bidang perekonomian yang mengakibatka Indonesia terjebak
dalam
krisis yang berkepanjangan.
4. Pemimpin yang mempunyai harga diri dan tidak mau martabat bangsa ini
dinjak-injak oleh negara asing. Jangan hanya karena kita ingin para
koruptor
diekstradisi dari Singapura pemimpin kita rela wilayah kedaulatannya
dijadikan ajang latihan perang oleh negara yang tidak lebih besar dari
Jakarta.
Sungguh memalukan, apapun alasan disebaliknya tetap saja bagi saya ini
memperlihatkan bangsa yang besar ini ternyata sangat inferior sekalipun
terhadap negeri yang jauh lebih kecil dari kabupaten paling kecil di
Jawa Tengah.
5. Pilih pemimpin seperti Soekarno yang berani mengatakan "Go to Hell with
your Aid" kepada Amerika dan Eropa, Kita perlu pemimpin seperti Pak
Mahathir
Muhammad ( Mantan PM Malaysia) yang tidak mau tunduk terhadap IMF.
Bank Dunia, apalagi lintah darat semacam Soros. Kita harus cari pemimpin
seperti Hugo Chaves (Venezuela) yang berani menentang Amerika, Kita
ingin pemimpin seperti Presiden Bolivia yang tidak mau wilayahnya
dijadikan
pangkalan militer Amerika. Dan kita perlu pemimpin seperti Rafael
Careera ( Presiden Ecuador ) yang berani menasionalisai perusahaan2 minyak
asing
atau kalau tidak mau "Pls Go Back to your Kampung".
6. Silahkan ditambahkan........
Pemimpin Yang SANGAT WAJIB TIDAK Dipilih, (tentunya lawan dari yang wajib
dipilihcyang seperti disebutkan diatas) PLUS :
1. Pemimpin yang selalu mengumbar syahwatnya dengan orang yang bukan
muhrimnya (Pastinya ini pemimpin hidung belang, Ini ada yang Laki dan
perempuan lho. Makanya saya tidak tulis Lelaki Hidung Belang).
2.Pemimpin yang terserempet, tersenggol, terendus Korupsi, ( Jangankan
terlibat, terendus saja harus kita cuekin).
3. Pemimpin yang ketika menjabat anteng, tenang, terdiam, cuek bebek,
nggak pedulian. Tapi saat tidak menjabat berkoar-koar seolah dia yang
paling
benar dan pembela wong cilik (Pemimipin munafik begini, tidak usah
dilirik).
4. Dan tentunya masih banyak lagi silahkan ditambahkan....
Thank's & Rgds,
Wahyudi ; www.wahyudi-batam.blogspot. com
- 13a.
-
Re: FWD: Kesaksian Tragedi Monas
Posted by: "Liana Lie" liana_sstc@yahoo.com liana_sstc
Sun Jun 15, 2008 4:32 pm (PDT)
Tolong jangan memforward, hal-hal yang diragukan kebenarannya. FPI ini memang brengsek, dari track record nya sudah kelihatan, sering sekali melakukan anarkisme.
Alang Nemo <dhoed_122@yahoo.com > wrote: Berikut merupakan tulisan dari seseorang yang mengetahui tragedi Monas, 1 Juni 2008. Saya forward, semoga dapat diambil pelajarannya.
Kesaksian Tragedi Monas Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.
Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad,
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.
Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
membubarkan aksi tersebut.
Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.
Salam
Nong Darol Mahmada
- 13b.
-
Re: FWD: Kesaksian Tragedi Monas
Posted by: "HENDRA WIJANA" hendra_wijana@yahoo.com hendra_wijana
Sun Jun 15, 2008 4:32 pm (PDT)
Memang FPI harus dibubarkan, karena sering berbuat onar.
Alang Nemo <dhoed_122@yahoo.com > wrote: Berikut merupakan tulisan dari seseorang yang mengetahui tragedi Monas, 1 Juni 2008. Saya forward, semoga dapat diambil pelajarannya.
Kesaksian Tragedi Monas Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.
Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad,
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.
Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
membubarkan aksi tersebut.
Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.
Salam
Nong Darol Mahmada
- 14a.
-
KEPADA SIAPA PERASAAN DAN KECEMASAN DILABUHKAN
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Sun Jun 15, 2008 5:22 pm (PDT)
*Kepada Siapa Perasaan dan Kecemasan Dilabuhkan?*
-salah satu ujian terbesar kehidupan adalah perasaan dan kecemasan-
Seorang yang biasa menggunakan mobil dalam beraktivitas tiba tiba ketika
berangkat kerja hanya menggunakan sepeda motor. Orang lain kemungkinan besar
akan bertanya, "Koq tumben gak bawa mobil?". Atau seseorang yang biasa
menggunakan sepeda motor dalam beraktivitas tiba-tiba berangkat kerja dengan
berjalan kaki, maka kemungkinan besar orang lain akan bertanya, "Koq tumben
jalan kaki? Sepeda motornya kemana?". Dan seseorang yang biasa berangkat
kerja sehabis subuh dan pulang kerja ketika langit gelap, maka boleh jadi
orang lain bertanya, "koq tumben ada di rumah? Gak kerja?'
Begitulah contoh-contoh yang beberapa di antaranya saya dapatkan dari
percakapan dengan seorang wartawan senior salah satu surat kabar yang cukup
terkenal di tanah air. Saya menemui beliau dalam rangka membicarakan tentang
kebersediaan beliau untuk meliput acara milad Sekolahkehidupan.com pada
tanggal 27 Juli nanti di Situ Gintung.
Seperti biasanya dan entah sudah berapa kali, ketika saya menemui beliau ada
saja pembelajaran yang dapat saya terima. Entah kenapa, setiap masalah yang
saya hadapi, tanpa perlu brcerita kepada beliau, beliau selalu menceritakan
dan memberikan tausyah-tausyah tentang permasalahan yang saya hadapi
sekarang.
Sosok kebapakan yang saya kenal semenjak saya duduk di bangku SD ini
memberikan pelajaran yang sangat berharga. Dalam suasana yang kekeluargaan
dengan Al-Quran di gengamannya, beliau banyak menceritakan tentang
pengalaman-pengalaman orang lain yang bisa menjadi pelajaran berharaga.
Karena baginya, dakwah bukan hanya di masjid dan dakwah juga bukan hanya
saat Ramadhon tiba. Begitulah pandangan dari sosok seorang yang saya kenal
berawal di masjid ini, karena beliau yang menggerakkan pemuda untuk
membentuk suatu wadah pembinaan anak-anak kecil sewaktu saya kecil dulu.
Hari ini saya belajar, bagaimana wujud dari perasaan dan kecemasan yang
sebenarnya menjadi penyakit yang bisa meracuni kita. Seperti contoh di atas,
bahwa mungkin ada perasaan malu atau khawatir dan yang lainnya ketika salah
satu harta yang biasa kita gunakan dan secara langsung dilihat orang,
tiba-tiba dalm suatu kondisi tertentu kita harus mengikhlaskannya. Di
sinilah ujian yang sebenarnya, apakah ada penyesalan jika ternyata pada satu
kondisi tertentu seseorang menyerahkan hartanya berupa mobil, sepeda motor,
dan yang lainnya demi umat? Demi keberlangsungan hidup orang banyak. Dan
mungkin ada seseorang yang melepaskan pekerjaannya dikarenakan
ketidaknyamanan dan ada hal-hal prinsip yang tidak dapat diterima, apa ia
tidak berhak untuk keluar dari pekerjaan itu? Sungguh, inilah letak salah
satu ujian terbesar itu, ujian perasaan. Dan lagi-lagi akan berpulang kepada
keikhlasan.
Mungkin orang lain hanya melihat secara fisik dari yang nampak di luar.
Sejatinya, semua niat terletak pada hati dan jiwa yang hanya bisa dilihat
oleh Yang Maha Kuasa.
Pertanyaan-pertanyaan 'Kenapa?', 'Koq tumben' atau yang lainnya, akan
berlalu begitu saja jika dikembalikan dengan perasaan tenang, perasaan
dimana kita tahu bahwa hanya Tuhan, yang bisa mendengarkan do'a tiap
hambaNya, yang bisa membalikkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,
yang bisa membolak-balikkan hati tiap manusia. Jadi kepada siapa perasaan
dan kecemasan seharusnya kita labuhkan?
(dalam sebuah perenungan, akibat dari kata-kata magis yang masih terngiang,
yang saya yakin Alloh memberikannya melalui beliau)
Terima Kasih kepada H. Damanhuri Dzuhri, semoga saat milad SK nanti bisa
bergabung bersama warga Sekolahkehidupan.com
- 14b.
-
Re: KEPADA SIAPA PERASAAN DAN KECEMASAN DILABUHKAN
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 6:10 pm (PDT)
Subhanallah, Nia. Bermanfaat sekali tulisannya. Ketika aku sedang memikirkan betapa Columbus begitu baik telah mengantar dan mempermudahkanku tuk melakukan berbagai aktivitas, kau datang dengan tulisanmu. Akankah suatu saat bila keadaan mengharuskan, kurela melepaskan Columbus sayangku. Mudah-mudahan, walau berat terasa. Mudah-mudahan dapat motor terbaru yang jauh lebih baik:D
(maaf ya, Columbus)
Tapi yang jelas tulisannya inspiratif sekali. Salam ya, buat Pak Daman. Berharap sekali beliau bisa datang ketika milad Eska nanti.
Salam
Dyah
----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com >
Kepada Siapa Perasaan dan
Kecemasan Dilabuhkan?
-salah satu ujian terbesar kehidupan adalah
perasaan dan kecemasan-
Seorang yang biasa menggunakan mobil dalam beraktivitas tiba tiba
ketika berangkat kerja hanya menggunakan sepeda motor. Orang lain kemungkinan
besar akan bertanya, "Koq tumben gak bawa mobil?". Atau seseorang yang biasa
menggunakan sepeda motor dalam beraktivitas tiba-tiba berangkat kerja dengan
berjalan kaki, maka kemungkinan besar orang lain akan bertanya, "Koq tumben
jalan kaki? Sepeda motornya kemana?". Dan seseorang yang biasa berangkat kerja sehabis
subuh dan pulang kerja ketika langit gelap, maka boleh jadi orang lain bertanya, "koq
tumben ada di rumah? Gak kerja?'
Begitulah contoh-contoh yang beberapa di antaranya saya dapatkan dari percakapan
dengan seorang wartawan senior salah satu surat kabar yang cukup terkenal di
tanah air. Saya menemui beliau dalam rangka membicarakan tentang kebersediaan
beliau untuk meliput acara milad Sekolahkehidupan. com pada tanggal 27 Juli
nanti di Situ Gintung.
Seperti biasanya dan entah sudah berapa kali, ketika saya menemui
beliau ada saja pembelajaran yang dapat saya terima. Entah kenapa, setiap
masalah yang saya hadapi, tanpa perlu brcerita kepada beliau, beliau selalu
menceritakan dan memberikan tausyah-tausyah tentang permasalahan yang saya
hadapi sekarang.
Sosok kebapakan yang saya kenal semenjak saya duduk di bangku SD ini
memberikan pelajaran yang sangat berharga. Dalam suasana yang kekeluargaan
dengan Al-Quran di gengamannya, beliau
banyak menceritakan tentang pengalaman-pengalam an orang lain yang bisa menjadi
pelajaran berharaga. Karena baginya, dakwah bukan hanya di masjid dan dakwah
juga bukan hanya saat Ramadhon tiba. Begitulah pandangan dari sosok seorang
yang saya kenal berawal di masjid ini, karena beliau yang menggerakkan pemuda
untuk membentuk suatu wadah pembinaan anak-anak kecil sewaktu saya kecil dulu.
Hari ini saya belajar, bagaimana wujud dari perasaan dan kecemasan yang
sebenarnya menjadi penyakit yang bisa meracuni kita. Seperti contoh di atas,
bahwa mungkin ada perasaan malu atau khawatir dan yang lainnya ketika salah satu
harta yang biasa kita gunakan dan secara langsung dilihat orang, tiba-tiba dalm
suatu kondisi tertentu kita harus mengikhlaskannya. Di sinilah ujian yang
sebenarnya, apakah ada penyesalan jika ternyata pada satu kondisi tertentu
seseorang menyerahkan hartanya berupa mobil, sepeda motor, dan yang lainnya
demi umat? Demi keberlangsungan hidup orang banyak. Dan mungkin ada seseorang
yang melepaskan pekerjaannya dikarenakan ketidaknyamanan dan ada hal-hal
prinsip yang tidak dapat diterima, apa ia tidak berhak untuk keluar dari
pekerjaan itu? Sungguh, inilah letak salah satu ujian terbesar itu, ujian
perasaan. Dan lagi-lagi akan berpulang kepada keikhlasan.
Mungkin orang lain hanya melihat secara fisik dari yang nampak di luar.
Sejatinya, semua niat terletak pada hati dan jiwa yang hanya bisa dilihat oleh
Yang Maha Kuasa.
Pertanyaan-pertanya an 'Kenapa?', 'Koq tumben' atau yang lainnya, akan
berlalu begitu saja jika dikembalikan dengan perasaan tenang, perasaan dimana
kita tahu bahwa hanya Tuhan, yang bisa mendengarkan do'a tiap hambaNya, yang
bisa membalikkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang bisa
membolak-balikkan hati tiap manusia. Jadi kepada siapa perasaan dan kecemasan
seharusnya kita labuhkan?
(dalam
sebuah perenungan, akibat dari kata-kata magis yang masih terngiang, yang saya
yakin Alloh memberikannya melalui beliau)
Terima
Kasih kepada H. Damanhuri Dzuhri, semoga saat milad SK nanti bisa bergabung
bersama warga Sekolahkehidupan. com__._,_,___
- 15a.
-
Re: (cuap-cuap) REPOSTASE CITIZEN JURNALISKU MASUK DI REPUBLIKA HARI
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 6:01 pm (PDT)
Wa'alaikum salam wr.wb.
Selamaaaat:D Hehehe, karena sekarang Senin, dan baru baca, maaf yaaa, ndak bisa beli. Tapi turut gembira mendengarnya. Cayo tetap semangat menulis, Oom:D
Salam
Dyah
----- Original Message ----
From: fiyan arjun <paman_sam2@yahoo.com >
Assalamualaikum Warahmatullahiwabar akatuh.
Minggu pagi saat terminal Blok-M di guyur hujan saat mau ke TIM saya tidak menyangka saat mau beli koran Republika hari, Ahad, 15 Juni 2008. Ternyata disana, hasil reportaseku dimuat di koran Republika. Itu pun juga nggak sengaja untuk membelinya. Padahal nggak yakin kalo tulisanku bisa masuk. Tetapi Allah Maha Tahu ternyata reportaseku masuk juga akhirnya. Thanks God.....Thanks, my frend....Thanks my parent...Thanks all....
Oya, jangan lupa baca dan beli yakkk??
Terima kasih
Ila liqo
Piss, Luv and Laugh
Wassalam
Fiyan Arjun
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID YM:paman_sam2
- 16a.
-
Re: (Puisi) Pulang
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 6:28 pm (PDT)
Kalau kau ingin pulang kawan
kirimkan merpati putih
kabarkan padaku lewat secarik kertas
kan kusapu semua jalan
kugelar karpet merah
dan kuhiasi semua sudut
dengan bunga-bunga ungu
dan kutuliskan dengan pita putih
Selamat datang, kawan
selamat datang
(hehehee, ndak nyambung sih:D)
Salam
Dyah
----- Original Message ----
From: abe setiawan <setyawan_abe@yahoo.com >
PULANG
Menjelang subuh, ketika kuketuk gerbang kotaku
dalam pendar lampu jalan terbungkus kabut
Kuhirup embun, melepaskan seluruh dahaga kerinduanku
masihkah dia seperti dulu....ketika masih jadi milikku
Dulu kutanam dan kusemaikan benih-benih harapan di kotaini...
Namun aku bukan penuai yang pantas baginya
hanya sekadar peladang...penggara p
Kini tak kupunyai apapun disini, kupunya hanya mimpi
mimpiku tentang ladang tumpah darah loh jinawi
Jika mungkin, pagi ini tak perlu terganggu rekahan fajar diufuk
Aku cemas, esok ketika kehidupan nyata terjaga...
ternyata curiga, ambisi...bagai hama merusak benih yang tersemai
Namun hari-hari terus berlari, bagaikan hamparan ladang,
diantara hujan dan panas, diantara beku dan terik
Bagaikan kota ini.....
kini menunggu para peladang kembali
menaburkan pupuk harapan dalam cinta
tak perlu pamrih untuk menuai,
karena kita peladang yang hanya memiliki hatinya,
bukan raganya
Temanggung,
Subuh, jelang para kadang kembali ke ladang
Semoga selalu kompak dan guyub
- 17a.
-
(WORO2) SUMBANG BAKAT UNTUK MILAD SK 2
Posted by: "punya_retno" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Sun Jun 15, 2008 6:43 pm (PDT)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , retnadi ainicom
<punya_retno@yahoo.com > wrote:
dear all,
bisa nyanyi/ baca puisi/ main gitar/ sulap?
atau punya keterampilan atraktif lainnya?
yuk, sumbangkan utk isi acara hiburan hut milad sk 2!
bagi yg berminat,
hubungi retno (punya_retno@yahoo.com / 0812 10698852). mohon cantumkan
nama, no tlp, keterampilan yg akan disajikan, materi, plus perkiraan
durasi kasarnya ya!
thanks a bunch, guys!
yukyukyuk, sumbang bakat untuk hut milad sk 2!
-retno-
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--- End forwarded message ---
- 18a.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua
Posted by: "aisyah muchtar" myaisyah_mymuchtar@yahoo.co.id myaisyah_mymuchtar
Sun Jun 15, 2008 6:58 pm (PDT)
Oke bosss...^_^.
Terimaksih pak, perhatiannya..hihihi.. .tersanjung: D.
Sedihnya 4 Juni pak, sekarang mah dah semangaaaat lagi.;).
Kayaknya gak salah deh, kalo aku milih SK sebagai tempat berbagi..
Secara, dibanding milis lain, SK tuh; adem, ayem, sejuk...:-).
Untuk semua bapak guru, ibu guru, murid-murid SK, hepi milad yaaaaa.
untuk Mba Dyah; aku daftar ngeramein milad. Cateeeeeet...:D.
Btw, usul donk; tahun depan milad SK di Surabaya ya... (soale lagi
rindu Sby, yeee...rindunya sekarang ke sby-nya taon depan, gimana sih).
Salam rindu untuk surabaya
-nurhasanah muchtar-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , teha sugiyocom
<sinarning_rat@...> wrote:
>
> teteh oya yang baik,
> hari kemarin sudah berlalu, tak mungkin kembali lagi. terimalah
dengan ikhlas.
> esok masih belum terjadi, masih merupakan impian dan harapan. semua
itu tergantung pada hari ini. hari ini adalah hadiah. itu sebabnya
disebut "present".
> bersyukurlah! di sk ini teteh akan menemukan banyak saudara dan
sahabat sejati. rasakan, betapa banyaknya sahabat dan saudara yang
ikut prihatin bersamamu. mengapa kita kehilangan? karena kita pernah
memiliki. mengapa kita dirundung rindu? karena ita pernah abai. mari
kita meniti masa depan yang penuh harapan baru. kita sambut dengan
jiwa dan semangat baru. oke?
- 18b.
-
Re: Balasan: [sekolah-kehidupan] (Curhat) Ketika Aku Rindu Pada Dua
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Sun Jun 15, 2008 7:24 pm (PDT)
Teh Oya yang baik (jadi ngikutin pak Teha yang baik juga:D)
saya baru baca tulisan teteh (sebenarnya kalau Surabaya bukannya Mbak
ya?). Ibu juga baru tadi pagi bilang, kalau orang tua ndak ada baru
terasa, ya.. katanya yang membuat saya kaget. Ya nggak lah bu. Ibu
bicara seperti itu karena baru saja menjenguk keponakan saya. Ipar
saya memang ayahnya sedang pergi berlayar dan ibunya sudah tidak ada.
Teteh. Perasaan ketakutan kehilangan itu memang kadang melanda.
Makasih ya teteh, sudah membaginya. Jadi mensyukuri apa yang telah
Allah berikan kepada kita.
Oiya, nama teteh akan tercatat dengan indahnya dalam catatan peserta
Milad Eska:D
Salam
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "aisyah muchtar"com
<myaisyah_mymuchtar@...> wrote:
>
> Oke bosss...^_^.
> Terimaksih pak, perhatiannya..hihihi.. .tersanjung: D.
> Sedihnya 4 Juni pak, sekarang mah dah semangaaaat lagi.;).
> Kayaknya gak salah deh, kalo aku milih SK sebagai tempat berbagi..
> Secara, dibanding milis lain, SK tuh; adem, ayem, sejuk...:-).
>
> Untuk semua bapak guru, ibu guru, murid-murid SK, hepi milad yaaaaa.
> untuk Mba Dyah; aku daftar ngeramein milad. Cateeeeeet...:D.
>
> Btw, usul donk; tahun depan milad SK di Surabaya ya... (soale lagi
> rindu Sby, yeee...rindunya sekarang ke sby-nya taon depan, gimana sih).
>
> Salam rindu untuk surabaya
> -nurhasanah muchtar-
- 19.
-
Manajemen Pernikahan
Posted by: "Annisa Dereinda" feeling_secure06@yahoo.co.id
Sun Jun 15, 2008 7:12 pm (PDT)
semoga bermanfaat.., mohon maaf jika tidak berkenanan.. .Manajemen PernikahanOleh Miryatie Altaf
Â
Beberapa hari yang lalu saya dikejutkan oleh telepon dari seorang teman wanita. Lebih terkejut lagi karena tanpa basa basi dia langsung bertanya apa sebab dulu saya berpisah dengan mantan suami saya. Mendengar pertanyan itu, saya lantas balik bertanya, apakah dia juga ada rencana pisah. Dia bilang bukan, justru dia ingin menikah...
      Teman ini dalam pandangan saya, termasuk salah satu yang menjalani hidup dengan "serius". Saya kenal dia cukup lama, hampir 9 tahun. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah menduduki posisi strategis di sebuah perusahaan painting besar. Kemudian dia melanjutkan S2-nya di Australia dan India atas beasiswa dari perusahaan rokok terkemuka. Wajahnya pernah terpampang di surat kabar sepulang dia dari sekolah tersebut. Dan saat ini, dia bekerja di perusahaan multinasional besar.
      Kami berbincang hampir satu jam. Dia sempat menyatakan kebimbangannya tentang pernikahan dengan menanyakan apa resiko yang dia tanggung jika dia menikah. Sebagai seorang intelektual yang selalu punya perhitungan di atas kertas, diapun memperlakukan sebuah pernikahan sebagai suatu organisasi yang memiliki resiko dan ancaman tertentu. Dan dia yakin, dengan pengalaman perceraian saya, dia akan bisa memperoleh support data buat menjawab hal itu dan menetapkan strategi untuk meminimalisasi resiko-resiko tersebut.
      Saya tersenyum dengan pernyataan-pernyataan yang dia ungkapkan. Adakah orang lain yang juga memiliki pandangan seperti itu...? Kami memang sama-sama belajar manajemen strategi, juga belajar manajemen resiko. Organisasi punya strategi, pun punya resiko. Pernikahan juga demikian adanya. Saya sangat paham dengan cara berpikir teman saya ini. Tapi tentunya, menikah tidak melulu soal angka..:)
      Orang membentuk sebuah organisasi ada tujuan yang umum disebut dengan visi dan misi. Ada analisa -- sebutlah yang paling dasar saja--, SWOT, Strenght Weakness Opportunity dan Threat. Dalam jangka waktu tertentu, diharapkan modal yang digunakan untuk membangun organisasi itu akan kembali, atau disebut dengan titik BEP, Break Even Point. Lamanya pencapaian BEP sangat ditentukan oleh effort dan strategy yang dilakukan pada masa awal pasca kelahiran organisasi. Dan tentu saja faktor P ke-5 yaitu "people" sebagai pemikir dan penggerak di dalamnya memiliki peranan besar yang mengarahkan organisasi tersebut meraih visi-nya.
      Resiko yang dihadapi mencakup resiko internal dan eksternal. Resiko eksternal sifatnya luas dan lebih intangible, misalnya goverment policy seperti harga BBM, aktifitas pesaing, market size dan lain sebagainya. Faktor eksternal hampir selalu bisa dipelajari melalui historical data dengan me-review kejadian-kejadian yang pernah terjadi dua hingga tiga tahun ke belakang. Sedangkan faktor internal, ada di dalam organisasi itu sendiri. Mulai dari kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, infrastruktur yang dimiliki, perhitungan cost, analisa profit and loss, distribusi, pemasaran hingga people management. Namun, ada resiko laten yang juga harus diperhatikan, yaitu faktor human. Sistem bisa diciptakan dengan sempurna, zero defect. Tapi penggerak dari sistem itu tetap saja manusia yang memiliki paham dan pemikiran sendiri-sendiri.
      Visi dan misi akan bisa tercapai, jika dipahami dengan persepsi yang sama oleh setiap penggerak, mulai dari top manajemen hingga office boy sekalipun. Sebagian golongan saja yang menyerap visi dan misi dengan persepsi yang berbeda, bisa berdampak kepada perbedaan pendapat, penyimpangan hingga perselisihan yang bisa memutuskan rangkaian proses kerja yang sudah ditetapkan. Lebih buruk lagi, perbedaan-perbedaan ini bisa mengarah kepada ketidakseimbangan dan siapa yang tidak bisa bertahan dengan perbedaan tersebut pada akhirnya lebih memilih hengkang.
      Bagaimana dengan pernikahan.. Sama dengan organisasi, menikah pun harus punya visi dan misi. Harus punya target dan strategi. Juga ada resikonya. Resiko yang paling vital adalah terjadinya perceraian. Jika sudah sampai pada titik ini, artinya pondasi dan tiang dalam rumah tangga sudah tidak menyatu lagi, sehingga runtuhlah bangunan itu. Setiap orang yang akan menikah pasti punya tujuan idealis sendiri. Lucunya, saat saya tanya teman saya apa tujuan dia menikah, justru dia menjawab âtidak ada. Aku hanya harus menikah.â Hhumm.., ternyata, seorang rasionalis-pun kadang kehilangan ârasaâ ketika harus menetapkan tujuan..:) Ups...
Saya kutip sedikit ucapan dia "Thereâs no excitement about it. I just find him kind, serious dan ready to married. Makanya aku perlu tahu, resiko apa saja yang akan terjadi dan harus aku tanggung. Coz I know this is a very big deal. Why even a person like you canât survive your marriage..."
      Bahkan jika sepuluh orang gagal berumah tangga di interogasi sekalipun, tidak akan bisa menjawab pertanyaan, "berapa rasio kegagalan dalam rencana pernikahan saya". ROI (Return on Investment)-nya bukanlah 30 persen kenaikan penghasilan atau cut-off 20 persen pengeluaran pribadi... Terlalu mudah jika demikian.
      Barangkali pelajaran yang bisa dikutip dari manajemen organisasi di atas yaitu persamaan persepsi tentang organisasi, visi dan misinya. Ketika dua orang manusia ingin melebur dalam satu lembaga perkawinan, seyogya-nya mereka berdua memiliki paham yang sama tentang konsep pernikahan dan eksistensi serta peran dari masing-masing fungsi: istri dan suami, ibu dan ayah. Dengan memahami bahwa pernikahan adalah ajang untuk saling melengkapi, menutupi kekurangan masing-masing dan mengisi atas dasar landasan yang sama dan diimbangi dengan tujuan ibadah pelengkap dien, bisa jadi pernikahan malah jauh lebih sederhana ketimbang suatu organisasi.
      Kalau sudah begitu, maka resiko bukanlah menjadi resiko pribadi atau perorangan. Resiko menjadi milik bersama. Hidup toh bukan hanya "aku dan kamu" saja, ada orang lain, ada lingkungan, ada faktor eksternal, ada masa lalu. Namun, kesolid-an hubungan kedua insan dalam internal pernikahan dengan masing-masing menyadari langkah tak selamanya mulus dan aral kadang melintang, berdua malah justru menjadikan semua itu ringan, seuntai goresan warna dan hanyalah bagian dari proses pembelajaran ke arah yang lebih baik. Badai pasti berlalu, siang pasti berakhir dan roda pasti berputar. Hiduplah untuk hari ini, dan hiduplah untuk hari esok.
      Jalan menuju pernikahan yang paling baik justru adalah jauh dari tipuan perasaan yang bisa membutakan. Perlukah excitement? Perlu, tapi excitement horizontal, excitement untuk menyempurnakan separuh dien. Bukan excitement duniawi. Jika menempuh jalan ini, insya Allah excitement duniawi dengan sendirinya akan timbul pasca pernikahan berupa hidayah dari Allah.
      Kapan titik BEP pernikahan? Menjawab pertanyaan ini, ada sebuah cerita lucu. Waktu itu teman yang lain akan melangsungkan pernikahan dengan hanya mengundang orang-orang "tertentu" saja, yang menurutnya akan memberikan angpow cukup besar yang akan menutup biaya pernikahan. Namun yang terjadi justru undangan yang datang malah jauh lebih sedikit dari yang diharapkan. Barangkali karena pesta pernikahan dilaksanakan di tengah long weekend. Jadi, tujuan untuk mendapatkan "return" dari angpow para undangan, jelas tidak tercapai... Yang pasti BEP pernikahan bukanlah dalam hitungan (angpow) rupiah, atau rasio income dibagi expense = nol. BEP itu hanya bisa dirasakan di hati. Adalah ketika kehidupan pernikahan menjadi al-baiti jannati, "aku tak bisa hidup tanpa kamu", dan lebih bahagia dengan status menikah dari pada waktu status masih lajang. Kapankah itu...? Bisa 2 tahun, 1 tahun, 1 bulan, bahkan 1 minggu. Tergantung ikhtiar dan kedewasaan
masing-masing individu.
      Bagaimana bisa tahu apakah visi dan misi sudah tercapai? Jika visi dan misi sesuai dengan syariat, tercapai atau tidaknya merupakan proses panjang. Penikahan yang sakinah, mawaddah dan warahmah, akan abadi hingga di fase kehidupan berikutnya. Tapi paling tidak, perasaan aman dan tentram di dunia ini saja, serta anak-anak yang sholeh yang selau mendoakan, sudah bisa menjawab pertanyaan di awal alinea ini.
      Kesimpulannya, setiap orang punya jalan hidup sendiri-sendiri. Pengalaman pernikahan dan perceraian seseorang merupakan pelajaran hidup yang bisa dipetik hikmahnya, tapi tidak bisa dijadikan patokan dan bench-mark untuk pernikahan orang lain. Apalagi menjadikan traumatis bagi yang berencana menikah. Tapi saya percaya, setiap jalan hidup syarâi yang ditempuh merupakan langkah ke arah maârifatullah. Dan menikah adalah salah satunya. Menikahlah karena Allah, menikahlah untuk menjemput ridho Allah, menikahlah karena sunatullah. Kalau ini menjadi landasan, pun ketika takdir mengatakan harus berpisah, dengan enteng kita bisa bilang, "sudah jalan-Nya begitu, cukuplah Allah bagiku..."
Â
Sore yang hujan, 14 Jun. 08Miryatie Altaf (miryatie@gmail.com )
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/
- 20.
-
Daftarkan putra/i anda mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia
Posted by: "fan fan darmawan" efdarmawan@yahoo.com efdarmawan
Sun Jun 15, 2008 7:46 pm (PDT)
Jika putra-i anda atau seseorang yang anda kenal mungkin tertarik mengikuti acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008, silahkan kirim bio data lengkap ke :
Panitia Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Gd.MP Book Point Jl.Puri Mutiara Raya No.72 Cipete
- Jakarta Selatan atau
Gd.Mizan Publishing Jl.Cinambo No.135 - Cisaranten
Wetan Bandung 40294 atau lewat e mail ke promosi@mizan. com / penerbitmizan@ yahoo.com
Persyaratan
1. Berusia 7 - 12 tahun, dibuktikan dengan foto copy Kartu Pelajar (utk kirim via pos)
2. Warga Negara Indonesia yang bersekolah di wilayah Republik Indonesia, atau warga negara Indonesia yang sedang bersekolah di luar negeri
3. Memiliki karya tulis berupa artikel, cerpen, puisi, komik dan cerita bergambar, yang pernah di publikasikan di media massa lokal dan nasionalKarena keterbatasan ruang dan untuk menjaga kenyamanan acara, panitia akan
melakukan seleksi untuk 50 peserta yang memenuhi syarat. Para calon peserta
yang telah mengirimkan bio data tapi tidak memenuhi persyaratan, dipersilahkan
mengikuti sesi pembukaan pada pukul 10.00 - 11.30 wib.
Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Sabtu, 5 Juli 2008 / jam 10.00 - 15.00 wib
Ruang Anggrek, Lt.2 Arena Pesta Buku Jakarta 2008
Istora Gelora Bung Karno, Senayan - Jakarta
Inilah saatnya, seluruh
bangsa Indonesia membuka mata untuk eksistensi para penulis yang masih berusia
sangat muda. Sejumlah anak-anak Indonesia kini telah menulis buku, diterbitkan
oleh penerbit secara profesional, di distribusikan ke seluruh Indonesia, dan
menerima hak royalti sebagaimana penulis pada umumnya.
Tidak itu saja, mereka,
para penulis cilik itu sudah juga menjadi pembicara di beberapa sesi diskusi
kepenulisan. Media massa cetak dan elektronik, ebrkali-kali memuat profil para
penulis cilik kita. Saatnya kita harus melihat lebih dekat kiprah penulis cilik
Indonesia, yang salah satunya bisa saja anak tetangga dekat rumah anda, atau
bahkan anak anda sendiri kelak.
Penerbit Mizan telah
melahirkan satu seri bernama Kecil-Kecil Punya Karya, yang saat ini telah
menerbitkan 33 judul buku dari 21 penulis anak. Berbagai bentuk karya telah
diterbitkan, mulai dari novel, kumpulan cerpen, puisi, kisah nyata, dan gambar.
Sejak awal diterbitkannya
tahun 2003, para penulis yang awalnya diragukan eksistensinya, justru kini bisa
membuktikan keberhasilannya. Beberapa
buku nya mencatat angka penjualan fantastis. Beberapa wajah mereka sempat
menghiasi media cetak dan media elektronik.
Sampai saat ini, penulis
cilik baru bermunculan. Memiliki pembaca dan penggemar, dan berinteraksi
layaknya mereka teman. Meski masih malu-malu, atau memang sifat alami anak-anak
yang belum dihinggapi sifat ´pamer´, mereka mendapat perhatian banyak orang.
Tentang Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Kini mereka akan berkumpul
untuk merayakan keberhasilan mereka. Merayakan kebersamaan profesi sebagai
penulis. Penulis Seri Kecil-Kecil Punya Karya generasi awal, kini sudah
menginjak usia sekolah SMP. Mereka akan bertemu dengan ´adik´ nya yang baru 3 bulan
menerbitkan bukunya.
Akan hadir juga, para
penulis cilik yang belum menerbitkan buku. Kelak mereka akan memotivasi dirinya
untuk juga menulis sebuah buku. Mereka akan ikut merayakan keberhasilan mereka,
telah mengarungi persaingan di dunia perbukuan, dan mereka menang!
Di forum ini, Konferensi
Penulis Cilik Indonesia 2008, mereka akan menyatakan kebersamaan dan suaranya.
Meminta dukungan masyarakat Indonesia, untuk bersama -sama memajukan dunia
baca-tulis di Indonesia.
Acara utama akan berisi
diskusi yang dipimpin oleh penulis di seri ini, yang sudah beranjak dewasa.
Bersama mereka akan menghasilkan point usulan yang akan di deklarasikan sebagai
hasil Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
Beberapa point kritis yang
juga akan dibahas oleh mereka adalah
1. Peluang dan kebebasan berkarya di lingkungan sekolah
2. Apresiasi sekolah dan orang tua atas karya tulis anak-anak
3. Apresiasi penerbit, media, dan lembaga atas karya tulis anak-anak
4. Apresiasi pemerintah atas karya tulis dan pegiat karya tulis anak-anak
Pembahasan ini akan dipimpin oleh para penulis cilik, dan
di diskusikan diantara mereka. Beberapa tokoh perbukuan akan menjadi mediator
dan memberi pengantar bagi diskusi mereka.
Ini adalah simulasi bagi anak-anak penulis tersebut,
dalam menjalankan sebuah proses pengambilan kesepakatan. Dari kesepakatan
inilah, perhatian masyarakat diharapkan akan lebih tertuju pada potensi para
penulis yang masih muda usia. Lebih luas lagi, perhatian masyarakat akan lebih
terbuka, bahwa Indonesia masih memiliki banyak asset kemajuan bangsa di masa
depan.
Jika ini dirumuskan bersama, maka akan muncul sejumlah
usulan dan harapan dari para penulis cilik kita, yang akan disuarakan ke
masyarakat luas. Jika ini tercapai, maka kemenangan para penulis ini, merupakan
juga perayaan bagi dunia baca-tulis di tanah air.
Inilah keberhasilan yang diraih
oleh seluruh anak Indonesia, dan dimulai dari dunia perbukuan Indonesia.
Jika putra-i anda atau seseorang
yang anda kenal mungkin tertarik mengikuti acara ini, silahkan kirim bio data
lengkap ke :
Panitia Konferensi Penulis Cilik Indonesia
Gd.MP Book Point Jl.Puri Mutiara Raya No..72 Cipete
- Jakarta Selatan atau
Gd.Mizan Publishing Jl.Cinambo No.135 - Cisaranten
Wetan Bandung 40294 atau lewat e mail ke promosi@mizan. com / penerbitmizan@ yahoo.com
Persyaratan
1. Berusia 7 - 12 tahun, dibuktikan dengan foto copy Kartu Pelajar
2. Warga Negara Indonesia yang bersekolah di wilayah Republik Indonesia, atau warga negara Indonesia yang sedang bersekolah di luar negeri
3. Memiliki karya tulis berupa artikel, cerpen, puisi, komik dan cerita bergambar, yang pernah di publikasikan di media massa lokal dan nasional
Karena keterbatasan ruang dan untuk menjaga
kenyamanan acara, panitia akan melakukan seleksi untuk 50 peserta yang memenuhi
syarat. Para calon peserta yang telah mengirimkan bio data tapi tidak memenuhi
persyaratan, dipersilahkan mengikuti sesi pembukaan pada pukul 10.00 - 11.30 wib.
Fan Fan F Darmawan
Promosi & Komunikasi
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar