Senin, 16 Juni 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2046

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (4 Messages)

Messages

1.

(Puisi) Pulang ------ JALAN PULANG (SAMA-SAMA BERISI KEPULANGAN)

Posted by: "Divin Nahb" divin_nahb_dn@yahoo.com   divin_nahb_dn

Mon Jun 16, 2008 2:05 am (PDT)

JALAN PULANG
- Divin Nahb -

Hari setengah mati
Subuh masih meremang
Lengking pluit mewartakan kepulangan dan kepergian
Pada cerobongcerobong asap bertubuh panjang

Mataku lemah menuntun langkah
Saat kulempar raga menuju jalan pulang
Bergidik embus angin bermain kabut
Membuat desahku turun dan naik
Sketsa fragmen lukis nuansa damai sebuah surga

Ruh sambut bising si cerobong asap
Badan tersentuh matamata pemburu nafkah
Si cerobong asap mulai berkemas, berjalan, dan berlari
melewati petakanpetakan sawah
bersapa dengan rumahrumah yang lelap lelah
Bumbung asap sapa langit yang masih legam
Sederet katakata berlogat suku tumpah ruah di dalam
Nikmati semilir angin yang terpa seluruh sendi
Walau dadaku mulai tergurai lemah

Lamat hari mulai hidup
rangkul seribu wajah seribu kisah
Si cerobong asap kini penuh sesak
Aroma peluh setubuhi tiap sudut
Tubuhku terpental perlahan pada desak
Sulit hirup alam kebebasan

Hentikan ini!
Aksaraku terlilit lidah kelu
Hentikan sekarang juga!
Napasku terengah menyempit
Aku ingin pulang! Hentikan ini!
Dan kusemakin terhimpit puluhan mata
Inikah jalan pulangku?

Dan benar jika aku kembali pulang
Hanya kini pada jalan Tuhan, pada tubuh kaku, pada penghentian rasa
Si cerobong asap mengantar jasadku
pada rumah yang kutuju
Sedang semburan asapnya masih menyapa langit di atas sana
Dengan nada; "jeglek…jeglek…tuiiit…tuiiit…"
Berirama kematian si pencabut nyawa
Ruhku melayang dibawa utusan Tuhan
Menjauh pada raga
Menjauh pada si cerobong asap bertubuh panjang
04 Desember 2006


2.

Fotografer yang Karyanya akan Masuk Buku Puisi

Posted by: "Epri Saqib" epri_tsi@yahoo.com   epri_tsi

Mon Jun 16, 2008 3:55 am (PDT)

http://epriabdurrahman.multiply.com/photos/album/68

Alhamdulillah, setelah cukup ketat menunggu dan menjaring foto-foto
indah dari para fotografer, akhirnya saya bisa mengumumkan nama-nama
mereka yang karyanya akan ada dalam buku puisi saya yang akan segera
terbit dalam waktu dekat ini.

Puisi adalah karya sastra yang
indah sebagaimana juga foto sebagai hasil karya dari para fotografer
yang telah memasuki era digital pada hari ini. Dengan menggabungkan 2
karya seni ini dalam satu buku, rasanya akan sangat memperkaya buku
ini. Harapan saya disamping disuguhkan sajak-sajak, para pembaca buku
saya nantinya matanya akan terasa segar karena tertumbuk dengan
foto-foto kawan-kawan baik saya yang saya yakin suatu saat nanti akan
menjadi para fotografer yang handal bila mereka selalu mengasah
kemampuan mereka.

Berikut ini dengan bangga saya umumkan nama-nama para fotografer yang akan masuk dalam buku saya kali ini adalah :

1. Purwo Subagio [Bogor]

2. Ana [Girona Perancis]

3. Tika B. Wiryanjaya [Jakarta]

4. Wib [Jakarta]

Selamat
kawan-kawan, ini akan jadi pesta kita bersama. Secara khusus saya akan
mengundang mereka dalam acara launching buku saya yang waktunya akan
segera saya update di blog saya ini juga.

Selain nama-nama di
atas, sesungguhnya masih ada beberapa nama fotografer lagi yang masih
saya tunggu konfirmasi kesediaannya atas karya-karya fotografi mereka
yang menurut saya pribadi juga sangat pantas masuk dalam antologi buku
puisi saya ini, namun mungkin karena kesibukan atau mungkin email saya
¢nyangkut¢ sehingga mereka belum memberikan jawaban hingga hari ini.

Mereka yang sangat saya tunggu itu adalah :

1. Maria

2. Wieryono Marta

Bila
ada rekan-rekan fotografer yang kebetulan melihat pengumuman ini dan
kenal dengan 2 nama kawan saya di atas, mohon kesediaannya untuk
memberitahukan kepada mereka ya...

Akhirnya untuk semua sahabat
dan kawan-kawan saya semuanya, saya mohon doanya agar proses penerbitan
buku ini berjalan dengan lancar dan baik.

Salam hangat,

Epri Tsaqib

www.epriabdurrahman.multiply.com

www.geraibuku.multiply.com

3a.

Re: (Selingan) Ayo Ngguyu-2

Posted by: "asma_h_1999" asma_h_1999@yahoo.com   asma_h_1999

Mon Jun 16, 2008 4:32 am (PDT)

hihihihihih....

Jaiklah (maksudnya baiklah), aku enggak akan meniru tulisan ini,
hehehe. Joale mataku jelalatan jana-jini bacanya.

asma

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, teha <teha.sugiyo@...>
wrote:
>
> Selingan
>
> Menemani akhir pekan, marilah kita mesem-mesem di depan komputer,
> membaca kiriman dari Jeng Diana Damayanti... (^_^)
>
> *Cerita 100 Kata dengan Huruf J *
>
>

> Satu hari Sultan merasa sungguh /boring n bete/ abis. Jadi dia tanya
Bendahara,
> "Bendahara, siapa yang paling pandai saat ini?"
> "Abunawas", jawab Bendahara. Sultan pun memanggil Abunawas n
baginda bertitah,
> "Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita *seratus kata * tapi
setiap kata mesti dimulai dengan huruf '*J'*. Kalau tidak sanggup
salah satu karibmu dihukum ,penggal leher..".

> Terperanjat Abunawas, tapi setelah berpikir, dia pun mulai
bercerita:

>

> Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok.
Jeng Juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta. Jamu
jagoannya: jamu jahe.
> "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!" Juminten jerit-jerit
jajakan jamunya, jelajahi jalanan. Jariknya jatuh.
> Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku
jatuh, jarikku jatuh..."

>

> Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu
juga. Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol,
jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi
jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi Julietnya Jack.
> Johny justru jadi jelous Juminten jadi Juliet-nya Jack. Johny juga
jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya Johny jago joget.

> "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny. Jakunnya jadi
jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. "Jangan jealous, John..."
jawab Juminten.
>

> Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil
jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit, "Jack, Jack, Johny jahil,
jawil-jawil!!!"
> Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny,
Jebreeet..., Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor
juga jendol... jeleekk.
> "John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack... Jantungnya Johny
jedot jedotan.
> "Janji, Jack, janji... Johnny jera...," jawab Johny.
>
> Juni, Jack jadikan Johny join jualan jajajan jejer Juminten. Johny
jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol
jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang. Julukannya Jus Jengkol Johny
jolly-jolly jumper."
> "Jumpalagi, Jack...!!! "
>
> Jeman-jeman jang jaek, jangan joba-joba jikin jerita jayak jini
jagi Ja...!!! jusah...!!!
> jalam jangat... 'Jiana Jamayanti'
>

4a.

Re: (catatanku) Hairul

Posted by: "asma_h_1999" asma_h_1999@yahoo.com   asma_h_1999

Mon Jun 16, 2008 4:45 am (PDT)

Hai Di....coba bawa tulisanmu ini pada Hairul dan minta ia
membacanya...(mungkin dengan memotong beberapa kalimat yang kira-kira
tidak terlalu sensitif bagi Hairul).

Trus...kalo masih punya kesabaran untuk Hairul, bisa mengajaknya
melihat kehidupan para pengamen, anak-anak jalanan atau pengemis.
Trus tanyakan pada Hairul, apa cita-citanya kelak dan kalau dia masih
tetap seperti sekarang, maka kehidupannya mungkin tak akan berbeda
jauh dengan orang-orang yang baru saja ia lihat di depan matanya.

Mudah-mudahan bermanfaat

asma

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, dyah zakiati <adzdzaki@...>
wrote:
>
> Ah, Hairul, akhirnya ibu kehilangan dirimu. Sayang sekali, nak.
padahal ibu sudah berusaha. Benar-benar berusaha. Yah, mungkin sudah
berulang kali peristiwa itu terjadi. Tidak masuknya engkau
berhari-hari karena berbagai macam kasus. Kali pertama kau tidak masuk
karena malunya engkau raportmu tidak diambil-ambil. Ya, ibumu tak
pernah datang mengambil raport dua semester ibu menjadi walikelasmu.
Ibu memang dua tahun ini menjadi wali kelasmu. Ibu datang bersama
teman-temanmu, nak. Dengan sedikit uang yang mereka kumpulkan untuk
sekedar membantu dapur ibumu.
>
> Kali keduapun kau tidak masuk-masuk. Lebih dari seminggu. Ibu
bingung, nak. Ketika ibu ke rumahmu, ternyata alasan yang ibumu
kemukakan kau tidak punya uang untuk sekolah. Sekolah kita tak terlalu
dekat, memang. Tapi bukankah masih bisa kau tempuh dengan berjalan
kaki. Ibu jadi ingin memberimu buku Laskar Pelangi. Biar kau tahu
betapa Lintang melangkah ribuan kilo untuk sekolah. Alasanmu, kau tak
bisa makan siang. Ya, menyedihkan sekali, nak. Kadang kau tak punya
nasi di rumah untuk kau makan. Tentu kau tak sanggup kan bila harus
menahan lapar hingga pukul 14.30.
>
> Nak. Kau tinggal di keluarga yang kurang mendukung pendidikan,
memang. Ayahmu seorang kuli bangunan yang seringnya tidak bekerja.
Ibumu tak bisa bekerja karena harus mengurus adik-adikmu. Yang
kemudian mereka lakukan adalah berhutang sana-sini. Gali lubang tutup
lubang. Beberapa kali ibu ke rumahmu, nak, ibu lihat, barang-barangmu
kian berkurang. Bahkan terakhirkali, ruang tamumu hampir kosong.
>
> Akhirnya kami guru-gurumu menemukan cara agar kau bisa tetap masuk
sekolah, nak. Teman-temanmu mengumpulkan infaq Jumat. Infaq itu
digunakan tuk berbagai macam. Salah satunya adalah membiayai makan
siangmu. Tiga ribu perhari. Kau makan berdua dengan temanmu yang juga
mendapat keringanan dari sekolah.
>
> Kemudian ada cara tuk tidak terlalu memanjakanmu. Kau mendapat tugas
cuci piring di kantin sekolah. Tak banyak, karena toh murid sekolah
ini juga tak banyak. Untuk imbalannya kau mendapat makan siang gratis
dan uang 2000 rupiah setiap hari. Lumayan. Agar kau bisa tetap sekolah.
>
> Kasus selanjutnya datang lagi. Kau bolos sekolah bersama temanmu.
Teman-temanmu bilang kau pagi-pagi terlihat berangkat sekolah tapi
ternyata tidak datang. Akhirnya ibu dan gurumu yang lain berdua ke
rumahmu dan ke rumah temanmu. Benar saja. Kau tak ada di rumah.
Besoknya kau tak masuk lagi. Beberapa hari kemudian ibu mendapat surat
darimu lewat temanmu. Kau bilang kau akan berhenti. Kau minta maaf
karena merepotkan. Kau kabur bersama temanmu. Ibu percaya, nak. Kau
takkan pergi. Kau pasti kan kembali. Dan benarlah, ketika Selasa ibu
masuk setelah seminggu kau tak masuk, muncul juga kau, nak. Ibu hanya
menasihatimu. Sengaja ibu tak menampakkan raut marah. Ibu ucapkan
kata-kata yang memang sering ibu ucapkan kepadamu. Kau tak maukan,
kelak kondisi keluargamu seperti kondisimu sekarang? Kau harus terus
sekolah, Hairul.
>
> Kau terus masuk. Ibu kantin sudah tak mau lagi menyuruhmu mencuci
piring. Tapi ibu tahu ibumu berusaha tuk selalu memberimu uang jajan.
Teman-temanmu juga begitu baik padamu. Mereka tak pernah sekalipun
menertawakanmu atau menganggapmu lebih rendah. Bahkan kau juga sering
diajak makan ketika siang mereka dengan nakalnya pulang ke rumah
bersepeda ramai-ramai padahal sekolah tak mengizinkan. Kau survive,
anakku. Lumayan lama tak terjadi kasus lagi.
>
> Lagi-lagi kembali kau tak masuk-masuk. Teman-temanmu mengatakan
bahwa kau tak punya sepatu. Ibu katakan melalui teman-temanmu tuk
menyuruhmu masuk. Toh tak ada seorang gurupun di sekolah kita yang
akan mengusirmu pulang bila kau tak pakai sepatu. Dulu pun ketika
musim hujan dan kau sepatumu tak kau kenakan karena basah, kami, para
gurumu dapat memakluminya.
>
> Ibu kemudian ke rumahmu lagi, sendiri. Ibumu mengatakan bahwa ia
sudah terlampau tak enak hati pada ibu. Pada sekolah. Kau pun
berhari-hari di rumah tanpa melakukan apa-apa. Ya, kau sudah terlampau
minder dan tak enak hati ke sekolah. Sebenarnya dua minggu kau tak
masuk, kau sudah dibelikan sepatu. Ibu paksa kau pergi ke sekolah
siang itu juga. Tapi kau tak mau. Kau dan ibumu janjikan besok pagi
kau akan masuk. Ibu katakan pada teman-temanmu untuk tidak meledek
atau mengolok-olokmu. Tentu saja mereka memang takkan meledekmu,
Hairul. Mereka adalah anak-anak yang baik. Anak-anak tersayang.
>
> Keesokan harinya ternyata kau tak datang. Temanmu ada yang
mengatakan bahwa ia ingin membelikanmu sepatu. Ibu katakan bahwa kau
sudah punya sepatu. Beberapa hari kemudian kau tetap tak datang. Ibu
dan teman-temanmu kemudian datang lagi ke rumahmu. Entah sudah kali
keberapa. Tapi tak mengapa, kau harus tetap sekolah, anakku. Saat itu
ayahmu ada di rumah. Ibu kemudian berbicara pada ibumu. Ibumu kemudian
mengatakan bahwa akan menyuruhmu kembali ke sekolah. Ibumu memang
mengatakan akan memindahkanmu ke sekolah yayasan yang akan menampungmu
secara gratis dan memberi uang saku. Ya, ibu tak keberatan, tapi
bukankah tanggung sekali bila kau berhenti saat ini. Sebentar lagi
kenaikan kelas. Bila kau berhenti, kau terpaksa mengulang.
>
> Anakku. Ibu bertanya pada guru BP yang baru itu, masihkah keluargamu
bisa diberi kesempatan. Ibumu mungkin bisa diberi modal untuk
berdagang hingga kau ada biaya setidaknya untuk makan siangmu. Ibu
bertanya pada guru yang bertempat tinggal dekat rumahmu itu. Tapi
ternyata ia sudah angkat tangan terhadapmu. Bukan ia tak mau menolong.
Ia sudah berkali-kali memberi kesempatan. Pernah kau mendapat beasiswa
dengan syarat harus mengaji seminggu sekali. Ternyata kau mangkir. kau
malas datang kepengajian itu. Sang guru pun bercerita, pernah ibumu
membuka usaha nasi uduk. Tapi ternyata baru berapa hari saja sudah
tutup. Ia bercerita pula bahwa ayahmu memang bermental pemalas yang
enggan bekerja. Keluargamu sudah tak dipercaya karena menghutang
sana-sini dan jarang terbayar. Hanya sedikit usaha dan tanggung jawab.
Kau tak sekolahpun tak dipaksa oleh orang tuamu.
>
> Ibu miris, anakku. Setiap ibu menghadapi anak-anak yang kondisi
keluarganya seperti itu, jujur, ibu jadi semakin takut. Semoga Allah
kelak memberikan ibu orang yang tepat. Yang bisa bertanggung jawab
pada Allah sepenuhnya. Anakku, sungguh mental itu dibangun sejak
kecil. Kalau di masa SMPmu kau seperti itu, ibu tak yakin kau mampu
bertahan dengan baik di masa depan kelak. Ibu tak mau kondisi
keluargamu terulang ketika kau berkeluarga kelak.
>
> Setidaknya habiskan semester ini, anakku. Dan kelas IX nanti, bila
kau mau pindah, silakan. Asal kau benar-benar sekolah. Ya, kau dan
ibumu pun berkata insya Allah esok kau akan datang ke sekolah. Tapi
keesokan harinya ternyata teman-temanmu mengatakan bahwa engkau
berhenti. Keluargamu mengatakan kau berhenti.
>
> Sayang sekali Hairul. Sayang sekali ibu tak bisa mempertahankanmu.
Ibu tak tahu apakah engkau akan meneruskan sekolahmu atau tidak. Ibu
hanya bisa berdoa dan mengenangmu. Maafkan ibu anakku. Maafkan ibu.
>
> Salam sayang
> Semoga kau tetap mengenangku sebagai gurumu
> Dyah
>

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Yahoo! Groups

w/ John McEnroe

Join the All-Bran

Day 10 Club.

Family Photos

Learn how to best

capture your

family moments.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE
Blockbuster is giving away a free trial of Blockbuster Total Access to smart movie lovers like you.

Tidak ada komentar: